Anda di halaman 1dari 31

Koloid

Pertemuan I: Dispersi dan Jenis Koloid

Fase 1: Orientasi mahasiswa

1. Mahasiswa memperhatikan tujuan


pembelajaran, arahan mengenai pembelajaran,
dan penilaian keterampilan berpikir kritis dan
self-efficacy yang disampaikan dosen.
2. Mahasiswa membentuk kelompok yang
heterogen (3-4 mahasiswa) dan menerima
LKM yang diberikan oleh dosen.

Tujuan Perkuliahan
Keterampilan Berpikir Kritis:
1. Menginterpretasi macam-macam sistem dispersi.
2. M engevaluasi macam-macam sistem dispersi.
3. Menganalisis jenis-jenis koloid
4. Menginferensi jenis-jenis koloid.

Self Efficacy :
Memiliki keyakinan untuk mampu menginterpretasi
sistem dispersi dan menganalisis jenis-jenis koloid
berdasarkan:
1. Pengalaman keberhasilan (mastery experiences)
2. Pengalaman orang lain (vicarious experiences)
3. Persuasi verbal (verbal persuasion)
4. Kondisi fisiologis (physiological and affective
states)
C E I T Y
H M S R

Peta Konsep
Sistem Koloid

Terdiri dari Jenis Sifat


Pembuatan

Dispersi
Fase Medium Efek Tyndall
terdispersi pendispersi
Gerak Brown

Sol Emulsi Buih Kondensasi


Elektroforesis

Sol Padat Emulsi Padat Buih Padat Elektroosmosis

Sol Emulsi Koagulasi


Buih

Sol gas Emulsi gas


Adsorpsi

Koloid pelindung

Penggolongan

Berdasarkan kelarutan Berdasarkan kemampuan Berdasarkan interaksi

Dispersi Agregasi Reversibel Irreversibel Liofil Liofob

Koloid
2
C E I T Y
H M S R

A. Dispersi Koloid

Bila suatu zat dicampurkan dengan zat lain, maka akan terjadi penebaran
secara merata dari suatu zat ke zat lain yang disebut dengan sistem dispersi.
Sistem dispersi merupakan campuran antara zat terlarut dan pelarut. Dalam sistem
dispersi, jumlah zat terlarut lebih sedikit dibandingkan dengan zat pelarut. Zat
terlarut dinamakan fase terdispersi, sementara itu, zat pelarut dinamakan medium
pendispersi. Jadi, sistem dispersi adalah campuran antara fase terdispersi dengan
medium pendispersi yang bercampur secara merata. Berdasarkan ukuran
partikelnya, sistem dispersi dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu larutan, koloid,
dan suspensi.
Suspensi atau sistem dispersi
kasar merupakan suatu sistem dispersi
dengan partikel yang berukuran relatif
besar tersebar merata di dalam medium
pendispersinya. Fase terdispersi biasanya
berupa padatan, sedangkan medium
pendispersi berupa zat cair. Pada
umumnya suspensi adalah campuran yang
heterogen. Suspensi merupakan sistem Sumber: Google.com

dispersi yang tidak stabil, sehingga bila Gambar 2.1 segelas kopi
tidak diaduk secara terus menerus akan merupakan contoh suspensi
mengendap akibat gaya gravitasi bumi. Cepat lambatnya suspensi mengendap
tergantung besar kecilnya ukuran partikel zat terdispersi. Semakin besar ukuran
partikel tersuspensi semakin cepat proses pengendapan terjadi. Pemisahan
suspensi dapat dilakukan dengan proses penyaringan/filtrasi. Salah satu contoh
suspensi adalah campuran kopi dengan air.
Larutan atau sistem dispersi halus merupakan sistem dispersi yang
ukuran partikel-partikelnya sangat kecil sehingga tidak dapat dibedakan antara
partikel terdispersi dengan partikel medium pendispersi dan bersifat homogen
karena fase terdispersi larut sempuma dalam medium pendispersi. Tingkatan

Koloid
3
C E I T Y
H M S R

ukuran partikel larutan adalah molekul atau ion-ion sehingga larutan merupakan
campuran yang homogen dan sukar dipisahkan dengan
penyaringan maupun sentrifuge dan tidak dapat diamati
walaupun menggunakan mikroskop dengan tingkat
pembesaran yang tinggi (mikroskop ultra). Berbeda
dengan suspensi yang memiliki sifat tidak stabil,
larutan memiliki sifat yang stabil. Contoh larutan
adalah campuran gula dengan air.
Koloid merupakan sistem dispersi antara
dispersi kasar dan dispersi halus. Campuran fase
terdispersi dengan medium pendispersi dalam koloid
tampak homogen. Namun sesungguhnya, dispersi Sumber: Google.com

koloid merupakan Gambar 2.2


Segelas larutan gula
campuran heterogen. merupakan contoh
Hal ini akan tampak larutan
dengan jelas saat dispersi koloid diamati
menggunakan mikroskop ultra. Partikel koloid
lebih kecil dari suspensi namun lebih besar dari
larutan. Koloid merupakan sistem dispersi yang
relatif stabil sehingga jika didiamkan sukar
terpisah tetapi jika didiamkan dalam waktu yang
lama, akan mengendap karena pengaruh gravitasi
Sumber: Google.com
dan sentrifugasi. Contoh campuran yang termasuk
Gambar 2.3 segelas susu
merupakan contoh koloid koloid adalah campuran susu bubuk dengan air.

UJI PEMAHAMAN
Seorang mahasiswa mencampur suatu zat ke dalam air. Apakah campuran tersebut

merupakan koloid? Jelaskan!

Koloid
4
C E I T Y
H M S R

Secara lebih terperinci, tabel berikut menunjukkan perbedaan antara


larutan, koloid, dan suspensi.
Tabel 2.1 Perbedaan larutan, koloid, dan suspensi
Aspek yang Sistem dispersi
dibedakan Larutan Koloid Suspensi
Dispersi
Bentuk dispersi Dispersi padatan Dispersi padatan
molekul
Bentuk campuran Homogen Heterogen Heterogen
Penulisan X(aq) X(s) X(s)
Fasa Tetap Homogen Heterogen Heterogen
Tingkat fase Satu fase Dua fase Dua fase
Ukuran partikel <1 nm 1 nm – 100 nm >1 nm
Hanya dapat
Dapat diamati Dapat diamati
Pengamatan diamati dengan
dengan dengan
partikel mikroskop
mikroskop ultra mikroskop biasa
elektron
Kestabilan Stabil Relatif stabil Tidak stabil
Tidak Sukar Mudah
Pengendapan
mengendap mengendap mengendap
Tidak dapat
Tidak dapat disaring dengan
disaring dengan kertas saring
Dapat disaring
kertas saring biasa tetapi
Penyaringan dengan kertas
biasa maupun dapat disaring
saring biasa
saringan dengan
permeable saringan
permeable
Kejernihan Jernih Agak keruh Keruh
Contoh Gula + air Kanji + air Kopi + air

Koloid
5
C E I T Y
H M S R

B. Jenis-Jenis Koloid

Sistem koloid merupakan suatu sistem dispersi. Berdasarkan fase


terdispersinya yang dapat berupa padat, cair, maupun gas, koloid dibagi menjadi 3
jenis, yaitu sol, emulsi, dan buih. Selanjutnya, sol, emulsi, dan buih dibagi lagi
berdasarkan medium pendispersinya yang juga dapat berupa padat, cair, dan gas
sehingga semuanya menjadi 8 jenis. Untuk lebih jelasnya, simak skema pada
gambar berikut. SOL PADAT - Kaca rubi
- Intan
Medium pendispersi padat
hitam

SOL SOL CAIR (SOL) - Cat


- Tinta
Fase terdispersi Medium pendispersi cair
- Selai
Padat

SOL GAS - Asap


- Debu di
Medium pendispersi gas
udara

EMULSI PADAT - Jelly


- Keju
Medium pendispersi padat

KOLOID EMULSI EMULSI CAIR (EMULSI) - Susu


- Santan
Fase terdispersi Medium pendispersi cair
Cair

EMULSI GAS - Awan


- Kabut
Medium pendispersi gas

BUIH PADAT - Spons


- Karet
BUIH Medium pendispersi padat

Fase terdispersi
Gas BUIH CAIR (BUIH) - Busa
sabun
Medium pendispersi cair - Buih
ombak
Gambar 2.4
Skema jenis koloid

Koloid
6
C E I T Y
H M S R

1. Sol padat
Sol padat merupakan sistem koloid
dengan fase terdispersi padat terdispersi ke
dalam medium pendispersi padat. Contoh sol
padat yaitu paduan logam, intan hitam, kaca
berwarna. Kaca bisa dibuat berwarna-warni
Sumber: Google.com
dengan cara mencampurkan silika dengan sedikit
oksida logam transisi. Misalnya oksida mangan Gambar 2.5
Gelas berwarna
(Mn) akan menghasilkan warna ungu, oksida
tembaga (Cu) dan kromium (Cr) menghasilkan warna hijau, dan oksida
kobalt (Co) menghasilkan warna biru.
2. Sol cair
Sol cair atau biasa disebut sol
merupakan sistem koloid dengan fase
terdispersi padat terdispersi ke dalam medium
pendispersi cair. Contoh sol yaitu cat, tinta,
kanji dalam air, sol emas, sol belerang. Di
Sumber: Google.com
dalam cat terkandung pigment yang terdispersi
ke dalam mendium pendispersi cair baik berupa Gambar 2.6 Cat

air, minyak lateks, alkohol, dan lainnya.


3. Sol gas
Sol gas atau biasa disebut aerosol padat
merupakan sistem koloid dengan fase
terdispersi padat terdispersi ke dalam medium
pendispersi gas. Contoh aerosol padat yaitu
debu di udara, asap pabrik, letusan gunung.
Asap pabrik dan letusan gunung berapi terdiri
dari partikel-partikel zat padat seperti logam
Sumber: Google.com
yang terdispersi ke dalam gas.
Gambar 2.7 Letusan
gunung berapi

Koloid
7
C E I T Y
H M S R

4. Emulsi padat
Emulsi padat atau disebut gel
merupakan sistem koloid dengan fase
terdispersi cair terdispersi ke dalam
medium pendispersi padat. Gel dapat
juga dianggap sebagai hasil bentukan
Sumber: Google.com
dari penggumpalan sebagian sol cair.
Partikel-partikel sol akan bergabung Gambar 2.8 Jelly
untuk membentuk suatu rantai panjang
pada proses penggumpalan ini. Rantai tersebut akan saling bertaut
sehingga membentuk suatu struktur padatan di mana medium pendispersi
cair terperangkap dalam lubang-lubang struktur tersebut. Sehingga,
terbentuklah suatu massa berpori yang semi-padat dengan struktur gel.
Ada dua jenis gel, yaitu:
Gel elastis
Karena ikatan partikel pada rantai adalah adalah gaya tarik-
menarik yang relatif tidak kuat, sehingga gel ini bersifat elastis.
Maksudnya adalah gel ini dapat berubah bentuk jika diberi gaya dan dapat
kembali ke bentuk awal bila gaya tersebut ditiadakan. Contoh gel elastis
adalah gelatin dan sabun, jelly, keju, mentega.
Gel non-elastis
Sang Ilmuwan Karena ikatan pada rantai berupa ikatan
Thomas Graham kovalen yang cukup kuat, maka gel ini dapat
banyak mempelajari
kecepatan gerak bersifat non-elastis. Maksudnya adalah gel ini
(difusi) partikel materi,
tidak memiliki sifat elastis, gel ini tidak akan
ternyata gerakan
partikel zat dalam berubah jika diberi suatu gaya. Salah satu
larutan ada yang cepat
contoh gel ini adalah gel silika yang dapat
dan lambat.
Yang lambat berdifusi disebabkan oleh
dibuat dengan reaksi kimia yaitu menambahkan
partikelnya mempunyai daya tarik (perekat) HCl pekat ke dalam larutan natrium silikat,
satu sama lain. Zat seperti ini disebut koloid
yang berasal dari bahasa Yunani cola yang sehingga molekul-molekul asam silikat yang
artinya ‘perekat’ terbentuk akan terpolimerisasi dan membentuk
gel silika.

Koloid
8
C E I T Y
H M S R

5. Emulsi cair
Emulsi cair atau disebut emulsi merupakan
sistem koloid dengan fase terdispersi cair terdispersi ke
dalam medium pendispersi cair. Emulsi melibatkan dua
zat cair yang tercampur, tetapi tidak dapat saling
melarutkan, dapat juga disebut zat cair polar & zat cair
nonpolar. Emulsi cair itu sendiri dapat digolongkan
menjadi 2 jenis, yaitu emulsi minyak dalam air (O/W)
Sumber: Google.com
contohnya susu yang terdiri dari lemak yang terdispersi
dalam air, jadi butiran minyak berada di dalam air; dan Gambar 2.9
Susu
emulsi air dalam minyak (W/O) contohnya margarin
yang terdiri dari air yang terdispersi dalam minyak, jadi butiran air berada
di dalam minyak. Contoh emulsi adalah santan, susu, mayonaise, lotion.
Bagaimana air dan minyak dapat bercampur sehingga membentuk emulsi
cair?
Air dan minyak dapat bercampur membentuk emulsi cair apabila
suatu pengemulsi (emulgator) ditambahkan dalam larutan tersebut. Karena
kebanyakan emulsi adalah dispersi air dalam minyak dan dispersi minyak
dalam air, maka zat pengemulsi yang digunakan harus dapat larut dengan
baik di dalam air maupun minyak. Kasein merupakan zat pengemulsi
dalam susu. Zat pengemulsi tersebut adalah senyawa organik yang
memiliki gugus polar dan non-polar. Bagian nonpolar akan berinteraksi
dengan minyak/ mengelilingi partikel-partikel minyak, sedangkan bagian
yang polar akan berinteraksi kuat dengan air. Apabila bagian polar ini
terionisasi menjadi bermuatan negatif, maka pertikel-partikel minyak juga
akan bermuatan negatif. Muatan tersebut akan mengakibatkan pertikel-
partikel minyak saling tolak-menolak dan tidak akan bergabung, sehingga
emulsi menjadi stabil.
Contoh lain dari zat pengemulsi adalah sabun yang merupakan
garam karboksilat. Molekul sabun tersusun dari ekor alkil yang nonpolar
(larut dalam minyak) dan kepala ion karboksilat yang polar (larut dalam

Koloid
9
C E I T Y
H M S R

air). Prinsip tersebut yang menyebabkan sabun dan deterjen memiliki daya
pembersih. Ketika kita mandi atau mencuci pakaian, ekor nonpolar dari
sabun akan menempel pada kotoran dan kepala polarnya menempel pada
air. Sehingga tegangan permukaan air akan semakin berkurang, sehingga
air akan jauh lebih mudah untuk menarik kotoran.
6. Emulsi gas
Emulsi gas atau disebut aerosol
cair merupakan sistem koloid dengan
fase terdispersi cair terdispersi ke dalam
medium pendispersi gas. Contoh aerosol
cair yaitu kabut, awan, hairspray dan
obat nyamuk dalam kemasan kaleng.
Sumber: Google.com
Hairspray dan obat nyamuk semprot
untuk dapat membentuk sistem koloid Gambar 2.10 Awan

atau menghasilkan semprot aerosol diperlukan bantuan bahan pendorong/


propelan aerosol, antara lain CFC (klorofuorokarbon atau Freon).
7. Buih padat
Buih padat adalah sistem koloid dengan fase terdispersi gas
terdispersi ke dalam medium pendisperasi zat padat. Kestabilan buih ini
dapat diperoleh dari zat pembuih juga (surfaktan). Contoh-contoh buih
padat yaitu:
- Roti  Proses peragian yang melepas gas
karbondioksida terlibat dalam proses
pembuatan roti. Zat pembuih protein gluten

dari tepung kemudian akan membentuk Sumber: Google.com

lapisan tipis mengelilimgi gelembung- Gambar 2.11 Roti


gelembung karbondioksida untuk membentuk buih padat.
- Batu apung  Batu apung merupakan hasil material erupsi gunung api
yang membeku ketika di dalamnya masih terdapat udara sehingga
mempunyai rongga-rongga yang tersebar secara tidak merata. Batu apung
memiliki porositas yang tinggi sehingga bisa mengapung diatas air.

Koloid
10
C E I T Y
H M S R

8. Buih cair
Buih cair atau disebut buih adalah
sistem koloid dengan fase terdisperasi gas
terdispersi ke dalam medium pendisperasi cair.
Fase terdisperasi gas pada umumnya berupa
udara atau karbondioksida yang terbetuk dari
fermentasi. Kestabilan buih dapat diperoleh
Sumber: Google.com
dari adanya zat pembuih (surfaktan). Zat ini
Gambar 2.12 Gelembung
teradsorbsi ke daerah antarfase dan mengikat sabun
gelembung-gelembung gas sehingga diperoleh suatu kestabilan. Contoh buih
adalah gelembung, busa sabun, buih ombak, putih telur yang dikocok.
Ukuran koloid buih bukanlah ukuran gelembung gas seperti pada sistem
koloid umumnya, tetapi adalah ketebalan film (lapisan tipis) pada daerah antarfase
dimana zat pembuih teradsorbsi, ukuran kolid berkisar 0,0000010 cm. Buih cair
memiliki struktur yang tidak beraturan. Strukturnya ditentukan oleh kandungan
zat cairnya, bukan oleh komposisi kimia atau ukuran buih rata-rata. Jika fraksi zat
cair lebih dari 5%, gelembung gas akan mempunyai bentuk hampir seperti bola.
Jika kurang dari 5%, maka bentuk gelembung gas adalah polihedral.

TAHUKAH KAMU???
Sabun bekerja berdasarkan prinsip "LIKE
DISSOLVES LIKE". Sejumlah bagian ekor
molekul sabun akan dapat mengikat minyak
yang bersifat non polar, dan menghasilkan
struktur "misela" (molekul minyak
yang telah diikat seluruh permukaan-
nya oleh sisi non polar surfaktan). Dalam
misela ini, minyak terjebak di tengah-tengah
bagian hidrofobik. Bagian kepala molekul
sabun yang bersifat hidrofilik membuat
molekul-molekul sabun tetap dapat terikat
dengan air. Sehingga membilas tangan yang
penuh sabun dengan air, partikel kotoran
minyak (dalam bentuk misela) akan ikut
Sumber: Google.com
mengalir dengan air.

Koloid
11
C E I T Y
H M S R

Fase 2: Aktivitas Ilmiah Mahasiswa melaksanakan percobaan untuk


melatih keterampilan berpikir kritis dan
menanamkan self-efficacy.

Lembar Kegiatan Mahasiswa I

Bacalah fenomena di bawah ini!

Suatu hari, Sinta membuat susu dan teh untuk dia dan adiknya. Dia
meletakkan susu dan teh tersebut di meja dapur. Setelah itu dia kembali ke
. kamarnya untuk bersiap-siap karena hari itu dia dan adiknya akan pergi
menginap ke rumah neneknya selama 5 hari. Setelah bersiap-siap mereka
berdua langsung berangkat sehingga lupa meminum susu dan teh yang
telah dibuat tadi. Sepulang dari menginap, Sinta ke dapur untuk mengambil
air minum karena haus, Sinta terkejut melihat susu dan teh yang dibuatnya
lima hari yang lalu dan baru menyadari kalau ia lupa meminumnya. Sinta
bingung mengapa susu tersebut mengendap sedangkan teh tidak
mengendap.

PANDUAN:
0 = Tidak yakin
1 = Yakin 1%-25%
2 = Yakin 26%-50%
3 = Yakin 51%-75%, dan
4 = Yakin 76%-100%
Analisis
1. Buatlah rumusan masalah berdasarkan fenomena di atas!
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
Apakah kamu yakin dengan jawabanmu?
Mastery Experiences
Tingkat Keyakinan atas
0 1 2 3 4
Jawaban

2. Tuliskan hipotesis sebagai jawaban sementara dari rumusan Inferensi


masalah yang telah dibuat!
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
Apakah kamu yakin dengan jawabanmu?
Mastery Experiences
Tingkat Keyakinan atas
0 1 2 3 4
Jawaban

Koloid
12
C E I T Y
H M S R

3. Berdasarkan alat dan bahan yang telah disediakan, rancanglah suatu percobaan
tentang pengelompokan berbagai campuran ke dalam larutan, koloid, dan
suspensi!
a. Alat dan bahan:
 Alat:
No. Alat Jumlah (buah)
1 Gelas kimia 12
2 Spatula 1
3 Kertas saring 11

 Bahan
No. Bahan Jumlah
1 Gula 1 sdm
2 Garam 1 sdm
3 Cuka 1 sdm
4 Vitacimin 1 tablet
5 Susu bubuk 1 sdm
6 Santan bubuk 1 sdm
7 Tepung kanji 1 sdm
8 Tinta 1 sdm
9 Kopi bubuk 1 sdm
10 Pasir 1sdm
11 Kapur tulis bubuk 1 sdm
12 Air Secukupnya

Analisis
b. Tujuan percobaan:
________________________________________________________________
________________________________________________________________
________________________________________________________________
Apakah kamu yakin dengan jawabanmu?
Mastery Experiences
Tingkat Keyakinan atas
0 1 2 3 4
Jawaban

Koloid
13
C E I T Y
H M S R

c. Variabel percobaan Analisis

- Variabel manipulasi: _________________________________________


- Variabel kontrol: ____________________________________________
- Variabel respon: ___________________________________________

Apakah kamu yakin dengan jawabanmu?


Mastery Experiences
Tingkat Keyakinan atas
0 1 2 3 4
Jawaban

4. Buatlah alur kerja berdasarkan prosedur percobaan berikut!


1. Siapkan semua alat dan bahan
2. Masukkan 1 sdm gula ke dalam gelas kimia Interpretasi

3. Tambahkan 50 mL air ke dalam gelas tersebut dan aduk hingga tercampur


sempurna lalu amati kejernihannya
4. Diamkan selama 5 menit lalu amati endapan yang terbentuk di dasar gelas
5. Saringlah larutan tersebut menggunakan kertas saring lalu amati residu yang
tertinggal di atas kertas saring
6. Lakukan langkah 2-4 untuk semua bahan yang ada
7. Cacat semua hasil pengamatan selama percobaan

Koloid
14
C E I T Y
H M S R

Alur Kerja

Koloid
15
C E I T Y
H M S R

5. Tulislah data hasil pengamatan ke dalam tabel berikut!


Interpretasi

Sistem
dispersi
No. Campuran Kejernihan Pengendapan Penyaringan (Larutan,
Koloid,
Suspensi)
1 Gula + air
2 Garam + air
3 Cuka + air
4 Vitacimin + air
5 Susu + air
6 Santan + air
7 Kanji + air
8 Tinta + air
9 Kopi + air
10 Pasir + air
11 Kapur tulis + air

6. Analisislah data yang diperoleh dengan menjawab pertanyaan berikut:


a. Berdasarkan data hasil pengamatan, campuran mana sajakah yang termasuk
dalam sistem dispersi larutan, koloid, dan suspensi? Apa yang menjadi dasar
pengelompokan tersebut? Jelaskan!
Interpretasi
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
_____________________________________________________________

Apakah kamu yakin dengan jawabanmu?


Mastery Experiences
Tingkat Keyakinan atas
0 1 2 3 4
Jawaban

Koloid
16
C E I T Y
H M S R

b. Mengapa campuran yang termasuk koloid tidak mengasilkan endapan dan


residu? Jelaskan! Analisis
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
_____________________________________________________________
Apakah kamu yakin dengan jawabanmu?
Mastery Experiences
Tingkat Keyakinan atas
0 1 2 3 4
Jawaban

c. Apakah campuran yang termasuk koloid akan mengendap jika dibiarkan


dalam waktu yang lama? Mengapa demikian? Apakah hal tersebut juga akan
terjadi pada campuran yang termasuk larutan? Mengapa demikian?

Evaluasi
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
Apakah kamu yakin dengan jawabanmu?
Mastery Experiences
Tingkat Keyakinan atas
0 1 2 3 4
Jawaban

Koloid
17
C E I T Y
H M S R

d. Bagaimana kestabilan campuran yang termasuk larutan, koloid, dan suspensi?


Jelaskan! Analisis
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
___________________________________________________________
Apakah kamu yakin dengan jawabanmu?
Mastery Experiences
Tingkat Keyakinan atas
0 1 2 3 4
Jawaban

e. Buatlah kesimpulan berdasarkan percobaan yang telah


Inferensi
dilakukan!
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________

Apakah kamu yakin dengan jawabanmu?


Mastery Experiences
Tingkat Keyakinan atas
0 1 2 3 4
Jawaban

Koloid
18
C E I T Y
H M S R

Setelah kamu menyelesaikan LKM I, jawablah pertanyaan berikut berkaitan


dengan self efficacy yang kamu miliki!

Mastery Experiences

1. Apakah dosen sudah memfasilitasi kamu dalam menyelesaikan


permasalahan di LKM I?
Ya Tidak

2. Apakah kamu yakin telah berhasil dalam menyelesaikan permasalahan di


LKM I?
Tingkat Keyakinan atas
0 1 2 3 4
Jawaban

Vicarious Experiences

3. Selama proses penyelidikan bersama teman kelompok, apakah kamu


yakin dapat melakukan penyelidikan dengan baik?
Tingkat Keyakinan atas
0 1 2 3 4
Jawaban

4. Ketika kamu melihat temanmu yang telah menyelesaikan tugas pada


LKM I, apakah kamu juga yakin dapat menyelesaikannya?
Tingkat Keyakinan atas
0 1 2 3 4
Jawaban

Koloid
19
C E I T Y
H M S R

Verbal Persuasion

5. Apakah dosenmu pernah memujimu karena dapat menyelesaikan tugas-


tugas pada LKM I?
Ya Tidak

6. Apakah temanmu pernah memujimu karena dapat menyelesaikan tugas-


tugas pada LKM I?
Ya Tidak

Physiological and
Affective States

7. Apakah kamu menikmati saat mengerjakan tugas-tugas pada LKM I?


Ya Tidak

8. Apakah dosenmu membuat kamu merasa nyaman dan tidak stres selama
perkuliahan?
Ya Tidak

Koloid
20
C E I T Y
H M S R

Fase 3: Presentasi hasil aktivitas ilmiah

1. Mahasiswa menyajikan/mengomunikasikan hasil aktivitas ilmiah ke


klasikal/ke kelompok lain.
2. Mahasiswa melakukan internalisasi konsep, keterampilan berpikir kritis dan
self-efficacy mahasiswa melalui kegiatan presentasi

Presentasikan hasil pengamatan dan analisis yang telah dilakukan di depan kelas,
lalu tuliskan hasil diskusinya!

Catatan Hasil Presentasi


_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
___

Koloid
21
C E I T Y
H M S R

Catatan Hasil Presentasi


______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
_____________________________________________________________

Koloid
22
C E I T Y
H M S R

Fase 4: Penyelesaian tugas berpikir kritis

Mahasiswa mengerjakan tugas lanjutan berupa Tugas Berpikir Kritis yang harus
diselesaikan secara individu sebagai tahap meningkatkan keterampilan berpikir
kritis yang sudah dimilikinya serta meningkatkan self-efficacy mahasiswa.

Lembar Kegiatan Mahasiswa II: Tugas Berpikir Kritis

Interpretasi
Jawablah pertanyaan berikut secara individu!
a. Gambar berikut merupakan contoh-contoh yang termasuk koloid dalam kehidupan
sehari-hari. Identifikasilah fase terdispersi dan medium pendispersi dari masing-
masing contoh tersebut dan tentukan jenis koloidnya!

Sumber: Google.com
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
____________________________

Koloid
23
C E I T Y
H M S R

_______________________________________________________________
________________________________________________________________
________________________________________________________________
________________________________________________________________
________________________________________________________________
________________________________________________________________
Apakah kamu yakin dengan jawabanmu?
Mastery Experiences
Tingkat Keyakinan atas
0 1 2 3 4
Jawaban

b. Sistem koloid terdiri dari fase terdispersi padat, cair, dan gas yang terdispersi ke
dalam medium pendispersi padat, cair, maupun gas sehingga terbagi dalam 8
jenis, namun mengapa gas yang terdispersi ke dalam gas tidak termasuk jenis
koloid? Jelaskan!
Evaluasi

Gas oksigen Gas helium Campuran gas


Sumber: Google.com
________________________________________________________________
________________________________________________________________
________________________________________________________________
________________________________________________________________
________________________________________________________________
________________________________________________________________
Apakah kamu yakin dengan jawabanmu?
Mastery Experiences
Tingkat Keyakinan atas
0 1 2 3 4
Jawaban

Koloid
24
C E I T Y
H M S R

c. Jelly atau agar-agar termasuk salah satu contoh koloid. Jelly dibuat dari bubuk
agar-agar yang ditambahkan ke dalam air panas dan diaduk hingga adonan
jelly tercampur sempurna kemudian dididihkan. Setelah mendidih dituangkan
ke dalam cetakan dan dibiarkan mengeras. Analisislah jenis-jenis koloid yang
terbentuk dari pembuatan jelly! Analisis

Sumber: Google.com
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
______________________________________________________________
Apakah kamu yakin dengan jawabanmu?
Mastery Experiences
Tingkat Keyakinan atas
0 1 2 3 4
Jawaban

d. Apa yang dapat kamu simpulkan dari gambar dibawah ini?


Inferensi

_______________________________________________________________
Sumber: Google.com
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
_______________________________________________________________
Apakah kamu yakin dengan jawabanmu?
Mastery Experiences
Tingkat Keyakinan atas
0 1 2 3 4
Jawaban

Koloid
25
C E I T Y
H M S R

Setelah kamu menyelesaikan LKM II, jawablah pertanyaan berikut berkaitan


dengan self efficacy yang kamu miliki!

Mastery Experiences

1. Apakah dosen sudah memfasilitasi kamu dalam menyelesaikan


permasalahan di LKM II?
Ya Tidak

2. Apakah kamu yakin telah berhasil dalam menyelesaikan permasalahan di


LKM II?
Tingkat Keyakinan atas
0 1 2 3 4
Jawaban

Vicarious Experiences

3. Ketika kamu melihat temanmu kesulitan mengerjakan tugas berpikir


kritis pada LKM II, apakah kamu yakin dapat menyelesaikan tugas
berpikir kritis?
Tingkat Keyakinan atas
0 1 2 3 4
Jawaban

4. Ketika kamu melihat temanmu yang telah menyelesaikan tugas pada


LKM II, apakah kamu juga yakin dapat menyelesaikannya?
Tingkat Keyakinan atas
0 1 2 3 4
Jawaban

Koloid
26
C E I T Y
H M S R

Verbal Persuasion

5. Apakah dosenmu pernah memujimu karena dapat menyelesaikan tugas-


tugas pada LKM II?
Ya Tidak

6. Apakah temanmu pernah memujimu karena dapat menyelesaikan tugas-


tugas pada LKM II?
Ya Tidak

Physiological and
Affective States

7. Apakah kamu menikmati saat mengerjakan tugas-tugas pada LKM II?


Ya Tidak

8. Apakah dosenmu membuat kamu merasa nyaman dan tidak stres selama
perkuliahan?
Ya Tidak

Koloid
27
C E I T Y
H M S R

Fase 5: Evaluasi

Mahasiswa mengevaluasi proses dan hasil dalam penyelesaian Tugas Berpikir


Kritis dan self-efficacy yang mereka miliki.

1. Konsep apa saja yang belum kamu pahami?


_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________

2. Kendala apa saja yang kamu hadapi selama melakukan percobaan?


_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________

3. Bagaimana kamu mengatasi kendala-kendala selama pembelajaran?


_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________

Koloid
28
C E I T Y
H M S R

4. Apakah kamu dapat mengerjakan LKM I dan II dengan baik dan yakin
berhasil?
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________

5. Apakah kamu merasa keterampilan berpikir kritismu meningkat setelah


mengikuti perkuliahan menggunakan Buku Ajar Mahasiswa? Berikan
alasanmu?
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________

6. Apakah kamu merasa self efficacy-mu meningkat setelah mengikuti


perkuliahan menggunakan Buku Ajar Mahasiswa? Berikan alasanmu?
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________

Koloid
29
C E I T Y
H M S R

Glosarium

Aerosol Koloid yang merupakan disperse cairan atau padatan dalam gas.
Buih Gas yang terdispersi dalam zat cair.
Emulsi Sistem koloid yang zat terdispersinya merupakan zat cair dan
mendium pendispersinya cair atau padat.
Fase Terdispersi Zat yang didispersikan ke dalam medium pendispersi.
Gel Koloid yang setengah kaku (antara padat dan cair).
Koloid sistem dispersi antara dispersi kasar dan dispersi halus.
Larutan sistem dispersi halus, sistem dispersi yang ukuran partikel-
partikelnya sangat kecil sehingga tidak dapat dibedakan antara partikel
terdispersi dengan partikel medium pendispersi.
Medium Dispersi Medium yang digunakan untuk mendispersikan zat.
Sol Sistem koloid yang terbentuk dari partikel zat padat yang terdispersi
dalam zat cair.
Suspensi sistem dispersi kasar, suatu sistem dispersi dengan partikel
yang berukuran relatif besar tersebar merata di dalam medium
pendispersinya.

Koloid
30
C E I T Y
H M S R

DAFTAR PUSTAKA

Brady and Humiston. 1986. General Chemistry, Principles and Structures. New
York: John Willey and Sons.

Chang, R. 2005. General Chemistry The Essential Concepts Third Edition. USA:
McGraw Hill.

Petruci, R.H., Harwood, W.S., Herring, F.G., & Madura J.D.. 2007. Kimia Dasar:
Prinsip-Prinsip dan Aplikasi Modern Edisi Kesembilan. Jakarta: Penerbit
Erlangga.

Sunarya. 2012. Kimia Dasar 2. Bandung: CV Yrama Widya.

Syukri. 1999. Kimia Dasar 2. Bandung: Penerbit ITB.

Tim Kimia Dasar. 2007. Kimia Dasar II . Surabaya: Jurusan Kimia FMIPA
Unesa.

Koloid
31