Anda di halaman 1dari 2

Hukum perbankan berbasis syariah dalam islam

Ada dua pendapat di kalangan ulama di Indonesia tentang apakah bank syariah dan BMT (Baitul Mal wat
Tamwil) sudah sesuai dengan syariah atau tidak. Pertama, pendapat yang lebih berhati-hati menyatakan
bahwa pada praktiknya Bank dan BMT Syariah tidak berbeda dengan bank konvensional. Dalam arti,
sama-sama mengandung unsur riba. Salah satu contoh kesamaan itu adalah adanya keuntungan
bersama yang sudah ditentukan sebelumnya yang tidak ada bedanya dengan bunga bank konvensional.
Padahal bagi hasil yang sesuai syariah itu tidak boleh ditentukan sebelumnya.

Pendapat kedua menyatakan sudah sesuai dengan syariah dengan berpedoman pada pendapat Dewan
Syariah Nasional (DSN) MUI (fatwa-fatwa DSN MUI)

Dalam konteks ini, maka kalau ikut pendapat pertama berarti bank syariah termasuk riba karena sama
dengan bank konvensional. Sedangkan menurut pendapat kedua, tidak termasuk riba. Pendapat kedua
ini juga didukung oleh Syekh Nuh Ali Salman, mufti Kerajaan Yordania. Menurut Syekh Nuh, Bank Syariah
jelas lebih baik dari bank konvensional karena secara filosofis mereka ingin menerapkan syariah Islam
dan itu terbukti dengan adanya fakta bahwa di setiap bank syariah ada pengawas syariah yang akan
mengingatkan pihak bank kalau ada pelanggaran syariah.

Dalam Fatawa Al-Muamalah, fatwa no. 12 ia menyatakan:

‫ والقائمون على‬،‫ هذا ما تنصّ عليه األنظمة التي قام عليها البنك‬.‫البنك اإلسالمي شركة تجارية تتقيّد في تعاملها بأحكام الشريعة اإلسالميّة‬
‫ من المعامالت التي يقومون بها إذا كانت تخالف أحكام الشريعة‬A‫هذه المؤسسة يُبدون استعدادهم دائما ً لقبول النصيحة حول أي معاملة‬
‫اإلسالمية‬.

‫ والحريص على دينه يجب أن يسأل فقيها ً عن كل معاملة يريد أن يتعامل بها‬،ً‫ولهذا فهو خير قطعا ً من البنوك التي تتعامل بالربا جهاراً نهارا‬
‫ وأكل األرباح التي يعطونها؛ ألنها أرباح‬،‫ ويجوز إيداع األموال لديهم على سبيل المشاركة‬،‫مع هذا البنك أو غيره؛ حتى ال يقع في الحرام‬
‫تجاريّة وليست أرباحا ً ربويّة‬.

Artinya: Bank Islam adalah perusahaan bisnis yang operasionalnya terikat dengan hukum syariah Islam.
Ini aturan yang dibuat pihak bank. Pihak bank juga siap untuk mendengarkan nasihat ahli tentang
produk bisnis mereka apabila ada yang melanggar syariah. Oleh karena itu, maka bank Islam jelas lebih
baik dibanding berbisnis dengan bank konvensional yang jelas mengandung riba. Namun, orang yang
berhati-hati pada agama hendaknya bertanya pada ahli fikih atas setiap produk jasa yang ditawarkan
bank syariah apabila hendak bertransaksi dengan setiap bank syariah sehingga tidak terjatuh pada
perbuatan haram. Boleh menyimpan uang di bank syariah dengan cara akad musyarokah (join venture)
dan boleh memakan keuntungan yang diberikan bank karena keuntungan bisnis bukanlah keuntungan
riba
Jadi, disini kita bisa menarik kesimpulan dari dua pernyataan di atas, dimana pendapat pertama
menyatakan bahwa perbankan syariah termasuk riba. Pendapat kedua tidak menyatakan bahwa
perbankan syariah tidak mengandung riba, tapi mereka menyatakan perbankan syariah lebih baik jika
dibanding bank konvensional. Secara garis besar, benar adanya jika perbankan berbasis syariah masih
mengandung unsur riba namum dengan perbandingan yang lebih kecil dari pada bank konvensional.