Anda di halaman 1dari 6

Behavioristik ivan pavlov

1 Votes

Dalam teori behavioristik, modifikasi perilaku diupayakan agar dihasilkan bentuk


perilaku pula. Teori ini bergerak dari temuan Ivan Pavlov dengan sebutan Stimulus-
Respon setelah mengeksperimen anjing, daging, lampu, dan air liur. Penekanan teori
behavioristik adalah rangsangan harus diberikan kepada pelaku belajar agar diperoleh
respon sebagai reaksi dari pelaku belajar itu. Stimulus yang diberikan dapat berupa
kondisi dan bukan kondisi.

Hukum belajar yang dikemukakan oleh teori behavioristik adalah Hukum Pengaruh (law
of effect). Hukum itu berbunyi Dalam suatu lingkungan, jika suatu tindakan itu akan
diulang lagi dalam stimulus serupa, akan meningkatkan intensitasnya. Tetapi, bila
perilaku menghasilkan perubahan yang tidak memuaskan dalam lingkungan, perilaku itu
kemungkinan tidak diulang.Menurut Thorndike, perilaku yang ditampilkan individu
merupakan respon yang bersumber dari refleks fisik, yaitu reaksi spontan yang dilakukan
orang jika stimulus dilakukan secara tiba-tiba.
Prinsip yang menjadi landasan teori belajar perilaku (behavioristik) adalah: 1. prinsip
konsekuensi, 2. prinsip segera, 3. prinsip pembentukan.
Beberapa ciri behavioristik adalah: a. Hanya mengutamakan perilaku yang tampak, b.
bersifat mekanistis, c.pengetahuan objektif, pasti, tetap, terstruktur rapi, dan tidak
berubah, d. belajar adalah pemerolehan pengetahuan sedangkan mengajar adalah
memindahkan pengetahuan ke orang yang belajar, e. pembelajar dianggap memiliki
pengetahuan yang sama terhadap pengetahuan yang diajarkan, f. fungsi pikiran menjiplak
struktur pengetahuan, g. kontrol belajar dipegang oleh sistem yang berada di luar
pembelajar, h. pembelajar dihadapkan aturan yang ketat, i. kegagalan harus dihukum dan
keberhasilan harus diberi hadiah, j. tujuan belajar ditekankan pada penambahan
pengetahuan (Depdiknas, Metode Pembelajaran Bahasa. Materi PTBK. Jakarta: 2005).
Kajian:
Teori behavioristik diawali dengan pengujian pada anjing. Sementara manusia adalah
mahluk yang berakal dan tidak sepenuhnya bisa disamakan dengan binatang. Kalau kita
kaji penerapan teori ini ada pada iklan biskuat (sebenarnya tidak inginmenyebutkan
merek produk). Dalam iklan itu digambarkan dua orang anak yang mau membantu
ibunya membereskan mainan-mainannya yang berserakan setelah ditunjukkan bahwa
mereka akan mendapatkan hadiah “harta karun”. Pada kenyataannya, apabila hal itu
diteterapkan pada anak kita, yang terjadi adalah mereka akan mencari hadiahnya tanpa
melakukan pekerjaannya. Respon mereka bagus dan spontan hanya pada usaha
mendapatkan hadiah. Seperti halnya anjing Ivan Pavlov yang mengeluarkan air liur
apabila lampu menyala.
Dalam pembelajaran, berbeda lagi, karena cukup banyak siswa yang tidak mempunyai
daya juang, sehingga stimulus itu hanya akan menggerakkan sebagian kecil siswa yang
mempunyai daya juang tinggi. Pada umumnya mereka yang mempunyai semangat belajar
tinggi adalah mereka yang dari rumah sudah berbekal niat dan semangat untuk belajar.
Pada umumnya guru memberikan hadiah kepada siswa yang “paling” berprestasi
dikelasnya. Semestinya hadiah itu diberikan kepada siapapun termasuk siswa yang paling
tertinggal apabila mereka – siswa tertinggal itu – berprestasi dalam proses belajar. Mau
mengubah cara belajar atau ada peningkatan hasil belajar meskipun tidak harus rengking
pertama.
Saya tidak tahu, apakah Ivan Pavlov menguji beberapa anjing, atau hanya seekor anjing
saja.

K.d. Jayanto

Dalam teori behavioristik, modifikasi perilaku diupayakan agar dihasilkan bentuk


perilaku pula. Teori ini bergerak dari temuan Ivan Pavlov dengan sebutan Stimulus-
Respon setelah mengeksperimen anjing, daging, lampu, dan air liur. Penekanan teori
behavioristik adalah rangsangan harus diberikan kepada pelaku belajar agar diperoleh
respon sebagai reaksi dari pelaku belajar itu. Stimulus yang diberikan dapat berupa
kondisi dan bukan kondisi.Hukum belajar yang dikemukakan oleh teori behavioristik
ada... [Read Post]
06 Feb 2010, 11:35 |

Tinjauan terhadap Teori Behavioristik


Ivan Pavlov
| 0 komentar ]

Dalam teori behavioristik, modifikasi perilaku diupayakan agar dihasilkan

bentuk perilaku pula. Teori ini bergerak dari temuan Ivan Pavlov dengan sebutan Stimulus-Respon setelah

mengeksperimen anjing, daging, lampu, dan air liur. Penekanan teori behavioristik adalah rangsangan harus
diberikan kepada pelaku belajar agar diperoleh respon sebagai reaksi dari pelaku belajar itu. Stimulus yang

diberikan dapat berupa kondisi dan bukan kondisi.

Hukum belajar yang dikemukakan oleh teori behavioristik adalah Hukum Pengaruh (law of effect). Hukum itu

berbunyi Dalam suatu lingkungan, jika suatu tindakan itu akan diulang lagi dalam stimulus serupa, akan

meningkatkan intensitasnya. Tetapi, bila perilaku menghasilkan perubahan yang tidak memuaskan dalam

lingkungan, perilaku itu kemungkinan tidak diulang.Menurut Thorndike, perilaku yang ditampilkan individu

merupakan respon yang bersumber dari refleks fisik, yaitu reaksi spontan yang dilakukan orang jika stimulus

dilakukan secara tiba-tiba.

Prinsip yang menjadi landasan teori belajar perilaku (behavioristik) adalah: 1. prinsip konsekuensi, 2. prinsip

segera, 3. prinsip pembentukan.

Beberapa ciri behavioristik adalah: a. Hanya mengutamakan perilaku yang tampak, b. bersifat mekanistis,

c.pengetahuan objektif, pasti, tetap, terstruktur rapi, dan tidak berubah, d. belajar adalah pemerolehan

pengetahuan sedangkan mengajar adalah memindahkan pengetahuan ke orang yang belajar, e. pembelajar

dianggap memiliki pengetahuan yang sama terhadap pengetahuan yang diajarkan, f. fungsi pikiran

menjiplak struktur pengetahuan, g. kontrol belajar dipegang oleh sistem yang berada di luar pembelajar, h.

pembelajar dihadapkan aturan yang ketat, i. kegagalan harus dihukum dan keberhasilan harus diberi

hadiah, j. tujuan belajar ditekankan pada penambahan pengetahuan (Depdiknas, Metode Pembelajaran

Bahasa. Materi PTBK. Jakarta: 2005).

Kajian:

Teori behavioristik diawali dengan pengujian pada anjing. Sementara manusia adalah mahluk yang berakal

dan tidak sepenuhnya bisa disamakan dengan binatang. Kalau kita kaji penerapan teori ini ada pada iklan

biskuat (sebenarnya tidak inginmenyebutkan merek produk). Dalam iklan itu digambarkan dua orang anak

yang mau membantu ibunya membereskan mainan-mainannya yang berserakan setelah ditunjukkan bahwa

mereka akan mendapatkan hadiah “harta karun”. Pada kenyataannya, apabila hal itu diteterapkan pada

anak kita, yang terjadi adalah mereka akan mencari hadiahnya tanpa melakukan pekerjaannya. Respon

mereka bagus dan spontan hanya pada usaha mendapatkan hadiah. Seperti halnya anjing Ivan Pavlov

yang mengeluarkan air liur apabila lampu menyala.

Dalam pembelajaran, berbeda lagi, karena cukup banyak siswa yang tidak mempunyai daya juang,

sehingga stimulus itu hanya akan menggerakkan sebagian kecil siswa yang mempunyai daya juang tinggi.

Pada umumnya mereka yang mempunyai semangat belajar tinggi adalah mereka yang dari rumah sudah

berbekal niat dan semangat untuk belajar. Pada umumnya guru memberikan hadiah kepada siswa yang
“paling” berprestasi dikelasnya. Semestinya hadiah itu diberikan kepada siapapun termasuk siswa yang

paling tertinggal apabila mereka – siswa tertinggal itu – berprestasi dalam proses belajar. Mau mengubah

cara belajar atau ada peningkatan hasil belajar meskipun tidak harus rengking pertama.

Saya tidak tahu, apakah Ivan Pavlov menguji beberapa anjing, atau hanya seekor anjing saja.

Teori Ivan Petrovich Pavlov, Stimulus Respons


By Muhammad Baitul Alim + September 14th, 2009

Ivan Petrovich Pavlov (1849-1936) adalah seorang behavioristik terkenal dengan teori
pengkondisian asosiatif stimulus-respons dan hal ini yang dikenang darinya hingga kini.
Ia tidak pernah memiliki hambatan serius dalam sepanjang kariernya meskipun terjadi
kekacauan dalam revolusi rusia. Pavlov lahir di kota kecil di Rusia tengah, anak seorang
pendeta ortodoks pedesaan. Pada awalnya ia berniat mengikuti jejak [...]

Ivan Petrovich Pavlov (1849-1936) adalah seorang behavioristik terkenal dengan teori
pengkondisian asosiatif stimulus-respons dan hal ini yang dikenang darinya hingga kini.
Ia tidak pernah memiliki hambatan serius dalam sepanjang kariernya meskipun terjadi
kekacauan dalam revolusi rusia.

Pavlov lahir di kota kecil di Rusia tengah, anak seorang pendeta ortodoks pedesaan. Pada
awalnya ia berniat mengikuti jejak ayahnya, namun mengurungkan dan pergi ke
universitas di St. Petersburg untuk mengajar pada tahun 1870. Dari sinilah karir seorang
pavlov mulai berjalan hingga ia memimpin institut Fisiologi Pavlovian di Akademi Ilmu
Pengetahuan Rusia.

Ia menemukan bahwa ia dapat menggunakan stimulus netral, seperti sebuah nada atau
sinar untuk membentuk perilaku (respons). Dalam hal ini, eksperimen yang dilakukan
oleh pavlov menggunakan anjing sebagai subyek penelitian.
Berikut adalah tahap-tahap eksperimen dan penjelasan dari gambar diatas:

Gambar pertama. Dimana anjing, bila diberikan sebuah makanan (UCS) maka secara
otonom anjing akan mengeluarkan air liur (UCR).

Gambar kedua. Jika anjing dibunyikan sebuah bel maka ia tidak merespon atau
mengeluarkan air liur.

Gambar ketiga. Sehingga dalam eksperimen ini anjing diberikan sebuah makanan
(UCS) setelah diberikan bunyi bel (CS) terlebih dahulu, sehingga anjing akan
mengeluarkan air liur (UCR) akibat pemberian makanan.

Gambar keempat. Setelah perlakukan ini dilakukan secara berulang-ulang, maka ketika
anjing mendengar bunyi bel (CS) tanpa diberikan makanan, secara otonom anjing akan
memberikan respon berupa keluarnya air liur dari mulutnya (CR).

Dalam ekperimen ini bagaimana cara untuk membentuk perilaku anjing agar ketika bunyi
bel di berikan ia akan merespon dengan mengeluarkan air liur walapun tanpa diberikan
makanan. Karena pada awalnya (gambar 2) anjing tidak merespon apapun ketika
mendengar bunyi bel.

Jika anjing secara terus menerus diberikan stimulus berupa bunyi bel dan kemudian
mengeluarkan air liur tanpa diberikan sebuah hadiah berupa makanan. Maka kemampuan
stimulus terkondisi (bunyi bel) untuk menimbulkan respons (air liur) akan hilang. Hal ini
disebut dengan extinction  atau penghapusan.

Pavlov mengemukakan empat peristiwa eksperimental dalam proses akuisisi dan


penghapusan sebagai berikut:
1. Stimulus tidak terkondisi (UCS), suatu peristiwa lingkungan yang melalui
kemampuan bawaan dapat menimbulkan refleks organismik. Contoh: makanan
2. Stimulus terkondisi (CS), Suatu peristiwa lingkungan yang bersifat netral
dipasangkan dengan stimulus tak terkondisi (UCS). Contoh: Bunyi bel adalah
stimulus netral yang di pasangkan dengan stimulus tidak terkondisi berupa
makanan.
3. Respons tidak terkondisi (UCR), refleks alami yang ditimbulkan secara otonom
atau dengan sendirinya. Contoh: mengeluarkan air liur
4. Respos terkondisi (CR), refleks yang dipelajari dan muncul akibat dari
penggabungan CS dan US. Contoh: keluarnya air liur akibat penggabungan bunyi
bel dengan makanan.

Menilik psikologi behavioristik menggunakan suatu pendekatan ekperimental,


refleksiologis objektif pavlov tetap merupakan model yang luar biasa dan tidak
tertandingi.

Bila dicontohkan dalam kehidupan nyata teori pavlov ini bisa diterapkan. Sebagai
contoh untuk menambah kelekatan dengan pasangan, Jika anda mempunyai pasangan
yang “sangat suka (UCR)” dengan coklat (UCS). Disetiap anda bertemu (CS) dengan
kekasih anda maka berikanlah sebuah coklat untuk kekasih anda, secara otonom dia akan
sangat suka dengan coklat pemberian anda.

Berdasarkan teori, ketika hal itu dilakukan secara berulang-ulang,  selanjutnya cukup
dengan bertemu dengan anda tanpa memberikan coklat, maka secara otonom pasangan
anda akan sangat suka (CR) dengan anda, hal ini dapat terjadi karena pembentukan
perilaku antara UCS, CS, UCR, dan CR seperti ekperimen yang telah dilakukan oleh
pavlov. Menarik bukan?

Daftar Pustaka

Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dan proses
mental. Psikologi merupakan cabang ilmu yang masih muda atau remaja. Sebab, pada
awalnya psikologi merupakan bagian dari ilmu filsafat tentang jiwa manusia. Menurut
plato, psikologi berarti ilmu pengetahuan yang mempelajari sifat, hakikat, dan hidup jiwa
manusia (psyche = jiwa ; logos = ilmu pengetahuan). Jiwa [...]

Psikologi Behaviorisme
By Muhammad Baitul Alim + August 10th, 2009

Sistem psikologi behaviorisme ini merupakan transisi dari sistem sebelumnya. Psikologi
behaviorisme memaknai psikologi sebagai studi tentang perilaku dan sistem ini mendapat
dukungan kuat dalam perkembangannya di abad 20 Amerika Serikat. Dalam
pandangannya, perilaku yang dapat diamati dan dikuantifikasi memiliki maknanya
sendiri, bukan hanya berfungsi sebagai perwujudan peristiwa-peristiwa mental yang
mendasarinya. Gerakan ini secara formal diawali [...]