Anda di halaman 1dari 6

ROLEPLAY TENTANG KOMUNIKASI PADA PASIEN DENGAN

GANGGUAN JIWA HALUSINASI

Kelompok 1:

1. Adhe Nur Fadhila : Perawat lain


2. Akhbar Martin : Bapak
3. Andika Aldiyan : Satpam
4. Annisa Nabila R : Perawat lain
5. Azizah : Pasien
6. Cahya Ananda : Perawat 1
7. Damiri : Perawat lain
8. Delia Mandalasari : Perawat 2
9. Desi Rinikasri : Emak
10. Diah Dwi L : Perawat 3

Naskah Role Play Keperawatan Jiwa

Kasus : Seorang Pasien begitu impulsiv memukul orang,sehingga keluarga


membawanya ke RSJ, sesampainya di RSJ pasien mengamuk membabi buta dan hendak
memukul orang – orang di sekitarnya karena merasa tidak gila.

Pasien : Kenapa aku dibawa kesini mak? (Sembari membaca tulisan


bertuliskan RSJ) Rumah Sakit Jiwa , Aku kan nggak gendeng mak?
Emak : Sudah nurut saja, biar kamu itu sembuh.
Pasien : Sampean pikir aku gendeng ta mak?
Emak : Mak cuma pengen kamu ketemu dokter karo perawat sebentar

Sesampainya di UGD, seorang perawat yang melihat kedatangan mereka langsung


memepersilahkan mereka duduk

Tahap pre interaksi

 Perawat 1: Selamat pagi, Mari Silahkan duduk


 Emak :(Sembari memegangi tangan pasien keluarga menjelaskan maksud
kedatangannya) Begini bu, anak saya ini sejak 1bulan yang lalu mengalami
putus cinta dan sejak itu juga, anak saya jadi sering ngamuk dan memukul orang
sampai meresahkan warga, jadi pak RT menyarankan saya untuk membawanya
kesini, kadang-kadang dia suka mukul-mukul kepala sendiri
 Perawat 1 : Perkenalkan, nama saya perawat Cahya Nama mba siapa?
(Mengulurkan tangan dengan memberi senyum)
 Pasien : Azizah (menjawab sinis)
 Perawat 1: Ada apa di rumah?? Apa yang membuat mba Azizah marah dan
sering memukul orang?
 Pasien : Lha aku kan cuma membela diri, (menoleh pada keluarga) sudah aku
mau pulang mak, aku ndak mau disini. (Berusaha berlalu)
 Emak : Heh, kowe mau kemana?
 Pasien : Muleh!!!! (dengan nada tinggi dan melotot, sambil memukul ibunya)
Melihat itu perawat pun mulai menyiapkan alat restrain
 Perawat 1: sus, tolong siapkan alat-alat restain. Panggil perawat lainnya juga.

Tahap Orientasi

 Perawat 1: Mba, Ibu (pada keluarga) saya akan melakukan pengamanan kepada
mba azizah, dengan cara menggunakan baju ini, tangan mba azizah akan terikat
kebelakang agar mba azizah tidak memukul orang lagi. Ketika nanti mas sudah
tidak memukul orang lagi maka akan saya lepas. Cara ini tidak menyakitkan dan
aman.
 Pasien : Enggak!!!!!! Awas nyedek tak hajar samean!!!!!
Perawatpun mulai memegangi pasien, agar pasien tidak kabur. Sesegera perawat lain
beserta satpam datang untuk memeberikan bantuan.

 Perawat 2 : Untuk ibu mari ikut saya ke ruang perawat


Perawat 2 dan keluarga berjalan menuju ruang perawat
 Perawat 2 : Ibu, perawat 1 tadi sudah menjelaskan tindakan yang akan kami
lakukan untuk mengamankan mba azizah, bila ibu setuju tindakan itu dilakukan
silahkan ibu tanda tangan di lembar Inform Consent ini
 Emak : Iya saya setuju saja yang penting anak saya sembuh
 Perawat 2 : Baik ibu, kalau begitu kami akan melakukan tindakan restrain untuk
anak ibu
Disisi lain pasien meraung-raung dengan agresif.
 Pasien : “Aku nggak gila, kalian semua yang gila”, (terus meraung)
 Satpam : boleh saya ikut bantu sus?
 Perawat 1 : iya silahkan
Perawat lain beserta satpam mulai melakukan tahap restain kepada pasien

Tahap Kerja

 Memulai kegiatan dengan cara yang baik


 Memilih alat restrain yang tepat
 Memasang restrain pada klien dg cepat dan tepat
 Pegang pundak pasien dan tangan yang agresif, berjalan dibelakang pasien dan
tetap waspada
 Buka baju dalam posisi "menyerbu"
 Pakaikan baju dengan cepat
 Handle tangan pasien ke belakang, seperti orang diborgol.
 Mengamankan restrain dari jangkauan pasien
 Menyediakan keamanan dan kenyamanan sesuai kebutuhan
 Merubah posisi setiap 60 nenit
 Melakukan pemeriksaan tanda vital tiap 60 menit
 Memeriksa bagian tubuh yang direstrain
 Kolaborasi dengan dokter dengan memberikan obat anti cemas
 Setelelah pasien dapat dikendalikan, restain dilepas
 Evaluasi : catat TTV, selalu mencatat alasan restain, Memperhatikan respon
pasien terhadap terapi saat dalam restain.

Tahap Terminasi
 Perawat 1:Mba azizah, ibu. ini merupakan metode restrain, ini metode kami
sebagai tenaga kesehatan untuk menenangkan mba azizah agar mba tidak
memukul orang lagi. Jadi mas sumanto terutama ibu tidak perlu khawatir.
 Emak : oh iya ya,
 Perawat 2: Nanti restrain ini akan dilepas, apabila mba azizah tidak memukul
orang lagi. (Berbicara dengan azizah)
 Perawat 2: Bu, sejenak saya akan mengajak ibu untuk melengkapi data – data
mba azizah yang belum tuntas tadi.ayo bu mari saya antar,
 Perawat 3: assalamualaikum, mari bu silakan duduk.
 Emak : iya...
 Perawat 3 : tadi saya liat pada anamnesenya dikatakan kalo mba azizah ini
sering ngamuk sendiri sampai meresahkan warga, setelah mengamuk, apakah
mba azizah merasa bersalah/ merendahkan diri?
 Emak : iya sus, anak saya itu kalau habis mengamuk,suka merendahkan dirinya
sendiri. Kadang dia bilang gini “aku tidak berguna, aku gak bisa bahagiain
pacarku dll”. Ya pokoknya dia suka ngomong2 seperti itu sendiri sus.
 Perawat 3: selain itu apakah dia suka berhalusinasi?
 Emak : oh tidak sus, dia hanya ngamuk2, menyendiri, merasa dirinya tidak
berguna.
 Perawat 3: hmmmm, iya uda bu. Kami sarankan anak ibu berada disini dulu
untuk menjalani perawatan sampai anak ibu sembuh. Gimana bu? Apakah Ibu
bersedia?
 Emak : terimakasih sus, sudah membantu menangani anak saya.
 Perwat 2: Iya bu, karena itu memang tugas kami, terima kasih juga atas
kepercayaan ibu pada kami.

Selanjutnya perawat mulai melakukan tindakan dokumentasi mencacat tindakan yang


telah dilakukan pasien dan mencatat respon pasien.

1 bulan kemudian..azizah mulai bisa mengendalikan dirinya sendiri, dia sudah bisa
berinteraksi normal dengan orang lain dan juga sudah tidak mengamuk seperti dulu lagi.
Wajahnya sangat cerah, terlihat dari wajahnya yang sudah terlepas dari keterpurukan.
 Perawat 2 : bagaimana mba azizah...apakah anda sudah merasa lebih baik..?
(sambil tersenyum)
 Pasien : ya sus, sekarang saya sudah semangat lagi.
 Perawat 2 : syukurlah, kalau begitu. Kemungkinan besar mas sumanto bisa
pulang..
 Pasien : alhamdulillah,,,,,
 Perawat 2 : ya sudah...saya tinggal dulu ya..saya akan koordinasikan sama
petugas kesehatan lainnya. Anda silahkan tunggu

Kemudian Perawat 2 koordinasi dengan petugas kesehatan lainnya. Akhirnya semua


memutuskan untuk memulangkan azizah karena keadaannya sudah normal. Salah satu
perawat menelpon keluarga pasien,

 Perawat 1 : halo, assalamu’alaikum...


 Bapak : iya wa’alaikumsalam.. ini siapa?
 Perawat 2 : kami dari RSJ lawang pak...kami memberitahukan bahwasannya
anak bapak sumanto sekarang sudah sembuh..keluarga anda bisa membawanya
pulang.
 Bapak : alhamdulillah...beneran bu!
 Perawat 2 : iya bapak...selamat ya...
 Bapak : terimakasih bu atas pemberitahuannya...assalamu’alaikum
 Perawat : wa’alaikumsalam

Dengan girang bapak berteriak menuju emak.

 Bapak : emak...!!!!!!
 Emak : ada apa pak teriak teriak...
 Bapak : anak kita buk...! azizah sudah sembuh...
 Emak : alhamdulillah..ayo pak...kita jemput anak kita sekarang...
 Bapak dan emak akhirnya bergegas menuju rumah sakit jiwa. Kemudian menuju
kamar azizah.
 Emak : Azizah anakku....ya allah nak....alhamdulillah kamu sudah sembuh
sekarang..
 Pasien : iya buk..bapak....(memeluk bapaknya)
 Bapak : alhamdulillah azizah...kamu akhirnya sembuh juga ...

Akhirnya sumanto dibawa pulang oleh keluarganya setelah berpamitan dengan perawat
perawat.

**THE END**

Anda mungkin juga menyukai