Anda di halaman 1dari 4

TUGAS INDIVIDU

MATA KULIAH : AL-INSYIRAH MIDWIFE


DOSEN PENGAMPU : FAJAR SARI TANBERIKA, SST, M. Kes
NAMA : MEGAWATI RAMBAH, AM. Keb
KELAS : F2
NO. HP : 0812 7536 3372

PERTANYAAN :
1. Mohon penjelasan mengenai perbedaan program program D4 Kebidanan dan S1 Kebidanan

( dalam hal pembelajaran ) ? ( nurazizah )

Jawab: Perbedaan pendidikan program DIV Kebidanan dan S1 Kebidanan adalah dalam
pembelajaran yaitu:

Pendidikan D IV kebidanan :

• Berdasarkan KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) Pendidikan D IV


Kebidanan yang membedakannya arah keilmuannya yaitu untuk D IV memiliki arah
keilmuan penerapan ilmu yang sesuai dengan kurikulum pendidikannya lebih
menekankan pada kemampuan praktis atau kerja lapangan.

Sedangkan Pendidikan S1 Kebidanan:

• Berdasarkan KKNI, Pendidikan S 1 arah ke ilmuannya adalah pengembangan yang


kurikulum pendidikannya lebih menekankan kearah teoritik.

2. Salah satu upaya pencegahan penyakit yaitu pemberian imunisasi untuk Bayi, balita, anak
sekolah, catin, bumil,. Tetapi kenyataan dilapangan ramai orang tua yang tidak mau anaknya
disuntik , karena status kehalalan vaksin tersebut. Kerjasama dengan MUI juga sudah
dilakukan, bagaimana menurut sudut pandang agama terhadap permasalahan imunisasi tersebut
? ( heni pratiwi )

Jawab: Sudut pandang agama terhadap permasalahan imunisasi yaitu berdasarkan fatwa MUI
,imunisasi adalah mubah, MUI memperbolehkan penggunaan imunisasi yang asalnya haram
tapi hukum haram itu bisa berubah menjadi halal/ mubah dalam kondisi darurat dan islam juga
menimbang al hajat yang merupakan kondisi terdesak.

3. Apabila kita dalam keadaan hamil apakah boleh menyusui anak juga ? ( ratnawati )
Jawab:
Dalam keadaan hamil boleh saja menyusui anak selama tidak ada indikasi dari medis yang
melarang hal tersebut. Sebagian besar ahli tetap membolehkan, namun selama kehamilannya
dalam kondisi baik, anak yang disusui dan janin didalam kandungannya juga baik yakni dlm
kondidi gizi dan nutrisinya mampu terpenuhi.

4. Materi ini sangat menyentuh hati saya sebagai seorang bidan, istri dan seorang ibu .selama ini
saya sebagai bidan selalu memaksa secara tidak langsung kepada kepada ibu-ibu untuk berKB
dan imunisasi bayi ,yang ingin saya tanyakan berdosakah tindakan pemaksaan saya itu?
( siti alfinawati )
Jawab: Jika pemaksaan yang dimaksud tujuannya baik ditambah dengan mempertimbangkan
kondisi kesehatan dan atas persetujuan pasien maka dibolehkan.

5. Dalam kebidanan semua alat kontrasepsi boleh digunakan kepada pasien yang memerlukan,
tapi bagaimana sudut pandang agama terhadap permasalahan tentang penggunaan alat
kontrasepsi?
( tari fitri sartini )
Jawab: Meskipun umat muslim dianjurkan untuk memiliki keturunan, penggunaan alat
kontrasepsi tidak diharamkan secara mutlak didalam islam, jika penggunaan alat kontrasepsi
bertujuan untuk menunda kehamilan dibolehkan karena metode menunda kehamilan
sebenarnya juga telah digunakan pada zaman nabi yang disebut ‘azl yang dalam istilah medis
disebut coitus interruptus. Adapun jika penggunan alat kontrasepsi bertujuan menghentikan
kehamilan (menghentikan keturunan) tidak dibolehkan kecuali dengan alasan kesehatan
karena islam lebih mengutamakan kemaslahatan dari pada kemudharatan.

6. Apabila kita abortus, apakah harus menjalani masa nifas dalam perspektif islam ?
( nuraini rika )
Jawab: Iya, Apabila janin sudah terbentuk layaknya manusia, sudah ada anggota badan yang
terbentuk dan secara kasat mata seperti manusia memiliki tangan,kaki, atau semacamnya, atau
bisa jadi bentuknya samar namun dianggap sebagai awal bentuk manusia. Maka darah yang
keluar setelahnya termasuk nifas.

7. Bagaimana pandangan ibuk tentang pasien dibawah ini ? seputar masalah imunisasi, saya
pernah bertanya kepada ibuk-ibuk yang punya bayi tetapi tidak mau diimunisasi anaknya, jadi
saya tanya alasannya apa?jadi dia menjawab pada umumnya anak dilahirkan dalam keadaan
sempurna, jadi dia tidak perlu tambahan obat ( vaksin ) semasa bayi, karena udah tercukupi di
asinya.
( ganda pratiwi )
Jawab: Sebagai tenaga kesehatan bisa dengan memberikan informasi, edukasi dan komunikasi
yang baik tentang resiko vaksin/kegunaannya dan dalam percakapan hindari diskusi
kemungkinan efek samping negatif dari vaksin.

8. Kita sebagai bidan sekarang kan sudah dilarang khitan perempuan, sedangkan ada sebagian
ulama mengatakan jika khitan perempuan itu hukumnya sunah mu’akad, sedangkan
dimasyarakat masih tetap ngotot untuk khitan anak perempuannya.apa yang harus kita lakukan
sebagai bidan? Jika kita menolak khitan, udah pasti masyarakat pergi kedukun bayi untuk
khitan anaknya dan apabila terjadi hal yang tidak diingini seperti perdarahan, jadi apa tindakan
yang seharusnya kita lakukan? ( irma suryani suhada )
Jawab: Memang praktik sunat perempuan di Indonesia masih menuai kontroversi baik dari segi
medis dan legalitasnya, hal ini tertuang dalam Permenkes 6/2014 Pasal 2 mengatur bahwa
pemberian mandat kepada Majelis Pertimbangan Kesehatan dan Syara’(MPKS) untuk
menerbitkan pedoman penyelenggaraan sunar perempuan yang menjamin keselamatan dan
kesehatan perempuan yang disunat serta tidak melakukan mutilasi alat kelamin
perempuan.akan tetapi keberadaan Permenkes ini dianggap ambigu dalam isu
pemotongan/pelukaan genitalia perempuan di indonesia oleh Komisi Nasional Anti kekerasan
Terhadap perempuan, karena hal ini tidak ada tindak lanjut dari Permenkes yakni melaui
MPKS untuk membuat pedoman penyelenggaraan sunat perempuan. Namun hingga kini tidak
menemukan hasil dari mandat tersebut. Namun walaupun demikian sunat pada perempuan
dianjurkan dalam islam dan bentuk syiar islam akan tetapi dengan ketentuan sbg mana dalam
fatwa MUI, sunat perempuan hanya menghilangkan selaput dan tidak dilakukan berlebihan
seperti memotong atau melukai klitoris.

9. Dari sisi agama ataupu dan ilmu medis apakah lama masa nifas untuk ibu yang abortus
sama dengan ibu nifas lahir normal? ( megawati rambah )
Jawab: dari sisi agama maupun medis lama masa nifas untuk ibu yang abortus sesuai
dengan usia janin yang dikandungnya, Jika janin sudah terbentuk layaknya manusia, sudah
ada anggota badan yang terbentuk dan secara kasat mata seperti manusia memiliki
tangan,kaki, atau semacamnya, atau bisa jadi bentuknya samar namun dianggap sebagai
awal bentuk manusia. Maka darah yang keluar setelahnya termasuk nifas.

10. Bertanya tentang KB dalam islam, sebagian ulama berpendapat boleh dan ada juga yang tidak
, tetapi kenyataan dilapangan banyak saya jumpai mereka tidak mau KB dengan alasan
syar’i.sedangkan tugas kita sebagai bidan mensukseskan program KB dengan tujuan tak lain
menjarangkan kehamilan . bagaimana sikap kita sebagai bidan? ( sulis tyarini )
Jawab: jika penggunaan alat kontrasepsi bertujuan untuk menunda kehamilan dibolehkan
karena metode menunda kehamilan sebenarnya juga telah digunakan pada zaman nabi yang
disebut ‘azl yang dalam istilah medis disebut coitus interruptus. Adapun jika penggunan alat
kontrasepsi bertujuan menghentikan kehamilan (menghentikan keturunan) tidak dibolehkan
kecuali dengan alasan medis atau kesehatan karena islam lebih mengutamakan kemaslahatan
dari pada kemudharatan.
11. Bagaimana menurut pandangan islam, apabila kita hamil anak cacat dan melakukan aborsi?
( efrida hanum siregar )
Jawab: Tidak boleh menggugurkan kandungan untuk semua fase kehamilan, kecuali karena
ada alasan yang dibolehkan secara syariat yaitu alasan kesehatan. Para ulama sepakat
menggugurkan kandungan tanpa sebab jika usia kandungan sudah mencapai 120 hari, maka
hukumnya haram.

12. Masalah peran agama dalam kebidanan, seyogyanya buk disini masih banyak agama dijadikan
patokan dalam menolong persalinan. Contohnya jika pasien lama melahirkan mereka sudah risau
terkadang mereka meminta istilah disini selusuh dengan diberi doa -
doa.dan perut dilangkah atau dikasi bakar kemenyan, mereka beranggapan bahwa lamanya proses
persalinan karena ada gangguan jin. Padahal sudah kita jelaskan bahwa dalam persalinan ada
prosesnya. Nah bagaimana cara kita menyampaikan dengan keluarga pasien supaya mereka mengerti
tanpa mengetepikan nilai agama atau kepercayaan tersebut?
( fauziah)
Jawab: Menjelaskan dengan baik bahwa proses persalinan ibu akan melewati fase demi fase
jika ibu berikhtiar dengan membaca do’a-do’a hal yang baik dan dianjurkan dalam islam agar
perslinan berjalan dengan lancar dan selamat akan tetapi mengenai bakar kemenyan dan
melangkahi perut itu hanyalah kepercayaan yang sudah lam beredar di masyarakat dan tdk bisa
dibuktikan kebenrannya dan yang demikian tidak ada kaitannya dengan ilmu kesehatan maupun
dalam agama.

13. Gimana pandangan islam tentang aborsi ( apabila wanita diperkosa karena tidak meninginkan
anak tersebut dan ingin melakukan aborsi.apakah boleh? ( siti aisyah )
Jawab: Menurut ulama dalam hal ini ada 2 kondisi, kondisi pertama jika kehamilannya
berumur kurang dari 120 hari (belum ditiupkanya ruh/belum bernyawa) maka boleh, akan
tetapi jika kehamillannya sudah berumur 120 hari (sudah ditiupkannya ruh) maka hukumnya
tidak boleh.
14. Bagaimana menurut ibuk memberi kurma yang dikunyah kepada bayi termasuk imunisasi
alami pada bayi, mohon penjelasannya? ( rathika agnes )

Jawab: Memberikan kurma yang dikunyah kepada bayi adalah termasuk imunisasi alami?
pernyataan ini tidak tepat, adapun memberikan kurma pada bayi disebut dengan tahnik yaitu
mengunyah kurma kemudian menggosokkan kelangit-langit mulut si bayi. Hal ini dilakukan
supaya yang paling pertama masuk diperut bayi adalah sesuatu yang manis, ditamabah saat
itu ada do’a untuk keberkahan.

15. Bagaimana menurut ibuk dengan kehamilan yang tiba -tiba hilang,contoh kasusnya begini “
ada pasien UK 28 minggu sudah pernah USG janinnya ada dan kondisi nya baik, tiba-tiba
janinnya hilang tanpa rasa sakit tanpa perdarahan, bagaimana menurut medis dan agama?
( maisyarah )

Jawab: Tindakan preventif yang perlu dilakukan oleh pasangan suami istri adalah senantiasa
berdo’a sebelum melakukan aktifitas jima’ agar dapat menghindri gangguan jin atau setan yang
dapat menggugurkan atau menghilangkan janin dari rahim ibunya dengan izin Allah.