Anda di halaman 1dari 4

5 kesalahan dalam penanganan patah tulang paha ( femur ) tertutup

Terjadinya patah pada tulang paha secara umum lebih memerlukan penanganan serius
jika di bandingkan dengan patah pada tulang-tulang ekstremitas lain. Sering terjadi patah
tulang paha di perlakukan sama dengan patah tulang tungkai bawah atau tibia dan tulang
lengan atas dan bawah. berikutdi tampilkan beberapa kesalahan yang kerap di lakukan oleh
individu atau komunitas dalam menatalaksanakan kasus patah tulang paha ini .
Beberapa kesalahan tersebut adalah :

1. Membiarkan penderita dengan patah tulang paha terbaring dirumah tanpa


penanganan.
 Ini sering dilakukan oleh keluarga yang anggota keluarganya mengalami patah tulang paha
dengan harapan patahanya menyambung kembali . namun banyak dari keluarga kita kurang
memahami bahwa pada paha tarikan otot sangatlah kuat sehingga tindakan konservatif
dengan membiarkan pasien tergeletak dan hanya dilakukan pemasangan bidai bambu dan
dilakukan manipulasi dan message oleh dukun atau tukang urut atau sinshe dengan
memberikan obat temple dan lain sebagainya akan menjadi kesalahan yang fatal akhirnya.

Jika kejadian patah ini pada tulang tungkai bawah sebut tibia dan fibula , maka mungkin
dengan pemasangan bidai bambu atau kayu dengan obat-obat oles atau temple dan pasien
berbaring selama 1 bulan mungkin akan memberikan hasil yang baik.Tapi pada patah tulang
paha maka kemungkinan jelek yang sering terjadi adalah penyembuhan akan bengkok ,
memendek dan jalan akan pincang . Begitu juga jika terlalu lama berbaring maka akan terjadi
kaku sendi , sehingga sendi penderita tidak dapat di bengkokkan .Terutama tentunya sendi
lutut dan sendi panggul.betapa tersiksanya bisa kita bayangkan untuk buang air besar saja jadi
begitu sulit.

2. Minta dipasang gips atau semen atau bidai pada patah tulang paha.
Kenapa di bilang salah karena gips , bidai atau semen pada paha hanya bisa mengunci sendi
lutut tapi tidak memegang sendi panggul.Jadi hasil akhir yang akan terjadi juga akan muncul
pemendekan dan bengkok sehingga jalan bisa menjadi pincang.

Sesederhana pilihan penanganan pada patah tulang paha adalah pemasangan alat traksi atau
tarikan. Traksi di bedakan atas 2 macam yaitu traksi kulit dan dan traksi tulang . Traksi kulit
dengan memasang plester type dari mata kaki sampai ke paha pada kedua sisi . Lalu di tarik
dengan beban sesuai dengan berat badan penderita sekitar 1/9 sd 1/7 dari Berat badan.
Namun perlu di ingat traksi kulit ini tidak bisa dilakukan terlalu lama dan terlalu berat karena
resiko kerusakan atau irirtasi pada kulit.

Yang paling aman sering adalah dengan skletal traksi namun mestu di pasang stennment steel
pin pada tulang baik diujung bawah tulang paha maupun pangkal atas dari tulang tibia .Lalu
dipasang tali penarik dan digantungkan beban seperti pada traksi kulit.

3 . Membiarkan orang tua dengan patah tulang paha karena alasan sudah tua dan
beresiko untuk operasi
Jujur saja banyak keluarga yang membiarkan orang tua yang mengalami patah pada tulang
paha baik batang paha , leher atau kepala dari tulang paha dengan alasan sudah terlalu tua
sehingga beresiko untuk di lakukan operasi . Memang benar kondisi tua tentu resiko operasi
lebih besar namun kemajuan pengetahuan dan ahli anestesi juga sudah dapat meminimalisir
resiko yang akan di hadapi selama dan paska operasi tersebut.

terkadang kita harus memutuskan untuk bersepakat di lingkungan keluarga besar dan
memberikan keputusan karena sudah tua seehingga tidak perlu dioperasi. orang tua di
hilangkan haknya untuk beraktifitas. Padahal sebelum terjatuh beliau masih dapat berjalan
dengan baik. Justru dengan membiarkan terbaring dan setelah agak baikkan nanti orang tua
tersebut hanya akan bisa merangkak di lantai rumah . bagaimana perasaan kita sebagai
anak ...mohon di pertimbangkan,

4 . Sering menunda membawa ke pusat - pusat kesehatan atau rumah sakit.


Keadaan ini sangat sering kita jumpai di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lain , di mana
penderita datang ke rumah sakit setelah sekian bulan atau setelah bertahun dimana penderita
telah pincang berjalan . dengan pasrah penderita mohon untuk dilakukan penanganan medis.
Padahal semua juga sudah tahu bahwa patah tulang yang telah membentuk tulang muda dan
menyatu akan menimbulkan permasalahan yang sulit dan tindakan operasinya jadi beberapa
tahap apalagi jika pemendekan lebih dari 2 cm selain di refrakturasi atau di patahkan ulang
lalu tulang yang sudah memendek tersebut mesti di tarik dengan beban selama beberapa
waktu agar bisa di jumpakan ujungnya pada saat operasi pemasangan plate.
Pernah kami menjumpai kasus yang telah di tangani oleh dukun patah selama 1 tahun dan
fragmen patahan tidak menyatu akhirnya membentuk sendi palsu atau pseudo joint di atas
lutut.Pada saat di operasi di antara tulang tersebut ada jaringan yang memisahkan sehingga
tidak dapat menempel antara tulang satu dengan yang lainnya. Sehingga kalau tidak di
operasi mungkin tidak akan pernah menyatu. Dan insyallah terhadap penderita tersebut
setelah dilakukan operasi penderita sudah dapat berjalan dengan baik.

Tampak adanya garis patahan yang tetap ada meski patahan telah terjadi bertahun , dan
secara visual langsung tanpang patahan masih goyang , mengalami rotasi atau berputar pada
porosnya dan membentuk sudut . Dan hebatnya permukaan dari tulang yang mengalami patah
dan tidak healing tersebut saat operasi benar-benar memiliki bentuk seperti sendi pada
umumnya , namun tentu tidak sempurna dengan bentuk yang tidak beraturan namun tulang
rawan permukaan terbentuk sesuai dengan bentuk asli tulang sendi dan hebatnya lagi
permukaan sendi ini juga memproduksi cairan sendi . 

5 . Phobia yg berlebihan mendengar kata operasi ...


Hari gini dengan media dan informasi yang begita banyak dan luas harusnya tidak adalagi
gap informasi dengan satu kata operasi. Meski resiko operasi tetap ada namun keadaan dan
perkembangannya tentu sudah sangat maju resiko yang akan di ambil akan semakin di
persempit. Pemasangan plate dan screw , pamasangan besi intra medullari atau menanam besi
di dalam lobang tulang paha , mengganti mangkok sendi dan mengganti bantalan sendi itu
bukannlah teknik operasi yang mesti di takutkan sehingga harus di hindari. Tindakan seperti
itu sudah kerap dilakukan dan informasi serta datanya dapat di pelajari dan dilihat.

Kesalahan , keterlambatan dan kelalaian dalam mengambil keputusan tentu semua akan
bermuara pada penderitaan berkepanjangan dari pasien , pertimbangan yang masak dan
menggali info sebanyak-banyaknya harus di lakukan dalam pengambilan keputusan.sehingga
rasa takut atau phobia yang berlebihan tersebut dapat makin di reduksi dengan tingginya
pengetahuan keluarga.

Reference:
Asrial, Ramzi. 2013. Kesalahan penanganan patah tulang.
http://blokdokterramzispb.blogspot.com/2013/04/5-kesalahan-penanganan-patah-tulang.html
(dilihat pada 2-12-2014)