Anda di halaman 1dari 1

A.

Pendahuluan
B. Pemahaman Hak dan Kewajiban
Definisi hak di dalam kamus besar Bahasa Indonesia, dapat diartikan sebagai:
“kekuasaan untuk berbuat sesuatu (karena telah ditentukan oleh undang-undang, aturan, dsb)”;
kekuasaan yang benar atas sesuatu atau untuk menuntut sesuatu; atau wewenang menurut
hukum”. Sedangkan definisi kewajiban menurut KBBI adalah tugas menurut hukum.
1. Definisi Hukum
Beberapa definisi yang dikemukakan beberapa ahli berikut ini telah menjadi referensi
mengenai definisi hukum (Marwan Mas: 20-21):
- “suatu perintah tingkah laku manuia. Hukum adalah kaidah primer yang menetapkan
sanksi-sanksi.” (Hans Kelsen)
- “keseluruhan aturan hidup yang bersifat memaksa untuk melindungi kepentingan
manusia di dalam masyarakat.” (Van Kan)
- “kaidah hukum yang berlaku di suatu masyarakat yang mengatur tata tertib masyarakat,
dan didasarkan atas kekuasaan yang ada di dalam masyarakat itu.” (Bellefroid)
Dari ketiga definisi di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa hukum adalah kaidah (aturan)
yang dibuat oleh penguasa; dibuat untuk melindungi kepentingan masyarakat dan agar
tercipta ketertiban; harus dipatuhi demi agar kepentingan masyarakat terlindungi dan
ketertiban selalu terjaga; keberlakuannya bersifat memaksa; dan bagi pelanggar akan
dikenakan sanksi.

2. Hubungan Hak dan Kewajiban Warga Negara dengan Hukum


Berikut ini adalah pengertian hak menurut dua ahli hukum (Marwan Mas: 30):
- “kekuasaan (weenang) yang oleh hukum diberikan kepada seseorang (atau suatu badan
hukum), dan yang menjadi tantangannya adalah kewajiban orang lain (badan hukum
lain) untuk mengakui kekuasaan itu”. (Van Apeldoorn)
- “kekuasaan yang dibaerikan oleh hukum kepada seseorang dengan maksud untuk
melindungi kepentingan seseorang tersebut.” (Satjipto Rahardjo)
Berdasarkan definisi di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa adanya hak adalah karena
pemberian dari hukum. Prof. Dr. Marwan Mas, S.H., M.H mensintesakan hasil pemikiran
para ahli bahwa hak mengandung tiga hal yang esensial, yaitu: “unsur perlindungan
(misalnya melindungi seseorang dari penganiayaan), unsur pengakuan (mengakui hak orang
lain) dan unsur kehendak (kehendak setiap orang dilindungi dan orang lain harus
menghormati kehendak orang tersebut)”
Prof. Dr. Marwan Mas, S.H., M.H memberikan definisi kewajiban sebagai “beban yang
diberikan oleh hukum kepada seseorang atau badan hukum (subjek hukum)”