Anda di halaman 1dari 7

Pembentukan jantung tidak sempurna pada trimester 1

Penyakit jantung bawaan sianotik (TOF)

Ventrikular Septal PS Overriding aorta Right ventrikel hypertropi


Defek

Aliran darah ke paru Percampuran darah antara


Sebagian darah masukmasuk ke menurun yang teroksigenasi dan tidak Peningkatan volume di
ventrikel kanan teroksigenasi ventrikel kanan dan
peningkatan tekanan arteri
Proses difusi di paru pulmonals
Aliran darah ke seluruh tubuh terganggu hipoksemia hipoksia
menurun Aktifitas ventrikel kanan
meningkat
Oksigenasi menurun
Penurunan perfusi jaringan
Metabolism sel tidak terpenuhi
serebral
Gagal jantung kanan
Muncul kebiruan sejak bayi dan
Tumbuh kembang terganggu tampak biru bila menangis dan Sering jongkok
bermain Peningkatan JVP

Perawakan kecil dan kurus


4. Gangguan Ascites
5. Penurunan Perfusi
pertukaran gas Jaringan
Penurunan
curah jantung
Clubbing finger, sianosis 7. Pola nafas tidak efektif

2. Gangguan pertumbuhan
dan perkembangan 6. Intoleran aktifitas

3. Gangguan nutrisi kurang dari


kebutuhan tubuh
SKENARIO 1

Seorang anak perempuan 11 tahun datang dengan keluhan: bibir dan kuku terlihat kebiruan. Hal ini sudah dialami sejak masa bayi.
Bila menangis atau bermain, anak terlihat bertambah biru. Anak sering jongkok bila capek bermain. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan: perawakan kecil dan kurus. Sianosis terlihat dibibir, ujung lidah, kuku jari tangan dan kaki. Nadi dan tekanan darah
normal. Pada pemeriksaan toraks: aktivitas ventrikel kanan meningkat. Arteri femoralis teraba normal. Pada tangan dan kaki terdapat
jari jari tabuh.

Daftar diagnose:

1. Penurunan curah jantung b.d sirkulasi tidak efektif sekunder dengan adanya kelainan struktur jantung
2. Gangguan pertumbuhan dan perkembangan b.d tidak adekuatnya suplai oksigen dan zat nutrisi ke jaringan
3. Gangguan nutrsi kurang dari kebutuhan tubuh b.d peningkatan kebutuhan kalori, penurunan nafsu makan
4. Gangguan pertukaran gas b.d penurunan aliran darah ke paru
5. Gangguan perfusi jaringan perifer b.d hipoksemia
6. Intoleransi aktifias b.d ketidakseimbangan suplai dan kebutuhan oksigen
7. Pola nafas tidak efektif b.d peningkatan tekanan diafragma di abdomen
A. Analisa Data

No. Data Etiologi Masalah


1. Data Subjektif : -(Tidak ada) Penurunan Curah Malformasi Jantung
Jantung
Data Objectif :
a. Klien tampak sering jongkok dan
mudah capek bila bermain
b. Pada pemeriksaan toraks: aktivitas
ventrikel kanan meningkat. Arteri
femoralis teraba normal
2. Data Subjectif : - (Tidak ada) Gangguan pertukaran Penuruanan aliran
gas darah ke paru
Data Objectif :
a. Klien tampak sering jongkok dan
mudah capek bila bermain
b. Bila menangis atau bermain anak
terlihat bertambah biru
INTERVENSI

Dx 1: Penurunan curah jantung b.d sirkulasi yang tidak efektif sekunder dengan adanya kelainan jantung

Intervensi :

 Monitor tanda vital,pulsasi perifer,kapilari refill dengan membandingkan pengukuran pada kedua ekstremitas dengan posisi
berdiri, duduk dan tiduran jika memungkinkan
 Kaji dan catat denyut apikal selama 1 menit penuh
 Observasi adanya serangan sianotik
 Berikan posisi knee-chest pada anak
 Observasi adanya tanda-tanda penurunan sensori : letargi,bingung dan disorientasi
 Monitor intake dan output secara adekuat
 Sediakan waktu istirahat yang cukup bagi anak dan dampingi anak pada saat melakukan aktivitaS
 Sajikan makanan yang mudah di cerna dan kurangi konsumsi kafeine.
 Kolaborasi dalam: pemeriksaan serial ECG, foto thorax, pemberian obat-obatan anti disritmia
 Kolaborasi pemberian oksigen
 Kolaborasi pemberian cairan tubuh melalui infuse
Dx 2: Gangguan pertukaran gas b.d penurunan aliran darah ke paru

Intervensi:

 Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi


 Lakukan fisioterapi dada jika perlu
 Keluarkan sekret dengan batuk atau suction
 Auskultasi suara nafas, catat adanya suara tambahan
 Atur intake untuk cairan mengoptimalkan keseimbangan.
 Monitor respirasi dan status O2
 Catat pergerakan dada,amati kesimetrisan, penggunaan otot tambahan, retraksi otot supraclavicular dan intercostal
 Monitor suara nafas, seperti dengkur
 Monitor pola nafas : bradipena, takipenia, kussmaul, hiperventilasi, cheyne stokes, biot
 Auskultasi suara nafas, catat area penurunan / tidak adanya ventilasi dan suara tambahan
 Monitor TTV, AGD, elektrolit dan ststus mental
 Observasi sianosis khususnya membran mukosa
 Jelaskan pada pasien dan keluarga tentang persiapan tindakan dan tujuan penggunaan alat tambahan (O2, Suction, Inhalasi)
 Auskultasi bunyi jantung, jumlah, irama dan denyut jantung
ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN TOF

Disusun oleh :

1. Abidah 8. Irfan Kurniawan


2. Andrian Taufik 9. Kunnika Mujhana
3. Dela Olivia 10. Siti Fariha
4. Fajar Hidayat 11. Siti Rohmi Datul Nuri
5. Fitrawati 12. Tri Apriyanti
6. Fitria Indriani 13. Ummu Arifah
7. Helvira Novarina

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

2015