Anda di halaman 1dari 2

SURAT EDARAN

Nomor : 117/CAP-HO/SE-MSDM/XI/2020
TENTANG
PERATURAN PENGGUNAAN KENDARAAN OPERASIONAL

Untuk tata tertib standar operasional prosedur (SOP) dalam penggunaan kendaraan
operasional kantor roda 2 (dua) dan roda 4 (Empat) dalam peruntukan fasilitas kerja maupun
operasional di lingkungan kantor Head office maupun di outlet cabang PT. CITRA AQILA
PROTEKSI, management menetapkan hal-hal sebagai berikut :
1. Unit kendaraan yang beroperasi di kantor head office PT, CITRA AQILA PROTEKSI
penanggung jawab pengawasan, pengendalian dan kontrol Person In Charge (PIC)
Bapak Slamet Riyadi dalam Pelaksanaan teknis di delegasikan kepada Ibu Eva
Wahyuni.

Unit Kendaraan yang beroperasi di kantor HO.

a. Kendaraan roda 4 (empat) :


1. Minibus Terios Silver Metalik No. Polisi BG 1293 ZS
2. Minibus Suzuki APV No. Polisi BK 1378 AAO
3. Pick Up Grand Max No. Polisi BK 8191 EJ
4. Pick Up Carry No. Polisi BK 9619 FA
b. Kendaraan Roda 2 (dua)
1. Sepeda Motor Honda Supra X No. Polisi BK 2475 RT

Unit Kendaraan yang Beroperasi Di kantor Cabang Palembang.


a. Kendaraan roda 4 (Empat)
1. Pick Up Grand Max No. Polisi BG 8121 NI
b. Kendaraan Roda 2 (dua)
1. Sepeda Motor Yamaha Xeon No. Polisi BG 2082 IV

2. Unit Kendaraan Yang beroperasi di kantor Outlet Cabang PT. CITRA AQILA
PROTEKSI Penanggung Jawab, pengawasan, Pengendalian dan control Person In
Charge (PIC) Kepala cabang Ataupun Branch Manager (BM) dan Dalam Pelaksanaan
Teknis di Delegasikan Admin Cabang.

3. Kunci beserta dokumen kendaraan berada di PIC sesuai ketetapan di poin angka 1
(satu) dan 2 (dua).

4. Mekanisme pengambilan maupun pemakaian / Penggunaan kendaraan roda 2 (dua)


dan roda 4 (empat) melalui mekanisme sebagai berikut :
a. Dilakukan serah terima unit kendaraan (kunci dan dokumen kendaraan)
b. Mengisi buku jurnal Expedisi Penggunaan Kendaraan.

5. Pemakaian / penggunaan fasilitas kendaraan roda 2 (dua) dan roda 4 (empat) Driver
ataupun pengemudi bertanggung jawab atas hal-hal sebagai berikut :
a. Melakukan Pemeriksaan Kondisi unit kendaraan sebelum pengambilan maupun
pengembalian antara yang menyerahkan dan yang menerima kendaraan.

b. Pengemudi pengguna kendaraan fasilitas kerja / operasional bertanggung jawab


secara pribadi apabila terjadi kehilangan maupun kerusakan unit kendaraan yang
di kendarai / di kemudikannya.

c. Pengemudi pengguna kendaraan fasilitas kerja / operasional bertanggung jawab


secara pribadi apabila terjadi kecelakaan terhadap unit kendaraan yang di
kendarai / yang di kemudikannya beserta biaya- biaya yang timbul akibat
kecelakaan yang di maksud.

d. Hal-hal kerugian yang di timbulkan akibat dari yang tersebut di atas, maka
pengguna / pengemudi kendaraan berkewajiban untuk ganti rugi sesuai dengan
kerugian yang di alami perusahaan

e. Pada ketetapan di poin angka 5 (lima) dan huruf b,c dan d akan menjadi
pertimbangan perusahaan setelah terbitnya Berita Acara investigasi oleh pejabat
maupun petugas yang berwenang dan di saksikan secara bersama sama antara
pengendara / pengemudi dengan pihak perusahaan.

6. Pengguna / pengemudi kendaraan fasilitas kerja / operasional tidak di perbolehkan


menyerahkan kendaraan yang di maksud kepada pihak lain tanpa persetujuan dari
perusahaan.

Demikian Surat Edaran ini di terbitkan untuk dapat di laksanakan dan di patuhi.

Medan, 19 November 2020

Slamet Riyadi, SH
M.SDM-HRD