Anda di halaman 1dari 21

Asuhan Keperawatan Pada Tn.

S Pada Sistem Perkemihan


Dengan Penyakit Chronic Kidney Disease (CKD)

Disusun dalam rangka memenuhi tugas


stase Keperawatan Medikal Bedah II

Di susun oleh:
NAMA: IRNAYANTI
NIM: 14420202160

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
2021
No. RM : 273452
Tanggal : 26-11-2020
Tempat : Perawatan Interna
I. DATA UMUM
1. Identitas Pasien

Nama : Tn. S
Umur : 31 Tahun
Tempat/Tanggal lahir : 28-09-1989
Jenis Kelamin : L
Pendidikan terakhir : SMA
Agama : Islam
Pekerjaan : Satpol PP
Suku : Makassar
Alamat : Jl. Toa Daeng IV
Lama bekerja : 5 tahun
Tanggal MRS : 26-11-2020
Ruangan : Perawatan Interna
Golongan Darah : AB
Sumber Info : Saudara kandung
2. Penanggung jawab/pengantar

Nama : Ny. S Umur : 35 Tahun


Pendidikan terakhir : Saudara Kandung
Pekerjaan : IRT
Hubungan dengan Pasien : Saudara Kandung
Alamat : Jl. Toa Daeng IV
II. RIWAYAT KESEHATAN SAAT INI
1. Keluhan Utama : Sesak
2. Alasan masuk rumah sakit : Pasien mengatakan sesak apabila berbaring, TTV,
TD: 180/100 suhu:36,7 nadi: 84 p:24
3. Riwayat penyakit : Hipertensi
4. Data medik
Dikirim oleh: UGD
Diagnosis oleh: UGD
Diagnosa medik Saat Masuk: CKD
Saat pengkajian: CKD

III. RIWAYAT KESEHATAN MASA LALU


1. Penyakit yang pernah dialami : Tidak ada
2. Riwayat alergi : Tidak ada
3. Riwayat imunisasi : Ada

IV. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA


1. Keadaan umum pasien
2. Riwayat alergi : Tidak ada
3. Riwayat imunisasi : Ada
: Kakek dan nenek pasien dari ayah pasien telah meninggal dunia karena lanjut
usia - Kakek dan nenek pasien dari ibu pasien telah meninggal karena lanjut
usia
G2 : Ayah pasien tidak pernah mengalami penyakit seperti pasien, ibu pasien
meninggal karena stroke
G3 : Di dalam rumah tidak ada yang mengalami riwayat penyakit yang seperti
pasien.

V. RIWAYAT PSIKO-SOSIAL DAN SPIRITUAL


1. Pola koping : pasien mengatakan bisa menerima keadaan penyakitnya dan
menyerahkanya kepada allah
2. Harapan pasien: pasien mengatakan ingin cepat sembuh dan bisa beraktivitas
seperti semula.
3. Factor stressor: tampak kecemasan dari keluarga dan pasien.
4. Konsep diri : pasien mengatakan masih sangat bersyukur dan dapat menerima
penyakitnya
5. Adaptasi : pasien mampu beradaptasi dengan lingkugan rumah sakit
6. Aktiftas social : selama mengalami perawatan pasien tidak dapat mengikuti
aktifitasnya
7. Hubungan dengan keluarga: pasien Nampak sangat akrab dengan anggota
keluarganya.
8. Bahasa yang digunakan : pasien menggunakan bahasa Indonesia
9. Kegiatan keagamaan : pasien mengatakan sering ke masjid untuk sholat
sebelum sakit.
VI. PEMERIKSAAN FISIK
 Keadaan umum pasien
1. Tanda-tanda distrus
a) pasien tampak lemah, gelisah, Compos Mentis
b) Ekspresi wajah : pasien tampak meringis, pasien berbicara pelan, dan
pasien tampak tidak mood. 3) BB : 76 kg.
2. Tanda-tanda vital : TD: 180/100 mmHg N: 84x/I S: 36,7 OC P: 24 x/I
3. Sistem pernafasan
a) Hidung : bentuk hidung simetris, terdapat sekret, tidak ada polip,
terdapat epitaksis.
b) Leher : tidak terdapat benjolan atau pembesaran kelenjar thyroid di
leher.
c) Dada : bentuk dada kanan dan kiri simetris.
d) Sesak, dan tampak menggunakan otot bantu pernafasan
4. Sistem kardiovaskuler
a) Conjungtiva tampak anemis, bibir tampak pucat.
b) Kardiomegali
c) Irama jantung tidak normal.
d) Suara jantung S1 dan S2 dan suara tambahan
5. Sistem pencernaan
a) Sclera tidak terdapat ikterus, bibir tampak kering dan pucat.
b) Mulut : tidak terdapat stomatitis, tidak platoskizis, kemampuan
menelan baik.
6. Sistem indera
a) Mata : lapang pandang normal.
b) Hidung : penciuman baik.
c) Telinga : keadaan daun telinga bersih, fungsi pendengaran masih
normal.
7. Sistem muskuloskletal
a) Kepala : bentuk kepala normal, tidak terdapat benjolan.
b) Vertebrae : tidak sklerosis, tidak lordosis, tidak kifosis, dan gerakan
normal.
c) Pelvis : gaya jalan normal
d) Lutut : tidak ada bengkak, tidak kaku dan gerakan normal.
e) Tampak udema ektermitas atas dan bawah, pitting edema, mata
cekung, Kadar Hb/Ht turun.
8. Sistem integument
a) Rambut : warna kitam.
b) Kulit : warna sawo matang, turgor kulit buruk.
c) Kuku : warna kuku normal, dan kuku bersih.
d) Pasien tampak lemah
9. Sistem perkemihan
a) Pasien memakai kateter
b) Tidak ada nyeri tekan
c) Nyeri tekan daerah pinggang belakang tidak ada
d) BAK 3-4 kali sehari
e) Bak terkontrol
f) Jumlah urin 1100cc/24 jam
g) Warna kuning pekat
10. Sistem imun
Tidak ada alergi dan tidak ada penyakit yang berhubungan dengan cuaca.
VII. POLA AKTIVITAS SEHARI – HARI

No Aktifitas sehari-hari Sebelum sakit Setelah sakit


.
1. Nutrisi Selera makan : baik Menu makan : Selera makan :
nasi, sayur, lauk pauk Frekuensi kurang. Menu
makan : 3x sehari. Porsi dihabiskan makan : bubur.
Frekuensi makan :
3x sehari Porsi tidak
di habiskan.
2. Cairan Jenis minuman yang dikonsumsi : Jenis minuman yang
air putih dan teh. Frekuensi minum : dikonsumsi : air
8 gelas/hari. Kebutuhan cairan : putih. Frekuensi
2000-2.500 cc/hari. minum : intake :
2.290 cc/hari, output
: 2.920 cc/hari.
Kebutuhan cairan :±
500 cc/hari.
3. Eliminasi BAB Tempat pembuangan : WC. Tempat pembuangan
Frekuensi : 1-2x/hari. Konsistensi : : WC Frekuensi :
lembek. belum BAB
Konsistensi : keras.
4. Eliminasi BAK Tempat pembuangan : WC. Tempat pembuangan
Frekuensi : 3-4x/hari. Warna : : WC Frekuensi : 3-
jernih. 4x/hari.
Warna : Kuning
5. Istrahat tidur Jam tidur siang : 12.00- 16.00 Jam Jam tidur siang :
tidur malam : 22.00-05.00 tidak menentu. Jam
tidur malam : sulit
tidur, sering terjaga
dari tidur dan
istirahat tidak cukup.
6. Olahraga Lari, Skiping dan lain-lain Tidak ada olahraga
7. Personal hygine Mandi : 2x sehari gunting kuku : 1x Mandi : tidak
seminggu. Cuci rambut : 1x sehari pernah. Gunting
kuku : 1x seminggu.
Cuci rambut : tidak
pernah cuci rambut

VIII. TES DIAGNOSTIK


1. Hasil Pemeriksaan Darah Lengkap (03/12/2020)

Jenis pemeriksaan Hasil Nilai normal


Jumlah Leukosit H 19,6 10^3/Ul 4,00-10,00
(melebihi)
Jumlah Eritrosit L 1,59 10^6/uL 4,50-6,20
(kurang)
Hemoglobin LL 4,5 g/dl (kurang ) 13,0-17,0
Hematokrit LL 13,1 % (Kurang) 40,1-51,0
MCV 82,4 fL 79,0-92,2
Jumlah Trombosit 284 Fl 10^3/Ul 150-400
L
Neutropil H 93,9 % 50-70
Limfosit L 1,5 % 20-40

2. Hasil Pemeriksaan Ureum dan Creatiniin (03/12/2020)

Kimia Urine Hasil Nilai Normal


Ureum 83 10-50 mg/dl
Creatinin 2,20 L. 0,6-2.0 mg/dl

3. Penatalaksanaan Medis/Terapi
a) IVFD RL 24 TPM
b) Omeprazole 1 ampul/12 jam/ IV
c) Ondasetron 1 ampul/12 jam/ IV
d) Drips neurosanbe 1 ampul
e) Furosemide 2 ampul/12/IV
f) Anplodipine 10 mg 1x1
g) Tranfusi 2 Bag PRC gol darah B(+)
h) IVFD Nacl 0,9% 12 TPM

IX. Klasifikasi Data

Ds : Do
 Klien mengatakan sesak ketika  pasien tampak lemah, gelisah,
berbaring  pasien tampak sesak
 Klien mengatakan Nafsu makan  tampak ada secret di hidung dan
menurun epitaksis
 Klien mengatakan sulit tidur  pasien tampak meringis, pasien
berbicara pelan, dan pasien
tampak tidak mood.
 Conjungtiva tampak anemis,
bibir tampak pucat
 Irama jantung tidak normal.
 Suara jantung S1 dan S2 dan
suara tambahan
 Kardiomegali
 Selera makan berkurang
 Bab konsistensi keras
 Sulit tidur dan istirahat tidak
cukup
 Tampak udema ektermitas atas
dan bawah, pitting edema, mata
cekung, Kadar Hb/Ht turun
 Pasien terpasang kateter
 Urine berwarna kuning
 Hemoglobin 4,5 g/dl
 Hematokrit 13,1 %
 Leukosit 19,6 10^3/Ul
 Eritrosit 1,59 10^6/uL
 TTV, TD: 180/100 suhu:36,7
nadi: 84 p:24
X. Analisa Data

Data focus Etiologi Problem


DS: Kerusakan di ginjal Pola nafas tidak
 klien mengatakan sesak napas efektif b/d hambatan
ketika berbaring Fungsi ginjal menurun upaya nafas ditandai
 klien mengatakan sulit tidur dengan penggunaan
DO: Chronic kidney disease otot bantu nafas
 klien nampak sesak dan
menggunakan otot bantu Edema
pernapasan
 tampak ada secret di hidung dan hipervolemia

epitaksis
 proses ekspirasi lebih panjang preload meningkat

dari pada inspirasi


beban jantung meningkat

hipertrofi ventrikel kiri

tekanan arteri pulmonalis


meningkat

cairan masuk ke rongga


paru

edema paru
gangguan pertukaran O2 di
alveoli

Pola nafas tidak efektif

Data focus Etiologi Problem


DS: Kerusakan di ginjal Hipervolemia b/d
 klien mengatakan sesak napas gangguan
ketika berbaring Fungsi ginjal menurun mekanisme regulasi
DO: ditandai dengan
 klien tampak udema ektermitas Gangguan mekanisme gagal ginjal kronis
atas dan bawah,
 tampak pitting edema regulasi dan hemofisis

 kadar Hb dan Ht menurun


Chronic kidney disease

Retensi Na meningkat

Total CES meningkat

Keluarnya cairan ke ekstra


seluler

Edema

Hypervolemia
Data focus Etiologi Problem

DS: Chronic kidney disease Penurunan curah


 klien mengatakan sesak napas jantung b/d
ketika berbaring Hypervolemia perubahan irama
 klien mengatakan sulit tidur jantung ditandai
DO: Beban jantung dengan takikardi
 Irama jantung tidak normal. meningkat

 Suara jantung S1 dan S2 dan


suara tambahan Hiper ventrikel kiri

 Kardiomegali
Kerja jantung
meningkat

Kegagalan fungsi
jantung

Cardiat output menurun

Penurunan curah
jantung

Data focus Etiologi Problem

DS: Chronic kidney disease Perfusi perifer tidak


 Klien mengatakan sesak napas efektif b/d
ketika berbaring Hypervolemia penurunan
DO: konsentrasi
 Klien tampak lemas Beban jantung haemoglobin
 kadar haemoglobin dan meningkat ditandai dengan
hematokrit menurun edema
 tampak bibit pucat dank lien Hiper ventrikel kiri
merasa lemas
 tampak edema pada Kerja jantung
ekstremitas atas dan bawah meningkat
 tampak pitting edema
Kegagalan fungsi
jantung

Cardiat output menurun

Suolai O2 ke jaringan
perifer menurun

Kulit pucat

Perfusi perifer tidak


efektif

Data focus Etiologi Problem

DS: Chronic kidney disease Intoleransi aktivitas


 Klien mengatakan sesak napas b/d kelemahan
ketika berbaring Penurunan eritropoitis ditandai dengan
DO: merasa lemah
 Klien tampak lemas Produksi haemoglobin
 tampak bibit pucat dank lien menurun
merasa lemas
 tampak terpasang kateter urin Oksihemoglobin
pada pasien menurun

Suplai O2 ke jaringan
menurun

Penumpukan asam laktat


di otot

Kelemahan

Intoleransi aktivitas

XI. Diagnosa keperawatan


1. Pola nafas tidak efektif b/d hambatan upaya nafas ditandai dengan
penggunaan otot bantu nafas
2. Hipervolemia b/d gangguan mekanisme regulasi ditandai dengan gagal
ginjal kronis
3. Penurunan curah jantung b/d perubahan irama jantung ditandai dengan
takikardi
4. Perfusi perifer tidak efektif b/d penurunan konsentrasi haemoglobin
ditandai dengan edema
5. Intoleransi aktivitas b/d kelemahan ditandai dengan merasa lemah

XII. Intervensi keperawatan

No. Diagnosa keperawatan Standar Luaran Intervensi keperawatan

1. Pola nafas tidak efektif b/d Setelah dilakukan tindakan Observasi


hambatan upaya nafas keperawatan selama 1. Monitor pola napas
ditandai dengan penggunaan …..x24 jam diharapkan (frekuensi dan usaha
otot bantu nafas pola nnafas membaik napas)
ditandai dengan kriteria 2. Monitor bunyi napas
hasil : tambahan ( mis.
 Pengunaan otot bantu Gardline, mengi,
nafas menurun whezing, ronchki
 Ventilasi semenit kering)
menurun frekuensi 3. Monitor secret (jumlah,
nafas membaik warna dan aroma)
Terapeutik
4. Posisikan semi fowler
atau fowler
5. Berikan minum hangat
6. Keluarkan sumbatan
benda padat dengan
torsep mcgiil
7. Berikan oksigen, jika
perlu.
Edukasi
8. Anjurkan asupan cairan
2000 ml /hari, jika
tidak kontraindikasi
9. Anjarkan teknik batuk
efektif
Kolaborasi
10. Kolaborasi pemberian
bronkodilator,
espektoran, mukolitik,
jika perlu

2. Hipervolemia b/d gangguan Setelah dilakukan tindakan Observasi


mekanisme regulasi ditandai keperawatan selama 1. Periksa tanda dan
dengan gagal ginjal kronis …..x24 jam diharapkan gejala hipervolemia
keseimbangan cairan (mis. Edema, suara
membaik ditandai dengan nafas tambahan)
kriteria hasil : 2. Identifikasi
 Dehidrasi menurun hipervolemia
 Edema menurun 3. Monitor status
 Kelembaban mukosa hemodinamik (mis.
meningkat Frekuensi jantung dan
tekanan darah) jika
tersediah
4. Monitor intake dan
output cairan

Terapeutik
5. Timbang berat badan
setiap hari pada waktu
yang sama
6. Batsi asupan cairan dan
garam
7. Tinggikan kepla tempat
tidur 30-40 derajat
Edukasi
8. Anjurkan melapor jika
keluaran urine <0,5
ml/kg/jam dalam 6 jam
9. Anjurkan melapor jika
BB bertambah lebih
dari 1kg dalam sehari
10. Ajarkan cara
membatasi cairan
Kolaborasi
11. Kolaborasi pemberian
diuretik
12. Kolaborasi pengantian
kehilangan kalium
akibat diuretik
3. Penurunan curah jantung Setelah dilakukan tindakan Observasi
b/d perubahan irama jantung keperawatan selama 1. Identifikasi
ditandai dengan takikardi …..x24 jam diharapkan tanda/gejala primer
curah jantung membaik penurunan curah
ditandai dengan kriteria jantung (kelelahan,
hasil : edema)
 Edema menurun 2. Monitor intake dan
 Takikardi menurun output cairan
 Kekuatan nadi perifer 3. Monitor saturasi
menurun oksigen
4. Monitor EKG 12
ssadapan
5. Monitor aritmea
(kelainan irma dan
frekuensi)
Terapeutik
6. Posisikan pasien semi
fowler atau fowler
7. Berikan diet jantung
yang sesuai (mis.
Batasi asupan kafein,
natrium, koletrol, dan
makanan tinggi lemak)
8. Fasilitasi pasien dan
keluarga untuk
modifikasi hidup sehat
9. Berikan terapi relaksasi
untuk mengurangi
stress, jika perlu
Edukasi
10. Anjurkan beraktivitas
fisik sesuai teloransi
11. Anjurkan beraktivitas
secara bertahap
12. Anjurkan berhenti
merokok
Kolaborasi
13. Kolaborasi pemberian
anti aritmea, jika perlu
14. Rujuk keprogram
rehabilitas jantung

4. Perfusi perifer tidak efektif Setelah dilakukan tindakan Observasi


b/d penurunan konsentrasi keperawatan selama 1. Periksa serkulasi
haemoglobin ditandai …..x24 jam diharapkan perifer (mis, nadi
dengan edema keadekuatan aliran darah pwrifer, edema dan
membaik ditandai dengan pengisian kapiler)
kriteria hasil : 2. Identifikasi faktor
 Warna kulit pucat resiko gangguan
menurun sirkulasi (mis.
 Edema perifer Hipertensi dan kadar
menurun kolestrol tinggi).
 Denyut nadi perifer 3. Monitor panas,
menurun kemerahan, nyeri atau
bengkak pada
ekstremita
Terapeutik
4. Hindari pemasangan
infus atau pengambilan
darah di area
keterbatasan perfusi
5. Hindari pengukuran
TD pada ekstremitas
pada keterbatasan
perfusi
6. Lakukan pencegahan
infeksi
Edukasi
7. Anjurkan berolahraga
rutin
8. Ajarkan program diet
untuk memperbaiki
serkulasi (mis.
Rendah lemak jenuh,
minyak ikan omega
tiga).
9. Informasikan tanda
dan gejala darurat
yang harus dilaporkan
(mis. Rasa sakit tidak
hilang pada saat
istirahat)

5. Intoleransi aktivitas b/d Setelah dilakukan tindakan Observasi


kelemahan ditandai dengan keperawatan selama 1. Identifikasi gangguan
merasa lemah …..x24 jam diharapkan tubuh yang
respon fisiologis terhadap megakibatkan
aktifitas membaik ditandai kelelahan
dengan kriteria hasil : 2. Monitor pola jam tidur
 Kemudahan dalam 3. Monitor lokasi dan
melakukan aktivitas ketidak nyamanan
sehari-hari menungkat selama melakukan
 Frekuensi nafas aktivitas
membaik Terapeutik
 Perasaan lemah 4. Sediakan lingkungan
menurun yang nyaman dan
rendah stimulus
(mis. Cahaya, suara,
dan kunjungan)
5. Berikan aktivitas
distraksi menenangkan
6. Fasilitasi duduk di
samping tempat tidur,
jika tidak dapat
berpindah atau berjalan
Edukasi
7. Anjurkan melakukan
aktivitas secara
bertahap
8. Ajarkan strategi koping
untuk mengurangi
kelelahan
9. Anjurkan tirah baring
Kolaborasi
10. Kolaborasi dengan ahli
gizi tentang cara
meningkatkan asupan
makanan

XIII. Implementasi keperawatan


Implementasi keperawatan adalah segala tindakan khusus yang diperlukan
untuk melakukan intervensi yang telah di rencanakan (kosier, Dkk. 2010). Tujuan
implementasi adalah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan perawat dalam
peningkatan kesehatan klien, pencegahan penyakit, pemulihan kesehatan, dan
dalam memfasilitasi koping (efendi dan mahkfudli, 2009).

XIV. Evaluasi keperawatan


Evaluasi merupakan menilai atau menghargai sesuatu hal. Evaluasi
merupakan aktivitas perawatan yang telah direncanakan, dimana hal tersebut
dilakukan secara berkelanjutan, dan terarah untuk megetahui kemajuan klien
menuju pencapainan tujuan atau hasil dan mengetahui keefektifan rencana asuhan
keperawatan yang telah di berikan (kozier, dkk 2010 )

Pathway

Anda mungkin juga menyukai