Anda di halaman 1dari 35

TUGAS AKHIR

AKUNTANSI PIUTANG USAHA PADA PT JGB

OLEH : Asep Supriyatna

PROGRAM STUDI D3
LP3I JAKARTA
BAB I

PENDAHULUAN

Faktor utama yang mempengaruhi kelangsungan hidup suatu bisnis adalah


penjualan. Sehingga penjualan memegang peranan penting penentu kemajuan
perusahaan. Tren yang terjadi saat ini, penjualan kredit ternyata lebih diminati oleh
konsumen dari pada penjualan tunai. Dengan adanya penjualan secara kredit, maka
akan timbul piutang bagi perusahaan, piutang meliputi semua tagihan dalam bentuk
utang perorangan, badan usaha atau pihak tertagih lainnya. Prosesnya dimulai dari
pengambilan keputusan untuk memberikan kredit kepada pelanggan, melakukan
pengiriman barang, penagihan dan akhirnya menerima pembayaran. Piutang
merupakan aktiva lancar yang diharapkan dapat dikonversi menjadi kas dalam kurun
waktu satu tahun atau dalam satu periode akuntansi.
Tetapi seringkali terjadi penerimaan piutang yang tidak tepat pada waktu yang
sudah ditetapkan sebelumnya, sementara setiap perusahaan memerlukan aliran
dana kas yang cukup untuk membiayai aktivitas perusahaan sehari-hari dan
memenuhi kewajiban lancar perusahaan tepat pada waktunya. Semakin cepat
piutang dikonversikan menjadi kas, semakin dapat dijadikan jaminan untuk
pembayaran kas yang telah dijadwalkan.

PT JGB yang berdiri pada tahun 1998, merupakan perusahaan yang


memproduksi barang-barang dari kertas seperti corrugated box, palet kertas,
dan paper tube. Dimana sebagian besar penjualannya dilakukan secara kredit.
Selain secara kredit, perusahaan juga dapat melakukan penjualan secara tunai
khususnya untuk penjualan dengan nilai dibawah Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah).
Disamping dapat menarik minat konsumen untuk melakukan pembelian, ternyata
piutang mempunyai resiko untuk perusahaan. Resiko yang ditimbulkan oleh piutang adalah
tidak tertagihnya piutang sesuai dengan tanggal jatuh tempo atau bahkan terjadinya piutang
tidak tertagih. Oleh karena itu pengelolaan piutang usaha harus didasari dengan menejemen
piutang yang baik untuk mengendalikan jumlah piutang. Pengendalian jumlah piutang itu
dilakukan dengan cara memberikan syarat-syarat tertentu kepada pelanggan
baru, volume penjualan kredit, ketentuan tentang pembatasan kredit serta kebijaksanaan
dalam pengumpulan piutang. Sehingga dana yang tertanam dalam piutang dapat
direalisakikan dengan maksimal.
Karena pentingnya piutang usaha bagi perusahaan maka penulis tertarik untuk
mengangkat judul “AKUNTANSI PIUTANG USAHA PADA PT JGB”

1.2 Alasan Pemilihan Objek


Hal yang mendasari penulis menentukan objek penelitian tentang judul di atas
adalah untuk mendalami kembali tentang pengelolaan akuntansi piutang usaha yang
dilakukan pada PT JGB.

1.3 Identifikasi Masalah


Berdasarkan judul yang terdapat di atas, maka penulis mengindetifikasi masalah
pada :
1.    Bagaimana prosedur timbulnya piutang usaha pada PT JGB periode Desember 2015 –
Januari 2016 ?
2.    Bagaimana pencatatan akuntansi piutang usaha pada PT JGB periode Desember 2015 –
Januari 2016 ?
3.    Bagaimana penyusunan laporan piutang usaha pada PT JGB periode Desember 2015 –
Januari 2016 ?
4.   Apa kendala yang dihadapi dalam pengelolaan piutang usaha pada PT JGB dan bagaimana
solusinya ?

1.4 Tujuan dan Manfaat Penulisan


Adapun tujuan dan manfaat penulisan dari penelitian tugas akhir ini adalah sebagai
berikut :
1. Tujuan Penulisan
1.  Untuk mengetahui prosedur timbulnya piutang usaha pada PT JGB
2.  Untuk mengetahui pencatatan akuntansi piutang usaha pada PT JGB
3.  Untuk mengetahui penyusunan pelaporan piutang usaha pada PT JGB
4.  Untuk mengetahui kendala dan mencari solusi dalam pengeloaan piutang usaha pada PT
JGB

2. Manfaat Penulisan
Penulis berharap semoga penulisan dari penelitian tugas akhir ini dapat memberikan
kontribusi nyata kepada berbagai pihak terkait antara lain :
1. Bagi Penulis
Laporan tugas akhir ini mejadi salah satu media pembelajaran untuk mengetahui
kesesuaian antara teori yang telah didapatkan penulis semasa perkuliahan di Politeknik
LP3I Jakarta dengan praktek di lapangan. Terlepas dari itu semua tentunya penulis
mendapatkan pengetahuan dan pengembangan wawasan dalam melatih mental serta
komunikasi untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat.
2. Bagi Perusahaan
Laporan ini dapat dijadikan sebagai sarana dan penelitian yang sekiranya dapat
dikembangkan oleh perusahaan berkenaan dengan permasalahan piutang usaha untuk
dicarikan solusi yang terbaik bagi perusahaan.
3. Bagi Dunia Pendidikan
Laporan ini dapat digunakan sebagai bahan tambahan untuk dijadikan informasi atau
referensi bagi pembaca, sekaligus sebagai acuan untuk bahan pembelajaran kedepan.
Khususnya mahasiswa dan mahasiswi Politeknik LP3I Jakarta Kampus Cimone.

1.5 Batasan Masalah


Pada penelitian ini penulis hanya membatasi permasalahan pada prosedur timbulnya
piutang usaha, pencatatan akuntansi piutang usaha, penyusunan pelaporan piutang usaha
dan kendala yang dihadapi serta solusinya pada PT JGB periode Desember 2015 – Januari
2016.

1.6  Metodologi Penelitian
Metodologi penulisan merupakan gambaran atau metode yang akan digunakan
untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian. Dalam kesempatan ini penulis
memperoleh data-data yang bersumber pada :
1. Studi Kepustakaan (Library Research)
Teknik pengumpulan data dengan hasil menghimpun dari literatur, catatan-catatan
maupun referensi lainnya yang bersifat tertulis yang berkaitan dengan isi laporan tugas akhir
untuk memperoleh beragam informasi mengenai pengelolaan piutang usaha.
1. Studi Lapangan (Field Research)
Metode penulisan dengan cara datang langsung ke perusahaan yang menjadi objek
penelitian sebuah karya ilmiah. Dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan
cara :
1. Pengamatan (Observasion)
Mengadakan pengamatan terhadap objek yang diteliti. Observasi dilakukan untuk
memperoleh informasi tentang prilaku manusia seperti terjadi dikehidupan nyata. Observasi
ini dilakukan oleh peneliti yang bertindak sebagai orang luar atau pengamat, dengan tujuan
untuk memahami masalah yang terjadi dan dokumen lainnya yang berkaitan dengan proses
penelitian (Guba dan Lincoln,1981:191-193).
2. Wawancara (Interview)
Wawancara yaitu mengadakan aktivitas tanya jawab secara langsung kepada
responden. Teknik penelitian ini dianggap yang paling sosiologis karena bentuknya yang
berasal dari interaksi verbal antara peneliti dan responden dan juga cara yang paling baik
untuk menentukan kenapa seseorang bertingkah laku, dengan menanyakan secara
langsung (Black dan Champion, 1992:305).

1.7 Sistematika Penulisan


Dalam penyusunan tugas akhir ini, pembahasan dan penganalisaannya
diklasifikasikan secara sistematis kedalam 5 (Lima) bab yaitu :
BAB I   : PENDAHULUAN
Dalam bab ini peulis memaparkan tentang latar belakang masalah, alasan pemilihan
objek, indentifikasi masalah, tujuan dan manfaat, batasan masalah, metodologi penulisan
serta sistematika penulisan.
BAB II  : LANDASAN TEORI
Dalam bab ini penulis mengemukakan tentang berbagai referensi atau  tinjauan
pustaka yang  mendukung kajian dan analisis yang penulis  sampaikan.
BAB III : PROFIL PERUSAHAAN
Dalam bab ini penulis  menguraikan  tentang  segala  sesuatu  yang terkait dengan
sejarah singkat perusahaan, visi dan misi, bidang usaha, struktur organisasi, serta deskripsi
tentang pekerjaan yang  menjadi  tanggung  jawab  dari  individu  dan divisi  terkait.
BAB IV : PEMBAHASAN
Dalam bab ini penulis melakukan kajian terhadap materi yang penulis  angkat 
sesuai  dengan  judul  yang  disampaikan.
BAB V  : PENUTUP
Dalam bab ini berisi uraian tentang kesimpulan dan saran yang sekiranya mungkin
akan berguna sebagai bahan masukan untuk kemajuan perusahaan.
BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian dan Klasifikasi Piutang


1. Pengertian Piutang
Menurut Nuh dan Wiyoto dalam bukunya “Accounting Principles” (2011:284).
      “Piutang merupakan sejumlah tagihan yang akan diterima oleh perusahaan dalam betuk kas
dari pihak lain yang juga merupakan akibat dari penyerahan barang dan jasa secara kredit”.

Menurut Rudianto dalam bukunya “Pengantar Akuntansi” (2012:210). Piutang adalah


klaim perusahaan atas uang, barang, atau jasa kepada pihak lain akibat transaksi dimasa
lalu.
Menurut Weygandt, et al dalam bukunya “Financial Accounting IFRS Edition”
(2013:368).
 “The term receivables refers to amounts due from individuals and companies.
Receivables are claims that are expected to be collected in cash. The management of
receivables is very important  activity for any company that sells goods or services on credit.
Receivables are important because they present one of a company's most liquid assets”.

Menurut Mulya dalam bukunya “Memahami Akuntansi Dasar” (2013:189). Piutang


berupa hak klaim atau tagihan berupa uang atau bentuk lainnya kepada seseorang atau
suatu perusahaan.

Menurut Hery dalam bukunya  “Akuntansi Aset, Liabilities dan Ekuitas” (2014:29). 
      “Istilah piutang mengacu pada sejumlah tagihan yang akan    diterima oleh perusahaan yang
umumnya dalam bentuk  kas dari pihak lain, dan sebagian besar piutang timbul dari
penyerahan barang dan jasa secara kredit kepada pelanggan”.

Menurut Martani, dkk dalam bukunya “Akuntansi Keuangan Menengah Berbasis


PSAK” (2014:193).
      “Piutang merupakan klaim suatu perusahaan pada pihak lain. Hampir semua entitas memiliki
piutang pada pihak lain baik yang terkait degan transaksi penjualan atau pendapatan
maupun merupakan piutang yang berasal dari transaksi lainnya. Bentuk klaim pada pihak
lain dapat didasarkan perjanjian utang piutang secara tertulis, namun dapat juga didasarkan
pada perjanjian atau komitmen tidak tertulis”.

2. Klasifikasi Piutang
Menurut Nuh dan Hamizar dalam bukunya “Intermediate Accounting” (2011:65).
Piutang perusahaan dapat diklasifikasikan menjadi 3 kelompok yaitu :

1.   Piutang Usaha (Accounts Receivable) adalah tagihan perusahaan kepada langganan yang
timbul karena adanya penjualan barang atau jasa secara kredit kepada para langganannya.
Dalam kegiatan perusahaan normal, piutang usaha akan dapat diterima pelunasannya
dalam jangka waktu kurang dari satu tahun yang termasuk dalam aset lancar. Pada saat
timbulnya piutang usaha perusahaan harus ditentukan jangka waktu pelunasannya,
potongan yang akan diberikan. Semuanya itu diatur melalui syarat pembayaran. Syarat
pembayaran yang dimaksud adalah seperti 2/10, n/30 atau 2/15, EOM (end of month).
Jangka waktu piutang usaha ini biasanya hanya 30 hari sampai 60 hari.
2.  Piutang Wesel (Notes Receivable) adalah tagihan perusahaan kepada pelanggan yang
timbul karena adanya penjualan barang atau jasa secara kredit yang pelunasannya
disepakati melalui perjanjian tertulis. Jangka waktu pelunasan perjanjian tertulis ini biasanya
adalah 60 sampai 90 hari. Piutang wesel ini dapat memperhitungkan bunga sampai dengan
tanggal pelunasannya atau tanpa memperhitungkan bunga. Piutang wesel ini dapat dijual
kepada pihak lain (biasanya Bank) sebelum tanggal jatuh temponya (Disconto).
Penggunaan dasar waktu (Accrual Basis) mengakibatkan adanya pengakuan terhadap
penghasilan yang akan diterima perusahaan seperti tuntutan bunga. Penghasilan seperti ini
pada akhir periode akuntansi harus dihitung berapa jumlah yang sudah menjadi pendapatan
bunga dan jumlah teresebut dicatat sebagai piutang bunga.
3.     Piutang Lain-lain (Other Receivable) adalah tagihan perusahaan yang timbul karena tidak
disebabkan oleh penjulan kredit barang atau jasa, akan tetapi seperti memeberikan
pinjaman kepada karyawan, uang muka pembelian baran dagangan, uang muka pembelian
aktiva tetap, klaim terhadap restitusi pajak dan lain-lain.

Menurut Nuh dan Wiyoto dalam bukunya “Accounting Principles” (2011:285)


      “Pertama kali piutang usaha akan timbul karena penjualan barang dagangan secara kredit
yang kemudian dapat diikuti dengan transaksi retur penjualan, penyesuaian atau
pengurangan harga jual dan pada akhirnya penagihan (baik tanpa ataupun disertai dengan
adanya pemberian potongan penjualan)”.

Jurnal penjualan kredit :


Piutang usaha xxx
           Penjualan xxx

Jurnal retur penjualan :


Retur penjualan xxx
           Piutang usaha xxx

Jurnal penjualan kredit dengan menggunakan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) :


Piutang usaha xxx
           Penjualan kredit xxx
           PPN keluaran xxx
Jurnal retur penjulan kredit dengan menggunakan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) :
Retur penjualan xxx
PPN keluaran xxx
           Piutang usaha xxx

Jurnal saat menerimaan pembayaran utang dari pelanggan yang memanfaatkan potongan
tunai (selama periode potongan) :
Kas xxx
Potongan penjualan xxx
           Piutang usaha xxx

Atau jika tidak memanfaatkan potongan tunai :


Kas xxx
           Piutang usaha xxx

Perbedaan jurnal penjualan dalam menggunakan metode periodik dan perpetual :

Metode Periodik Metode Perpetual


Piutang          xxx Piutang                                   xxx
Penjualan          xxx Penjualan                                   xxx
Harga pokok penjualan          xxx
Persediaan barang dagang          xxx

Penghapusan Piutang
Menurut Nuh dan Hamizar dalam bukunya “Intermediate Accounting” (2011:68).
Penghapusan piutang adalah suatu kerugian yang timbul karena adanya piutang yang tidak
bisa ditagih oleh perusahaan. Oleh karena itu kebijakan perusahaan piutang tersebut segera
dihapuskan.

3. Metode Penghapusan Piutang


Bila terdapat pelanggan perusahaan yang benar-benar tidak dapat membayar maka
piutang perusahaan kepada debitur tersebut harus dihapus. Cara menghapus piutang usaha
atau mencatat kerugian atas piutang ada 2 metode yaitu :

1. Metode Langsung
Metode ini untuk mencatat kerugian piutang, bila benar-benar terjadi adanya piutang
yang dinyatakan tidak dapat ditagih.
Jurnal saat penghapusan piutang :
Kerugian piutang xxx
           Piutang usaha xxx

Jurnal penerimaan kembali piutang yang sudah dihapuskan dimana penerimaan ini
terjadi pada tahun pembukuan yang sama dengan tahun dihapuskannya piutang :
Piutang usaha xxx
        Kerugian Piutang xxx
Kas xxx
          Piutang usaha xxx

Jurnal penerimaan kembali piutang yang sudah dihapuskan dimana penerimaan ini
terjadi pada tahun pembukuan yang berbeda dengan tahun dihapuskannya piutang :
Piutang usaha xxx
  Pendapatan lain-lain xxx
Kas xxx
        Piutang usaha xxx

2. Metode Tidak Langsung atau Cadangan (Allowance method)


Metode ini digunakan untuk mencatat kerugian piutang yang diadakan setiap akhir
periode dengan menaksir kerugian piutang yang mungkin tidak tertagih dengan membuat
ayat jurnal penyesuaian.

Jurnal saat pembuatan penyesuaian pada akhir periode akuntansi :


Kerugian piutang xxx
      Cadangan piutang xxx

Jurnal saat pengahapusan piutang bila benar-benar terjadi ada debitur yang tidak
adapat ditagih :
Cadangan piutang xxx
        Kerugian piutang xxx
Jurnal penerimaan kembali piutang yang sudah dihapuskan dimana penerimaan ini
terjadi pada tahun pembukuan yang sama dengan tahun dihapuskannya piutang :
Piutang usaha xxx
      Cadangan piutang xxx
Kas xxx
        Piutang usaha xxx
Jurnal penerimaan kembali piutang yang sudah dihapuskan dimana penerimaan ini
terjadi pada tahun pembukuan yang berbeda dengan tahun dihapuskannya piutang :
Piutang usaha xxx
      Cadangan piutang xxx
Kas xxx
        Piutang usaha xxx

Penerimaan piutang yang telah dihapus (Recovery of Uncollectible Accounts Written


Off) dan dilaporkan dalam laporan laba rugi masuk ke pendapatan lain-lain.

4. Penentuan Besarnya Taksiran Kerugian Piutang


Dalam menentukan besarnya taksiran kerugian piutang yang mungkin tidak tertagih,
terdapat bergai cara :
1.    Sebesar prosentase (..%) tertentu dari penjualan
2.    Sebesar prosentase (..%) tertentu dari saldo piutang.

Pada PT JGB pencatatan jurnal menggunakan metode periodik, dan transaksi


penjualan menggunakan PPN
BAB III

PROFIL PERUSAHAAN

3.1 Sejarah Singkat Perusahaan


PT JGB berdiri pada tahun 1998, adalah perusahaan yang memproduksi dan
menjual barang-barang dari kertas, seperti corrugated box, palet kertas, dan paper tube.
Sudah lebih dari 10 tahun PT JGB memberikan pelayanan kepada pelanggan yang
membutuhkan barang-barang tersebut. Dengan dipimpin oleh Direktur Bapak Rinto Winobu
yang memiliki pengalaman luas tentang industri converting box. Setelah lebih dari satu
dekade berdiri, kami selalu menjaga kualitas, melakukan inovasi dan fleksibilitas sesuai
dengan perkembangan jaman dan pasar. sehingga PT JGB kini berkembang pesat dan
menjadi salah satu pemasok utama untuk carton box, palet kertas dan paper tube di
Jabodetabek bahkan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

1. VISI
Menjadi salah satu perusahaan terbaik dibidang converting box di Indonesia
2. MISI
1. Innovatif dalam pengembangan produk cartoon box
2. Memberikan harga yang kompetitif
3.Memberikan kepuasan pada pelanggan baik dalam kualiatas maupun pelayanan
4. Memberikan variasi produk yang beragam kepada pelanggan
5. Meningkatkan kapasitas produksi

3.3 Aspek Kegiatan Usaha


PT JGB begerak pada bidang usaha dan perdagangan sub bidang kemasan dari
kertas carton box atau Kemasan Karton Gelombang (KKG) yang memproduksi dan
menjual carton box, kardus, serta jasa disain karton dan printing seperti bungkus snack, air
mineral, furniture, mainan, sepatu, sendal, peralatan rumah tangga dan lain-lain. Serta untuk
produk-produk non kemasan seprti palet kertas, pressed paper corner, pressed paper, dan
lain-lain.

Bahan baku kami berasal dari supplier qualified dan bona fide dengan melalui


tes quality control yang sangat ketat, baik untuk carton sheet dan tintanya. Sehingga
menghasilkan produk akhir carton box yang bermutu tinggi dan dapat di recycle sehingga
ramah lingkungan. Kami juga mempuyai cukup armada yang siap mendukung dalam
pengiriman carton box yang dilengkapi dengan truk jumbo wings box automatic sehingga
pengiriman carton box dapat berjalan sesuai dengan permintaan.
3.4 Struktur Organisasi Perusahaan
Struktur organisasi merupakan suatu kerangka yang menunjukan seluruh kegiatan-
kegiatan yang bertujuan untuk mencapai tujuan organisasi, yang berhubungan dengan
fungsi, wewenang dan tanggung jawab untuk memcerminkan makanisme-mekanisme formal
pada pengelolaan organisasi.

Struktur organisasi yang diterapkan PT JGB adalah bentuk vertical. Dalam bentuk


ini, sistem organisasi pimpinan sampai organisasi atau pejabat yang lebih rendah digariskan
dari atas ke bawah secara vertical.

3.5 Deskripsi dan Aktifitas Kerja Perusahaan


Dalam sebuah manajemen di suatu perusahaan struktur organisasi berguna untuk
meunjukkan adanya beberapa pembagian kerja dan menunjukan bagaimana fungsi-fungsi
atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda agar bisa di koordinasikan. Selain itu struktur
organisasi juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan
penyampaian laporan.

Berikut ini pembagian wewenang dan tanggung jawab masing-masing jabatan


berdasarkan uraian pekerjaan struktur organisasi di atas adalah sebagai berikut :

1.      Director

Tugas dan wewenang :


1.  Merupakan posisi tertinggi di dalam perusahaan, yang dimana memiliki wewenang penuh
dalam pengambilan keputusan
2.     Mengkoordinasikan dan megendalikan semua kegiatan-kegiatan yang ada di dalam
perusahaan
3.     Bertindak sebagai perwakilan organisasi dalam hubungannnya dengan dunia luar
4.     Mengotorisasi semua dokumen yang berhubungan dengan jalannya kegiatan yang ada di
perusahaan
5.   Menerima laporan yang diterima dari masing-masing devisi yang ada di dalam manajemen
perusahaan

2.      Supervisor Finance
Tugas dan wewenang :
1.  Melaksanakan kebijakan perusahaan, sistem dan prosedur akuntansi serta pengawasan
internal dengan baik dan benar di bawah naungan dari pemilik perusahaan
2.  Menyetujui dan menandatangani pengeluaran uang kas perusahaan yang bersifat umum dan
rutin sesuai dengan batas jumlah pengeluaran yang telah ditetapkan
3.    Menghitung dan membagikan gaji karyawan mingguan dan bulanan
4.    Melakukan pengurusan ijin-ijin yang terkait dengan karyawan
5. Memeriksa kelengkapan bukti pengeluaran kas dan bank sebagai media pembayaran
perusahaan berikut dokumen pendukungnya
6.    Menyetujui dan mendatangani bukti penerimaan kas atau bank sebagai media penerimaan
perusahaan
7.    Melakukan penyimpanan uang kas dari perusahaan ke bank
8.    Mengontrol semua transaksi rekening bank perusahaan
9.    Membuat laporan rekonsiliasi bank
10. Bertanggung jawab atas kas besar perusahaan
11. Melakukan konfirmasi piutang kepada pelanggan
12. Memeriksa laporan pengeluaran kas dan penerimaan kas
13. Mengkoordinasi dan mengarahakan  pelaksanaan kegiatan pengeluaran kas kecil yang
dilakukan oleh kasir serta mengawasi kegiatan pencacatan pelaporan hutang usaha
14. Memeriksa dan menganalisa laporan hutang dan piutang usaha

3.      Supervisor Marketing
Tugas dan wewenang :
1.   Melakukan perencanaan strategi pemasaran hasil produksi yang efektif dan efisien dengan
memperhatikan sumber daya perusahaan
2. Menjalin hubungan dengan pelanggan khususnya dalam penanganan komplain, pengukuran
kepuasan pelanggan
3.  Memimpin devisi pemasaran yang meliputi staf pemasaran, admin pemasaran, pemebelian
dan disain
4. Melakukan follow up dan mempertahankan kerja sama bisnis dengan pelanggan lama
5.    Mencari pelanggan baru sesuai dengan prosedur perusahaan
6. Melakukan koordinasi secara internal kepada staf pemasaran, disain dan pembelian
7. Menetapkan kalkulasi harga jual produksi sebagai patokan harga yang ditawarkan ke pasar
atau pelanggan
8.   Memeriksa dan mendatangani dokumen atas penjualan  Sales Order (SO) dan Surat
Perintah Kerja (SPK)
9.  Memeriksa dan menandatangani dokumen pembelian bahan baku Purchase Order (PO) yang
dilakuakn oleh staf pembelian
10. Melakukan approval design baru yang dibuat oleh staf disain
11. Mengontrol semua kegiatan kerja yang dilakukan oleh bawahannya sesuai dengan Standard
Operating Procedure (SOP) dari masing-masing bagian di devisi marketing
12.Melakukan koordinasi dengan bagian lain untuk mendukung kelancaran proses kerja
pemasaran
13. Menyusun prosedur dan intrusksi kerja di bawah naungan pimimpin (Direktur) untuk bagian
pemasaran sehingga membantu kelancaran proses kerja dibagiannya
14. Bertanggung jawab atas pengendalian biaya pemasaran

4.      Supervisor PPIC (Production Planning Inventory Control)


Tugas dan wewenang :
1.  Menerima pesanan dari bagian pemasaran dan membuat rencana produksi sesuai dengan
pesanan yang diterima
2.   Memenuhi permintaan sample dari bagian pemasaran dan memantau proses pembuatan
sample sampai terkirim ke pelanggan
3.    Memimpin dan bertanggung jawab untuk kegiatan pekerjaan di bagian PPIC dan bagian
gudang, termasuk pengendalian persediaan, pengendalian produksi, kontrol pengiriman dan
juga termasuk bahan yang masuk, penyimpanan.
4. Membuat rencana pengadaan bahan berdasarkan forecast dari bagian pemasaran dan
dikoordinasikan bersama bagian pembelian dengan memperhatikan kondisi stok dan
menghitung kebutuhan bahan baku produksi menurut standar stok yang ideal
5.    Memonitor semua persediaan baik untuk persediaan bahan baku, barang jadi yang ada di
gudang maupun yang akan didatangkan sehingga proses produksi dan penerimaan
pesanan bisa berjalan lancar dan seimbang
6.    Menyusun jadwal produksi pada waktu, rute dan jumlah yang tepat sehingga barang bisa
dikirim tepat waktu dan sesuai dengan permintaan pelanggan
7.  Menjaga keseimbangan lini kerja di produksi agar tidak ada mesin yang overload sementara
mesin lain menunggu
8.    Menginformasikan kepada bagian pemasaran jika ada masalah dengan proses produksi
yang menyebabkan keterlambatan pengiriman kepada pelanggan
9.   Menganalisa spesifikasi proses produksi dan data kapasitas untuk menentukan alokasi
kapasitas produksi
10. Menetapkan dan mendistribusikan jadwal produksi dan operasi lainya kepada karyawan
produksi
11. Memantau realisasi jadwal produksi yang dijalankan oleh karyawan produksi
12. Mempercepat operasi yang terlambat dari jadwal dan merubah jadwal untuk mengantisipasi
masalah yang akan timbul
13. Membuat laporan PPIC secara periodik sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan
permintaan manajemen

5.      Staff Account Payable dan Cashier


Tugas dan wewenang :
1.     Menerima proses penukaran faktur masukan dengan supplier
2.   Melakukan pemeriksaan terhadap dokumen transaksi pembelian yang diterima untuk
memastikan kelengkapan dan kebenarannya
3.  Berkoordinasi dengan supplier untuk masalah kelengkapan dokumentasi penagihan untuk
memastikan bahwa setiap penagihan telah benar
4.  Mempersipakan semua dokumen pembelian untuk melakukan proses pembayaran hutang
kepada supplier
5.  Bekoordinasi langsung dengan staf piutang untuk menyerahkan dokumen faktur pajak
masukan dan returan atas barang yang tidak sesuai
6.  Menjaga hutang perusahaan agar tetap stabil dengan pendapatan yang diterima
perusahaan
7.   Menerima dan mengarsipkan surat jalan masukan dan purchase order yang dibuat oleh staf
pembelian
8.   Memberikan dan menghitung biaya transpot untuk sopir dan kenek seperti uang jalan, tol,
makan, dan pulsa dalam melakukan pengiriman barang ke pelanggan
9.  Menerima keluhan dan komplain dari supplier yang berhubungan dengan hutang usaha
10.  Bertanggung jawab atas pemakaian dan pemebelian Alat Tulis Kantor (ATK)
11.  Membuat laporan hutang perusahaan dan juga laporan kas kecil secara periodik sesuai
dengan SOP yang diberikan

6.      Staff Account Receivable


Tugas dan wewenang :
1.   Menerima copyan dokumen sales order Sales Order (SO) dan Purchase Order (PO) dari
pelanggan sebagai pelengkap dokumen untuk pembuatan faktur pajak, faktur penjualan
(invoice) dan kwitansi
2.    Menerima surat jalan keluar dari staf logistik
3.    Menerima dan mengarsipkan faktur pajak masukan dari staf hutang
4.  Membuat faktur pajak keluaran, memo retur, faktur penjualan (invoice) dan kwitansi
5.    Melakukan input data terhadap transaksi perpajakan kedalam e-Faktur
6.  Memastikan semua transaksi pengeluaran dan penerimaan sudah lengkap dan benar sesuai
dengan bukti fisik dokumen
7.    Menghitung, membuat dan mempersiapkan laporan pajak PPN secara berkala dan
melaporkan pajak PPN setiap bulan
8.    Berkoordinasi langsung dengan bagian pemasaran untuk membahas jika ada pelanggan
yang bermasalah dengan pembayaran piutang
9. Mencatat dan mengarsipkan seluruh transaksi penjualan dan data-data pelanggan dengan
baik dan benar untuk kelengkapan dokumen disaat melakukan penagihan
10. Membuat AR Aging Report dan AR Reconciliation bulanan untuk konfirmasi dan
pemeriksaan kesesuaiannya dengan laporan keuangan
11. Berkoordinasi langsung kepada Supervisor Finance sebagai orang yang memiliki wewenag
untuk mengkonfirmasi atau follow up  jumlah piutang
12. Mengatur jadwal penukaran faktur dan penagihan piutang yang dilakukan oleh kolektor
kepada pelanggan
13. Melakukan pengiriman dokumen melalui JNE atau TIKI untuk penukaran faktur bila
pelanggan berada di luar kota
14. Mencatat dan menerima hasil penagihan yang dilakukan oleh kolektor dan memberikannya
kepada pemegang kas besar
15. Menerima keluhan dan komplain dari semua pelanggan yang berhubungan dengan berkas
penukaran faktur dan penagihan piutang usaha
7.      Administration Finance
Tugas dan wewenang :
1.    Input data laporan kas masuk dibawah wewenang Supervisor Finance
2.    Menginput data laporan piutang dibawah wewenag Staf piutang
3.    Menginput data laporan hutang dibawah wewenang Staf hutang
4.  Aktif berkomunikasi dengan semua pihak yang terkait sehingga memperoleh informasi yang
akurat dan up to date
5.    Melaksanakan sistem dokumentasi yang baik dan rapi

8.      Collector

Tugas dan wewenang :


1.    Melakukan tukar faktur atau kontra bon dengan pelanggan
2.    Memberikan sample produk baru yang dipesan oleh pelanggan
3.    Menjadi sales luar yang diperuntukna untuk mendapatkan pelanggan baru
4.    Aktif berkomunikasi dengan dunia luar untuk informasi yang up to date.

9.      Staff Marketing
Tugas dan wewenang :
1.    Memenerima pesanan dari pelanggan baik melalui telepon, e-mail ataupun fax
2.    Memastikan semua pesanan atau Purchase Order (PO) dari pelanggan sudah diterima
3.    Membuat Sales Order (SO) baik untuk new order maupun repeat order
4.    Memproses pembuatan sample barang untuk produk baru
5.    Berkoordinasi langsung dengan staf disain dalam pembuatan sample desain untuk new
order mapun repeat order
6.    Membuat laporan penjualan secara periodik sesuai dengan SOP yang berikan
7.    Membuat jadwal pengiriman untuk barang yang dipesan oleh pelanggan
8.    Wajib berkomunkasi dengan baik dengan semua pelanggan
9. Menerima dan mencari solusi untuk semua keluhan yang di dapat dari pelanggan
10. Memastikan bahwa bahan baku akan diterima tepat waktu kepada staf pembelian
11. Memastikan kemabali bahwa pengiriman barang jadi akan tepat waktu kepada devisi PPIC
dan pelanggan
12. Berkoordinasi langsung dengan Supervisor Marketing dalam menentukan harga perolehan
barang (new order)
13. Berkoordinasi langsung dengan Administration Marketing untuk memastikan layout
design sudah sesuai dengan contoh produk dan semua perlengkapan yang dibutuhkan
dalam proses produksi.
10.   Staff Purchasing
Tugas dan wewenang :
1.   Membuat PO (Purchase Order) untuk supplier seperti bahan baku, cat, dan perelengkpan
aksesoris lainnya bila mendapat permintaan khusus dari pelanggan
2.    Menerima surat jalan masukan
3. Berkoordinasi langsung dengan Supervisor Marketing untuk menghitung penggunaan bahan
baku yang dibutuhkan dalam proses produksi
4.    Membuat laporan pembelian sesuai denagn SOP yang berikan
5.    Membuat memo bahan yang sudah diterima dari supplier
6. Berkoordinasi langsung dengan PPIC untuk melihat kapasitas tempat penyimpanan bahan
baku
7. Aktif untuk melakukan konfirmasi kepada supplier guna memastikan pengiriman bahan baku
tepat waktu
8.    Berkoordinasi langsung dengan staf hutang untuk mengetahui jumlah hutang supllier
9.    Wajib berkomunikasi dengan baik kepada semua supplier
10. Mencari supplier baru bila diperlukan
11. Bertanggung jawab atas keterlambatan pengiriman bahanbaku.

11.   Staff Design


Tugas dan wewenang :
1.    Membuat disain gambar baru
2.    Merevisi disain lama bila ada perubahan gambar, bentuk dan ukurannya
3.    Mengkonfirmasi disain baru atau disain lama yang memiliki perubahan kepada pelanggan,
bagian pemasaran dan PPIC
4. Membeli karet cetak untuk produk disain baru dan karet yang sudah tidak dapat digunakan
5.    Membeli pisau potong untuk proses potong produksi
6.    Membuat kertas film untuk proses sablon

12.   Administration Marketing


Tugas dan wewenang :
1.     Membuat Surat Perintah Kerja (SPK)
2.  Mempersiapkan dan memastikan bahwa semua perlengkapan yang dibutuhkan dalam
proses produksi seperti bahan baku, sample produk, layout design, karet cetak, pisau
potong, kertas film dan sudah siap
3.   Meyerahkan semua copyan dokumen serta perlengkapan yang dibperlukan untuk proses
produksi kepada bagian PPIC
4.     Bertanggung jawab atas penyimpanan sample produk
5.   Ikut memastikan bahwa pengirimn barang kepada pelanggan akan tepat waktu
6.     Follow up bahan baku ke pada staf pembelian
7.  Menerim semua keluhan dan komplain dari pelanggan dan menacarikan soulusi terbaiknya
8.     Membuat laporkan hasil kerja sesuai dengan SOP yang telah berikan

13.   Staff Logistics and Administration PPIC


Tugas dan wewenang :
1.     Membuat dokumen surat jalan keluar untuk pelanggan
2.     Bertanggung jawab atas dokumen surat jalan yang keluar
3.     Memberikan dokumen surat jalan keluar kepada staf piutang
4.  Mengontrol sopir dan kenek disaat melakukan pengiriman barang ke pelanggan
5.  Berkoordinasi dengan kasir untuk menghitung jarak tempuh pengiriman barang
6.     Membuat laporan hasil kerja sesuai dengan SOP yang telah diberikan
7.  Aktif bekoordinasi dengan kepala produksi untuk mengontrol jalannya produksi, jadwal
pengiriman barang dan memastikan jumlah barang sesuai dengan permintaan pelanggan

14.   Head of Production


Tugas dan wewenang :
1.   Bekerja sama dengan kepala bagian PPIC dalam penyusunan rencana dan jadwal produksi
2.   Mengkoordinir dan mengawasi serta memberikan pengarahan kerja kepada setiap seksi
dibawahnya untuk menjamin terlaksananya kesinambungan dalam proses produksi
3.   Memonitor pelaksanaan rencana produksi agar dapat dicapai hasil produksi sesuai
jadwal, volume, dan mutu yang ditetapkan
4.    Bertanggung jawab atas pengendalian bahanbaku dan efisiensi penggunaan tenaga kerja,
mesin, dan peralatan.
5.   Selalu berusaha untuk meningkatkan keterampilan setiap penanggung jawab dan karyawan
dibawah tanggung jawabnya dengan memanfaatkan tenaga ahli yang didatangkan oleh
perusahaan
6.  Membuat laporan harian mengenai kegiatan di bagiannya sesuai dengan sistem pelaporan
yang berlaku
7. Menjaga disiplin kerja dan menilai prestasi kerja bawahannya secara berkala dan objektif.
BAB IV

PEMBAHASAN

1. Prosedur Timbulnya Piutang Pada PT JGB


1. Prosedur Terjadinya Penjualan Kredit 
Dalam transaksi penjualan kredit yang tentunya akan menimbulkan piutang usaha
bagi perusahaan, PT JGB memiliki Standar Operational Procedure (SOP) yang sudah
diterapkan oleh manajemen. Sebelum terjadinya penjualan kredit maka bagian penjualan
terlebih dahulu melakukan survei kepada calon pembeli untuk memperoleh profil data
perusahaan pelanggan dan menganalisa kemampuan dalam membayar hutangnya yang
bertujuan untuk mengurangi resiko terjadinya piutang tidak tertagih. Hal tersebut oleh
manajemen biasa disebut dengan SOP 5C, diantaranya adalah :
1.    Character, kemungkinan dari para pelanggan secara jujur berusaha memenuhi
kewajibannya.
2.    Capacity, pendapat subjektif mengenai kemampuan pelanggan. Ini diukur dari record tahun
sebelumnya, atau dengan observasi fisik pada pabrik dan toko pelanggan.
3.    Capital, diukur oleh posisi finansial perusahaan secara umum, dimana hal ini ditunjukkan
dengan analisis rasio finansial, khususnya ditekankan pada tangible net worth perusahaan.
4.    Collateral, dilihat dari aktiva yang dijaminkan bagi keamanan kredit.
5.   Conditions, menunjukkan pengaruh langsung dari tren ekonomi pada umumnya terhadap
perusahaan atau perkembangan khusus dalam bidang ekonomi yang mempengaruhi efek
terhadap kemampuan pelanggan untuk memenuhi kewajibannya.
2. Pihak Yang Terkait
1.     Bagian Penjualan
Mencari calon pelanggan, mengajukan syarat penjualan kredit dan membuat sales order
2.     Bagian Operasional
Memproses barang yang dipesan sesuai dengan SO dan SPK kemudian mengirimkan
barang kepada pelanggan
3.     Bagian Keuangan
Membuat dokumen tagihan berupa surat jalan, invoice, kwitansi dan e-faktur pajak
4.     Bagian Akuntansi
Mereview semua dekumen transaksi untuk membuat jurnal atas transaksi penjualan kredit
3. Dokumen Piutang
1.     Purchase Order
Purchase Order (PO) adalah dokumen pemesanan yang diterbitkan oleh pelanggan

2.     Sales Order


Sales Order (SO) adalah dokumen yang dibuat oleh bagian penjualan untuk mencatat PO
yang diterima dari pelanggan
3.     Delivery Order (DO)
Delivery Order adalah dokumen yang dibuat oleh bagian logistik sebagai surat pengantar
atas barang yang tercantum didalamnya yang ditunjukan kepada pelanggan
4.     Invoice
Invoice adalah dokumen tagihan yang dibuat oleh bagian piutang yang berisi rincian tentang
transaski penjualan berdasarkan PO, SO dan DO
5.     E-faktur
E-faktur adalah Faktur pajak yang dibuat melalui aplikasi atau sistem elektronik yang
ditentukan dan atau disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak
6.     Kwitansi
Kwitansi adalah tanda bukti pembayaran uang yang dibuat dan ditandatangani oleh pihah
penerima uang
4.  Flowchart 
4.2 Pencatatan Akuntansi Piutang Usaha Pada PT JGB Periode Desember 2015

– Januari 2016
PT JGB melakukan pembukuan dengan masa periode akutansi satu bulan. Hal ini
dilakukan untuk mengetahui posisi laporan keuangan disetiap akhir bul

1. Daftar Penjualan Pada PT JGB


Laporan daftar penjualan difungsikan untuk merekap semua transaksi pejualan
dibulan berjalan. Berikut rekapitulasi transaksi pejualan pada PT JGB :
Tabel 1
Daftar Penjualan

NAMA
TGL INVOICE CUTOMERS UKURAN QTY HARGA TOTAL
BARANG
PT Arthawena Sakti Single face        
1-Dec-15 00001/SA/XII/15 Gemilang L 100 CM 1111x1111x11 mm .348     5.800 19.418.400
         
1-Dec-15 00004/SA/XII/15 PT Cahaya Cutter Prima CB. SWC 390x390x260 mm 14     7.272 5.919.408
Layer Single        
2-Dec-15 00007/SA/XII/15 PT Cometacan Face 997x1197x0 mm .900     2.400 21.360.000
CB. Brosur          
2-Dec-15 00008/SA/XII/15 PT Printindo Utama Promosi 410x270x320 mm .120     6.400 7.168.000
2          
3-Dec-15 00011/SA/XII/15 PT Harindo tama Mandiri CB Lokal 700x550x500 mm 00   22.000 4.400.000
9          
3-Dec-15 00012/SA/XII/15 PT Harindo tama Mandiri CB Lokal 700x550x500 mm 4   22.000 2.068.000
6           
4-Dec-15 00020/SA/XII/15 PT Cahaya Cutter Prima CB. Polos 620x320x325 mm 50     6.272 4.076.800
PT Arthawena Sakti Single face 7          
4-Dec-15 00024/SA/XII/15 Gemilang L 100 CM 1111x1111x11 mm 24     5.800 4.199.200
 
Layer Single           
5-Dec-15 00032/SA/XII/15 PT Cometacan Face 997x1197x0 mm 10.000 2.400  24.000.000
 
PT Warna Prima CB. Polos             
5-Dec-15 00033/SA/XII/15 Kimiatama Galon 385x385x205 mm    1.022 4.000  4.088.000
 
PT Arthawena Sakti Single face           
7-Dec-15 00041/SA/XII/15 Gemilang L 100 CM 1111x1111x11 mm    3.168 5.800  18.374.400
 
PT Arthawena Sakti Single face           
7-Dec-15 00047/SA/XII/15 Gemilang L 100 CM 1111x1111x11 mm    3.165 5.800  18.357.000
 
            
8-Dec-15 00052/SA/XII/15 PT Anantha Berkat Jaya CB. Type L 350x140x845 mm       644 5.818  3.746.792
 
Kawasaki           
8-Dec-15 00058/SA/XII/15 PT Surya Kemas Abadi Besar 2250x730x970 mm         50 59.674  2.983.700

Sumber : Data Perusahaan PT JGB Data transaksi lengkap terdapat pada lampiran.


2. Jurnal Penjualan Kredit Pada PT JBG
PT JGB menggunakan metode pysical dengan jurnal khusus untuk mencatat
transaksi penjualan dan transaksi penjualan yang terjadi dikenakan PPN. Berikut adalah
pencatatan transaksi yang dilakukan pada PT JGB :

Tabel 2
Jurnal Penjualan Kredit
DEBET KREDIT
TGL INVOICE CUSTOMERS
PIUTANG PPN PENJUALAN
1-Dec-15 00001/SA/XII/15 PT Arthawena Sakti Gemilang                 
21.360.240 1.941.840  19.418.400
                   
1-Dec-15 00004/SA/XII/15 PT Cahaya Cutter Prima    6.511.349    591.941  5.919.408
                
2-Dec-15 00007/SA/XII/15 PT Cometacan 23.496.000 2.136.000  21.360.000
                   
2-Dec-15 00008/SA/XII/15 PT Printindo Utama    7.884.800    716.800  7.168.000
                   
3-Dec-15 00011/SA/XII/15 PT Harindotama Mandiri    4.840.000    440.000  4.400.000
                   
3-Dec-15 00012/SA/XII/15 PT Harindotama Mandiri    2.274.800    206.800  2.068.000
                   
4-Dec-15 00020/SA/XII/15 PT Cahaya Cutter Prima    4.484.480    407.680  4.076.800
                   
4-Dec-15 00024/SA/XII/15 PT Arthawena Sakti Gemilang    4.619.120    419.920  4.199.200
                
5-Dec-15 00032/SA/XII/15 PT Cometacan 26.400.000 2.400.000  24.000.000
                   
5-Dec-15 00033/SA/XII/15 PT Warna Prima Kimiatama    4.496.800    408.800  4.088.000
                
7-Dec-15 00041/SA/XII/15 PT Arthawena Sakti Gemilang 20.211.840 1.837.440  18.374.400
                
7-Dec-15 00047/SA/XII/15 PT Arthawena Sakti Gemilang 20.192.700 1.835.700  18.357.000
                   
8-Dec-15 00052/SA/XII/15 PT Anantha Berkat Jaya    4.121.471    374.679  3.746.792
                   
8-Dec-15 00058/SA/XII/15 PT Surya Kemas Abadi    3.282.070    298.370  2.983.700
                   
9-Dec-15 00067/SA/XII/15 PT Harindotama Mandiri    4.059.000    369.000  3.690.000
                   
9-Dec-15 00073/SA/XII/15 PT Camiloplas Jaya Makmur    2.049.894    186.354  1.863.540
Sumber : Data Perusahaan PT JGB 
Data transaksi lengkap terdapat pada lampiran.

3. Jurnal Penerimaan Kas Pada PT JGB


PT JGB melakukan jurnal penerimaan dengan jurnal khusus untuk mencatat
pelunasan piutang. Berikut adalah pencatatan transaksi penerimaan kas yang dilakukan
pada PT

Tabel 3
Jurnal Penerimaan Kas

DEBIT KREDIT
TGL INVOICE CUSTOMERS BANK POT. PENJ PIUTANG USAHA AKUN
LAINNYA
                                   
4-Jan-16 00033/SA/XII/15 PT Warna Prima Kimiatama 4.496.800             - 4.496.800               -
                               
5-Jan-16 00001/SA/XII/15 PT Arthawena Sakti Gemilang 21.360.240             - 21.360.240               -
                                   
6-Jan-16 00024/SA/XII/15 PT Arthawena Sakti Gemilang 4.619.120             - 4.619.120               -
                               
7-Jan-16 00007/SA/XII/15 PT Cometacan 23.496.000             - 23.496.000               -
                                   
7-Jan-16 00008/SA/XII/15 PT Printindo Utama 7.884.800             - 7.884.800               -
                               
7-Jan-16 00032/SA/XII/15 PT Cometacan 26.400.000             - 26.400.000               -
                                  
8-Jan-16 00004/SA/XII/15 PT Cahaya Cutter Prima 6.511.349             - 6.511.349               -
                               
8-Jan-16 00041/SA/XII/15 PT Arthawena Sakti Gemilang 20.211.840             - 20.211.840               -
                                           
8-Jan-16 00047/SA/XII/15 PT Arthawena Sakti Gemilang 10.000.000 - 10.000.000               -
                                   
11-Jan-16 00020/SA/XII/15 PT Cahaya Cutter Prima 4.484.480             - 4.484.480               -
                                   
11-Jan-16 00073/SA/XII/15 PT Camiloplas Jaya Makmur 2.049.894             - 2.049.894               -
11-Jan-16 00091/SA/XII/15 PT Cahaya Cutter Prima                                    
2.076.800             - 2.076.800               -
                                   
11-Jan-16 00097/SA/XII/15 PT Cahaya Cutter Prima 6.399.360             - 6.399.360               -
                      
11-Jan-16 00108/SA/XII/15 PT Cometacan 3.300.000             -  3.300.000               -
                                   
12-Jan-16 00058/SA/XII/15 PT Surya Kemas Abadi 3.282.070             - 3.282.070               -
                               
13-Jan-16 00078/SA/XII/15 PT Furnilac Primaguna 16.500.000             - 16.500.000               -
                                   
13-Jan-16 00115/SA/XII/15 PT Arthawena Sakti Gemilang 8.893.720             - 8.893.720               -
                                      
15-Jan-16 00047/SA/XII/15 PT Arthawena Sakti Gemilang 10.192.700             - 10.192.700 -
                                   
15-Jan-16 00052/SA/XII/15 PT Anantha Berkat Jaya 4.121.471             - 4.121.471               -

Sumber : Data Perusahaan PT JGB


Data transaksi lengkap terdapat pada lampiran.Laporan Piutang Usaha Pada PT
JGB PeriodeDesember 2015 – Januari 2016
Laporan piutang usaha dilakukan yang bertujuan sebagai kontrol untuk mengetahui
pengelolaan piutang pelanggan yang belum atau sudah jatuh tempo. Selain dari itu laporan
piutang usaha juga menjadi catatan sebagai pertimbangan kepada bagian penjualan untuk
memberikan penjualan kredit kembali kepada pelanggan yang susah bayar.
Terdapat dua pencatatan laporan piutang yang dilakukan pada PT JGB,
diantaranya :
4. Daftar Pelunasan Piutang Usaha Pada PT JGB
Pelaporan pelunasan piutang usaha dilakukan setiap hari bertujuan untuk mencatat
semua transaksi penjualan yang terjadi, digunakan sebagai rincian pelunasan piutang
usaha.

Tabel 4
Daftar Pelunasan Piutang Usaha

TGL JUMLAH
TGL INV TGL JT INVOICE NAMA CUTOMERS TAGIHAN BANK KET
BAYAR DIBAYAR
PT Arthawena Sakti         
1-Dec-15 31-Dec-15 00001/SA/XII/15 5-Jan-16 BCA LUNAS
Gemilang 21.360.240 21.360.240
PT Cahaya Cutter            
1-Dec-15 31-Dec-15 00004/SA/XII/15 8-Jan-16 BCA LUNAS
Prima   6.511.349 6.511.349
        
2-Dec-15 1-Jan-16 00007/SA/XII/15 PT Cometacan 7-Jan-16 BCA LUNAS
23.496.000 23.496.000
           
2-Dec-15 1-Jan-16 00008/SA/XII/15 PT Printindo Utama 7-Jan-16 BCA LUNAS
  7.884.800 7.884.800
PT Harindotama            
3-Dec-15 17-Jan-16 00011/SA/XII/15 20-Jan-16 BCA LUNAS
Mandiri   4.840.000 4.840.000
PT Harindotama            
3-Dec-15 17-Jan-16 00012/SA/XII/15 20-Jan-16 BCA LUNAS
Mandiri   2.274.800 2.274.800
    
PT Cahaya Cutter      
4-Dec-15 3-Jan-16 00020/SA/XII/15    11-Jan-16 BCA LUNAS
Prima 4.484.480
4.484.480
Sumber : Data Perusahaan PT JJGB
Data transaksi lengkap terdapat pada lampiran.

5. Daftar Umur Piutang Usaha Pada PT JGB


Dari laporan pelunasan piutang harian yang ada, dapat ditentukan daftar umur
piutang yang bertujuan untuk mengetahui kelancaran pembayaran piutang dari pelanggan
yang bersangkutan.

Berikut adalah perhitungan daftar umur piutang pada PT JGB :

1. PT Cahaya Cutter Prima memiliki piutang usaha tertanggal 04 November   2015 sebesar Rp.
4.250.000, umur ketertunggakan piutang adalah sebagai berikut :
November        30-4    = 26
Desember                    = 31 +
  Jumlah                         = 57
Syarat pembayaran    = (30) -
  Umur Piutang                 27 hari atau antara 1 sampai 30 hari

2. PT Arthawena Sakti Gemilang memiliki piutang usaha tertanggal 1 Desember 2015 sebesar
Rp. 21.360.240, umur ketertunggakan piutang adalah sebagai berikut :
Desember        31-1    =  30
Syarat Pembayaran   = (30) -
  Umur Piutang                  1 hari atau antara 1 sampai 30 hari
6. Kendala Yang Dihadapi Dan Solusi Dalam Pengelolaan Piutang Usaha
Pada PT JGB
Piutang usaha dapat memberikan dampak positive sekaligus negative bagi
perusahaan. Dampak positive yang ditimbulkan piutang karena piutang merupakan klaim
perusahan berupa uang kepada pelanggan yang dapat menambah aset perusahaan dan
dampak negative terjadi apabila perusahaan gagal menagih uang tersebut, sehingga aset
lancar yang seharusnya diterima oleh perusahaan menjadi tertunda atau bahkan terjadi
piutang tak tertagih. Didalam pengelolaan piutang usaha terdapat dua hal yang paling
dihindari, seperti halnya kendala yang penulis temukan pada PT JGB sebagai berikut :
1. Kendala Dalam Pengelolaan Piutang Usaha
1. Pengendalian jumlah piutang
Kurang terkontrolya jumlah piutang yang ditibulkan akibat dari adanya penjualan
kredit kepada pelanggan.
2. Piutang lebih dari jatuh tempo
Kerap kali terjadi penerimaan pelunasan piutang usaha dari pelangga  sudah lebih
dari jatuh tempo.
3. Piutang tak tertagih
Faktor penyebab terjadiya piutang tak tertagih yang dipengaruhi oleh
faktor internal sepeti kurangnya pengendlian dari dalam perusahaan dan
faktor  exsternal yang disebabkan oleh pihak luar seperti pelanggan yang mengalami
kerugian, pelanggan yang tidak bertanggung jawab dan lain sebagainya.

2. Solusi Dalam Pengelolaan Piutang Usaha


1.    Pengendalian jumlah piutang
Jumlah piutang dapat dikendalikan dengan cara mengurangi volumepenjualan kredit, harus
lebih selektiv dengan syarat tertentu dalam memberikan kredit khususnya kepada
pelanggan baru serta ketentuan tetang pembatasan kredit (batas limit piutang pelanggan).
2.    Piutang lebih dari jatuh tempo
Menerapkan kebijakan kredit yang lebih ketat dengan cara memeberikan denda untuk
keterlambatan pembayaran, mempersempit termin pembayaran atau bisa dilakukan dengan
cara lainya seperti memberikan potongan penjualan untuk menarik pelanggan dalam
membayar tagihan lebih awal.
3.    Piutang tak tertagi
    Memperbaiki manajemen internal perusahaan dengan cara   membuat peraturan baru untuk
piutang usaha, sedangkan untuk faktor externaldapat dikakukan dengan cara  penagihan
yang agresif menghubungi pelanggan melalui email atau telepon secara terus menerus,
penagihan secara tertulis dengan mengirimkan surat tagihan, mendatangi perusahaan yang
terkait untuk mengingatkan bahwa hutang mereka sudah lebih dari jatuh tempo, dan bila
sampai pada tingkat piutang tak tertagih maka perusahaan dapat mendatangi kediaman
pribadi pelanggan. Adapun bila benar-benar terjadi adaya piutang tak tertagih, usaha untuk
mendapatkan pembayaran masih tetap harus dilakukan. 

BAB V

PENUTUP

KESIMPULAN :
1. Prosedur terjadinya piutang usaha pada PT JGB sudah berjalan sesuai dengan Standar
Operational Procedure (SOP) yang berlaku pada perusahaan. Mulai dari promosi,
pemesanan, pengajuan kredit, proses pembuatan barang, pembuatan surat jalan,
pengiriman barang, pembuatan invoice, faktur pajak, kwitansi, pengiriman dokumen tagihan,
pencatatan piutang usaha sampai dengan pelaporan piutang usaha telah berjalan dengan
baik sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh peurasahaan.
2. Pencatatan akutansi piutang usaha pada PT JGB menggunakan metode accrual
basis dimana dalam hal ini setiap transaksi yang terjadi dicatat berdasarka konsep
pengakuan yang sesungguhnya, dan untuk transaksi penjualan menggunakan
metode pysical.
3. Penyusunan pelaporan piutang usaha pada PT JGB dilakukan setiap minggu dengan
mengirim laporan piutang usaha mingguan kepada direktur perusahaan melalui email, dan
laporan piutang usaha bulanan dilaporkan setiap akhir bulan di meeting bulanan bersama
dengan devisi yang terkait.
4. Untuk kendala yang dihadapi dan solusi yang harus dilakukan dalam pengelolaan piutang
uasaha, PT JGB perlu menetapkan kebijakan kreditnya. Kebijakan ini kemudian berfungsi
sebagai standar. Apabila kemudian dalam pelaksanaan penjualan kredit dan pengumpulan
piutang tidak dilakukan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, maka perusahaan
perlu melakukan perbaikan.

SARAN :
1. Hendaknya untuk pemberian kredit khususnya kepada pelanggan baru, bagian yang terkait
dibuatkan form untuk mengisi daftar customers yang meliputi nama pelanggan, alamat, no
telepon, termin, dan limit tagihan untuk kemudian ditandatangani oleh pimpinan sebagai
bukti adanya persetujuan dari direktur perusahaan.
2. Hendaknya untuk penyeraha dokumen Sales Order (SO), Purchase Order (PO) dan Dilevery
Order (DO) dari bagian penjualan dan logistik ke keuangan khususnya bagian piutang untuk
diparaf terlebih dulu agar ada bukti bila dokumen tersebut sudah dipindah tangankan.
3. Hendaknya untuk pengiriman barang ke luar kota melalui jasa ekspedisi  ataupun
pengiriman barang yang dilakukan oleh perusahaan pihak kedua kepada pelanggan, surat
jalan asli lembar pertama yang telah ditandatangan dan berkas yang terkait untuk segera
kembali atau diserahkan ke perusahaan maximal 7 hari setelah tanggal pengiriman.
4. Hendaknya perusahaan melakukan pencadangan piutang tak tertagih, metode ini
menggunakan penyisihan dalam mencatat kerugian yang timbul akibat adanya piutang tak
tertagih. Pihak manajemen tidak menunggu sampai suatu piutang benar-benar tidak dapat
ditagih, melainkan membuat suatu taksiran jumlah kemungkinan piutang yang tidak dapat
ditagih yang dilihat dari pengalaman periode akutansi sebelumnya. Dan harapkan
kedepannya untuk dibuatkan sebuah berita acara atas penghapusan piutang usaha yang
benar-benar tidak  dapat tertagih kembali.
DAFTAR PUSTAKA

Hery. Akuntansi Aset, Liabilitas dan Ekuitas. Jakarta: PT Gramedia  Widiasarana


Indonesia, 2014
J., Jerry, Weygandt, Paul D. Kimmel, and Donald E. Kieso. Financial
Accounting, IFRS Edition. Hoboken, New Jersey: John Wiley & Sons, 2013
Martani, Dwi,  et.al. Akuntansi Keuangan Menengah berbasis PSAK. Jakarta: Salemba Empat,
2012
Mulya, Hadri. Memahami Akuntansi Dasar, Pendekatan Teknis Siklus Akuntansi. Jakarta: Mitra
Wacana Media, 2013
Nuh, Muhammad dan Hamizar. Intermediate Accounting. Jakarta: Lentera Ilmu
Cendekia, 2011
Nuh, Muhammad dan Suhajar Wiyoto. Accounting Principles. 
Jakarta: Lentera Ilmu, 2011
Rudianto. Pengantar Akuntansi, Konsep & Teknik Penyusunan Laporan Keuanga. Jakarta:
Erlangga, 2012

Anda mungkin juga menyukai