Anda di halaman 1dari 2

NAMA SOP

No. Dukumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman : 1/1
UPT Pukesmas Dr. H.Indra Hisyam
Wanaraja Saptarina
19740419 200604 1 011

1. Pengertian Tipe diare yang berbahaya dan seringkali menyebabkan


kematian dibandingkan dengan tipe diare akut yang lain.

2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk pencegahan


disentri yang disebabkan oleh shigellosis dan amoeba.

3. Kebijakan a. Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kab. Garut No. ........,


tgl. ..... tentang ....
b. Keputusan Kepala Puskesmas Wanaraja No. ......., tgl. .....
tentang .....

4. Referensi - Dokumen external penyusunan SPO ini: Buku Pedoman


Praktik Klinis Bagi Dokter Edisi Revisi Tahun 2014.

5. Prosedur a. Persiapan Bahan dan Alat :


1. Laboratorium untik pemeriksaan tinja.
b. Langkah – Langkah Prosedur :
1. Penatalaksanaan Disentri
a. Mencegah terjadinya dehidrasi.
b. Tirah baring.
c. Dehidrasi ringan sampai sedang dapat dikoreksi
dengan cairan rehidrasi oral.
d. Bila rehidrasi oral tidak mencukupi dapat diberikan
cairan melalui infus
e. Diet, diberikan makanan lunak sampai frekuensi BAB
kurang dari 5kali/hari, kemudian diberikan makanan
ringan biasa bila ada kemajuan.
2. Rencana tindak lanjut
Pasien perlu dilihat perkembangan penyakitnya karena
memerlukan waku penyembuhan yang lama berdasarkan
berat ringannya penyakit.
3. Konseling dan Edukasi
a. Penularan disentri amuba dan basiler dapat dicegah
dan dikurangi dengan kondisi lingkungan dan diri yang
bersih seperti membersihkan tangan denagn sabun ,
suplai air yang tidak terkontaminasi serta penggunaan
jamban yang bersih.
b. Keluarga ikut berperan dalam mencegah penularan
dengan kondisi lingkungan dan diri yang bersih seperti
membersihkan tangan dengan sabun, suplai air yang
tidak terkontaminasi, penggunaan jamban yang bersih.

Puskesmas Disentri No. Dokumen : No. Revisi Halaman :


Wanaraja SPO/UGD/PB/… :0 2/2

c. Keluarga ikut menjagadiet pasien diberikan makanan


lunak sampai frekuensi BAB kurang dari 5 kali/hari,
kemudian diberikan makanan ringan biasa bila ada
kemajuan.
4. Kriteria Rujukan
Pada pasien dengan kasus berat perlu dirawat intensif
dan konsultasi ke palayanan kesehatan sekunder
(spesialis penyakit dalam).

6. Unit Terkait 1. Rawat Jalan


2. Rawat Inap
3. IGD
4. Poned
5. Laboratorium

7. Dokumen Buku Pedoman Praktik Klinis Bagi Dokter Edisi Revisi Tahun
Terkait 2014.

8. Rekaman
Historis NO YANG DI ISI PERUBAHAN TANGGAL
Perubahan UBAH MULAI
DIBERLAKUKAN