Anda di halaman 1dari 4

STANDART PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)

Puskesmas .. PERSIAPAN PELAYANAN IMUNISASI


No Dokumen No Revisi Terbit Ke Halaman

/Pusk- 00 1 1/1
Bal/IMUNISASI/VIII/2015
Disetujui oleh,
PROTAP Tanggal Terbit Plt. Kepala Puskesmas ..

IMUNISASI ………………………………. ..
..
Pengertian Pelayanan imunisasi dimulai dengan adanya petugas yang menuju lokasi
pelayanan imunisasi, baik di Posyandu, sekolah yang ditentukan, dengan
terlebih dahulu mengambil peralatan imunisasi dan vaksin di Puskesmas.
Setelah proses penyuntikan vaksin selesai, kemudian dilakukan pencatatan di
buku KIA, kohort bayi dan register.
Tujuan Memberikan kekebalan aktif kepada anak
Kebijakan Semua bidan yang melakukan tindakan keperawatan yang sesuai dengan
standar yang berlaku.

Sasaran Bidan yang melakukan pemberian imunisai

Prosedur Prosedur kerja pelayanan imunisasi meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut :


1. Penyiapan Pelayanan Imunisasi
2. Persiapan Tempat Pelayanan Imunisasi
3. Pelaksanaan Pelayanan Imunisasi
4. Pemantauan Kejadian Ikutan Paska Imunisasi

Penyiapan Pelayanan Imunisasi, meliputi peralatan logistik imunisas. Logistik


yang dimaksud antara lain meliputi vaksin, Auto Disable Syringe, safety box,
emergency kit, dan dokumen pencatatan status imunisasi. Peralatan yang
diperlukan untuk pelaksanaan pelayanan imunisasi tergantung pada perkiraan
jumlah sasaran yang akan diimunisasi. Jenis peralatan yang diperlukan untuk
pelayanan muniasi secara lengkap antara lain:
a. Termos/Vaksin carrier
b. Cool Pack / Kotak dingin cair
c. Vaksin, Pelarut dan penetes (dropper)
d. Alat suntik
e. Safety box (kotak pengaman)
f. Pemotong/kikir ampul pelarut
g. Formulir
h. Kapas dan wadah
i. Bahan penyuluhan (poster, leaflet, dan lainnya)
j. Alat tulis (kertas, pensil dan pena)
k. Kartu-kartu Imunisasi (KMS, kartu TT)
l. Buku register bayi dan WUS
m. Tempat sampah
n. Sabun untuk cuci tangan

Prosedur Pengeluaran vaksin dan pelarut dari lemari es


a. Sebelum membuka lemari es, tentukan seberapa banyak vial vaksin yang
dibutuhkan untuk pelayanan.
b. Catat suhu di dalam lemari es.
c. Pilih dan keluarkan vaksin sesuai ketentuan yang telah ditetapkan untuk
VVM dan tanggal kedaluarsa (EEFO, FIFO).
Unit Poliklinik/Klinik KB, Ruang Perawatan, posyandu
terkait
STANDART PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)
Puskesmas .. PEMERIKSAAN KEAMANAN VAKSIN
No Dokumen No Revisi Terbit Ke Halaman

/Pusk- 00 1 1/1
Bal/IMUNISASI/VIII/2015
Disetujui oleh,
PROTAP Tanggal Terbit Plt. Kepala Puskesmas ..

IMUNISASI ………………………………. ..
..
Pengertian Pemeriksaan keamanan pasien.
Tujuan Memberikan kekebalan aktif kepada anak
Kebijakan Semua bidan yang melakukan tindakan keperawatan yang sesuai dengan
standar yang berlaku.
Sasaran Bidan yang melakukan pemberian imunisai

Prosedur Sebelum melakukan imunisasi, kita harus yakin bahwa vaksin telah aman
untuk diberikan, dengan prosedur sebagai berikut:
- Periksa label vaksin dan pelarut. Jika label tidak ada, jangan gunkan
vaksin atau pelarut tersebut.
- Periksa alat pemantau botol vaksin (VVM). Jika vaksin sudah masuk
kriteria C dan D jangan dipergunakan.
- Periksa tanggal kadaluarsa, jangan gunakan vaksin dan pelarut jika
tanggal kadaluarsa telah lewat.
- Periksa alat pemantau suhu beku dalam lemari es. Jika indikator ini
menunjukkan adanya pembekuan atau anda menduga bahwa vaksin
yang sensitif beku (vaksin-vaksin DTP, DT, TT, HepB, DTP-HepB )
telah membeku, anda sebaiknya melakukan tes kocok.
Penting diperhatikan, bahwa selama proses pelayanan imunisasi harus
diperhatikan pemeliharaan cold chain, dengan beberapa poin penting berikut:
a. Selama pelayanan imunisasi, vaksin dan pelarut harus disimpan dalam
vaccine carrier dengan menggunakan cool pack, agar suhu tetap terjaga
pada temperature 20-80 C dan vaksin yang sensitive terhadap
pembekuan tidak beku.
b. Hindari vaccine carrier yang berisi vaccine dari cahaya matahari
langsung.
c. Sebelum sasaran datang vaksin dan pelarut harus tersimpan dalam
vaccine carrier yang tertutup rapat.
d. Jangan membuka vaccine atau melarutkan vaccine bila belum ada
sasaran datang.
e. Pada saat pelarutan suhu pelarut dan vaksin harus sama.
f. Petugas imunisasi tidak diperbolehkan membuka vial baru sebelum vial
lama habis.
g. Bila sasaran belum datang, vaksin yang sudah dilarutkan harus
dilindungi dari cahaya matahari dan suhu luar, seharusnya dengan cara
diletakkan di lubang busa yang terdapat diatas vaksin carrier (lihat
gambar di bawah).
h. Dalam setiap vaccine carrier sebaiknya terdapat empat cool pack.
i. Bila vaksin yang sudah dilarutkan sudah habis, pelarutan selanjutnya
dilakukan bila telah ada anak yang hendak diimunisasi.
Penyiapan Tempat Pelayanan Imunisasi
Beberapa persyaratan ruangan pelayanan imunisasi yang menetap (fasilitas
pelayanan kesehatan), antara lain:
• Mudah diakses, cukup tenang
• Tidak terkena langsung oleh sinar matahari, hujan atau debu;
• Jika di dalam gedung maka harus cukup terang dan cukup ventilasi.
• Jika di tempat terbuka dan di dalam cuaca yang panas, tempat itu harus
teduh.
Unit Poliklinik/Klinik KB, posyandu
terkait

STANDART PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)


Puskesmas .. BULAN IMUNISASI ANAK SEKOLAH
No Dokumen No Revisi Terbit Ke Halaman

/Pusk- 00 1 1/1
Bal/IMUNISASI/VIII/2015
Disetujui oleh,
PROTAP Tanggal Terbit Plt. Kepala Puskesmas ..

IMUNISASI ………………………………. ..
..
Pengertian Salah satu bentuk kegiatan operasional dari imunisasi lanjutan pada anak
sekolah yang dilaksanakan pada bulan tertentu setiap tahunnya dengan sasaran
seluruh anak-anak usia sekolah dasar atau sederajat MI/SDLB Kelas 1,2 dan 3
diseluruh Indonesia.
Tujuan 1. Memperoleh gambaran data status gizi anak diwilayah kerja secara
berkala
2. Memperoleh data anak kurang gizi berdasarkan nama dan alamat (by
name by address), kelompok umur, jenis kelamin, dan status ekonomi.
Kebijakan Semua anak harus ditimbang dan diukur panjang badan, dan tinggi badan
Sasaran Anak Sekolah Dasar

Prosedur Persiapan :
1. Sosialisasi lintas program dan lintas sektoral
2. Menyiapkan form pencatatan dan pelaporan BPB
3. Menginventarisir sarana dan prasarana di Posyandu (Dacin,alat ukur,
TB,PB)
4. Menyiapkan standar baku
Pelaksanaan
1. Melaksanakan, memantau dan membina pelaksanaan penimbangan BB
dan ukuran panjang badan, tinggi badan pada bulan imunisasi anak
sekolah.
2. Menentukan umur dan status gizi anak sesuai standar baku WHO-
NCHS
3. Mempersiapkan data anak sekolah yang akan diimunisasi
4. Melakukan vaksinasi terhadap anak Sekolah Dasar Kelas I, II, dan III
5. Melakukan penyuluhan kepada anak sekolah mengenai imunisasi
dan penyakit
6. Merekap dan mengolah data hasil penimbangan dan pengukuran
panjang badan/tinggi badan
7. Membuat laporan hasil kegiatan
8. Rencana tindak lanjut
Unit Bidan Desa, Guru Wali Kelas
terkait