Anda di halaman 1dari 10

TATA SURYA

Tata surya kita berisi banyak cerita dan misteri. Selain Planet, tata surya kita berisi banyak benda
seperti asteroid, komet, meteoroid, Trojan, benda-benda di sabuk Kuiper dana wan oort. Jika
teman-teman tertarik mempelajari Tata Surya, teman-teman silahkan
mempelajarinya melalui buku
• Karttunen, Hannu, dkk. 2006. Fundamental Astronomy 5th edition. New York: Springer
• Tim Pembina Olimpiade Astronomi Indonesia. 2010. Astronomi, Bahan Ajar Menuju
Olimpiade Sains Nasional dan Internasional SMA. Bandung: …
• Admiranto, A. Gunawan. 2009. Menjelajahi Tata surya.Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
• Lang, Kenneth R. 2011. The Cambridge Guide to the Solar System 2ndedition. Cambridge:
Cambridge University Press
Berikut ini disajikan informasi singkat mengenai planet-planet yang ada di Tata Surya kita. Semoga
membantu teman-teman ya dalam menyukai Tata Surya kita!

A. Merkurius
Diameter : 4.800 km
Massa : 3,301 x 1023 kg
Kerapatan : 5,427 gr/cm3
Tekanan Permukaan : 10-12 bar
Albedo : 0,06
Sumbu semi mayor : 0.39 au
Eksentrisitas : 0.21
Periode Orbit : 88 hari
Periode rotasi : 59 hari

Merkurius merupakan planet yang paling dekat


dengan matahari kita dengan jarak rata-rata 0,39 au. Figure 1 Merkurius
Merkurius mempunya periode orbit 88 hari dan
periode rotasi 59 hari, jadi ketika Merkurius selesai Sumber: http://apod.nasa.gov/apod/ap130301.html
mengelilingi Matahari dalam satu putaran, ia
berotasi 1,5 putaran. Karena jaraknya yang dekat dengan matahari, Merkurius sulit diamati karena
selalu muncul bersamaan dengan matahari jika diamati di Bumi serta memiliki sudut elongasi yang
kecil yaitu hanya 28o dan jaraknya sangat dekat dengan horizon. Pengamatan melalui teleskop ruang
angkasa juga sangat sulit pengamatan yang dilakukan mengarah ke matahari dapat merusak
kesensitifan dari instrumen.

Walaupun jarak yang dekat dengan Matahari, suhu di permukaan Merkurius tidaklah selalu panas.
Saat siang hari, suhu di permukaan Merkurius mencapai 740 K, karena tidak adanya atmosfer
sehingga tidak bisa menahan panas matahari, maka suhu saat malam hari menurun drastic menjadi
90 K.
Dari pengamatan spektroskopi memperlihatkan atmosfer Merkurius sangat tipis, lebih tipis dari
planet Mars. Atmosfer terdiri atas atom-atom yang berat seperti natrium dan potassium yang berasal
dari kerak planet yang lepas akibat dari tumbukan oleh benda-benda luar. Tumbukan tersebut juga
menyebabkan atom-atom ringan pada atmosfer merkurius lepas. Selain itu, karena jaraknya yang
dekat dengan matahari, menyebabkan atom-atom ringan lepas dari planet akibat adanya angin surya.
Kerapatan di planet Merkurius hampir sama dengan kerapat di Bumi yaitu sekitar 5,427 g/cm3. Jika
mengabaikan efek gravitasi dari kedua planet, maka Merkurius akan memiliki kerapatan yang lebih
dibandingkan dengan kerapatan di Bumi. Kerapatan di Bumi juga dipengaruhi oleh gravitasinya,
karena gravitasi Bumi jauh lebih besar dibandingkan dengan gravitasi Merkurius maka kerapatan
di Bumi menjadi besar.
Permukaan planet hampir sama dengan
permukaan Bulan, terdiri dari kawah-
kawah yang berusia sekitar 3000-4000
miliyar tahun. Kawahkawah tersebut
terbentuk dari tumbukan-tumbukan
dengan benda luar seperti meteorit.
Permukaanya juga dipenuhi oleh batuan
kasar dan berpori. Selain terbentuk dari
tumbukan-tumbukan benda luar,
permukaan planet juga di bentuk oleh
aktivitas vulkanik yang terdapat pada
Figure 3 Penampakan Kawah di Merkurius planet tersebut.

Sumber: http://apod.nasa.gov/apod/ap040912.html
Tahun 1991 dari pengamatan teleskop
radio di bumi, ditemukan es di kawasan kutub planet. Dengan menggunakan radar, di temukan
adanya air dalam bentuk es pada masing-masing kutubnya. Hal ini menjadi tidak mungkin
mengingat posisi Merkurius berada sangat dekat dengan matahari. Namun apabila kita telaah lagi,
inklinasi dari dari planet ini nyaris 0o sehingga matahari di kutub tidak bisa tinggi dari horizon.
Ditambah atmosfer merkurius yang sangat tipis sehingga tidak bisa menahan panas dari matahari.
Air yang ada kemungkinan berasal dari komet dan air tersebut terperangkap lalu mendingin. Hal
ini juga diperkuat dengan adanya informasi dari MESSENGER yang bertugas untuk memetakan
Merkurius. Dari data MESSENGER juga diketahui bahwa adanya senyawa gelap di Merkurius
yang membuktikan bahwa air yang berasal di Merkurius berasal dari komet yang menumbuk
planet.

B. Venus
Diameter : 12.104 km
Massa : 4,867 x 1024
Kerapatan : 5,243 gr/cm3
Tekanan Permukaan : 92 bar
Albedo : 0.76
Sumbu semi mayor : 0,723 au
Eksentrisitas : 0,0068
Periode Orbit : 224,7 hari
Periode rotasi : 243 hari
Inklinasi : 177,4o
Satelit :-

Venus merupakan planet kedua dari matahari yang


merupakan benda langit paling terang ketiga yang
dapat diamati di Bumi setelah Matahari dan Bulan. Jarak rata-rata Venus dan Matahari adalah 0.72
au. Venus sering disebut sebagai saudara kembar Bumi karena dari segi massa, kerapatan, ukuran
dan isi Venus hampir mirip dengan Bumi. Sama seperti Merkurius, Venus muncul hampir
bersamaan dengan Matahari terbit atau tenggelam yaitu 3 jam sebelum Matahari terbit dan 3 jam
setelah Matahari terbenam. Karena munculnya saat menjelang fajar atau setelah tenggelam, maka
Venus sering disebut bintang fajar dan bintang senja.
Jika diamati dengan teleskop, Venus menunjukan fasa-fasa sama seperti fasa pada Bulan.
Kecerlangan paling terang adalah magnitude -4.4 dalam fase sabit. Periode sinodis Venus adalah
1,6 tahun. Dalam rentang 100 tahun, terjadi 2 kali Transit Venus. Transit venus adalah peristiwa
Venus melintasi piringan Matahari.
Atmosfer Venus sangat tebal dengan komposisi dominan gas CO2. Atmosfer venus tergolong sangat
kerin dengan keberadaan uap air yang hanya 1/1.000.000 dari uap air yang ada di bumi. Hal ini di
sebabkan radiasi UV matahari yang memisahkan oksigen dengan air dibagian atmosfer terluar.
Awan Venus berwarna merah berasal dari uap asam sulfur yang diketahui dengan pengamatan
melalui spektroskopi dan polarimetrik. Keberadaan Sulfur pada atmosfer Venus membuktikan
adanya aktivitas vulkanik di Venus. Tekanan atmosfer di permukaan planet 92 kali tekanan di Bumi.
Sinar matahari yang diterima dan sampai ke permukaan
planet hanya sebesar 1% dan 75% cahaya matahari yang
sampai ke planet di pantulkan keluar di bagian atmosfer
paling luar. Sisanya di serap oleh planet dan dipancarkan
kembali dalam bentuk inframerah. Pancaran inframerah
ini yang terjebak didalam planet karena adanya
karbondioksida dalam jumlah yang banyak di atmosfer
dan memanaskan permukaan planet. Suhu dipermukaan
Venus dapat mencapai 384 derajat . Permukaan Venus
terdiri dari 20% daratan rendah, 70% daratan tinggi dan
Figure 5 Salah satu permukaan Venus
10% pegunungan. Ada 2 pegunungan yang berada di
http://apod.nasa.gov/apod/ap130623.htm Venus yaitu disekitar ekuator yang bernama Aphrodite
l Terra dan yang berada di lintang +70o bernama Isthar
Terra. Didaerah Isthar Terra terdapat gunung tertinggi
di Venus yaitu Maxwell. Aktivitas vulkanik di planet Venus mempengaruhi permukaan Venus. 80%
permukaan Venus dibentuk oleh lava beku dan 90% merupakan lava basalt.
Ada hipotesis yang mengatakan bahwa lapisan litosfer yang berada di bawah kerak tidak mampu
menahan kenaikan suhu yang berasal dari pembangkitan radioaktivitas di lapisan magma di bawah
permukaan litosfer. Hal ini menyebabkan litosfer menjadi retak dan tenggelam ke dalam magma.
Hal itu terjadi di daerah yang tidak terdapat perbukitan. Magma yang keluar ke permukaan berfungsi
untuk meremajakan permukaan dan membentuk perbukitan.
Arah rotasi Venus berbeda dengan planet di tata surya pada umumnya yaitu bergerak timur ke arah
barat (retrograde). Menurut teori, hal ini di sebabkan oleh adanya tumbukan dengan satelit alami
dari Venus. Dahulu di duga Venus memiliki satelit alami yang mengorbit Venus. Akibat gaya
pasang surut dengan planet, satelit tersebut menabrak Venus dan mengakibatkan arah rotasi Venus
berubah.
C. Mars
Diameter : 6779 km
Massa : 6,4169 x 1023 kg
Kerapatan : 3,389 gr/cm3
Tekanan Atmosfer : 0,003 – 0,014 bar
Albedo : 0,16
Sumbu semi mayor : 1,524 au
Eksentrisitas : 0,0934
Periode Orbit : 686,67 hari Periode rotasi : 24 jam 37
min 4,1 s
Mars merupakan planet keempat dari Matahari sekaligus
planet kebumian terakhir dalam urutan di tata surya. Jarak
rata-rata Mars dengan Matahari 1,52 au. Apabila diamati di
Figure 6 Mars
langit malam, Mars terlihat seperti sebuah titik tidak
berkedip berwarna merah. Warna merah berasal dari Sumber:
permukaan Mars karena permukaan mars mengandung http://apod.nasa.gov/apod/ap010718.h
rigolit limonit yang mengandung silikat besi.
tml
Inklinasi orbit Mars hampir sama dengan orbit Bumi yaitu
25o. hal ini menyebabkan Mars memiliki musim yang
hampir sama dengan musim yang terjadi di Bumi. Namun akibat orbit Mars yang lebih lonjong dari
Bumi, Mars menerima intensitas cahaya Matahari yang berbeda-beda dan panjang masing-masing
musim berbeda.
Komposisi atmosfer mars adalah 95% karbondioksida, 2% nitrogen, dan 0.1-0.4 % (). Atmosfer
mars sangat kering. Tekanan atmosfer mars sangat rendah yaitu sekitar 5-8 mbar yang menyebabkan
di mars tidak terdapat air dalam bentuk yang cair. Tekanan yang rendah ini juga menyebabkan Mars
tidak mempunyai atmosfer yang tebal. Akibat atmosfer yang tipis, suhu yang terdingin yang dicapai
oleh planet Mars adalah 140 derajat. Atmosfer Mars juga tersusun dari metana dalam jumlah ….
Hal ini mungkin disebabkan oleh proses geokimia yang terdapat di Mars atau bacteria.
Atmosfer mars yang tipis disebabkan oleh ketidakberadaan medan magnet yang ada di mars
sehingga air surya langsung berinteraksi dengan ionosfer sehingga
menyebabkan kepadatan atmosfer menurun akibat dari hilangnya
atom-atom bagian luar. Walaupun atmosfer mars memiliki
kandungan karbondioksida yang banyak, namun efek rumah kaca
yang terjadi di Mars lebih kecil daripada yang terjadi di Bumi. Hal
ini disebabkan karena karbondioksida yang ada di atmosfer
digunakan dalam pembentukan batu karbonat.
Karena tidak adanya aktivitas tektonik di mars, karbondioksida tidak
dapat kembali ke atmosfer seperti yang terjadi di bumi. Permukaan
Mars sangat beragam. Di belahan Mars bagian selatan terdapat
kawah-kawah sedangkan di bagian utara terdapat cekungan lava dan
gunung berapi. Hal tersebut menunjukan bahwa permukaan Mars
bagian utara lebih muda dari permukaan Mars bagian selatan.
Gunung berapi terbesar yang ada di Mars adalah Olympus yang
mempunyai tinggi 20 km dan diameter 600 km. Saat ini, aktivitas
vulkanik tidak ada di mars. Mars Express menunjukkan bahwa Mars
pada masa yang lampau memiliki air dengan bukti adanya bekas
aliran sungai dan daratan basah. Hal ini mendukung pernyataan bahwa mars dahulu berpotensi
memiliki kehidupan.
Di kutub Mars terdapat es yang mengandung air dan karbon dioksida yang dalam litertur disebut
The Polar Caps. Di belahan utara, es selalu ada di setiap musim dan berada hingga lingtang +70
sedangkan di bagian selatan es hanya ada di musim dingin dan akan mencair dimusim Figure 7 Permukaan
Mars panas dan berada hingga lintang -60. Es dibelahan selatan lebih banyak mengandung karbon
dioksida dan memiliki temperature Sumber: hingga -73 derajat.
http://apod.nasa.gov/apod/ap0
60515.html Mars memiliki inti yang padat yang memiliki radius 1700 km, mantel yang lebih
padat dari bumi dan kerak yang tipis. Kerak
di belahan Mars selatan lebih tebal dibandingkan dengan kerak di Mars utara dengan 80 km di
sebelah selatan dan 35 km di utara.
Tidak ada medan magnet di Mars ini disebabkan oleh bagian interior Mars yang padat. Untuk kasus
di Bumi, medan magnet yang terbentuk disebabkan oleh gerak batuan cair yang terdapat di bagian
interior planet. Jika mars pernah memiliki medan magnet, berarti inti mars pernah dalam fasa cair.
Mars mempunyai 2 satelit yaitu phobos dan deimos. Phobos mengelilingi Mars dengan periode 7
jam 39 menit, berarti dari 1 sol (definisi satu hari di Mars) Phobos mengelilingi Mars dua kali. Jika
di amati di

Mars, Phobos akan terbit di sebelah barat dan terbenam di sebelah timur. Dimensi dari Phobos
adalah 27 km x 21 kmx 19 km. beda dengan Phobos, orbit Deimos lebih umum. Deimos terbit di
timur dan tenggelam di barat dengan dimensi 15 km x 12 km x 11 km. Dari hasil pengamatan
polarimetrik dan photometric menunjukan bahwa phobos dan deimos tersusun dari material yang
menyerupai carbonaceous chondrite meteorites.

D. Jupiter
Diameter : 142.984 km
Massa : 1,8981 x 1027 kg
Kerapatan : 1,326 gr/cm3
Albedo : 0,73
Sumbu semi mayor : 5,203 au
Eksentrisitas : 0,0488
Periode Orbit : 11,86 tahun
Periode rotasi : 9 jam 55 min 29,7 s
Inklinasi : 3,1o
Satelit : 63

Jupiter merupakan planet terbesar di tata surya. Dalam


urutan planet yang mengelilingi matahari, Jupiter
merupakan planet kelima dengan jarak 5,2 au dari
Figure 9 Jupiter
matahari. Dalam evolusi bintang, Jupiter sering disebut
katai coklat. Katai coklat dapat dikatakan sebuah bintang http://apod.nasa.gov/apod/ap140517.h
yang gagal karena massanya kurang dari 0,08 massa tml
matahari.
Lapisan atmosfer atas tersusun
dari gas Hidrogen, Helium,
amoniak, methana, ada uap air
yang memiliki ketebalan 1000
km. Di bawah lapisan tersebut,
tekanan sangat besar dan
temperaturnya sangat panas.
Hal ini menyebabkan atom-
atom H dn He tidak lagi
Figure 8 Deimos Figure 4 Phobos

http://apod.nasa.gov/apod/ap1210 http://apod.nasa.gov/apod/
28.html ap121028.html
bersifat gas, namun cairan yang super kritis yang artinya bersifat seperti gas dan cairan sekaligus.
Zona tersebut berada pada kedalaman 20.000 sampai 30.000 km. Di bagian bawah lapisan zona
kritis, tekanan mencapai 3 juta kali tekanan Bumi. Hal ini menyebabkn atom-atom bertumbukan
dan menyebabkan atom H terionisasi. Banyaknya atom H yang terionisasi menyebabkan adanya
medan magnet seperti pada logam cair. Zona Hidrogen cair yang bersifat logam tersebut berada
pada kedalaman 30.000-40.000 km.
Jupiter memiliki lapisan awan yang dibagi menjadi dua yaitu zona dan sabuk. Pada bagian sabuk
berwarna merah atau coklat dengan pergerakan gas di dalamnya ke bawah. Pada bagian zona
warnanya lebih cerah dan mempunyai temperature lebih rendah dibandingkan dengan daerah sabuk
serta pergerakannya ke atas. Angin yang berhembus di bagian atas atmosfer lebih rendah
kecepatannya dibandingkan dengan kecepatan angin di bawah atmosfer. Hal ini membuktikan
bahwa adanya panas yang lebih besar yang dihasilkan didalam interior planet dibandingkan dengan
panas yang diterima oleh planet.
Jupiter menunjukan alur-alur pita horizontal yang berasal dari awan-awan yang digerakan oleh
angin yang sangat kuat. Diperbatasan pita-pita tersebut bertiup angin dengan arah yang berlawanan.
Angin yang kuat berada pada lintang 11o yang menggerakkan sistem-sistem awan ke arah timur
setiap 24 jam. Pada lintang yang lebih tinggi, awan bergerak kearah barat dan timur sesuai dengan
struktur pita. Di lintang rendah, kecepatan angin 600 km/jam sedangkan dilintang tinggi menurun
hingga 10 km/jam.
Kerapatan Jupiter lebih kecil dari kerapatan di Bumi yaitu 1,33 g/cm3. Hal ini menyatakan bahwa
planet tersusun atas unsur-unsur yang ringan seperti Hidrogen dan Helium. Sebuah pesawat NASA,
Galileo menginformasikan bahwa perbandingan unsure H dan He sama dengan perbandingan yang
ada di Matahari. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa awan pembentuk matahari sama dengan
awan pembentuk Jupiter.
Inti Jupiter terbentuk dari mineral seperti pada inti komet. Inti Jupiter kurang dari 5% dari massa
planet. Inti tersebut dikeliling oleh lapisan hidrogen logam cair yang memiliki temperature 10000K
dan tekanan 3 juta atm. Dengan temperatur dan tekanan yang tinggi, Hidrogen menjadi terpisah
menjadi atom tunggal. Sedangkan di permukaan planet, tekanan dan temperaturnya lebih rendah
dari inti sehinggal hidrogen dalam bentuk molekul.
Badai yang berada di Jupiter disebabkan Karena adanya aliran gelembung panas yang mengalir dari
dalam ke permukaan planet. Gelembung-gelembung
tersebut membuat pusaran akibat arah angin yang
berlawanan. Karena tidak menjumpai massa daratan dan
tidak bisa bergerak ke utara dan selatan, badai tersebut
menelan badai-badai kecil. Badai yang terkenal di
Jupiter adalah badai Bintik Merah besar yang telah
berlangsung berabad-abad. Badai tersebut pertama kali
diketahui pada tahun 1664 oleh fisikawan Robert Hooke
dan sekarang telah dilaporkan hilang oleh seorang
amatir astronom pada tahun 2010. Warna merah bintik
Figure 10 Badai Bintik Besar Jupiter
berasal dari sulfur atau fosfor yang menyerap sinar
Sumber: ultraviolet, ungu dan biru. Badai bintik merah besar
http://apod.nasa.gov/apod/ap080523.h mempunyai lebar 14.000 km dan panjang 30.000-
tml 40.000 km. Badai bintik merah besar disebabkan oleh
perbedaan tekanan yang drastis disekitarnya. Secara
teori ia tidak dapat hilang karena tidak ada daerah padat
yang memecah badai tersebut.
Satelit-satelit Jupiter dibagi menjadi kelompok besar yaitu satelit regular yang berada di dalam orbit
satelit Galilean, satelit Galilean dan satelit irregular yang berada di luar orbit satelit Galilean. Orbit
dari kelompok regular memiliki inkilinasi tidak lebih dari 1 derajat terhadap ekuator Jupiter,
sedangkan kelompok irregular memiliki orbit yang sangat eksentrik dan bergerak retrograde.
Terdapat 4 satelit Galilean yaitu Io, Europa, Ganymede, dan Callisto. Akibat gaya pasang surut,
orbit Io, Europa dan Ganymede terikat pada resonansi sehingga bujur λ memenuhi persamaan:
λIo -3 λEuropa+ 2 λGanymede =180o
Io merupakan satelit Galilean yang paling dalam. Permukaan Io mempunyai calderal dan aktivitas
vulkanik yang aktif walaupun tidak ada gunung. Permukaan Io diperbaharui melalui erupsi yang
terjadi di Planet tersebut. Europa merupakan satelit Galilean terkecil, ukuran lebih kecil sedikit jika
dibandingkan dengan Bulan. Permukaannya ditutupi oleh es dan mempunyai albedo geometric
sebesar 0,6. Permukaan Europa diperbaharui oleh air yang berasal dari samudra yang berada
didalam tubuh Europa. Europa memiliki inti silikat yang padat. Ganymede merupakan satelit
Galilean terbesar dengan diameter 5300 km. 50% permukaan Ganymede adalah air atau es
sedangkan sisanya merupakan batuan silikat. Ganymede mempunyai inti besi atau besi sulfur yang
dikelilingi oleh mantel berupa batuan silikat. Ganymede mempunyai medan magnet yang kecil dan
merupakan satu-satu satelit yang memiliki medan magnet sendiri. Callisto adalah satelit Galilean
terluar. Callisto merupakan satelit yang gelap dengan albedo geometric sebesar 0,2. 40% dari
Callisto merupakan es dan sisanya merupakan batuan atau besi.
Adanya interaksi antara planet Jupiter dan satelit-satelitnya yaitu medan magnet Jupiter menangkap
gas-gas semburan vulkanik satelit Io dan mengionisasikannya, serta melontarkannya ke ruang
angkasa dan meninggalkan sistem Jupiter.
Jupiter juga memiliki sistem cincin di dalamnya, namun cincin tersebut tidak tampak bila diamati
melalui teleskop. Cincin tersebut ditemukan oleh pesawat Voyager pada tahun 1979. Cincin Jupiter
memiliki 3 bagian utama yaitu cincin halo, cincin utama dan cincin gossamer. Cincin halo terletak
pada jarak 92.000 – 122.500 km dari pusat Jupiter. Cincin Halo tersusun dari debu dan awan tebal.
Cincin halo mengalami peningkatan inklinasi akibat interaksi dengan bidang magnet Planet Jupiter.
Cincin utama terletak pada diluar orbit cincin halo dengan jarak 128.940 dari pusat planet dengan
ketebalan 30 km. Cincin utama mengorbit pada orbit satelit Adrastea. Cincin Gossamer dibagi
menjadi dua cincin yaitu cincin yaitu Cincin Amalthea dan Cincin Thebe yang dibatasi oleh orbit
satelit Amalthea. Cincin Amalthea merupakan bagian dalam dan cincin Thebe merupakan bagian
luar.

E. Saturnus
Diameter : 120.536 km
Massa : 5,683 x 1026 kg
Kerapatan : 0,687 gr/cm3
Albedo : 0,342
Sumbu semi mayor : 9,539 au
Eksentrisitas : 0,0558
Periode Orbit : 29,447 tahun
Periode rotasi : 10 jam 39,4 min
Inklinasi : 27o
Satelit : 56

Saturnus merupakan planet keenam di sistem tata


surya dengan jarak …. au. Saturnus terkenal karena Figure 11 saturnus
memiliki cincin yang indah dan dapat diamati dengan
Sumber:
teleskop. Sama seperti Jupiter, Saturnus tersusun atas
gas-gas. http://apod.nasa.gov/apod/ap140921.html
Komposisi atmosfer saturnus adalah 88% Hidrogen,
11% Helium, dan methana, amoniak, Kristal amoniak, dan gas-gas seperti ethane, acetylene, dan
phosphin dalam jumlah yang kecil. Saturnus tersusun atas gas dan gas cair. Atmosfernya tersusun
dari awan Hidrogen dan Helium. Dibawah awan tersebut terdapat awan hidrogen cair dan lebih
bawah lagi terdapat hidrogen dalam wujud besi cair.
Atmosfer di belahan kutub Utara membentuk pola heksagonal yang permanen. Sisi-sisinya dibentuk
oleh pita awan yang panjangnya 13.800 km dan berputar sesuai dengan arah rotasi Saturnus. Ada
sisi yang terbentuk dari awan yang bergerak mundur lalu ada awan yang baru yang
menggantikannya, diperkiraankan hal ini disebabkan oleh sesuatu yang berhubungan dengan inti
bagian dalam.
Inti Saturnus merupakan inti batuan yang sangat panas dengan temperatur sekitar 15.000 derajat.
Saturnus mencari keseimbangan gravitasi melalui pengkerutan. Dari pengkerutan ini menimbulkan
panas yang besar 3 kali panas yang diterima dari matahari. Keadaan ini membangkitkan pusaran-
pusaran badai di atmosfer bagian atas. Radiasi termal yang dipancarkan oleh saturnus 2,8 kali lebih
besar dibandingkan dengan panas yang diterima dari matahari. Hal ini disebabkan oleh deferensiasi
helium yang melepas energy potensial sebagai termal.Saturnus mengalirkan panas dari dalam keluar
dengan cara konveksi.
Hampir sama dengan Jupiter, kerapatan Saturnus sangat rendah yaitu hanya 1/8 kerapatan Bumi.
Hal ini disebabkan kerana planet tersusun dari Hidrogen. Tekanan planet dari luar ke dalam juga
makin besar, hal ini menyebabkan hidrogen mengembun menjadi cairan. Semakin dekat ke pusat,
hidrogen bersifat logam cair dan menimbulkan menghantarkan listrik dan magnet.
Cincin saturnus terbuat dari es dengan ukuran yang
bervariasi dengan lebar 60.000 km dan tebal 100 m.
Cincin Saturnus mengandung molekul oksigen
yang merupakan hasil dari disintergrasi es. Ada
beberapa hipotesis tentang pembentukan cincin
saturnus yang salah satunya merupakan pecahan
dari satelit alami Saturnus yang jaraknya sangat
dekat dengan planet dan mengalami gaya pasang
surut dengan planet. Cincin saturnus dari arah
dalam ke luar: cincin D, C, B, A, F, G, dan E.
berjumlah 100.000 buah yang mengorbit planet.
(cari tahu penamaan cincin Jupiter). Saturnus
terlihat bersinar kuning. Melalui pengamatan
Figure 12 Cincin Saturnus melalui teleskop, tampat cincin A dan B. dalam
kondisi cuaca optimum dapat terlihat D dan E.
http://apod.nasa.gov/apod/ap121231.html
Cincin D merupakan cincin terdalam dan
dikelilingi oleh cincin C. Cincin mempuntai lebar 17.000 km dan tersusun dari material yang sangat
tipis. Cincin B berada setelah cincin B yang mempunya lebar 26.000 km. Cincin B dibagi menjadi
bagian-bagian yang sangat tipis dan hanya dapat dilihat oleh pesawat ruang angkasa yang sedang
meneliti Planet Saturnus. Setelah Cincin B terdapat cincin A. diantara cincin A dan Cincin B
terdapat suatu gap yang disebut Divisi Cassini yang mempunyai lebar 3000 km serta mengandung
beberapa material dan bagian-bagian yang tipis seperti pada cincin B. Cincin A hanya hanya
terdapat satu bagian tipis dan sebuah gap yaitu Divisi Enckle. Cincin F terdapat di jarak 3000 km
setelah cincin A dan mempunyai lebar hanya beberapa ratus kilometer. Setelah cincin F terdapat
cincin G dan E yang mempunyai material yang sangat jarang.
Saturnus memiliki 56 satelit alami yang sebagian besar tersusun dari es. Satelit alami paling besar
yang dimiliki Saturnus adalah Titan. Titan memiliki diameter 5150 km dan memiliki atmosfer yang
tebal yang mengandung 98,4% nitrogen dan metana. Tekanan dipermukaan Titan sebesar 1,5-2 bar
dan temperaturnya 90 K.
F. Uranus
Diameter : 50.713 km
Massa : 8,674 x 1025 kg
Kerapatan : 1,270 gr/cm3
Albedo : 0,3
Sumbu semi mayor : 19,19 au
Eksentrisitas : 0,0447
Periode Orbit : 84 tahun Periode rotasi : 17, 3 jam
o

Uranus merupakan planet ketujuh di tata surya dengan jarak


19,19 au dari matahari. Jika melihat melalui teleskop, kita akan
melihat Uranus memiliki warna biru karena Uranus tersusun Figure 13 Uranus
dari metana yang menghamburkan warna biru. Uranus
merupakan planet yang memiliki keunikan pada sumbu Sumber:
orbitnya. Sumbu rotasi Uranus miring 980 dari ekliptika. Jadi http://apod.nasa.gov/apod/ap041118.ht
ketika Uranus mengelilingi matahari, Uranus seperti bola yang ml
menggelinding. Akibat dari sumbu rotasi planet yang ekstrim,
selama 42 tahun, salah satu kutub selalu mengarah ke matahari. Walaupun begitu tidak terjadi
perbedaan suhu yang besar diantara kedua kutub karena panas mudah dirambatkan ke seluruh
bagian planet.
Kompisisi Hidrogen dan Helium di planet Uranus sangat sedikit dibandingkan dengan Jupiter dan
Saturnus. Justru Uranus lebih banyak menangkap molekul air saat pembentukkannya yang
menyebabkan Uranus lebih kompak. Air di planet Uranus bercampur dengan silikat, magnesium,
senyawa nitrogen, dan hidrokarbon. Suhunya sangat panas yaitu sekitar 6.650 derajat. Anehnya
pada suhu yang tinggi, air masih dalam bentuk cair. Hal ini disebabkan karena Uranus memiliki
tekanan 5 juta kali lebih kuat dari di Bumi.
Inti Uranus terdiri dari batuan yang yang ukurannya lebih kecil dari ukuran inti Bumi.
Temperaturnya 6650 derajat oleh tekanan yang besar dari air pada inti batuan. Inti juga dikelilingi
oleh mantel yang tersusun dari Hidrogen dan Helium.

Angin sekitar ekuator Uranus bergerak sesuai dengan rotasi planet, namun di lintang tinggi arah
angin berlawanan dengan arah di sekitar ekuator. Hal ini menyebabkan adanya pola pitapita lajur
yang sejajar ekuator.
Aliran konveksi di dalam lautan elektron yang menyebabkan timbulnya medan magnet pada
Uranus. Medan magnet Uranus berada 60 derajat terhadap sumbu rotasi.
Ada 13 cincin yang terdapat di Uranus, 9 diantaranya ditemukan saat terjadinya okultasi. Cincin
paling dalam merupakan cincin yang paling tebal dan menyebar, tidak seperti cincin yang lain yang
sangat tipis dan mempunyai lebar hanya beberapa kilometer. Cincin tersusun dari partikel debu yang
sangat tipis dan berwarna gelap.
Terdapat 27 satelit alami di Uranus. Salah satu satelit tersebut bernama Miranda. Miranda
merupakan salah satu satelit yang menunjukkan keanehan pada permukaannya. Hal ini menyatakan
bahwa telah terjadi tumbukkan pada masa lalu Miranda.
G. Neptunus
Diameter : 49.821 km
Massa : 1,023 x 1026 kg
Kerapatan : 3,91 gr/cm3
Albedo : 0,29
Sumbu semi mayor : 30,06 au
Eksentrisitas : 165 tahun
Periode Orbit : 165 tahun
Periode rotasi : 16 jam 7 menit
Inklinasi : 29o
Satelit : 13

Neptunus merupakan Planet terakhir di sistem tata surya


kita yang mempunyai warna hijau. Sama seperti Uranus, Figure 14 Neptunus
warna di sebabkan oleh metana yang terdapat pada planet
Sumber:
Neptunus. Metana menghamburkan warna biru atau hujau
dan menyerap warna merah dan oranye. Saat Pluto masih http://apod.nasa.gov/apod/ap980221
diklasifikasikan dengan sebagai planet, orbit Neptunus .html
sering diganggu oleh Pluto. Selama 20 tahun Pluto
memasuki orbit Neptunus sehingga Neptunus menjadi planet kesembilan dalam sistem tata surya
kita.
Neptunus memiliki atmosfer yang tebal dengan komposisi gas H, He serta 3% metana dan amoniak.
Atmosfer Neptunus sangat aktif. Angin bertiup dengan kecepatan 2000 km/jam searah dengan
lintang planet. Semakin ke lintang tinggi dan ke kutub semakin kuat. Badai besar di timbulkan oleh
panas yang berasal dari dalam planet dan menambah kecepatan angin.
Pusat neptunus berisi inti batuan sebesar Bumi yang terdiri dari silicon dan besi. Inti dikeliling oleh
air yang bercampur dengan batuan dan metana cair yang membentang 5000 km ke arah permukaan
. Inti neptunus memiliki diameter 16000 km.
Pada awal pembentukan planet, komet yang berasal dari tepian tata surya membawa air beku dan
batuan. Air yang beku mencair dan memanas hingga temperature 4700 derajat. Air tetap dalam fasa
cair karena tekanan di planet yang tinggi di bandingkan
di Bumi.
Seperti pada Jupiter, Neptunus memiliki badai yang
serupa dengan dengan Badai Bintik Merah Besar yaitu
Badai Bintik Gelap Besar. Tidak seperti di Jupiter, badai
di neptunus tidak berada pada satu titik saja. Badai Bintik
Gelap Besar berada disekitar 200 lintang selatan dan
berputar berlawanan arah jarum jam. Sama seperti Planet
Yovian lainnya, Neptunus juga memiliki
cincin, dengan 2 cincin yang sangat terang dengan jarak
53.000 km dan 62.000 km dari pusat planet. Namun
Figure 15 Badai Bintik gelap kedua cincin ini sangat tipis.
http://apod.nasa.gov/apod/ap01082 Terdapat 13 satelit alam di Neptunus. Salah satu satelit
terbesarnya adalah Triton dengan diameter 2700 km.
1.html
Triton memiliki atmosfer yang tipis dan mengandung
nitrogen. Triton juga dapat merefleksikan 60-80%
cahaya yang diterimanya. Terdapat pula beberapa geyser aktif yang mengandung nitrogen, hal ini
dapat menjelaskan bahwa Triton memiliki albedo yang tinggi. Suhu permukaannya hanya 37 K, ini
berarti menandakan bahwa adanya nitrogen dalam bentuk padat yang melapisi permukaan satelit.
Triton diketahui memiliki temperature paling rendah yang ada di tata surya. Di kutub Triton juga
memiliki polar cap yang mengandung nitrogen dan metana.