Anda di halaman 1dari 27

TELINGA Telinga merupakan organ untuk pendengaran dan keseimbangan, yang terdiri dari telinga luar, telinga tengah

dan telinga dalam. Telinga luar menangkap gelombang suara yang dirubah menjadi energi mekanis oleh telinga tengah. Telinga tengah merubah energi mekanis menjadi gelombang saraf, yang kemudian dihantarkan ke otak. Telinga dalam juga membantu menjaga keseimbangan tubuh. Telinga Luar Telinga luar terdiri dari daun telinga (pinna atau aurikel) dan saluran telinga (meatus auditorius eksternus). Telinga luar merupakan tulang rawan (kartilago) yang dilapisi oleh kulit, daun telinga kaku tetapi juga lentur. Suara yang ditangkap oleh daun telinga mengalir melalui saluran telinga ke gendang telinga. Gendang telinga adalah selaput tipis yang dilapisi oleh kulit, yang memisahkan telinga tengah dengan telinga luar. Telinga Tengah Teling tengah terdiri dari gendang telinga (membran timpani) dan sebuah ruang kecil berisi udara yang memiliki 3 tulang kecil yang menghubungkan gendang telinga dengan telinga dalam. Ketiga tulang tersebut adalah:

Maleus (bentuknya seperti palu, melekat pada gendang telinga) Inkus (menghugungkan maleus dan stapes) Stapes (melekat pda jendela oval di pintu masuk ke telinga dalam). Getaran dari gendang telinga diperkuat secara mekanik oleh tulang-tulang tersebut dan dihantarkan ke jendela oval. Telinga tengah juga memiliki 2 otot yang kecil-kecil:

Otot tensor timpani (melekat pada maleus dan menjaga agar gendang telinga tetap menempel) Otot stapedius (melekat pada stapes dan menstabilkan hubungan antara stapedius dengan jendela oval.

Jika telinga menerima suara yang keras, maka otot stapedius akan berkontraksi sehingga rangkaian tulang-tulang semakin kaku dan hanya sedikit suara yang dihantarkan. Respon ini disebut refleks akustik, yang membantu melindungi telinga dalam yang rapuh dari kerusakan karena suara.

Tuba eustakius adalah saluran kecil yang menghubungkan teling tengah dengan hidung bagian belakang, yang memungkinkan masuknya udara luar ke dalam telinga tengah. Tuba eustakius membuka ketika kita menelan, sehingga membantu menjaga tekanan udara yang sama pada kedua sisi gendang telinga, yang penting untuk fungsi pendengaran yang normal dan kenyamanan. Telinga Dalam Telinga dalam (labirin) adalah suatu struktur yang kompleks, yang terjdiri dari 2 bagian utama:

Koklea (organ pendengaran) Kanalis semisirkuler (organ keseimbangan).

Koklea merupakan saluran berrongga yang berbentuk seperti rumah siput, terdiri dari cairan kental dan organ Corti, yang mengandung ribuan sel-sel kecil (sel rambut) yang memiliki rambut yang mengarah ke dalam cairan tersebut. Getaran suara yang dihantarkan dari tulang pendengaran di telinga tengah ke jendela oval di telinga dalam menyebabkan bergetarnya cairan dan sel rambut. Sel rambut yang berbeda memberikan respon terhadap frekuensi suara yang berbeda dan merubahnya menjadi gelombang saraf. Gelombang saraf ini lalu berjalan di sepanjang serat-serat saraf pendengaran yang akan membawanya ke otak. Walaupun ada perlindungan dari refleks akustik, tetapi suara yang gaduh bisa menyebabkan kerusakan pada sel rambut. Jika sel rambut rusak, dia tidak akan tumbuh kembali. Jika telinga terus menerus menerima suara keras maka bisa terjadi kerusakan sel rambut yang progresif dan berkurangnya pendengaran. Kanalis semisirkuler merupakan 3 saluran yang berisi cairan, yang berfungsi membantu menjaga keseimbangan. Setiap gerakan kepala menyebabkan ciaran di dalam saluran bergerak. Gerakan cairan di salah satu saluran bisa lebih besar dari gerakan cairan di saluran lainnya; hal ini tergantung kepada arah pergerakan kepala. Saluran ini juga mengandung sel rambut yang memberikan respon terhadap gerakan cairan. Sel rambut ini memprakarsai gelombang saraf yang menyampaikan pesan ke otak, ke arah mana kepala bergerak, sehingga keseimbangan bisa dipertahankan.

Jika terjadi infeksi pada kanalis semisirkuler, (seperti yang terjadi pada infeksi telinga tengah atau flu) maka bisa timbul vertigo (perasaan berputar).

Fisiologi telinga :
pinna : suatu pengumpul suara, sementara liang telinga krn bentuk dan dimensinya, dpt sangat memperbesar suara dlm rentang 2 4 kHz. Telinga tengah : suatu alat penghilang hambatan antara udara ( lingk.kita) dan cairan ( telinga dalam) Stapes : menghantarkan getaran suara lewat liang telinga dan telinga tengah ke telinga dalam Daun telinga : menampung gelombang suara yg datang Liang telinga : meneruskan suara dari daun telinga ke membran timpani Membran timpani : menggetarkan tulang pendengaran Rongga telinga : menjaga antara tekanan udara dlm dan luar agar seimbang Maleus, inkus : meneruskan getaran suara ke tingkap jorong Tuba eustachii : saluran yg menghub antara rongga telinga dg naso faring Pengatur agar tekanan didalam rongga telinga sama dg tekanan diluar Sbg ventilasi agar selaput lendir dirongga telinga mendapat cukup oksigen / airasi. cochlea : menerima rangsang dari skala vestibuli dan skala timpani untuk dianalisa dan dibawa ke otak - vestibulum dan kanal semi sirkularis : berguna sbg alat keseimbangan (ILMU PENYAKIT THT, FK UNDIP) -

TELINGA telinga merupakan organ untuk pendengaran dan keseimbangan, yang terdiri dari telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam. Telinga luar menangkap gelombang suara yang dirubah menjadi energi mekanis oleh telinga tengah. Telinga tengah merubah energi mekanis menjadi gelombang saraf, yang kemudian dihantarkan ke otak. Telinga dalam juga membantu menjaga keseimbangan tubuh.

Telinga luar Suara yang ditangkap oleh daun telinga mengalir melalui saluran telinga ke gendang telinga. Gendang telinga adalah selaput tipis yang dilapisi oleh kulit, yang memisahkan telinga tengah dengan telinga luar. Telinga tengah telinga tengah terdiri dari gendang telinga (membran timpani) dan sebuah ruang kecil berisi udara yang memiliki 3 tulang kecil yang menghubungkan gendang telinga dengan telinga dalam. ketiga tulang tersebut adalah: maleus (bentuknya seperti palu, melekat pada gendang telinga) inkus (menghugungkan maleus dan stapes) stapes (melekat pda jendela oval di pintu masuk ke telinga dalam).

getaran dari gendang telinga diperkuat secara mekanik oleh tulang-tulang tersebut dan dihantarkan ke jendela oval. telinga tengah juga memiliki 2 otot yang kecil-kecil: otot tensor timpani (melekat pada maleus dan menjaga agar gendang telinga tetap menempel) otot stapedius (melekat pada stapes dan menstabilkan hubungan antara stapedius dengan jendela oval.

jika telinga menerima suara yang keras, maka otot stapedius akan berkontraksi sehingga rangkaian tulang-tulang semakin kaku dan hanya sedikit suara yang dihantarkan. Respon ini disebut refleks akustik, yang membantu melindungi telinga dalam yang rapuh dari kerusakan karena suara. Tuba eustakius adalah saluran kecil yang menghubungkan teling tengah dengan hidung bagian belakang, yang memungkinkan masuknya udara luar ke dalam telinga tengah. Tuba eustakius membuka ketika kita menelan, sehingga membantu menjaga tekanan udara yang sama pada kedua sisi gendang telinga, yang penting untuk fungsi pendengaran yang normal dan kenyamanan.

Telinga dalam telinga dalam (labirin) adalah suatu struktur yang kompleks, yang terjdiri dari 2 bagian utama:
a. koklea (organ pendengaran) b. kanalis semisirkuler (organ keseimbangan).

koklea merupakan saluran berrongga yang berbentuk seperti rumah siput, terdiri dari cairan kental dan organ corti, yang mengandung ribuan sel-sel kecil (sel rambut) yang memiliki rambut yang mengarah ke dalam cairan tersebut. getaran suara yang dihantarkan dari tulang pendengaran di telinga tengah ke jendela oval di telinga dalam menyebabkan bergetarnya cairan dan sel rambut. sel rambut yang berbeda memberikan respon terhadap frekuensi suara yang berbeda dan merubahnya menjadi gelombang saraf. gelombang saraf ini lalu berjalan di sepanjang serat-serat saraf pendengaran yang akan membawanya ke otak.

walaupun ada perlindungan dari refleks akustik, tetapi suara yang gaduh bisa menyebabkan kerusakan pada sel rambut. jika sel rambut rusak, dia tidak akan tumbuh kembali. jika telinga terus menerus menerima suara keras maka bisa terjadi kerusakan sel rambut yang progresif dan berkurangnya pendengaran. kanalis semisirkuler merupakan 3 saluran yang berisi cairan, yang berfungsi membantu menjaga keseimbangan. setiap gerakan kepala menyebabkan ciaran di dalam saluran bergerak. gerakan cairan di salah satu saluran bisa lebih besar dari gerakan cairan di saluran lainnya; hal ini tergantung kepada arah pergerakan kepala. saluran ini juga mengandung sel rambut yang memberikan respon terhadap gerakan cairan. sel rambut ini memprakarsai gelombang saraf yang menyampaikan pesan ke otak, ke arah mana kepala bergerak, sehingga keseimbangan bisa dipertahankan. jika terjadi infeksi pada kanalis semisirkuler, (seperti yang terjadi pada infeksi telinga tengah atau flu) maka bisa timbul vertigo (perasaan berputar). http://www.medicastore.com/cybermed/detail_pyk.php?idktg=15&iddtl=998 Proses mendengar diawali dengan ditangkapnya energi bunyi oleh daun teluingga dalam bentuk gelombang yang dialirkan melalui udara atau tulang ke koklea. Getaran tersebut menggetarkan membran timpani, diteruskan ke telinga tengah melalui rangkaian tulang pendengaran yang akan mengamplifikasikan getaran melalui daya ungkit tulang pendengaran dan perkalian perbandingan luas membran timpani dan tingkap lonjong. Energi getar yang telah diamplifikasikan ini akan diteruskan ke stapes yang yang menggerakkan tingkap lonjong, sehingga perilimfa pada skala vestibuli bergerak. Getaran diteruskan melalui membran Reissner yang mendorong endolimfa, sehingga akan menimbuklkan gerak relatif antara membran basalis dan membran tektoria. Proses ini merupakan rangsang mekanik yang menyebabkan terjadinya defleksi stereosilia sel-sel rambut, sehingga kanal ion terbuka dan terjadi pelepasan ion bermuatan listrik dari badan sel. Keadaan ini menimbulkan proses depolarisasi sel rambut, sehingga

melepaskan neurotransmiter ke dalam sinapsis yang akan menimbulkan potensial potensial aksi pada saraf auditorius, lalu dilanjutkan ke nukleus auditorius sampai ke korteks pendengaran di lobus temporalis. (Buku Ajar Ilmu Kesehatan THT, FKUI)

1. Telinga kanan kurang dengar sejak 3 bulan yang lalu, satu minggu dirasa berat a) Kenapa hanya telinga kanan yang kurang dengar ?

b) Apa penyebabnya telinga kanan kurang dengar ?

Berkurangnya Pendengaran adalah penurunan fungsi pendengaran pada salah satu ataupun kedua telinga. Tuli adalah penurunan fungsi pendengaran yang sangat berat. PENYEBAB Penurunan fungsi pendengaran bisa disebabkan oleh: 1. Suatu masalah mekanis di dalam saluran telinga atau di dalam telinga tengah yang menghalangi penghantaran suara (penurunan fungsi pendengaran konduktif) 2. Kerusakan pada telinga dalam, saraf pendengaran atau jalur saraf pendengaran di otak (penurunan fungsi pendengaran sensorineural). Penurunan fungsi pendengaran sensorineural dikelompokkan lagi menjadi: - Penurunan fungsi pendengaran sensorik (jika kelainannya terletak pada telinga dalam) - Penurunan fungsi pendengaran neural (jika kelainannya terletak pada saraf pendengaran atau jalur saraf pendengaran di otak).

Penurunan fungsi pendengaran sensorik bisa merupakan penyakit keturunan, tetapi mungkin juga disebabkan oleh: - Trauma akustik (suara yang sangat keras) - Infeksi virus pada telinga dalam - Obat-obatan tertentu - Penyakit Meniere. Penurunan fungsi pendengaran neural bisa disebabkan oleh: - Tumor otak yang juga menyebabkan kerusakan pada saraf-saraf di sekitarnya dan batang otak - Infeksi - Berbagai penyakit otak dan saraf (misalnya stroke) - Beberapa penyakit keturunan (misalnya penyakit Refsum). Pada anak-anak, kerusakan saraf pendengaran bisa terjadi akibat: - Gondongan - Campak Jerman (rubella) - Meningitis - Infeksi telinga dalam. Kerusakan jalur saraf pendengaran di otak bisa terjadi akibat penyakit demielinasi (penyakit yang menyebabkan kerusakan pda selubung saraf) www.medicalok.com

Kelainan telinga dapat menyebabkan tulikonduktif / tuli sensorineural(perseptif) Tulikonduktif disebabakan kran kelainan yg terapat di telinga luar/ telinga tengah. Telinga luar yg menyebabkan tuli konduktif adalah atresial liangtelinga, sumbatan oeh serumen, osteoma liang telinga.

Kelainan di telinga tengah yg menyebabkan tuli konduktif adalah: tuba kotor/ sumbatan tuba eustacius, OM, dislokasi tulang pendengaran. Tuli sensori neural dibagi dalam tulisensori neural koklea dan retro koklea. Tuli sensory neural koklea disebabkan oleh aplasia( congenital) labirintis(oleh bakteri/ virus, intoksikasi obat/ streptomisin, kanamisin, neomisin, garamisin, kina, setosal / alcohol. Selain itu juga dpt disebabkan oleh tulimendadak / sudden deafness, trauma kapitis, trauma akustikdan pajangan bising. Tuli sensory neural retro koklea disebabkan oleh neuroma akustik, tumor sudut, pon serebelum myeloma multiple, cidera otak, perdarahan otak dan kelainan otak lainya. Kerusakan telinga oleh obat, pengaruh suara keras, dan usia lanjut akan menyebabkan kerusakan pd penerimaan nada tinggi di bagian basal koklea. Presbikusis adalah penurunan kemampuan mendengar pd usia lanjut. Pd trauma kepala dapat terjadi kerusakan di otak karena hematom, sehingga terjadi gangguan pendengaran. Buku ajar ilmu kesehatan THT, FKUI.

c) Bagaimana proses mekanisme sampai telinga kanan kurang dengar ?

Penyumbatan pada tube Eustachian selama demam, alergi atau infeksi saluran pernafasan atas dan keberadaan bakteri atau virus mengarah ke penumpukan cairan (pus & mucus) dibelakang gendang telinga. Otitis media yang sudah akut sering menyebabkan terbentuknya tekanan nanah dibagian tengah telinga yang menyebabkan demam, sakit telinga, pembengkakan, dan merah. Cairan/ nanah mencegah gendang telinga untuk bergetar dengan seharusnya, dan mencegah suara untuk dapat di dengar oleh Ossikel (ossicle/ 3 tulang kecil di telinga tengah) dan kemudian menyebabkan adanya gangguan pendengaran.

www.medicalok.com

d) Organ apa saja yag terkena?

e) Gejala apa yang dirasakan ?

Demam (infeksi), sakit telinga(inflamasi), pembengkakan (inflamasi), dan merah (inflamasi, ), pendengaran berkurang.
www.medicalok.com

f) Jika telinga kanan sakit apa bisa menjalar ke telinga kiri?

g) Organ yang menghasilkan serumen Mrpkn hasil produksi kel sebasea dan kel serumen yg terdpt dikulit sepertiga luar liang telinga. Konsistensi biasanya lunak, tp kadang2 padat, terutama dipengaruhi keturunan disamping faktor lain, seperti iklim dan usia.serumen punya efek proteksi sebab membantu membawa kotoran yg ada diliang telinga seperti pelepasan kulit, debu yg msk keliang telinga. Pada keadaan normal serumen tdk akan tertumpuk diliang telinga serumen itu akan keluar sendiri pd waktu mengunyah. Dan setelah keluar akan menguap oleh panas. Serumen yg menumpuk diliang telinga akan menimbulkan gangg pendengaran, dan jk kemasukan air mk akan mengembang dan menyebabkan rasa tertekan yg mengganggu diliang telinga. Membersihkan nya tergantung konsistensi serumen itu. Bila serumen cair, maka dibersihkan dg mempergunakan kapas yg diliitkan pd pelilit kapas. Serumen yg keras dikeluarkan dg pengait atau kuret. Dan jika dg cara ini msh sukar dikeluarkan dpt diberikan karbogliserin 10% dlu selama 3 hari utk

melunakkan. Atau dg menggunakan irigasi telinga dg air yg sama dg suhu tubuh. Tp perlu diperhatikan jg adanya perforasi membran telinga, jk ada riwayat perforasi membran telinga irigasi tdk blh dilakukan. Sumbatan liang telinga oleh penglepasan kulit sebaiknya dibersihkan dg sec manual dg kapas yg dililitkan pd pelilit kapas dari pd dg rigasi.

2. Keluar cairan berwarna kuning dan berbau disertai nyeri Apa penyebab? beberapa penyebab mengapa radang telinga akut memburuk menjadi congekan: - pengobatan terlambat diberikan/tidak memadai - kuman cukup ganas - daya tahan tubuh yang jelek karena gizi kurang dan higiene buruk - kolesteatum atau adanya senyawa protein yang merusak tulang telinga. Timbulnya kolesteatum juga dirangsang oleh infeksi telinga yang terus-menerus. Diperlukan tindakan operasi untuk membuang kolesteatum ini.

www.medicalok.com

Mengapa keluar cairan berwarna kuning dan berbau? Keluranya cairan menandakan bahwa gendang telinga telah pecah. Dilihat dari proses munculnya penyakit, otitis media dibedakan menjadi otitis media akut dan kronis. Bila otitis media supuratif timbulnya mendadak, disebut otitis media akut (OMA). OMA biasanya disertai demam dan telinga terasa penuh. Jika berlangsung dalam waktu yang lama, hingga menahun, akan berubah menjadi Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK), yaitu radang kronis telinga tengah dengan adanya lubang (perforasi) pada gendang telinga (membran timpani).

Adanya tekanan dari cairan yang terkumpul di dalam telinga tengah, tepatnya pada gendang telinga, akan menimbulkan demam tinggi, mual-mual, muntah, sakit kepala dan selera makan menurun atau hilang. Jika sudah demikian akan keluar cairan kental yang berwarna dan berbau (Suara Merdeka, Dr. Andriana)

Dimana letaknya ?

Komposisi yang keluar?

Kenapa terasa nyeri ? Karena adanya inflamasi Hubungan keluarnya cairan berwarna kuning , berbau dengan nyeri?

Kenapa cairan yang berada di dalam telinga bisa keluar ? Keluranya cairan menandakan bahwa gendang telinga telah pecah

www.medicalok.com

Hubungan keluar cairan dengan berkurangnya pendengaran pada telinga kanan?

Penyumbatan pada tube Eustachian selama demam, alergi atau infeksi saluran pernafasan atas dan keberadaan bakteri atau virus mengarah ke penumpukan cairan (pus & mucus) dibelakang gendang telinga. Otitis media yang sudah akut sering menyebabkan terbentuknya tekanan nanah dibagian tengah telinga yang menyebabkan demam, sakit telinga, pembengkakan, dan merah. Cairan/ nanah mencegah gendang telinga untuk bergetar dengan seharusnya, dan mencegah suara untuk dapat di dengar oleh Ossikel (ossicle/ 3 tulang kecil di telinga tengah) dan kemudian menyebabkan adanya gangguan pendengaran.
www.medicalok.com

Faktor yang mempengaruhi terjadinya suatu telinga kurang dengar , da keluarnya cairan berwarna kuning dan berbau?

3. Otophoni gangguan di organ mana Apa penyebabnya ? Mengapa terjadi otophoni ? Apa hubungan otophoni dengan kurang pendengaran dan keluarnya caoran berwarna kuning dan berbau ? 4. DD pendengaran berkurang : KELAINAN TELINGA LUAR

KELAINAN KONGENITAL TELINGA

Merupakan akibat gangguan perkembangan arkus brakial pertama dan kedua. Macam-macam kelainannya: a. ATRESIA LIANG TELINGA DAN MIKROTIA jarang ditemukan. Penyebabnya belum jelas diketahui, diduga faktor genetik seperti : a. Infeksi virus Intoksinasi bahan kimia pada masa kehamilan, misalnya : talidomida liang telinga tidak terbentuk, disertai dengan kelainan daun telinga dan tulang pendengaran Diagnosis: Hanya dengan melihat daun telinga yang tidak tumbuh dan liang telinga yang atresia saja, keadaan telinga tengah tidak mudah dievaluasi. (makin buruk keadaan daun telinga makin buruk keadaan telinga tengah) Pemeriksaan : Audiometri dan radiologi membantu menentukan rekonstruksi kelainan di telinga luar dan telinga tengah Macamnya: a. Atresia liang telinga unilateral Dilakukan operasi setelah dewasa 15-17 tahun. b. Atresia liang telinga bilateral Masalah utama : gangguan pendengaran Setelah diagnosis ditegakkan, pasien dipasang alat bantu dengar, baru setelah berusia 5-7 tahun dilakukan operasi. b. FISTULA PREAURIKULAR Kelainan pada saat embrional pada arcus brankial 1 dan 2 merupakan kelainan herediter yang dominan. Fistula dapat ditemukan di depan tragus Pada keadaan tenang tampak muara fistula berbentuk bulat atau lonjong, berukuran seujung pensil dari muara fistula sering keluar sekret berasal dari kelenjar sebasea

Pasien datang berobat karena terdapat obstruksi dan infeksi fistula terjadi pioderma atau selulitis fasial. Memasukkan biru metilen ke dalam muara fistula diduga panjang fistula. Jika terjadi abses berulang dan pembentukan sekret kronis dilakukan pengangkatan fistula jika tidak bersih menyebabkan kekambuhan. c. LOP EAR (BAT`S EAR) Kelainan kongenital, yaitu berbentuk abnormal daun telinga tampak daun telinga lebih lebar dan lebih berdiri Tidak terdapat gangguan pendengaran, tetapi menyebabkan gangguan psikis karena estetik KELAINAN DAUN TELINGA a. HEMATOMA Disebabkan trauma terdapat penumpukan bekuan darah di antara perikondrium dan tulang rawan jika tidak dikeluarkan terjadi hematoma, hingga tonjolan menjadi padat dan permanen Cara mengeluarkan bekuan darah insisi steril Komplikasi : perikondritis PERIKONDRITIS (radang tulang rawan daun telinga) Disebabkan : trauma, pasca operasi telinga (mastoiditis), komplikasi pseudokista Komplikasi : tulang rawan hancur dan menciut serta keriput telinga lisut (cauliflower ear)

b. c.

PSEUDOKISTA Terdapat cairan kekuningan di antara tulang rawan daun telinga dan perikondrium Pasien tidak merasa nyeri Terapi: Dilakukan pungsi balut tekan atau dengan gips selama 1 minggu (supaya perikondrium melekat pada tulang rawan). -Jika perlekatan tidak sempurna dapat kekambuhan

-jika pungsi tidak steril terjadi perinkondritis hingga telinga lisut (cauliflower ear)

KELAINAN LIANG TELINGA a. SERUMEN Serumen adalah hasil produksi kelenjar sebasea dan kelenjar serumen yang terdapat di kulit 1/3 luar liang telinga. Keadaan normal serumen tidak akan tertumpuk di liang telinga, akan keluar sendiri pada waktu mengunyah, setelah sampai di luar liang telinga akan menguap oleh panas. Konsistensi lunak, kadang padat dipengaruhi faktor keturunan, iklim, dan usia. Fungsi serumen : efek proteksi membantu membawa kotoran yang ada di liang telinga, seperti penglepasan kulit, debu yang masuk ke liang telinga. Serumen menumpuk di liang telinga : menimbulkan gangguan pendengaran, menyebabkan rasa tertekan yang mengganggu di liang telinga. Terapi: -jika serumen cair dibersihkan dengan mempergunakan kapas yang dililitkan pada pelilit kapas -jika serumen padat dikeluarkan dengan pengait atau kuret, jika sukar diberikan karbogliserin 10% selama 3hari, -atau dengan irigasi telinga dengan air yang suhunya sesuai dengan suhu tubuh b. BENDA ASING DI LIANG TELINGA Benda asing : -berupa benda mati atau benda hidup, binatang, komponen tumbuh-tumbuhan atau mineral. -pada anak kecil ditemukan kacang hijau, karet penghapus Pada orang dewasa: potongan korek api, binatang: kecoa, semut, atau nyamuk. Mengeluarkan benda asing harus hati-hati, dapat dilakukan anestesi lokal, pada anak-anak harus dipegangi sehingga kepalanya tidak bergerak Mengeluarkannya:

Binatang di liang telinga harus dimatikan lebih dahulu sebelum dikeluarkannya memasukkan tampon basah ke liang telinga lalu meneteskan cairan ,misal rivanol 10 menit benda asing diirigasi dgn air bersih untuk mengeluarkannya atau dgn pinset. KELAINAN TELINGA TENGAH A. MENINGITIS B. OTITIS MEDIA (OM) OTITIS MEDIA Otitis media ialah peradangan sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah, tuba Eustachius, antrum mastoid dan sel-sel mastoid. Otitis media terbagi atas otitis media supuratif dan otitis media non supuratif (= otitis media serosa, otitis media sekretoria, otitis media musinosa, otitis media efusi (OME).

Masing-masing golongan mempunyai bentuk akut dan kronis, yaitu otitis media supuratif akut (otitis media akut = OMA) dan otitis media supuratif kronis (OMSK). Begitu pula otitis media serosa terbagi menjadi otitis media serosa akut (barotrauma = aerotitis) dan otitis media serosa kronis. Selain itu terdapat juga otitis media spesifik, seperti otitis media tuberkulosa atau otitis media sifilitika. Otitis media yang lain ialah otitis media adhesiva.

OTITIS MEDIA AKUT (OMA)

Telinga tengah biasanya steril, meskipun terdapat mikroba di nasofaring dan faring. Secara fisiologik terdapat mekanisme pencegahan masuknya mikroba ke dalam telinga tengah oleh silia mukosa tuba Eustachius, enzim dan antibodi.

Otitis media akut terjadi karena faktor pertahanan tubuh ini terganggu. Sumbatan tuba Eustachius merupakan faktor penyebab utama dari otitis media. Karena fungsi tuba Eustachius terganggu, pencegahan invasi kuman ke dalam telinga tengah juga terganggu, sehingga kuman masuk ke dalam telinga tengah dan terjadi peradangan. Dikatakan juga, bahwa pencetus terjadinya OMA ialah infeksi saluran napas atas. Pada anak, makin sering anak terserang infeksi saluran napas, makin besar kemungkinan terjadinya OMA. Pada bayi terjadinya OMA dipermudah oleh karena tuba Eustachiusnya pendek, lebar dan agak horisontal letaknya.

Patologi Kuman penyebab utama pada OMA ialah bakteri piogenik, seperti Streptokokus hemolitikus, Stafilokokus aureus, Pneumokokus. Selain itu kadang-kadang ditemukan juga Hemofilus influenza, Esheria colli, Streptococcus anhemoliticus, Proteus vulgaris dan Pseudomonas aurugenosa. Hemofillus influenza sering ditemukan pada anak yang berusia di bawah 5 tahun.

STADIUM OMA Perubahan mukosa telinga tengah sebagai akibat infeksi dapat dibagi atas 5 stadium: (1) stadium okiusi tuba Eustachius, (2) stadium hiperemis, (3) stadium supurasi, (4) stadium perforasi clan (5) stadium resolusi. Keadaan ini berdasarkan pada gambaran membran timpani yang diamati melalui liang telinga luar.

STADIUM OKILUSI TUBA EUSTACHIUS

Tanda adanya oklusi tuba Eustachius ialah adanya gambaran retraksi membran timpani akibat terjadinya tekanan negatif di dalam telinga tengah, karena adanya absorpsi udara. Kadang-kadang membran timpani tampak normal (tidak ada kelainan) atau berwarna keruh pucat. Efusi mungkin telah terjadi, tetapi tidak dapat dideteksi. Stadium ini sukar dibedakan dengan otitis media serosa yang disebabkan oleh virus atau alergi.

STADIUM HIPEREMIS (STADIUM PRESUPURASI) Pada stadium hiperemis, tampak pembuluh darah yang melebar di membran timpani atau seluruh membran timpani tampak hiperemis serta edem. Sekret yang telah terbentuk mungkin masih bersifat eksudat yang serosa sehingga sukar terlihat.

STADIUM SUPURASI Edem yang hebat pada mukosa telinga tengah dan hancurnya sel epitel superfisial, serta terbentuknya eksudat yang purulen di kavum timpani, menyebabkan membran timpani menonjol (bulging) ke arah liang telinga luar. Pada keadaan ini pasien tampak sangat sakit, nadi dan suhu meningkat, serta rasa nyeri di telinga bertambah hebat. Apabila tekanan nanah di kavum timpani tidak berkurang, maka terjadi iskernia, akibat tekanan pada kapilerkapiler, serta timbul tromboflebitis pada vena-vena kecil dan nekrosis mukosa clan submukosa. Nekrosis ini pada membran timpani terlihat sebagai daerah yang lebih lembek dan berwarna kekuningan. Di tempat ini akan terjadi ruptur. Bila tidak dilakukan insisi membran timpani (miringotomi) pada stadium ini, maka kemungkinan besar membran timpani akan ruptur dan nanah keluar ke liang telinga luar. Dengan melakukan miringotomi, luka insisi akan menutup kembali, sedangkan apabila terjadi ruptur, maka lubang tempat ruptur (perforasi) ticlak mudah menutup kembali.

STADIUM PERFORASI Karena beberapa sebab seperti terlambatnya pemberian antibiotika atau virulensi kuman yang tinggi, maka dapat terjadi ruptur membran timpani dan nanah keluar mengalir dari telinga tengah ke liang telinga luar. Anak yang tadinya gelisah sekarang menjadi tenang, suhu badan turun dan anak dapat tertidur nyenyak. Keadaan ini disebut dengan otitis media akut stadium perforasi.

STADIUM RESOLUSI Bila membran timpani tetap utuh, maka keadaan membran timpani perlahan-lahan akan normal kembali. Bila sudah terjadi perforasi, maka sekret akan berkurang dan akhirnya kering. Bila daya tahan tubuh baik atau virulensi kuman rendah, maka resolusi dapat terjadi walaupun tanpa pengobatan. OMA berubah menjadi OMSK bila perforasi menetap dengan sekret yang keluar terus menerus atau hilang timbul. OMA dapat menimbulkan gejala sisa (sequele) berupa Otitis Media Serosa bila sekret menetap di kavurn timpani tanpa terjadinya perforasi.

Gejala klinik OMA Gejala klinik OMA tergantung pada stadium penyakit serta umur pasien.Pada anak yang sudah dapat berbicara keluhan utama adalah rasa nyeri di dalarn telinga, keluhan disamping suhu tubuh yang tinggi. Biasanya terdapat riwayat batuk pilek sebelumnya. Pada anak yang lebih besar atau pada orang dewasa, di samping rasa nyeri terdapat pula gangguan pendengaran berupa rasa penuh di telinga atau rasa kurang dengar. Pada bayi dan anak kecil gejala khas OMA ialah suhu tubuh tinggi dapat sampai 39,5 C (pada stadium supurasi), anak gelisah dan sukar tidur, tibatiba anak menjerit waktu tidur, diare, kejang-kejang dan kadang-kadang anak memegang telinga yang sakit. Bila terjadi ruptur membran timpani, maka sekret mengalir ke liang telinga, suhu tubuh turun dan anak tertidur tenang.

Terapi Pengobatan OMA tergantung pada stadium penyakitnya. Pada stadium oklusi pengobatan terutama, bertujuan untuk membuka kembali tuba Eustachius, sehingga tekanan negatif di telinga tengah hilang. Untuk ini diberikan obat tetes hidung. HCI efedrin 0,5 % dalam larutan fisiologik (anak < 12 tahun) atau HCI efedrin 1 % dalam larutan fisiologik untuk yang berumur di atas 12 tahun Dan pada orang dewasa. Disamping itu sumber infeksi harus diobati. Antibiotika diberikan apabila penyebab penyakit adalah kuman, bukan oleh virus atau alergi. Terapi pada stadium presupurasi ialah antibiotika, obat tetes hidung dan analgetika. Bila membran timpani sudah terlihat hiperemis difus, sebaiknya dilakukan miringotomi. Antibiotika yang dianjurkan ialah dari golongan penisilin atau ampisilin. Terapi awal diberikan penisilin intramuskular agar didapatkan konsentrasi yang adekuat di dalam darah, sehingga tidak terjadi mastoiditis yang terselubung, gangguan pendengaran sebagai gejala sisa, dan kekambuhan. Pemberian antibiotika dianjurkan minimal selama 7 hari. Bila pasien alergi. terhadap penisilin, maka diberikan eritromisin. Pada anak, ampisilin diberikan dengan dosis 50-100 mg/BB per hari, dibagi dalarn 4 dosis, atau amoksisilin 40 mg/BB/hari dibagi dalam 3 dosis, atau eritromisin 40 mg/BB/hari. Pada stadium supurasi disamping diberikan antibiotika, idealnya harus disertai dengan -miringotomi, bila membran timpani masih utuh. Dengan miringotomi gejala-gejala klinis lebih cepat hilang dan ruptur dapat dihindari. Pada stadium perforasi sering terlihat sekret banyak keluar dan kadang terlihat. Keluarnya sekret secara berdenyut (pulsasi). Pengobatan yang diberikan adalah obat cuci 3% selama 3-5 hari serta telinga H202 antibiotika yang adekuat. Biasanya sekret akan hilang dan perforasi dapat menutup kembali dalarn waktu 710 hari. Pada stadium resolusi, maka membran timpani berangsur normal kembali, sekret tidak ada lagi dan perforasi membran timpani menutup.

Bila tidak terjadi resolusi biasanya akan tampak sekret mengalir di liang telinga luar melalui perforasi di membran timpani. Keadaan ini dapat disebabkan karena bedanjutnya edem mukosa telinga tengah. Pada keadaan demikian antibiotika dapat dilanjutkan sampai 3 minggu. Bila 3 minggu setelah pengobatan sekret masih tetap banyak, kemungkinan telah teladi mastoiditis. Bila OMA berlanjut dengan keluamya sekret dari telinga tengah lebih dari 3 minggu, maka keadaan ini disebut otitis media supuratif subakut. Bila perforasi menetap dan sekret tetap keluar lebih dari satu setengah bulan atau dua bulan, maka keadaan ini disebut otitis media supuratif kronis (OMSK).

Komplikasi Sebelum ada antibiotika, OMA dapat menimbulkan komplikasi, yaitu abses subperiosteal sampai komplikasi yang berat (meningitis dan abses otak). Sekarang setelah ada antiblotika, sernua jenis komplikasi itu biasanya didapatkan sebagai komplikasi dari OMSK. OTITIS EKSTERNA

Yang dimaksud dengan otitis eksterna ialah radang liang telinga akut maupun kronik yang disebabkan oleh bakteri. Faktor resiko : Faktor yang mempemudah radang telinga luar ialah 1. pH di liang telinga. Biasanya normal atau asam. Bila menjadi basa, proteksi terhadap infeksi menurun. 2. Pada keadaan udara yang hangat dan lembab, kuman dan jamur mudah tumbuh. 3. Trauma ringan (ketika mengorek telinga) atau karena berenang yang menyebabkan perubahan kulit karena kena air.

Otitis Eksterna Akut Terdapat 2 kemungkinan otitis eksterna akut yaitu otitis eksterna sirkumskripta dan otitis eksterna difus. Otitis Eksterna Sirkumskripta (Furunkel= Bisul) Etiologi : Oleh karena kulit di sepertiga luar liang telinga mengandung adneksa kulit, seperti folikel rambut, kelenjar sebasea dan kelenjar serumen, maka di tempat itu dapat terjadi infeksi pada pilosebaseus, sehingga membentuk furunkel. Kuman penyebabnya biasanya Staptncoccus aureus atau Staphylococcus albus. Gejalanya ialah rasa nyeri yang tidak sesuai dengan besar bisul. Hal ini disebabkan karena kulit liang telinga tidak megandung jaringan longgar di bawah, sehingga rasa nyeri timbul pada penekanan perikondrium. Rasa nyeri dapat juga timbul spontan pada waktu membuka mulut (sendi temporomandibula). Selain itu terdapat juga gangguan pendengaran, bila furunkel besar dan menyumbat liang telinga. Terapinya tergantung pada keadaan furunkel. Bila sudah menjadi abses, diaspirasi secara steril untuk mengeluarkan nanahnya. Lokal diberikan antibiotika dalam bentuk salep, seperti polymixin B atau bacitracin, atau antiseptik (asam asetat 2-5 % dalam alkohol 2 %). Kalau dinding furunkel tebal, dilakukan insisi, kemudian dipasang salir (drain) untuk mengalirkan nanahnya. Biasanya tidak perlu diberikan antibiotika secara sistemik, hanya diberikan obat simtomatik seperti analgetik dan obat penenang.

OTITIS EKSTERNA DIFUS Biasanya mengenai kulit liang telinga duapertiga dalam. Tampak kulit liang telinga hiperemis dan edema dengan tidak jelas batasnya, serta tidak terdapat furunkel.

Kuman penyebabnya biasanya golongan Pseudomonas. Kuman lain yang dapat sebagai penyebab ialah Staphylococcus albus, escheria koli dan sebagainya. Otitis ekstema difus dapat juga terjadi sekunder pada otitis media supu-ratif kronis. Gejalanya sama dengan otitis ekstema sirkumskripta. Kadang-kadang terdapat sekret yang berbau. Sekret ini tidak mengandung lendir (musin) seperti sekret yang ke luar dari kavum timpani pada otitis media. Pengobatannya ialah dengan memasukkan tampon yang mengandung antibiotika ke liang telinga supaya terdapat kontak yang baik antara obat dengan kulit yang meradang. Kadang-kadang cliperlukan obat antibiotika sistemik.

OTOMIKOSIS Infeksi jamur di liang telinga dipermudah oleh kelembaban yang tinggi di daerah tersebut. Yang tersering ialah jamur aspergilus. Kadang-kadang ditemukan juga kandida albikans atau jamur lain.Gejalanya biasanya berupa rasa gatal clan rasa penuh di liang telinga, tetapi sering pula tanpa keluhan.Pengobatannya ialah dengan membersihkan liang telinga. Larutan asam asetat 2-5 % dalam alkohol yang diteteskan ke liang telinga biasanya dapat menyembuhkan. Kadang-kadang diperlukan juga obat anti-jamur (sebagai salep) yang diberikan secara topikal.

INFEKSI KRONIS LIANG TELINGA Infeksi bakteri maupun infeksi jamur yang tidak diobati dengan baik, trauma berulang, adanya benda asing, penggunaan cetakan (mould) pada alat bantu dengar (heating aid) dapat menyebabkan radang kronis. Akibatnya, terjadi penyempitan liang telinga oleh pembentukan jaringan parut (sikatriks). Pengobatannya memerlukan operasi rekonstruksi liang telinga.

KERATOSIS OBLITERANS DAN KOLESTEATOMA EKSTERNA

Keratosis obliterans adalah kelainan yang jarang terjadi. Biasanya secara kebetulan ditemukan pada pasien dengan rasa penuh di telinga. Penyakit ini ditandai dengan penumpukan deskuamasi epidermis di liang telinga, sehingga membentuk gumpalan dan menimbulkan rasa penuh serta kurang dengar. Bila tidak ditanggulangi dengan baik akan terjadi erosi kulit dan bagian tulang liang telinga. Keadaan terakhir ini sering disebut sebagai kolesteatoma ekstema yang biasanya disertai dengan rasa nyeri hebat akibat peradangan setempat. Erosi bagian tulang liang telinga dapat sangat progresif memasuki rongga mastoid dan kavum timpani. Etiologinya belum diketahui, sering terjacli pada pasien dengan kelainan paru kronik, seperti bronkiektasis, juga pada pasien sinusitis. Penyakit ini biasanya dapat dikontrol dengan melakukan pembersihan liang telinga secara periodik, misalnya setiap 3 bulan. Pemberian,obat tetes telinga dan campuran alkohol atau gliserin dalam peroksid 3 %, 3 kali seminggu sering kali dapat menolong. Pada pasien yang telah mengalami erosi tulang liang telinga, seringkali diperlukan tindakan bedah dengan melakukan tandur jaringan ke bawah kulit untuk menghilangkan gaung di dinding liang telinga. Yang penting adalah membuat agar liang telinga berbentuk seperti corong, sehingga pembersihan liang telinga secara spontan lebih terjamin.

OTITIS EKSTERNA MALIGNA Otitis eksterna maligna adalah suatu tipe khusus dari infeksi akut yang difus di liang telinga luar. Biasanya terjadi pada orang tua dengan penyakit diabetes melitus. Bila pada otitis media peradangan hanya terbatas pada kulit, pada otitis eksterna maligna peradangan dapat meluas secara progresif ke lapisan subkutis dan ke organ sekitarnya. Dengan demikian dapat menimbulkan kelainan, berupa khondritis, osteitis dan osteornielitis yang mengakibatkan kehancuran tulang temporal. Gejalanya dapat dimulai dengan rasa gatal di liang telinga yang dengan cepat diikuti oleh nyeri hebat dan sekret yang banyak dan pembengkakan liang telinga. Rasa nyeri tersebut akan makin menghebat, liang telinga tertutup oleh tumbuhnya jaringan granulasi secara subur. Saraf fasial dapat terkena, sehingga menimbulkan paresis atau paralisis fasial. Kelainan patologik yang penting adalah osteornielitis yang progresif, yang disebabkan akibat oleh infeksi kuman Pseudomonas aeroginosa. Penebalan endotel yang mengiringi diabetes melitus berat bersama-sama dengan kadar gula darah yang tinggi yang diakibatkan oleh infeksi yang sedang aktif menimbulkan kesulitan pengobatan yang adekuat.

Pengobatan tidak boleh ditunda-tunda, sebab penyakit akan segera menyerang bagian-bagian penting di sekitarnya. Pengobatan yang dianjurkan adalah pemberian antibiotika dosis tinggi terhadap Pseudomonas aeruginosa yang dikombinasikan dengan aminoglikosida dan diberikan secara parenteral selama 4-6 minggu. Kombinasi yang senng digunakan adalah karbecillin, ticarcillin atau pipercillin dengan gentamicin, tobramicin, colistimethate atau amikacin. Di samping obat-obatan, sering kali diperlukan juga tindakan membersihkan luka (debrideman) secara radikal. Tindakan membersihkan luka (debrideman) yang kurang bersih akan dapat menyebabkan makin cepatnya penularan penyakit ini menyebabkan kemungkinan terjadinya kelainan di telinga tengah pada anak dengan palatoskisis, lebih besar dibandingkan dengan anak normal. Oleh karena itu dianjurkan untuk melakukan koreksi palatoskisis sedini mungkin. ( BUKU AJAR TELINGA, HIDUNG, TENGGOROK, KEPALA LEHER, ED.5, FK UI) 4. Patogenesis terjd otitis media ( OMA-OME-OMSK/OMP) ? Sembuh normal

Gang.tuba tek.negatif Telinga tengah

efusi

OME infeksi (-)

Etiologi : Perub.tekanan udara tiba2 Alergi Infeksi

Sumbtan : sekret Tampon tumor OMA

Sembuh

OME

OMSK/OMP

( BUKU AJAR TELINGA, HIDUNG, TENGGOROK, KEPALA LEHER, ED.5, FK UI)