Anda di halaman 1dari 17

Kata Pengantar

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat
rahmat dan perkenan-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini.

Makalah ini berisikan tentang Sistem Respirasi atau sistem pernapasan. Makalah
ini disusun dengan maksud untuk memenuhi tugas pelajaran Biologi, guna
mendapatkan nilai tugas harian. Adapun isi makalah ini disusun secara sistematis dan
merupakan referensi dari beberapa sumber yang menjadi acuan dalam penyusunan
tugas.

      Kami berharap makalah ini dapat memberikan sumbangan yang berarti dalam
proses kegiatan belajar Biologi dan sumber pengetahuan kepada pembaca dan
mendapat ridho dari Tuhan Yang Maha Esa.

      Kami selaku penyusun tugas makalah ini sangat sadar bahwa masih jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran dari teman- teman, Ibu Pembimbing
yang sangat kami harapkan agar tugas berikutnya dapat lebih baik lagi.

                                                                                         

Watampone, 16 Februari 2014

Penyusun    
Daftar Isi

Kata Pengantar.......................................................................................................................................... 1
Daftar Isi........................................................................................................................................................ 2
BAB I
PENDAHULUAN.......................................................................................................................................... 3
1.1  Latar Belakang.............................................................................................................................. 3
1.2  Rumusan Masalah....................................................................................................................... 3
1.3  Tujuan............................................................................................................................................... 3
BAB II
PEMBAHASAN............................................................................................................................................. 4
2.1  Pengertian “Sistem Pernapasan”........................................................................................ 4
2.2  Sistem Respirasi Manusia....................................................................................................... 4
2.2.1 Alat-Alat Respirasi.............................................................................................................. 4
2.2.2 Mekanisme Pernapasan................................................................................................... 6
2.2.3 Volume Udara Pernapasan............................................................................................. 7
2.2.4 Frekuensi Pernapasan...................................................................................................... 8
2.2.5 Pertukaran Gas di Dalam Tubuh................................................................................. 8
2.2.6 Gangguan pada Sistem Respirasi.............................................................................. 10
2.3  Sistem Respirasi Pisces......................................................................................................... 11
2.4 Sistem Respirasi Aves............................................................................................................. 13
BAB III
PENUTUP.................................................................................................................................................... 16
3.1  Kesimpulan.................................................................................................................................. 16
3.2  Saran................................................................................................................................................ 16
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................................. 17

2
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang

Manusia dalam bernapas menghirup oksigen dalam udara bebas dan membuang
karbondioksida ke lingkungan. Pernapasan adalah proses ganda yaitu terjadinya
pertukaran gas di dalam jaringan atau “pernapasan dalam” dan yang terjadi didalam
paru-paru “pernapasan luar”. Pernapasan Luar yang merupakan pertukaran antara
O2 dan CO2 antara darah dan udara. Pernapasan Dalam yang merupakan pertukaran
O2 dan CO2 dari aliran darah ke sel-sel tubuh.
Pada manusia, sistem pernapasan yang termasuk saluran yang digunakan untuk
membawa udara ke dalam paru-paru di mana terjadi pertukaran gas.
Diafragma menarik udara masuk dan juga mengeluarkannya. Berbagai variasi sistem
pernapasan ditemukan pada berbagai jenis makhluk hidup.

1.2  Rumusan Masalah

1.      Apa yang dimaksud dengan system pernapasan?


2.      Apakah jenis-jenis pernapasan pada manusia, aves dan pisces?
3.      Apakah  Alat-alat system pernapasan pada manusia, aves, dan pisces?
4.      Apakah Gangguan/Kelainan pada system pernapasan manusia ?

1.3  Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian system pernapasan
2. Untuk memahami jenis-jenis pernapasan pada manusia, aves dan pisces
3. Untuk memahami struktur organ pernapasan atau alat-alat pernapsan pada
manusia, aves, dan pisces
4. Untuk mengetahui gangguan/kelainan pada sistem pernapasan manusia

3
BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pengertian “Sistem Pernapasan”

     Pengertian pernafasan atau respirasi adalah suatu proses mulai dari
pengambilan oksigen, pengeluaran karbohidrat hingga penggunaan energi di dalam
tubuh. Menusia dalam bernapas menghirup oksigen dalam udara bebas dan
membuang karbondioksida ke lingkungan.
     Sistem pernafasan pada dasarnya dibentuk oleh jalan atau saluran nafas dan
paru- paru beserta pembungkusnya (pleura) dan rongga dada yang melindunginya. Di
dalam rongga dada terdapat juga jantung di dalamnya. Rongga dada dipisahkan
dengan rongga perut oleh diafragma.
            Di dalam tubuh manusia dan hewan, energi kimia dalam makanan dapat
digunakan setelah dioksidasi di dalm tubuhnya. Proses menghasilkan energi melalui
oksidasi bahan makanan di dalam sel-sel tubuh disebut respirasi sel. Respirasi sel
terdiri atas respirasi aerob dan respirasi anaerob. Respirasi aerob adalah proses
pembakaran bahan makanan dengan membutuhkan oksigen (O 2). Respirasi anaerob
adalah suatu proses pembakaran bahan makanan dengan tidak membutuhkan
oksigen (O2).

2.2  Sistem Respirasi Manusia

            Pada saat bernapas, kita menghirup udara (inspirasi) dan menghembuskan
udara (ekspirasi) Saat udara memasuki paru-paru, terjadi pertukaran gas O 2 dan CO2
yang disebut respirasi eksternal. Darah yang mengandung banyak O2 akan menuju
jaringan tubuh. Pertukatan gas yang terjadi antara darah dengan cairan jaringan
disebut respirasi internal. Gas O2 yang sampai pada sel akan menggunakan untuk
membuat energi (ATP) yang dinamakan respirasi sel.

2.2.1 Alat-Alat Respirasi

4
                  Alat-alat respirasi pada manusia adalah rongga hidung, faring, laring, trakea,
paru-paru, bronkus, bronkiolus, dan alveolus.
         Di dalam sel-sel tersebut gas oksigen menuju mitokondria untuk melakukan
respirasi seluler. Respirasi seluler adalah proses pemecahan glukosa untuk
menghasilkan energi melalui proses glikolisis, siklus krebs dan transport elektron.
Reaksi pemecahan glukosa membutuhkan glukosa dan oksigen sehingga mampu
menghasilkan energi, air, dan gas karbondioksida.
         Sistem respirasi manusia dapat berlangsung berkat keberadaan alat-alat
pernafasan. Alat pernafasan manusia terdiri dari rongga hidung, faring, trakea,
bronkus, dan paru-paru. Bila salah satu organ pernafasan tidak mampu berfungsi
secara normal maka bisa mempengaruhi kerja sistem pernafasan secara umum.
Berikut ini penjelasan daftar nama alat pernafasan beserta fungsinya.

1.Rongga Hidung
         Hidung merupakan organ pernapasan yang pertama dilalui udara luar. Di dalam
rongga hidung terdapat selaput lendir dan rambut yang berfungsi untuk menahan
kontaminasi benda-benda asing, misalnya debu dan kuman, yang ikut masuk ke
dalam rongga hidung. Selain itu, rongga mulut manusia juga memiliki konka yang
mengandung banyak kapiler darah sehingga dapat menghangatkan udara yang akan
masuk ke dalam sistem pernapasan.

2. Pangkal tenggorokan (Faring)


      Faring merupakan pertemuan antara saluran pernafasan (nasofarings) di bagian
depan dan saluran pencernaan (orofarings) di bagian belakang. Saluran nafas akan
terbuka ketika manusia berbicara, oleh karena itu jika kita makan sambil berbicara
mungkinkan makanan masuk ke dalam saluran pernafasan.
      Jika makanan masuk ke dalam saluran pernafasan, biasanya saluran pernafasan
akan terangsang dan berusaha mengeluarkan makanan tersebut lewat hidung.
Bentuknya adalah peristiwa tersedak. Pada bagian belakang farings terdapat laring
(tekak). Pada laring terdapat pita suara (pita vocalis). Bila pita suara bergetar karena
masuknya udara pada faring, maka akan menimbulkan suara.

3. Batang Tenggorokan (trakea)


        Batang tenggorokan berupa cincin-cincin tulang rawan yang memiliki silia-silia
pada dinding di dalamnya. Silia-silia ini berfungsi untuk menyaring benda-benda
asing yang ikut masuk ke dalam saluran pernafasan. Sebagian trakea terletak di leher
dan sebagian lagi terletak di rongga dada. Batang tenggorokan pada orang dewasa
memiliki panjang sekitar 10 cm.

5
4. Paru-paru (Pulmo)
      Paru-paru terletak di dalam rongga dada, di bagian bawah berbatasan dengan
diafragma, sedangkan di depan dan di samping dibatasi oleh tulang rusuk. Diafragma
adalah pembatas antara rongga perut dengan rongga dada. Paru-paru kanan (pulmo
dekster) terdiri dari 3 lobus. Sedangkan paru-paru kiri (pulmo sinester) terdiri dari 2
lobus.
      Paru-paru manusia terbungkus oleh dua selaput, yaitu pleura dalam (pleura
visceralis) dan pleura luar (pleura parietalis). Pleura dalam langsung menyelimuti
paru-paru, sedangkan pleura luar bersebelahan dengan tulang rusuk. Antara kedua
pleura tersebut terdapat rongga tulang rusuk. Antara kedua pleura tersebut terdapat
rongga yang berisi cairan pleura yang berfungsi sebagai pelumas paru-paru.
      Paru-paru tersusun atas bronkiolus, alveolus, jaringan elastik, dan pembuluh
darah. Alveolus adalah kantung udara yang terdapat pada ujung-ujung bronkiolus.
Alveolus memiliki selaput tipis dan pada permukaannya banyak terdapat muara
kapiler darah, oleh karena itu dapat berlangsung pertukaran gas oksigen dan karbon
dioksida secara difusi.

4. Bronkus
        Bronkus merupakan percabangan dari trakea. Trakea bercabang lagi menjadi
dua, yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri. Struktur lapisan mukosa bronkus hampir
sama dengan trakea. Bronkus kanan dan bronkus kiri masing-masing bercabang-
cabang lagi menjadi bronkiolus yang merupakan salah satu bagian paru-paru.

5. Bronkiolus
       Bronchiolus berfungsi sebagai saluran udara pernafasan dari bronchus menuju ke
gelembung - gelembung alveolus. Struktur dari bronchiolus hampir mirip dengan
struktur yang menyusun bronchus tapi epitelium bersilianya mengalami modifikasi
menjadi sisik.

6. Alveolus
    Alveolus mempunyai struktur seperti sarang lebah. Di alveolus inilah terjadi
pertukaran gas antaraudara dan darah. Luas permukaan alveolus pada orang dewasa
bisa mencapai antara 97 sampai 194 m2. 

6
2.2.2 Mekanisme Pernapasan

Berdasarkan proses inspirasi dan ekspirasi, mekanisme pernapasan dibagi atas


pernapasan dada dan pernapasan perut.

a.      Pernapasan Dada


      Sistem pernapasan dada adalah sistem pernapasan yang terjadi akibat aktivitas
kontraksi dan relaksasi otot antar tulang rusuk. Sistem pernafasan dada terdiri dari 2
tahap, yaitu:
 Tahap Inspirasi, yaitu kondisi di mana otot antartulang rusuk berkontraksi
sehingga tulang rusuk terangkat, rongga dada membesar dan paru-paru
mengembang. Hal ini mengakibatkan tekanan udara di dalam rongga dada
lebih kecil dari tekanan atsmosfer sehingga udara  yang kaya okan oksigen
terhisap masuk kedalam paru-paru melalui saluran pernafasan.
 Tahap Ekspirasi, tahap eskpirasi disebut juga fase relaksasi, yaitu kondisi
dimana otot antara tulang rusuk kembali ke posisi semula, rongga dada
kembali mengecil dan paru-paru mengempis. Kondidi ini menyebabkan
tekanan rongga dada meningkat dan lebih tinggi dari tekanan atsmosfer
sehingga udara dalam paru-paru mengalir keluar melalui saluran pernafasan.
b.      Sistem Pernafasan Perut
      Sistem pernafasan perut adalah sistem pernafasan yang bergantung pada aktivitas
diafragma. Pernafasan perut juga dibedakan menjadi 2 tahap, yaitu:

 Tahap Inspirasi, yaitu keadaan dimana otot diafragma berkontraksi, sehingga


rongga dada membesar dan paru-paru mengembang, tekanan udara turun
sehingga udara dari luar dapat masuk kedalam paru-paru melalu saluran
pernafasan.
 Tahap Ekspirasi adalah kondisi dimana otot diafragma berelaksasi dan otot
dinding perut berkontraksi sehingga otot diaframa kembali ke posisi semula.
Akibatnya rongga dada mengecil, paru-paru mengepis, tekanan udara dalam
paru-paru meningkat sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon
dioksida terhembus keluar melalui saluran pernafasan.

  2.2.3 Volume Udara Pernapasan


      Dalam keadaan biasa, orang dewasa normal menghirup dan menghembuskan
udara ± 500 cc yang disebut volume tidal.

7
      Setelah melakukan pernapasan biasa, kita masih dapat menghirup udara sekuat-
kuatnya sebanyak ± 1500 cc. yang disebut volume cadangan inspirasi dan
menghembuskan udara sekuat-kuatnya hingga ± 1500 cc yang disebut volume
cadangan ekspirasi. Volum udara , volume tidal, volume cadangan inspirasi, volume
cadangan ekspirasi mencapai 3500-4000 cc, yang disebut kapasitas vital paru-paru.
Setelah menghembuskan napas sekuat-kuatnya, didalam paru-paru masih tersisa
udara sebanyak ± 1000 cc yang disebut sebagai volume residu. Jumlah keseluruhan
udara yang tertampung secara maksimal dalm paru-paru disebut kapasitas total
paru-paru.
     
2.2.4 Frekuensi Pernapasan
      Pada orang dewasa normal, frekuensi pernapasan berkisar antara 15-18 tiap
menit. Faktor yang mempengaruhi frekuensi pernapasan adalah.
1.      Umur
Semakin bertambahnya umur seseorang mengakibatkan frekuensi
pernapasan menjadi semakin lambat. Pada usia lanjut, energi yang
dibutuhkan lebih sedikit dibandingkan pada saat usia pertumbuhan, sehingga
oksigen yang diperlukan relatif lebih sedikit.
2.      Jenis Kelamin
Pada umumnya, laki-laki lebih banyak membutuhkan energi. Oleh karena itu,
laki-laki memerlukan oksigen yang lebih banyak daripada wanita.
3.      Suhu Tubuh
Manusia memiliki suhu tubuh yang konstan berkisar antara 36-37˚C karena
manusia mampu mengatur produksi panas tubuhnya dengan meningkatkan
laju metabolismenya, sehingga kebutuhan oksigen akan meningkat.
4.      Posisi Tubuh
Posisi tubuh akan mempengaruhi banyaknya otot yang bekerja. Misalnya
pada saat berdiri, otot akan berkontraksi, sehingga oksigen yang dibutuhkan
lebih banyak dan laju pernapasan pun akan meningkat dibandingkan pada
saat orang duduk.

2.2.5 Pertukaran Gas di Dalam Tubuh


                  Pertukaran gas di dalam tubuh tidak hanya berlangsung di paru-paru,
melainkan juga di jaringan tubuh. Pertukaran gas terjadi karena perbedaan
tekanan parsial udara.
                  Bernapas merupakan kegiatan mengambil dan mengeluarkan udara
pernapasan melalui paru-paru. Tetapi arti yang lebih khusus yaitu pertukaran

8
gas yang terjadi di dalam sel dengan “lingkungannya”.  Udara lingkungan dapat
dihirup masuk ke dalam tubuh makhluk hidup melalui dua cara,
yakni pernapasan secara langsung dan pernapasan tak langsung.
Pernapasan secara langsung adalah pengambilan udara pernapasan
dilakukan secara langsung oleh permukaan tubuh dan pada pernapasan tidak
langsung melalui saluran pernapasan. Sedangkan pernapasan tak langsung
artinya udara pernapasan tidak berdifusi langsung melalui seluruh permukaan
kulit. Selaput tipis tempat berlangsungnya difusi gas tersebut terlindung di
bagian dalam tubuh, berupa gelembung paru-paru (alveolus).
                  Pernapasan atau pertukaran gas pada manusia berlangsung melalui
dua tahap yaitu Respirasi Eksternal dan Respirasi Internal.

1. Respirasi Eksternal
                  Pernapasan luar merupakan pertukaran gas di dalam paru-paru.
Dengan kata lain, pernapasan luar merupakan pertukaran gas (O2 dan CO2)
antara udara dan darah.
Pada pernapasan luar, darah akan masuk ke dalam kapiler paru-paru yang
mengangkut sebagian besar karbon dioksida sebagai ion bikarbonat (HCO3–)
dengan persamaan reaksi seperti berikut, (H+) + (HCO3–) => H2 + CO3
Sisa karbon dioksida berdifusi keluar dari dalam darah dan melakukan reaksi
sebagai berikut.
H2CO3 => H2O + CO2.
                  Selama pernapasan luar, di dalam paru-paru akan terjadi pertukaran
gas yaitu CO2 meninggalkan darah dan O2 masuk ke dalam darah secara difusi.
Terjadinya difusi O2 dan CO2 ini karena adanya perbedaan tekanan parsial.
Tekanan udara luar sebesar 1 atm (760 mmHg), sedangkan tekanan parsial O2
di paru-paru sebesar ± 160 mmHg. Tekanan parsial pada kapiler darah arteri ±
100 mmHg, dan di vena ± 40 mmHg. Hal ini menyebabkan O 2 dari udara
berdifusi ke dalam darah. Sementara itu, tekanan parsial CO2 dalam vena ± 47
mmHg, tekanan parsial CO2 dalam arteri ± 41 mmHg, dan tekanan parsial CO2
dalam alveolus ± 40 mmHg. Adanya perbedaan tekanan parsial tersebut
menyebabkan CO2 dapat berdifusi dari darah ke alveolus.

2.      Respirasi Internal


                  Pada pernapasan dalam darah masuk ke dalam jaringan tubuh,
oksigen meninggalkan hemoglobin dan berdifusi masuk ke dalam cairan
jaringan tubuh. Reaksinya sebagai berikut, HbO2 => Hb + O2. Difusi oksigen
keluar dari darah dan masuk ke dalam cairan jaringan dapat terjadi, karena
tekanan oksigen di dalam cairan jaringan lebih rendah dibandingkan di dalam

9
darah. Hal ini disebabkan karena sel-sel secara terus menerus menggunakan
oksigen dalam respirasi selular. Dari proses pernapasan yang terjadi di dalam
jaringan menyebabkan terjadinya perbedaan komposisi udara yang masuk dan
yang keluar paru-paru. Tekanan parsial O2 pada kapiler darah nadi ± 100
mmHg dan tekanan parsial O2 dalam jaringan tubuh kurang dari 40 mmHg.
Sebaliknya tekanan karbon dioksida tinggi, karena karbon dioksida secara
terus menerus dihasilkan oleh sel-sel tubuh. Tekanan parsial CO2 dalam
jaringan ± 60 mmHg dan dalam kapiler darah ± 41 mmHg. Hal inilah yang
menyebabkan O2 dapat berdifusi ke dalam jaringan dan CO2 berdifusi ke luar
jaringan. Dalam keadaan biasa, tubuh kita menghasilkan 200 ml karbon
dioksida per hari.

Pengangkutan CO2 di dalam darah dapat dilakukan dengan tiga cara berikut.
a) Sekitar 60–70% CO2 diangkut dalam bentuk ion bikarbonat (HCO3–) oleh plasma
darah, setelah asam karbonat yang terbentuk dalam darah terurai menjadi ion
hidrogen (H+) dan ion bikarbonat (HCO3–) Ion H+ bersifat racun, oleh sebab itu
ion ini segera diikat Hb, sedangkan ion HCO3– meninggalkan eritrosit masuk ke
plasma darah. Kedudukan ion HCO3– dalam eritrosit diganti oleh ion klorit.
Persamaan reaksinya sebagai berikut, H2O + CO2 => H2CO3 => (H+) + (HCO3–)·
kurang 25% CO2 diikat oleh hemoglobin membentuk karboksihemoglobin. Secara
sederhana, reaksi CO2 dengan Hb ditulis sebagai berikut, CO2 + Hb => HbCO2
Karboksihemoglobin disebut juga karbominohemoglobin karena bagian dari
hemoblogin yang mengikat CO2 adalah gugus asam amino.
Reaksinya sebagai berikut, CO2 + RNH2 => RNHCOOH
b) Sekitar 6–10% CO2 diangkut plasma darah dalam bentuk senyawa asam karbonat
(H2CO3). Tidak semua CO2 yang diangkut darah melalui paru-paru dibebaskan ke
udara bebas. Darah yang melewati paru-paru hanya membebaskan 10% CO2.
Sisanya sebesar 90% tetap bertahan di dalam darah dalam bentuk ion-ion
bikarbonat. Ion-ion bikarbonat dalam darah ini sebagai buffer atau penyangga
karena mempunyai peran penting dalam menjaga stabilitas pH darah.
c) Apabila terjadi gangguan pengangkutan CO2 dalam darah, kadar asam karbonat
(H2CO3) akan meningkat sehingga akan menyebabkan turunnya kadar alkali
darah yang berperan sebagai larutan buffer. Hal ini akan menyebabkan terjadinya
gangguan fisiologis yang disebut asidosis.

2.2.6 Gangguan pada Sistem Respirasi


1.      Sinusitis, yaitu infeksi pada bagian sinus. Infeksi ini terjadi ketika saluran hidung
yang mengarah ke sinus tersumbat.

10
2.      Tonsilitis, yaitu infeksi pada bagian tonsil sehingga meradang dan membengkak.
Peradangan dan pembengkakan tonsil yang terjadi di daerah pangkal faring
disebut amandel. jika terjadi pada nasofaring disebut adenoid.
3.      Laringitis, yaitu infeksi pada daerah laring yang menyebabkan suara parau atau
serak.
4.      Bronkitis akut, yaitu infeksi pada daerah bronkus yang biasanya didahului oleh
infeksi saluran respirasi bagian atas oleh virus yang diikuti dengan infeksi
bakteri.
5.      Pneumonia, yaitu infeksi pada paru-paru yang disebabkan oleh virus dan bakteri
sehingga bronkus dan alveolus berisi banyak cairan. Kondisi ini mengakibatkan
terganggunya proses pertukaran udara.
6.      Tuberkulosis  atau TBC, yaitu infeksi pada paru-paru yang disebabkan oleh
bakteri Mycobacterium tuberkulosis.
7.      Bronkitis kronis, yaitu tersumbatnya saluran udara oleh cairan mukus sehingga
suplai udara ke paru-paru terganggu.
8.      Emfisema, yaitu gangguan pada paru-paru yang ditandai dengan rusaknya
dinding-dinding alveolus sehingga kemampuan pertukaran udara menjadi
berkurang
9.      Asma adalah penyakit inflamasi (radang) kronik saluran napas menyebabkan
peningkatan hiperesponsif jalan nafas yang menimbulkan gejala episodik
berulang berupa mengi (nafas berbunyi ngik-ngik), sesak nafas, dada terasa berat
dan batuk-batuk terutama malam menjelang dini hari. Gejala tersebut terjadi
berhubungan dengan obstruksi jalan nafas yang luas, bervariasi dan seringkali
bersifat reversible dengan atau tanpa pengobatan. Seperti diketahui, saluran
napas manusia bermula dari mulut dan hidung, lalu bersatu di daerah leher
menjadi trakea (tenggorok) yang akan masuk ke paru. Di dalam paru, satu
saluran napas trakea itu akan bercabang dua, satu ke paru kiri dan satu lagi ke
paru kanan. Setelah itu, masing-masing akan bercabang-cabang lagi, makin lama
tentu makin kecil sampai 23 kali dan berujung di alveoli, tempat terjadi
pertukaran gas, oksigen (O2 ) masuk ke pembuluh darah, dan karbon dioksida
(CO2 ) dikeluarkan.
10.  Kanker paru-paru, lebih banyak dialami pria dibandingkan wanita. Penyebab
kanker ini salah satunya dipicu oleh kebiasaan merokok dalam jangka waktu
yang lama, baik aktif maupun pasif.
11.  Flu, yaitu penyakit yang ditandai dengan rongga hidung berlendir, batuk, dan
demam. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus Influenza.

11
2.2.7 Teknologi Sistem pernapasan
Salah satu bentuk teknologi sistem respirasi untuk mengatasi gangguan sistem
respirasi adalah suatu alat respirasi yang disebut dengan respirator
Emerson atau paru-paru besi. Paru-paru besi merupakan suatu alat berupa lemari
logam kedap udara yang di dalamnya menempel sebuah pompa yang dapat
mengubah kuantitas dan tekanan udara. Alat tersebut berfungsi sebagai alat
pernapasan buatan dan biasa digunakan ketika otot-otot pernapasan mengalami
kerusakan berat.

2.3  Sistem Respirasi Pisces

            Ikan bernapas menggunakan insang. Insang berbentuk lembaran-lembaran


tipis berwarna merah muda dan selalu lembap. Bagian terluar dari insang
berhubungan dengan air, sedang bagian dalam berhubungan erat dengan kapiler-
kapiler darah. Tiap lembaran insang terdiri dari sepasang filamen dan tiap filamen
mengandung banyak lapisan tipis (lamela). Pada filamen terdapat pembuluh darah
yang memiliki banyak kapiler, sehingga memungkinkan O2 berdifusi masuk dan CO2
berdifusi keluar.
            Pada ikan bertulang sejati (Osteichthyes) insangnya dilengkapi dengan tutup
insang (operkulum), sedangkan pada ikan bertulang rawan (Chondrichthyes)
insangnya tidak mempunyai tutup insang. Selain bernapas dengan insang, ada pula
kelompok ikan yang bernapas dengan gelembung udara (pulmosis), yaitu ikan paru-
paru (Dipnoi). Insang tidak hanya berfungsi sebagai alat pernapasan, tetapi juga
berfungsi sebagai alat ekskresi garam-garam, penyaring makanan, alat pertukaran
ion, dan osmoregulator.
1.      Sistem Pernapasan pada Ikan Bertulang Sejati
      Contoh ikan bertulang sejati adalah ikan mas. Insang ikan mas tersimpan dalam
rongga insang yang terlindung oleh (operkulum). Insang ikan mas terdiri dari
lengkung insang yang tersusun atas tulang rawan berwarna putih, rigi-rigi insang
yang berfungsi untuk menyaring air pernapasan yang melalui insang, dan filamen
atau lembaran insang. Filamen insang tersusun atas jaringan lunak, berbentuk sisir
dan berwarna merah muda karena mempunyai banyak pembuluh kapiler darah dan
merupakan cabang dari arteri insang. Di tempat inilah pertukaran gas CO2 dan O2
berlangsung. 
      Gas O2 diambil dari gas O2 yang larut dalam air melalui insang secara difusi. Dari
insang, O2 diangkut darah melalui pembuluh darah ke seluruh jaringan tubuh. Dari
jaringan tubuh, gas CO2 diangkut darah menuju jantung. Dari jantung menuju insang

12
untuk melakukan pertukaran gas. Proses ini terjadi secara terus-menerus dan
berulang-ulang.
a) Fase inspirasi ikan Gerakan tutup insang ke samping dan selaput tutup insang
tetap menempel pada tubuh mengakibatkan rongga mulut bertambah besar,
sebaliknya celah belakang insang tertutup. Akibatnya, tekanan udara dalam rongga
mulut lebih kecil daripada tekanan udara luar. Celah mulut membuka sehingga terjadi
aliran air ke dalam rongga mulut.
b) Fase ekspirasi ikan Setelah air masuk ke dalam rongga mulut, celah mulut
menutup. Insang kembali ke kedudukan semula diikuti membukanya celah insang. Air
dalam mulut mengalir melalui celah-celah insang dan menyentuh lembaran-lembaran
insang. Pada tempat ini terjadi pertukaran udara pernapasan. Darah melepaskan CO2
ke dalam air dan mengikat O2 dari air.
            Ada fase inspirasi, O2 dan air masuk ke dalam insang, kemudian O2 diikat oleh
kapiler darah untuk dibawa ke jaringan-jaringan yang membutuhkan. Sebaliknya
pada fase ekspirasi, CO2 yang dibawa oleh darah dari jaringan akan bermuara ke
insang, dan dari insang diekskresikan keluar tubuh.

2.      Sistem Pernapasan pada Ikan Bertulang Rawan


      Insang ikan bertulang rawan tidak mempunyai operkulum contohnya ikan hiu.
Masuk dan keluarnya udara dari rongga mulut, disebabkan oleh perubahan tekanan
pada rongga mulut yang ditimbulkan oleh perubahan volume rongga mulut akibat
gerakan naik turun rongga mulut. Bila dasar mulut bergerak ke bawah, volume
rongga mulut bertambah, sehingga tekanannya lebih kecil dari tekanan air di
sekitarnya. Akibatnya, air mengalir ke rongga mulut melalui celah mulut yang pada
akhirnya terjadilah proses inspirasi. Bila dasar mulut bergerak ke atas, volume
rongga mulut mengecil, tekanannya naik, celah mulut tertutup, sehingga air mengalir
ke luar melalui celah insang dan terjadilah proses ekspirasi CO2. Pada saat inilah
terjadi pertukaran gas O2 dan CO2.
3.      Sistem Pernapasan pada Ikan Paru-Paru ( Dipnoi )
      Pernapasan ikan paru-paru menyerupai pernapasan pada Amphibia. Selain
mempunyai insang, ikan paru paru mempunyai satu atau sepasang gelembung udara
seperti paru-paru yang dapat digunakan untuk membantu pernapasan, yaitu
pulmosis. Pulmosis banyak dikelilingi pembuluh darah dan dihubungkan dengan
kerongkongan oleh duktus pneumatikus. Saluran ini merupakan jalan masuk dan
keluarnya udara dari mulut ke gelembung dan sebaliknya, sekaligus memungkinkan
terjadinya difusi udara ke kapiler darah.
            Ikan paru-paru hidup di rawa-rawa dan di sungai. Ikan ini mampu bertahan
hidup walaupun airnya kering dan insangnya tidak berfungsi, karena ia bernapas

13
menggunakan gelembung udara. Ada tiga jenis ikan paru-paru di dunia, yaitu ikan
paru-paru afrika, ikan paru paru amerika selatan, dan ikan paru - paru queensland
(Australia).

            Pada beberapa jenis ikan, seperti ikan lele, gabus, gurami, dan betok memiliki
alat bantu pernapasan yang disebut labirin. Labirin merupakan perluasan ke atas
dalam rongga insang, dan membentuk lipatan-lipatan sehingga merupakan rongga-
rongga tidak teratur. Rongga labirin berfungsi menyimpan udara (O2), sehingga ikan-
ikan tersebut dapat bertahan hidup pada perairan yang kandungan oksigennya
rendah. Selain dengan labirin, udara (O2) juga disimpan di gelembung renang yang
terletak di dekat punggung.

2.4 Sistem Respirasi Aves

1)      Jalur Pernapasan Burung


            Pada burung, tempat berdifusinya udara pernapasan terjadi di paru-paru. Paru-
paru burung berjumlah sepasang dan terletak dalam rongga dada yang dilindungi
oleh tulang rusuk.
2)      Alat Pernapasan Burung
            Selain paru-paru, burung biasanya memiliki 4 pasang perluasan paru-paru
yang disebut pundi-pundi hawa atau kantung udara (saccus pneumaticus) yang
menyebar sampai ke perut, leher, dan sayap. Kantung-kantung udara ini terdapat
pada pangkal leher (saccus cervicalis), rongga dada (saccus thoracalis anterior dan
posterior), antara tulang selangka atau korakoid (saccus interclavicularis), ketiak
(saccus axillaris), dan di antara lipatan usus atau rongga perut (saccus abdominalis).
Kantung udara berhubungan dengan paru-paru, berselaput tipis, tetapi tidak terjadi
difusi udara pernapasan. Adanya kantung udara mengakibatkan, pernapasan pada
burung menjadi efisien.
           
Kantung udara memiliki beberapa fungsi berikut.
1. Membantu pernapasan, terutama pada waktu terbang, karena menyimpan oksigen
cadangan.
2. Membantu mempertahankan suhu badan dengan mencegah hilangnya panas badan
secara berlebihan.
3. Membantu memperkeras suara dengan memperbesar ruang siring.

4.  Mengatur berat jenis (meringankan) tubuh pada saat burung terbang.

3)      Mekanisme Pernapasan pada Burung

14
1.      Pada Saat Istirahat
1.           Fase Inspirasi : tulang rusuk bergerak ke depan – volume rongga dada membesar –
tekanan mengecil – udara akan masuk melalui saluran pernapasan. Saat
inilah sebagian oksigen masuk ke paru-paru dan O2berdifusi ke dalam darah kapiler,
dan sebagian udara dilanjutkan masuk ke dalam katong-kantong udara.
2.           Fase Ekspirasi : tulang rusuk kembali ke posisi semula – rongga dada mengecil –
tekanan membesar. Pada saat ini udara dalam alveolus dan udara dalam kantong-
kantong hawa bersama-sama keluar melalui paru-paru. Pada saat melewati alveolus,
O2 diikat oleh darah kapiler alveolus, dan darah melepas CO 2. Dengan demikian,
pertukaran gas CO2 dan O2 dapatberlangsung saat inspirasi dan ekspirasi.

2.      Pada Saat Terbang


Pada saat terbang, burung tidak dapat menggerakkan tulang rusuknya. Oleh sebab itu,
pada saat burung terbang yang berperan penting dalam pernapasan adalah kantong
hawa. Inspirasi dan ekspirasinya dilakukan secara bergantian oleh pundi-pundi hawa
antar tulang korakoid (bahu) dan pundi hawa bawah ketiak.

1.      Fase Inspirasi : Pada saat sayap diangkat, pundi hawa antar tulang korakoid terjepit,
sedangkan pundi hawa ketiak mengembang, akibatnya udara masuk ke pundi hawa
ketiak melewati paru-paru, terjadilah inspirasi. Saat melewati paru-paru akan terjadi
pertukaran gas O2 dan CO2.
2.      Fase Ekspirasi : Sebaliknya pada saat sayap diturunkan, pundi hawa ketiak terjepit,
sedangkan pundi hawa antar tulang korakoid mengembang, sehingga udara mengalir
keluar dari kantong hawa melewati paru-paru sehingga terjadilah ekspirasi. Saat
melewati paru-paru akan terjadi pertukaran gas O 2 dan CO2. Dengan cara inilah
inspirasi dan ekspirasi udara dalam paru-paru burung saat terbang. Jadi pertukaran
gas pada burung saat terbang juga berlangsung saat inspirasi dan ekspirasi.

15
BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan

      Pengertian pernafasan atau respirasi adalah suatu proses mulai dari pengambilan
oksigen, pengeluaran karbohidrat hingga penggunaan energi di dalam tubuh.
      Menusia dalam bernapas menghirup oksigen dalam udara bebas dan membuang
karbondioksida ke lingkungan. Alat-alat respirasi pada manusia adalah rongga
hidung, faring, laring, trakea, paru-paru, bronkus, bronkiolus, dan alveolus. Pada
proses inspirasi dan ekspirasi, mekanisme pernapasan pada manusia dibagi atas
pernapasan dada dan pernapasan perut. Sedangkan Faktor yang mempengaruhi
frekuensi pernapasan adalah Umur, Jenis Kelamin, Suhu Tubuh, Posisi Tubuh.
Pernapasan atau pertukaran gas pada manusia berlangsung melalui dua tahap
yaitu Respirasi Eksternal dan Respirasi Internal. Serta ada beberapa gangguan pada
system respirasi manusia.
      Pada pernapasan hewan Juga melibatkan alat-alat repirasi yang beragam. Hewan
yang hidup di lingkungan darat kebanyakan bernapas menggunakan paru-paru,
sedangkan hewan yang hidup di air bernapas menggunakan insang. Selain memiliki
alat-alat respirasi utama, beberapa hewan tertentu memiliki alat respirasi tambahan
sesuai tempat hidupnya.

3.2  Saran

Jagalah kesehatan organ pernafasan terutama pada paru-paru dan organ sistem 
pernafasan lainnya. Agar tidak terjadi gangguan pada sistem pernapasan kita,
hindarilah polusi udara dan gas-gas beracun, dan terutama hindarilah sikap merokok.
Serta rawatlah paru-paru (pulmo) agar tetap bersih, karena Paru-paru mudah sekali
terserang penyakit infeksi sehingga menimbulkan kerusakan jaringannya.

16
DAFTAR PUSTAKA

Refrensi :
Priadi, Arif. 2009. Biology Senior High School Year XI. : Yudhistira
Websites :
www.google.com  Kategori : Sistem Pernapasan
www.google.com  Kategori : Pengertian Sistem Pernapasan
www.wiki.org.co.id Kategori : Sistem Pernapasan Pada manusia
http://izzativegan.wordpress.com/sistem-respirasi/
http://zaifbio.wordpress.com/2010/01/13/sistem-respirasi-manusia/
http://wandylee.wordpress.com/2012/03/20/sistem-pernapasan-pada-manusia/

17

Anda mungkin juga menyukai