Anda di halaman 1dari 24

KERANGKA ACUAN KERJA

SOSIALISASI, VERIFIKASI DAN PENGAWASAN PEMBAGIAN PAKET KONVERSI


BAHAN BAKAR MINYAK KE BAHAN BAKAR GAS
UNTUK PETANI SASARAN WILAYAH 1
TAHUN 2023

DIREKTORAT PERENCANAAN DAN PEMBANGUNAN


INFRASTRUKTUR MIGAS
DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI
KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
TAHUN ANGGARAN 2023
Judul Dokumen: Rev:

DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI PROGRAM KONVERSI BAHAN 0


KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BAKAR MINYAK KE BAHAN BAKAR
REPUBLIK INDONESIA GAS UNTUK PETANI
Hal 1 dari 24

KERANGKA ACUAN KERJA


SOSIALISASI, VERIFIKASI DAN PENGAWASAN PEMBAGIAN PAKET KONVERSI
BAHAN BAKAR MINYAK KE BAHAN BAKAR GAS UNTUK PETANI SASARAN
T.A. 2023

1. Latar Belakang Gas bumi mempunyai peranan yang sangat penting dalam
pembangunan nasional sebagai salah satu sumber energi dan
bahan baku, penerimaan Negara, serta juga dapat menciptakan
efek berantai untuk peningkatan kapasitas nasional. Peranan
Gas Bumi sebagai salah satu sumber energi sangat penting
artinya bagi peningkatan kegiatan ekonomi dan ketahanan
nasional, sehingga pengelolaan Gas Bumi yang meliputi
penyediaan, pemanfaatan dan pengusahaannya harus
dilaksanakan secara berkeadilan, berkelanjutan, optimal dan
terpadu. Kebijakan energi nasional untuk mewujudkan
ketahanan energi. Salah satu upaya pemerintah adalah dengan
diversifikasi energi yaitu menyediakan alternatif energi yang
dapat digunakan. Program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM)
ke Bahan Bakar Gas (BBG-LPG) adalah salah satu program
yang mendukung diversifikasi energi tersebut. Mensukseskan
program konversi BBM ke LPG bukan hanya menjadi tugas
Pemerintah saja. Konversi ini membutuhkan partisipasi dan kerja
sama semua pihak. Semua pihak harus terlibat dalam
penyediaan alokasi gas bumi, ketersediaan dan pengoperasian
infrastruktur untuk penyediaan dan pendistribusian LPG, serta
jaminan ketersediaan LPG bagi masyarakat pengguna.
Disamping itu, Pemerintah akan mendukung dalam seluruh
aspek, yaitu aspek regulasi yang menjamin kepastian alokasi gas
bumi untuk bahan baku kilang LPG, mendorong Badan Usaha
untuk senantiasa menyediakan dan mendistribusikan LPG
Judul Dokumen: Rev:

DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI PROGRAM KONVERSI BAHAN 0


KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BAKAR MINYAK KE BAHAN BAKAR
REPUBLIK INDONESIA GAS UNTUK PETANI
Hal 2 dari 24

kepada masyarakat, menetapkan harga gas bumi dan harga LPG


yang optimum, menyiapkan porsi subsidi yang tepat sasaran
untuk mendukung program konversi terjadi.
Dalam praktik budidaya padi sawah selama ini, kondisi
ketersediaan air bervariasi mulai dari selalu tersedia, tersedia
cukup pada musim tertentu, dan terbatas sepanjang musim. Hal
ini tergantung kepada sumber air yang ada. Pada setiap kondisi
ketersediaan air tersebut, terdapat masing-masing cara
pemberian dan pembagian air yang menyesuaikan dengan
ketersediaan air. Dari beberapa cara pemberian air yang selama
ini dilakukan, maka pilihan untuk memberi air secara terputus-
putus (intermittent) merupakan pilihan yang paling bijak dalam
menghemat air dan sekaligus meningkatkan produksi.
Pada musim kemarau para petani harus menggunakan pompa
air untuk mencukupi kebutuhan pengairan lahan pertaniannya.
Namun, pompa air yang seharusnya menggunakan bahan bakar
minyak yaitu bensin premium tapi telah dimodifikasi dengan
menggunakan bahan bakar LPG 3 kg yang seharusnya hanya
digunakan untuk sektor rumah tangga. Tanpa uji kelayakan
teknis dan prosedur yang benar dikhawatirkan terjadinya hal
yang tidak diinginkan dari sisi safety yang nantinya akan
menimbulkan kerugian secara materi dan korban jiwa. Disisi lain,
penggunaan LPG mengakibatkan kelangkaan LPG untuk sektor
rumah tangga karena pasokan dan kebutuhan yang tidak
seimbang. Bahan bakar yang umum digunakan di Indonesia
pada pompa-pompa air untuk kebutuhan irigasi adalah bahan
bakar minyak dimana di beberapa wilayah sering mengeluhkan
dalam mendapat pasokannya. Beberapa tahun belakangan ini,
pemerintah telah berencana untuk menggunakan bahan bakar
gas sebagai alternatif energi dalam bidang pertanian dengan
asumsi bahan bakar gas merupakan energi yang relatif lebih
Judul Dokumen: Rev:

DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI PROGRAM KONVERSI BAHAN 0


KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BAKAR MINYAK KE BAHAN BAKAR
REPUBLIK INDONESIA GAS UNTUK PETANI
Hal 3 dari 24

bersih dan lebih murah dibandingkan menggunakan bahan bakar


minyak. Di lain sisi, kondisi di lapangan memperlihatkan bahwa
para petani saat ini sudah memodifikasi secara sederhana
pompa irigasi agar dapat menggunakan bahan bakar LPG 3 kg
dimana tentu proses modifikasi yang dilakukan petani tidak
melalui uji kelayakan teknis yang benar sehingga tidak
memenuhi syarat dari segi keselamatan dan kehandalannya.
Penggunaan mesin pompa air berbahan bakar LPG diharapkan
menjadi solusi pada masyarakat terutama kelompok tani
dikarenakan bahan bakar LPG lebih efisien dibandingkan bahan
bakar minyak. Manfaat lain untuk memberikan informasi dan
membantu masyarakat dalam proses pengairan lahan
persawahan yang bertujuan untuk mengetahui berapa besar
biaya yang diperlukan dalam proses pengairan selama satu
musim tanam padi. Diharapkan dengan adanya program
konversi ini dapat tercapainya pengurangan subsidi BBM bagi
kelompok tani pengguna pompa air ditambah rekomendasi teknis
bagi Pemerintah terkait regulasi konsumen BBM bersubsidi di
lingkungan pertanian agar lebih tepat mendukung program
konversi BBM bukan hanya di kendaraan umum atau sektor
perikanan tetapi untuk kelompok tani pengguna pompa air yang
menggunakan premium pada sektor pertanian.
2. Maksud dan
Tujuan
Maksud danTujuan kegiatan ini dilaksanakan antara lain :
a) Pemerintah melakukan kebijakan diversifikasi penggunaan
bahan bakar minyak ke bahan bakar gas sebagai bagian dari
kebijakan energi nasional untuk mendukung ketahanan energi
dan kemudahan akses energi oleh masyarakat.
b) Pemanfaatan bahan bakar gas untuk pompa irigasi
memberikan dampak positif kepada masyarakat terutama
Judul Dokumen: Rev:

DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI PROGRAM KONVERSI BAHAN 0


KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BAKAR MINYAK KE BAHAN BAKAR
REPUBLIK INDONESIA GAS UNTUK PETANI
Hal 4 dari 24

untuk petani melalui penghematan pengeluaran biaya bahan


bakar saat musim tanam pada saat kemarau.
c) Penggunaan bahan bakar gas juga akan memberikan efek
positif bagi kualitas udara melalui peningkatan mutu gas
buang.
d) Penggunaan bahan bakar gas menekan emisi gas karbon
monoksida yang dapat menyebabkan efek rumah kaca dan
berakibat pada pemanasan global.
e) Membantu ekonomi masyarakat petani menuju ekonomi
masyarakat yang mandiri dan ramah lingkungan.
f) Memberikan solusi dalam mengatasi kelangkaan dan
kenaikan harga BBM dengan menyediakan alternatif
penggunaan BBG yang sudah familiar di masyarakat.
Tujuan Kegiatan :
Tujuan dari program ini adalah untuk memanfaatkan LPG
sebagai bahan bakar konversi dari BBM pada petani serta
pembuatan alat konversi bbm ke LPG khususnya konverter kit
yang lebih aman dan tanpa merubah konstruksi dan spesifikasi
mesin.
Alasan kegiatan ini dilaksanakan antara lain :
1. Sering terjadi kelangkaan bahan bakar minyak jenis bensin di
wilayah pemukiman kelompok pertanian;
2. Harga bahan bakar minyak jenis bensin bagi para petani
dirasakan masih tinggi;
3. Implementasi konverter kit LPG ini sangat dibutuhkan oleh
para petani/kelompok tani di lingkungan pertanian Indonesia
yang membutuhkan bahan bakar yang mudah dijangkau;
4. Untuk mendapatkan peralatan konversi bahan bakar LPG
khususnya Konverter Kit yang didesain sederhana, murah,
dan mudah diaplikasikan tanpa harus mengubah spesifikasi
mesin;
Judul Dokumen: Rev:

DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI PROGRAM KONVERSI BAHAN 0


KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BAKAR MINYAK KE BAHAN BAKAR
REPUBLIK INDONESIA GAS UNTUK PETANI
Hal 5 dari 24

5. Pentingnya dilakukan penyuluhan teknis mengenai


keselamatan kerja penggunaan mesin pompa air yang
menggunakan bahan bakar LPG.
3. Sasaran Terkonversinya Mesin Pompa Air bagi Petani Sasaran

4. Lokasi Pekerjaan Kabupaten/Kota calon penerima paket adalah :

No Provinsi Kota/Kabupaten

1 Kab Serdang Bedagai


2 Kab Deli Serdang
3 Kab Langkat
1 SUMATERA UTARA
4 Kab Asahan
5 Kab Samosir
6 Kab Toba
1 Kab Bangka
2 BANGKA BELITUNG
2 Kab Belitung
1 Kab Tasikmalaya
2 Kab Indramayu
3 JAWA BARAT
3 Kab Cianjur
4 Kab Sukabumi
1 Kab Purbalingga
4 JAWA TENGAH
2 Kab Banjarnegara

5. Sumber Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2023


Pendanaan dengan Jumlah pembiayaan Rp 3.027.688.000 (tiga miliar dua
puluh tujuh juta enam ratus delapan puluh delapan ribu rupiah)
termasuk pajak-pajak yang berlaku.
6. Nama dan Nama Pejabat Pembuat Komitmen : Safri Yanto
Organisasi Satuan Kerja: Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi
Pejabat Pembuat
Komitmen
Judul Dokumen: Rev:

DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI PROGRAM KONVERSI BAHAN 0


KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BAKAR MINYAK KE BAHAN BAKAR
REPUBLIK INDONESIA GAS UNTUK PETANI
Hal 6 dari 24

DATA PENUNJANG
7. Data Dasar Data yang digunakan adalah Data Calon Penerima Paket Perdana
(DCP3) petani sasaran yang diperoleh dari hasil pendataan
Mandiri oleh Pemda Setempat yang digunakan pada kegiatan
Pembagian Paket Perdana Konversi BBM ke BBG T.A. 2023 (*).

8. Standar Teknis Penyedia barang/jasa yang memiliki pengalaman dalam


melakukan pengawasan dan Verifikasi pada sektor kegiatan usaha
minyak dan gas bumi.

9. Referensi Hukum 1. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan


Gas Bumi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2001 Nomor 136, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4152);
2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan
Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003
Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4286);
3. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor
96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4746).
4. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor
245, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 6573);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2003 tentang
Pengalihan Bentuk Perusahaan Pertambangan Minyak dan
Gas Bumi Negara (Pertamina) Menjadi Perusahaan
Perseroan (Persero) (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2003 Nomor 69);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2004 tentang
Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi (Lembaran
Judul Dokumen: Rev:

DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI PROGRAM KONVERSI BAHAN 0


KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BAKAR MINYAK KE BAHAN BAKAR
REPUBLIK INDONESIA GAS UNTUK PETANI
Hal 7 dari 24

Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 124,


Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4436) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 30 Tahun 2009 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 59, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4996).
7. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2013 tentang Tata
Cara Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013
Nomor 103, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5423) sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2018 tentang
Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun
2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 229, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6267);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang


Penyelenggaraan Perizinan Berbasis Risiko (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 51,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
6617);
9. Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2015 tentang
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 132)
sebagimana telah diubah dengan Peraturan Presiden
Nomor 105 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan
Presiden Nomor 68 Tahun 2015 tentang Kementerian
Energi dan Sumber Daya Mineral (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 289);
Judul Dokumen: Rev:

DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI PROGRAM KONVERSI BAHAN 0


KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BAKAR MINYAK KE BAHAN BAKAR
REPUBLIK INDONESIA GAS UNTUK PETANI
Hal 8 dari 24

10. Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2019 tentang


Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga
Liquefied Petroleum Gas untuk Kapal Penangkap Ikan bagi
Nelayan Sasaran dan Mesin Pompa Air bagi Petani
Sasaran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2019 Nomor 111) sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2021 tentang tentang
Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2019
tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan
Harga Liquefied Petroleum Gas untuk Kapal Penangkap
Ikan bagi Nelayan Sasaran dan Mesin Pompa Air bagi
Petani Sasaran (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2021 Nomor 171);
11. Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang
Penetapan Bencana Nonalam Penyebaran Corona Virus
Disease 2019 (COVID–19) Sebagai Bencana Nasional;
12. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor
26 Tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian
Liquefied Petroleum Gas (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2009 Nomor 333);
13. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.05/2015
tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan
Pemerintah pada Kementerian/Lembaga (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1340) sebagaimana
telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor
173/PMK.05/2016 tentang Perubahan atas Peraturan
Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.05/2015 tentang
Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah
pada Kementerian/Lembaga (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2016 Nomor 1745);
Judul Dokumen: Rev:

DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI PROGRAM KONVERSI BAHAN 0


KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BAKAR MINYAK KE BAHAN BAKAR
REPUBLIK INDONESIA GAS UNTUK PETANI
Hal 9 dari 24

14. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor


16 Tahun 2017 tentang Pedoman Umum Pemberian
Bantuan Pemerintah di Lingkungan Direktorat Jenderal
Minyak dan Gas Bumi (Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 2017 Nomor 301) sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor
8 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri
Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 16 Tahun 2017
tentang Pedoman Umum Pemberian Bantuan Pemerintah
di Lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi;
15. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor
13 Tahun 2018 tentang Kegiatan Penyaluran Bahan Bakar
Minyak, Bahan Bakar Gas dan Liquefied Petroleum Gas
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor
303);
16. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor
01 Tahun 2019 tentang Tata Cara Pelaksanaan Hibah
Barang Milik Negara di Lingkungan Kementerian Energi dan
Sumber Daya Mineral yang dari Sejak Awal Pengadaannya
Direncanakan untuk Dihibahkan (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2019 Nomor 100);
17. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor
15 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Berita
Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 733);
18. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
Nomor 9.K/MG.01/DJM/2021 tentang Penugasan Kepada
PT Pertamina (Persero) dalam Penyediaan dan
Pendistribusian Isi Ulang Liquified Petroleum Gas Tabung 3
Kilogram Tahun 2021 sebagaimana telah diubah dengan
Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
Judul Dokumen: Rev:

DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI PROGRAM KONVERSI BAHAN 0


KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BAKAR MINYAK KE BAHAN BAKAR
REPUBLIK INDONESIA GAS UNTUK PETANI
Hal 10 dari 24

Nomor 150.K/MG.01/DJM/2021 tentang Perubahan atas


Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
Nomor 9.K/MG.01/DJM/2021 tentang Penugasan Kepada
PT Pertamina (Persero) dalam Penyediaan dan
Pendistribusian Isi Ulang Liquified Petroleum Gas Tabung 3
Kilogram Tahun 2021;
19. Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran Direktorat Jenderal
Minyak dan Gas Bumi Nomor 0184.K/73/KPA/2022 tentang
Pengangkatan Pejabat Pembuat Komitmen dan Pejabat
Pengadaan Barang/Jasa Direktorat Perencanaan dan
Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi Pada
Satuan Kerja Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi
sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Kuasa
Pengguna Anggaran Direktorat Jenderal Minyak dan Gas
Bumi Nomor 0015.K/73/KPA/2023 tentang Perubahan atas
Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran Direktorat Jenderal
Minyak dan Gas Bumi Nomor 0184.K/73/KPA/2021 tentang
Pengangkatan Pejabat Pembuat Komitmen dan Pejabat
Pengadaan Barang/Jasa Direktorat Perencanaan dan
Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi Pada
Satuan Kerja Direktorat Jenderal Minyak dan Gas;
20. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Tahun Anggaran 2023
Nomor SP DIPA–020.04.1.412559/2023 tanggal 30
November 2022 (Revisi ke–2/Surat Pengesahan Revisi
Anggaran Nomor S-49/AG/AG.3/2023 tanggal 06 Februari
2023).
Judul Dokumen: Rev:

DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI PROGRAM KONVERSI BAHAN 0


KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BAKAR MINYAK KE BAHAN BAKAR
REPUBLIK INDONESIA GAS UNTUK PETANI
Hal 11 dari 24

RUANG LINGKUP

10. Lingkup Lingkup pekerjaan antara lain :


Pekerjaan Sosialisasi, verifikasi dan pengawasan pendistribusian
Paket Perdana LPG bagi Petani Sasaran dilakukan sebagai
berikut:
1. Melakukan verifikasi DCP3 sebelum proses pendistribusian
paket perdana LPG bagi Petani Sasaran dilakukan.
2. Dalam melakukan pengawasan dan verifikasi, Konsultan
Pengawas berkewajiban untuk memastikan bahwa
kegiatan Sosialisasi dilaksanakan sesuai dengan
ketentuan, serta kegiatan pendistribusian, termasuk
pemasangan Paket Perdana LPG bagi Petani Sasaran
dilaksanakan berdasarkan DCP3.
3. Menyampaikan rencana pelaksanaan kegiatan sosialisasi,
verifikasi dan pengawasan terhadap kegiatan Penyediaan
dan Pendistribusian, dan termasuk Pemasangan Paket
Perdana LPG bagi Petani Sasaran kepada PPK.
4. Melakukan kegiatan sosialisasi pendistribusian,
pemasangan dan penggunaan paket konverter kit kepada
instansi terkait (Pemda setempat) dan petani sasaran.
Sosialisasi dilaksanakan kepada perwakilan petani
penerima sekitar 10% s.d. 20% (sepuluh perseratus sampai
dengan dua puluh perseratus) dari calon penerima di
Kab/Kota tersebut. Apabila ada perubahan daerah atau
perubahan calon penerima, maka jumlah peserta
sosialisasi dapat berubah dengan tidak melebihi dari
anggaran yang tersedia.
5. Melakukan koordinasi dengan Pelaksana Pekerjaan terkait
jadwal dan tempat pendistribusian, serta jumlah Paket
Perdana LPG bagi Petani Sasaran yang akan
didistribusikan di setiap Kabupaten/Kota terpilih.
Judul Dokumen: Rev:

DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI PROGRAM KONVERSI BAHAN 0


KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BAKAR MINYAK KE BAHAN BAKAR
REPUBLIK INDONESIA GAS UNTUK PETANI
Hal 12 dari 24

6. Melakukan kegiatan pengawasan dan verifikasi


pendistribusian Paket Perdana LPG bagi Petani Sasaran
terkait dengan kelengkapan dan jumlah Paket yang
terdistribusi agar tepat sasaran serta usulan Petani calon
penerima paket perdana diprioritaskan tidak berasal dari
1 (satu) Kartu Keluarga yang sama dan dituangkan dalam
Berita Acara Verifikasi, serta bertanggung jawab atas
kesesuaian kegiatan penyediaan dan pendistribusian Paket
Perdana LPG bagi Petani Sasaran tersebut.
7. Menyusun metodologi dan perencanaan kegiatan
sosialisasi, verifikasi dan pengawasan terhadap kegiatan
Penyediaan dan Pendistribusian, dan termasuk
Pemasangan Paket Perdana LPG bagi Petani Sasaran,
meliputi:
1) menyiapkan instrumen pengawasan dan verifikasi
pendistribusian Paket Perdana LPG bagi Petani
Sasaran;
2) menyusun metodologi strategi pelaksanaan kegiatan
sesuai kondisi daerah dan rencana pendistribusian;
3) melakukan mobilisasi perangkat pengawasan dan
verifikasi pendistribusian Paket Perdana LPG bagi Petani
Sasaran; dan
4) menyusun materi dan strategi Standar Operasional
Prosedur (SOP) Pelatihan petugas pengawas dan
verifikator dalam rangka pelaksanaan pengawasan dan
verifikasi yang terpaut dan sesuai.
8. Melakukan persiapan dan pelatihan tenaga pengawas dan
verifikator, serta sosialisasi instrumen dan SOP
pengawasan dan verifikasi kepada seluruh pengawas dan
verifikator serta stakeholder terkait.
Judul Dokumen: Rev:

DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI PROGRAM KONVERSI BAHAN 0


KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BAKAR MINYAK KE BAHAN BAKAR
REPUBLIK INDONESIA GAS UNTUK PETANI
Hal 13 dari 24

9. Melakukan penanganan (handling) pengawasan dan


verifikasi pendistribusian Paket Perdana LPG bagi Petani
Sasaran, berupa:
1) melakukan handling dan dokumentasi terhadap
instrumen pengawasan dan verifikasi pendistribusian
Paket Perdana LPG bagi Petani Sasaran;
2) melakukan validasi dan verifikasi dokumen hasil
pelaksanaan pengawasan dan verifikasi
pendistribusian Paket Perdana LPG bagi Petani
Sasaran;
3) melakukan input data dan menyusun basis data
(database) Petani Penerima Paket Perdana LPG bagi
Petani Sasaran;
4) memastikan kesesuaian Paket Perdana LPG bagi
Petani Sasaran yang didistribusikan dengan spesifikasi
teknis yang ditawarkan oleh Pelaksana Pekerjaan;
5) memastikan pada saat perakitan material sebelum
pelaksanan distribusi oleh pelaksana diawasi oleh
konsultan pengawas;
6) melakukan evaluasi dan analisis data hasil verifikasi
dalam rangka validasi penagihan untuk pembayaran;
7) melakukan rekapitulasi Daftar Penerima Paket Perdana
LPG bagi Petani Sasaran (DP3) setiap Kabupaten/Kota
dan Provinsi.
10. Melakukan verifikasi ulang data utama dan pendukung
oleh Konsultan Pengawas terhadap data yang diterima
oleh Ditjen Migas, sebagai berikut:
1) melaksanakan koordinasi teknis dan sosialisasi
pendistribusian, pemasangan dan penggunaan Paket
Perdana LPG bagi Petani Sasaran kepada
Pemerintah Daerah setempat dan instansi terkait,
Judul Dokumen: Rev:

DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI PROGRAM KONVERSI BAHAN 0


KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BAKAR MINYAK KE BAHAN BAKAR
REPUBLIK INDONESIA GAS UNTUK PETANI
Hal 14 dari 24

serta perwakilan Petani calon penerima Paket


Perdana LPG bagi Petani Sasaran bersama dengan
Tim Ditjen Migas dan Pelaksana Pekerjaan;
2) memverifikasi atau memastikan Petani Calon
Penerima Paket Perdana LPG bagi Petani Sasaran
sesuai dengan daftar kepemilikan sah atas dokumen
asli yang dipersyaratkan (berupa kartu identitas
petani, Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga, dan
data pendukung lainnya) serta memastikan Petani
calon penerima Paket Perdana tersebut telah
memenuhi kriteria yang dipersyaratkan;
3) menyusun dokumentasi berupa foto Petani Penerima
Paket Perdana LPG bagi Petani Sasaran, dan foto
saat dilakukan serah terima Paket Perdana LPG bagi
Petani Sasaran;
4) memberikan penandaan pada mesin pompa air yang
lama milik Petani Penerima Paket Perdana LPG bagi
Petani Sasaran;
5) menyiapkan form Surat Pernyataan Penerima Paket
Perdana LPG bagi Petani Sasaran yang menyatakan
bahwa Petani Sasaran tersebut akan memanfaatkan
Paket Perdana LPG bagi Petani Sasaran sesuai
peruntukkannya, memelihara dan tidak akan
menjualnya, dengan ditandatangani oleh Petani
Penerima Paket Perdana LPG bagi Petani Sasaran;
6) menandatangani Berita Acara Serah Terima Barang
dan dokumen lainnya yang diperlukan dalam proses
pendistribusian dan penagihan pembayaran atas
pelaksanaan pekerjaan sosialisasi, verifikasi dan
pengawasan terhadap kegiatan Penyediaan dan
Judul Dokumen: Rev:

DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI PROGRAM KONVERSI BAHAN 0


KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BAKAR MINYAK KE BAHAN BAKAR
REPUBLIK INDONESIA GAS UNTUK PETANI
Hal 15 dari 24

Pendistribusian, dan termasuk Pemasangan Paket


Perdana LPG bagi Petani Sasaran;
7) menyiapkan Berita Acara Serah Terima Hibah Barang
Milik Negara (BMN) dan Lampiran Naskah Hibah BMN
kepada Petani Sasaran;
8) menyusun basis data (database) hasil pelaksanaan
kegiatan verifikasi dan pengawasan terhadap
kegiatan Penyediaan dan Pendistribusian, termasuk
Pemasangan Paket Perdana LPG bagi Petani
Sasaran;
9) melakukan pemindaian (scanning) semua dokumen
cetak (hard copy) menjadi soft file;
10) mengumpulkan dan mengolah data hasil pelaksanaan
pekerjaan sosialisasi, verifikasi dan pengawasan
terhadap kegiatan Penyediaan dan Pendistribusian
termasuk Pemasangan Paket Perdana LPG bagi
Petani Sasaran, serta penyusunan laporan.
11. Melakukan pengendalian paket perdana yang keluar
masuk gudang yang dikeluarkan atau dibuat oleh
Pelaksana Pekerjaan.
12. Membuat Berita Acara Pengawasan dan Verifikasi
Pendistribusian, termasuk Pemasangan Paket Perdana
LPG bagi Petani` Sasaran yang ditandatangani oleh dinas
yang membidangi pertanian di daerah terpilih, Konsultan
Pengawas, dan Pelaksana Pekerjaan.
13. Melakukan pendampingan dalam rangka uji petik
terhadap realisasi kegiatan Program Konversi.
14. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi, pengawasan dan
verifikasi dilaksanakan dengan memperhatikan dan
menerapkan protokol kesehatan yang diperlukan dalam
rangka mencegah penyebaran COVID-19.
Judul Dokumen: Rev:

DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI PROGRAM KONVERSI BAHAN 0


KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BAKAR MINYAK KE BAHAN BAKAR
REPUBLIK INDONESIA GAS UNTUK PETANI
Hal 16 dari 24

15. Kegiatan dilaksanakan apabila anggaran telah tersedia.


Pelaksanaan sosialisasi dan pengawasan dilaksanakan
apabila pendistribusian serta pemasangan paket konversi
BBM ke BBG dilaksanakan.
16. Daerah sosialisasi, verifikasi dan pengawasan dapat
berubah dan apabila terjadi perubahan maka akan
dilakukan adendum kontrak.
11. Keluaran Keluaran kegiatan adalah laporan hasil Sosialisasi, Verifikasi dan
Pengawasan Pendistribusian Paket Konversi BBM ke BBG untuk
Petani yang terdiri atas :
1. Basis Data Penerima Paket Perdana (DP3) Konverter Kit
berserta perangkat lunaknya;
2. Rekapitulasi Berita Acara Serah Terima Paket Perdana
Konverter Kit Petani dengan Pemda tingkat Desa/Kelurahan;
3. Dokumentasi seluruh rangkaian kegiatan;
12. Peralatan dan Penyedia barang/jasa wajib menyediakan peralatan dan material
Material dari yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan.
Penyedia Jasa
Konsultasi

13. Lingkup 1. Melaksanakan pekerjaan dengan tepat, akurat dan penuh


Kewenangan tanggung jawab;
Penyedia Jasa 2. Menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal pelaksanaan
pekerjaan yang ditetapkan dalam kontrak;
3. Melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik;
4. Menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal yang
ditetapkan dalam kontrak.
14. Jangka Waktu Waktu pelaksanaan kegiatan Sosialisasi, Verifikasi dan
Penyelesaian Pengawasan Pendistribusian Paket Konversi BBM ke BBG untuk
Pekerjaan Petani adalah selama 4 (empat) bulan kalender.
Judul Dokumen: Rev:

DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI PROGRAM KONVERSI BAHAN 0


KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BAKAR MINYAK KE BAHAN BAKAR
REPUBLIK INDONESIA GAS UNTUK PETANI
Hal 17 dari 24

15. Personil Tenaga ahli yang dibutuhkan dalam kegiatan Sosialisasi, Verifikasi
dan Pengawasan Pendistribusian Paket Konversi BBM ke BBG
untuk Petani sebagaimana terlampir dalam Lampiran 1.

a. Ketua Tim (Ahli Kepala Manajemen).


Persyaratan sebagai Ketua Tim adalah memiliki kualifikasi
pendidikan bidang Teknik atau Ekonomi atau MIPA atau Ilmu
Komunikasi dengan pengalaman kerja sebagai Ketua tim jasa
konsultansi manajemen minimal 2 (dua) tahun untuk Strata-2
atau minimal 4 (empat) tahun untuk Strata-1 di bidang
pengawasan dan/atau sosialisasi/verifikasi. Serta pengalaman
minimal 1 (satu) tahun dibidang pengawasan dan/atau
sosialisasi/verifikasi kegiatan Migas. Tenaga Ahli yang
dibutuhkan sejumlah 1 (satu) Orang.
Tugas dan fungsi mengkoordinir dan bertanggung jawab
dalam pelaksanaan pekerjaan Program Konversi BBM ke BBG
Untuk Petani – Sosialisasi, Verifikasi dan Pengawasan.
b. Tenaga Ahli Pertanian
Persyaratan sebagai Tenaga Ahli Pertanian adalah memiliki
kualifikasi pendidikan bidang Pertanian dengan pengalaman
kerja sebagai Tenaga Ahli Pertanian minimal 2 (dua) tahun
untuk Strata-2 atau minimal 3 (tiga) tahun untuk Strata-1,
Tenaga Ahli yang dibutuhkan sejumlah 1 (satu) Orang.
Tugas dan fungsi melakukan penyusunan prosedur standar
terkait verifikasi dan pengawasan pelaksanaan pendistribusian
paket konversi BBM ke BBG untuk petani, menjelaskan dan
memastikan pengawas mendapatkan informasi tatacara
verifikasi dan pengawasan pendistribusian, memeriksa hasil
pelaksanaan verifikasi dan pengawasan.
c. Tenaga Ahli Komunikasi
Persyaratan sebagai Ahli Komunikasi adalah memiliki
kualifikasi pendidikan bidang Jurusan Ilmu Komunikasi dengan
Judul Dokumen: Rev:

DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI PROGRAM KONVERSI BAHAN 0


KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BAKAR MINYAK KE BAHAN BAKAR
REPUBLIK INDONESIA GAS UNTUK PETANI
Hal 18 dari 24

pengalaman kerja sebagai ahli hubungan masyarakat/public


relations minimal 2 (dua) tahun untuk Strata-2 atau minimal 3
(tiga) tahun untuk Strata-1, Tenaga Ahli yang dibutuhkan
sejumlah 4 (empat) Orang.
Tugas dan fungsi melakukan penyusunan rencana dan
pengendalian kegiatan koordinasi dan sosialisasi pelaksanaan
pendistribusian paket.
d. Tenaga Ahli Statistik
Persyaratan sebagai Ahli Statistik adalah memiliki kualifikasi
pendidikan bidang Jurusan Ilmu Statistik/Matematika dengan
pengalaman kerja sebagai pengolah data stastistik minimal 2
(dua) tahun untuk Strata-2 atau Minimal 3 (tiga) tahun untuk
Strata-1, Tenaga Ahli yang dibutuhkan sejumlah 1 (satu)
Orang.
Tugas dan fungsi untuk melakukan penyusunan tata cara
verifikasi dan pengawasan pelaksanaan pendistribusian paket
konversi BBM ke BBG untuk petani serta pengolahan data
sehingga dapat mudah dan efisien untuk diaplikasikan,
memonitor pelaksanaan verifikasi dan pengawasan

Tugas dan fungsi sebagai tenaga pendukung adalah :


1. Koordinator Wilayah melakukan fungsi kontrol terhadap
hasil pekerjaan Lead Pengawas dan Pengawas di masing-
masing zona pelaksanaan kegiatan. Koordinator Wilayah
menjamin bahwa hasil pekerjaan Lead Pengawas dan
Pengawas sudah sesuai dengan metodologi yang
ditetapkan, koordinator wilayah yang dibutuhkan sebanyak
4 (empat) orang.
2. Lead Pengawas mengkoordinir kegiatan sosialisasi dan
kegiatan pengawasan pendistribusian dan pemasangan
paket konversi BBM ke BBG kepada mesin pompa air yang
dimiliki oleh petani calon penerima paket serta membimbing
Judul Dokumen: Rev:

DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI PROGRAM KONVERSI BAHAN 0


KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BAKAR MINYAK KE BAHAN BAKAR
REPUBLIK INDONESIA GAS UNTUK PETANI
Hal 19 dari 24

pelaksanaan kegiatan kepada pengawas termasuk


pelaporan hasil kegiatan pengawasan pendistribusian dan
pemasangan kepada ketua tim, lead pengawas yang
dibutuhkan sejumlah 1 (satu) Orang pada setiap
kabupaten/kota sasaran konversi BBM ke BBG untuk Petani
TA 2023.
3. Pengawas melakukan verifikasi dan pengawasan kegiatan
pendistribusian paket konversi BBM ke LPG, pengawas
yang dibutuhkan sejumlah 5 (lima) Orang pada setiap
kabupaten/kota sasaran konversi BBM ke BBG untuk Petani
TA 2023

Tugas dan fungsi sebagai tenaga pendukung adalah :

1. Administrasi adalah melaksanakan tugas kesekretariatan,


melakukan scanning semua dokumen hard copy menjadi
soft file, pengumpulan dan pengolahan data petani
penerima paket konversi BBM ke BBG untuk petani,
Tenaga Administrasi yang dibutuhkan sejumlah 4 (empat)
Orang

16. Jadwal Tahapan Tahapan dan Waktu Pelaksanaan kegiatan Sosialisasi, Verifikasi
Kegiatan dan Pengawasan Pendistribusian Paket Konversi BBM ke BBG
untuk Petani dilakukan dengan cara meliputi:

Bulan Bulan Bulan Bulan


No Tahapan Kegiatan
Ke 1 ke 2 ke 3 ke 4
Melakukan Verifikasi data calon
1 √ √
penerima paket perdana.
2 Persiapan dan Pelatihan √ √
Koordinasi dengan dinas yang
3 √ √ √ √
membidangi pertanian di daerah calon
Judul Dokumen: Rev:

DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI PROGRAM KONVERSI BAHAN 0


KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BAKAR MINYAK KE BAHAN BAKAR
REPUBLIK INDONESIA GAS UNTUK PETANI
Hal 20 dari 24

penerima paket perdana terkait nama


calon penerima
Sosialisasi kepada petani calon
4 √ √ √
penerima
Pendistribusian dan pemasangan paket
5 √ √ √
perdana kepada calon penerima terpilih
6 Pembuatan laporan √ √ √

17. Laporan Laporan Pendahuluan memuat hasil/capaian :


Pendahuluan 1. Progres Verifikasi data calon penerima paket perdana.
2. Progres pengawasan dan verifikasi pendistribusian paket
perdana Konkit Petani.
3. Progres pengolahan dan analisas data hasil pengawasan dan
verifikasi.
4. Tindak lanjut kegiatan selanjutnya.
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya pada minggu ke-
empat bulan pertama sejak SPMK diterbitkan sebanyak 5 (lima)
buku laporan berikut soft copy-nya.
18. Laporan Laporan Kemajuan Hasil Pekerjaan memuat sekurang-
Kemajuan Hasil kurangnya:
Pekerjaan 1. Pelaksanaan koordinasi dan sosialisasi
2. Kemajuan pelaksanaan pengawasan
Laporan Kemajuan Hasil Pekerjaan harus diserahkan selambat-
lambatnya: minggu ke-3 bulan ke-2 sejak SPMK diterbitkan
sebanyak 5 (lima) buku laporan dan 1 (satu) flash disk kapasitas
minimal 128 GB

19. Laporan Akhir Laporan Akhir memuat hasil/capaian seluruh rangkaian kegiatan
sosialisasi, pengawasan dan verifikasi pendistribusian paket
perdana konversi BBM ke BBG sesuai lingkup / output kegiatan :
Judul Dokumen: Rev:

DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI PROGRAM KONVERSI BAHAN 0


KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BAKAR MINYAK KE BAHAN BAKAR
REPUBLIK INDONESIA GAS UNTUK PETANI
Hal 21 dari 24

1. Basis Data Penerima Paket Perdana (DP3) Konkit Petani


berserta perangkat lunaknya;
2. Rekapitulasi Berita Acara Serah Terima Paket Perdana Konkit
Petani dengan Pemda tingkat Desa/Kelurahan;
3. Dokumentasi seluruh rangkaian kegiatan.
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya pada minggu ke-
empat bulan ke-tiga sejak SPMK diterbitkan sebanyak 5 (lima)
buku laporan berikut soft copy-nya.
Pengawas, kewajiban penyampaian laporan, dan seterusnya yang mekanismenya
akan ditentukan kemudian.

Jakarta, Maret 2023


Pejabat Pembuat Komitmen
Program Konversi BBM ke BBG untuk Petani

Safri Yanto
NIP. 198206132008041002
Judul Dokumen: Rev:

DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI PROGRAM KONVERSI BAHAN 0


KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BAKAR MINYAK KE BAHAN BAKAR
REPUBLIK INDONESIA GAS UNTUK PETANI
Hal 22 dari 24

Lampiran I Kerangka Acuan Kerja Pelaksanaan Pekerjaan Sosialisasi, Verifikasi dan


Pengawasan Terhadap Kegiatan Penyediaan dan Pendistribusian, dan Termasuk
Pemasangan Paket Perdana LPG bagi Petani Sasaran
Nomor : 001 /PPK-PETANI/2023
Tanggal : 21 Maret 2023

Jumlah Personil Yang Dibutuhkan

Volume Kegiatan
Pendidikan Pengalaman
No Item Pekerjaan Jumlah Volume
Minimal (Tahun)
tenaga (bulan)
Biaya Langsung Personil

1 Tenaga Ahli
Ahli Manajemen Proyek (Ketua Tim) S1 4 1 4
Ahli Pertanian S1 3 1 4
Ahli Statistik S1 3 1 4
Ahli Komunikasi S1 3 4 4

2 Tenaga Sub Profesional


a Koordinator Wilayah S1 4 3
b Sumatera Utara (Serdang Bedagai)
- Lead pengawas D3 1 3
- Pengawas D3 5 3
c Sumatra Utara (Kab Deli Serdang)
- Lead pengawas D3 1 3
- Pengawas D3 5 3
d Sumatra Utara (Kab Langkat)
- Lead pengawas D3 1 3
- Pengawas D3 5 3
e Sumatra Utara (Kab Asahan)
- Lead pengawas D3 1 3
- Pengawas D3 5 3
f Sumatra Utara (Kab Samosir)
- Lead pengawas D3 1 3
- Pengawas D3 5 3
g Sumatra Utara (Kab Toba)
- Lead pengawas D3 1 2,5
- Pengawas D3 5 2,5
h Bangka Belitung (Kab Bangka )
- Lead pengawas D3 1 3
- Pengawas D3 5 3
Judul Dokumen: Rev:

DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI PROGRAM KONVERSI BAHAN 0


KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BAKAR MINYAK KE BAHAN BAKAR
REPUBLIK INDONESIA GAS UNTUK PETANI
Hal 23 dari 24

i Bangka Belitung (Kab Belitung )


- Lead pengawas D3 1 2,5
- Pengawas D3 5 2,5
j Jawa Barat (Kab Tasikmalaya)
- Lead pengawas D3 1 3
- Pengawas D3 5 3
k Jawa Barat (Kab Indramayu)
- Lead pengawas D3 1 2,5
- Pengawas D3 5 2,5
l Jawa Barat (Kab Cianjur)
- Lead pengawas D3 1 3
- Pengawas D3 5 3
m Jawa Barat (Kab Sukabumi)
- Lead pengawas D3 1 2,5
- Pengawas D3 5 2,5
n Jawa Tengah (Kab Purbalingga)
Lead pengawas D3 1 3
Pengawas D3 5 3
o Jawa Tengah (Kab Banjarnegara)
- Lead pengawas D3 1 3
- Pengawas D3 5 3
3 Tenaga Pendukung
Administrasi D3 4 4

Jakarta, Maret 2023


Pejabat Pembuat Komitmen
Program Konversi BBM ke BBG untuk Petani

Safri Yanto
NIP. 198206132008041002

Anda mungkin juga menyukai