0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
509 tayangan43 halaman

Mengenal dan Instalasi XAMPP Terbaru

Dokumen tersebut memberikan penjelasan tentang instalasi dan penggunaan aplikasi XAMPP untuk pengembangan web. XAMPP merupakan aplikasi yang mengintegrasikan web server Apache, database MySQL/MariaDB, dan bahasa pemrograman PHP dalam satu paket instalasi. Dokumen tersebut juga membahas konfigurasi dasar XAMPP setelah instalasi serta pemecahan masalah yang mungkin timbul.

Diunggah oleh

lpm cs
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
509 tayangan43 halaman

Mengenal dan Instalasi XAMPP Terbaru

Dokumen tersebut memberikan penjelasan tentang instalasi dan penggunaan aplikasi XAMPP untuk pengembangan web. XAMPP merupakan aplikasi yang mengintegrasikan web server Apache, database MySQL/MariaDB, dan bahasa pemrograman PHP dalam satu paket instalasi. Dokumen tersebut juga membahas konfigurasi dasar XAMPP setelah instalasi serta pemecahan masalah yang mungkin timbul.

Diunggah oleh

lpm cs
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

INSTALASI XAMPP, WEB BROWSER Oleh: Yonal Supit

DAN TEXT EDITOR


MENGENAL APLIKASI XAMPP
PHP membutuhkan aplikasi web server untuk menerjemahkan kode-kode PHP menjadi
HTML. Di dalam web server inilah nantinya kode PHP akan ditempatkan.
Terdapat berbagai aplikasi web server, seperti: Apache, Nginx, Microsoft IIS, dan
LiteSpeed. Saat ini Apache web server menjadi web server yang paling banyak
digunakan. Selain Apache, Nginx juga sering dipilih, karena dianggap lebih ringan
dan membutuhkan sumber daya (processor dan memory RAM) yang lebih sedikit jika
dibandingkan dengan Apache.
Perlu menjadi catatan bahwa web server dan PHP adalah 2 aplikasi yang berbeda
dan saling terpisah. Memproses kode PHP merupakan salah satu fungsi dari web
server. Sebuah web server bisa mendukung bahasa PHP, ASP, Python, dan bahasa
pemrograman web lainnya.
Untuk membuat proses instalasi semakin rumit, kita harus menginstall web server dan
PHP secara terpisah. Kemudian, mengatur agar keduanya bisa saling
‘berkomunikasi’. Jika nanti butuh aplikasi database server seperti MySQL, kita juga
harus menghubungkannya dengan web server. Bagi pemula, menginstall satu-satu
aplikasi ini (dan mengatur konfigurasinya) bisa membuat sakit kepala.
Untungnya, terdapat aplikasi yang ‘membundle’ paket web server + PHP + MySQL
ke dalam 1 kali proses instalasi. Dengan menginstall aplikasi ‘paket’ ini, kita sudah
mendapatkan 3 aplikasi lengkap (dan settingannya) sehingga sudah siap pakai.
Salah satu aplikasi ‘bundle’ ini adalah XAMPP. Nama aplikasi XAMPP terdiri dari
paket yang ada di dalamnya. X (berarti cross-platform, maksudnya tersedia dalam
berbagai sistem operasi), Apache Web Server, MySQL Database Server, PHP dan
Perl. Selain aplikasi ini, XAMPP juga menyertakan aplikasi pelengkap seperti
phpMyAdmin, File Zilla FTP Server, Mercury Mail Server, dll.
XAMPP tersedia gratis dan bisa di download melalui situs resminya di:
apachefriends.org
MENGENAL AMP STACK
XAMPP adalah salah satu aplikasi yang dikenal sebagai AMP Stack. AMP
merupakan singkatan dari Apache Web Server, MySQL Database Server, dan PHP.
Dalam pengembangan web, ketiga aplikasi ini sangat populer digunakan. Jika AMP
Stack dijalankan di sistem operasi Windows, namanya menjadi WAMP
(WindowsApache-MySQL-PHP). Jika dijalankan di OS Linux, menjadi LAMP (Linux-
Apache-MySQLPHP). Untuk Mac OS dikenal sebagai MAMP (Mac-Apache-MySQL-
PHP). Anda akan sering menemukan istilah-istilah ini ketika membahas tentang
instalasi PHP.
Selain XAMPP, aplikasi AMP Stack populer lain adalah WAMP Server², AMPPS³ ,
dan BitNami WAMPStack⁴.
MYSQL VS MARIADB
Jika anda sudah membuka situs XAMPP di apachefriends.org, ada sebuah
pegumuman penting. Mulai dari versi 5.5.30 keatas, XAMPP tidak lagi menggunakan
MySQL, tetapi MariaDB. Kemana MySQL?
Tidak dapat dipungkiri bahwa MySQL adalah aplikasi database paling terkenal
dan paling banyak digunakan untuk pengembangan web. Jika digabung menjadi
PHP-MySQL, keduanya merupakan aplikasi yang sangat powerfull dan digunakan
pada jutaan situs di internet. Ini tidak lepas dari lisensi MySQL yang open source dan
bisa digunakan secara gratis.
Pada tahun 2008, perusahaan dibalik MySQL, yakni MySQL AB dibeli oleh Sun
Microsystems (perusahaan yang mengembangkan bahasa pemrograman JAVA). Satu
tahun setelahnya, giliran Sun Microsystems yang dibeli oleh raksasa industri
database: Oracle.
Banyak kalangan yang menyayangkan hal ini, karena besar kemungkinan Oracle
akan menganaktirikan MySQL. Ini terbukti sejak berada di tangan Oracle,
pengembangan MySQL sedikit melambat. Untuk menghindari suatu saat MySQL
‘dihapus’ oleh Oracle, kalangan programmer bersatu untuk membuat database
server ‘cloningan’ MySQL, dan lahirlah MariaDB. Salah satu programmer inti dibalik
MariaDB tidak lain adalah Monty Widenius, yang dulunya juga ‘melahirkan’ MySQL.
JADI, APA BEDA MYSQL DENGAN MARIADB?
Karena menggunakan source code yang sama dengan MySQL, MariaDB sangat
mirip dengan MySQL. Setiap kode program yang ditulis untuk MySQL, hampir
dipastikan juga berjalan di MariaDB, termasuk fungsi mysqli_connect() yang
menghubungkan PHP dan MySQL. Selain itu, MariaDB memiliki fitur-fitur tambahan
yang tidak dimiliki oleh MySQL.
Tetap diakui bahwa nama MariaDB masih relatif asing. MySQL jauh lebih populer.
XAMPP versi terbaru sepertinya ‘memaksa’ kita untuk beralih dari MySQL ke
MariaDB. Namun seperti yang saya tulis sebelumnya, secara teknis MariaDB nyaris
sama dengan MySQL. Anda tidak akan menyadari bahwa XAMPP versi baru
menggunakan MariaDB, bukan MySQL.
Bagi kita sebagai web programmer, perubahan seperti ini akan selalu hadir.
Pertanyaannya, apakah kita siap (dan mampu) mengikuti perubahan. Untuk kasus
MySQL vs MariaDB, hal ini tidak terlalu masalah, karena tidak ada perubahan dari
segi kode program.
Info: Jika anda ingin menggunakan MySQL ‘asli’ bisa menggunakan XAMPP versi
5.5.24 kebawah.
INSTALASI XAMPP
versi terakhir dari XAMPP adalah XAMPP 7.0.2. Penamaan versi XAMPP saat ini
mengikuti versi PHP yang terdapat di dalamnya. Dengan kata lain, XAMPP 7.0.2
berisi PHP 7.0.2. Selain itu, XAMPP 7.0.2 terdiri dari web server Apache 2.4.18 dan
database server MariaDB 10.1.10.
Tampilan berikutnya adalah jendela “Bitnami for XAMPP”. Bitnami adalah aplikasi
AMP stack yang juga menjadi sponsor XAMPP. Hapus pilihan “learn more about
Bitnami for XAMPP”, kemudian klik Next.
XAMPP CONTROL PANEL
Jika anda membiarkan pilihan “Do you want to start the Control Panel now?” pada
jendela terakhir proses instalasi XAMPP, maka akan tampil jendela XAMPP Control
Panel.
Sesuai dengan namanya, jendela XAMPP Control Panel adalah jendela yang
digunakan untuk mengontrol apa saja modul XAMPP yang akan atau sedang
dijalankan. Jika jendela ini tidak tampil, anda bisa mengaksesnya dari menu START-
>All Programs->XAMPP->XAMPP Control Panel.
Untuk menguji instalasi XAMPP, silahkan klik tombol START pada modul Apache dan
MySQL. Jika tidak ada masalah, akan tampil warna hijau pada kolom module ini,
seperti tampilan dibawah:
Tombol START akan berubah menjadi tombol STOP. Tombol stop digunakan untuk
mematikan Apache web server dan MySQL database server. Selanjutnya, buka web
browser dan ketikkan http://localhost pada address bar, kemudian tekan enter. Jika
tampil jendela pembuka XAMPP, maka semuanya telah terinstall dengan baik.
Untuk menguji apakah database MySQL (atau tepatnya MariaDB) sudah terkoneksi
dan bisa diakses, klik menu phpMyAdmin di sudut kanan atas, atau ketik alamat
http://localhost/phpmyadmin. Jika tampil jendela berikut, berarti Database sudah
terhubung dengan Apache Web Server dan PHP:
XAMPP TROUBLESHOOTING
Tutorial cara menginstall XAMPP sebelum ini juga sudah ada di Duniailkom, mayoritas
komentar yang ada terkait gagalnya proses instalasi XAMPP. Oleh karena itu saya
akan membahas sedikit masalah yang mungkin terjadi dan solusinya.
Terdapat Aplikasi Lain yang Menggunakan Port Apache dan MySQL.
masalah yang sangat sering terjadi, dimana aplikasi XAMPP (yakni web server
Apache dan MySQL) bentrok dengan aplikasi sejenis. Apakah sebelumnya anda
pernah menginstall XAMPP atau aplikasi AMP stack lain? Jika pernah, sedapat
mungkin cari lokasi instalasinya dan uninstall.
Aplikasi XAMPP Lain Sudah Berjalan
Ketika anda men-klik icon close (tanda silang disudut kanan atas) XAMPP Control
Panel, ini bukan berarti menutup XAMPP Control Panel , tetapi sebenarnya akan
tersimpan ke tray icon (icon di kanan bawah jendela windows, dekat penunjuk waktu
dan tanggal). Jika anda sudah menjalankan Apache server dan MySQL server,
keduanya juga masih tetap aktif. Dengan men-klik menu tray icon ini, XAMPP Control
Panel juga akan muncul kembali.
MENGUBAH PORT DEFAULT APACHE DAN MYSQL
Jika 2 solusi diatas tidak berhasil, anda juga bisa menukar port yang digunakan oleh
Apache dan MySQL. Solusi ini saya sarankan bagi yang anda yang tidak keberatan
dengan utak-atik konfigurasi XAMPP: Tutorial Cara Mengganti Port Apache dan
MySQL di XAMPP¹⁰
MICROSOFT .NET FRAMEWORK BELUM
TERINSTALL
MICROSOFT .NET FRAMEWORK 2015 UNTUK
XAMPP 7.0.2
Ini adalah error yang saya alami ketika mencoba menginstall XAMPP 7.0.2 di
Windows 7. Pada saat proses instalasi semuanya berjalan lancar, tetapi ketika
menjalankan web server Apache, tampil jendela error:
MELIHAT FOLDER INSTALASI XAMPP
Seperti yang telah kita bahas, XAMPP pada dasarnya ‘mengumpulkan’ berbagai
aplikasi yang diperlukan untuk menjalankan PHP. Aplikasi ini ditempatkan dalam
folder instalasi XAMPP. Mari kita lihat beberapa diantaranya. Silahkan buka folder
instalasi XAMPP. Dalam contoh sebelumnya, saya menginstall XAMPP di C:\xampp\.
Di dalam folder inilah berbagai file dan folder penyusun XAMPP berada. Sebagian
besar diantaranya tidak perlu kita ‘ganggu’.
Dalam folder utama terdapat file xampp-control.exe ini tidak lain adalah program
yang digunakan untuk menjalankan XAMPP Control Panel. File xampp_start.exe dan
xampp_stop.exe digunakan untuk menjalankan XAMPP dari cmd (command prompt)
Windows. Selama kita bisa mengakses XAMPP Control Panel, kedua file ini tidak
perlu dijalankan.
FOLDER HTDOCS
Folder htdocs bisa jadi merupakan folder yang paling penting dari seluruh folder
lain di dalam XAMPP. Karena, disinilah file PHP harus ditempatkan. Jika file PHP
disimpan di dalam folder lain (walaupun masih di dalam folder instalasi xampp),
kode program tersebut TIDAK AKAN BERJALAN.
FOLDER PHP
Folder php adalah tempat dimana seluruh file inti PHP berada. Jika anda
mendownload aplikasi PHP secara manual dari php.net¹⁴, isi dari aplikasi PHP itu
sama dengan folder C:\xampp\php. Di dalam folder php, terdapat 1 file penting:
php.ini. File php.ini berisi seluruh setingan terkait PHP. File php.ini hanyalah file teks
biasa yang bisa dibuka dan diedit menggunakan Notepad++.
FOLDER APACHE
Folder apache berisi seluruh file apache web server. Sama seperti php, jika anda
mendownload aplikasi apache dari situs resminya httpd.apache.org¹⁵, isinya akan
sama dengan folder C:\xampp\apache. File konfigurasi apache, httpd.conf berada
di folder C:\xampp\apache\conf\
FOLDER MYSQL
Folder terakhir yang perlu diketahui adalah mysql. Seperti yang sudah bisa anda
tebak, folder ini berisi seluruh file-file MySQL Server, termasuk database yang akan
kita buat. File konfigurasi MySQL terdapat di file my.ini dalam folder
C:\xampp\apache\mysql\bin\.
INSTALASI WEB BROWSER
Aplikasi kedua yang dibutuhkan untuk menjalankan kode PHP, tentu saja: web
browser. Tidak ada ketentuan khusus untuk web browser ini. Anda bisa menggunakan
web browser apapun. Dalam buku ini saya akan menggunakan web browser Mozila
Firefox, Google Chrome, dan Opera secara bergantian. Jika memungkinkan, update
web browser anda ke versi yang paling baru.
INSTALASI TEXT EDITOR
File PHP pada dasarnya hanyalah file teks biasa dengan aturan penulisan khusus.
Untuk menulis kode PHP, kita bisa menggunakan aplikasi teks editor apapun. Bahkan,
aplikasi Notepad bawaan Windows juga sudah mencukupi. Dalam buku HTML
Uncover, saya menggunakan aplikasi Notepad++. Sedangkan dalam buku CSS
Uncover, saya memilih Komodo Edit. Kedua teks editor ini sudah lebih dari cukup
untuk mengetik kode PHP.
NOTEPAD++
Notepad++ ringan dan cepat (hanya berukuran 20MB setelah diinstall). Teks editor
ini sangat populer di kalangan web developer. Fitur-fitur penting juga sudah tersedia
di dalam Notepad++, seperti penomoran baris (line numbering), pewarnaan kode
program (syntax hilighting), serta code completion.
Salah satu kelemahan dari Notepad++ adalah fitur pewarnaan kode program
(syntax hilighting) hanya mendukung 1 bahasa dalam 1 file. Ketika dalam file yang
sama terdapat kode program HTML, CSS dan PHP, Notepad++ tidak bisa
‘mewarnai’ semua bahasa.
KOMODO EDIT
Dibandingkan Notepad++, Komodo Edit memang belum sepopuler Notepad++.
Selain itu, aplikasi ini juga cukup berat (berukuran sekitar 200MB setelah diinstall).
Namun Komodo Edit memiliki fitur yang lebih baik dan tampilan yang lebih rapi.
Ketika kita menulis berbagai bahasa pemrograman dalam 1 file, semuanya diwarnai
dengan baik.
Untuk mengedit kode program PHP dengan cepat, saya biasanya menggunakan
Notepad++. Tapi jika butuh membuat aplikasi PHP yang cukup panjang dan lebih
dari 1 file, saya lebih suka menggunakan Komodo Edit.
TEXT EDITOR ALTERNATIF
Komodo Edit dan Notepad++, hanyalah ’salah dua’ teks editor gratis yang bisa
digunakan. Sebagai pilihan lain (yang juga gratis) anda bisa mencoba Bracket¹⁸,
Atom¹⁹, Aptana Studio²⁰, Eclipse²¹ atau Net Beans²² .
Anda bebas ingin menggunakan editor apa saja, tidak harus Notepad++ atau
Komodo Edit. Saya juga menyarankan untuk mencoba semua aplikasi teks editor
diatas, dan pilih yang menurut anda paling nyaman.
TEKS EDITOR PREMIUM
Selain teks editor gratisan diatas, juga terdapat teks editor berbayar dengan fitur
melimpah. Yang cukup populer adalah Sublime Text²³ dan PHPStorm²⁴.
B agaimana dengan Adobe Dreamweaver?
Salah satu aplikasi populer yang cukup ‘melegenda’ terutama bagi pemula web
programming adalah Adobe Dreamweaver. Dreamweaver merupakan aplikasi
canggih dengan fitur melimpah untuk pembuatan web. Dreamweaver termasuk
kelompok aplikasi yang dikenal dengan sebutan WYSIWYG (What You See Is What
You Get), dimana kita bisa merancang tampilan website dengan cara ‘drag and
drop’, yakni menggambar tampilan web secara visual tanpa harus mengetahui kode
program dibalik itu (walaupun dreamweaver juga menyediakan fitur coding yang
sangat lengkap).

Anda mungkin juga menyukai