https://www.niagahoster.co.
id/blog/belajar-
python/#1_Gratis_dan_Open_Source
Daftar isi
1 Apa itu Python?
2 Mengapa Anda Harus Belajar Python?
2.1 1. Gratis dan Open Source
2.2 2. Mudah Dipelajari
2.3 3. Multiplatform
2.4 4. Multifungsi
2.4.1 Aplikasi Desktop, Mobile, Web
2.4.2 Data Science
2.4.3 Data Analysis
2.4.4 Machine Learning
2.4.5 Artificial Intelligence
2.4.6 Robotics
3 Yuk Belajar Cara Menginstal dan Menggunakan Python!
3.1 1. Download dan Install Python
3.2 2. Validasi Instalasi Python
3.3 3. Mulai Menggunakan Python
4 5 Tipe Data Python
4.1 1. Integer (Bilangan Bulat)
4.2 2. Float (Bilangan Desimal)
4.3 3. String (Teks & Karakter)
4.4 4. Boolean (True & False)
4.5 5. Tipe Data Khusus (Bilangan Kompleks)
5 Apa Saja Contoh Program Sederhana yang Bisa Dibuat Menggunakan Python?
5.1 1. Hello World
5.2 2. Penjumlahan Dua Angka
5.3 3. Penghitungan Luas Segitiga
5.4 4. Konversi Suhu
5.5 5. Kalender Masehi
6 Yuk Belajar Python Sekarang Juga!
Apa itu Python?
Python adalah satu dari sekian banyak contoh bahasa pemrograman di dunia.
Bahasa pemrograman Python bisa dipakai untuk banyak hal, seperti
membangun website atau menganalisis data. Istilah kerennya, general
purpose.
Selain itu, bahasa pemrograman Python juga memiliki karakteristik seperti:
tergolong bahasa tingkat tinggi, menggunakan pendekatan berorientasi objek,
serta ditulis secara dinamis. Apa maksudnya?
Python tergolong bahasa pemrograman tingkat tinggi. Maksudnya, sintaks
Python didesain semirip mungkin dengan bahasa manusia. Sehingga, proses
belajar Python pemula jadi lebih mudah, cepat, dan menyenangkan.
Di samping itu, bahasa pemrograman Python memakai
paradigma pemrograman berorientasi objek (object oriented
programming). Artinya, perintah pada coding Python tersusun dari objek-
objek kecil. Nah, objek tadi memiliki karakteristik atau atributnya tersendiri.
Di Python sendiri, objek dapat berupa kumpulan variabel. Variabel ini akan
diisi beberapa tipe data. Menariknya, Python mengizinkan Anda mengubah
tipe data dari variabel yang sama tanpa mengalami error.
Itulah mengapa, Python disebut sebagai bahasa pemrograman yang ditulis
secara dinamis (dynamically typed).
Bahasa pemrograman Python pertama kali dikembangkan pada tahun 1991
oleh Guido van Rossum, seorang programmer Belanda. Hingga kini, Python
telah berkembang pesat. Terbukti dari versi terbarunya, Python 3.10 yang
dirilis 2021 lalu.
Ngomong-ngomong, Python termasuk salah satu bahasa pemrograman
terpopuler. Setidaknya menurut survey Stack Overflow yang menempatkan
Python di posisi tiga besar, dengan persentase pengguna sebesar 48.24%.
Maka tidak heran jika banyak perusahaan kelas dunia yang menggunakan
bahasa pemrograman Python. Sebut saja Netflix, Amazon, Quora, Slack,
Intel, Dropbox, Ebay, Spotify, dan masih banyak lagi. Jadi, belajar Python
untuk saat ini tentu masih relevan, bukan?
Setelah memahami apa itu Python, berikutnya mari ketahui alasan kenapa
Anda harus segera belajar bahasa Python. Langsung saja ke poin selanjutnya!
Baca juga: Pengertian CSS
Mengapa Anda Harus Belajar Python?
Berikut adalah beberapa fungsi Python sekaligus alasan kenapa Anda harus
mempelajarinya sekarang juga:
1. Gratis dan Open Source
Alasan pertama Anda harus belajar Python karena ia dapat digunakan secara
gratis. Semua library, modul, maupun tools untuk menjalankan Python dapat
Anda nikmati tanpa perlu membayar sepeserpun.
Selain itu, bahasa pemrograman Python juga open source. Artinya, Anda
bebas menggunakan Python, baik untuk tujuan pribadi maupun komersial,
tanpa harus membayar royalti ke pengembang Python.
Baca juga: HTML Adalah
2. Mudah Dipelajari
Sebagai bahasa tingkat tinggi dengan sintaks mirip bahasa manusia, Python
mudah dipelajari. Bahkan jika dibandingkan dengan sesama bahasa tingkat
tinggi, perintah coding Python jauh lebih simpel.
Tidak percaya? Coba tengok perbandingan perintah Python vs Java vs C
berikut untuk membuat program Hello World:
Coding Python terbukti lebih ringkas, bukan?
Selain itu sebagai salah satu bahasa terpopuler, Python punya komunitas
yang luas dan suportif. Mereka bisa menjadi sarana diskusi atau solusi ketika
Anda kesulitan belajar Python.
Nah, beberapa komunitas Python terkenal yang bisa Anda ikuti antara lain:
Python Community Discord
Python Developers Community Linkedln
Python Stack Overflow
Python Education Reddit
Python Indonesia Facebook
Baca juga: Kotlin Adalah
3. Multiplatform
Python adalah bahasa pemrograman multiplatform. Maksudnya, Anda bisa
leluasa menulis coding Python, lalu menjalankannya di berbagai sistem
operasi populer. Sebut saja Windows, Linux, ataupun MacOS.
Lagi-lagi, ini merupakan sebuah keuntungan. Alasannya, Anda bisa segera
mulai belajar Python, tanpa perlu mengganti atau membeli perangkat baru
yang kompatibel dengan Python.
Baca juga: 10 Tips Belajar Coding Terlengkap untuk Pemula
4. Multifungsi
Selain multiplatform, bahasa pemrograman Python juga multifungsi. Nah,
berikut beberapa fungsi Python yang sudah diketahui:
Aplikasi Desktop, Mobile, Web
Fungsi Python yang paling umum adalah untuk membangun aplikasi berbasis
desktop, mobile, ataupun web. Namun untuk melakukannya, Anda butuh
framework tambahan. Tunggu dulu, apa itu framework?
Framework adalah kerangka kerja yang memungkinkan Anda membangun
aplikasi dengan lebih cepat. Nah, ada banyak Python framework yang bisa
Anda coba sesuai kebutuhan pengembangannya, seperti:
Kebutuhan Pengembangan Framework Python
Aplikasi desktop PyQt5, Tkinter, wxPython, PyGUI
Aplikasi mobile Kivy, BeeWare, pyqtdeploy, Python-for-android
Website & aplikasi web Django, CherryPy, Pyramid, Flask
Data Science
Fungsi Python selanjutnya adalah mengolah hal-hal berkaitan dengan data
(Data Science). Dengan Python, Anda bisa mengekstraksi, membersihkan,
bahkan memvisualisasikan data dengan mudah.
Caranya dengan menggunakan library khusus data science yang tersedia di
Python. Misalnya Numpy, Pandas, dan Matplotlib.
Jika Anda ingin menjadi Data Scientist, maka Anda harus belajar Python dari
sekarang. Sebab menurut sebuah survey, 48% Data Scientist profesional
lebih memilih Python dibanding bahasa lain karena fleksibilitasnya.
Data Analysis
Masih berhubungan dengan data science, fungsi Python yang satu ini
berkaitan dengan analisis data (Data Analysis). Python memungkinkan Anda
menganalisis data yang sudah diekstrak tadi menjadi informasi yang lebih
berguna.
Layaknya data science, Anda juga bisa memanfaatkan beberapa library yang
sudah disebutkan tadi jika ingin berkarir menjadi Data Analyst.
Baca Juga: Ingin Menjadi Data Analyst di Niagahoster? Yuk Ikuti
DQLab Tetris Program
Machine Learning
Selain untuk mengolah data, bahasa pemrograman Python juga bisa
digunakan untuk membangun Machine Learning. Machine Learning adalah
sistem yang dirancang agar bisa belajar dengan sendirinya, tanpa harus
diprogram berulang-kali.
Jika Anda tertarik menggunakan Python untuk Machine Learning, ada
beberapa library yang bisa dipasang. Di antaranya Scikit-Learn,
Keras, dan TensorFlow.
Fungsi Python sendiri sangat cocok untuk Machine Learning. Alasannya,
perintah Python cenderung pendek dan mudah ditulis. Sehingga, programmer
bisa lebih fokus pada alur pemecahan masalah yang diterapkan di sistem
tersebut.
Artificial Intelligence
Tak hanya Machine Learning, fungsi Python sebenarnya lebih luas lagi. Ia
sering dimanfaatkan untuk mengembangkan teknologi kecerdasan buatan
atau Artificial Intelligence (AI).
Beberapa contoh implementasi AI dengan bahasa pemrograman Python
antara lain teknologi Face Unlock dan Object Recognition. Namun untuk
mengembangkannya, biasanya dibutuhkan bahasa pemrograman lain seperti
JavaScript dan bahasa pemrograman C++.
Nah, beberapa library Python untuk Machine Learning di atas juga bisa
dipakai untuk mengembangkan Artificial Intelligence. Selain itu, ada lagi
satu library yang bisa Anda gunakan, yaitu PyTorch.
Baca juga: Apa itu JavaScript
Robotics
Fungsi Python yang terakhir adalah untuk membangun teknologi robotika.
Saat ini, sudah banyak robot yang dibangun menggunakan bahasa
pemrograman Python. Salah satunya adalah Trash Collector.
Robot ini mampu mendeteksi, memungut, lalu meletakkan sampah ke tempat
sampah terdekat. Nah, Trash Collector ini diprogram menggunakan
Raspberry Pi, sebuah chip komputer berbasis Python, serta framework
khusus robotika, PyRobot.
Sampai di sini, Anda telah paham apa itu Python dan beberapa fungsinya.
Yuk lanjutkan dengan belajar tutorial Python serta cara menggunakannya di
poin selanjutnya.
Baca juga: Pengertian PHP
Yuk Belajar Cara Menginstal dan Menggunakan Python!
Di bagian ini, Anda akan mempraktikkan tutorial Python, mulai dari instalasi
sampai cara menggunakan Python. Nah, langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Download dan Install Python
Sebelum belajar cara menggunakan Python, pastinya Anda harus menginstal
Python sesuai sistem operasi yang digunakan. Untungnya, cara install Python
sangatlah mudah.
Pertama, kunjungi laman download Python. Di halaman ini, silakan unduh
Python versi terbaru sesuai perangkat yang Anda gunakan. Sebagai contoh,
kami akan mendownload Python 3.10.4 untuk Windows.
Silakan tunggu, proses download akan berlangsung. Jika sudah, klik dua kali
file instalasi Python tersebut. Setelahnya, akan muncul tampilan berikut dan
klik Run.
Di tampilan berikutnya, silakan klik centang pada opsi Add Python 3.10 to
PATH. Kemudian, pilih opsi Install Now.
Proses instalasi Python akan berjalan. Jika sudah, Anda akan melihat
tampilan berikut. Itu artinya, Python sudah berhasil terinstall di komputer.
Akhiri prosesnya dengan klik Close.
2. Validasi Instalasi Python
Sampai di tahap ini, artinya tutorial Python tahap instalasi sudah selesai.
Namun agar lebih yakin, Anda bisa memvalidasi apakah Python sudah benar-
benar terinstal di komputer atau belum.
Caranya sangat mudah. Anda bisa menggunakan software terminal bawaan
milik komputer. Contohnya untuk Windows, Anda bisa memanfaatkan
aplikasi Command Prompt.
Pertama, buka Command Prompt tersebut. Kemudian, tuliskan perintah di
bawah ini:
python --version
Jika sudah, silakan tekan Enter. Anda akan melihat tampilan berikut. Itu
artinya, Python sudah terinstal di komputer Anda.
Baca juga: 50 Perintah CMD dan Fungsinya yang Anda Wajib Tahu!
3. Mulai Menggunakan Python
Setelah menginstal Python dan memvalidasinya, Anda bisa mulai belajar cara
menggunakan Python. Nah, Python menyediakan teks editor bawaan
bernama IDLE. Sehingga, Anda tidak perlu repot memasang teks editor lain.
Langsung, saja silakan buka aplikasi IDLE Python. Jika sudah, Anda akan
melihat tampilan seperti berikut:
Pertama, silakan klik menu File > New File untuk membuat program
sederhana Python. Anda akan dibawa menuju tampilan seperti ini:
Sebelum menulis contoh program Python, ada baiknya Anda menyimpan file
terlebih dahulu. Caranya gampang, tinggal klik File > Save dan simpan file
sesuai kehendak Anda.
Jika sudah, silakan tulis sintaks Python Anda. Sebagai contoh, kami akan
menulis perintah berikut:
print (“contoh program python”)
Nah, sekarang saatnya menjalankan program. Langsung saja klik menu Run
> Run Module.
Berikutnya, Anda akan melihat tampilan berikut. Itu artinya, program
sederhana Python berhasil dijalankan.
Sebaliknya jika yang muncul seperti ini, maka terdapat error di program
Anda. Silakan periksa kembali sintaks Python Anda, lalu jalankan ulang
program tersebut.
Anda sudah selesai mempraktikkan tutorial Python. Berikutnya, mari belajar
beberapa tipe data Python beserta contohnya.
Baca juga: 10 Text Editor Terbaik Untuk Pemrograman
5 Tipe Data Python
Sebelum belajar berbagai tipe data Python, Anda perlu tahu satu hal. Di
Python, Anda tidak perlu repot mengenalkan tipe data setiap kali menulis
program. Sebab, Python sudah bisa mengenali tipe data yang Anda gunakan.
Sebagai perbandingan, Anda perlu mendeklarasikan tipe data saat membuat
program ketika Anda belajar mengenal Java. Jika tidak percaya, tengok bukti
berikut:
Meski begitu, Anda tetap wajib belajar tipe data Python. Sebab, setiap tipe
data punya aturan penulisannya masing-masing. Sehingga, Anda wajib
mematuhinya jika tidak ingin program Python Anda malah error.
Nah, ini dia beberapa tipe data yang ada di Python:
1. Integer (Bilangan Bulat)
Tipe data Python yang pertama adalah integer. Sesuai namanya, integer
digunakan untuk memasukkan nilai bilangan bulat. Berikut beberapa
contohnya:
usia = 20
harga = 25000
suhu = -13
Untuk memeriksa tipe data di atas, gunakan fungsi type(). Contoh
penggunaanya adalah sebagai berikut:
type (usia)
type (harga)
type (suhu)
Sementara itu, berikut hasilnya setelah dijalankan:
2. Float (Bilangan Desimal)
Tipe data Python yang selanjutnya adalah float. Kebalikan dari integer, float
khusus digunakan untuk menampung nilai bilangan desimal. Nah, beberapa
contoh pemakaian float yaitu:
phi = 3.14159
berat = 50.75
jumlah = -0.279
Sementara ini dia hasilnya setelah dilakukan pengecekan tipe data
dengan type():
3. String (Teks & Karakter)
String adalah tipe data Python untuk menampung nilai teks, seperti huruf,
tanda baca, dan karakter spesial lainnya. Ciri-ciri tipe data string adalah
diapit tanda petik, baik itu petik satu (‘’) atau petik dua (“”).
Contoh penggunaan string di bahasa pemrograman Python adalah:
nama = “mukidi”
gender = ‘L’
motto = “saya ingin jadi juara ke-1!”
Hasil pengecekan tipe datanya adalah sebagai berikut:
4. Boolean (True & False)
Boolean adalah tipe data Python yang hanya bisa diisi oleh dua nilai,
yaitu True dan False. Untuk menulis isian boolean, ada dua aturan yang
harus dipatuhi. Yaitu, pakai kapital untuk huruf pertama dan tanpa tanda
petik sama sekali.
Contohnya seperti berikut:
kanan = True
kiri = False
Jika diperiksa, berikut hasil tipe data di atas:
5. Tipe Data Khusus (Bilangan Kompleks)
Selain tipe data standar, Python juga sebenarnya menyediakan tipe data
khusus, yaitu bilangan kompleks. Tipe data Python yang satu ini bisa Anda
manfaatkan untuk memudahkan perhitungan matematika.
Namun untuk menggunakannya, Anda perlu menambahkan
fungsi complex(bilangan bulat,bilangan imajiner). Contoh penerapannya
di bahasa pemrograman Python adalah sebagai berikut:
x = complex (5,6)
y = complex (4,7)
x +y
Berikut hasil pemeriksaan sekaligus penjumlahan dari tipe data Python di
atas:
Anda telah memahami beberapa tipe data yang ada di Python. Berikutnya
adalah saat yang ditunggu-tunggu, yaitu praktik membuat program sederhana
Python. Yuk langsung ke poin selanjutnya!
Apa Saja Contoh Program Sederhana yang Bisa Dibuat
Menggunakan Python?
Salah satu cara paling cepat untuk belajar Python pemula adalah praktik
membuat program sendiri. Nah, berikut kami sajikan beberapa contoh
program Python yang bisa Anda coba:
1. Hello World
Python Hello World adalah program sederhana Python yang pertama.
Program ini akan menampilkan tulisan ‘Hello World’ memakai
fungsi print. Untuk mengikuti tutorial Python Hello World, silakan tulis
sintaks berikut:
# Mencetak tampilan Hello World!
print('Hello World!')
Nah, ini dia hasilnya setelah dijalankan:
2. Penjumlahan Dua Angka
Program sederhana Python selanjutnya adalah penjumlahan dua angka.
Program ini memanfaatkan fungsi input untuk menerima inputan Anda.
Namun, fungsi yang satu ini akan menghasilkan tipe data string.
Untuk itu, Anda perlu mengkonversi string tersebut menjadi integer dengan
fungsi int. Lalu, gunakan fungsi sum dan operator matematika ‘+’ untuk
menjumlahkan dua angka yang diinput.
Nah, berikut sintaks tutorial Python yang satu ini:
# Memasukkan Inputan Angka
angka1 = input('Tulis angka pertama: ')
angka2 = input('Tulis angka kedua: ')
# Mengkonversi Angka lalu Menjumlahkannya
sum = int(angka1) + int(angka2)
# Menampilkan Hasil Penjumlahan
print('Hasil Penjumlahan {0} dan {1} adalah {2}'.format(angka1, angka2, sum))
Jika dijalankan, hasilnya kurang lebih akan seperti ini:
3. Penghitungan Luas Segitiga
Contoh program Python selanjutnya yang cocok untuk belajar Python pemula
adalah penghitungan luas segitiga. Sama seperti program sebelumnya,
program ini memakai fungsi input untuk mengambil inputan Anda.
Dari situ, Anda bisa menghitung luas segitiga sesuai dengan rumus yang ada.
Jika sudah, tambahkan fungsi %0.2f untuk menampilkan dua angka di
belakang koma pada hasil luas segitiga.
Selengkapnya, ini dia sintaks yang digunakan:
# Menginput Alas dan Tinggi Segitiga
alas = float(input('Tulis Alas Segitiga: '))
tinggi = float(input('Tulis Tinggi Segitiga: '))
# Hitung Luas Segitiga
luas = (alas * tinggi) / 2
#Menampilkan Hasil Perhitungan
print('Luas Segitiga adalah %0.2f' %luas)
Ketika dijalankan, tutorial Python ini akan menghasilkan tampilan berikut:
4. Konversi Suhu
Konversi suhu adalah contoh program Python berikutnya. Program ini
mengubah suhu dari Celcius menjadi Fahrenheit. Cara membuatnya sangat
mudah, Anda cukup memasukkan rumus konversi suhu dari Celcius ke
Fahrenheit.
Berikut contoh perintah yang dipakai:
# Menginput Suhu dalam Derajat Celcius
celcius = float(input("Tuliskan Suhu dalam Celcius: "))
# Menghitung Suhu dalam Derajat Fahrenheit
fahrenheit = (celcius * 1.8) + 32
#Menampilkan Hasil Konversi Jarak
print('%0.2f Derajat Celcius sama dengan %0.2f Derajat Fahrenheit' %(celcius,fahrenheit)
Hasil program sederhana Python ini adalah:
5. Kalender Masehi
Contoh program Python yang terakhir adalah kalender masehi. Sesuai
namanya, program ini akan menampilkan kalender masehi sesuai periode
bulan yang Anda input.
Untuk mempraktikkan tutorial Python ini, Anda perlu mengimpor sebuah
library bernama calendar. Lalu untuk memunculkan kalender dengan format
bulan, gunakan fungsi month.
Nah, perintahnya adalah sebagai berikut:
# Mengimpor Modul Calendar
import calendar
# Menginput Tahun dan Bulan
yy = int(input("Masukkan Tahun: "))
mm = int(input("Masukkan Bulan: "))
# Menampilkan Kalender Bulanan
print(calendar.month(yy, mm))
Jika dijalankan, berikut hasil program sederhana Python ini:
Bagaimana, mudah bukan belajar Python dengan membuat program
sederhana sendiri?
Yuk Belajar Python Sekarang Juga!
Di artikel kali ini, Anda telah belajar banyak hal tentang Python. Mulai dari
apa itu Python, fungsi Python, tutorial cara menggunakan Python, hingga
praktik membuat contoh program Python.
Agar makin mahir, Anda wajib belajar Python dengan konsisten. Selain itu,
cobalah berlatih deploy website Python Anda ke hosting. Sehingga, program
tersebut bisa diakses banyak orang.