0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
403 tayangan97 halaman

Uji Siap Tempur Baterai Armed

Diunggah oleh

rosita nathania
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
403 tayangan97 halaman

Uji Siap Tempur Baterai Armed

Diunggah oleh

rosita nathania
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KONFIDENSIAL

TENTARA NASIONAL INDONESIA


MARKAS BESAR ANGKATAN DARAT

BUKU PETUNJUK
PELAKSANAAN

tentang

UJI SIAP TEMPUR


BATERAI ARTIELRI MEDAN TNI
AD

PP : ARM – UST RAI ARMED

KONFIDENSIAL
TENTARA NASIONAL INDONESIA
MARKAS BESAR ANGKATAN DARAT

SURAT KEPUTUSAN
Nomor Skep / 62 / II / 2003

tentang

UST BATERAI RTILERI MEDAN

KEPALA STAF TENTARA NASIONAL INDONESIA ANGKATAN DARAT

Menimbang : 1. Dibutuhkan peranti lunak untuk digunakan sebagai pedoman dalam


pembinaan kemampuan tempur Satuan Artileri Medan guna mendukung
pelaksanaan tugas pokok TNI AD dan merupakan salah satu sumber bahan
ajaran dilingkungan TNI AD.

2. Untuk itu perlu dikeluarkan Surat Keputusan mengenai pengesahan


berlakunya Buku Petunjuk Pelaksanaan tentang Uji Siap Tempur Baterai
Artileri Medan.

Mengingat : 1. Keputusan Kasad Nomor : Kep / 18 / XII / 2001 tanggal 15


Desember 2001 tentang Doktrin TNI AD “ Kartika Eka Paksi”.

2. Surat Keputusan Kasad Nomor : Skep / 1 / I / 2002 tanggal


2 Januari 2002 tentang Juklak Program dan Anggaran TNI AD
TA. 2002 Sub Sub Lampiran “V.b” Program Pembinaan Organisasi.

3. Surat Perintah Kasad Nomor : Sprin / 70 / I / 2002 tanggal


18 Januari 2002 tentang perintah untuk merevisi dan menyusun Bujuklak
tentang BPUP 1 s.d 7 dan UST sesuai LKT masing-masing.
2 SURAT KEPUTUSAN KASAD
Nomor : Skep / 62 / XII / 2003
Tanggal : 28 Pebruari
Memperhatikan : 1. Kebijaksanaan Kasad dibidang Pembinaan Organisi.

2. Surat Perintah Danpussenart Nomor : Skep / 191 / VI / 2002 tanggal


27 Juni 2002 tentang perintah sebagai anggota Pokja revisi dan penyusunan
Bujuklak tentang UST Satuan Artileri Medan.

3. Naskah hasil penyusunan kelompok kerja UST Baterai Artileri


Medan dan pelaksanan UT I pada tanggal 25 Nopember 2002 di Pussenart
TNI AD.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : 1. Mengesahkan berlakunya Bujuklaktentang UST Baterai Artileri Medan


sebagaimana tercantum dalam lampiran Surat Keputusan ini dengan diberi
Nomor : PP : Arm – UST Rai Armed.

2. Bujuklak tentang UST Baterai Artileri Medan ini berklasifikasikan


KONFIDENSIAL.

3. Komandan Pusat Kesenjatan Artileri TNI AD sebagai Pembina


Materi Bujuklak tentang UST Baterai Artileri Medan Ini.

4. Surat Keputusan ini berlaku mulai tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Jakarta
Pada tanggal : 28 Pebruari2003

A.n KEPALA STAF ANGKATAN DARAT


ASISTEN OPERASI

HADI WALUYO MAYOR JENDERAL TNI


Distribusi :

PARA PEJABAT TERSEBUT DALAM


DAFTAR DISTRIBUSI “C” TNI AD

Tembusan :

1. Kasum TNI.
3 SURAT KEPUTUSAN KASAD
Nomor : Skep / 62 / XII / 2003
Tanggal : 28 Pebruari
2. Irjen TNI.
3. Asrenum Panglima TNI dan Asops Kasum TNI.
4. Dirjen Rensishan Dephan RI.
DAFTAR ISI

Halaman

Surat Keputusan Kasad Nomor Skep / 556 / XII / 2005 tanggal 29 Desember 2005 tentang
Pengesahan Berlakunya Buku Petunjuk Pelaksanaan tentang Uji Siap Tempur Seksi Artileri
Medan ......................................................................... 1

LAMPIRAN

BAB I PENDAHULUAN

1. Umum ……………..…………………………………………… 3
2. Maksud dan Tujuan …………………………………………… 3
3. Ruang Lingkup dan Tata Urut .….………………………….. 4
4. Landasan ………………………………………………………. 4
5. Pengertian ……………………………………………………... 5

BAB II KETENTUAN UMUM

6. U m u m .…………………………………………………….. 5
7. Tujuan ……………………………………………………….. 5
8. Sasaran ……………… …….……………..……………….. 5
9. Prinsip-prinsip Gerakan Artileri Medan ……………….... 5
10. Organisasi, Tugas dan Tanggung Jawab ………………… 6
11. Alat Kendali .. ………… ………………………………….. 13
12. Daerah Steling ……………………………………………... 16
13. Cara Masuk Steling ………………………………………. 21
14. Bentuk-bentuk Steling Batalyon ………………………….. 22
15. Kegiatan Satuan Armed di Daerah Persiapan ………..... 28
16. Pindah Kedudukan ……………. ………………………… 29

BAB III KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN

17. U m u m …..………………………………………………… 30
18. Gerakan Artileri Medan Batalyon ……………………….. 31
19. Gerakan Artileri Medan Baterai Markas …………......... 59
20. Gerakan Artileri Medan Baterai Tempur . …………........ 74
21. Gerakan Artileri Medan Baterai Tempur BS …………... 119
22. Gerakan Artileri Medan Baterai Tempur Mobud . …. …… 125
23. Satuan Armed Pindah Kedudukan ………………………... 138

i
BAB IV HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN

24. Umum .………………………………………………………. 151


25. Tindakan Pengamanan ..……. …………..………………. 151
26. Tindakan Administrasi …. ……………..………………… 153

BAB V KOMANDO DAN PENGENDALIAN

27. U m u m …..………………………………………………… 153


28. Komando dan Pengendalian .………………………......... 154

BAB VI PENUTUP

29. Keberhasilan ..……………………………………………... 154


30. Penyempurnaan ………………………………………...….. 154

SUB LAMPIRAN A : PENGERTIAN.


SUB LAMPIRAN B : SKEMA ALIRAN PENYUSUNAN BUKU
PETUNJUK TEKNIK TENTANG
GERAKAN ARTILERI MEDAN.
SUB LAMPIRAN C : FORMAT PERINTAH OPERASI DANYON ARMED.

i
KONFIDENSIA
MARKAS BESAR
TENTARA NASIONAL INDONESIA ANGKATAN DARAT
PUSAT KESENJATAAN ARTILERI
BUKU PETUNJUK PELAKSANAAN
tentang
UJI SIAP TEMPUR BATERAI ARMED

BAB - I
PENDAHULUAN

1. Dasar.

a. Keputusan Kasad Nomor Kep/18/XII/2001 tanggal 15 Desember 2001,


tentang Doktrin TNI AD “Kartika Eka Paksi”.
b. Surat Keputusan Kasad Nomor : Skep/97/IV/2001 tanggal 26 April 2001, Buku
Petunjuk tentang Program Latihan Standarisasi Batalyon Armed.
c. Surat Perintah Kasad Nomor : Sprin/70/I/2002 tanggal 18 Januari 2002, tentang
perintah untuk merevisi dan menyusun Bujuklak BPUP 1 s.d 7 dan UST sesuai LKT
masing-masing.

2. Maksud dan Tujuan.

a. Maksud. Sebagai pedoman dalam menyelenggarakan Uji Siap Tempur tingkat


Baterai Armed.
b. Tujuan. Agar dicapai keseragaman penyelenggaraan UST Baterai Armed
sehingga dapat ditentukan kesiapan tempur satuan setingkat Baterai Armed sesuai dengan
tujuan dan sasaran UST.

3. Ruang Lingkup dan Tata Urut. Meliputi ketentuan-ketentuan penyelenggaraan Uji


Siap Tempur tingkat Baterai Armed dengan tata urut sebagai berikut.

a. Pendahuluan.
b. Ketentuan umum penyelenggaraan.
c. Pelaksanaan UST.
d. Penutup.

KONFIDENSIAL
KONFIDENSIA
L
BAB - II
KETENTUAN UMUM PENYELENGGARAAN

4. Umum. Penyelenggaraan Uji Siap Tempur tingkat Seksi Armed selain untuk mengukur
tingkat kesiapan tempur sekaligus untuk mengetahui kemampuan perorangan setiap pejabat
dalam Seksi tersebut, sehingga obyek penilaian adalah kesiapan satuan secara utuh/bulat.

5. Tujuan. Mengetahui tingkat kesiapan tempur Baterai Armed sebagai bagian dari
Yonarmed untuk dapat melaksanakan tugas pokok membantu satuan manuver dalam memberikan
bantuan tembakan pada setiap macam dan bentuk operasi darat.

6. Sasaran.

a. Personel menguasai dan mahir dalam melaksanakan tugas sesuai jabatan masing-
masing.
b. Materiil siap dioperasionalkan untuk melaksanakan tugas.
c. Sistem dan metoda dalam satuan Baterai Armed dapat diaplikasikan dalam
pelaksanaan tugas.
d. Taktik dan prosedur yang berlaku dapat menjamin kelancaran pelaksnaan tugas
dalam memberikan bantuan tembakan.

7. Materi Latihan.

a. Alternatif 1. Baterai Armed sebagai bagian dari Yonarmed membantu Aksi


Hambat dilanjutkan Serangan dan Pengejaran dengan urutan sebagai berikut :

1) Baterai Armed sebagai bagian dari Yonarmed membantu di GH awal.


2) Baterai Armed sebagai bagian dari Yonarmed membantu di GH II.
3) Baterai Armed sebagai bagian dari Yonarmed membantu di GH akhir.
4) Baterai Armed sebagai bagian dari Yonarmed membantu serangan.
5) Baterai Armed membantu pengejaran.
KONFIDENSIA
L
b. Alternatif 2. Yonarmed membantu Yon Kawal depan, serangan,
pengejaran dan pertahanan.

1) Baterai Armed sebagai bagian dari Yonarmed membantu Batalyon Kawal


Depan.
2) Baterai Armed sebagai bagian dari Yonarmed membantu serangan.
3) Baterai Armed membantu pengejaran.
4) Baterai Armed sebagai dari bagian Yonarmed membantu pertahanan.

8. Macam, Metoda dan Sifat Latihan.

a. Macam : Lattis Depas.


b. Metoda : Geladi lapang.
c. Sifat : Satu pihak dikendalikan.

9. Pengorganisasian.

a. Susunan Organisasi.

1) Pimpinan Umum Geladi.

a) Kedudukannya diatas Dirgla.


b) Untuk satuan Yonarmed Kostrad, Pimpinan Umum Geladi di
jabat oleh Danmenarmed.
c) Untuk satuan Yonarmed kewilayahan (Kodam), Pimpinan Umum
Geladi dijabat Danrindam.

2) Tim Waslat, Evaluasi, Penilai dan Penasehat Geladi.

a) Kedudukan berada di luar dan sejajar dengan Dirgla, di dalam


melaksanakan tugasnya berkoordinasi dengan Dirgla.
b) Untuk satuan Yonarmed Kostrad, terdiri dari sekelompok Perwira
yang ditunjuk oleh Menarmed atau dari Pussenart.
KONFIDENSIA
L
c) Untuk satuan Yonarmed kewilayahan (Kodam), terdiri dari
sekelompok Perwira yang ditunjuk oleh Kodam atau dari Pussenart.

3) Komando Uji Siap Tempur.

a) Unsur Pimpinan.

(1) Danyonarmed sebagai Dirgla.


(2) Wadanyonarmed sebagai Wadirgla.

b) Setgla. Staf Pers Yonarmed (Pa yang ditunjuk).

c) Unsur staf

(1) Pasipamops : Staf 1/Lidik (Pa yang ditunjuk).


(2) Pasiminlog : Staf 4/Log (Pa yang ditunjuk).

d) Unsur Pelayan. Dijabat oleh personel yang ditunjuk.

e) Bulsi. Ditentukan oleh Dirgla sesuai kebutuhan.

f) Wasdal. Ditentukan oleh Dirgla sesuai kebutuhan.

4) Pelaku. Personel Baterai Armed sesuai TOP.


KONFIDENSIA
L
b. Struktur Organisasi.

PIMUMGLA

WAPIMUM GLA

TIM ASWASLAT/ EV/PENILAI DIRGLA


HATGLA
WADIRGLA

SETGLA

STAFGLA MA GLA

PAOPS PASIMIN

BULSI WASDAL

PELAKU

c. Tugas dan Tanggung Jawab. Meliputi tugas dan tanggung jawab masing-
masing bagian dalam tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan pengakhiran geladi,
sebagai berikut :

1) Pimpinan Umum Geladi.

a) Bertanggung jawab atas pelaksanaan geladi kepada


Komandan/Panglima atasan langsung yang memerintahkan pelaksanaan
geladi.
KONFIDENSIA
L
b) Menetapkan kebijaksanaan, petunjuk-petunjuk serta garis besar
pelaksanaan geladi sesuai dengan perintah Komandan atau Panglima yang
memerintahkan pelaksanaan geladi.

2) Wakil Pimpinan Umum Geladi.

a) Bertanggung jawab kepada Pimpinan Umum Geladi.


b) Melaksanakan tugasnya sesuai kebijaksanaan dan kekuasaan yang
diberikan kepadanya dari Pimpinan Umum Geladi dan bertindak atas nama
Pimpinan Umum Geladi apabila Pimpinan Umum Geladi berhalangan.

3) Tim Waslat/Evaluasi.

a) Melaksanakan koordinasi dengan Komando UST tentang


pelaksanaan UST Baterai Armed khususnya yang berkaitan dengan
masalah teknis kecabangan.
b) Melaksanakan koordinasi dengan tim penilai dan Wasdal mengenai
jalannya geladi.
c) Melaksnakan pengamatan dan pencatatan selama berlangsungnya
UST Baterai Armed.
d) Menyiapkan bahan dan melaksanakan evaluasi /kaji ulang.
e) Menyusun laporan evaluasi pelaksanaan UST untuk diserahkan
kepada Pangkotama dengan tembusan Kasad U.p Asops Kasad, Irjenad dan
Danpussenart TNI AD.

4) Tim Penilai.

a) Menyiapkan checklist penilaian.


b) Melaksanakan penilaian di lapangan melalui pengisian
checklist yang telah disediakan.
c) Membantu tim Aswaslat/evaluasi pada pelaksanaan kaji ulang.
d) Melaksanakan koordinasi dengan Wasdal guna mendukung
kelancaran UST.
KONFIDENSIA
L
e) Menyusun laporan hasil penilian pelaksanaan UST.

5) Penasehat Geladi (Hatgla).

a) Penasehat geladi dibentuk apabila geladi dilaksanakan dengan materi


yang cukup luas yang anggotanya terdiri dari Perwira yang ahli sesuai
dengan kebutuhan geladi.
b) Penasehat geladi merupakan suatu badan penasehat dari Dirgla
yang betugas memberikan saran dan pertimbangan serta nasehat yang
berkaitan dengan geladi baik diminta maupun tidak.
c) Penasehat geladi dapat melaksanakan sidang sewaktu-waktu apabila
dianggap perlu terutama apabila timbul persoalan-persoalan yang
menyangkut kebijaksanaan pokok didalam pelaksanaan geladi atau untuk
mendengarkan laporan kegiatan geladi mulai dari tahap perencanaan
sampai tahap pengakhiran dari Dirgla.

6) Komando Uji Siap Tempur.

a) Direktur Geladi.

(1) Memimpin penyelenggaraan UST.


(2) Memberikan petunjuk dan pengarahan tentang pelaksanaan
UST.
(3) Melaporkan kegiatan UST muai dari tahap perencanaan
sampai tahap pengakhiran kepada Pimpinan Umum Geladi
(Komando Atas).

b) Wadirgla.

(1) Bertanggung jawab kepada Direktur Geladi.


(2) Melaksanakan tugasnya sesuai kebijaksanaan dan kekuasaan
yang diberikan kepadanya dari Direktur Geladi dan bertindak atas
nama Direktur Geladi apabila Direktur Geladi berhalangan.
KONFIDENSIA
L
(3) Mengkoordinr pekerjaan staf geladi sehingga dapat berkerja
sama dengan baik

c) Sekretariat Geladi.

(1) Bertanggung jawab kepada Dirgla.


(2) Memberikan pelayanan administrasi kepada penyelenggara
dan pelaku geladi.
(3) Bertanggung jawab mengenal lalu lintas surat menyurat,
dokumen-dokumen geladi, penerangan, undangan, produksi naskah
dan pengiriman naskah kepada yang bersangkutan.

d) Staf Geladi.

(1) Membantu Dirgla sesuai bidang dan tugas masing- masing.


(2) Melaksanakan fungsi staf diantaranya menyiapkan rencana,
menyiapkan materi yang diajukan dan menyusun rencana kebutuhan
administrasi bidang masing-masing guna mendukung tugas
Komando UST.

e) Markas Geladi. Markas geladi bertugas memberikan pelayanan


administrasi dan logistik kepada Mako dan penyelenggara geladi.
Pelayanan yang dilaksanakan meliputi penyediaan fasilitas yang diperlukan
oleh Komando Geladi seperti urusan protokol, keamanan, ketertiban
pelayanan kesehatan, kebersihan, perumahan, perbekalan, konsumsi,
perawatan dan angkutan.

7) Wasdal.

a) Melaksanakan fungsi perwasitan dan pengendalian pelaksanaan


UST.
b) Menyiapkan dan mengkoordinasikan kegiatan tim Bulsi.
KONFIDENSIA
L
c) Membantu tim Aswasgla pada pelaksanaan evaluasi/kaji ulang UST.
d) Melaksanakan koordinasi dengan tim penilai guna mendukung
kelancaran UST.
e) Menyusun laporan perkembangan dan hal-hal menonjol pada
pelaksanaan UST.

8) Bulsi.

a) Bertanggung jawab kepada Direktur Geladi.


b) Menciptakan suasana pertempuran dengan tindakan sehingga tujuan
dan realisme geladi dapat tercapai.

9) Pelaku.

a) Melaksanakan ketentuan pelaksanaan UST yang telah ditetapkan


Dirgla.
b) Menjaga keamanan dan ketertiban perosnel dan materiel selama
pelaksanaan geladi.
c) Meningkatkan disiplin dan profesionalisme.
d) Melaksanakan perintah, pertunjuk maupun kegiatan-kegiatan sesuai
perintah, prosedur maupun tindakan-tindakan yang harus diambil selama
pelaksanaan geladi.

10. Skenario Latihan dan Medan Latihan.

a. Skenario Latihan.

1) Alternatif 1 (Aksi Hambat). Kegiatan yang dilaksanakan.

a) Tahap I. Garis Hambat Awal.

(1) Musuh. Musuh mendaratkan pasukan dibagian pantai


wilayah Indonesia dan merebut tumpuan pantai,
KONFIDENSIA
L
selanjutnya musuh meneruskan gerakannya untuk
memperbesar pengaruhnya dan menguasai sasaran penting.
(2) Pasukan sendiri.

(a) Satuan Manuver. Satuan setingkat Yonif baik BS


atau sebagai bagian dari pasukan yang lebih besar
diperintahkan menghambat gerak maju musuh dan
mengurangi daya tempur musuh.
(b) Baterai Armed. Sebagai bagian dari Yonarmed
memberikan Bantem untuk membantu satuan manuver yang
sedang melaksanakan aksi hambat.

b) Tahap II. Garis Hambat II.

(1) Musuh. Musuh berhasil menekan pasukan kita dan


memperluas penguasaan wilayah, serta terus melanjutkan
gerakannya.

(2) Pasukan Sendiri.

(a) Satuan manuver. Diperintahkan untuk


menduduki Garis hambat II dan tetap menghambat gerakan
musuh.
(b) Baterai Armed. Sebagai bagian dari Yonarmed
melaksanakan pemunduran secara bergantian menuju Garis
hambat II sambil tetap memberikan Bantem satuan manuver.

c) Tahap III. Garis Hambat Akhir.

(1) Musuh. Musuh tetap melakukan tekanan terhadap posisi


pasukan kita, dengan ketentuan yang semakin berkurang dan moril
mulai melemah.
KONFIDENSIA
L
(2) Pasukan sendiri.

(a) Satuan manuver. Mundur ke posisi hambat akhir


sesuai situasi taktis dengan tetap menghambat gerakan
pasukan musuh dan memperhatikan faktor keamanan.
(b) Baterai Armed. Sebagai bagian dari Yonarmed
melaksanakan pindah steling ke posisi hambat akhir.

d) Tahap IV. Melaksanakan Serangan.

(1) Musuh. Setelah berhasil menduduki suatu wilayah tertentu,


maka musuh melaksanakan konsolidasi untuk menyusun
kekuatannya sambil menunggu dari induk pasukannya.

(2) Pasukan sendiri.

(a) Satuan Manuver. Melaksanakan serangan untuk


menghancurkan kekuatan musuh yang sedang konsolidasi
dalam rangka menyusun kekuatannya.
(b) Baterai Armed. Sebagai bagian dari Yonarmed
memberikan Bantem dalam membantu serangan yang
dilakukan oleh satuan manuver.

e) Tahap V. Melaksanakan Pengejaran.

(1) Musuh. Setelah terdesak maka musuh mundur ke arah


induk pasukan.

( Pasukan sendiri.
KONFIDENSIA
L
(a) Satuan Manuver. Satuan setingkat Yonif
diperintahkan melaksanakan pengejaran dibantu
dengan perkuatan yang ada untuk menekan musuh
kembali ke daerah pantai.
(b) Baterai Armed. Membantu pengejaran
satuan manuver setingkat Yonif dengan melaksanakan
pindah steling secara loncat urut bagian per bagian (eselon
per eselon).

2) Alternatif 2 (membantu Batalyon kawal depan, Serangan, Pengejaran dan


Pertahanan).

a) Tahap I. Membantu Batalyon Kawal Depan.

(1) Musuh. Musuh setelah mendarat memusatkan kekuatannya


pada suatu wilayah tertentu.

(2) Pasukan Sendiri.

(a) Satuan Manuver. Melaksanakan perpindahan


pasukan untuk mendekatkan diri pada musuh (Mars
Mendekat Musuh) dengan mengeluarkan Batalyon Kawal
Depan.
(b) Baterai Armed. Membantu Batalyon Kawal Depan.

b) Tahap II. Membantu serangan.

(1) Musuh. Musuh yang telah menempatkan kedudukannya pada


suatu wilayah tertentu terus mengembangkan pengaruhnya pada
daerah yang dikuasainya.

( Pasukan Sendiri.
KONFIDENSIA
L
(a) Satuan Manuver. Melaksanakan serangan guna
menghancurkan kekuatan musuh.
(b) Baterai Armed. Sebagai bagian dari Yonarmed
membantu serangan yang dilaksanakan oleh satuan
manuver.
c) Tahap III. Membantu pengejaran.

(1) Musuh. Karena mendapat tekanan dari pasukan kita, maka


musuh mundur kearah induk pasukannya.

(2) Pasukan sendiri.

(a) Satuan Manuver. Satuan setingkat Yonif


diperintahkan melaksanakan pengejaran dibantu dengan
perkuatan yang ada untuk menekan musuh kembali ke induk
pasukannya.
(b) Baterai Armed. Membantu pengejaran satuan
manuver setingkat Yonif dengan melaksanakan pindah
Steling secara loncat urut bagian per bagian(eselon per
eselon).

d) Tahap IV. Membantu pertahanan.

(1) Musuh. Akibat tekanan dari pasukan kita, musuh mundur ke


arah induk pasukannya dan merencanakan serangan yang kuat ke
arah posisi pasukan kita.

(2) Pasukan Sendiri.

(a) Satuan Manuver. Melaksanakan pertahanan terhadap


kemungkinan serangan musuh dengan mengutamakan faktor
keamanan dan kerahasiaan.
KONFIDENSIA
L
(b) Baterai Armed. Sebagai bagian dari Yonarmed
membantu pertahanan satuan manuver dengan
mengutamakan faktor kerahasiaan (steling malam).

b. Medan Latihan. Dipilih Rahlat yang mendekati realisme latihan, bisa disekitar
satuan maupun ditempat lain yang memungkinkan disesuaikan dengan macam dan sifat
latihan.
11. Sarana dan Prasarana Latihan. Didalam penyediaan sarana dan prasarana latihan,
satuan hendaknya berorientasi kepada pencapaian sasaran latihan yang berhasil guna dan berdaya
guna secara maksimal dengan berpedoman :

a. Disesuaikan dengan kemampuan yang ada (sesuai TOP/DSPP satuan).


b. Sedekat mungkin dengan pangkalan.
c. Mengadakan improvisasi yang praktis dilapangan.
d. Menjamin semaksimal mungkin realisme latihan terhadap suasana
pertempuran.
e. Memampatkan sarana dan prasarana latihan yang ada secara optimal guna
mendukung kelancaran pelaksanaan latihan.

12. Penilaian. Didalam Uji Siap Tempur, penilaian tidak ditujukan untuk mencari rangking
prestasi atau melombakan satuan yang diuji, tetapi bertujuan untuk menentukan apakah satuan
yang diuji telah mencapai tingkat kemampuan sesuai tujuan atau tidak, sekaligus menentukan
“Kesiapan Tempur Satuan”. Oleh karena itu sangat dituntut penilaian yang seobyektif mungkin,
dengan suatu kesadaran bahwa penilaian yang tidak obyektif akan merugikan bagi satuan yang
diuji maupun bagi satuan pengguna. Untuk mendapatkan keseragaman cara Penilaian UST,
diatur cara-cara penilaian sebagai berikut :

a. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian. Didalam mempersiapkan dan


melaksanakan penilaian perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

1) Siapkan diri untuk melaksanakan penilaian dengan sebaik-baiknya melalui


pemahaman kegiatan geladi, aturan atau ketentuan yang berlaku secara alur cerita
geladi yang dilaksanakan.
KONFIDENSIA
L
2) Pahami setiap kriteria penilaian yang etrcantum dalam cheklist penilaian.
3) Laksanakan penilaian secara obyektif.
4) Kuasai norma-norma Per “Wasdal”an didalam kegiatan geladi.
5) Kehadiran penilai dilapangan tidak merugikan pelaku didalam mengambil
tindakan taktis antara lain dengan cara menyesuaikan pakaian, samaran serta
gerakan pelaku untuk memelihara realisme.

b. Penilaian kesiapan personel dan meteriil.

1) Penilaian personel dilaksanakan untuk mengetahui tingkat kesiapan


personel sesuai TOP dalam kuantitas minimal 90% sedangkan kualitas dengan
persyaratan minimal 80%.

2) Penilaian materiil dilaksanakan untuk mengetahui tingkat kesiapan materiil


sesuai TOP dalam kuantitas minimal sebagai berikut :

a) Alut (meriam) : 100%


b) Kendaraan penarik : 100%
c) Kendaraan lain/pendukung : 75%
d) Alat komunikasi : 80%
e) Alat Pimpinan : 80%
f) Alat Optik : 80%
Sedangkan kualitas rata-rata 80%

3) Dalam kondisi satuan tidak dapat memenuhi persyaratan yang diharapkan,


Direktur Geladi dapat memberikan kebijaksanaan- kebijaksanaan khusus,
sehingga UST dapat dilaksanakan.

c. Penilaian lapangan. Penilaian kegiatan lapangan dilaksanakan dengan mempedomani


cheklist penilaian. Baterai Armed dinyatakan lulus UST apabila minimal mendapat
standart nilai 70.
KONFIDENSIA
L

d. Penilaian Menembak Teknis. Penilaian menembak senjata berat dilaksanakan


dengan mempedomani cheklist penilaian penembakan. Baterai Armed dinyatakan lulus
UST apabila minimal mendapat standart nilai 70.

e. Akumulasi penilaian lapangan dan menembak minimal mendapat standart nilai 70.

f. Untuk satuan yang tidak mencapai standart diatas, dinyatakan tidak lulus UST dan
harus mengulangi pelaksanaan UST.
BAB - III
PELAKSANAAN UST

13. Umum. Penyelenggaraan UST Baterai Armed pada prinsipnya sama dengan
penyelenggaraan geladi lainnya dengan penekanan pada proses masuk steling mulai tahap
perencanaan sampai pelaksanaan penembakan serta tugas-tugas personel Baterai Tempur sebagai
bagian Yonarmed.

14. Persiapan. Dalam persiapan pelaksanaan UST baik Alternatif-1 (Aksi hambat) maupun
alternatif-2 ( Membantu Batalyon Kawal Depan, Serangan, Pengejaran dan Perathanan).
Kegiatan yang dilaksanakan adalah sama meliputi :

a. Briefing peserta dan pendukung latihan.


b. Pembagian tugas pendukung latihan.
c. Penyiapan sarana dan Prasaran latihan.
d. Pemeriksaan akhir kesiapan latihan baik personel, materiil maupun sarana dan
prasarana.
e. Mengadakan latihan pendahuluan.

15. Pelaksanaan. Baterai yang akan melaksanakan UST harus melaksanakan kegiatan-
kegiatan sesuai dengan materi sebagai berikut :

a. Pada alternatif-1 (Aksi Hambat).


KONFIDENSIA
L
1) Baterai Armed sebagai bagian dari Yonarmed membantu satuan manuver
dalam Aksi Hambat mulai Garis Hambat Awal, Garis Hambat II dan Garis
Hambat Akhir.

a) Kegiatan pada Garis Hambat Awal.

(1) Danrai dan pejabat Baterai.

(a) Menerima perintah persiapan dari Danyonarmed.


(b) Bersama regu intai menerima PO dititik perintah
selanjutnya melaksanakan pengintaian daerah steling.
(c) Bersama pejabat lainnya menyiapkan daerah steling.
(d) Memimpin penembakan.

(2) Parai.

(a) Bersama Sisa Baterai memasuki daerah steling yang


sudah disiapkan.
(b) Bersama pejabat lainnya menyiapkan daerah meriam
dan daerah Mawatrai.

b) Kegiatan pada Garis Hambat II.

(1) Danrai dan pejabat Baterai.

(a) Bersama regu intai menuju Garis Hambat II tiba


didaerah steling melaksanakan pengintaian kasar dan teliti.
(b) Menyiapakan daerah steling.
(c) Memimpin penembakan.

(2) Parai.
KONFIDENSIA
L
(a) Bersama sisa Baterai memasuki daerah steling yang
sudah disiapkan.
(b) Bersama pejabat lainnya menyiapkan daerah meriam
dan daerah Mawatrai.

c) Kegiatan pada Garis Hambat Akhir.

(1) Danrai dan pejabat Baterai.


(a) Bersama regu intai menuju Garis Hambat Akhir tiba
didaerah steling selanjutnya malaksanakan pengintaian
secara kasar dan teliti.
(b) Menyiapkan daerah steling.
(c) Memimpin penembakan.

(2) Parai.

(a) Bersama sisa baterai memasuki daerah steling yang


sudah disiapkan.
(b) Berasama pejabat lainnya menyiapkan daerah
meriam dan daerah Mawatrai.

2) Baterai Armed sebagai bagian Yonarmed membantu serangan dengan


kegiatan meliputi :

a) Danrai dan pejabat Baterai.

(1) Menerima perintah persiapan dari Danyonarmed


(2) Berasama regu intai menuju daerah steling selanjutnya
melaksanakan pengintaian kasar dan teliti.
(3) Menyiapkan daerah steling.
(4) Memimpin penembakan.

b) Parai.
KONFIDENSIA
L
(1) Bersama sisa Baterai memasuki daerah steling yang telah
disiapkan.
(2) Bersama pejabat lainnya menyiapkan daerah meriam dan
daerah Mawatrai.

3) Baterai Armed membantu pengejaran yang dilaksanakan oleh satuan


manuver setingkat Yonif dengan kegiatan meliputi :

a) Danrai dan Pejabat Baterai.

(1) Menerima perintah persiapan dari Danyonarmed.


(2) Melaksanakan pindah steling bagian perbagian.
(3) Memimpin penembakan.

b) Parai.

(1) Bersama sisa Baterai memasuki daerah steling yang telah


disiapkan.
(2) Bersama pejabat lainnya menyiapkan daerah meriam dan
daerah Mawatrai.

b. Pada alternatif-2 (Membantu Batalyon Kawal Depan, Serangan, Pengejaran dan


Pertahanan).

1) Baterai Armed membantu Batalyon Kawal Depan dengan kegiatan


meliputi :

a) Danrai dan pejabat Baterai.

(1) Menerima perintah persiapan dari Danyonarmed


(2) Bersama regu intai menerima PO di titik perintah
selanjutnya melaksanakan pengintaian daerah steling.
KONFIDENSIA
L
(3) Bersama Pejabat lainnya menyiapkan daerah steling
dalam rangka steling cepat.
(4) Memimpin penembakan.

b) Parai.

(1) Bersama sisa Baterai memasuki daerah steling yang telah


disiapkan.
(2) Bersama pejabat lainnya menyiapkan daerah meriam dan
daerah Mawatrai.

2) Baterai Armed sebagai bagian Yonarmed membantu serangan dengan


kegiatan meliputi :

a) Danrai dan pejabat Baterai.

(1) Menerima perintah persiapan dari Danyonarmed


(2) Bersama regu intai menerima PO di titik perintah
selanjutnya melaksanakan pengintaian daerah steling.
(3) Bersama Pejabat lainnya menyiapkan daerah steling.
(4) Memimpin penembakan.

b) Parai.

(1) Bersama sisa Baterai memasuki daerah steling yang telah


disiapkan.
(2) Bersama pejabat lainnya menyiapkan daerah meriam dan
daerah Mawatrai.

3) Baterai Armed membantu pengejaran yang dilaksanakan oleh satuan


manuver setingkat Yonif dengan kegiatan meliputi :

a) Danrai dan Pejabat Baterai.


KONFIDENSIA
L
(1) Menerima perintah persiapan dari Danyonarmed.
(2) Melaksanakan pindah steling bagian perbagian.
(3) Bersama Pejabat lainnya menyiapkan daerah steling.
(4) Memimpin penembakan.

b) Parai.

(1) Bersama sisa Baterai memasuki daerah steling yang telah


disiapkan.
(2) Bersama pejabat lainnya menyiapkan daerah meriam dan
daerah Mawatrai.
4) Baterai Armed sebagai bagian Yonarmed membantu pertahanan
dengan kegiatan meliputi :

a) Danrai dan pejabat Barterai.

(1) Menerima perintah persiapan dari Danyonarmed.


(2) Berasama regu intai menerima PO di titik perintah
selanjutnya melaksanakan pengintaian daerah steling.
(3) Bersama pejabat lainnya menyiapkan daerah steling.
(4) Memimpin penembakan.

b) Parai.

(1) Bersama sisa baterai memasuki daerah steling yang telah


disiapkan untuk melaksanakan steling malam.
(2) Bersama pejabat lainnya menyiapkan daerah meriam dan
daerah Mawatrai.

16. Pengakhiran. Pada tahap pengakhiran Alternatif-1 (Aksi Hambat) dan Alternatif-2
(Membantu Batalyon Kawal Depan, Serangan, Pengejaran, dan pertahanan) meliputi kegiatan
sebagai berikut :

a. Mengadakan pengecekan personel dan materiil.


KONFIDENSIA
L
b. Mengadakan evaluasi/kaji ulang terhadap pelaksanaan latihan.
c. Membuat laporan pelaksanaan operasi ke Danyonarmed.

BAB - IV
PENUTUP

17. Keberhasilan. Disiplin untuk mentaati ketentuan yang ada dalam Buku Petunjuk
Pelaksanaan ini oleh pembina/pelatih atau para komandan satuan dan satuan pemakai, sangat
berpengaruh terhadap keberhasilan dalam mel;atih dan menguji prajurit untuk mencapai tujuan
dalam pembinaan latihan.

18. Penyempurnaan. Hal-hal yang diperlukan sebagai akibat perkembangan tuntutan


kebutuhan tugas dan geladi untuk penyempurnaan bujuklak ini, agar disarankan kepada kasad
melalui Danpussenart TNI AD Up.Dirbindiklat Pussenart.

Cimahi, Desember 2002


KOMANDAN PUSAT KESENJATAAN ARTILERI

M.SOCHIB,SE,MBA
BRIGADIR JENDERAL TNI

LAMPIRAN :
1. Checlist Penilaian Personel.
2. Checlist Penilaian Materiil.
3. Checlist Penilaian Kegiatan.
a. Alternatif 1.
b. Alternatif 2.
4. Checlist Penilaian Menembak Senjata Berat.
a. Menembak meriam 76 mm/Tarik.
b. Menembak meriam 105 mm.
KONFIDENSIA
L
MARKAS BESAR
TENTARA NASIONAL INDONESIA ANGKATAN DARAT
PUSAT KESENJATAAN ARTILERI
LAMPIRAN - 1

CHEKLIST PENILAIAN PERSONEL

NO JABATAN STANDART TOP NYATA KUAN KUAL NILA STANDART DIK NYATA NILAI NILAI
I
PANGKAT TERTINGGI DIK PER
PANGKAT JML
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
Pokkorai
1. Danrai Kapten 1 Kapten 100 Dikbangspes Dikbangspes : 100
Letnan : 90 Sarcab : 90
2. Batih Rai Pelda/Peltu 1 Pelda/Peltu : 100 Susbatih utama Susbatih utama : 100
Serk/Serm : 90 Susbatih Madya : 90
Serd/Sert : 80 Susbatih Muda : 80
Susjurba : 70
3. Batiang Serma/Serka 1 Serk/Serm : 100 Susjurba Susjurba 100
Serd/Sert : 90
4. Baminrai/Juryar Serma/Serka 1 Serk/Serm : 100 Susjurba Susjurba 100
Serd/Sert : 90
5. Ba Fourir Serda/Sertu 1 Serd/Sert 100 Susjurba Susjurba 100
6. Bamak Serda/Sertu 1 Serd/Sert 100 Susjurba Susjurba 100
7. Taruh/Yanrad/Pon Kopka/Koptu 1 Kopk/Kopt : 100 Susjurta Susjurta 100
Kopda : 90
Prk/Prt : 80
Prad : 70
8. Tamudi Pratu/Praka 1 Prk/Prt 100 Sustamudi Sustamudi : 100
Prada : 90 Susjurta : 90
9. Taintai Kopka/Koptu 1 Kopk/Kopt : 100 Susjurta Susjurta 100
Kopda : 90
Prk/Prt : 80
Prad : 70

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
10. Tajurlis Kopka/Koptu 1 Kopk/Kopt : 100 Susjurta Susjurta 100
Kopda : 90
Prk/Prt : 80
Prad : 70
11. Taban Jursak Pratu/Praka 1 Prk/Prt 100 Susjurta Susjurta 100
Prada : 90
12. Tawasgud Kopda 1 Kopda : 90 Susjurta Susjurta 100
Prk/Prt : 80
Prad : 70
RUKURMED
1. Batikurmed Pelda/Peltu 1 Pelda/Peltu : 100 Susbakurmed Susbakurmed : 100
Serk/Serm : 90 Susjurta : 90
Serd/Sert : 80
2. Bakurmed Serda/Sertu 1 Serd/Sert 100 Susbakurmed Susbakurmed : 100
Susjurta : 90
3. Takurmed Kopda 1 Kopda : 90 Susjurta Susjurta 100
Prk/Prt : 80
Prad : 70
4. Takur jarak Pratu/Praka 2 Prk/Prt 100 Susjurta Susjurta 100
Prada : 90
5. Tayanrad Kopka/Koptu 2 Kopk/Kopt : 100 Susjurta Susjurta 100
Kopda : 90
Prk/Prt : 80
Prada : 70
6. Takurmed/Bak SO Kopka/Koptu 1 Kopk/Kopt : 100 Susjurta Susjurta 100
Kopda : 90
Prk/Prt : 80
Prada : 70
7. Takur jarak/ Prada 1 Prada 100 Susjurta Susjurta 100
Banbak SO
8. Tamudi Pratu/Praka 1 Prk/Prt 100 Sustamudi Sustamudi 100
Prada : 90 Susjurta : 90
RUKOM
1. Danrukom Serda/Sertu 1 Serd/Sert 100 Susbakom Susbakom 100
Susjurta : 90

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
2. Wadanrukom Kopka/Koptu 1 Kopk/Kopt : 100 Susjurta Susjurta 100
Kopda : 90
Prk/Prt : 80
Prada : 70
3. Ta Gelar kawat Prada 3 Prada 100 Susjurta Susjurta 100
4. Tajur sentral Kopda 2 Kopda : 90 Susjurta Susjurta 100
Prk/Prt : 80
Prad : 70
5. Tamudi Pratu/Praka 1 Prk/Prt 100 Sustamudi Sustamudi 100
Prada : 90 Susjurta : 90
POKKO SATBAK
a. Pokko Satbak
1. Parai Letnan 1 Letnan 100 Suspaturbak Suspaturbak : 100
Sarcab : 90
2. Pamu Letda 1 Letda 100 Sarcab Sarcab 100
3. Bapibak Serda/Sertu 3 Serda/Sertu : 100 Susbaturbak Susbaturbak : 100
Susjurba : 90
4. Tayanrad Kopda 3 Kopda 100 Susjurta Susjurta 100
Prk/Prt : 90
Prada : 80
5. Tamudi Prk/Prt 1 Prk/Prt 100 Susjurta Susjurta 100
Prada : 90
b. Cuk Mer
1. Dancuk Serda/Sertu 1 Serda/Sertu : 100 Susjurba Susjurta 100
2. Tayanmer Koptu/Kopka 5 Kopt/Kopk : 100 Susjurta Susjurta 100
Kopda : 90
Prk/Prt : 80
Prada : 70
3. Tamudi Prk/Prt 1 Prk/Prt 100 Susjurta Susjurta 100
Prada : 90
c. Ru Mu
1. Danrumu Serda/Sertu 1 Serd/Sert 100 Susjurba Susjurba 100
2. Wadanrumu Koptu/Kopka 1 Kopt/Kopk : 100 Susjurta Susjurta 100
Kopda : 90
Prk/Prt : 80
Prada : 70

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
3. Tayanmu/Bak SO Kopda 1 Kopda : 100 Susjurta Susjurta : 100
Prk/Prt : 90
Prada : 80
4. Tabanyanmu Prada 3 Prada : 100 Susjurta Susjurta : 100
5. Tamudi Prk/Prt 2 Prk/Prt : 100 Susjurta Susjurta : 100
Prada : 90
RUKAMLAP
1. Danrukamlap Serda/Sertu 1 Serd/Sert : 100 Susjurba Susjurba : 100
2. Wadanrukamlap Koptu/Kopka 5 Kopt/Kopk : 100 Susjurta Susjurta : 100
Kopda : 90
Prk/Prt : 80
Prada : 70
3. Tabak SMS Kopda 1 Kopda : 100 Susjurta Susjurta : 100
Prk/Prt : 90
Prada : 80
4. Tabanbak SMS Prada 2 Prada : 100 Susjurta Susjurta : 100
5. Tabakpan Prk/Prt 4 Prk/Prt : 100 Susjurta Susjurta : 100
Prada : 90
RU JAU
1. Pajau Letnan 3 Letnan : 100 Sarcab Sarcab : 100
2. Bajau Serda/Sertu 3 Serd/Sert : 90 Susbajau Susbajau : 100
Susjurba : 90
3. Tayanrad Koptu/Kopka 3 Kopt/Kopk : 100 Susjurta Susjurta : 100
Kopda : 90
Prk/Prt : 80
Prada : 70
4. Tamudi Prk/Prt 3 Prk/Prt : 100 Susjurta Susjurta : 100
Prada : 90

……………Tgl…….……
TIM EVALUASI PENILAI

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L
MARKAS BESAR
TENTARA NASIONAL INDONESIA ANGKATAN DARAT
PUSAT KESENJATAAN ARTILERI
LAPIRAN - 2

CHEKLIST PENILAIAN MATERIIL

TOP
NO SATUAN MATERIIL NYATA KET
(KUAN)
KUAN KUAL PRESTASI
1 2 3 4 5 6 7 8
1. RAIPUR A. ALUT
- MERIAM 6
NILAI RATA-RATA
B. RANMOR
- TR ¼ TON 1
- TR ¾TON 3
- TR 2½ TON 1
- TR 3 TON 8
NILAI RATA-RATA
C. ALAT OPTIK
- KOMPAS 13
- TEROPONG LAP 5
- TEROPONG GUNTING 5
- AC/BOUSSOLLE 6
- SENTER MILITER 5
NILAI RATA-RATA
D. ALKOM
- RADIO SET 9
- WB 12 MATA 2
- KABEL LAPANGAN 100 KM
- MEGAPHONE 1
NILAI RATA-RATA
E. SENRI
- PISTOL ISYARAT 1
- PISTOL P 1 12
- PISTOL NETRALIUR 70
- SENAPAN 23
- SO 2
- SMS 1

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7 8
NILAI RATA-RATA
F. KAPSATLAP
- TENDA KOMANDO
- TENDA TON
- TENDA REGU
- TENDA KESEHATAN
- TENDA DAPUR
- MEJA LAPANGAN
- KURSI LAPANGAN
- ALAT DAPUR LAP
NILAI RATA-RATA
G. ALPIM
- ALAT PIBAK
- ALAT KURMED
NILAI RATA-RATA
H. HANRIK
NILAI RATA-RATA

NILAI RATA-RATA RAI

……….Tgl……………….
TIM EVALUASI PENILAI

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L
MARKAS BESAR
TENTARA NASIONAL INDONESIA ANGKATAN DARAT
PUSAT KESENJATAAN ARTILERI
LAMPIRAN – 3A
CHEKLIST PENILAIAN ALTERNATIF 1

NILA
NO KEGIATAN/KONDISI TINDAKAN YANG DIHARAPKAN I PRESTASI KET
INDEX LAP
1 2 3 4 5 6 7
Membantu GH Awal (100)
1. Di daerah Persiapan. Danrai. 4
a. Memerintahkan mengambil tindakan keamanan.
1) Penyebaran.
2) Penempatan pos-pos pengaman.
b. Penyempurnaan penyamaran.
c. Memerintahkan melaksanakan pembagian jatah pertempuran
(munisi, makanan, dan perlengkapan yang diperlukan/apabila belum
diterima).

2. Danrai dipanggil Danyonarmed untuk Danrai. 3


menerima perintah persiapan (Aksi Hambat). a. Menyerahkan tugas kepada Parai.
b. Membawa Pamu, Danrukom, dan Caraka menghadap
Danyonarmed di Posko Yonarmed.

3. a. Danrai terima Prinsiap. Danrai. 6


1) Koordinasi dengan staf Yonarmed.
2) Kembali ke Baterainya.
3) Mengumpulkan pejabat Baterainya untuk diberikan perintah
tentang rencana yang akan dilakukan sesuai tugas yang telah diterima
berisi :
a) Situasi umum yang perlu diketahui.
b) Kapan dan dimana akan terima PO.
c) Kapan dan dimana Pajau harus berada.
d) Tugas-tugas Parai selama Danrai pergi.
4) Bersama Regu Intai Danrai menuju ke TKP.
KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
b. Danrai dengan Ru Intainya sampai di TKP Danrai.
selanjutnya menuju TPr untuk menerima PO. 1) Menerima PO Armed bersama Pamu.
2) Mengadakan koordinasi dengan Ru perintah yang lain teutama
para Perwira Staf.
3) Kembali ke Regu Intainya dan memberikan penjelasan tentang
perintah dan hasil koordinasi.

c. Pengintaian kasar. Danrai. 3


1) Memerintahkan Regu Intainya berlindung dan melakukan
tindakan keamanan setempat.
2) Bersama Pamu, Bamin dan Danrukamlap mengadakan pengintain
kasar dengan kendaraan/jalan kaki. Untuk menentukan secara garis
besar tempat-tempat :
a) Daerah meriam.
b) Daerah Mawatrai.
c) Sektor-sektor pertahanan dekat (keliling).
3) Kembali dan mengumpulkan Regu Intainya selanjutnya
memberikan penjelasan/instruksi-instruksi serta menentukan waktu
selesainya pengintaian. Selanjutnya seluruh Regu Intai melakukan
pengintaian teliti.

d. Pengintaian teliti. Danrai. 8


Bersama Batikurmed, Pamu, Bapibak 2, Danrukom dan Caraka
melakukan pengintaian teliti di daerah meriam untuk menentukan :
1) Titik nol Rai.
2) Tempat pucuk-pucuk.
3) Tempat Boussole/AC.
4) Tempat Pibak.
5) TKKS.
6) Rute-rute di daerah meriam.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
Caraka. 1
Membuat bagan daerah meriam yang memuat tempat-tempat
tersebut diatas.

Bamin. 5
Melakukan pengintaian di daerah Mawatrai serta membuat
bagan yang meliputi :
1) Poskorai
2) Tempat sentral komunikasi.
3) Tempat mu nisi.
4) Tempat dapur.
5) Bivak.
6) TKK.
7) Rute-rute di daerah Mawatrai.

Danrukamlap. 4
Melakukan pengintaian tempat/sektor pertahanan dekat dan
membuat bagan yang meliputi :
1) Pos-pos tinjau dan pos-pos pendengar.
2) Tempat-tempat dan sektor senjata kelompok.
3) Tempat steling untuk tembakan arah langsung.
4) Membuat pertahanan dekat.

Danrukom. 5
1) Mengikuti Danrai dalam mengintai daerah meriam dan
Mawatrai.
2) Menentukan letak sentral yang sebenarnya di daerah
Mawatrai.
3) Mengintai rute-rute saluran komunikasi.

e. Penyiapan Daerah Steling Danrai. 3


1) Memerintahkan Regu Intai untuk melakukan penyiapan
daerah steling.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
2) Memberi tanda titik nol Baterai di medan dan menunjukan
arah pokok penembakan secara kasar.
3) Mengawasi persiapan agar waktu siap tembak ditepati.
4) Memeriksa bagan daerah meriam dan Mawatrai selanjutnya
mengatur penjemputan sisa Rai.
5) Menentukan penunjuk jalan.
6) Mengintai daerah steling cadangan.
7) Memerintahkan Caraka/Taintai untuk menjemput sis Baterai.

Batikurmed. 3
1) Membuat rencana pengukuran dan bersama regu Kurmed
mengadakan pengukuran titik nol Baterai.
2) Mencari daerah steling cadangan dan steling tipu.

Pamu. 5
1) Menentukan letak pucuk dengan bendera steling.
2) Menentukan cara penyiapan Boussole/AC dan cara
penjajaranya.
3) Menyiapkan Pibakrai dibantu oleh Bapibak 2

Bapibak 2. 2
1) Membantu Pamu menancapkan bendera steling.
2) Menyiapkan Boussole/AC atas petunjuk Pamu & setelah
selesai bekerja di Pibak.

Danrukom. 4
1) Menyiapkan sentral.
2) Merencanakan penggelaran kawat sesuai prioritas.
3) Membuat bagan jurusan saluran.

Caraka. 1
1) Membuat bagan daerah meriam.
2) Sebagai penjemput sisa Baterai di Titik Temu (TTm).

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
Bamin. 2
Membuat bagan daaerah Mawat.

3. Rai masuk steling


a. Gerakan dari DP - TTm Parai. 2
Membawa sisa Baterai ke TTm sesuai waktu dan tempat yang
telah ditentukan Danrai.

b. Sisa Rai tiba di TTm. Parai. 5


1) Tiba di TTm melakukan tindakan keamanan.
2) Pengecekan alat-alat khusunya meriam dan perlengkapannya
3) Mempelajari bagan daerah meriam yang dibawa Caraka.

Batiang. 3
1) Mempelajari bagan daerah Mawatrai.
2) Menyusun kolone untuk masuk daerah Mawatrai.
3) Mengatur jarak dan kecepatan kendaraan agar masuk steling
dapat lancar dan tertib/teratur.

c. Kolone “A” sampai di daerah steling. Parai. 6


1) Membawa kolone menuju daerah meriam.
2) Menuju ke Boussole/AC dan menemui Pamu untuk minta
penjelasan tentang cara penjajaran.
3) Melakukan penjajaran sesuai arah pokok penenembakan.
4) Memeriksa kesiapan Pibakrai sesuai dengan arah pokok
penembakan.
5) Lapor kepada Danrai bahwa Baterai siap tembak.

Pucuk-pucuk. 3
1) Menuju ketempatnya berdasarkan petunjuk dari penunjuk
jalan.
2) Kendaraan pucuk-pucuk dibawa ke TKKS oleh penunjuk
jalan.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
d. Kolone “B” sampai di daerah steling. Bamin. 2
Membawa kolone menuju ke daerah Mawatrai dan masuk
steling sesuai dengan urutan yang telah ditentukan dan
selanjutnya mendirikan instalasi masing-masing.

Batih. 2
Mendirikan Poskorai, mengatur PUD dan pengamanan
setempat dibantu oleh Bamin.

4. Rai Siap Tembak. Danrai. 3


Lapor kepada Danyonarmed tentang kesiapan Rainya disertai
bagan daerah steling.

5. Mengorganisir daerah steling Rai. Danrai. 3


Memerintahkan Baterainya melaksanakan penyempurnaan
bagian masing-masing.

6. Bantem Armed dibutuhkan. Danrai. 4


1) Menerima permintaan tembakan dari Pajau.
2) Memerintahkan Parai untuk melayani Permintaan Tembakan.

Pajau. 10
1) Ajukan Permintaan Tembakan.
2) Mengoreksi dan melaporkan hasil penembakan.

Membantu GH - II
1. Di Daerah Steling Lama. Danrai. 7
Memimpin tugas penembakan.

2. Perencanaan dan persiapan..


a. Regu Intai Danrai menuju GH - II Danrai. 8
1) Bersama Regu Intainya menuju ke daerah steling baru untuk
melakukan pengintaian/persiapan daerah steling.
2) Menentukan rute menuju daerah steling baru.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
3) Menyerahkan tugas-tugas kepada Parai.

b. Danrai dan Regu Intai tiba di daerah 1) Memerintahkan Regu Intainya berlindung dan melakukan 3
steling dan melaksankan pengintaian tindakan keamanan setempat.
kasar. 2) Berasma Pamu, Bamin dan Danrukamlap mengadakan
pengintain kasar dengan kendaraan/jalan kaki. Untuk
menentukan secara garis besar tempat-tempat :
a) Daerah meriam.
b) Daerah Mawatrai.
c) Sektor-sektor pertahanan dekat (keliling).
3) Kembali dan mengumpulkan Regu Intainya selanjutnya
memberikan penjelasan/instruksi-instruksi serta menentukan
waktu selesainya pengintaian. Selanjutnya seluruh Regu Intai
melakukan pengintaian teliti.

c. Pengintaian teliti. Danrai. 8


Bersama Batikurmed, Pamu, Bapibak 2, Danrukom dan Caraka
melakukan pengintaian teliti di daerah meriam untuk
menentukan :
1) Titik nol Rai.
2) Tempat pucuk-pucuk.
3) Tempat Boussole/AC.
4) Tempat Pibak.
5) TKKS.
6) Rute-rute di daerah meriam.

Caraka. 1
Membuat bagan daerah meriam yang memuat tempat-tempat
tersebut diatas.

Bamin. 5
Melakukan pengintaian di daerah Mawatrai serta membuat
bagan yang meliputi :

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
1) Poskorai
2) Tempat sentral komunikasi.
3) Tempat mu nisi.
4) Tempat dapur.
5) Bivak.
6) TKK.
7) Rute-rute di daerah Mawatrai.

Danrukamlap. 4
Melakukan pengintaian tempat/sektor pertahanan dekat dan
membuat bagan yang meliputi :
1) Pos-pos tinjau dan pos-pos pendengar.
2) Tempat-tempat dan sektor senjata kelompok.
3) Tempat steling untuk tembakan arah langsung.
4) Membuat pertahanan dekat.

Danrukom. 5
1) Mengikuti Danrai dalam mengintai daerah meriam dan
Mawatrai.
2) Menentukan letak sentral yang sebenarnya di daerah
Mawatrai.
3) Mengintai rute-rute saluran komunikasi.

d. Penyiapan Daerah Steling. Danrai. 3


1) Memerintahkan Regu Intai untuk melakukan penyiapan
daerah steling.
2) Memberi tanda titik nol Baterai di medan dan menunjukan
arah pokok penembakan secara kasar.
3) Mengawasi persiapan agar waktu siap tembak ditepati.
4) Memeriksa bagan daerah meriam dan Mawatrai selanjutnya
mengatur penjemputan sisa Rai.
5) Menentukan penunjuk jalan.
6) Mengintai daerah steling cadangan.
7) Memerintahkan Caraka/Taintai untuk menjemput sis Baterai.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
Batikurmed. 3
1) Membuat rencana pengukuran dan bersama regu Kurmed
mengadakan pengukuran titik nol Baterai.
2) Mencari daerah steling cadangan dan steling tipu.

Pamu. 5
1) Menentukan letak pucuk dengan bendera steling.
2) Menentukan cara penyiapan Boussole/AC dan cara
penjajaranya.
3) Menyiapkan Pibakrai dibantu oleh Bapibak 2

Bapibak 2. 2
1) Membantu Pamu menancapkan bendera steling.
2) Menyiapkan Boussole/AC atas petunjuk Pamu & setelah
selesai bekerja di Pibak.

Danrukom. 4
1) Menyiapkan sentral.
2) Merencanakan penggelaran kawat sesuai prioritas.
3) Membuat bagan jurusan saluran.

Caraka. 1
1) Membuat bagan daerah meriam.
2) Sebagai penjemput sisa Baterai di Titik Temu (TTm).

Bamin. 2
1) Membuat bagan daaerah Mawat.
2) Sesuai waktu yang telah ditentukan lapor kepada Danrai.

3. Rai Masuk Steling.


a. Gerakan dari DP - TTm Parai. 2
Membawa sisa Baterai ke TTm sesuai waktu dan tempat yang
telah ditentukan Danrai.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
b. Sisa Rai tiba di TTm. Parai. 5
1) Tiba di TTm melakukan tindakan keamanan.
2) Pengecekan alat-alat khusunya meriam dan perlengkapannya
3) Mempelajari bagan daerah meriam yang dibawa Caraka.

Batiang. 3
1) Mempelajari bagan daerah Mawatrai.
2) Menyusun kolone untuk masuk daerah Mawatrai.
3) Mengatur jarak dan kecepatan kendaraan agar masuk steling
dapat lancar dan tertib/teratur.

c. Kolone “A” sampai di daerah steling. Parai. 6


1) Membawa kolone menuju daerah meriam.
2) Menuju ke Boussole/AC dan menemui Pamu untuk minta
penjelasan tentang cara penjajaran.
3) Melakukan penjajaran sesuai arah pokok penenembakan.
4) Memeriksa kesiapan Pibakrai sesuai dengan arah pokok
penembakan.
5) Lapor kepada Danrai bahwa Baterai siap tembak.

Pucuk-pucuk. 3
1) Menuju ketempatnya berdasarkan petunjuk dari penunjuk
jalan.
2) Kendaraan pucuk-pucuk dibawa ke TKKS oleh penunjuk
jalan.

d. Kolone “B” sampai di daerah steling. Bamin. 2


Membawa kolone menuju ke daerah Mawatrai dan masuk
steling sesuai dengan urutan yang telah ditentukan dan
selanjutnya mendirikan instalasi masing-masing.

Batih. 2
Mendirikan Poskorai, mengatur PUD setempat dibantu oleh
Bamin.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
4. Rai Siap Tembak. Danrai. 2
Lapor kepada Danyonarmed tentang kesiapan Rainya disertai
bagan daerah steling.

5. Mengorganisir daerah steling Rai. Danrai. 3


Memerintahkan Baterainya melaksanakan penyempurnaan
bagian masing-masing.

6. Bantem Armed dibutuhkan. Danrai. 4


1) Menerima permintaan tembakan dari Pajau.
2) Memerintahkan Parai untuk melayani Permintaan Tembakan.

Pajau. 10
1) Ajukan Permintaan Tembakan.
2) Mengoreksi dan melaporkan hasil penembakan.

GH Akhir.
1. Di Daerah Steling Lama. Danrai. 4
Memimpin tugas penembakan.

2. Perencanaan dan persiapan..


a. Regu Intai Danrai menuju GH - II Danrai.
1) Bersama Regu Intainya menuju ke daerah steling baru untuk
melakukan pengintaian/persiapan daerah steling.
2) Menentukan rute menuju daerah steling baru.
3) Menyerahkan tugas-tugas kepada Parai.

Parai. 4
Beserta personel lainnya tetap melaksanakan tugas
penembakan.

b. Danrai dan Regu Intai tiba di daerah 1) Memerintahkan Regu Intainya berlindung dan melakukan 3
steling dan melaksankan pengintaian tindakan keamanan setempat.
kasar.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
2) Berasma Pamu, Bamin dan Danrukamlap mengadakan
pengintain kasar dengan kendaraan/jalan kaki. Untuk
menentukan secara garis besar tempat-tempat :
a) Daerah meriam.
b) Daerah Mawatrai.
c) Sektor-sektor pertahanan dekat (keliling).
d) Rute di daerah steling.

c. Pengintaian teliti. Danrai. 5


1) Mengumpulkan Regu Intai untuk diberi petunjuk pelaksanaan
pengintaian teliti.
2) Bersama Batikurmed, Pamu, Bamin, Danrukom dan
Caraka/Taintai melakukan pengintaian teliti di daerah meriam
untuk menentukan :
a) Titik nol Rai.
b) Tempat pucuk-pucuk.
c) Tempat Boussole/AC.
d) Tempat Pibak.
e) TKKS.
f) Letak TAP (Titik arah pembantu)
g) Rute-rute di daerah meriam.
3) Menentukan saat selesai pengintaian teliti.

Taintai/Caraka. 1
Membuat bagan daerah meriam yang memuat tempat-tempat
tersebut diatas.

Bamin. 4
Melakukan pengintaian di daerah Mawatrai serta membuat
bagan yang meliputi :
1) Poskorai
2) Tempat sentral komunikasi.
3) Tempat munisi.
4) Tempat dapur.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
5) Bivak.
6) TKK.
7) Rute-rute di daerah Mawatrai.

Danrukamlap. 3
Melakukan pengintaian tempat/sektor pertahanan dekat dan
membuat bagan yang meliputi :
1) Pos-pos tinjau dan pos-pos pendengar.
2) Tempat-tempat dan sektor senjata kelompok.
3) Tempat steling untuk tembakan arah langsung.
4) Membuat pertahanan dekat.

Danrukom. 2
1) Mengikuti Danrai dalam mengintai daerah meriam dan
Mawatrai.
2) Menentukan letak sentral yang sebenarnya di daerah
Mawatrai.
3) Mengintai rute-rute saluran komunikasi.

d. Penyiapan Daerah Steling. Parai dan Batiang. 1


Kembali ke sisa Rai.

Danrai. 4
1) Memerintahkan Regu Intai untuk melakukan penyiapan
daerah steling.
2) Memberi tanda titik nol Baterai di medan dan menunjukan
arah pokok penembakan secara kasar.
3) Mengatur agar persiapan selesai sebelum gelap.
4) Memeriksa bagan daerah meriam dan Mawatrai selanjutnya
mengatur penjemputan sisa Rai.
5) Menentukan penunjuk jalan.
6) Memerintahkan Caraka/Taintai untuk menjemput sis Baterai.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
Batikurmed. 4
1) Membuat rencana pengukuran dan bersama regu Kurmed
mengadakan pengukuran titik nol Baterai.
2) Mencari daerah steling cadangan dan steling tipu.

Pamu dan Bapibak 2. 4


1) Memberi tanda-tanda dengan kapur/pita putih pada :
a) Tempat jalan masuk ke daerah meriam.
b) Rute pucuk-pucuk.
c) Letak titik arah pembantu (TAP).
d) Tempat Boussole/AC penjajaran.
2) Menyiapkan Boussole/AC penjajaran (menggunakan dua titik
arah, satu untuk siang dan satu untuk malam).

Pamu, Bapibak 1 dan Wadancuk. 3


Bekerjasama untuk menyiapkan tempa pucuk masing-masing
dengan memberikan tanda dengan kapur/kain putih.

Pamu dan Bapibak 2. 4


Menyiapkan peta tembak sesuai arah pokok penembakan.

Taintai/Caraka. 1
Membuat bagan daerah meriam sesuai tempat-tempat yang
telah ditentukan.

Bamin. 2
1) Menyiapkan dan memberi tanda-tanda pada daaerah
Mawatrai yang meliputi :
a) Tempat jalan masuk ke daerah Mawatrai.
b) Rute sampai TKK.
c) Tempat-tempat instalasi Baterai.
2) Membuat bagan daerah Mawatrai.
3) Menyerahkan bagan daerah Mawatrai kepada Danrai.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
Danrukom. 2
1) Menyiapkan sentral komunikasi.
2) Merencanakan penggelaran saluran kawat.
3) Membuat bagan jurusan saluran.

Danrukamlap. 1
Menyerahkan bagan pertahanan dekat kepada Danrai.

Taintai/Caraka. 1
Menyerahkan bagan daerah meriam kepada Danrai.

Penunjuk jalan. 1
1) Menyiapkan diri pada tempat-tempat yang telah ditentukan.
2) Terdiri dari :
a) Para Wadancuk.
b) Bamin.
c) Taintai/Caraka.
3. Pelaksanaan Masuk Steling.
a. Sisa Rai sampai TTm. Caraka/Taintai. 1
Menyerahkan bagan daerah meriam dan Mawatrai kepada Parai
dan Batiang.

Parai dan Batiang. 3


1) Mempelajari bagan daerah meriam dan Mawatrai.
2) Menyusun kolone untuk masuk daerah steling.
3) Mengatur jarak dan kecepatan kendaraan agar masuk steling
dapat lancar, tertib dan teratur.
4) Memimpin kolone A dan B bergerak menuju daerah steling
masing-masing.

b. Kolone A tiba dijalan masuk daerah Parai. 5


stelling. 1) Minta penjelasan dari Pamu tentang pelaksanaan masuk
steling.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
2) Mengumpulkan para Dancuk, Wadancuk dan pengemudi
untuk pelaksanaan masuk steling (apabila dipandang perlu,
dimana medan sulit dan waktu memungkinkan, para Dancuk
dan pengemudi melihat rute yang akan dilalui terlebih dahulu
dengan berjalan kaki).
3) Bekerja di Boussole/AC untuk penjajaran pucuk-pucuk.
4) Selesai penjajaran, memeriksa kesiapan Pibakrai.
5) Lapor kepada Danrai bahwa Rai siap tembak.

Bapibak 2. 3
Menyiapkan peta tembak sesuai hasil pengukuran Ru Kurmed.

Pucuk-pucuk. 2
Masuk steling dengan petunjuk dari penunjuk jalan (Wadancuk).

Ta Intai/Caraka. 1
Membawa kendaraan penarik ke TKKS.

c. Kolone “B” sampai di daerah steling. Bamin. 2


1) Memberi penjelasan tentang pelaksanaan masuk steling.
2) Apabila perlu dapat membawa para Komandan bagian serta
pengemudi melihat rute ke tempat instalasi masing-masing
terlebih dahulu.
3) Membawa kendaraan kolone B yang telah kosong ke TKK.
4) Lapor kepada Danrai apabila penempatan instalasi di daerah
Mawatrai telah selesai.

Batiang. 2
Mengatur urut-urutan pelaksanaan masuk steling.

Bagian-bagian. 2
Menuju ke tempat masing-masing yang telah ditentukan dan
selanjutnya mendirikan instalasinya.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
Batih. 3
1) Mendirikan Poskorai.
2) Mengatur patroli setempat.
3) Mengatur urusan dalam.

Danrai. 9
1) Memperhatikan disiplin cahaya dan suara, baik selama
gerakan maupun pada waktu masuk steling.
2) Lapor kepada Danyonarmed tentang kesiapan Rainya disertai
bagan daerah steling.

4. Mengorganisir daerah steling. Danrai. 2


Memerintahkan Baterainya melaksanakan penyempurnaan
bagian masing-masing.

5. Bantem Armed dibutuhkan. Danrai. 2


1) Menerima permintaan tembakan dari Pajau.
2) Memerintahkan Parai untuk melayani Permintaan Tembakan.

Pajau. 3
1) Ajukan Permintaan Tembakan.
2) Mengoreksi dan melaporkan hasil penembakan.

Parai. 2
Layani tembakan.

Membantu Serangan. (100)


1. Di daerah Persiapan.
a. Rai berada di daerah persiapan (DP) Danrai. 4
1) Memerintahkan mengambil tindakan keamanan.
a) Penyebaran pasukan.
b) Penempatan pos-pos pengaman.
2) Memerintahkan melaksanakan penyamaran.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
3) Memerintahkan melaksanakan pembagian jatah pertempuran
(munisi, makanan, dan perlengkapan yang diperlukan/apabila belum
diterima).
4) Pengecekan alat peralatan termasuk ratifikasi meriam.

b. Danrai dipanggil Danyonarmed untuk Danrai. 8


menerima perintah persiapan. a. Menyerahkan tugas kepada Parai.
b. Membawa Pamu, Danrukom, dan Caraka menghadap
Danyonarmed di Posko Yonarmed.

2. Perencanaan dan persiapan.


a. Danrai terima Prinsiap. Danrai. 6
1) Menerima Prinsiap.
2) Kembali ke Baterainya.
3) Mengumpulkan pejabat Baterainya untuk diberikan perintah
tentang rencana yang akan dilakukan sesuai tugas yang telah diterima
berisi :
a) Situasi umum yang perlu diketahui.
b) Kapan dan dimana akan terima PO.
c) Kapan dan dimana Pajau harus berada.
d) Tugas-tugas Parai selama Danrai pergi.
4) Bersama Regu Intai Danrai menuju ke TKP.

b. Danrai dengan Ru Intainya sampai di TKP Danrai. 2


selanjutnya menuju TPr untuk menerima PO. 1) Membawa Pamu, Danrukamlap dan Caraka.
2) Mengadakan koordinasi dengan Ru perintah yang lain.
3) Kembali ke Regu Intainya dan memberikan penjelasan tentang
perintah dan hasil koordinasi.
4) Dalam perjalanan menuju daerah steling, menunjukkan TTm dan
TS kepada Caraka dan titik pangkal pengukuran (TPP) kepada
Batikurmed.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
c. Pengintaian kasar. Danrai. 3
1) Memerintahkan Regu Intainya berlindung dan melakukan
tindakan keamanan setempat.
2) Berasma Pamu, Bamin dan Danrukamlap mengadakan
pengintain kasar dengan kendaraan/jalan kaki. Untuk
menentukan secara garis besar tempat-tempat :
a) Daerah meriam.
b) Daerah Mawatrai.
c) Sektor-sektor pertahanan dekat (keliling).
3) Kembali dan mengumpulkan Regu Intainya selanjutnya
memberikan penjelasan/instruksi-instruksi tentang pelaksanaan
pengintaian serta menentukan waktu selesainya pengintaian
teliti.

d. Pengintaian teliti. Danrai. 8


Bersama Batikurmed, Pamu, Bapibak 2, Danrukom dan Caraka
melakukan pengintaian teliti di daerah meriam untuk
menentukan :
1) Titik nol Rai.
2) Tempat pucuk-pucuk.
3) Tempat Boussole/AC.
4) Tempat Pibak.
5) TKKS.
6) Rute-rute di daerah meriam.

Caraka. 1
Membuat bagan daerah meriam yang memuat tempat-tempat
tersebut diatas.

Bamin. 5
Melakukan pengintaian di daerah Mawatrai serta membuat
bagan yang meliputi :
1) Poskorai
2) Tempat sentral komunikasi.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
3) Tempat mu nisi.
4) Tempat dapur.
5) Bivak.
6) TKK.
7) Rute-rute di daerah Mawatrai.

Danrukamlap. 4
Melakukan pengintaian tempat/sektor pertahanan dekat dan
membuat bagan yang meliputi :
1) Pos-pos tinjau dan pos-pos pendengar.
2) Tempat-tempat dan sektor senjata kelompok.
3) Tempat steling untuk tembakan arah langsung.
4) Membuat pertahanan dekat.

Danrukom. 5
1) Mengikuti Danrai dalam mengintai daerah meriam dan
Mawatrai.
2) Menentukan letak sentral yang sebenarnya di daerah
Mawatrai.
3) Mengintai rute-rute saluran komunikasi.

e. Penyiapan Daerah Steling Danrai. 3


1) Memerintahkan Regu Intai untuk melakukan penyiapan
daerah steling.
2) Memberi tanda titik nol Baterai di medan dan menunjukan
arah pokok penembakan secara kasar.
3) Mengawasi persiapan agar waktu siap tembak ditepati.
4) Memeriksa bagan daerah meriam dan Mawatrai selanjutnya
mengatur penjemputan sisa Rai.
5) Menentukan penunjuk jalan.
6) Mengintai daerah steling cadangan.
7) Memerintahkan Caraka/Taintai untuk menjemput sisa Baterai.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
Batikurmed. 3
1) Membuat rencana pengukuran dan bersama regu Kurmed
mengadakan pengukuran titik nol Baterai.
2) Mencari daerah steling cadangan dan steling tipu.

Pamu. 5
1) Menentukan letak pucuk dengan bendera steling.
2) Menentukan cara penyiapan Boussole/AC dan cara
penjajaranya.
3) Menyiapkan Pibakrai dibantu oleh Bapibak 2

Bapibak 2. 2
1) Membantu Pamu menancapkan bendera steling.
2) Menyiapkan Boussole/AC atas petunjuk Pamu & setelah
selesai bekerja di Pibak.

Danrukom. 4
1) Menyiapkan sentral.
2) Merencanakan penggelaran kawat sesuai prioritas.
3) Membuat bagan jurusan saluran.

Caraka. 1
1) Membuat bagan daerah meriam.
2) Sebagai penjemput sisa Baterai di Titik Temu (TTm).

Bamin. 2
1) Membuat bagan daaerah Mawatrai.
2) Sesuai waktu yang telah ditentukan lapor kepada Danrai.

3. Rai masuk steling


a. Gerakan dari DP - TTm Parai. 2
Membawa sisa Baterai ke TTm sesuai waktu dan tempat yang
telah ditentukan Danrai.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
b. Sisa Rai tiba di TTm. Parai. 3
1) Tiba di TTm melakukan tindakan keamanan.
2) Pengecekan alat-alat khusunya meriam dan perlengkapannya
3) Mempelajari bagan daerah meriam yang dibawa Caraka.

Batiang. 3
1) Mempelajari bagan daerah Mawatrai.
2) Menyusun kolone untuk masuk daerah Mawatrai.
3) Mengatur jarak dan kecepatan kendaraan agar masuk steling
dapat lancar dan tertib/teratur.

c. Kolone “A” sampai di daerah steling. Parai. 6


1) Membawa kolone menuju daerah meriam.
2) Menuju ke Boussole/AC dan menemui Pamu untuk minta
penjelasan tentang cara penjajaran.
3) Melakukan penjajaran sesuai arah pokok penenembakan.
4) Memeriksa kesiapan Pibakrai sesuai dengan arah pokok
penembakan.
5) Lapor kepada Danrai bahwa Baterai siap tembak.

Pucuk-pucuk. 3
1) Menuju ketempatnya berdasarkan petunjuk dari penunjuk
jalan.
2) Kendaraan pucuk-pucuk dibawa ke TKKS oleh penunjuk
jalan.

d. Kolone “B” sampai di daerah steling. Bamin. 2


Membawa kolone menuju ke daerah Mawatrai dan masuk
steling sesuai dengan urutan yang telah ditentukan dan
selanjutnya mendirikan instalasi masing-masing.

Batih. 2
Mendirikan Poskorai, mengatur PUD dan pengamanan
setempat dibantu oleh Bamin.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
4. Rai Siap Tembak. Danrai. 3
Lapor kepada Danyonarmed tentang kesiapan Rainya disertai
bagan daerah steling.

5. Mengorganisir daerah steling Rai. Danrai. 3


Memerintahkan Baterainya melaksanakan penyempurnaan
bagian masing-masing.

6. Persiapan serangan Parai/Pamu. 2


Memerintahkan Rainya melaksanakan penyempurnaan bagian
masing-masing.

7. Bantem Armed dibutuhkan. Danrai. 3


1) Menerima permintaan tembakan dari Pajau.
2) Memerintahkan Parai untuk melayani Permintaan Tembakan.

Pajau. 5
1) Ajukan Permintaan Tembakan.
2) Mengoreksi dan melaporkan hasil penembakan.

Membantu Pengejaran.
1. Perencanaan dan Persiapan.
Danrai menerima Prinsiap dari Danyon Danrai. 6
Armed. 1) Menerima perintah dari Danyon Armed untuk membantu
pengejaran.
2) Melaksanakan persiapan-persiapan untuk membantu tugas
pengejaran.

2. Pelaksanaan pengejaran.
a. Pemberian bantem. Danrai. 5
1) Memimpin Baterai memberikan bantem kepad Yonif yang
melakukan pengejaran.
2) Mengikuti perkembangan situasi satuan manuver melalui
Pajau.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
3) Merencanakan kemungkinan daerah steling depan.

Parai. 4
Memimpim pelaksanaan penembakan.

b. Pindah steling bagian perbagian. Pajau. 4


Mengajukan PT.

Danrai. 5
1) Mempelajari apabila jarak tembak efektif sudah tidak tercapai.
2) Menuju daerah steling baru untuk menyiapkan daerah steling
dengan membawa Pamu, Bapibak 2, Danrukom dan
Danrukamlap.

Parai. 4
Memmpin penembakan selama Danrai pergi menyiapkan
daerah steling baru.

c. Pindah steling bagian perbagian. Danrai. 4


1) Memerintahkan salah satu seksi untuk menuju daerah steling
baru.
2) Memimpin masuk steling.

Pamu. 5
1) Membantu pelaksanaan masuk steling.
2) Melaporkan kesiapan seksi untuk memberikan bantem.
3) Atas perintah Danrai memimpin penembakan.

d. Lanjutan pindah steling. Danrai. 6


1) Memerintahkan seksi kedua untuk menuju daerah steling
baru dipimpin Batih.
2) Memimpin lanjutan masuk steling.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
Pamu. 5
1) Membantu pelaksanaan masuk steling.
2) Tetap memimpin pelaksanaan seksi kedua untuk masuk
steling.
3) Melaporkan kesiapan seksi kedua untuk melaksanakan
peenembakan.

Parai. 4
1) Tetap melanjutkan tugas penembakan seksi ketiga.
2) Bersiap untuk pindah steling.

e. Baterai siap tembak. Danrai. 4


1) Memerintahkan seksi terakhir menuju daerah steling baru.
2) Memimpin lanjutan masuk steling.

Parai. 4
1) Membawa sisa Baterai ke daerah steling baru.
2) Bersama Pamu memimpin seksi 3 masuk steling.
3) Melaporkan seluruh seksi telah siap tembak.

f. Lanjutan Pengejaran. Danrai. 6


1) Melaporkan bahwa Baterai telah siap tembak.
2) Melanjutkan tugas penembakan dalam hubungan Baterai.

Parai. 5
Atas perintah Danrai memimpin tugas penembakan.

Danrukom. 5
Melaksanakan penyempurnaan penggelaran komunikasi.

Batih. 5
Mengkoordinir kegiatan urusan dalam, pengamanan maupun
kegiatan administrasi.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
Danrukamlap. 5
Mengkoordinir tindakan pengamanan, pos dengar/pos tinjau,
patroli maupun kemungkinan tembakan arah langsung.

Bamin. 5
Menyelnggarakan kegiatan di daerah Mawatrai.

3. Pengakhiran. Danrai 5
1) Melaporkan selesai melaksanakan tugas pegejaran kepada
Dansat manuver yang dibantu dan kepada Danyonarmed.
2) Atas perintah kembali bergabung dengan induk pasukan.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L
MARKAS BESAR
TENTARA NASIONAL INDONESIA ANGKATAN DARAT
PUSAT KESENJATAAN ARTILERI
LAMPIRAN – 3B

CHEKLIST PENILAIAN ALTERNATIF 2

NILA
NO KEGIATAN/KONDISI TINDAKAN YANG DIHARAPKAN I PRESTASI KET
INDEX LAP
1 2 3 4 5 6 7
Membantu Yon Kawal Depan. (100)
1. Di daerah Persiapan. Danrai. 4
a. Memerintahkan mengambil tindakan keamanan.
1) Penyebaran pasukan.
2) Penempatan pos-pos pengaman.
b. Penyempurnaan penyamaran.
c. Memerintahkan melaksanakan pembagian jatah pertempuran
(munisi, makanan, dan perlengkapan yang diperlukan/apabila
belum diterima).

2. Danrai dipanggil Danyonarmed untuk Danrai. 3


menerima perintah persiapan (Yon Kawal a. Menyerahkan tugas kepada Parai.
Depan). b. Membawa Pamu, Danrukom, dan Caraka menghadap
Danyonarmed di Posko Yonarmed.

3. Perencanaan dan persiapan.


a. Danrai terima Prinsiap. Danrai. 4
1) Menerima perintah persiapan.
2) Koordinasi dengan para staf Yonarmed.
3) Kembali ke Baterainya.
4) Perintahkan Pajau bergabung dengan Kompi infanteri
masing-masing.

Danrukom. 4
Menyusun panggilan radio bagi para pejabat Rai.
KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
b. Persiapan Rai. Danrai. 5
1) Menyiapkan Rai sesuai ketentuan yang diterima.
2) Mengumpulkan pejabat Rai untuk memberikan instruksi dan
koordinasi terutama tentang :
a) Penentuan titik kontrol.
b) Tempat steling.
c) Susunan kolone dan penempatan personel.
d) Jaring komunikasi.

4., Pelaksanaan steling cepat.


a. Penyusunan kolone sebelumTitik sebar Danrai 4
(TS). 1) Membawa Rainya menuju TS sesuai waktunya.
2) Koordinasi dengan satuan lain.
3) Melewati TS tepat pada waktunya.

b. Dalam perjalanan. Bati Kurmed. 5


1) Sebagai pengintai selalu melaporkan tempat-tempat yang
mungkin untuk steling, serta melaporkan apabila melewati titik
kontrol.
2) Tindakan keamanan bila pasukan depan kontak dengan
musuh.

Danrai/Parai. 4
1) Selalu mengikuti laporan Bati Kurmed.
2) Plot dan mencatat kemungkinan daerah steling diatas peta.

c. Pasukan depan kontak dengan musuh Pajau. 6


dan bantem Armed dibutuhkan. 1) Koordinasi dengan Danki mengenai bantem Armed yang
diperlukan.
2) Mengajukan permintaan tembakan (PT) kepada Danrai.
3) Koreksi jatuhnya peluru dan laporan hasilnya.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
Danrai. 5
1) Setelah terima PT dari Jau, segera memerintahkan Parai
masuk steling pada daerah steling yang paling memungkinkan.
2) Segera menuju daerah steling untuk mengadakan
pengintaian.

d. Pengintaian dan persiapan daerah Danrai. 7


steling. 1) Membawa Regu Intainya menuju ke daerah steling untuk
melaksanakan pengintaian.
2) Danrai segera melakukan pekerjaan sebagai berikut :
a) Menentukan koordinat titik nol Rai diatas peta.
b) Menentukan SPAP.
c) Memberikan data kepada Pamu dan Bapibak 2.
d) Memberi tanda titik nol Rai dan arah pokok di medan.
e) Pengawasan terlaksananya tugas.

Pamu. 7
1) Menempatkan bendera steling pucuk-pucuk.
2) Menentukan tempat Boussole/AC.
3) Menentukan tempat Pibak Rai.
4) Memberikan data koordinat titik nol Rai kepada Bapibak 2.
5) ekerja di Boussole/AC sampai Parai tiba.

Bapibak 1. 2
Menyiapkan peta tembak.

Bapibak 2. 4
Menyiapkan Boussole/AC sesuai petunjuk Pamu.

Bamin. 3
1) Mencari TKK.
2) Penunjuk jalan bagi kendaraan yang tidak perlu masuk ke
daerah meriam.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
Carak/Ta intai. 2
Menunggu sisa Baterai di pintu masuk daerah meriam.

Danrukamlap. 3
Memerintahkan personel lain untuk megadakan pertahanan
dekat.

e. Penempatan Steling Parai. 12


1) Setelah menerima perintah masuk steling segera menuju ke
tempat yang telah ditentukan.
2) Tiba di daerah steling segera memerintahkan Rainya masuk
steling.
3) Menuju ke tempat Pamu dan minta penjelasan tentang
penjajaran pucuk.
4) Menjajarkan pucuk yang telah siap lebih dulu.
5) Memberi aba-aba tembak tinjau .
6) Memimpin pelaksanaan penembakan.

Pucuk-Pucuk. 5
1) Memasuki tempat pucuk masing-masing.
2) Kendaraan penarik dibawa oleh penunjuk jalan menuju TKK.

Pamu dan Bapibak 2. 6


1) Melanjutkan penjajaran pucuk-pucuk.
2) Lapor kepada Parai bila pucuk-pucuk telah dijajarkan dan
siap tembak.

Bamin. 2
Mengatur kendaraan di TKK agar mudah untuk bergerak lagi.

6. Melanjutkan gerakan Atas Perintah Danrai. 1


Perintahkan Parai untuk bongkar steling dan melanjutkan
gerakan.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
Parai. 1
Perintahkan Baterai bongkar steling.
Bagian-bagian. 1
Bongkar steling dan siap melanjutkan gerakan.

Membantu Serangan (100)


1. Di daerah Persiapan.
a. Rai berada di daerah persiapan (DP) Danrai. 4
1) Memerintahkan mengambil tindakan keamanan.
a) Penyebaran pasukan.
b) Penempatan pos-pos pengaman.
2) Memerintahkan melaksanakan penyamaran.
3) Memerintahkan melaksanakan pembagian jatah pertempuran
(munisi, makanan, dan perlengkapan yang diperlukan/apabila
belum diterima).
4) Pengecekan alat peralatan termasuk ratifikasi meriam.

b. Danrai dipanggil Danyonarmed untuk Danrai. 8


menerima perintah persiapan. a. Menyerahkan tugas kepada Parai.
b. Membawa Pamu, Danrukom, dan Caraka menghadap
Danyonarmed di Posko Yonarmed.

2. Perencanaan dan persiapan.


a. Danrai terima Prinsiap. Danrai. 6
1) Menerima Prinsiap.
2) Kembali ke Baterainya.
3) Mengumpulkan pejabat Baterainya untuk diberikan perintah
tentang rencana yang akan dilakukan sesuai tugas yang telah
diterima berisi antara lain :
a) Situasi umum yang perlu diketahui.
b) Kapan dan dimana akan terima PO.
c) Kapan dan dimana Pajau harus berada.
d) Tugas-tugas Parai selama Danrai pergi.
4) Bersama Regu Intai Danrai menuju ke TKP

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
b. Danrai dengan Ru Intainya sampai di TKP Danrai. 2
selanjutnya menuju TPr untuk menerima PO. 1) Membawa Pamu, Danrukamlap dan Caraka.
2) Mengadakan koordinasi dengan Ru perintah yang lain.
3) Kembali ke Regu Intainya dan memberikan penjelasan tentang
perintah dan hasil koordinasi.
4) Dalam perjalanan menuju daerah steling, menunjukkan TTm dan
TS kepada Caraka dan titik pangkal pengukuran (TPP) kepada
Batikurmed.

c. Pengintaian kasar. Danrai. 3


1) Memerintahkan Regu Intainya berlindung dan melakukan
tindakan keamanan setempat.
2) Berasma Pamu, Bamin dan Danrukamlap mengadakan pengintain
kasar dengan kendaraan/jalan kaki. Untuk menentukan secara garis
besar tempat-tempat :
a) Daerah meriam.
b) Daerah Mawatrai.
c) Sektor-sektor pertahanan dekat (keliling).
3) Kembali dan mengumpulkan Regu Intainya selanjutnya
memberikan penjelasan/instruksi-instruksi tentang pelaksanaan
pengintaian serta menentukan waktu selesainya pengintaian teliti.

d. Pengintaian teliti. Danrai. 8


Bersama Batikurmed, Pamu, Bapibak 2, Danrukom dan Caraka
melakukan pengintaian teliti di daerah meriam untuk menentukan :
1) Titik nol Rai.
2) Tempat pucuk-pucuk.
3) Tempat Boussole/AC.
4) Tempat Pibak.
5) TKKS.
6) Rute-rute di daerah meriam.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
Caraka. 1
Membuat bagan daerah meriam yang memuat tempat-tempat
tersebut diatas.

Bamin. 5
Melakukan pengintaian di daerah Mawatrai serta membuat
bagan yang meliputi :
1) Poskorai
2) Tempat sentral komunikasi.
3) Tempat mu nisi.
4) Tempat dapur.
5) Bivak.
6) TKK.
7) Rute-rute di daerah Mawatrai.

Danrukamlap. 4
Melakukan pengintaian tempat/sektor pertahanan dekat dan
membuat bagan yang meliputi :
1) Pos-pos tinjau dan pos-pos pendengar.
2) Tempat-tempat dan sektor senjata kelompok.
3) Tempat steling untuk tembakan arah langsung.
4) Membuat pertahanan dekat.

Danrukom. 5
1) Mengikuti Danrai dalam mengintai daerah meriam dan
Mawatrai.
2) Menentukan letak sentral yang sebenarnya di daerah
Mawatrai.
3) Mengintai rute-rute saluran komunikasi.

e. Penyiapan Daerah Steling Danrai. 3


1) Memerintahkan Regu Intai untuk melakukan penyiapan
daerah steling.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
2) Memberi tanda titik nol Baterai di medan dan menunjukan
arah pokok penembakan secara kasar.
3) Mengawasi persiapan agar waktu siap tembak ditepati.
4) Memeriksa bagan daerah meriam dan Mawatrai selanjutnya
mengatur penjemputan sisa Rai.
5) Menentukan penunjuk jalan.
6) Mengintai daerah steling cadangan.
7) Memerintahkan Caraka/Taintai untuk menjemput sisa Baterai.

Batikurmed. 3
1) Membuat rencana pengukuran dan bersama regu Kurmed
mengadakan pengukuran titik nol Baterai.
2) Mencari daerah steling cadangan dan steling tipu.

Pamu. 5
1) Menentukan letak pucuk dengan bendera steling.
2) Menentukan cara penyiapan Boussole/AC dan cara
penjajaranya.
3) Menyiapkan Pibakrai dibantu oleh Bapibak 2

Bapibak 2. 2
1) Membantu Pamu menancapkan bendera steling.
2) Menyiapkan Boussole/AC atas petunjuk Pamu & setelah
selesai bekerja di Pibak.

Danrukom. 4
1) Menyiapkan sentral.
2) Merencanakan penggelaran kawat sesuai prioritas.
3) Membuat bagan jurusan saluran.

Caraka. 1
1) Membuat bagan daerah meriam.
2) Sebagai penjemput sisa Baterai di Titik Temu (TTm).

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
Bamin. 2
1) Membuat bagan daaerah Mawatrai.
2) Sesuai waktu yang telah ditentukan lapor kepada Danrai.

3. Rai masuk steling


a. Gerakan dari DP - TTm Parai. 2
Membawa sisa Baterai ke TTm sesuai waktu dan tempat yang
telah ditentukan Danrai.

b. Sisa Rai tiba di TTm. Parai. 3


1) Tiba di TTm melakukan tindakan keamanan.
2) Pengecekan alat-alat khusunya meriam dan perlengkapannya
3) Mempelajari bagan daerah meriam yang dibawa Caraka.

Batiang. 3
1) Mempelajari bagan daerah Mawatrai.
2) Menyusun kolone untuk masuk daerah Mawatrai.
3) Mengatur jarak dan kecepatan kendaraan agar masuk steling
dapat lancar dan tertib/teratur.

c. Kolone “A” sampai di daerah steling. Parai. 6


1) Membawa kolone menuju daerah meriam.
2) Menuju ke Boussole/AC dan menemui Pamu untuk minta
penjelasan tentang cara penjajaran.
3) Melakukan penjajaran sesuai arah pokok penenembakan.
4) Memeriksa kesiapan Pibakrai sesuai dengan arah pokok
penembakan.
5) Lapor kepada Danrai bahwa Baterai siap tembak.

Pucuk-pucuk. 3
1) Menuju ketempatnya berdasarkan petunjuk dari penunjuk
jalan.
2) Kendaraan pucuk-pucuk dibawa ke TKKS oleh penunjuk
jalan.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
d. Kolone “B” sampai di daerah steling. Bamin. 2
Membawa kolone menuju ke daerah Mawatrai dan masuk
steling sesuai dengan urutan yang telah ditentukan dan
selanjutnya mendirikan instalasi masing-masing.

Batih. 2
Mendirikan Poskorai, mengatur PUD dan pengamanan
setempat dibantu oleh Bamin.

4. Rai Siap Tembak. Danrai. 2


Lapor kepada Danyonarmed tentang kesiapan Rainya disertai
bagan daerah steling.

5. Mengorganisir daerah steling Rai. Danrai. 3


Memerintahkan Baterainya melaksanakan penyempurnaan
bagian masing-masing.

6. Persiapan serangan Parai/Pamu. 2


Membuat programa Baterai/Pucuk.

7. Bantem Armed dibutuhkan. Danrai. 3


1) Menerima permintaan tembakan dari Pajau.
2) Memerintahkan Parai untuk melayani Permintaan Tembakan.

Pajau. 5
1) Ajukan Permintaan Tembakan.
2) Mengoreksi dan melaporkan hasil penembakan.
Membantu Pengejaran.
1. Perencanaan dan Persiapan.
Danrai menerima Prinsiap dari Danyon Danrai. 6
Armed. 1) Menerima perintah dari Danyon Armed untuk membantu
pengejaran.
2) Melaksanakan persiapan-persiapan untuk membantu tugas
pengejaran.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
2. Pelaksanaan pengejaran.
a. Pemberian bantem. Danrai. 5
1) Memimpin Baterai memberikan bantem kepad Yonif yang
melakukan pengejaran.
2) Mengikuti perkembangan situasi satuan manuver melalui
Pajau.
3) Merencanakan kemungkinan daerah steling depan.

Parai. 4
Memimpim pelaksanaan penembakan.

Pajau. 4
Melaporkan situasi taktis kepada Danrai secara terus menerus

b. Pindah steling bagian perbagian. Pajau. 4


Mengajukan PT.

Danrai. 5
1) Mempelajari apabila jarak tembak efektif sudah tidak tercapai.
2) Menuju daerah steling baru untuk menyiapkan daerah steling
dengan membawa Pamu, Bapibak 2, Danrukom dan
Danrukamlap.
3) Memimpin pengintaian/penyiapan daerah steling.

Parai. 4
Memmpin penembakan selama Danrai pergi menyiapkan
daerah steling baru.

c. Pindah steling bagian perbagian. Danrai. 4


1) Memerintahkan salah satu seksi untuk menuju daerah steling
baru.
2) Memimpin masuk steling.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
Pamu. 5
1) Membantu pelaksanaan masuk steling.
2) Melaporkan kesiapan seksi untuk memberikan bantem.
3) Atas perintah Danrai memimpin penembakan.

d. Lanjutan pindah steling. Danrai. 6


1) Memerintahkan seksi kedua untuk menuju daerah steling
baru dipimpin Batih.
2) Memimpin lanjutan masuk steling.

Pamu. 5
1) Membantu pelaksanaan masuk steling.
2) Tetap memimpin pelaksanaan seksi kedua untuk masuk
steling.
3) Melaporkan kesiapan seksi kedua untuk melaksanakan
peenembakan.

Parai. 4
1) Tetap melanjutkan tugas penembakan seksi ketiga.
2) Bersiap untuk pindah steling.

e. Baterai siap tembak. Danrai. 4


1) Memerintahkan seksi terakhir menuju daerah steling baru.
2) Memimpin lanjutan masuk steling.

Parai. 4
1) Membawa sisa Baterai ke daerah steling baru.
2) Bersama Pamu memimpin seksi 3 masuk steling.
3) Melaporkan seluruh seksi telah siap tembak.

f. Lanjutan Pengejaran. Danrai. 6


1) Melaporkan bahwa Baterai telah siap tembak.
2) Melanjutkan tugas penembakan dalam hubungan Baterai.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
Parai. 5
Atas perintah Danrai memimpin tugas penembakan.

Danrukom. 5
Melaksanakan penyempurnaan penggelaran komunikasi.

Batih. 5
Mengkoordinir kegiatan urusan dalam, pengamanan maupun
kegiatan administrasi.

Danrukamlap. 5
Mengkoordinir tindakan pengamanan, pos dengar/pos tinjau,
patroli maupun kemungkinan tembakan arah langsung.

Bamin. 5
Menyelnggarakan kegiatan di daerah Mawatrai.

3. Pengakhiran. Danrai 5
1) Melaporkan selesai melaksanakan tugas pegejaran kepada
Dansat manuver yang dibantu dan kepada Danyonarmed.
2) Atas perintah kembali bergabung dengan induk pasukan.

Membantu Pertahanan (100)


1. Rai berada di daerah steling lama dan Danrai. 4
menerima Prinsiap. 1) Memerintahkan melanjutkan mengorganisir Baterai.
2) Danrai menghadap Danyonarmed untuk terima Prinsiap.

2. Pernecanaan dan Persiapan. 3


a. Danrai telah menerima Prinsiap Danrai.
1) Kembali ke Baterainya.
2) Menyiapkan Rainya sesuai ketentuan yang diterima.
3) Mengumpulkan pejabat Rai untuk menyampaikan :
a) Situasi umum yang perlu diketahui.
b) Kapan dan dimana akan terima PO.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
c) Kapan dan dimana Pajau harus berada.
d) Tugas-tugas Parai selama Danrai pergi.
e) Menentukan saat tempat sisa Rai ke TTm.
4) Bersama Regu Intai Danrai menuju ke TKP.

b. Danrai dipanggil/sesuai waktu yang telah Danrai. 2


ditentukan menuju TPR Yon untuk menerima 1) Membawa serta Pamu, Danrukamlap dan Caraka.
Prinops. 2) Pada saat menerima Prinops hanya didampingi Pamu.

c. Danrai menerima PO Armed. Danrai. 3


1) Mengadakan koordinasi dengan Ru intai lainnya serta Pa Staf.
2) Kembali menemui Ru intainya.
3) Menjelaskan hasil PO yang diterima.
4) Bersama Ru intainya berangkat menuju ke daerah steling.
5) Dalam perjalanan menunjukkan titik temu kepada Caraka serta
TPP kepada Batikurmed.

d. Pengintaian kasar. Danrai. 3


1) Memerintahkan Regu Intainya berlindung dan melakukan
tindakan keamanan setempat.
2) Bersama Pamu, Bamin dan Danrukamlap mengadakan pengintain
kasar dengan kendaraan/jalan kaki. Untuk menentukan secara garis
besar tempat-tempat :
a) Daerah meriam.
b) Daerah Mawatrai.
c) Sektor-sektor pertahanan dekat (keliling).
d) Rute di daerah steling.
3) Kembali dan mengumpulkan Regu Intainya selanjutnya
memberikan penjelasan/instruksi-instruksi serta menentukan waktu
selesainya pengintaian. Selanjutnya seluruh Regu Intai melakukan
pengintaian teliti.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
e. Pengintaian teliti. Danrai. 5
1) Mengumpulkan Ru intai untuk diberi petunjuk hasil
pelaksanaan pengintaian teliti.
2) Bersama Pamu, Batikurmed, Bapibak 2, Danrukom dan
Caraka melakukan pengintaian teliti di daerah meriam untuk
menentukan :
a) Titik nol Rai.
b) Tempat pucuk-pucuk.
c) Tempat Boussole/AC.
d) Tempat Pibak.
e) TKKS.
f) Letak TAP (Titik arah pembantu).
g) Rute-rute di daerah meriam.
3) Menentukan saat selesai pengintaian teliti.

Caraka. 1
Membuat bagan daerah meriam yang memuat tempat-tempat
tersebut diatas.

Bamin. 4
Melakukan pengintaian di daerah Mawatrai serta membuat
bagan yang meliputi :
1) Poskorai
2) Tempat sentral komunikasi.
3) Tempat mu nisi.
4) Tempat dapur.
5) Bivak.
6) TKK.
7) Rute-rute di daerah Mawatrai.

Danrukamlap. 3
Melakukan pengintaian tempat/sektor pertahanan dekat dan
membuat bagan yang meliputi :
1) Pos-pos tinjau dan pos-pos pendengar.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
2) Tempat-tempat dan sektor senjata kelompok.
3) Tempat steling untuk tembakan arah langsung.
4) Membuat pertahanan dekat.

Danrukom. 2
1) Mengikuti Danrai dalam mengintai daerah meriam dan
Mawatrai.
2) Menentukan letak sentral yang sebenarnya di daerah
Mawatrai.
3) Mengintai rute-rute saluran komunikasi.

f. Penyiapan daerah steling. Parai dan Batiang. 1


Kembali ke sisa Rai.

Danrai. 4
1) Memerintahkan Regu Intai untuk melakukan penyiapan
daerah steling.
2) Memberi tanda titik nol Baterai di medan dan menunjukan
arah pokok penembakan secara kasar.
3) Mengatur agar persiapan selesai sebelum gelap.
4) Memeriksa bagan daerah meriam dan Mawatrai selanjutnya
mengatur penjemputan sisa Rai.
5) Menentukan penunjuk jalan.
6) Memerintahkan Caraka/Taintai untuk menjemput sis Baterai.

Batikurmed. 4
1) Membuat rencana Kurmed.
2) Bersama regu Kurmed mengadakan pengukuran titik nol
Baterai.
3) Mencari daerah steling cadangan dan steling tipu.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
Pamu dan Bapibak 2. 4
1) Memberi tanda-tanda dengan kapur/pita putih pada :
a) Jalan masuk ke daerha meriam.
b) Rute pucuk-pucuk.
c) Letak titik arah pembantu (TAP).
d) Tempat Boussole/AC penjajaran.
2) Menyiapkan Boussole/AC penjajaran (menggunakan dua titik
arah, satu untuk siang dan satu untuk malam).

Pamu, Bapibak 1 dan Wadancuk. 3


Bekerjasama untuk menyiapkan tempa pucuk masing-masing
dengan memberikan tanda dengan kapur/kain putih.

Pamu dan Bapibak 2. 4


Menyiapkan peta tembak sesuai arah pokok penembakan.

Taintai/Caraka. 1
Membuat bagan daerah meriam sesuai tempat-tempat yang
telah ditentukan.

Bamin. 2
1) Menyiapkan dan memberi tanda-tanda pada daaerah
Mawatrai yang meliputi :
a) Tempat jalan masuk ke daerah Mawatrai.
b) Rute sampai TKK.
c) Tempat-tempat instalasi Baterai.
2) Membuat bagan daerah Mawatrai.
2) Menyerahkan bagan daerah Mawatrai kepada Danrai.

Danrukom. 2
1) Menyiapkan sentral komunikasi.
2) Merencanakan penggelaran saluran kawat.
3) Membuat bagan jurusan saluran.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
Danrukamlap. 1
Menyerahkan bagan pertahanan dekat kepada Danrai.

Taintai/Caraka. 1
Menyerahkan bagan daerah meriam kepada Danrai.

Penunjuk jalan. 1
1) Menyiapkan diri pada tempat-tempat yang telah ditentukan.
2) Terdiri dari :
a) Para Wadancuk.
b) Bamin.
c) Taintai/Caraka.

3. Pelaksanaan Masuk Steling.


a. Sisa Rai sampai TTm. Caraka/Taintai. 1
Menyerahkan bagan daerah meriam dan Mawatrai kepada Parai
dan Batiang.

Parai dan Batiang. 3


1) Mempelajari bagan daerah meriam dan Mawatrai.
2) Menyusun kolone untuk masuk daerah steling.
3) Mengatur jarak dan kecepatan kendaraan agar masuk steling
dapat lancar, tertib dan teratur.
4) Memimpin kolone A dan B bergerak menuju daerah steling
masing-masing.

b. Kolone A tiba dijalan masuk daerah Parai. 5


stelling. 1) Minta penjelasan dari Pamu tentang pelaksanaan masuk
steling.
2) Mengumpulkan para Dancuk, Wadancuk dan pengemudi
untuk pelaksanaan masuk steling (apabila dipandang perlu,
dimana medan sulit dan waktu memungkinkan, para Dancuk
dan pengemudi melihat rute yang akan dilalui terlebih dahulu
dengan berjalan kaki).

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
3) Bekerja di Boussole/AC untuk penjajaran pucuk-pucuk.
4) Selesai penjajaran, memeriksa kesiapan Pibakrai.
5) Lapor kepada Danrai bahwa Rai siap tembak.

Bapibak 2. 3
Menyiapkan peta tembak sesuai hasil pengukuran Ru Kurmed.

Pucuk-pucuk. 2
Masuk steling dengan petunjuk dari penunjuk jalan (Wadancuk).

Ta Intai/Caraka. 1
Membawa kendaraan penarik ke TKKS.

c. Kolone “B” sampai di daerah steling. Bamin. 2


1) Memberi penjelasan tentang pelaksanaan masuk steling.
2) Apabila perlu dapat membawa para Komandan bagian serta
pengemudi melihat rute ke tempat instalasi masing-masing
terlebih dahulu.
3) Membawa kendaraan kolone B yang telah kosong ke TKK.
4) Lapor kepada Danrai apabila penempatan instalasi di daerah
Mawatrai telah selesai.

Batiang. 2
Mengatur urut-urutan pelaksanaan masuk steling.

Bagian-bagian. 2
Menuju ke tempat masing-masing yang telah ditentukan dan
selanjutnya mendirikan instalasinya.

Batih. 3
1) Mendirikan Poskorai.
2) Mengatur patroli setempat.
3) Mengatur urusan dalam.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
Danrai. 9
1) Memperhatikan disiplin cahaya dan suara, baik selama
gerakan maupun pada waktu masuk steling.
2) Lapor kepada Danyonarmed tentang kesiapan Rainya disertai
bagan daerah steling.

4. Mengorganisir daerah steling. Danrai. 2


Memerintahkan Baterainya melaksanakan penyempurnaan
bagian masing-masing.

5. Bantem Armed dibutuhkan. Pajau. 2


Ajukan Permintaan Tembakan.

Danrai. 3
1) Menerima permintaan tembakan dari Pajau.
2) Memerintahkan Parai untuk melayani Permintaan Tembakan.

Parai. 2
Layani tembakan.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L
MARKAS BESAR
TENTARA NASIONAL INDONESIA ANGKATAN DARAT
PUSAT KESENJATAAN ARTILERI
LAMPIRAN – 4A

CHEKLIST PENILAIAN MENEMBAK MERIAM 76 MM/TRK

NILA
NO KEGIATAN/KONDISI TINDAKAN YANG DIHARAPKAN I PRESTASI KET
INDEX LAP
1 2 3 4 5 6 7
1. Melaksanakan tembakan pencatatan biasa (100)
(Peninjau tunggal).
a. Rai telah siap tembak. Pencatatan harus selesai dalam waktu 35 menit, sejak saat 40
b. Pimpinan penembakan oleh Pibak Rai. Pibak selesai memerintahkan Peninjau untuk mengajukan
c. Pibak Rai telah memerintahkan Peninjau permintaan tembakan sampai dengan didapat ketentuan MTT
untuk mengajukan permintaan tembakan. dengan jumlah peluru 14 butir, yang meliputi kegiatan-kegiatan :

1) Permintaan tembakan diterima Pibak maksimal dalam waktu 10


3 menit sejak Kapibak selesai memerintahkan Peninjau untuk
mengajukan permintaan tembakan.

2) Aba-aba tembakan pembukaan diberikan ke pucuk 3 menit 10


sejak permintaan tembakan diterima.

3) Waktu tembak tinjau 10 menit, sesuai aba-aba tembakan 10


pembukaan sampai dengan koreksi Peninjau terakhir dengan
jumlah peluru 8 butir.

4) Aba-aba lanjutan TPL diberikan 2 menit sejak koreksi 10


Peninjau yang terakhir diterima.

5) Waktu tembakan pelaksanaan maksimal 12 menit sejak aba- 10


aba lanjutan TPL sampai dengan didapat 6 peluru berguna dan
SPS benar, dengan jumlah peluru maksimal 8 butir.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
6) Data benar, data teliti, ketentuan MTT dan koreksi SPS serta 10
penggamabaran garis rambut baru pada peluncur baca
maksimal dalam waktu 5 menit.
2. Melaksanakan tembakan pencatatan biasa (100)
(Peninjau gabungan).
a. Rai telah siap tembak. Pencatatan harus selesai dalam waktu 35 menit, sejak saat 40
b. Pimpinan penembakan oleh Pibak Rai. Pibak selesai memerintahkan kedua Peninjau untuk
c. Pibak Rai telah memerintahkan Peninjau mengajukan permintaan tembakan sampai dengan didapat
kanan dan kiri untuk mengajukan ketentuan MTT dengan jumlah peluru 7 butir, yang meliputi
permintaan tembakan. kegiatan-kegiatan :
d. Titik Pencatatan telah diketahui Peninjau.
1) Permintaan tembakan diterima Pibak maksimal dalam waktu 10
5 menit sejak Pibak selesai memerintahkan kedua Peninjau
untuk mengajukan permintaan tembakan.

2) Aba-aba tembakan pembukaan diberikan ke pucuk 2 menit 10


sejak permintaan tembakan diterima.

3) Waktu tembak tinjau 13 menit, sejak aba-aba tembakan 10


pembukaan sampai dengan tanda didapat tingkat ketelitian
koreksi arah samping radius 50 M, dengan jumlah peluru 4 butir.

4) Aba-aba lanjutan TPL diberikan 2 menit sejak didapat tingkat 10


ketelitian koreksi arah samping radius 50 M.

5) Waktu tembakan pelaksanaan maksimal 3 menit sejak aba- 10


aba lanjutan TPL sampai dengan kedua Peninjau selesai
melaporkan penyimpangan arah samping dalam meter dengan
jumlah peluru maksimal 4 butir.

6) Data benar, data teliti, ketentuan MTT dan koreksi SPS serta 10
penggamabaran garis rambut baru pada peluncur baca
maksimal dalam waktu 10 menit.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
3. Melaksanakan tembakan pencatatan TKRR (100)
a. Rai telah siap tembak. Pencatatan harus selesai dalam waktu 45 menit, dengan 40
b. Pimpinan penembakan oleh Pibak Rai. ketentuan dihitung sejak Kapibak mengeluarkan perintah
c. Pibak Rai telah mengeluarkan perintah tembakan sampai dengan didapat ketentuan MTT dengan
tembakan. jumlah peluru 10 butir, yang meliputi kegiatan-kegiatan :
d. Sudut tinjau kedua Peninjau sesuai
persyaratan. 1) Aba-aba tembakan pembukaan diberikan ke pucuk 15 menit 10
sejak Pibak selesai mengeluarkan perintah tembakan.

2) Phase penembakan selesai maksimal dalam waktu 10 menit 10


sejak aba-aba tembakan sampai dengan didapat 6 peluru
berguna dengan jumlah peluru 10 butir.

3) Penentuan PA rata-rat kedua Peninjau dan tinggi TKRR 10


dalam waktu 2 menit.

4) Penggambaran dan penentuan koordinat TKRR dalam waktu 10


5 menit.

5) Penentuan data ukur dan teliti ke TKRR dalam waktu 3 menit. 10

6) Penyusunan ketentuan MTT dan koreksi SPS dalam waktu 10


10 menit.

4. Melaksanakan tembakan Perusakan. (100)


a. Rai telah siap tembak. 1) Permintaan tembakan diterima Pibak maksimal dalam waktu 10
b. Pimpinan penembakan oleh Pibak Rai. 3 menit sejak sasaran ditunjukan.

2) Aba-aba tembakan pembukaan diberikan ke pucuk 2 menit 10


sejak permintaan tembakan diterima.

3) Waktu tembak tinjau maksimal 10 menit sejak aba-aba 10


tembakan pembukaan sampai dengan koreksi Peninjau terakhir
dengan jumlah peluru 6 butir.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
4) Aba-aba lanjutan TPL diberikan 2 menit sejak koreksi 10
Peninjau yang terakhir diterima.

5) Waktu tembakan pelaksanaan : 40


a) Pengelompokkan 6 peluru berguna yang pertama didapat
dalam waktu maksimal 12 menit sejak aba-aba lanjutan TPL
pertama dengan didapat 6 peluru berguna, dengan jumlah
peluru 7 butir.
b) Aba-aba lanjutan TPL untuk pengelompokkan sebelumnya
c) Pengelompokkan 6 peluru berguna berikutnya didapat
dalam waktu maksimal sejak aba-aba lanjutan tersebut.
d) Dan seterusnya sampai sasaran lancar.

c. Tembakan selesai sasaran hancur dan Data plot penggambaran dipeta tembak dalam waktu maksimal 10
akan diplot dipeta tembak sebagai TKT. 7 menit dan benar, dengan 2 kali penaksiran SMT.

5. Melaksanakan tembakan Bidang Biasa. (100)


a. Rai telah melakukan tembakan Penembakan dilakukan maksimal dalam waktu 27 menit sejak
pencatatan. penunjukan sasaran sampai dengan sasaran dinyatakan hancur
b. Pimpinan penembakan oleh Pibak Rai. oleh Peninjau, yang meliputi kegiatan-kegiatan:

c. Sasaran ditunjukan di medan. 1) Permintaan tembakan diterima Pibak maksimal dalam waktu 10
5 menit sejak penunjukan letak sasaran.

2) Aba-aba tembakan pembukaan diberikan ke pucuk dalam 5


waktu 5 menit sejak permintaan tembakan diterima.

3) Waktu tembak tinjau maksimal 8 menit sejak aba-aba 10


tembakan pembukaan sampai dengan koreksi Peninjau terakhir
dengan jumlah peluru 4 butir.

4) Aba-aba lanjutan TPL diberikan dalam waktu 2 menit sejak 5


koreksi Peninjau yang terakhir diterima.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
5) Waktu tembakan pelaksanaan maksimal 3 menit sejak aba- 10
aba lanjutan TPL dengan sasaran dinyatakan hancur oleh
Peninjau dengan cara penembakan 1 peluru tembakan cepat.

6) Hasil tembakan 75% peluru masuk sasaran. 40

d. Tembakan selesai musuh hancur. Data plot penggambaran dipeta tembak dalam waktu maksimal 20
4 menit dan benar, dengan 2 kali penaksiran SMT.

6. Melaksanakan tembakan Bidang Aba-aba (100)


Istimewa.
a. Rai telah melakukan tembakan Penembakan dilakukan maksimal dalam waktu 30 menit sejak
pencatatan. penunjukan sasaran sampai dengan sasaran dinyatakan hancur
b. Pimpinan penembakan oleh Pibak Rai. oleh Peninjau, yang meliputi kegiatan-kegiatan :
c. Sasaran ditunjukan di medan dan
mempunyai kelebaran/kedalaman
. 1) Permintaan tembakan diterima Pibak maksimal dalam waktu 10
5 menit sejak permintaan tembakan (PT) diterima.

2) Aba-aba tembakan pembukaan diberikan ke pucuk dalam 5


waktu 5 menit sejak permintaan tembakan diterima.

3) Waktu tembak tinjau maksimal 8 menit sejak aba-aba 10


tembakan pembukaan sampai dengan koreksi Peninjau terakhir
dengan jumlah peluru 4 butir.

4) Aba-aba lanjutan TPL diberikan dalam waktu 3 menit sejak 5


koreksi Peninjau yang terakhir diterima.

5) Waktu tembakan pelaksanaan maksimal 5 menit sejak aba- 10


aba lanjutan TPL dari Parai sampai dengan sasaran dinyatakan
hancur oleh Peninjau dengan 4 SA/SPS dan cara penembakan
1 peluru tembakan cepat.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
6) Hasil tembakan 75% peluru masuk sasaran. 40

d. Tembakan selesai musuh hancur dan Data plot penggambaran dipeta tembak dalam waktu maksimal 20
Peninjau minta sasaran diplot kembali 4 menit dan benar, dengan 2 kali penaksiran SMT
sebagai TPK.

7. Melaksanakan tembakan Bidang Koreksi (100)


Istimewa (TPS,TBK,TBR) dan sasaran
miring.
a. Rai telah melakukan tembakan Penembakan dilakukan maksimal dalam waktu 30 menit sejak
pencatatan. penunjukan sasaran dinyatakan hancur oleh Peninjau, yang
b. Pimpinan penembakan oleh Pibak Rai. meliputi kegiatan-kegiatan :
c. Sasaran ditunjukan di medan.
. 1) Permintaan tembakan diterima Pibak maksimal dalam waktu 10
5 menit sejak penunjukan letak sasaran.

2) Aba-aba tembakan pembukaan diberikan ke pucuk dalam 5


waktu 5 menit sejak penunjukan sasaran.

3) Waktu tembak tinjau maksimal 8 menit sejak aba-aba 10


tembakan pembukaan sampai dengan koreksi Peninjau terakhir
dengan jumlah peluru 4 butir.

4) Aba-aba lanjutan TPL diberikan dalam waktu 5 menit sejak 5


didapat tingkat ketelitian koreksi terakhir.

5) Waktu tembakan pelaksanaan maksimal 3 menit sejak aba- 10


aba lanjutan TPL sampai dengan sasaran dinyatakan hancur
oleh Peninjau dengan cara penembakan 1 peluru tembakan
cepat.

6) Hasil tembakan. 40
a) 75% peluru terpusat (TPS).
b) 75% peluru jatuh di sasaran (TBK,TBR)

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
d. Tembakan selesai musuh hancur dan Data plot penggambaran dipeta tembak dalam waktu maksimal 20
Peninjau minta sasaran diplot kembali 4 menit dan benar, dengan 2 kali penaksiran SMT
sebagai TPK.

8. Melaksanakan tembakan Bidang Jaugab. (100)


a. Rai telah siap tembak. Penembakan dilakukan maksimal dalam waktu 31 menit sejak
b. Pimpinan penembakan oleh Pibak Rai. penunjukan sasaran dinyatakan hancur oleh kedua Peninjau,
c. Pibak Rai telah menentukan sasaran yang meliputi kegiatan-kegiatan :
ditembak dengan Peninjau Gabungan.
. 1) Permintaan tembakan diterima Pibak maksimal dalam waktu 10
5 menit sejak penunjukan letak sasaran.

2) Aba-aba tembakan pembukaan diberikan ke pucuk dalam 5


waktu 5 menit sejak permintaan tembakan diterima.

3) Waktu tembak tinjau maksimal 11 menit sejak aba-aba 10


tembakan pembukaan sampai dengan didapat tingkat ketelitian
koreksi arah samping pada radius 50 M dengan jumlah peluru 4
butir.

4) Aba-aba lanjutan TPL diberikan dalam waktu 2 menit sejak 5


didapat tingkat ketelitian koreksi arah samping pada radius 50
Meter.

5) Waktu tembakan pelaksanaan maksimal 5 menit sejak aba- 10


aba lanjutan TPL sampai dengan sasaran dinyatakan hancur
oleh Peninjau dengan 4 SA/SPS cara penembakan 1 peluru
tembakan cepat.

6) Hasil tembakan 75% peluru jatuh di sasaran. 40

d. Tembakan selesai musuh hancur dan Data plot dan penggambaran dipeta tembak dalam waktu 20
Peninjau minta sasaran diplot sebagai TPK. maksimal 5 menit dan benar.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
9. Melaksanakan perintah tugas tembakan (100)
dari Puspibak.
a. Rai telah siap tembak. 1) Penembakan harus dapat dilaksanakan dalam waktu 5 menit 25
b. Rai menerima perintah tugas tembakan sejat perintah tembakan selesai diterima sampai pucuk siap
dari Puspibak. dengan cara penembakan 1 peluru tembakan cepat.

2) Hasil tembakan 75% peluru jatuh di sasaran. 75

10 Raiarmed melaksanakan tembakan arah (100)


langsung.
Baterai. 10
Pucuk-pucuk sudah harus siap untuk menembak dalam waktu 1
menit sejak dikeluarkannya perintah dari Parai.

Parai. 10
Memberikan aba-aba tembakan arah langsung kepada pucuk-
pucuk.

Dancuk. 10
Memimpin dan memberikan aba-aba tembakan dengan benar
dalam waktu 2 menit.

Pelayan No.3. 10
Mengarahkan meriam pada sasaran dalam waktu 30 menit.

Pelayan No.4 5
Mengisi meriam dengan isian super.

Pelayan No.5 dan 6. 5


Siap diekor belakang untuk menggeser meriam apabila ada
aba-aba ikuti dari Dancuk.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
Nilai lapangan hasil tembakan : 50
a. Peluru ke 1 sudah kena : 100%
b. Peluru ke 2 sudah kena : 90%
c. Peluru ke 3 sudah kena : 80%
d. Peluru ke 4 sudah kena : 70%
e. Peluru ke 5 sudah kena : 50%
f. Peluru ke 6 sudah kena : 30%
g. Peluru ke 7 sudah kena : 0%

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L
MARKAS BESAR
TENTARA NASIONAL INDONESIA ANGKATAN DARAT
PUSAT KESENJATAAN ARTILERI
LAMPIRAN – 4B
CHEKLIST PENILAIAN MENEMBAK MERIAM 105 MM

NILA
NO KEGIATAN/KONDISI TINDAKAN YANG DIHARAPKAN I PRESTASI KET
INDEX LAP
1 2 3 4 5 6 7
1. Melaksanakan Tembakan Pencatatan Teliti (100)
Tabung Cepat dan Waktu
a. Rai telah siap tembak. Pencatatan harus selesai dalam waktu 29 menit, sejak Kapibak selesai 40
b. Pimpinan penembakan oleh Pibak Rai. memerintahkan Peninjau untuk melaksanakan peninjauan sebagai
c. Kapibak Rai telah meninjau tembakan berikut :
pencatatan. “Tinjau pencatatan teliti tabung cepat dan waktu ke TP” sampai
d. Titik pencatatan telah diketahui oleh dengan didapat ketentuan MTT dengan jumlah peluru 13 butir, yang
Peninjau. meliputi kegiatan-kegiatan :

e. Bila tidak tersedia tabung waktu maka 1) Pengiriman SP (sudut peta) TP dari Peninjau ke Pibak maksimal 10
penilaian hanya sampai dengan pencatatan dalam waktu 2 menit sejak Kapibak selesai memerintahkan Peninjau
tabung cepat. untuk meninjau tembakan pencatatan teliti.

2) Aba-aba tembakan pembukaan diberikan ke pucuk 2 menit sejak


SP ke TP dari Peninjau diterima. 10

3) Waktu tembak tabung cepat adalah 15 menit, sesuai aba-aba


tembakan pembukaan sampai dengan koreksi Peninjau terakhir (plot 10
sebagai TP, Tabung waktu ganti) dengan jumlah peluru maksimal 8
butir.

4) Waktu tembakan tabung pencatatan waktu adalah 6 menit sesuai


aba-aba tembakan lanjutan tabung waktu sampai dengan koreksi 20
Peninjau terakhir (plot sebagai tabung waktu tembakan
pencatatan selesai) dengan jumlah peluru maksimal 5 butir.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
6) Data benar, data teliti, ketentuan MTT dan koreksi SPS serta 10
penggamabaran garis rambut baru pada peluncur baca maksimal
dalam waktu 4 menit.
2. Melaksanakan tembakan pencatatan TKRR (100)
a. Rai telah siap tembak. Pencatatan harus selesai dalam waktu 27 menit, dengan ketentuan 40
b. Pimpinan penembakan oleh Pibak Rai. dihitung sejak Kapibak mengeluarkan perintah tembakan sampai
c. Pibak Rai telah mengeluarkan perintah dengan didapat ketentuan MTT dengan jumlah peluru 10 butir, yang
tembakan. meliputi kegiatan-kegiatan :
d. Sudut tinjau kedua Peninjau sesuai
persyaratan. 1) Aba-aba tembakan pembukaan diberikan ke pucuk 7 menit sejak 10
Pibak selesai mengeluarkan perintah tembakan.

2) Phase penembakan PA selesai, maksimal dalam waktu 10 menit 10


sejak aba-aba tembakan sampai dengan didapat 6 peluru berguna
dengan jumlah peluru 10 butir.

3) Penentuan PA rata-rata kedua Peninjau dan sudut tegak rata- rata 10


TKRR dalam waktu 2 menit.

4) Penggambaran dan penentuan koordinat TKRR dalam waktu 4 10


menit.

5) Penentuan data ukur dan teliti ke TKRR dalam waktu 4 menit 20


(penghitungan dapat menggunakan kalkulator) serta Penyusunan
ketentuan MTT dan koreksi SPS .

3. Melaksanakan tembakan Bidang. (100)


a. Rai telah melakukan tembakan Penembakan dilakukan maksimal dalam waktu 25 menit sejak
pencatatan. penunjukan sasaran sampai dengan sasaran dinyatakan hancur oleh
b. Pimpinan penembakan oleh Pibak Rai. Peninjau, yang meliputi kegiatan-kegiatan:
c. Sasaran ditunjukan di medan
. 1) Permintaan tembakan diterima Pibak maksimal dalam waktu 5 10
menit sejak penunjukan letak sasaran.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
2) Aba-aba tembakan pembukaan diberikan ke pucuk dalam waktu 5 5
menit sejak permintaan tembakan diterima.

3) Waktu tembak tinjau maksimal 8 menit sejak aba-aba tembakan 10


pembukaan sampai dengan koreksi Peninjau terakhir dengan jumlah
peluru 4 butir.

4) Aba-aba lanjutan TPL diberikan dalam waktu 1 menit sejak 5


koreksi Peninjau yang terakhir diterima.

5) Waktu tembakan pelaksanaan maksimal 3 menit sejak aba- aba 10


lanjutan TPL dengan sasaran dinyatakan hancur oleh Peninjau dengan
cara penembakan 1 peluru tembakan cepat.

6) Hasil tembakan 75% peluru masuk sasaran. 40

d. Tembakan selesai musuh hancur. Data plot dan penggambaran dipeta tembak dalam waktu maksimal 4 20
menit dan benar, dengan 2 kali penaksiran SMT.

4. Melaksanakan tembakan Bidang Aba-aba (100)


Istimewa.
a. Rai telah melakukan tembakan Penembakan dilakukan maksimal dalam waktu 30 menit sejak
pencatatan. penunjukan sasaran sampai dengan sasaran dinyatakan hancur oleh
b. Pimpinan penembakan oleh Pibak Rai. Peninjau, yang meliputi kegiatan-kegiatan :
c. Sasaran ditunjukan di medan dan
. mempunyai kelebaran/kedalaman 1) Permintaan tembakan diterima Pibak maksimal dalam waktu 5 10
menit sejak permintaan tembakan (PT) diterima.

2) Aba-aba tembakan pembukaan diberikan ke pucuk dalam waktu 5 5


menit sejak permintaan tembakan diterima.

3) Waktu tembak tinjau maksimal 8 menit sejak aba-aba tembakan 10


pembukaan sampai dengan koreksi Peninjau terakhir dengan jumlah
peluru 4 butir.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
4) Aba-aba lanjutan TPL diberikan dalam waktu 3 menit sejak 5
koreksi Peninjau yang terakhir diterima.

5) Waktu tembakan pelaksanaan maksimal 5 menit sejak aba- aba 10


lanjutan TPL dari Parai sampai dengan sasaran dinyatakan hancur
oleh Peninjau dengan 4 SA/SPS dan cara penembakan 1 peluru
tembakan cepat.

6) Hasil tembakan 75% peluru masuk sasaran. 40

d. Tembakan selesai musuh hancur dan Data plot penggambaran dipeta tembak dalam waktu maksimal 4 20
Peninjau minta sasaran diplot kembali sebagai menit dan benar, dengan 2 kali penaksiran SMT
TPK.

5. Melaksanakan tembakan Bidang Koreksi (100)


Istimewa (TPS,TBK,TBR dan sasaran miring.
a. Rai telah melakukan tembakan
pencatatan. Penembakan dilakukan maksimal dalam waktu 30 menit sejak
b. Pimpinan penembakan oleh Pibak Rai. penunjukan sasaran dinyatakan hancur oleh Peninjau, yang meliputi
c. Sasaran ditunjukan di medan. kegiatan-kegiatan :
.
1) Permintaan tembakan diterima Pibak maksimal dalam waktu 5 10
menit sejak penunjukan letak sasaran.

2) Aba-aba tembakan pembukaan diberikan ke pucuk dalam waktu 5 5


menit sejak penunjukan sasaran.

3) Waktu tembak tinjau maksimal 8 menit sejak aba-aba tembakan 10


pembukaan sampai dengan koreksi Peninjau terakhir dengan jumlah
peluru 4 butir.

4) Aba-aba lanjutan TPL diberikan dalam waktu 5 menit sejak 5


didapat tingkat ketelitian koreksi terakhir.

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
5) Waktu tembakan pelaksanaan maksimal 3 menit sejak aba- aba 10
lanjutan TPL sampai dengan sasaran dinyatakan hancur oleh Peninjau
dengan cara penembakan 1 peluru tembakan cepat.

6) Hasil tembakan.
a) 75% peluru terpusat (TPS). 40
b) 75% peluru jatuh di sasaran (TBK,TBR)

Data plot penggambaran dipeta tembak dalam waktu maksimal 4


d. Tembakan selesai musuh hancur dan menit dan benar, dengan 2 kali penaksiran SMT 20
Peninjau minta sasaran diplot kembali sebagai
TPK.

6. Melaksanakan tembakan Bidang Jaugab. Penembakan dilakukan maksimal dalam waktu 25 menit sejak (100)
a. Rai telah siap tembak. penentuan sasaran sampai dengan sasaran dinyatakan hancur oleh
b. Pimpinan penembakan oleh Pibak Rai. kedua Peninjau, yang meliputi kegiatan-kegiatan :
c. Pibak Rai telah menentukan sasaran
ditembak dengan Peninjau Gabungan. 1) Permintaan tembakan diterima Pibak maksimal dalam waktu 5
. menit sejak penunjukan letak sasaran. 10

2) Aba-aba tembakan pembukaan diberikan ke pucuk dalam waktu 5


menit sejak permintaan tembakan diterima Pibak. 5

3) Waktu tembak tinjau maksimal 11 menit sejak aba-aba tembakan


pembukaan sampai dengan didapat tingkat ketelitian koreksi arah 10
samping pada radius 50 M dengan jumlah peluru 4 butir.

4) Aba-aba lanjutan TPL diberikan dalam waktu 2 menit sejak


didapat tingkat ketelitian koreksi arah samping pada radius 50 Meter.
5

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
5) Waktu tembakan pelaksanaan maksimal 3 menit sejak aba- aba 10
lanjutan TPL sampai dengan sasaran dinyatakan hancur oleh kedua
Peninjau dengan cara penembakan 1 peluru tembakan cepat.

6) Hasil tembakan 75% peluru jatuh di sasaran.


40
Data plot dan penggambaran dipeta tembak dalam waktu maksimal 5
d. Tembakan selesai musuh hancur dan menit dan benar dengan 2 kali penaksiran SMT. 20
Peninjau minta sasaran diplot sebagai TPK.

7. Melaksanakan tembakan pencatatan teliti (100)


lintasan curam. Pencatatan teliti harus selesai dalam waktu 30 menit, sejak saat
a. Rai telah siap tembak. Pibakrai selesaimemerintahkan Peninjau untuk melaksanakan 40
b. Pimpinan tembakan oleh Pibak. peninjauan sebagai berikut :
c. Pibak Rai memerintahkan Jau untuk “Tinjau pencatatan teliti lintasan curam ke TP” sampai dengan didapat
melaksanakan Jaubak pencatatan. ketentuan MTT dengan jumlah peluru 15 butir yang meliputi
d. Titik pencatatan (TP) telah diketahui oleh kegiatan-kegiatan :
Peninjau
1) Pengiriman SP (sudut peta) TP dari Peninjau ke Pibak maksimal 2
. menit sejak Pibakrai selesai memerintahkan Peninjau untuk tembakan 10
pencatatan teliti.

2) Aba-aba tembakan pembukaan diberikan ke Cuk maksimal 2 menit


sejak SP ke TP dari Peninjau diterima. 10

3) Waktu tembakan pencatatan 22 menit sejak aba-aba tembukan


pembukaan sampai dengan koreksi Peninjau akhir (plot sebagai TP, 20
tembakan pencatatan selesai) sengan jumlah peluru maksimal 8 butir.

4) Data benar, data teliti, ketentuan MTT dan koreksi SP serta


penggambaran garis rambut baru pada peluncur baca maksimal dalam
waktu 4 menit. 20

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
8. Melaksanakan tembakan bidang lintasan curam. (100)
a. Rai telah siap tembak.
b. Pimpinan tembakan oleh Pibakrai.
Penembakan dilakukan dalam waktu 30 menit sejak penunjukan
c. Sasaran ditunjukkan di medan.
sasaran dinyatakan hancur oleh Peninjau, yang meliputi kegiatan-
kegiatan :

. 1) Permintaan tembakan diterima Pibak maklsimal dalam waktu 10


5 menit sejak penunjukan sasaran.

2) Aba-aba tembakan pembukaan diberikan ke Cuk maksimal 5


dalam waktu 4 menit sejak permintaan tembakan diterima.

3) Waktu tembak tinaju maksimal 12 menit sejak aba-aba 10


tembukan pembukaan sampai dengan koreksi Peninjau terakhir dengan
jumlah peluru maksimal 4 butir.

4) Aba-aba tembakan lanjutan TPL diberikan dalam waktu 5 5


menit sejak koreksi Peninjau yang terakhir diterima.

5) Waktu tembakan pelaksanaan maksimal 4 menit sejak aba- 10


aba lanjutan TPL dari Parai sampai dengan sasaran dinyatakan hancur
oleh Peninjau, dengan cara penembakan 1 peluru tembakan cepat.

d. Tembakan selesai musuh hancur. 6) Hasil tembakan 75% peluru jatuh di sasaran. 40

9. Melaksanakan perintah tugas tembakan dari (100)


Puspibak.
a. Rai telah siap tembak. 1) Penembakan harus dapat dilaksanakan dalam waktu 5 menit sejat 25
b. Rai menerima perintah tugas tembakan dari perintah tugas tembakan selesai diterima sampai pucuk siap dengan
Puspibak. cara penembakan 1 peluru tembakan cepat.

2) Hasil tembakan 75% peluru jatuh di sasaran. 75

KONFIDENSIA
KONFIDENSIA
L

1 2 3 4 5 6 7
10 Raiarmed melaksanakan tembakan arah (100)
langsung.
Baterai. 10
Pucuk-pucuk sudah harus siap untuk menembak dalam waktu 1
menit sejak dikeluarkannya perintah dari Parai.

Parai. 10
Memberikan aba-aba tembakan arah langsung kepada pucuk-
pucuk.

Dancuk. 10
Memimpin dan memberikan aba-aba tembakan dengan benar
dalam waktu 2 menit.

Pelayan No.3. 10
Mengarahkan meriam pada sasaran dalam waktu 20 menit.

Pelayan No.4 5
Mengisi meriam dengan isian super.

Pelayan No.5 dan 6. 5


Siap diekor belakang untuk menggeser meriam apabila ada
aba-aba ikuti dari Dancuk.

Nilai lapangan hasil tembakan : 50


a. Peluru ke 1 sudah kena : 100%
b. Peluru ke 2 sudah kena : 90%
c. Peluru ke 3 sudah kena : 80%
d. Peluru ke 4 sudah kena : 70%
e. Peluru ke 5 sudah kena : 50%
f. Peluru ke 6 sudah kena : 30%
g. Peluru ke 7 sudah kena : 0%

KONFIDENSIA

Anda mungkin juga menyukai