0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
27 tayangan6 halaman

Analisis Uji Asumsi Klasik Regresi Nelayan

pembahasan hasil uji regresi

Diunggah oleh

nurpratiwiawalia
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
27 tayangan6 halaman

Analisis Uji Asumsi Klasik Regresi Nelayan

pembahasan hasil uji regresi

Diunggah oleh

nurpratiwiawalia
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

4.

1 Pembahasan hasil regresi

4.3.1 Analisis Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik adalah uji statistik untuk mengukur sejauh mana sebuah model

regresi dapat disebut sebagai model yang baik. Model regresi disebut sebagai model

yang baik jika model tersebut memenuhi asumsi-asumsi klasik yaitu normalitas,

multikolineritas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Proses pengujian asumsi klasik

menggunakan program Eviews versi 12 dilakukan bersamaan dengan proses uji regresi

sehingga langkah-langkah menggunakan kerja yang sama dengan uji regresi.

a. Uji normalitas data

Uji normalitas data adalah uji yang dilakukan untuk mengetahui apakah hasil

regresi antara variabel dependen dan variabel independent memiliki sebaran data yang

berdistribusi normal. Untuk mengetauhi data berdistribusi normal atau tidak dapat

dilihat dari signifikansi alpha (α) 5%. Apabila data menunjukkan (α) 5% maka data

tersebut berdistribusi normal. Berikut adalah hasil uji normalitas data dengan metode

(Histogram-normality test)

Tabel 4.7

Diolah eviews 12

Dari hasil uji normalitas (histogram-normality test) diatas diketahui nilai probabilitasnya

adalah 0.001874 Artinya dengan tingkat signifikansi alpha (α) 5%, nilai probabilitasnya

lebih kecil dari (α) 5% atau tidak signifikansi sehingga data pada regresi berdistribusi

normal.
b. Uji multikolineritas

Uji multikolineritas digunakan untuk mengetahui apakah didalam regresi terdapat

korelasi antar variabel independent atau tidak. Dalam regresi yang baik yaitu yang

tidak terdapat korelasi antar variabel independent atau dengan kata lain tidak

mengandung unsur multikolineritas. Ghozali (2005). Untuk mendeteksi ada atau tidak

masalah multikolineritas perlu dianalisis korelasi antar variabel independent atau

dengan melihat nilai t kritis dari tolerance < 0,10 atau sama dengan nilai VIF > 10. Jika

nilai VIF > 10. Maka data mengandung masalah multikolinertas. Berikut adalah hasil uji

multikolineritas dengan metode Variance Inflation Factor (VIF).

Tabel 4.8

Coefficient Uncentered Centered


Variable Variance VIF VIF

X2 0.00074 20.70788 3.448356


X3 5.69410 18.82218 3.122615
X4 4.25320 13.44413 1.431336
Y1 1.02382 42.25709 1.071584
C 2.07554 121.07364

Diolah eviews 12

c. Uji Heteroskedistisitas

Uji heteroskedestisitas adalah uji yang digunakan untuk mengetahui apakah

dalam regresi terdapat ketidaksamaan variasi. Dalam penelitian ini pengujian

heteroskedestisitas dilakukan dengan metode Breusch-Pagan-Godfrey yaitu dengan

menggunakan metode regresi absolut residual terhadap variabel independent. Berikut

adalah hasil dari uji heteroskedestisitas dengan uji glejser.

Tabel 4.9
F-statistic 1.954269 Prob. F(4,91) 0,1082

Obs*R-squared 7.594226 Prob. Chi-Square(4) 0,1076

Scaled explained SS 7.700119 Prob. Chi-Square(4) 0,1032

Variable Coefficient Prob. Prob.

X1 -0.034994 0.2017 Signifikan

X2 -5.342302 0, Signifikan

X3 5.6028659 0,4836 Signifikan

X4 2.0603992 0,4836 Signifikan

Diolah eviews 12

Included observations: 96

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

0.8619327920 1.2859517516 0.20172242


C 1.108403983743714 341161 7653 80626564
-
0.0163740448 2.1371794354 0.03526526
X2 -0.03499427194735336 591774 00142 540683618
-
4.5146054786 1.1833377080 0.23975749
X3 -5.342302899934898e-06 32488e-06 72141 65556951
3.9018048646 1.4359677482 0.15444025
X4 5.602865945726865e-07 36125e-07 87017 51380797
1.9143406250 1.0762970787 0.28463959
Y1 2.060399222532597e-07 48086e-07 81809 6245423

0.97654501
R-squared 0.07910651986756368 Mean dependent var 3976856
Adjusted R-squared 0.03862768557602803 S.D. dependent var 0.78277762
82689688
2.35934828
S.E. of regression 0.7675102968460255 Akaike info criterion 1075519
2.49290808
Sum squared resid 53.60555707458535 Schwarz criterion 2714469
2.41333533
Log likelihood -108.2487174916249 Hannan-Quinn criter. 5236568
2.05740335
F-statistic 1.954268724682749 Durbin-Watson stat 6707453
Prob(F-statistic) 0.1081991283073206

Dari hasil uji heteroskedestisitas menunjukkan bahwa probabilitas dari variabel

tingkat pendidikan 0.7125 variabel bahan bakar minyak sebesar 0.2048 dan variabel

pengalaman kerja sebesar 0.4836 artinya semua variabel lebih kecil dari alpha (α) 5%

(menerima H0 ) atau dengan kata lain regresi pada penelitian ini tidak mengandung

heteroskedestisitas.

4.3.2 Uji Regresi Linear Berganda

Uji regresi linear berganda dilakukan untuk mengetahui besarnyapengaruh

hubungan variabel independent terhadap variabel dependen. Dalam analisis regresi ini

yang menjadi variabel terkait (dependen) adalah jumlah pendapatan nelayan (Y).

Sedangkan, untuk variabel bebasnya (Independent) adalah tingkat pendidikan (X1),

bahan bakar minyak (X2), pengalaman kerja (X3). Setelah dilakukan observasi dan

perhitungan regresi melalui bantuan program eviews versi 12, maka diperoleh hasil

sebagai berikut.

Tabel 5.1

Variable Coefficient Probability Ket.

X1 -3,097 0,462 Tidak signifikan

X2 20,468 0,020 Signifikan

X3 -5,540 0,000 Signifikan

R² 0,731

Diolah eviews 12

Berdasarkan hasil pengujian yang ditunjukkan pada tabel 5.1 maka persamaan

regresi linear berganda yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut :

Y = 601.3143 – 3,097 + 20,468 - -5,540 + e


Dari persamaan regresi linear berganda yang digunakan dalam penelitian ini dapat

dijelaskan sebagai berikut:

 Nilai koefisien variabel X1 (tingkat pendidikan) sebesar -3,097 dan bertanda

negatif sedangkan nilai probabilitas sebesar 0,462 yang menunjukkan bahwa

variabel tingkat pendidikan tidak berpengaruh terhadap jumlah pendapatan

nelayan (Y).

 Nilai koefisien variabel bahan bakar minyak (X2) sebesar 20.468 dan bertanda

positif sedangkan nilai probabilitas sebesar 0.020 hal ini berarti bahan bakar

minyak berpengaruh terhadap jumah pendapatan nelayan (Y)

 Nilai koefisien variabel pengalaman kerja (X3) sebesar -5.540 sedangkan nilai

probabilitas nya sebesar 0.000 hal ini menunjukkan bahwa pengalaman kerja

berpengaruh terhadap jumlah pendapatan nelayan (Y).

4.3.3 Uji Kriteria Statistik

a. Koefisien Determinasi (R² )

Koefisien determinasi (R²) bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh

kemampuan variabel independent untuk menerangkan variabel dependen. Pengujian

koefisien determinasi (R²) dilakukan dengan menggunakan Adjusted R-squared pada

persamaan regresi. Adjusted R-squared mencerminkan seberapa besar perubahan

variabel dependen yang dapat ditentukan oleh perubahan variabel-variabel

independent. Nilai koefisien determinasi semakin tinggi (mendekati satu) berarti

semakin kuat hubungan antara variabel dependen dengan variabel independent.

Berdasarkan hasil regresi menunjukkan bahwa pengaruh tingkat pendidikan

(X1), bahan bakar minyak (X2), pengalaman kerja (X3) terhadap pendapatan nelayan

(Y) di pulau kodingareng lompo makassar. Nilai R² sebesar 0,731 hal ini menunjukkan

bahwa variasi variabel bebas dapat menjelaskan terkait pendapatan nelayan sebesar

73,17%., Adapun sisanya 26,83% dipengaruhi oleh variabel lain diluar dalam

penelitian ini.

b. Uji t

Uji t bertujuan untuk mengetahui apakah variabel-variabel independent secara

parsial atau individual berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Pengujian

uji t dilakukan dengan menggunakan kriteria berdasarkan perbandingan nilai t-statistik

(thitung) dari masing-masing koefisien variabel independent terhadap nilai ttabel dan

juga berdasarkan probabilitas. Berikut terkait penjelasan hasil dari uji parsial:
1. Nilai probabilitas t-hitung variabel tingkat pendidikan (X1) sebesar 0,462 > nilai

probabilitas α=0,05 sehingga dapat dikatakan Ha ditolak dan H0 diterima yang

artinya bahwa variabel tingkat pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap

pendapatan nelayan di Pulau Kodingareng Lompo Makassar.

2. Nilai probabilitas t-hitung variabel bahan bakar minyak (X2) sebesar 0,020 < nilai

probabilitas α=0,05 sehingga dapat dikatakan Ha diterima dan H0 ditolak yang

artinya bahwa variabel bahan bakar minyak berpengaruh signifikan terhadap

pendapatan nelayan di Pulau Kodingareng Lompo Makassar

3. Nilai probabilitas t-hitung variabel pengalaman kerja (X3) sebesar 0,000 < nilai

probabilitas α=0,05 sehingga dapat dikatakan Ha ditolak dan H0 diterima yang

artinya bahwa variabel pengalaman kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap

pendapatan nelayan di Pulau Kodingareng Lompo Makassar.

Anda mungkin juga menyukai