Anda di halaman 1dari 18

PENGENALAN PENYEBAB PENYAKIT

Oleh : Eny Sri Lestari Amelia Wulandari Sofiyah Kholid Basalamah Nita Wulandari Khusnul Diyah Septi Utami Ningsih B1J008011 B1J008014 B1J008149 B1J008152 B1J008155 B1J009022

Kelompok 1 Asisten : Imama Nisa Al Husna

LAPORAN PRAKTIKUM FITOPATOLOGI

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS BIOLOGI PURWOKERTO 2011

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penyebab penyakit digolongkan menjadi dua besar yaitu penyakit yang bersifat abiotik dan yang bersifat biotik. Penyebab penyakit yang bersifat abiotik (tidak hidup) misalnya polutan udara, polutan tanah, suhu yang ekstrim, kelembaban yang ekstrim, oksigen dan cahaya yang berlebihan atau

berkekurangan, unsure hara yang tidak tepat dosis. Penyakit yang bersifat biotik (hidup) sampai sekarang dilaporkan ada 6 kelompok besar yaitu jamur, prokariotik, virus, viroid, nematode, protozoa dan tanaman tinggi parasit. Penyebab yang bersifat biotik disebut juga pathogen yang berasal dari bahasa latin pathos yang berarti sakit dan gene yang berarti penyandi sifat. Patogen menyebabkan sakit pada gen sehingga ekspresi yang muncul adalah sesuatu yang tidak normal pada tanaman (Nasution, 2008). Gangguan terhadap tumbuhan yang disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur disebut penyakit. Tidak seperti hama, penyakit tidak memakan tumbuhan, tetapi mereka merusak tumbuhan dengan mengganggu proses proses dalam tubuh tumbuhan sehingga mematikan tumbuhan. Oleh karena itu, tumbuhan yang terserang penyakit, umumnya, bagian tubuhnya utuh. Aktivitas hidupnya terganggu dan dapat menyebabkan kematian. Membasmi hama dan penyakit, sering kali manusia menggunakan obatobatan anti hama. Pestisida yang digunakan untuk membasmi serangga disebut insektisida. Adapun pestisida yang digunakan untuk membasmi jamur disebut fungsida. (rhee, 2009). Penyakit bisa muncul karena disuatu tempat ada tanaman, pathogen serta lingkungan. Ini yang disebut segitiga penyakit dimana munculnya penyakit karena

tiga faktor itu. Salah satu faktor tidak ada atau tidak memenuhi syarat maka penyakit tidak akan muncul. Syarat yang harus dipenuhi oleh ketiga faktor agar muncul penyakit adalah tanaman harus peka, penyebab penyakit harus virulen (fit dan ganas), dan lingkungan mendukung (Nasution, 2008).

B. Tujuan Praktikum pengenalan pemyebab penyakit ini bertujuan untuk mengetahui berbagai penyebab penyakit tumbuhan.

II.

TINJAUAN PUSTAKA

Tanaman yang sakit adalah tanaman yang tidak dapat melakukan aktifitas fisiologis secara sempurna, yang akan mengakibatkan tidak sempurnanya produksi baik secara kualitas maupun kuantitas. Secara umum penyakit tanaman diakibatkan oleh faktor biotik dan abiotik. Faktor biotik adalah penyakit tanaman yang disebabkan oleh mikroorganisme (mahluk hidup) yang antara lain berupa jamur, bakteri, virus, nematoda, MLO dan lain-lain. Sedangkan faktor abiotik antara lain pengaruh dari suhu, kelembaban, defisiensi unsur hara atau keracunan unsur hara (Mynature-faiq, 2010). Jamur patogenik umumnya bersifat non obligat parasit, yang dapat ditumbuhkan dengan mudah pada media biakan sintetis. Jamur yang aktif sebagai patogen umumnya pada keadaan tidak sempurna (Imperfect state), meskipun beberapa patogen penyakit padi juga pada keadaan sempurna (Perfect state) (Mynature-faiq, 2010). Bakteri patogen dapat menginfeksi tanaman padi melalui luka alami, misalnya stomata, hidatoda atau melalui luka fisik dengan alat pertanian. Bagian tanaman yang terinfeksi antara lain batang, daun dan bulir. Meskipun demikian yang banyak dilaporkan telah tersebar di daerah rawa lbak dan pasang surut penyakit Hawar Daun Bakteri dan Daun Bergaris Bakteri (Mynature-faiq, 2010). Identifikasi penyakit bakteri pada tanaman padi dapat dilakukan secara visual dengan mengenali gejala awal yang spesifik, atau dengan mengamati bakteriooze. Cara mudah mengamati bakteriooze adalah dengan memotong daun bergjala awal, kemudian dimasukan kedalam tabung reaksi atau diamati di bawah

mikroskop, bakteriooze akan muncul dari tepi daun tersebut (Mynature-faiq, 2010). Penyakit virus yang menginfeksi tanaman padi ditularkan oleh vektor serangga, dua jenis serangga yang berperan penting dalam openularan penyakit virus pada tanaman padi adalah Wereng Daun Hijau (WDH) ( Nephotettix spp) dan Wereng Batang Coklat (WBC) ( Nilaparvata sp). Penyakit tungro yang ditularkan olh WDH dan penyakit kerdil rumput yang ditularkan oleh WBC diketahui telah tersebar di daerah rawa lebak dan pasang surut (Mynature-faiq, 2010). Penyakit dapat dikenal dengan mata telanjang dari gejalanya. Penyakit tumbuhan yang belum ada campur tangan manusia merupakan hasil interaksi antara patogen, inang dan lingkungan. Konsep ini disebut dengan segitiga penyakit atau plant disease triangle, sedangkan penyakit tanaman yang terjadi setelah campur tangan manusia adalah interaksi antara patogen, inang, lingkungan dan manusia. Konsep ini disebut segi empat penyakit atau plant disease square (Triharso, 1996).

III. MATERI

A. Alat Alat yang digunakan dalam praktikum pengenalan penyebab penyakit diantaranya mikroskop, kamera, dan alat tulis.

B. Bahan Bahan yang digunakan dalam praktikum pengenalan gejala penyakit diantaranya Puccinia graminis, Puccinia sorghii, Puccinia arachidis, Cercospora sp., Erisiphe sp., Pyricularia sp., Ustilago zeae, Plasmodiophora brassicae, Phytoptora infestan, dan Fusarium sp.

C. Cara Kerja 1. Preparat awetan diamati menggunakan mikroskop dengan perbesaran terkecil. 2. Digambar atau difoto. 3. Diidentifikasi.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil
Nama Preparat : Puccinia graminis Penyebab Penyakit : karat daun serealia Perbesaran : 10 x 10 Keterangan : 1. Picnia (askus masih di dalam daun) 2. Aecia (askus sudah menempel pada permukaan daun tetapi askus belum terbuka) 3. Uredia (askus sudah terbuka tetapi spora belum keluar) 4. Telia (askus sudah terbuka dan spora sudah keluar) Nama Preparat : Puccinia sorghii Penyebab Penyakit : bercak daun pada serealia Perbesaran : 10 x 10 Keterangan : 1. Spora 2. Inang yang terinfeksi 3. Tulang daun Nama Preparat : Puccinia arachidis Penyebab Penyakit : bercak daun pada jagung Perbesaran : 10 x 10 Keterangan : 1. Spora 2. Inang yang terinfeksi 3. Tulang daun

Nama Preparat : Cercospora sp. Penyebab Penyakit : bercak daun pada kacang tanah Perbesaran : 10 x 10 Keterangan : 1. Spora 2. Inang yang terinfeksi 3. Tulang daun Nama Preparat : Erisiphe sp. Penyebab Penyakit : embun tepung pada kacang-kacangan Perbesaran : 10 x 10 Keterangan : 1. Askus 2. Ascocarp 3. Spora 4. Inang yang terinfeksi Nama Preparat : Pyricularia sp. Penyebab Penyakit : bercak pada jagung Perbesaran : 10 x 10 Keterangan : 1. Spora 2. Inang yang terinfeksi 3. Tulang daun Nama Preparat : Ustilago zeae Penyebab Penyakit : gosong bengkak pada jagung Perbesaran : 10 x 10 Keterangan : 1. Bagian yang terinfeksi 2. Spora

Nama brassicae

Preparat

Plasmodiophora

Penyebab Penyakit : akar pekuk pada buncis Perbesaran : 10 x 10 Keterangan : 1. Spora 2. Bagian yang sehat 3. Xylem Nama Preparat : Phytoptora infestan Penyebab Penyakit : hawar daun pada kentang Perbesaran : 10 x 10 Keterangan : 1. Bagian yang sehat 2. Bagian yang sakit Nama Preparat : Fusarium sp. Penyebab Penyakit : layu pada tanaman tomat Perbesaran : 10 x 10 Keterangan : 1. Sel kaki 2. Hifa fialit 3. Mikrokonidia 4. Makrokonidia

B. PEMBAHASAN

Patogen adalah sesuatu yang dapat menyebabkan penyakit. Patogen berasal dari bahasa Yunani, Pathos yang berarti menderita dan genesis yang berarti asal. Umumnya istilah patogen hanya dipakai untuk jasad yang dalam keadaan sesuai dapat menimbulkan penyakit pada jasad lain(Semangun, 1996). Penyakit tanaman dapat didefinisikan sebagai penyimpangan sifat normal yang menyebabkan tanaman tidak dapat melakukan kegiatan fisiologis seperti biasanya (Martoredjo, 1989). `Patogen dalam melemahkan inang nya dengan cara berhubungan dengan jaringan tumbuhan yang hidup dan berkembang didalamnya. Mengganggu metabolisme inang dengan mensekresi enzim, toksin, zat pengatur tumbuh, dan polisakarida baik secara langsung maupun tidak langsung. Dimana substansisubstansi tersebut dapat menyebabkan timbulnya penyakit. Pada penyakit tertentu seperti layu, polisakarida yang bermolekul besar dapat menghambat pengangkutan air dan hara tanah dalam jaringan pengangkut xilem. Setelah terjadi kontak patogen akan mengkonsumsi kandungan sel inang secara terus-

menerus(Semangun, 1996). Tanaman dikatakan sakit bila ada perubahan seluruh atau sebagian organ tanaman yang menyebabkan terganggunya kegiatan fisiologis sehari-hari. Secara singkat penyakit tanaman adalah penyimpangan dari keadaan normal. Penyebab sakit bermacam-macam antara lain cendawan, bakteri, virus, kekurangan air, kekurangan atau kelebihan unsur hara (Pracaya, 1999). Penyebab penyakit tumbuhan nabati (yang termasuk tumbuhan) adalah bakteri dan sebangsanya (prokariot), jamur, ganggang, dan tumbuhan biji parasitik. Penyakit penyakit

karena virus dianggap sebagai golongan tersendiri. meskipun nematoda masuk dalam dunia hewani, namun nematoda dimasukan sebagai salah satu patogen bagi tumbuhan karena kerusakan yang ditimbulkan oleh nematoda seperti yang ditimbulkan oleh penyakit tumbuhan(Semangun, 1996). Jamur Jamur adalah organisme yang sel-sel nya berinti sejati (eukaryotic), biasanya berbentuk benang, bercabang-cabang, tidak berklorofil , dan dinding selnya mengandung kitin, selulosa, atau keduanya. Jamur merupakan organisme heterotrof, absortif, dan membentuk spora. Perkembangbiakannya melalui aseksual dengan fragmentasi dan seksual melalui isogami. Lebih dari delapan ribu jenisnya menyebabkan penyakit pada tumbuhan. Bakteri Bakteri mempunyai bermacam-macam bentuk. Bakteri membiak dengan pembelahan sel. Organisme ini merupakan agen penyebab penyakit yang penting setelah jamur. Virus Virus mempunyai susunan kimia berupa nucleic acid dan protein (RNA/DNA). Virus hanya dapat membiak dalam sel hidup yang sering disebut parasit biotrof. Berdasarkan hal tersebut virus mempunyai golongan tersendiri. Bentuknya memanjang (batang dan benang lentur), bola, dan mirip bakteri. Nematoda Nematoda merupakan satu filum dunia hewan , bentuknya mirip benang. Cacing-cacing ini mikroskopis yang terdapat didalam tanah, air tawar, dan air tawar. Sekitar 17 ribu jenisnya memarasiti tumbuhan dengan gejala penyakit yang

mirip dengan yang ditimbulkan oleh infeksi virus, serangan serangga, keadaan tanah yang jelek dll. Mempunyai sistem reproduksi lengkap. Ganggang parasitis Sering menyerang pada tumbuhan yang berdaun tebal seperti daun teh biasanya ganggang yang berperan dalam kasus ini adalah ganggang hijau suku Trentepohliaceae. Ganggang mempunyai klorofil sehingga pembiakan dapat secara autotrof jika ada sinar. Tumbuhan biji parasitik Dapat berparasit benar atau setengah parasit. Parasit benar tidak berklorofil, sehingga harus menghisap hara anorganik dan organik dari tumbuhan inang. Setengah parasit mempunyai klorofil sehingga hanya menghisap hara anorganik dari inangnya (NUrafni, 2011). 1. Puccinia graminis Penyakit Karat pada tanaman kacang tanah disebabkan oleh cendawan Puccinia arachidis. Gejala pada daun terdapat bercak-bercak coklat muda sampai coklat (warna karat). Daun gugur sebelum waktunya (Modul Budidaya Kacang Tanah. www.sawitwatch.or.id). Menurut Purnomo (2006), mutabilitas patogen atau kemudahan patogen mengalami mutasi. Ketahanan vertikal agak tidak berarti terhadap patogen yang mempunyai mutabilitas vertikal yang tinggi. Mutabilitas vertikal dapat terjadi pada patogen tipe bunga tunggal maupun tipe bunga majemuk. Diantara penyakit tipe bunga majemuk Puccinia graminis mempunyai mutabilitas vertikal yang lebih rendah

2. Puccinia sorghii Menurut Purnomo (2006), Cendawan Puccinia sorghi Schw menyebabkan penyakit karat pada tanaman sorgum. Gejala pada tanaman dewasa, daun tua terdapat titik-titik noda berwarna merah kecoklatan seperti karat serta terdapat serbuk berwarna kuning kecoklatan, serbuk cendawan ini berkembang dan memanjang. Puccinia sorghi membentuk urediosorus panjang atau bulat panjang pada daun. Epidermis pecah sebagian dan massa spora dibebaskan yang menyebabkan urediosorus berwarna coklat atau coklat tua. 3. Puccinia arachidis Menyebabkan penyakit karat pada daun kacang-kacangan. Gejala yang ditimbulkan adalah pada daun yang terserang akan muncul bintil-bintil yang berwarna kuning kemerahan seperti warna karat pada besi. Tanaman yang terserang berat akan mati dan terserang ringan hanya akan menurunkan produksi hingga 30-50% (Martoredjo, 1989). Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya produktivitas kacang tanah adalah serangan penyakit karat yang disebabkan oleh Puccinia arachidis. Perbaikan ketahanan varietas kacang tanah tehadap penyakit karat merupakan salah satu upaya penting untuk meningkatkan stabilitas hasil dan produksi kacang tanah (Santoso, 2007). Penyakit bercak daun awal, bercak daun akhir, dan karat merupakan penyakit endemis pada tanaman kacang tanah. Ketiga jamur penyebab penyakit tersebut sering menyerang tanaman secara bersamaan. Pada tingkat serangan yang berat, daun menjadi kering dan rontok sehingga dapat menyebabkan kehilangan hasil yang cukup besar. Penyakit bercak daun awal, bercak daun akhir, dan karat merupakan penyakit yang umum pada kacang tanah dan tersebar luas di Asia,

Australia, Afrika, dan Amerika. Hasil penelitian di ICRISAT menunjukkan bahwa penyakit karat dan bercak daun dapat menyebabkan kehilangan hasil hingga 70% (Saleh, 2010). 4. Cercospora sp. Menyebabkan penyakit bercak daun pada daun kacang tanah yang ditandai dengan adanya bercak kecil berbentuk bulat kering. Jamur ini membentuk konidium pada kedua sisi daun, walaupun lebih banyak pada sisi atas. Stroma kecil dengan garis tengah 25-100 m, coklat tua. Konidiofor membentuk rumpun kecil, 5 sampai banyak berwarna cokelat kehijauan pucat atau coklat kekuningan, pangkalnya lebih gelap, mempunyai bengkokan seperti lutut, tidak bercak, bersekat 15-45 x 3-6 m. Serangannya disebut bercak daun awal (early leaf spot) (Semangun, 2001). 5. Erisiphe sp. Menyebabkan penyakit bernama embun tepung kacang-kacangan. Gejalanya mula-mula pada permukaan atas daun terdapat bercak putih yang menutupi seluruh permukaan daun. Serangan parah menyebabkan daun layu dan rontok (Semangun, 2001). Penyakit ini menyerang pada waktu musim panas, jamur yang membentuk miselium tebal yang menutupi daun, batang, bunga dan buah. Penyakit ini juga menyebabkan tanaman gagal berbuah. Jamur tepung dapat disebabkan oleh angin (Pracaya, 1995). 6. Pyricularia sp. Menyebabkan penyakit bercak daun pada jagung. Gejala dapat ditunjukkan dari bercak coklat tua mengering. Bercak daun mempunyai tepi yang jelas, bergelang, berwarna coklat muda kekuningan, agak basah, lalu mengering

menjadi berwarna coklat keputihan dan berbintik hitam. Serangan parah penyakit ini menyebabkan kenatian pada tanaman (Semangun, 2001). 7. Ustilago zeae Penyakit gosong bengkak (Corn smut/boil smut) disebabkan oleh cendawan Ustilago maydis (DC) Cda, Ustilago zeae (Schw) Ung, Uredo zeae Schw, Uredo maydis DC. Gejala yang terjadi pada tongkol ditandai dengan masuknya cendawan ini ke dalam biji sehingga terjadi pembengkakan dan mengeluarkan kelenjar (gall), pembengkakan ini menyebabkan pembungkus terdesak hingga pembungkus rusak dan kelenjar keluar dari pembungkus dan spora tersebar. 8. Plasmodiophora brassicae Penyakit akar gada, disebabkan oleh Plasmodiophora Brassicae Wor., merupakan salah satu penyakit tular tanah yang sangat menganggu pada tanaman kubis-kubisan (Brassica spp.). Penyakit ini juga sering disebut penyakit akar pekuk atau penyakit akar bengkak. Pembengkakan pada jaringan akar dapat mengganggu fungsi akar seperti translokasi zat hara dan air dari dalam tanah ke daun. Keadaan ini mengakibatkan tanaman layu, kerdil, kering, dan akhirnya mati (Zoharnel, 2010). Plasmodiophora Brassicae dianggap sebagai pseudofungi atau organisme yang menyerupai fungi. Siklus penyakit dimulai dengan perkecambahan satu zoospora primer dari satu spora rehat haploid di dalam tanah. Zoospora primer ini mempenetrasi rambut akar dan selanjutnya masuk ke dalam sel inang. Setelah penetrasi rambut akar atau sel epidermis inang oleh zoospora primer, protoplas yang berinti satu terbawa masuk ke dalam sel inang, kemudian terjadi pembelahan

miosis dan pembentukan plasmodium primer oleh protoplas. Setelah mencapai ukuran tertentu, bergantung pada ukuran sel epidermis inang, plasmodium primer membelah menjadi beberapa bagian yang kemudian berkembang menjadi zoosporangia. 9. Phytoptora infestan Menurut Dwidjoseputro (2005), busuk daun kentang (late blight) yang sering juga disebut sebagai hawar daun adalah penyakit yang terpenting pada tanaman kentang. Ciri yang khas untuk mengenal sebagian besar Phycomycetes ialah miselliumnya yang tidak bersekatsekat. Warna misellium putih, jika tua mungkin agak coklat kekuningkuningan; kebanyakan sporangium berwarna kehitamhitaman. Hifanya berkembang sempurna. Phytopthora memiliki

sporangium yang berbentuk bulat telur. Phytophthora infestans memproduksi spora aseksual yang disebut sporangia. Konidiofor keluar dari mulut kulit, berkumpul 1-5, dengan percabangan simpodial, mempunyai bengkakan yang khas. Konidium berbentuk buah peer, 2232 x 16-24 m, berinti banyak 7-32. Konidium berkecambah secara tidak langsung dengan membentuk hifa (benang) baru, atau secara tidak langsung dengan membantuk spora kembara, konidium dapat juga disebut sebagai sporangium atau zoosporangium. Cendawan ini dapat membentuk oospora meskipun agak jarang. Cendawan Phytophthora infestans menyebar melalui udara dan air. 10. Fusarium sp. Menyebabkan penyakit layu pada tomat. Patogen akan menyerang pembuluh xylem tanaman tomat sehingga tanaman kehilangan turgor dan layu.

Jika dibelah pembuluh di dalam berwarna coklat (Martoredjo, 1989). Jamur mengadakan infeksi melalui akar, terutama melalui luka-luka, atau melalui luka pada akar yang terjadi akibat munculnya akar lateral. Jamur memakai bermacammacam luka untuk jalan infeksinya, misalnya luka karena pemindahan bibit. Jamur dapat menginfeksi buah, sehingga terdapat kemungkinan bahwa jamur terbawa oleh biji. Jamur tersebar setempat-setempat karena pengangkutan bibit, tanah yang terbawa angin atau air oleh alat pertanian (Semangun, 2001).

V. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil praktikum maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa : 1. Puccinia graminis menyebabkan penyakit karat daun serealia. 2. Puccinia sorghii menyebabkan penyakit karat daun jagung. 3. Puccinia arachidis menyebabkan penyakit karat daun kacang-kacangan. 4. Cercospora sp.menyebabkan bercak daun pada kacang tanah. 5. Erisiphe sp. embun tepung pada kacang-kacangan. 6. Pyricularia sp.bercak pada jagung. 7. Ustilago zeae gosong bengkak pada jagung. 8. Plasmodiophora brassicae akar pekuk pada buncis. 9. Phytoptora infestan hawar daun pada kentang. 10. Fusarium sp. layu pada tanaman tomat.

DAFTAR PUSTAKA Dwidjesepuro,D. 2005. Dasar Dasar Mikrobiologi. Djambatan, Jakarta. Martoredjo, T, 1989. Pengantar Ilmu Penyakit Tumbuhan Bagian Dari Perlindungan Tanaman. Andi Offset, Yogyakarta. Mynature-faiq. 2010. Pengenalan penyakit tanaman pangan. http://mynaturefaiq.blogspot.com/2010/07/pengenalan-penyakit-tanaman-pangan.html. diakses 12 November 2011. Nasution, Ahmad Sanusi. 2008. Pengenalan Patologi/Penyakit Tumbuhan. http://sanoesi.wordpress.com/2008/12/17/pengenalan-patologipenyakittumbuhan/ Diakses 10 November 2011. Nurafni. 2011. Busuk Daun Kentang (late http://nurafni.com/2011/04/01/busuk-daun-kentang-late-blight/ blight).

Pracaya. 1995. Hama dan Penyakit Tanaman. Penebar Swadaya, Jakarta. Purnomo B. 2006. Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman : Penggolongan Penyakit dan Patogen Tumbuhan. www.geocities.ws. Diakses Minggu 5 November 2011 Rhee. 2009. Hama dan Penyakit pada tumbuhan. http://rhee7.wordpress.com/2009/04/05/hama-dan-penyakit-padatumbuhan/ Doiakses 10 November 2011.

Saleh, Nasir. 2010. Optimalisasi Pengendalian terpadu Penyakit Bercak Daun dan Karat pada Kacang Tanah. Pengembangan Inovasi Pertanian 3(4), 2010: 289-305. Semangun, H. 1996. Pengantar Ilmu Penyakit Tumbuhan. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. Triharso. 1996. Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. Zoharnel. 2010. Terbukti Efektif, Serangan Akar Gada Dikendalikan dengan BioEXTRIM. http://bangkittani.com/litbang/terbukti-efektif-serangan-akargada-dikendalikan-dengan-bio-extrim/