Anda di halaman 1dari 20

SATUAN ACARA PENYULUHAN

KESUBURAN DAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA

SGD 5 Ni Luh Nining Pratami I Wayan Dedy Surya Adi Tanaya Made Widya Pramesti Ni Luh Putu Ita Kristina P. Evi Noviantini Putu Tania Cicilia Wanti Made Maetri Pradnyayanthi I Dw Gd Suapriyantara I Gede Bayu Wirantika Ni Made Dwiyanti Gst.Pt.Ayu Tyas Meivi Raka P. ( 0902015007 ) ( 0902106026 ) ( 0902105030 ) ( 0902105048 ) ( 0902105056 ) ( 0902105057 ) ( 0902105058 ) ( 0902105062 ) ( 0902105063 ) ( 0902105072 ) ( 0902105077 )

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVESITAS UDAYANA 2012

SAP KESUBURAN & PROGRAM KELUARGA BERENCANA

Pokok Bahasan Sub Bahasan

: Kesuburan & Program Keluarga Berencana : 1. Pengertian Masa Subur 2. Manfaat Mengetahui Masa subur 3. Cara mengetahui Masa Subur dengan Sistem Kalender 4. Pengertian Program Keluarga berencana 5. Tujuan Program Keluarga berencana 6. Pengertian Kontrasepsi 7. Manfaat Kontrasepsi 8. Metode-metode Kontrasepsi

Tempat Hari,tanggal Waktu Sasaran Penyuluh

: Balai banjar Puseh Pedungan, Denpasar Selatan : Rabu, 4 April 2012 : 10.00 s.d 10.35 WITA : Pasangan suami istri banjar Puseh Pedungan, Denpasar Selatan : Mahasiswa Semester 6 PSIK Program A FK UNUD

I. Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan berbagai jenis masalah. Masalah utama yang dihadapi diIndonesia adalah di bidang kependudukan yang masih tingginya pertumbuhan penduduk berkisar antara 2.15% pertahun hingga 2,49% pertahun. Semakin tinggi pertumbuhan penduduk semakin besar usaha yang dilakukan untuk mempertahankan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu Pemerintah terus berupaya untuk menekan laju pertumbuhan dengan Program Keluarga Berencana (KB) yang telah dirintis sejak tahun 1951 dan terus berkembang, sehingga pada tahun 1970 terbentuk Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Program ini salah satu tujuannya adalah penjarangan kehamilan mengunakan metode kontrasepsi dan menciptakan kesejahteraan ekonomi dan sosial bagi seluruh masyarakat melalui usaha-usaha perencanaan dan pengendalian penduduk Memasuki awal tahun pertama pembangunan jangka panjang tahap II. Pembangunan Gerakan Keluarga Berencana Nasional ditujukan terutama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Keluarga sebagai kelompok sumber daya manusia terkecil yang mempunyai ikatan batiniah dan lahiriah. Dimana merupakan pengembangan sasaran dalam

mengupayakan terwujudnya visi Keluarga Berencana Nasional yang kini telah diubah visinya menjadi Keluarga Berkualitas Tahun 2005 keluarga yang berkualitas adalah keluarga yang sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan kedepan, bertanggung jawab, harmonis dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Misinya sangat menekankan pentingnya upaya menghormati hak-hak reproduksi, sebagai upaya integral dalam meningkatkan kualitas keluarga. (Sarwono, 2006) Tingkat kesuburan seseorang memegang peranan yang sangat penting bagi pria dan wanita yang akan atau sudah berumah tangga. Hal ini dimaksudkan agar pasangan suami isteri dapat menjaga keharmonisan rumah tangganya dan mereka juga bisa meneruskan generasi mereka, yaitu menghasilkan seorang anak. Lebih dari 80% pasangan suami isteri yang mengalami gangguan kesuburan dan ini banyak sekali terjadi pada negara yang sedang berkembang. 715% diantaranya masih tergolong ke dalam usia 15 - 40 tahun dengan rating tertinggi dialami oleh para wanita sebesar 40% sampai dengan 60% Berbicara tentang kesehatan reproduksi banyak sekali yang harus dikaji, tidak hanya tentang organ reproduksi saja tetapi ada beberapa aspek, salah satunya adalah kontrasepsi. Saat ini tersedia banyak metode atau alat kontrasepsi meliputi IUD, suntik, pil, implant, kontap, kondom. Salah satu kontrasepsi yang populer di Indonesia adalah kontrasepsi suntik. Kontrasepsi suntik yang digunakan adalah Noretisteron Enantat (NETEN), Depo Medroksi Progesteron Acetat (DMPA) dan cyclofem. (Sarwono, 2006) Kontrasepsi memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelemahan dari kontrasepsi adalah terganggunya pola haid diantaranya adalah amenorhoe, menoragia dan muncul bercak (spotting), terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian, pertambahan berat badan 1,5 - 2 kg dan berat badan pada kunjungan pertama. Pertambahan berat badan disebabkan oleh retensi cairan, bertambahnya lemak pada tubuh, dan meningkatkan selera makan (Hartanto, 2004).

II. TUJUAN 1. Tujuan Instruksional Umum Setelah mendapatkan informasi mengenai kesuburan dan keluarga berencana selama 35 menit, diharapkan peserta mengetahui tentang Masa Subur dan Program Keluarga Berencana 2. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mendapatkan penyuluhan selama 35 menit, diharapkan sasaran penyuluhan mampu:

1. Memahami dan mampu menyebutkan kembali pengertian dari Masa Subur 2. Memahami dan mampu menyebutkan kembali Manfaat Mengetahui Masa subur 3. Memahami cara menghitung Masa Subur dengan Sistem Kalender 4. Memahami dan mampu menyebutkan pengertian Program Keluarga berencana 5. Memahami dan mampu menyebutkan tujuan Program Keluarga berencana 6. Memahami dan mampu menyebutkan Pengertian Kontrasepsi 7. Memahami dan mampu menyebutkan manfaat Kontrasepsi 8. Memahami dan mampu menyebutkan 6 dari 10 metode kontrasepsi

III. SASARAN PENYULUHAN Pasangan suami istri banjar Puseh Pedungan, Denpasar Selatan minimal sebanyak 2 orang.

IV. PENYELENGGARA PENYULUHAN Penyelenggara penyuluhan Kesuburan dan Program Keluarga Berencana adalah mahasiswa kelompok 5 di Semester 6 PSIK Program A FK UNUD sebanyak 11 orang.

V. STARTEGI PELAKSANAN 1. Metode 2. Media 3. Alat : Ceramah, diskusi, dan tanya jawab : Lembar balik : Buku lembar balik, penggaris.

4. Garis besar materi (materi terlampir): Pengertian Masa Subur Manfaat Mengetahui Masa subur Cara mengetahui Masa Subur dengan Sistem Kalender Pengertian Program Keluarga berencana Tujuan Program Keluarga berencana Pengertian Kontrasepsi Manfaat Kontrasepsi Metode-metode Kontrasepsi

VI. PROSES PELAKSANAAN No. 1. Waktu 5 menit Kegiatan Penyuluh Pendahuluan Moderator memberikan - Sasaran membalas salam dari moderator. - Sasaran menyimak. Kegiatan Peserta

salam kepada sasaran. Moderator memperkenalkan kelompok kepada sasaran. Moderator menjelaskan

topik penyuluhan. Moderator menjelaskan - Sasaran menyimak. - Sasaran menyimak. - Sasaran menyimak. 2. 25 menit (15 Penyampaian Materi menit materi, - Penyaji 10 menit informasi mengenai menggali pada sedikit sasaran dan - Sasaran mengeksplorasi apa yang mereka ketahui tentang kesuburan dan Program

tujuan penyuluhan. Moderator menjelaskan

waktu pelaksanaan.

tanya jawab)

Kesuburan

Keluarga berencana - Penyaji menjelaskan materi mengenai : 1. Pengertian Masa Subur 2. Manfaat Masa subur 3. Cara mengetahui Masa Subur dengan Sistem Mengetahui

Keluarga berencana

- Sasaran

memperhatikan

penjelasan dan mencermati materi.

Kalender 4. Pengertian Program

Keluarga berencana 5. Tujuan Program

Keluarga berencana 6. Pengertian Kontrasepsi 7. Manfaat Kontrasepsi

8. Metode-metode Kontrasepsi Tanya Jawab - Moderator tanya jawab. - Penyelenggara penyuluhan membuka sesi Sasaran pertanyaan. Sasaran memperhatikan mengajukan

menjawab pertanyaan sasaran. 3. 5 menit Penutup - Moderator

jawaban yang diberikan.

menyimpulkan - Sasaran

menyimak

hasil penyuluhan.

kesimpulan yang disampaikan oleh moderator.

- Moderator melakukan evaluasi - Sasaran menjawab pertanyaan dengan memberikan beberapa pertanyaan kepada sasaran. - Mengakhiri dengan salam - Menjawab salam dan sasaran bersiap untuk meninggalkan tempat penyuluhan. evaluasi.

VII. PENGORGANISASIAN a. Penyuluh : I Wayan Dedy Surya Adi Tanaya I Gusti Ayu Tyas Meivi b. Moderator c. Notulis d. Fasilitator : Ni Putu Nining Pratami : P. Evi Noviantini : Made Widya Pramesti Maetri Pradnyayanthi Tania Cicilia Wanti Ita Christine Dewa Sua Priyantara Ni Made Dwiyanti e. Observer : Bayu Wirantika

VIII. SETTING TEMPAT 1 2 3 4 6 6 4 6 5 6 6 4 6 4 6 4 6 6 4

Keterangan gambar: 1. Penyuluh 2. Moderator 3. Notulis 4. Fasilitator 5. Observer 6. Peserta

IX. KRITERIA EVALUASI Tahap Evaluasi Struktur Indikator Keberhasilan Satuan Acara Penyuluhan sudah siap sesuai dengan masalah keperawatan Alat-alat yang diperlukan sudah tersedia Materi dapat disampaikan dengan baik dan jelas oleh penyuluh Proses 80% Peserta berada ditempat sesuai waktu yang telah ditentukan 80% peserta tetap mengikuti kegiatan penyuluhan sampai

selesai 70% Peserta kooperatif dan aktif dalam penyuluhan dengan memperhatikan materi yang disampaikan dan bertanya pada penyuluh mengenai hal-hal yang belum dimengerti Hasil 70% peserta mampu menyebutkan kembali pengertian dari Masa Subur 70% peserta mampu menyebutkan kembali Manfaat

Mengetahui Masa subur 70% peserta memahami cara menghitung Masa Subur dengan Sistem Kalender 70% peserta mampu menyebutkan pengertian Program Keluarga berencana 70% peserta mampu menyebutkan tujuan Program Keluarga berencana 70% peserta mampu menyebutkan Pengertian Kontrasepsi 70% peserta mampu menyebutkan manfaat Kontrasepsi 70% peserta mampu menyebutkan 6 dari 10 metode kontrasepsi

X. Referensi Mary, Persis. 1995. Dasar-dasar Keperawatan Maternitas edisi 6. Jakarta : EGC Gunawan, Surya. 2010. Cara Cerdas Merencanakan Jenis Kelamin Anak Secara Alami. Jakarta : PT. Agromedia Pustaka Herlina, Rose. 2004. Intisari IPA (Biologi). Jakarta : PT. Kawan Pustaka Lusa.2011.Menghitung Masa Subur. http://www.lusa.web.id/menghitung-masa-subur/ (akses 30 maret 2012) anonim. 2011. KB dan Kontrasepsi http://www.artikelkedokteran.com/555/kb-dan-kontrasepsi.html(akses 30 maret 2012)

LAMPIRAN MATERI PENYULUHAN


KESUBURAN Pengertian Masa Subur Kesuburan (fertilitas) adalah kemampuan untuk menghasilkan. Pria masa fertilitas tertinggi pada usia 24 dan 35 tahun sedangkan pada wanita pada usia 20-30 tahun, yang keduanya tidak memiliki abnormalitas anatomis dan fisiologis organ-organ reproduksinya(Marry,P. 1995 : 19) Kesuburan merupakan persyaratan yang harus dimiliki oleh pasangan suami istri yang ingin memiliki keturunan dimana kualitas kesuburan seorang pria sangat bergantung dengan kualitas sperma, sedangkan pada wanita bergantung pada normalnya saluran sel telur dan kualitas sel telurnya. (Gunawan,S. 2010 : 79) Masa subur adalah suatu masa dalam siklus menstruasi(siklus normal 21-35hari) wanita dimana sel telur yang matang siap untuk dibuahi, sehingga bila perempuan tersebut melakukan hubungan seksual maka dimungkinkan terjadi kehamilan. Manfaat mengetahui masa subur Beberapa manfaat mengetahui masa subur antara lain: Menilai kejadian dan waktu terjadinya ovulasi. Memprediksikan hari-hari subur yang maksimum. Mengoptimalkan waktu untuk hubungan seksual guna mendapatkan kehamilan. Membantu mengidentifikasi masalah infertilitas. Infertilitas adalah kemungkinan ketidakmampuan untuk menghasilkan/mengandung. Mengetahui waktu yang tepat untuk berhubungan seksual Membantu pasangan mengambil keputusan untuk hamil Menghindari kehamilan (KB alamiah)

Hal yang harus diperhatikan untuk meningkatkan atau mempertahankan kesuburan 1. Hal yang harus diperhatikan pria

Bagi seorang pria, membuat seorang istri menjadi hamil adalah suatu kebanggaan tersendiri. Namun, belum tentu keinginan tersebut bisa terealisasi. Ada beberapa faktor tak tertuga yang bisa memengaruhi keberhasilan pembuahan, walaupun mereka dinyatakan sehat dan subur secara medis. Agar pria mampu membuahi sel telur wanita

dan menghasilkan kehamilan, maka perlu memperhatikan bagaimana cara meningkatkan kesuburan pria.

Tidak merokok. Rokok dapat meningkatkan resiko ketidaksuburan dan disfungsi ereksi pada pria. Sperma pria perokok yang menghabiskan 1 atau 2 bungkus rokok perhari dapat menyebabkan masalah pernapasan pada calon bayi.

Menjalani hidup sehat, istirahat cukup, dan meminimalkan stres. Pola hidup sehat, makan cukup, tidur teratur, dan menghindari stres akan membantu meningkatkan produksi hormone yang memengaruhi perkembangan sperma dan produksi testosterone pada testis.

Hindari alcohol dan NAPZA. Konsumsi alcohol dapat memberikan dampak buruk terhadap kualitas dan kuantitas sperma, mengurangi produksi testosterone, serta dapat menimbulkan disfungsi ereksi. Penggunaan NAPZA akan mengurangi jumlah dan kemampuan gerakan sperma serta menambah jumlah sperma yang abnormal. Selain itu, menjadi penyebab disfungsi ereksi dan hilangnya libido.

Hindari materi beracun. Bahan kimia yang dimaksud seperti peptisida, herbisida, cat, pernis kayu, racun rayap, lem, dan logam berat. Hindari kontak langsung atau menghirupnya karena bisa mengurangi produksi sperma bahkan mungkin bisa membunuh sperma.

Hindari radiasi sinar X Sinar X bisa memberi pengaruh buruk terhadap kesuburan seorang pria. Radiasi sinar X di atas ambang batas atau akumulasi dari radiasi sinar X yang terusmenerus bisa menyebabkan turunnya kesuburan sperma bahkan bisa menyebabkan kemandulan permanen pada seorang pria.

Konsultasikan dengan dokter. Beberapa resep obat yang dipakai untuk pengobatan suatu penyakit terkadang mempunyai efek sampingan yang bisa memperlambat produksi sperma. Untuk amannya lakukan konsultasi dengan dokter sebelum menerima resep dokter.

2. Hal yang harus diperhatikan wanita

Identifikasi masa subur berdasarkan metode ovulasi yang sesuai. Dapat menggunakan siklus menstruasi, suhu basal tubuh, tes USG, atau fertitest (alat tes kesuburan).

Lakukan hubungan intim pada masa subur dan usahakan pada saat ejakulasi sperma tumpah di dalam vagina. Hal ini supaya proses pembuahan bisa terjadi dan diharapkan bisa menghasilkan kehamilan.

Hindari perjalanan jauh dan melelahkan yang mengakibatkan kelelahan fisik. Menjalani hidup sehat, istirahat cukup, dan meminimalkan stres. Pola hidup sehat, makan makanan yang sehat dengan cara yang sehat, istirahat dan tidur yang teratur, mengurangi stres dapat membantu melancarkan aliran daerah ke organ-organ vital.

Tidak langsung mencuci vagina setelah melakukan hubungan intim, sebaiknya diberi tenggang waktu sekitar 30 menit sebelum dicuci.

Menjaga dengan baik kebugaran tubuh dan kebersihan organ reproduksi. Lakukan konsultasi dengan dokter yang terkait dengan masalah kesuburan dan kehamilan, terutama bagi wanita dengan usia rawan untuk hamil, yang pernah keguguran, pernah operasi di bagian perut, atau pernah abortus atau keguguran. (Gunawan, S. 2010 : 84-85)

Perhitungan Masa Subur dengan Sistem Kalender Menentukan masa subur dengan menggunakan sistem kalender ada dua cara yaitu : Bagi yang siklus haidnya teratur, masa subur berlangsung 14 +/- 3 hari haid berikutnya. Contoh: haid pertama tgl 20 April, siklus 28 hari. Jadi masa suburnya: Hitung haid bulan berikutnya terlebih dahulu:

20 April 2 18 Mei Untuk mendapatkan masa suburnya haid bulan berikutnya di hitung mundur 14hari, jadi 18 Mei -14 hari = 4 Mei + 3hari(1 Mei -7 Mei) Ket : khusus hanya untuk siklus 28, rumus lain untuk menghitung masa subur dapat digunakan (jumlah hari pada bulan april siklus yaitu 30-28 = 2) (haid bulan berikutnya)

Hari pertama haid + 12 = hasil + 16 jumlah hari bulan haid Bagi yang siklus haidnya tidak teratur maka pertama-tama harus dicatat panjang siklus haid sekurang kurangnya selama 6 siklus. Kemudian cari siklus terpanjang dan terpendek dari ke 6 siklus yang telah di dapatkan. Untuk siklus terpanjang: Jumlah hari pada siklus terpanjang, dikurangi dengan 11 akan diperoleh hari subur terakhir dalam siklus haid tersebut. Sedangkan untuk siklus terpendek : Jumlah hari pada siklus terpendek

dikurangi 18, diperoleh hari subur pertama dalam siklus haid tersebut. Untuk masa suburnya: misal telah di dapatkan dalam 6 siklus, siklus terpanjang = 31hari, sedangkan siklus terpendek = 26hari, maka masa subur dapat dihitung: 31hari - 11 = 20, dan 26 -18 = 8, jadi masa subur berlangsung pada hari ke 8 sampai hari ke 20.

Perhitungan Masa Subur dengan Sistem Tools Banyak tools atau software yang sekarang beredar yang dapat digunakan untuk menghitung masa subur. Dalam tool tersebut hanya tinggal memasukkan tanggal hari Pertama Haid Terakhir (HPHT), Interval Haid(jarak siklus haid anda yaitu jarak hari antara haid yang bulan sebelumnya dengan haid bulan berikutnya, normalnya interval haid wanita antara 21-35 hari), Masa Haid(jumlah hari masa berlangsungnya haid anda) setelah itu akan muncul tanggal perkiraan masa subur seseorang. (Sumber yang dapat dicoba : bidanku.com | bidanku.com)

KELUARGA BERENCANA Pengertian Pengertian Program Keluarga Berencana menurut UU No.10 tahun 1992 (tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera) adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP), pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera (Handayani, 2010). Program KB adalah bagian yang terpadu (integral) dalam program pembangunan nasional dan bertujuan untuk menciptakan kesejahteraan ekonomi, spiritual dan sosial budaya

penduduk Indonesia agar dapat dicapai keseimbangan yang baik dengan kemampuan produksi nasional (Depkes, 1999). KB memiliki arti mengatur jumlah anak sesuai kehendak anda, dan menetukan sendiri kapan anda akan hamil, serta bisa menggunakan metode KB yang sesuai dengan keinginan dan kecocokan kondisi tubuh anda (Uliyah, 2010). Keluarga berencana adalah usaha untuk mengukur jumlah dan jarak anak yang diinginkan. Untuk dapat mencapai hal tersebut maka dibuatlah beberapa cara atau alternatif untuk mencegah ataupun menunda kehamilan. Tujuan Tujuan Program Keluarga Berencana secara makro untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk dan menurunkan angka kelahiran, secara mikro mewujudkan ketahanan keluarga dan kesejahteraan masyarakat. Tujuan Umum untuk lima tahun kedepan mewujudkan visi dan misi progam KB yaitu membangun kembali dan melestarikan pondasi yang kokoh bagi pelaksana program KB di masa mendatang untuk mencapai keluarga berkualitas tahun 2015. Sedangkan tujuan program KB secara filosofis adalah: 1. Meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak serta mewujudkan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera melalui pengendalian pertumbuhan penduduk Indonesia. 2. Terciptanya penduduk yang berkuailitas, sumber daya manusia yang bermutu dan meningkatkan kesejahteraan keluarga (Handayani, 2010).

KONTRASEPSI Pengertian Kontrasepsi berawal dari kata control berarti mencegah atau melawan sedangkan kontasepsi adalah pertemuan antra sel telur (sel wanita) yang matang dan sel sperma (sel pria) yang mengakibatkan kehamilan, jadi konrtasepsi adalah menghindari atau mencerah terjadi kehamilan sebagai akibat pertemuan antar sel yang matang dengan sel sperma . (Fitria 2008) Tujuan kontrasepsi a. Menunda kehamilan Di tunjukkan untuk PUS yang berusia <20tahun b. Menjarangkan kehamilan / mengatur kehamilan Masa saat istri berusia antara 20-30 tahun adalah yang paling baik untuk melahirkan , dengan jumlah anak 2 orang dan jarak antara kelahiran adalah 2-4 tahun.

c. Saat istri berusia >30tahun, terutama >35 tahun untuk mengakhiri kesuburan setelah mempunyai 2 orang anak (Hartanto,2007:30) Syarat syarat kontrasepsi. a. Aman pemakaiannya dan dapat dipercaya . b. Lama kerja dapat di atur menurut keinginan . c. Efek samping yang merugikan tidak ada atau minimal. d. Harganya dapat dijangkau masyarakat . e. Cara penggunaan sederhana . f. Tidak mengganggu hubungan suami istri. g. Tidak memerlukan control yang ketat selama pemakaian.

Metode kontrasepsi A. Metode Kontrasepsi Sederhana 1. Tanpa alat atau obat a) Metode kalender (pantangan berkala) b) Coitus interutus (senggama terputus ) 2. Dengan alat atau obat a) Kontrasepsi Barrier (penghalang) Kondom (pria dan wanita) metode yang mengumpulkan air mani dan sperma di dalam kantung kondom dan mencegahnya memasuki saluran reproduksi wanita. Keuntungan : Dapat digunakan selama menyusui, satu-satunya kontrasepsi yang mencegah PMS, infeksi GO, klamidia. Kelebihan :

Efektif bila digunakan dengan benar. Murah dan dapat dibeli secara umum. Tidak perlu pemeriksaan khusus.

Kekurangan: Efektifitas tidak terlalu tinggi. Penggunaan sangat mempengaruhi keberhasilan kontrasepsi. Agak mengganggu hubungan seksual. Harus selalu tersedia. Alergi lateks pada orang yang sensitive.

b) Introvagina wanita IUD (spiral) Fleksibel, alat yang terbuat dari plastik yang dimasukkan ke dalam rahim dan mencegah kehamilan dengan cara menganggu lingkungan rahim, yang menghalangi terjadinya pembuahan maupun implantasi. Spiral jenis copper T (melepaskan tembaga) mencegah kehamilan dengan cara menganggu pergerakan sperma untuk mencapai rongga rahim dan dapat dipakai selama 10 tahun. Keuntungan : Sangat efektif, bekerja cepat setelah dimasukkan ke dalam rahim. Bekerja dalam jangka waktu lama. Pencegahan kehamilan yang ampuh untuk paling tidak 10 tahun. Tidak mengganggu hubungan seks dengan pasangan. Tidak terpengaruh obat-obatan. Bisa subur kembali setelah IUD dikeluarkan, Tidak mempengaruhi jumlah dan kualitas ASI. Dapat mencegah kehamilan di luar kandungan. Dapat digunakan sampai manopouse

Kerugian : Terjadi perubahan siklus haid. Haid lebih lama dan banyak. Bisa merasakan pembengkakan di pinggul. Pemasangannya membutuhkan prosedur medis. Saat memasang dan mengeluarkan IUD, harus dilakukan tenaga kesehatan terlatih. Bisa keluar dari rahim tanpa diketahui, sehingga wanita yang memakai IUD harus rutin periksa ke tenaga kesehatan. Bisa merasakan nyeri setelah 3-5 hari pertama pemasangan. Saat haid, darah yang keluar cukup banyak sehingga bisa menyebabkan kurang darah. Efek samping : Nyeri, perdarahan, peningkatan jumlah darah menstruasi.

Diafragma dan cervical cap Kontrasepsi penghalang yang dimasukkan ke dalam vagina dan mencegah sperma masuk ke dalam saluran reproduksi. Diafragma terbuat dari lateks atau karet dengan cincin yang fleksibel. Keuntungan : Dapat digunakan selama menyusui, tidak ada risiko gangguan kesehatan, melindungi dari PMS. Kerugian : Angka kegagalan tinggi, peningkatan risiko infeksi, membutuhkan evaluasi dari tenaga kesehatan, ketidaknyamanan.

c. Kimiawi dengan spermisid antara lain : vaginal cream, vaginal foam, vagina jelly, vagina suppositoria, vaginal tablet.

B. Metode Kontrasepsi efektif (MKE) 1. Kontrasepsi oral kombinasi (pil) a) Fungsi : Mengandung sintetik estrogen dan preparat progestin yang mencegah kehamilan dengan cara menghambat terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur oleh indung telur) melalui penekanan hormon LH dan FSH, mempertebal lendir mukosa servikal (leher rahim), dan menghalangi pertumbuhan lapisan endometrium. b) Keuntungan : Sangat efektif, mencegah kanker indung telur dan kanker endometrium, menurunkan ketidakteraturan menstruasi dan anemia yang berkaitan dengan menstruasi, menghaluskan kulit dengan jerawat. c) Kerugian : Tidak direkomendasikan untuk menyusui, tidak melindungi dari Penyakit Menular Seksual (PMS), harus diminum setiap hari, membutuhkan resep dokter. d) Efek samping lokal e) Efek samping : Mual, nyeri tekan pada payudara, sakit kepala. : Perdarahan tidak teratur (umumnya menghilang setelah 3 bulan pemakaian), meningkatkan tekanan darah (dapat kembali normal bila oral kombinasi dihentikan), bekuan darah pada vena tungkai (3-4 kali pada pil KB dosis tinggi), meningkatkan faktor risiko penyakit jantung.

2. Kontrasepsi oral progestin (pil) a) Fungsi : Mencegah kehamilan dengan cara menghambat terjadinya ovulas(pelepasan sel telur oleh indung telur), mempertebal lendir mukosa leher rahim, mengganggu pergerakan silia saluran tuba, dan menghalangi pertumbuhan lapisan

endometrium. b) Keuntungan : Mula kerja cepat (24 jam setelah pemakaian pil), menurunkan kejadian menoragia dan anemia. Dapat digunakan pada wanita menyusui. Mencegah terjadinya kanker endometrium, tidak memiliki efek samping yang berkaitan dengan estrogen (bekuan darah di vena tungkai). c) Kerugian : Harus diminum di waktu yang sama setiap hari, kurang efektif dibandingkan oral kombinasi, membutuhkan resep dokter. d) Efek samping : Penambahan berat badan, jerawat, kecemasan, angka kejadian terjadinya perdarahan tidak teratur tinggi.

3. Kontrasepsi suntikan progestin a) Fungsi : Mencegah kehamilan dengan mekanisme yang sama seperti progestin pil namun kontrasepsi ini menggunakan suntikan intramuskular (dalam otot bokong atau lengan atas). b) Keuntungan :

Mula kerja cepat dan sangat efektif, bekerja dalam waktu lama, tidak mengganggu menyusui, dapat dipakai segera setelah keguguran atau setelah masa nifas. Mudah digunakan. Hanya sekali suntik setiap tiga bulan dan bisa kembali subur saat ingin dihentikan. Memberi perlindungan terhadap kanker rahim, kanker indung telur dan pembengkakan pinggul. Memperkecil kemungkinan kurang darah dan nyeri haid. Tidak mengganggu hubungan intim dengan pasangan. Bisa digunakan wanita yang sudah punya anak ataupun baru menikah. Untuk kunjungan ulang tidak perlu terlalu tepat waktu.

Jika digunakan ibu menyusui enam minggu setelah melahirkan, tidak mempengaruhi ASI.

c) Kerugian

Suntikan harus dilakukan oleh tenaga kesehatan secara teratur, tidak melindungi dari PMS Awal pemakaian bisa terjadi bercak darah. Bisa menyebabkan kenaikan berat badan. Setelah setahun menggunakan dan berhenti haid belum teratur. Kesuburan lambat kembali, membutuhkan waktu empat bulan atau lebih. : Tulang menjadi keropos, kelainan metabolisme lemak, ketidakteraturan menstruasi termasuk menometroragi

d) Efek samping

(umumnya beberapa bulan pertama) dan amenorea ( 1 tahun pertama), jika pemakaian suntikan KB dihentikan, siklus menstruasi yang teratur akan kembali terjadi dalam waktu 6 bulan-1 tahun.

4. Implant progestin a) Kapsul plastik, tipis, fleksibel, yang mengandung 36mg levonorgestrel yang dimasukkan ke dalam kulit lengan wanita. Fungsinya mencegah kehamilan

dengan cara menghambat terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur oleh indung telur), mempertebal lendir mukosa leher rahim, mengganggu pergerakan saluran tuba, dan menghalangi pertumbuhan lapisan endometrium. Kontrasepsi ini efektif dalam waktu 48 jam setelah diimplan dan efektif selama 5-7 tahun. b) Keuntungan :

Sangat efektif, bekerja untuk jangka waktu lama. Perlindungan jangka panjang (sampai 5 tahun). Pengembalian tingkat kesuburan yang cepat setelah dilepas. Tidak memerluka pemeriksaan dalam. Bebas dari pengaruh estrogen. Tidak mengganggu hubungan seks. Tidak menggaggu ASI Hanya perlu pemeriksa ke tenaga kesehatan jika ada keluhan

Dapat dilepas sesuai kebutuhan. : operasi kecil untuk pemakaian dan pelepasan, tidak

c) Kerugian

Membutuhkan prosedur melindungi dari PMS.

Akan timbul perasaan mual. Bisa terjadi peningkatan atau penurunan berat badan. Bisa menimbulkan sakit kepala. Perubahan perasaan atau kegelisahan. Membutuhkan tindak pembedahan kecil untuk insersi dan pencabutan. : Gangguan metabolisme lemak, hirsutisme, gangguan

d) Efek samping

menstruasi (memanjang, tidak 5. Kontrasepsi Mantap a. Tubektomi (MOW)

teratur).

Tubektomi adalah prosedur bedah sukarela untuk menghentikan fertilitas (kesuburan) seorang perempuan secara permanen. Kelebihan :

Sangat efektif dan permanen. Tindakan pembedahan yang aman dan sederhana. Tidak ada efek samping. Konseling mutlak diperlukan. Tidak mempengaruhi proses menyusui. Tidak mengganggu hubungan seks dan perubahan dalam fungsi seksual.

Kekurangan :

Harus dipertimbangkan dengan baik karena bersifat permanen (tidak dapat dipulihkan kembali) kecuali dengan operasi rekanalisasi.

Dapat menyesal di kemudian hari saat ingin memiliki anak lagi. Rasa sakit atau tidak nyaman dalam jangka pendek setelah tindakan. Harus dilakukan dokter terlatih atau dokter spesialis.

b. Vasektomi (MOP)

Vasektomi adalah prosedur klinik untuk menghentikan kapasitas reproduksi pria dengan jalan melakukan okusi vasa deferensia sehingga alur transportasi sperma terhambat danproses fertilisasi (penyatuan dengan ovum) tidak terjadi. Kelebihan :

Sangat efektif dan permanen. Tidak ada efek samping jangka panjang. Konseling dan persetujuan mutlak diperlukan.

Kekurangan:

Komplikasi dapat terjadi saat prosedur berlangsung atau beberapa saat tindakan, akibat reaksi anafilaksi yang disebabkan oleh penggunaan lidokain atau manipulasi berlebihan terhadapa anyaman pembuluh darah di sekitar vasa deferensia.