Anda di halaman 1dari 4

PR UJIAN BEDAH UROLOGI

Oleh: Intannuary Paringga G0006098

Pembimbing Dr. Setya Anton, Sp.U

KEPANITERAAN KLINIK SMF ILMU PENYAKIT BEDAH FAKULTAS KEDOKTERAN UNS/RSUD DR MOEWARDI SURAKARTA 2012

1. Rectal grading pada pembesaran prostat Tanda Klinis Tanda klinis terpenting dalam BPH adalah ditemukannya pembesaran pada pemeriksaan colok dubur/digital rectal examination (DRE). Derajat berat Hiperplasia prostat bedasarkan gambaran klinik : 1. Derajat I, colok dubur : penonjolan prostat, batas atas mudah diraba, sisa volume urin <50ml, beratnya 20 gram 2. Derajat II, colok dubur : penonjolan prostat jelas, batas atas dapat dicapai, sisa volme urin 50 100ml, antara 20 40 gram 3. Batas atas prostat tidak dapat diraba, sisa volume urin >100ml, beratnya > 40 gram. Pada colok dubur yang harus diperhatikan: a. tonus sfingter ani/reflex bulbo-kavernosus untuk menyingkirkan buli-

bulineurogenik b. mukosa rectum c. keadaan prostat antara lain : Kemungkinan adanya nodul, krepitasi, konsistensi prostat, simetris antar lobus dan batas prostat. Pada colok dubur pembesaran prostat benigna menunjukan konsistensi prostat kenyal, seperti meraba ujung hidung, lobus kanan dan kiri simetris dan tidak didapatkan nodul. Volume yang normal pada dewasa adalah 20-30 g. Pengukuranlebih tepat dapat menggunakan transrektal ultrasonografi (TRUS). Raba apakah terdapat fluktuansi (abses prostat)/ nyeri tekan (prostatitis). Konsistensi prostatkeras/teraba nodul dan mungkin diantara lobus prostat tidak simetris.

Gambar 1. Pemeriksaan Rektal Digital (DRE)

Cara menentukan pembesaran postat ada beberapa cara yang dapat dilakukan mulai dari hal sederhana, diantaranya: 1. Pemeriksaan bimanual (Digital Rektal Examination), dengan melakukan rektal toucer pada suprrapubik jika teraba pembesaran prostat maka dapat diperkirakan besar prostat > 30gr. Rektal grading, dengan rektal toucher : Stage 0 : prostat teraba < 1cm, berat < 10 gram Stage 1 : prostat teraba 1 2 cm, berat 10 -25 gram Stage 2 : prostat teraba 2 -3 cm, berat 25- 60 gram Stage 3 : prostat teraba 3- 4 cm, berat 60 100 gram Stage 4 : prostat teraba >4 cm, berat >100 gram 2. Clinical grading : Pada pagi hari atau pasien setelah minum banyak disuuh miksi sampai habis, dengan kateter diuku sisa urin dalam buli buli. Normal : sisa urin tidak ada Grade 1 : sisa urin 0 -50 cc Grade 2 : sisa urin 50 150 cc Grade 3 : sisa urine >150 cc Grade 4 : retensi urin total Grade 1 2 : indikasi konsevatif

Grade 3 4 : indikasi operatif 2. Transrectal ultrasonografi Pemeriksaan ultrasonografi transrektal (TRUS) Adalah tes USG melalui rectum. Dalam prosedur ini, probe dimasukkan ke dalam r e k t u m m e n g a r a h k a n g e l o m b a n g s u a r a d i p r o s t a t . G e m a p o l a g e l o m b a n g s u a r a m e r u p a k a n g a m b a r d a r i k e l e n j a r p r o s t a t p a d a l a ya r t a m p i l a n . U n t u k m e n e n t u k a n apakah suatu daerah yang abnormal tampak memang tumor, digunakan probe dan g a m b a r U S G u n t u k m e m a n d u j a r u m biopsi untuk tumor yang dicurigai. Jarum m e n g u m p u l k a n b e b e r a p a potong jaringan Biopsy memiliki prostat terutama untuk pemeriksaan untuk dengan yang

mikroskop. dicurigai

dilakukan

pasien

keganasan prostat. Transrektal ultrasonografi (TRUS)

sekarang juga digunakan untuk pengukur volume prostat, caranya antara lain : Metode step planimetry. Yang menghitung volume rata-rata area horizontal diukur dari dasar sampai puncak. Metode diameter. Yang menggabungkan pengukuran tinggi (H/height) ,lebar (W/width) dan panjang (L/length) dengan rumus : (H x W x L)

3. Gambaran IVP pada tumor ginjal Dengan pemeriksaan IVP tampak distorsi sistem pielokalises (perubahan bentuk sistem pielokalises) dan sekaligus pemeriksaan ini berguna untuk mengetahui fungsi ginjal. Distorsi tersebut dikarenakan terdapat satu bagian atau polus yang tidak terisi kontras tetapi bagian lain terisi dengan baik.