Anda di halaman 1dari 2

ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI DALAM PERSPEKTIF ALQURAN DAN HADITS Ichwan Sangaiji R. S.

/ 1106019924/ Teknik Kimia

Sumber: Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam Pandangan Islam, Oleh: Agus Fahrudin, diakses pada 2 April 2012 Pukul 20.30 (http://sugafahru.wordpress.com/2010/04/06/iptek-dalam-islam/) Teknologi dalam Perspektif Islam, oleh Khamdan S.Ag, diakeses pada 2April 2012 pukul 20.30 (http://khamdanguru.wordpress.com/2011/10/17/teknologidalam-perspektif-al-quran/)

Teknologi dapat membawa dampak positif berupa kemajuan dan kesejahteraan bagi manusia juga sebaliknya dapat membawa dampak negatif berupa ketimpanganketimpangan dalam kehidupan manusia dan lingkungannya. Pada zaman globalisasi ini peran ilmu pengatahuan dan teknologi sangatlah penting untuk menunjuang kehidupan kita sehari-hari. Bahkan tolak ukur sebuah bangsa atau negara dikatakan maju adalah apabila bangsa tersebut dapat mengikuti perkembangan sains dan teknologi dengan baik sehingga tidak tertinggal dan terbelakang. Ironisnya adalah saat ini negara dengan mayoritas penduduk beragama muslim merupakan negara dengan status berkembang dan tertinggal, yang lemah secara ekonomi dan juga lemah atau tidak menguasai perkembangan ilmu pengetahuan dan sainsteknologi seperti contohnya Indonesia dan negara muslim di Afrika utara. Mereka menyerap begitu saja nilai-nilai, ideologi dan budaya materialis dan sekular yang dicekokkan melalui kemajuan teknologi informasi dan media komunikasi Barat. Akibatnya krisis-krisis sosial-moral dan kejiwaan pun menular kepada sebagian besar bangsa-bangsa Muslim. Padahal dulunya Islam pada abad pertengahan (dinasti Abbasiyah) sangat berjaya dalam bidang sains dan teknologi seperti contohnya Ibnu Sina dan masih banyak lagi. Hal ini bertolak belakang dengan negara barat yang sains dan teknologinya tertinggal pada masa pertengahan namun sekarang telah menjadi tokoh dalam garda terdepan bidang sains dn teknologi.. Mereka menyerap begitu saja nilainilai, ideologi dan budaya materialis dan sekular yang dicekokkan melalui kemajuan teknologi informasi dan media komunikasi Barat. Akibatnya krisis-krisis sosial-moral dan kejiwaan pun menular kepada sebagian besar bangsa-bangsa Muslim. Hal yang perlu diperhatikan disini adalah Islam merupakan agama yang sangat menganjurkan bagi hambanya untuk menuntut ilmu bahkan dalam surat Al-Mujadilah (58) : 11 Allah berjanji akan meninggikan orang yang berilmu pengatahuan bebarapa derajat. Islam tidak pernah mengekang umatnya untuk maju dan modern. Justru Islam

sangat mendukung umatnya untuk melakukan research dan bereksperimen dalam hal apapun, termasuk sains dan teknologi. Bagi Islam sains dan teknologi adalah termasuk ayat-ayat Allah yang perlu digali dan dicari keberadaannya. Ayat-ayat Allah yang tersebar di alam semesta ini, dianugerahkan kepada manusia sebagai khalifah di muka bumi untuk diolah dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Salah satu keagungan nikmat yang dikaruniakan Allah bagi umat. Bahkan dalam wahyu pertama yang diberikan oleh Allah kepada Nabi Muhammad yaitu Al-Alaq (96): 1-5 yang Artinya adalah sebagai berikut Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari alaq. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajar manusia dengan pena, mengajar manusia apa yang tidak diketahuinya. Wahyu pertama tersebut tidak menjelaskan apa yang harus dibaca, karena Al-Quran menghendaki umatnya membaca apa saja selama bacaan tersebut bismi rabbik (bermanfaat untuk kemanusiaan). Pengulangan perintah membaca dalam wahyu pertama ini mengisyaratkan bahwa mengulang-ulang bacaan bismi Rabbik akan menghasilkan pengetahuan dan wawasan baru, walaupun yang dibaca masih itu-itu juga. Lebih dari itu, beberapa sabda Nabi Muhammad mem-perjelas wahyu yang telah diturunkan oleh Allah. Diataranya adalah wahyu dibawah yang intinya adalah menuntut ilmu itu hukumnya dalah wajib untuk seorang muslim.

Bahkan dalam hadits lain Rasulullah mengatakan bahwa menuntut ilmu itu wajib bagi seorang muslim walau hingga negeri China dan wajib mulai dari buaian haingga liang lahat. Dari ketiga hadits tersebut dapat terlihat Islam sangat menganjurkan hambanya untuk menuntut ilmu, bahkan samapai-sampai menuntut ilmu hukumnya adalah wajib bagi muslim selama ia hidup dimuka bumi ini karena pada dasarnya dengan menuntut ilmu maka seorang manusia tersebut juga telah memperlajari ayat-ayat Allah dan nantinya semakin tinggi ilmu yang sudah didapatkan oleh manusia tersebur, maka ia akan menyadari bahwa maha agung Tuhan yang menciptakan alam semesta ini yaitu Allah swt. Jadi point penting disini adalah Islam sangat menganjurkan hambanya untuk memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi. Ketertinggalan negara-negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam bukanlah kesalahan dari ajaran agama Islam, namun letak kesalahannya adalah pada pemeluknya yang tidak mengamalkan ajaran Islam dengan baik. Solusinya adalah mengamalkan ajaran agama Islam dengan baik, sehingga para pemeluknya mengerti bahwa betapa pentingnya Ilmu dan Teknologi yang pada akhirnya negara-negara Islam tidak akan menjadi negara yang tertinggal lagi.