Anda di halaman 1dari 27

Anti ansietas

Etatutwuni 0911013101

Pengertian Ansietas
Ketakutan/kekuatiran pada sesuatu yang tdk jelas dan berhubungan dengan perasaan tidak menentu dan tak berdaya (helplessness). Perasaan isolasi, terasing, dan terancam mungkin dialami. Individu mempersepsikan kepribadiannya terancam. Manusia muali merasakan sejak bayi Berhenti kalau mati.

Karakteristik Ansietas
Mpk emosi dan bersifat subyektif. Sumber tdk jelas (takut ~ sumber jelas). Bisa ditularkan Terjadi akibat adanya ancaman pada harga diri, identitas diri. Perlu adanya keseimbangan antara keberanian dan kecemasan

Tingkat Ansietas
1. Ansietas ringan: pd kehidupan sehari-hari. Individu sadar. Lahan persepsi meningkat (mendengar, melihat, meraba lebih dari sebelumnya). Perlu untuk memotivasi belajar, pertumbuhan, dan kreativitas. 2. Ansietas sedang: lahan persepsi menyempit (melihat, mendengar, meraba menurun dpd sblmnya). Fokus pd perhatian segera.

Tingkat Ansietas
3. Ansietas berat: lahan persepsi sangat sempit, hanya bisa memusatkan perhatian pd yg detil, tdk yg lain. Semua perilaku ditujukan untuk menurunkan ansietas. 4. Panik: hilang kontrol, hanya bisa menurut perintah

SINDROM ANXIETAS Adanya perasaan cemas dan khawatir yg tidak realistik terhadap 2 atau lebih hal yang dipersepsi sebagai ancaman, sehingga menyebabkan individu tidak bisa istirahat dengan tenang (inability to relax). Paling sedikit 6 dari 18 gejala berikut :
Gx ketegangan motorik Gx hiperaktivitas otonom Kewasdaan berlebihan dan penangkapan berkurang 14. menjadi peka / mudah ngilu. 15. mudah terkejut / kaget 16. sulitkonsentrasi 17. sukar tidur 18. mudah tersinggung.

1. kedutan otot / gemetar 2. otot tegang / kaku / pegal /linu. 3. tidak bisa diam 4. mudah lelah

5. nafas pendek / terasa berat 6. berdebar-debar 7. telapak tangan basah /dingin. 8. mulut kering 9. pusing/melayang 10. mual, mencret, perut tak enak. 11. muka panas / menggigil 12. BAK sering 13. sukar menelan / Rasa tersumbat.

Panik
Hilang kontrol Tak bisa melakukan sesuatu tanpa perintah atau arahan. Disorganisasi kepribadian. Meningkatnya aktivitas motorik Menurunnya kemampuan menghubung-hubungkan. Distrosi persepsi Hilangnya pikiran rasional Hilangnya komunikasi dan fungsi efektif. Bila berlangsung berkepanjangan menyebabkan exhaustion ~ kematian

Rentang Respon Ansietas


Adaptif Maladap tif Ringan Sedang Berat Panik

Antisi pasi

Obat anti ansietas


Terdiri atas beberapa golongan : 1. Benzodiazepine 2. Hydroxyzine 3. Buspiron 4. selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI) 5. Lain2, misal : - difenhidramin - clonidine

Benzodiazepine
Mulai dipergunakan pada thn 1960-an; menggantikan meprobamate dan barbiturat. Golongan benzodiazepine dinyatakan lebih aman daripada kedua preparat terdahulu(meprobamate dan barbiturat)

Salah satu preparat benzodiazepine adalah diazepam. Kisaran dosis yg dipergunakan 2- 60 mg/oral/hari dalam dosis terbagi. Dan kebanyakan kasus ansietas sudah dapat diatasi dengan dosis 6-40 mg/oral/hari

Sebaiknya dosis diazepam dimulai dengan dosis rendah dan setelah 3-4 hari dinaikkan menjadi dosis pengobatan penuh. Pada kasus ansietas akut dapat diberikan diazepam 10-20 mg IM atau IV. Pada pemberian diazepam IV lakukan secara perlahanlahan; dianjurkan 1 cc/menit[

Bila telah dicapai dosis pengobatan penuh, biasanya diazepam dengan dosis 0-15 mg/oral/hari, dosis ini dipertahankan 5-8 minggu; dan lalu diturunkan secara bertahap 10-15% per 7-10 hari. Bila gejala ansietas muncul kembali, berarti diperlukan jangka waktu penurunan yg lebih lama (misal 15-20 hari)

Pemakaian preparat benzodiazepine dlm dosis tinggi dan jangka waktu lama dapat menimbulkan toleransi; ketergantungan dan efek sindroma putus zat. Terutama bila mempergunakan benzodiazepine dengan waktu paruh yg singkat

Benzodiazepin terdiri dari: Bromazepam - Alprazolam - Klordiazepoksid - Diazepam - Flurazepam - Lorazepam - Oksazepam - Temazepam - Triazolam.

diazepam (valium)
Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian Oral : Ansietas, 2 mg 3 kali sehari jika perlu dapat dinaikkan menjadi 15-30 mg sehari dalam dosis terbagi; Lansia (atau yang sudah tidak mampu melakukan aktivitas) setengah dosis dewasa Insomsia yang disertai ansietas, 5-15 mg sebelum tidur. Anak-anak, night teror dan somnambulisme, 1-5 mg sebelum tidur. Injeksi i.m atau injeksi i.v lambat : (kedalam vena besar dengan kecepatan tidak lebih dari 5 mg/menit)untuk ansietas akut berat, pengendalian serangan panik akut

Farmakologi Tempat yang pasti dan mekanisme kerja benzodiazepin belum diketahui pasti, tapi efek obat disebabkan oleh penghambatan neurotransmiter GABA. Obat ini bekerja pada limbik, talamus, hipotalamus pada sistie saraf pusat dan menghasilkan efek ansiolitik, sedatif, hipnotik, relaksan otot skelet dan antikonvulsan. Benzodiazepin dapat menghasilkan berbagai tingkat depresi SSP- mulai sedasi ringan sampai hipnosis hingga koma. (AHFS.p.2402)

Kontraindikasi Depresi pernafasan, gangguan hati berat, miastenia gravis, insufisiensi pulmoner akut, glaukoma sudut sempit akut, serangan asma akut, trimester pertama kehamilan, bayi prematur; tidak boleh digunakan sebagai terapi tunggal pada depresi atau ansietas yang disertai dengan depresi. (IONI)

Efek Samping Efek samping pada susunan saraf pusat : rasa lelah, ataksia, rasa malas, vertigo, sakit kepala, mimpi buruk dan efek amnesia. Efek lain : gangguan pada saluran pencernaan, konstipasi, nafsu makan berubah, anoreksia, penurunan atau kenaikan berat badan, mulut kering, salivasi, sekresi bronkial atau rasa pahit pada mulut. (AHFS p.2389-2392)

Bromazepam
Anxiolitik Komposisi : Setiap tablet Lexotan 1.5, 3, 6 mg mengandung : bromazepam (7-bromo-l, 3-dihydro-5-(2-pyridyl)-2H-l, 4benzodiazepm2-one ) 1,5 mg, 3 mg, 6 mg. Khasiat : Pada dosis rendah Lexotan secara selektif mengurangi ketegangan dan kecemasan. Pada dosis tinggi,khasiat sedatif dan relaksasi otot akan tampak.

Peringatan dan perhatian : Bromazepam tidak dianjurkan pada penderita yang hipersensitif terhadap obatini.Hati-hati pada penderita myasthenia gravis dan glaukoma sudut sempit. Prinsip kedokteran tidak menganjurkan pemberian obat apapun pada kehamilan,terutama pada trimester pertama kecuali bila sangat diperlukan.Zat aktif Lexotan dapat melalui air susu ibu tidaklah dapat dielakkan,ibu menyusui tidak boleh memakai Lexotan secara teratur.Pada empat sampai enam jam pertama setelah pemakaian dosis tinggi,penderita harus menghindari mengendarai kendaraan atau menjalankan alat mesin yang berbahaya,karena Lexotan dapat merubah reaksi penderita.Pada pengobatan jangka panjang dengan dosis tinggi,seperti halnya dengan semua obat hipnotik sedative dan tranquilizer,ketergantungan fisik dan psikis dapat terjadi pada individu yang cenderung ketergantungan fisik daan psikis.

Efek samping : mempunyai toleransi yang baik pada dosis pengobatan."Fatique","drowsiness" dan kelemahan ototyang timbul pada dosis tinggi jarang terjadi. Gejala tersebut menghilang bila dosis diturunkan.Walaupun tidak terjadi efek toksik pada darah atau fungsi hati atau fungsi finjal yang dilaporkan.Dari laporan klinis,pengavvasan nitungjenis darah an fungsi hati dianjurkan pada pengobatan jangka panjang. Pengobatan dengan Lexotan harus dihentikan bila terjadi reaksi paradoksikal seperti ansietas, halusinasi,insomnia atau eksitasi.

Interaksi obat: Seperti dengan semua obat psikoaktif,efek dari Lexotan dapat diperkuat oleh alkohol.Bila Lexotan dikombinasi dengan obat yang bekerja disusunan syaraf pusat seperti neuroleptik,tranquilizer,antidepresi,hipnotik,analgesi k dan anestesi, efek sedatif sentral akan dipengaruhi.

Buspiron
Efek samping Buspiron hanya menyebabkan sedikit gangguan psikomotor dibanding benzodiazepin. Efek samping a.l. takikardi, palpitasi, nervousness, keluhan gastrointestinal, parastesia dan miosis. Pada pasien yang menerima MAO inhibitor dapat terjadi peningkatan tekanan darah.

selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI)


Beberapa jenis obat dapat digunakan untuk mengobati anxiety . Namun, obat selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI) umumnya dianggap sebagai pengobatan paling aman dan paling efektif untuk gejala persisten dari anxiety . SSRI yang mungkin akan diresepkan oleh dokter, antara lain: 1. Paroxetine (Paxil, Paxil CR) 2. Sertraline (Zoloft) 3. Fluvoxamine (Luvox, Luvox CR) 4. Fluoxetine (Prozac, Sarafem, dll)

Diphenhydramine
tidak efektif mengatasi insomnia karena penderita harus diobati terlebih dahulu dengan antidepressant atau antipsikotik, akan tetapi Diphenhydramine tetap dapat diberikan pada penderita chronic insomnia, bukan untuk mengatasi insomnia-nya tetapi untuk menghilangkan efek samping yang ditimbulkan antidepressant atau antipsikotik

KONTRAINDIKASI: Closed-angle glaucoma dan retensi urin. Pasien yang diketahui alergi terhadap difenhidramin. Pasien dimana efek sedasi tidak diinginkan seperti pengemudi dan operator mesin (toleransi terhadap efek sedatif berkembang sejalan dengan administrasi kronik).

INTERAKSI OBAT: Alkohol dan obat-obatan yang dapat menyebabkan depresi SSP akan meningkatkan efek depresan produk ini. Monoamine oxidase (MAO) inhibitor akan memperpanjang dan meningkatkan intensitas efek antikolinergik dari antihistamin. Pemakaian secara bersamaan dengan antidepresan tricyclic dan obat-obatan lain sejenis atropin yang dapat meningkatkan efek antikolinergik. Difenhidramin dapat meningkatkan efek depresan dari barbiturate, transquilizer dan depresan SSP lainnya.