Anda di halaman 1dari 32

Disusun Oleh : Eva Noviani Lestari Dini Paramita D

Deis Hikmawati,dr.,Sp.KK., M.Kes

Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Program Pendidikan Dokter Unisba 2011

BED SITE TEACHING


LEPROSY

Status Pasien
Nama Jenis kelamin Umur Alamat Pekerjaan Agama Suku Bangsa Pendidikan Terakhir Status Marital Tanggal Pemeriksaan : Tn.R : Laki-laki : 22 tahun : Subang : Buruh : Islam : Sunda : SMA : Belum Menikah : 18 April 2011

Keluhan Utama
Bercak putih disertai baal di kaki kanan

Anamnesa Khusus
Sejak 1 bulan yang lalu os mengeluh timbul bercak putih di kaki kanan
didekat mata kaki bagian dalam. Bercak putih ini awalnya kecil seperti digigit nyamuk, lama kelamaan membesar sebesar koin. Bercak putih ini disertai dengan rasa baal, kering, namun tidak terasa gatal. Bercak putih ini menyebar ke bagian kaki kiri dan kanan serta jari manis kaki kanan. Bercak putih ini disertai dengan rasa baal, kering, namun tidak terasa gatal. Pasien tidak mengeluhkan adanya rambut, bulu mata, dan alis yang rontok dalam jumlah yang banyak ataupun terjadi perubahan warna, gangguang penglihatan, hidung terasa lebar, mimisan, penebalan cuping telinga, luka pada daerah mulut, suara serak , pembesaran payudara, pengecilan buah zakar, maupun

Pasien tidak mengeluhkan adanya rambut, bulu mata, dan alis yang

rontok dalam jumlah yang banyak ataupun terjadi perubahan warna,


gangguang penglihatan, hidung terasa lebar, mimisan, penebalan cuping telinga, luka pada daerah mulut, suara serak , pembesaran payudara, pengecilan buah zakar, maupun munculnya benjolan tidak normal di tubuh.

Pada saat SD, os mengalami keluhan yang sama. Timbul sebuah bercak putih sebesar koin di lengan bawah tangan kanan tanpa menyebar ke bagian lain. Bercak ini terasa baal, kering tanpa disertai rasa gatal. Untuk keluhan pada saat SD, os berobat ke dokter dan mendapat pengobatan 2 pil kecil yang dimakan setiap hari, dan pil coklat yang dimakan sekali sebulan. Pengobatan ini berlangsung selama 3 tahun dan dinyatakan sembuh oleh dokter, atau pasien sudah sembuh dari penyakit kusta sekitar 12 tahun yang lalu.

Di sekitar rumah os, terdapat tetangganya yang juga mengidap sakit kusta. Di lingkungan rumah os, terdapat anggota keluarga yang memiliki keluhan yang sama yaitu kakak os. Pasien mengaku mandi dua kali sehari, sering berkeringat namun sering membersihkan keringat dan mengganti pakaiannya. Pasien menyangkal sering terpapar sinar matahari dalam jangka waktu yang lama

Untuk keluhan saat ini, pasien sudah melakukan pengobatan, oleh dokter
diberikan obat berwarna merah 1 kali dan obat dapson 100 mg selama 3 hari. 2 hari sejak mengkonsumsi obat yang berwarna merah pasien mengeluhkan demam, sakit kepala, mual, nyeri pada perut kiri bagian atas dan nyeri-nyeri sendi. Satu hari kemudian pasien mengeluhkan matanya terlihat kuning. Karena keluhan tersebut pasien datang untuk menjalani perawatan di RSMB.

Pemeriksaan Fisik
Kesadaran : komposmentis Keadaan umum : tampak sakit sedang Vital Sign TD : normal PR : normal RR : normal T : febris BB : 55 kg TB : 158 cm Gizi : Baik

Kepala Rambut : alopecia (-) Wajah : Facies leonina (-) Mata : Konjungtiva tidak hiperemis, Sklera ikterik, Lagoftalmus -/-, alis dan bulu mata madarosis -/-, iridosiklitis -/-, gangguan visus -/Hidung : saddle nose (-), epistaxis (-) Telinga : penebalan cuping telinga -/Mulut : oral ulcer (-), nodus (-) Laring+ faring: suara parau (-), hiperemis (+) Leher : KGB tidak membesar,

Dada : Bentuk dan pergerakan simetris, ginekomastia -/Paru-paru: VBS ki=ka, ronki (-), wheezing (-) Jantung S1,S2 normal, regular. Perut : Datar, lembut, hati dan limpa tidak teraba Bising usus (+) normal Genital : atrofi testis -/ Ekstrimitas : Atas : absobsi -/-, Claw hand -/-, Atrofi tenar dan hipotenar -/-, kontraktur -/Bawah : Foot drop -/-, absorbsi -/-, kontraktur -/-

STATUS NEUROLOGIK
Kelainan Saraf Saraf Pembesaran Nyeri Konsistensi

N. Auricular Magnus
N. Radialis N. Ulnaris N. Pepliteal

+/+
+/+ +/+ +/-

-/-/-/-/-

keras
keras keras keras

STATUS NEUROLOGIK
Motorik Kekuatan otot baik Atropi otot tenar, hipotenar, interphalang (-) Sensorik Pada daerah sekitar lesi : Anestesi (stocking area) pada kaki kanan dan anestesi pada bekas lesi lengan kanan bawah Sensasi raba menurun pada kaki kanan bawah dan pada bekas lesi pada tangan kanan lengan bawah Sensasi suhu (panas dan dingin) menurun pada kaki kanan bawah dan pada bekas lesi pada tangan kanan lengan bawah Autonomik Tidak dilakukan pemeriksaan

STATUS DERMATOLOGIKUS
Distribusi : Regional, asimetris Lokasi : ad regio sepertiga tungkai bawah sebelah kanan dan kiri , jari manis kaki kanan Karakteristik lesi : Jumlah multiple (dua buah) Discrete Bentuk irregular Ukuran lesi terkecil 0,5x0,5 cm 3x4 cm Batas tegas Datar dengan kulit sekitarnya Kering Efloresensi : Makula hipopigmentasi

DIAGNOSIS BANDING
Mobus Hansen tipe BB-BL atau BT-BB dengan reaksi kusta tipe I upgrading dengan drug induce hepatitis. Morbus Hansen tipe BT-BB atau BB-BL dengan drug induced hepatitis

USULAN PEMERIKSAAN
Darah rutin Fungsi hepar Bilirubin direct Bilirubin indirect Bilirubin total SGPT dan SGOT

Pemeriksaan Bakteriologi (Ziehl Nielson) Untuk menentukan klasifikasi penyakit Lepra, dengan melihat kepadatan BTA tanpa melihat kuman hidup (solid) atau mati (fragmented/ granular) 1. Bacterial Index

2. Morfological Index Untuk menentukan persentasi BTA hidup atau mati Rumus: Jumlah BTA solid x 100 % = X % Jumlah BTA solid + non solid Guna: Untuk melihat keberhasilan terapi Untuk melihat resistensi kuman BTA Untuk melihat infeksiositas penyakit

Pemeriksaan histopatologik (utk membedakan tipe TT & LL) Pada tipe TT ditemukan Tuberkel (Giant cell, limfosit) Pada tipe LL ditemukan sel busa (Virchow cell/ sel lepra) yi histiosit dimana di dalamnya BTA tidak mati, tapi berkembang biak membentuk gelembung. Ditemukan lini tenang (subepidermal clear zone)

Pemeriksaan tes lepromin digunakan utk melihat daya imunitas pdrt thdp peny Lepra. ,1 ml lepromin, dipersiapkan dari extraks basil organisme, disuntikkan intradermal. 1. TES MITSUDA Menggunakan basil lepra mati Hasil rx diperiksa stlh 3 4 minggu Interpretasi: tidak ada reaksi/ kelainan +/- papel + eritema < 3 mm +1 papel + eritema 3 5 mm +2 papel + eritema > 5 mm +3 ulserasi

2.

TES FRENANDEZ Menggunakan fraksi prot M.leprae Hasil reaksi diperiksa setelah 48 jam Interpretasi: tidak ada kelainan +/- indurasi + eritema < 5 mm + 1 indurasi + eritema 5 10 mm + 2 indurasi + eritema 10 15 mm + 3 indurasi + eritema 15 20 mm

Perbedaan

Tuberkuloid (TT)

Lepromatosa (LL)

Jumlah lesi
Efloresensi Distribusi Permukaan Lesi Tepi lesi Anestesi Kontraktur Bakterioskopi

1/ bbrp
Makula/ plakat Asimetris Lebih kasar Batas jelas Jelas stad dini Sering stad dini BTA atau sedikit

Banyak
Papel, nodul & infiltrat Simetris Lebih halus dan mengkilap Batas tak jelas Tak jelas, biasa stad lanjut Terutama stad lanjut BTA banyak

Reaksi Reversal
merupakan peningkatan sistem imunitas selular lesi lama lebih aktif: eritematosa, udem, menimbul dapat disertai neuritis akut dapat muncul lesi baru kadang-kadang ada gejala prodromal terjadi pada tipe BT-BB-BL Episode inflamasi akut karena terjadi hipersensititas tipe lambat Terjadi pada kusta borderline Berhubungan dengan upgrading atau downgrading Kadang disebut reaksi reversal Mempunyai gambaran yang mengenai kulit, syaraf Mempunyai gejala sistemik

Reaksi ENL

merupakan reaksi antigenantibodikomplemen muncul nodus eritematosa yang nyeri, terutama di ekstremitas terdapat gejala prodromal dan gejala sistemik contoh: artritis, neuritis, iridosiklitis terjadi pada tipe lepromatosa Disebabkan karena pengendapan antigen antibodi kompleks Terjadi pada kusta multibasiler Disebut juga erythema nodusum leprosum Mempunyai lesi mengenai kulit dan syaraf Ada gejala sistemik

DIAGNOSIS KERJA
Mobus Hansen tipe BB-BL atau BT-BB dengan reaksi kusta tipe I upgrading dengan drug induce hepatitis.

Penatalaksanaan
Umum Bedrest Penderita diberi penerangan bahawa penyakit yang diderita adalah penyakit kronis dan sebaiknya menghindari faktor pencetus dan jangan digaruk. Penderita juga diberi penerangan tentang cara pengobatan.

Pengobatan Khusus Pada Kusta


Rifampicin (rifampin, rifadin, rimactane) Rifampicin merupakan derivat semisintetik rifamycin yang menghambat sintesis RNA patogen mikroba spektrum luas. Obat bakterisidal paling efektif melawan M.Leprae. Dosis bulanan 600 mg (highly bactericidal) sama efektifnya dengan rifampicin harian. Terbukti non toksik walaupun pada kasus tertentu dilaporkan terjadi gagal ginjal, trombositopenia, influenza like syndrome, dan hepatitis. Efek samping : urine coklat kemerahan, sputum, keringat. Menurunkan efek steroid dan mengganggu efektivitas kontrasepsi oral

Dapsone (DDS, 4,4-diaminodiphenylsulfone) Inhibitor sintetase folate synthesizing enzyme system M.Leprae Tidak mahal dan relatif tidak toksik. Pada kasus tertentu dilaporkan terjadi delayed hypersensitivity reaction, agranulocytosis, dan mild hemolytic anemia. Dosis 100 mg harian : Bakterisidal lemah melawan M.Leprae Jika digunakan sebagai monoterapi memiliki efektivitas yang terbatas dan menyebabkan emergence of dapsone resistance.

Clofazimine (Lamprene, B663, G30320) Senyawa rimino derivat phenazine dye. Absorpsi baik jika diformulasikan dengan microcrystalline oil-wax base Aktivitas bakterisidal melawan M.Leprae, meningkatkan aktivitas anti inflamasi Non toksik Dosis tinggi (200-300 mg harian) digunakan untuk mengontrol reaksi leprosy pada pasien yang tidak boleh mengkonsumsi kortikosteroid karena ketergantungan, toksisitas, ataupun kontraindikasi yang lain Efek samping : Pigmentasi kulit (hilang setelah penghentian terapi 6-12 bulan), pada dosis yang lebih tinggi bisa terjadi keluhan gastrointestinal.

Multibacilary (12 bulan)

Paucibacillary (6 bulan)

PENGOBATAN PASIEN INI??

Pengobatan MB Pengobatan selama 18-24 bulan Rifampisin 600 mg / bulan Clofazimine 300 mg / bulan Dapsone 100 mg / hari Pengobatan lanjutan Clofazimine 300 mg/ bulan Dapsone 100 mg/ hari Hepatoprotektor Curcuma 2x 100 mg Reaksi Kusta Paracetamol 3 x 500 mg Prednisone 30-80 mg/hari, dosis terbagi, diturunkan 5-10 mg/2 mgg

Prognosis
Quo Ad vitam : Ad bonam Quo ad Fungsionam : Ad bonam Qio ad sanasionam : Dubia Ad bonam

TERIMAKASIH