Anda di halaman 1dari 29

Materi

DASAR MEMBACA EKG NORMAL


Disampaikan pada :

PELATIHAN INSTRUKTUR KLINIK BAPELKES DEPKES RI, 16-20 FEBRUARI 2011


HIMPUNAN PERAWAT GAWAT DARURAT DAN BENCANA INDONESIA

EKG
Grafik yang merekam perubahan potensial listrik jantung. Rekaman aktivitas listrik jantung, tidak mengukur fungsi mekanik. Tidak merekam seluruh aktivitas listrik jantung, hanya aliran yang ditransmisikan ke area dimana elektroda ditempatkan.

Sandapan EKG (ECG Leads)


Untuk rekaman rutin, terdapat 12 sandapan :
Tiga buah bipolar standard lead ( I, II, III ) Tiga buah unipolar limb lead ( aVR, aVL, aVF ) Enam buah unipolar chest lead ( V1 V6 )

SANDAPAN BAKU BIPOLAR

SANDAPAN EKSTERMITAS UNIPOLAR

SANDAPAN DADA UNIPOLAR


Adalah rekaman potensial dari satu titik dipermukaan dada.
Sandapan V1 : ICS IV garis sternal kanan. Sandapan V2 : ICS IV garis sternal kiri. Sandapan V3 : antara V2 dan V4. Sandapan V4 : ICS V garis midklavikular kiri. Sandapan V5 : Setinggi V4 garis aksilaris anterior kiri. Sandapan V6 : Setinggi V4 garis aksilaris media kiri

Syarat EKG layak baca

Identitas ( nama, umur, tanggal, jam, pemeriksa ). Kalibrasi. Kabel terpasang benar.

Kertas EKG

Gambaran EKG Normal

EKG NORMAL
Irama Sinus Ada gelombang P diikuti QRS kompleks T

MENGHITUNG HR
Tentukan apakah reguler atau irreguler

CARA MENGHITUNG HR
Reguler 300/Jml kotak besar R R 1500/Jml kotak kecil R R Irreguler/Reguler Ambil EKG 6 detik, hitung jumlah QRS Kompleks X 10

FREKUENSI / KECEPATAN HR

Normal : 60 100 x/menit Bradikardi : < 60 x/menit Tachikardi : > 100 x/menit

GELOMBANG P
Gambaran yang ditimbulkan oleh depolarisasi atrium

Normal : Tinggi : < 0,3 mvolt Lebar : < 0,12 detik Selalu positif di L II Selalu negatif di aVR
Kepentingan : Mengetahui kelainan di Atrium

Interval PR
Diukur dari permulaan P s/d permulaan QRS

Normal : 0,12 - 0,20 detik


Kepentingan : Kelainan sistem konduksi

GELOMBANG QRS

Normal gelombang Q Lebar : < 0,04 detik Dalam : < 1/3 tinggi R

Normal QRS : Lebar : 0,06 - 0,12 detik Tinggi : Tergantung lead

Gelombang T
Gambaran yang ditimbulkan oleh repolarisasi ventrikel

Nilai normal : * 1 MV di lead dada * 0,5 MV di lead ekstrimitas * Minimal ada 0,1 MV

Segmen ST Diukur dari akhir QRS s/d awal gel T


Normal : Isoelektris Kepentingan : Elevasi Pada injuri/infark akut Depresi Pada iskemia

INTERPRETASI EKG STRIP


Tentukan teratur/tidak Tentukan berapa HR/frekuensi Tentukan gelombang P Normal/tidak Tentukan interval PR Normal/tidak Tentukan gelombang QRS Normal/tidak? Interpretasi ?

Reguler/ Irreguler ?
R R R R

HR/Frekuensi

300/Jml kotak besar R R 1500/Jml kotak kecil R R Ambil EKG L II panjang ( min 6 detik ), hitung QRS kompleknya kemudian kalikan 10

Gelombang P

Normal Positif di L II, Negatif di aVR P : QRS 1: 1 atau 2 : 1 dst PR interval


Memendek/memanjang ? Gelombang QRS Sempit/ lebar ?

Irama normal IRAMA SINUS


Kriteria irama sinus = Normal Sinus rhythm Irama teratur HR : 60 - 100 X/menit Gelombang P normal ( P : QRS = 1 : 1 ) Interval PR normal ( 0,12 - 0,20 detik ) Gelombang QRS normal ( 0,06 - 0,12 detik )

Diluar kriteria tadi disebut

ARITMIA ( DISRITMIA )
Gangguan pembentukan impuls

Gangguan penghantaran impuls