Anda di halaman 1dari 18

Salah satu tantangan yang dihadapi oleh pengelola perkotaan adalah penanganan masalah persampahan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pengelolaan sampah di kota Makassar masih sangat buruk. Dengan tingkat produksi sampah 3.680 meter kubik (m3) per hari, yang tertangani oleh Dinas Pertamanan dan Kebersihan hanya 3.270 m3. Sebanyak 410 m3 lainnya tidak terangkut dan hanya menumpuk di tempat pembuangan sementara (TPS) sampah. Limbah yang tidak terangkut ini banyak berserakan di jalan dan menimbulkan bau tidak sedap. Berdasarkan data Dinas Kebersihan, di Kota Makassar dengan jumlah penduduk 1,3 juta jiwa, setiap hari jumlah sampah yang dihasilkan mencapai 3.680 m3 per hari. Akan tetapi,sampah yang tertangani hanya 3.270 m3.

Tujuan

Tujuan Umum Untuk mengetahui pengelolaan sampah di Kelurahan Mariso Kecamatan Mariso Kota Makassar.

Tujuan Khusus 1. Untuk mengetahui deskripsi wilayah Kelurahan Mariso. 2. Untuk mengetahui pengelolaan sampah di Kelurahan Mariso. 3. Untuk mengetahui rekomendasi yang tepat terhadap permasalahan persampahan di Kelurahan Mariso.

Menurut Robert J. Kodoatie (2003), sampah adalah limbah atau buangan yang bersifat padat, setengah padat yang merupakan hasil sampingan dari kegiatan perkotaan atau siklus kehidupan manusia, hewan maupun tumbuh-tumbuhan. Sampah dalam ilmu kesehatan lingkungan (refuse) sebenarnya hanya sebagian dari benda atau hal-hal yang dipandang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi atau harus dibuang, sedemikian rupa sehingga tidak menganggu kelangsungan hidup.

Sampah Rumah Tangga

Sampah Fasilitas Umum

Jenis Dan Sumber Sampah Menurut Widyatmoko

Sampah Komersial

Sampah Bangunan

Penimbulan sampah (solid waste generated)

Penanganan di tempat (on site handling)

Pengumpulan (collecting)

Pembuangan akhir

Pengolahan (treatment)

Pengangkutan (transfer and transport)

Pencemaran udara

lingkungan

Pencemaran air

Dampak yang dapat ditimbulkan sampah

Penyebab banjir

Secara langsung kesehatan Secara tidak langsung

Luas kelurahan 20 Ha

Kelurahan Mariso
Batas Wilayah:

Utara: kelurahan Lette


Selatan: kelurahan Buyang, Timur: Selat makassar Barat: kelurahan Maccini Sombala.

Jumlah penduduk 7.085 orang Terdiri dari

3.578 orang
3.507 orang

Kantor:

K. Kelurahan dan K. notaris

Wisma dan persewaan rumah maupun kamar.

Sekolah: 3 TK, 5 SD, 4 SMP, dan 1 SMA

volume sampah yang dihasilkan oleh aktivitas perkantoran adalah 5-7,5 liter/hari. Jadi volume sampah yang dihasilkan penduduk 14.17021.225 liter/hari.
jumlah total adalah 14.487,521.719,25 liter/hari atau setara dengan 14,5-21,7 m3/hari.

volume sampah yang dihasilkan di sekolah adalah 312,5-486,75 liter/hari.

Berdasarkan data yang diperoleh pada saat observasi, tidak ada penanganan berupa pemilahan (shorting), pemanfaatan kembali (reuse) dan daur ulang (recycle) yang dilakukan oleh penduduk Kelurahan Mariso pada sampah yang dihasilkan, baik itu pada tingkat rumah tangga, kantor maupun sekolah. Sampah yang dihasilkan akan dibawa ke tempat pembuangan sementara.

Sampah yang dihasilkan pada tingkat rumah tangga di Kelurahan Mariso kurang ditangani dengan baik, di kelurahan tersebut belum terdapat tempat sampah untuk setiap rumah, sampah yang dihasilkan hanya dimasukkan ke dalam kantong plastik besar dan diletakkan di depan rumah, setelah menumpuk, baru kemudian dibawa oleh pemilik rumah ke TPS yang telah disediakan. Adapun pewadahan sampah di kelurahan ini bersifat komunal (TPS) untuk menampung/menyimpan sementara sampah dari semua warga di suatu tempat, berupa 1 buah kontainer berukuran 6m3.

Individu langsung

TPS

Komunal langsung

TPA

Pola penyapuan jalan

Pengangkutan dilakukan 2 kali sehari atau ketika kontiner sampah penuh.

Penanganan pengangkutan sampah yang dilakukan 2 kali/hari dapat menangani 12 m3 sampah, hal ini berarti masih ada lebih dari 2,5 m3 sampah yang tidak tertangani, namun menurut petugas kelurahan, sampah juga diangkut ketika kontainer penuh.

Pengangkutan sampah

Untuk menangai masalah persampahan di Kelurahan Mariso, perlu dilakukan beberapa hal, antara lain: Pada tingkat rumah tangga, kegiatan reduce dan reuse harus diprioritaskan untuk menekan pertumbuhan sampah. Kegiatan pemilahan juga sangat penting untuk mempermudah pengelolaan sampah pada tahap selanjutnya. Setiap rumah diharapkan untuk menyedikan tempat sampah di rumahnya agar sampah yang sebelumnya diletakkan di depan rumah tidak mengurangi estetika lingkungan atau sampah yang dihasilkan langsung dibawa ke TPS yang tersedia. Kelurahan dapat menjadi wadah bagi warga saling membantu untuk mengelola sampah. Sampah dari warga yang masih memiliki nilai manfaat dikumpulkan kemudian didaur ulang menjadi barang yang bermanfaat. Proses pengumpulan sampah bisa menggunakan program bank sampah. Memaksimalkan kinerja petugas kebersihan agar sampah yang dihasilkan terutama yang berserakan dipinggir jalan dapat tertangani dengan baik.