Anda di halaman 1dari 11

Peran IDI Dalam Menyepakati Pembayaran INA-CBGs yang Layak, Khususnya Dokter Spesialis

H.N.Nazar

INA-CBGs (Indonesian Case Based Groups)


Suatu sistem pengelompokan penyakit berdasarkan : - Ciri Klinis yang sama - Biaya perawatan yang sama Yang dikaitkan dengan pembiayaan. Tujuan : Meningkatkan mutu dan efektifitas pelayanan kesehatan.

Persoalan Dokter Spesialis mengenai INA-CBGs


Pemahaman tentang sistem INA-CBGs yang utama tentang :
-

Grouping

Coding
Diagnosa penyerta Sistem rujukan

Costing

(pelayanan primer-sekunder-tersier) paralel dengan (pelayanan dokter umum- spesialis-subspesialis)

Persoalan Dokter Spesialis mengenai INA-CBGs


Dokter terbiasa INA-CBGs Fee for Service Remunerasi

Ketidaksetaraan fasilitas rumah sakit antar regional meskipun type rumah sakit sama Rawat Bersama ??

Kiat Penyelesaian
Duduk bersama antara rumah sakit dan dokter. Kejujuran dan kesungguhan (transparansi) manajemen rumah sakit dan dokter menjadi pusat penyelesaian khususnya pada penerimaan jasa dokter, termasuk keterbukaan manajemen dalam hal penerimaan rumah sakit yang berasal dari non-jasa profesi (obat, alat kesehatan, dsb). Rentang Jasa medis bisa terformulasi (tertulis). Dokter setiap saat bisa mengakses dan menghitung perkiraan jasa medis yang diterima.

Kiat Penyelesaian
Pembuatan Clinical Pathway oleh tiap perhimpunan profesi Pembekalan dokter khususnya Dokter Spesialis tentang INA-CBGs secara lengkap termasuk fungsi verifikator-nya Penjelasan dan sosialisasi mengenai perubahan income dokter yang tadinya fee for service menjadi remunerasi yang menghendaki pemahaman dengan perubahan sikap dan tetap berpegang pada etika luhur kedokteran

Kiat Penyelesaian
IDI akan mensosialisasikan dan memberdayakan anggotanya dengan memberikan pengetahuan dan pemahanan tentang BPJS pada umumnya dan INA-CBGs pada khususnya. IDI harus diikutsertakan secara aktif dalam penunjukan/pemilihan rumah sakit baik pemerintah maupun swasta yang akan melaksanakan INA-CBGs berkaitan dengan kesiapan sarana tersebut sesuai dengan yang diamanatkan oleh UU No.24 Tahun 2011 tentang BPJS dan PerPres RI No.12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan.

Kiat Penyelesaian
Bagaimanapun dalam masa peralihan ini sistem remunerasi tidak akan dapat berjalan secara sempurna, untuk itu setiap rumah sakit tetap harus mempunyai acuan tarif tindakan medik, salah satu acuannya adalah rentang tarif yang telah diajukan PB-IDI.

Yang Harus diwaspadai


Kecenderungan yang menjurus pada terjadinya morale hazard. mutu pelayanan, Co: - Berkurangnya contact hour dokterpasien

INA CBGs Single Loyality

Terima Kasih
Wassalam H.N.Nazar