Anda di halaman 1dari 21

ARTRITIS GOUT

Pendahuluan
Definisi :
Artritis pirai (gout) adalah kelompok
penyakit heterogen sebagai akibat
deposisi kristal monosodium urat
pada jaringan atau akibat
supersaturasi asam urat didalam
cairan ekstraselular.

Pendahuluan
Manifestasi klinik deposisi urat meliputi:

1. Serangan berulang pada sendi dan peradangan di sekitar
sendi (artritis gout )

2. Akumulasi kristal pada sendi, tulang, jaringan lunak dan
rawan sendi yang merusak tulang (tofi).

3. Batu asam urat pada saluran kencing dan ginjal yang
menimbulkan gangguan fungsi ginjal ( gout nefropati )

Gangguan metabolisme yang mendasarkan gout
adalah hiperurikemia yang didefinisikan sebagai
peninggian kadar urat lebih dari 7.0 ml/dl dan
6.0mg/dl.

Patogenesis
Penumpukan agen penyebab yaitu kristal
monosodium urat pada sendi.

Mekanisme keradangan belum
diketahui secara pasti diduga oleh
peranan mediator kimia dan selular.

Pengeluaran berbagai mediator
keradangan akibat aktivasi melalui
berbagai jalur, antara lain aktivitas
komplemen C dan selular.
Penyebab hiperurisemia
1. Produksi asam urat meningkat :
a. Penyebab genetik
Mutasi genetik

b. Penyebab didapat
Penyakit mieloproliferatif, hemolitik,
psoriasis.
Makanan tinggi purine
Obesitas dan hipertriglesiridemia
Alkohol
Konsumsi fruktosa
Latihan fisik berat
Penyebab hiperurisemia
2. Ekskresi asam urat menurun
a. Penyebab genetik
Pengeluaran asam urat yang menurun

b. Penyebab didapat
Penyakit ginjal
Obat-obatan tertentu
Penyebab ginjal (darah tinggi, aliran urin
menurun :<1ml/min)
Manifestasi Klinik
Gejala gout berkembang dalam 4
tahap yaitu;

tahap asimptomatik,
artritis gout akut,
interkritikal gout dan
gout menahun dengan tofi (Gout
tofaseus kronik)
1. Tahap asimptomatik
Tahap Asimptomatik : Pada tahap ini kadar asam
urat dalam darah meningkat, tidak menimbulkan
gejala.

Bila konsentrasi asam urat lebih dari 7mg/dl
dalam darah cenderung akan terjadi kejenuhan.

Dikatakan hiperurisemia jika laki-laki >8.1mg/dl,
wanita 7.2mg/dl.

Kadar asam urat wanita biasanya 1mg/dl di
bawah laki-laki namun cenderung sama setelah
manopause.

Peningkatan asam urat tidak selalu disertai gejala
klinis.
2. Artritis gout akut
Laki-laki : serangan gout umumnya terjadi pada dekade kelima atau keenam

Wanita : cenderung lebih tua atau tergantung beberapa faktor lain antara
lain usia saat menopause.

Radang sendi pada stadium ini sangat akut timbul sangat cepat dalam
waktu singkat.

Pasien tidur tanpa ada gejala apa-apa. Pada saat bangun pagi terasa sakit
yang hebat dan tidak dapat berjalan.

Biasanya bersifat monoartikuler.

Keluhan utama berupa nyeri, bengkak, terasa hangat, merah, dan gejala
sistemik berupa demam, menggigil dan merasa lelah.

Nyeri meningkat sampai puncaknya dalam 8-12 jam.

Lokasi yang paling sering adalah pada MTP-1 (90%) yang biasanya disebut
podagra.

Apabila proses penyakit berlanjut, dapat terkena sendi lain yaitu
pergelangan tangan/kaki, lutut, dan siku.

2. Artritis gout akut
Serangan akut ini dilukiskan olah Sydenham sebagai:
sembuh beberapa hari sampai beberapa minggu, bila tidak
diobati, rekuren yang multipel, interval antara serangan
singkat dan dapat mengenai beberapa sendi.

Pada serangan akut yang tidak berat, keluhan-keluhan
dapat hilang dalam beberapa jam atau hari.

Pada serangan akut berat dapat sembuh dalam beberapa
hari sampai beberapa minggu.

Serangan gout yang tidak diobati akan berlangsung selama
beberapa jam sampai 1-2 minggu.

Serangan pertama dan serangan berikutnya umumnya
lebih dari satu tahun.

Selanjutnya serangan akan bertambah sering dan nyerinya
berlangsung lebih lama, serta melibatkan banyak sendi.
2. Artritis gout akut
Faktor pencetus serangan akut : trauma
lokal, diet tinggi purin, kelelahan fisik,
stres, tindakan operasi, pemakaian obat
diuretik atau penurunan dan peningkatan
asam urat.

Penurunan asam urat darah secara
mendadak dengan allopurinol atau obat
urokosurik dapat menimbulkan
kekambuhan.


3. Stadium interkritikal
Ketelanjutan stadium akut dimana terjadi periode
interkritik asimptomatik.

Secara klinik tidak didapatkan tanda-tanda
radang akut, namun pada aspirasi sendi dapat
ditemukan kristal uratmenunjukkan bahwa
proses keradangan tetap berlanjut, walaupun
tanpa keluhan dapat terjadi satu atau beberapa
kali pertahun, atau dapat sampai 10 tahun tanpa
serangan akut.

Penangganan X baik dan pengaturan asam urat
yang X benar dapat timbul serangan akut yang
lebih sering yang dapat mengenai beberapa sendi
dan bisanya lebih berat berlanjut menjadi
stadium menahun dengan pembentukan tofi.
4. Stadium artritis gout menahun
( Gout tofaseus kronik )
Stadium ini umumnya pada pasien yang mengobati sendiri (self
medication) sehingga dalam waktu lama tidak berobat secara teratur
dengan dokter.

Biasa terjadi setelah 12 tahun sejak serangan gout akut pertama.

Artritis gout menahun biasanya disertai tofi yang banyak dan terdapat
poliartikular.

Tofi ini sering pecah dan sulit sembuh dengan obat, dan kadang-kadang
dapat timbul infeksi sekunder.

Pada tofus yang besar dapat dilakukan eksterpasi, namun hasilnya kurang
memuaskan.

Lokalisasi tofi paling sering : cuping telinga, MTP-1, olekranon, tendon
Achilles dan jari tangan.

Komplikasi tofi : nyeri dan destruksi sendi serta kompresi pada serabut
saraf.

Kadang-kadang disertai batu saluran kemih sampai penyakit ginjal
menahun.
Diagnosis
Ditegakkan berdasarkan anemnesis dan
pemeriksaan fisik, serta adanya kristal asam urat
dalam cairan sendi.

Kadar asam urat dalam darah penderita
umumnya tinggi namun pada serangan akut
kadarnya dapat normal.

Pada serangan akut dapat sampai peningkatan
LED dan leukosit.

Dari aspirasi cairan sendi juga ditemukan jumlah
leukosit yang meningkat dan kristal asam urat
yang berbentuk jarum.
Kriteria diagnosis artritis gout akut
Terdapat kristal asam urat pada cairan sendi atau
Terdapat kristal asam urat dari tofus atau
Terdapat 6 dari 12 parameter tersebut
Artritis akut lebih dari sekali
Puncak peradangan terjadi pada hari pertama
Serangan monoartritis
Kemerahan sendi
Bengkak dan nyeri MTP-1
Artritis sesisi meliputi MTP1
Artritis unilateral termasuk sendi tarsal
Diduga ada tofus
Hiperurisemia
Radiografi sendi : pembengkakan pada 1 sendi
Radiograf : kista subkortikal tanpa erosi sendi
Biakan cairan sendi negatif saat terjadinya serangan radang.
Laboratorium
Peningkatan kadar asam urat

Meningkatnya kadar alkaline phosphatase
(50%) menggambarkan proses inflamasi,
immobilisasi dan resorpsi tulang

Kristal asam urat pada sedimen urin

Kelainan fungsi ginjal karena adanya nefropati
urat

Analisis cairan sinovium
Radiografi
Pada awalnya normal atau non
psesifik, selanjutnya dapat dijumpai
erosi punched-out dengan lesi
seperti gigitan tikus (rat bite lesion)
pada tepi tulang.
Penatalaksanaan
Tujuan terapi:
menghilangkan rasa nyeri,
mencegah serangan baru dan
mencegah terbentuknya tofi, batu
ginjal maupun kerusakan sendi.

Non-farmakologik
Farmakologik
Non farmakologik
Edukasi
Pengaturan diet : Rendah purin
Istirehat sendi : Pada serangan akut, daerah
yang nyeri di istirehatkan dan dikompres
dengan air dingin.
Mengurangi berat badan dapat membantu
mengurangi asam urat dalam serum
Alkohol juga dihindari karena selain
menigkatkan produksi juga menggangu
ekskresi asam urat.
Dehidrasi dan trauma berulang juga dielakkan
karena dapat menginduksi serangan gout.
Farmakologik
Urate lowering agent :
Allopurinol : 100-300mg. Mulai diberikan 2
minggu setelah fase akut reda.
Uricosuric : probenesid : 2x 250mg hanya
diberikan jika ekskresi asam urat total melalui
urin dalam 24 jam kurang dari 250mg.

Penting : tidak memberikan urate lowering agent
pada saat serangan akut. Hal ini dapat
meransang penguraian kristal asam urat dan
mejadikan proses peradangan menjadi semakin
lama dan semakin berat.

Farmakologik
Pada fase akut:

Jika penderita datang dalam 12-24 jam pertama serangan,:
Colchicne 0.5 1mg/ 1-2 jam sampai nyeri hilang dengan dosis
maksimal 6mg/hari. Di lanjutkan 1 x 0.5 mg/hari sampai 2-4
minggu.

NSAID : lebih diutamakan yang onsetnya cepat seperti
Indometasin :25-100mg/hari selama 1 minggu, Diclofenac sodium
3 x 50 mg selama 5 hari. Namun demikian yang long acting pun
dapat digunakan seperti Tenoxicam dosis awal 40mg dilanjutkan
20mg selama 5 hari. Celecoxib 2 x 200mg selama 7 hari.

Jika ada kontraindikasi terhadap NSAID terpaksa diberikan
methyl prednisolon depo atau triamcinolon hexacetonide 40mg,
intra artikular atau IM sekali sahaja.

Bicarbonas natricus diberikan untuk menaikkan pH darah.

Jika serangan akut 3x/tahun atau ada batu urat pada ginjal atau
ada tophus, maka urate lowering agents harus dimakan secara
sinambung untuk mengendalikan kadar asam urat agar selalu
dibawah 5mg/dl.