Anda di halaman 1dari 23

BRONKIEKTASIS

Dr. Niwan T.M, Sp.P


PENDAHULUAN
Bronkiektasis pertama kali ditemukan th
1819 oleh Laennec
Di negara maju insidensinya mengalami
penurunan dari 48 per 10.000 pasien baru
(1952) menjadi 9 per 10.000 (1988)
Di Indonesia tidak ada data, tetapi karena
kasus infeksi paru & sal.napas masih
tinggi, bronkiektasis perlu perhatian
BRONKIEKTASIS
DEFINISI:
DILATASI BRONKUS BRONKUS
BERSIFAT KRONIK DAN MENETAP
YANG DISEBABKAN DESTRUKSI
JARINGAN OTOT DAN ELASTIS
DINDING BRONKUS
PENYEBAB
INFEKSI (BAKTERI, TBC, VIRUS,
MIKOPLASMA)
OBSTRUKSI
KELAINAN KONGENITAL
SINDROMA KARTEGENER (SITUS
INVERSUS, SINUSITIS, FIBROKISTIK
PANCREAS, BRONKIEKTASIS)
ATELEKTASIS
IDIOPATIK
PATOGENESIS
FAKTOR RADANG / INFEKSI
NEKROSIS ENDOBRONKIAL
STENOSIS FOKAL
SILIA TIDAK BERFUNGSI
PEMBESARAN KELENJAR BETAH BENING
(OBSTRUKSI MEKANIK)
FIBROSIS (JARINGAN PARUT) PADA
PARENKIM (DISTORSI JALAN NAPAS)
INHALASI KIMIA BERACUN (INFLAMASI)
FAKTOR MEKANIK (ATELEKTASIS DAN
FIBROSIS PARENKIM)
GENETIK (CACAT BAWAAN)
KARTAGENER (BRONKIEKTASIS,
SINUSITIS SITUS INVERSUS)
DIAGNOSIS
KELUHAN DAN GEJALA
PEMERIKSAN FISIK
RO FOTO POLOS DADA
BRONKOGRAFI (RO FOTO DENGAN KONTRAS)
CT SCAN High Resolution
PEMERIKSAAN SPUTUM KUMAN DAN SENSITIV
ITAS TES (KEPEKAAN AB)
TES FAAL PARU
GEJALA KLINIK
BATUK PRODUKTIF MENAHUN, DAHAK KADANG
BERDARAH
DAHAK MUKOID DAN ATAU MUKOPURLENT. APABILA
DIKUMPULKAN TERLIHAT TIGA LAPIS, YAITU BUIH
LAPIS TERATAS, MUKOS LAPIS TENGAH DAN NANAH
SERTA DEBRIS LAPIS TERBAWAH.
EKSASERBASI AKUT SERING DISERTAI BADAN PANAS
SESAK NAPAS DAN KADANG BERBUNYI
RONKI BASAH MENETAP DAN LOKAL, SERTA KADANG
DISERTAI WHEEZING
KASUS LANJUT KACEKSI, SIANOTIS, DAN JARI
TABUH
PEMERIKSAAN FISIK
TERGANTUNG LUAS PENYAKIT, DERAJAT,
ADA TIDAKNYA OBSTRUKSI
SERING DIJUMPAI:
Ronki basah, biasanya di basal paru
Jari tabuh
Gambaran Bronkiektasis
FAAL PARU
UMUMNYA NORMAL
KASUS BERAT, KELAINAN OBSTRUKSI
DAN RESTRIKSI
HIPOKSEMIA
DIAGNOSA BANDING
BRONKITIS KRONIS
KARSINOMA BRONKUS
KISTIK FIBROSIS
TB PARU
KELAINAN JANTUNG KONGENITAL (JARI
TABUH)
PENATALAKSANAAN
MEDIKAMENTOSA
FISIOTERAPI
PEMBEDAHAN
PENCEGAHAN

MEDIKAMENTOSA
Antibiotika
Bronkodilator
Mukolitik
Ekspektoran
Anti inflamasi
Suplemen oksigen
FISIOTERAPI
Untuk mengeluarkan retensi sputum
dalam saluran napas
Latihan pernapasan
Memperbaiki faal paru
PEMBEDAHAN
Dilakukan bila terapi konservatif tidak
berhasil
Indikasi:
Batuk darah berulang
Batuk darah masif
Infeksi berulang
PENCEGAHAN
Berikan pengobatan adekuat pada
penderita pneumonia, pertusis, morbili
Lebih baik lagi pemberian imunisasi
Cegah bukan perokok aktif maupun pasif
PENYULIT
BATUK DARAH PROFUS
ABSES PARU
PNEUMONIA
EMPIEMA
EMFISEMA
GAGAL NAPAS
KOR PULMONALE