Anda di halaman 1dari 59

ENSEFALOPATI HIPERTENSI

Reza Halim
dr.Gusti Ayu Putu Nilawati, Sp.A
RESPONSI DAN TINJAUAN KASUS
DALAM RANGKA MENJALANI MASA KKM
SMF ILMU KESEHATAN ANAK FK UNUD RS SANGLAH
Pendahuluan


Penyakit hipertensi pada anak-anak dan neonatus tanpa memberikan
manifestasi klinis yang jelas.

Prevalensi penyakit hipertensi pada anak-anak sangat jarang.

Mayoritas : hipertensi sekunder

penyakit ginjal sindroma nefrotik, glomerulonefritis akut post Streptococcus,
penyakit peradangan pada ginjal, penyakit renal kistik, infeksi kronik, uropati
obstruktif, dan penyakit hipertensi.

Definisi
Ensefalopati : segala macam penyakit difus pd otak yg menyebabkan kelainan
fungsi & struktur otak kejang & gang. sensoris sbg suatu keadaan
emergensi.

Hipertensi pada anak : nilai rata2 tekanan darah sistolik dan diastolik dari
persentil ke 95 untuk usia, jenis kelamin dan tinggi badan yg diukur paling
tidak 3 kali pd saat yg berbeda ~ klasifikasi hipertensi yang dibuat oleh
Second Task Force on Blood Pressure Control in Children 1987.

Ensefalopati Hipertensi
(Oppenheimer & Fishberg, 1928) :


Krisis hipertensi dimana terjadi peningkatan
tekanan darah akut/berat yg menimbulkan
disfungsi otak akut yg sifatnya reversibel dgn
penurunan tekanan darah.

Epidemiologi
Prevalensi hipertensi pada anak-anak mencapai 1% dari seluruh populasi.

Insiden hipertensi maligna terjadi pada 1% dari seluruh populasi hipertensi.

Insiden pada pria : wanita adalah 2 : 1 yang terjadi baik pada bayi, anak-anak
sampai orang dewasa.

Insiden menurun pada ras Kaukasia tetapi masih tinggi insidennya pada ras
kulit hitam dan ras India-Asia.

Penyakit parenkim ginjal (GNAPS) 2
Koarktasio aorta thorasik 1
Penyakit renovaskuler 3.

Penyebab Hipertensi Berat pd Anak-Anak
(Reisdorff, EJ, Roberts, MR, Wiegenstein JG. Pediatric Emergency Medicine.
Hypertension. 1993; 23:240-248. )
Ginjal
Glomerulonefritis akut
Post Streptococcus
Henoch-Schnlein purpura
Sindrom hemolitik-uremik
Systemic Lupus Erythematosus
Glomerulonefritis kronik
glomerulosklerosis fokal &
segmental
glomerulonefritis
membranoproliferatif
Renovaskular
Refluks vesicouretral dgn jaringan fibrotik
Displasia ginjal
Uropati obstruktif
Penyakit ginjal polikistik
Wilms tumor
Penyakit ginjal tahap akhir
Transplantasi ginjal

Penyakit Susunan Saraf Pusat
Peningkatan tekanan intrakranial
Trauma kepala (walau tanpa disertai
peningkatan tekanan intrakranial)
Lesi medula spinalis
Tumor
Neurofibromatosis
Neuroblastoma
Pheochoromocytoma
Adenoma adrenal
Obat dan Keracunan
Steroid
Cyclosporine A
Kontrasepsi oral
Agen Simpatomimetik
Amfetamin
Kokain
Phencyclidine
Keracunan Timah hitam
Licorice
Koarktasio aorta
Sebab-Sebab Lain
Luka bakar
Immobilisasi
Hipertensi Esensial
Krisis Hipertensi
Hipertensi Maligna
(Hipertensi yang disertai manifestasi
klinis neuroretinopati hipertensi)
Hipertensi Benigna dengan komplikasi akut
(Disfungsi sistem organ akut tanpa
neuroretinopati hipertensi)
a. Ensefalopati hipertensi (umumnya juga
terdapat pada hipertensi maligna)
b. Gagal jantung hipertensi akut (umumnya
juga terdapat pada hipertensi
maligna)
c. Diseksi aorta akut
d. Katastrofi sistem saraf pusat
1. perdarahan intraserebral
2. perdarahan subarachnoid
3. trauma kepala berat
e. Infark miokard akut / Unstable Angina
f. Perdarahan aktif (seperti perdarahan post operasi)
g. Hipertensi tidak terkontrol pada pasien yang
membutuhkan pembedahan.
h. Hipertensi post operasi yang berat
1. Post-coronary artery bypass hypertension
2. Post-carotid endarterectomy hypertension
i. Keadaan pelepasan katekolamin yang berlebihan
1. Pheocromocytoma
2. Interaksi Monoamine oxidase inhibitor-tyramine
3. Bermacam-macam krisis hipertensi lainnya
a. Preeklampsia dan eklampsia
b. Krisis renal sclerodermal
c. Hiperrefleksia pada pasien kuadriplegia

Klasifikasi Hipertensi berdasarkan Usia
(Second Task Force on Blood Pressure Control in Children,
1987).
USIA Hipertensi Signifikan (mmHg) Hipertensi Berat (mmHg)
Bayi baru lahir usia 7 hr TDSistolik 96 TD Sistolik 106
Bayi baru lahir usia 8-30 hr TDSistolik 104 TD Sistolik 110
Infan (kurang dari 2 tahun) TD Sistolik 112 , TD Diastolik 74 TD Sistolik 118 , TD Diastolik 82
Anak usia 3-5 tahun TD Sistolik 116, TD Diastolik 76 TD Sistolik 124, TD Diastolik 84
Anak usia 6-9 tahun TD Sistolik 122, TD Diastolik 78 TD Sistolik 130, TD Diastolik 86
Anak usia 10-12 tahun TD Sistolik 126, TD Diastolik 82 TD Sistolik 134, TD Diastolik 90
Anak usia 13-15 tahun TD Sistolik 136, TD Diastolik 86 TD Sistolik 144, TD Diastolik 92
Anak usia 16-18 tahun TD Sistolik 142, TD Diastolik 92 TD Sistolik 150, TD Diastolik 98
Patogenesis dan Patofisiologi
Hipertensi anak-anak tersering glomerulonefritis
akut post inf. Streptococcus -hemolitikus grup A
kulit atau faring
Patogenesis adanya deposisi komplek imun pada
membran basal glomerolus
Ada dua teori patogenesis :
- Teori modulasi autoregulasi fisiologik dari tonus
vasomotor arterioler prekapiler
- Teori komplikasi hipertensi maligna (neuroretinopati
hipertensi)
Bagan Patogenesis
Ensefalopati Hipertensi
Nolan, CR. Hypertensive Crisis. Diunduh dari: URL:
http://www.kidneyatlas.org/book3/ adk3-08.QXD.pdf.

Hipertensi Maligna
(Adanya Neuroretinopati
hipertensi)
Hipertensi Nonmaligna akut/berat
(Tanpa disertai adanya
Neuroretinopati hipertensi)
Hipertensi akut atau berat
Kegagalan autoregulasi aliran darah otak
Vasodilatasi paksa arteriol otak
Kerusakan endotel
(peningkatan permeabilitas
terhadap protein plasma)
Hipoperfusi otak
(peningkatan tekanan hidostatis
kapiler)
Edema Otak
Ensefalopati Hipertensi
(nyeri kepala, muntah, kelainan status mental, kejang)
Manifestasi Klinis
ANAMNESA
Saqueton, C. Case Conference. Diunduh dari :
URL: http://www.peds.umn.edu/divisions/
pccm/cc/saqueton/default.html.
INFORMASI RELEVANSI
Riwayat keluarga akan adanya hipertensi, preeklamsia,
toxemia, penyakit ginjal, tumor
Curiga ke arah hipertensi esensial, penyakit ginjal turunan,
dan beberapa penyakit endokrin (seperti familial
pheochromocytoma with multiple endocrine
adenopathy II)
Riwayat keluarga akan adanya komplikasi awal hipertensi
dan/atau atherosklerosis
Curiga hipertensi dan/atau adanya faktor resiko penyakit
jantung koroner
Riwayat neonatal Penggunaan kateterisasi umbilikal menyarankan perlunya
evaluasi vaskularisasi ginjal dan keadaan ginjal
Nyeri kepala, sensasi berputar pada kepala, epistaksis,
masalah penglihatan
Keluhan nonspesifik, biasanya tidak membantu mencari
etiologi penyakit
Nyeri perut, disuria, nokturia, enuresis Curiga adanya penyakit ginjal yang mendasarinya
Bengkak/nyeri sendi, edema wajah atau perifer Curiga penyakit jaringan ikat dan/atau bentuk lain dari
nefritis
Berat badan turun, gagal tumbuh mudah berkeringat,
kemerahan (flushing), demam, palpitasi
Kombinasi semuanya curiga pheochromocytoma
Kram otot, kelemahan, konstipasi Curiga hipokalemia dan hiperaldosteronisme
Usia menarche, perkembangan seksual Curiga defisiensi enzim hidroksilase
Konsumsi obat resep dokter atau obat yang dijual bebas,
kontrasepsi, obat-obat lainnya
Curiga hipertensi yang diinduksi obat
Manifestasi Klinis
Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum : lemah, malaise, berat badan
Sistol 150-290 mmHg & diastol 100-180 mmHg (Klasifikasi Hipertensi/Usia dari
Second Task Force on Blood Pressure Control in Children)
Funduskopi :
Grade III-IV khas hipertensi maligna penglihatan s/d buta
Perdarahan retina nekrosis kapiler dan precap dinding arterioler
Eksudat keras kerusakan endotel Macula Star
Eksudat lunak infark iskemik serat-serat saraf optik
Papil edema pembengkakan diskus optikus dengan kerusakan cup
Jantung : 11% gagal jantung :
Gagal jantung akut dan edema paru
Hipertrofi ventrikel kiri 75%
Kadang-kadang enyakit jantung iskemik, angina, infark miokard dan diseksi
aorta
Neurologis : nyeri kepala dan hilang keseimbangan jarang Ensefalopati
hipertensi
Peningkatan tekanan darah yang cepat hilangnya autoregulasi pembuluh
darah otak vasodilatasi otak, hipoperfusi, pemecahan sawar darah-otak,
eksudasi plasma dan edema otak fokal.

Manifestasi Klinis
Pemeriksaan Penunjang
National High Blood Pressure Education Program
Working Group on High Blood Pressure in Children
and Adolescents. The Fourth Report on the
Diagnosis, Evaluation, and Treatment of High Blood
Pressure in Children and Adolescents.
Diunduh dari : URL :
http://pediatrics.aappublications.org/cgi/content-
nw/full/114/2/ 52/555.

Prosedur Tujuan Populasi Target
Laboratorium :
Pemeriksaan hematologi rutin

Pemeriksaan kimia darah (BUN,
kreatinin, elektrolit)
Pemeriksaan kadar lemak dan
glukosa puasa


Pemeriksaan urinanalisis dan
kultur urin
Determinasi plasma renin


Level steroid plasma dan urin

Level katekolamin plasma dan
urin

Anemia yang konsisten dengan
gambaran penyakit ginjal kronik
Penyakit ginjal dan pyelonefritis
kronik
Mengidentifikasi hiperlipidemia
dan abnormalitas metabolik


Temuan adanya penyakit ginjal
dan pielonefritis kronik
Identifikasi level renin rendah,
terkait dengan penyakit
mineralokortikoid
Identifikasi hipertensi yang
dimediasi steroid
Identifikasi hipertensi yang
dimediasi katekolamin

Setiap anak-anak dengan tekanan
darah persisten persentil 95
Setiap anak-anak dengan tekanan
darah persisten persentil 95
Setiap anak-anak dengan tekanan
darah persentil 95, riwayat HT,
KV (+), anak-anak penderita
penyakit ginjal kronik
Setiap anak-anak dengan tekanan
darah persisten persentil 95
Anak-anak dengan hipertensi
stage 1 dan 2

Anak-anak dengan hipertensi
stage 1 dan 2
Anak-anak dengan hipertensi
stage 1 dan 2
Pencitraan :
EKG (Echocardiogram)


USG ginjal



Isotopic scintigraphy
(renal scan)
MRA (Magnetic
ResonanceAngiography)
Duplex Doppler flow
studies
CT Scan 3 Dimensi

Arteriografi

Identifikasi hipertrofi
ventrikel kiri dan kelainan
jantung lainnya
Temuan adanya jaringan
parut pada ginjal, anomali
kongenital atau pengerutan
ukuran ginjal
Identifikasi penyakit
renovaskuler
Identifikasi penyakit
renovaskuler
Identifikasi penyakit
renovaskuler
Identifikasi penyakit
renovaskuler
Identifikasi penyakit
renovaskuler

Setiap anak-anak dengan
tekanan darah persisten
persentil 95
Setiap anak-anak dengan
tekanan darah persisten
persentil 95

Anak-anak dengan
hipertensi stage 1 dan 2
Anak-anak dengan
hipertensi stage 1 dan 2
Anak-anak dengan
hipertensi stage 1 dan 2
Anak-anak dengan
hipertensi stage 1 dan 2
Anak-anak dengan
hipertensi stage 1 dan 2
Diagnosis Banding
Reisdorff, EJ, Roberts, MR, Wiegenstein JG. Pediatric Emergency
Medicine. Hypertension. 1993; 23:240-248.
DENGAN MODIFIKASI
Wahjoepramono, EJ. Cedera Kepala. 2000;62-65;65-69
DENGAN MODIFIKASI
Faktor yang
diamati
Ensefalopati Hipertensi Perdarahan Subarachnoid Perdarahan Intraserebral
Onset Dalam hitungan hari. Mendadak. Mendadak.
Derajat kesadaran Progressive obtundation. Sadar baik sampai koma. Koma.
Fundi Perdarahan, eksudat,
terkadang
dijumpai edema
pada papil.
Perdarahan subhyaloid
mungkin dapat
dijumpai .
Perdarahan subhyaloid
mungkin dapat
dijumpai.
Anamnesis Mual, muntah, kejang,
nyeri kepala yang
berlangsung
dalam hitungan
jam sampai
berhari-hari.
Keluhan gejala meningeal
dari ringan sampai
berat seperti nyeri
kepala (worst
headache of life),
demam, kaku
tengkuk,
iritabilitas,
fotofobia.
Koma, hemiplegia, nyeri
kepala, mual,
muntah proyektil.
(tanda-tanda
tekanan
intrakranial
meningkat).
Faktor yang diamati Ensefalopati Hipertensi Perdarahan Subarachnoid Perdarahan Intraserebral
Pemeriksaan fisik Keadaan umum lemah
Hipertensi berat
Mata : Papiledema
Paru : Edema paru
Jantung : LVH
Kesadaran menurun
Pernafasan Cheyne-Stokes
Kepala membesar
hirosefalus
komunikan & non-
komunikan.
Kesadaran menurun
Hipotensi
Pernafasan irreguler
Dilatasi pupil
Refleks Babinsky (+) bilateral
Pemeriksaan
Penunjang
Laboratorium :
Hematologi rutin: anemia.
Kimia darah (BUN,
kreatinin,
elektrolit) ~
penyakit ginjal.
Urinanalisis, kultur urin ~
penyakit ginjal.
EKG : tanda LVH.
USG Ginjal~peny.Ginjal
Lumbal punksi : cairan
serebrospinal
bercampur darah
(xantokrom bila
darah
<)Diagnosis
pasti.
CT Scan : lesi hiperdens
mengikuti pola
sulkus otak.
CT Scan : hematome tampak
sebagai bayangan
hiperdens homogen
batas tegas & edema
perifokal.
DIAGNOSIS & TATA LAKSANA
Diagnosis yang tepat anamnesa cermat + pemeriksaan
fisik + pemeriksaan penunjang secukupnya
Target utama penurunan tekanan darah dengan segera
(diastolik < persentil ke 90), menstabilkan dan
mengembalikan fungsi target organ penggunaan dosis
obat antihipertensi minimal
Hipertensi maligna tanpa komplikasi, tekanan darah
diturunkan tidak boleh >20% target diastolik 100-110
mmHg 24 jam
Hipertensi kronis, penurunan tekanan darah perlahan
tidak boleh >20-25%/24 jam
Bagan Algoritma Pengidentifikasi Anak-
Anak dengan Tekanan Darah Tinggi
Task Force on Blood Pressure Control in Children.
Report of the Second Task Force on Blood Pressure
Control in Children. Pediatrics 1987 (diakses tanggal
7 Maret 2008). Diunduh dari: URL: http:
//pediatrics.aappublications.org /cgi/reprint/79/1/1.

Ukur tekanan darah;
Hitung persentil tekanan darah
90%
<90%
Ulangi pengukuran; bila perlu setiap
kunjungan; persentil tekanan darah
<90%

Lanjutkan perawatan
kesehatan
95%

90-95%

Apabila obese
persentil tekanan
darah tetap 95%


Evalusai diagnosis;
pertimbangkan terapi
nonfarmakologis dan
terapi obat
Jika anak obese
Kontrol berat badan; monitor
tekanan darah
Bila tekanan darah tetap 95%;
pertimbangkan terapi
nonfarmakologis tambahan dan
terapi obat
Tentukan bila tekanan
darah tinggi
berdasarkan usia dapat
dijelaskan dengan
tinggi/berat
Bila tinggi
anak sesuai
usianya
Bila tekanan darah tinggi tidak
bisa dijelaskan dengan
berat/tinggi
Monitor tekanan darah tiap 6
bulan
Bagan Algoritma Penatalaksanaan Anak-
Anak dengan Hipertensi
Berman, S. Pediatric Decision Making.
Hypertension. 1991; 84-86.
Pasien dengan Hipertensi
Anamnesis
+
Pemeriksaan Fisik
Assess tingkat Hipertensi
Ringan
Tekanan darah > persentil ke 90-95
Tekanan
darah normal
Cek ulang
setelah 6 bulan
Tekanan darah tetap >
persentil ke 90.
Pertimbangkan evaluasi
dasar
Berikan terapi
nonfarmakologis
Respon
baik
Respon
buruk
Cek ulang
setelah 3-4 bln

-bloker oral
Diuretik oral
Respon
baik
Respon
buruk
Cek ulang setelah 3-4 bulan

Terapi Maintenance

Evaluasi diagnosis ekstensif

Sedang
Asimtomatik
Tekanan darah > persentil ke 95
Berat
Simtomatik
Tekanan darah > persentil ke 95
Ulang pengukuran tekanan darah
4 kali tiap minggu
Pertimbangkan :
-bloker
Diuretik
Hydralazine

Rawat inapkan pasien
Diazoxide IV
Furosemide IV
Pertimbangkan : Sublingual Nifedipine
Respon
baik
Respon
buruk
Sodium Nitroprusside drip
Respon
baik
Respon
buruk
Pertimbangkan : Nefrektomi Dialisis

Bagan Evaluasi Diagnosis
Ekstensif
Berman, S. Pediatric Decision Making.
Hypertension. 1991; 84-86.

Evaluasi Diagnosis Ekstensif
Asses respon terapi Identifikasi Etiologi
Respon baik Respon buruk
Captopril atau Calcium Channel Blockers
Respon baik Respon buruk
Terapi Maintenance
Pertimbangkan terapi lain
tergantung etiologi
Follow up tiap bulan
TERAPI HIPERTENSI
National High Blood Pressure Education Program Working Group
on High Blood Pressure in Children and Adolescents. The Fourth
Report on the Diagnosis, Evaluation, and Treatment of High Blood
Pressure in Children and Adolescents. Diunduh dari : URL:
http://pediatrics.aappublications.org/cgi/content-nw/full/114/2/
52/555.
TERAPI HIPERTENSI
Indikasi strategi intervensi non-farmakologi :
Tekanan darah sistolik dan/atau diastolik persentil ke 90.

Indikasi untuk inisiasi obat-obat antihipertensi :
Hipertensi diastolik signifikan (lihat Tabel 3)
Adanya bukti lesi organ target
Keluhan dan tanda-tanda klinis peningkatan tekanan darah

Penggunaan terapi parenteral (biasanya vasodilator seperti nitroprusside,
diazoxide, atau hydralazine) hipertensi berat akut, seperti yang
menyertai glomerulonefritis akut, sindrom hemolitik-uremik,
atau trauma kepala yang mana sering diasosiasikan dengan keluhan dan
peningkatan resiko kerusakan organ target
Tabel Macam-macam Obat
Antihipertensi sebagai Manajemen
Hipertensi Emergensi pada Anak-Anak
Saqueton, C. Case Conference
Diunduh dari : URL:
http://www.peds.umn.edu/divisions/
pccm/cc/saqueton/default.html.

Nama Obat Dosis Pemberian
(Dosis awal dan harian dalam miligram)
Nifedipine 0.25-0.5 mg/kg oral prn; pemberian boleh diulang 2 kali bila tidak ada respon
Sodium Nitroprusside 0.5-1 g/kg/dosis IV; boleh ditingkatkan bertahap sampai maksimum 8
g/kg/menit IV
Labetalol 0.2-1 mg/kg/dosis IV; boleh ditingkatkan sampai 1 mg/kg/dosis sampai respon
tercapai; dosis maintenance 0.25-0.2 mg/kg/jam, baik bolus maupun
infus IV
Diazoxide 1-5 mg/kg/dosis IV bolus sampai maksimum 150 mg/kg
Hydralazine 0.2-0.4 mg/kg IV prn; pemberian boleh diulang 2 kali bila tidak ada respon
Minoxidil 0.1-0.2 mg/kg oral
Tabel Obat-obat Antihipertensi
untuk Terapi Hipertensi Kronik
pada Anak-Anak
Saqueton, C. Case Conference
Diunduh dari : URL: http://www.peds.umn.edu/divisions/
pccm/cc/saqueton/default.html.



Obat Dosis Awal (mg/kg/hari)
Dosis maksimum
(mg)
Interval Pemberian
/-bloker
Labetalol

1

3

Setiap 6-12 jam
-bloker
Prazosin

0.005-0.1

0.5

Setiap 6-8 jam
-bloker
Atenolol
Propanolol

1
1

8
8

Setiap 6-12 jam
Setiap 12-14 jam
Obat kerja sentral
Klonidin

0.05-0.1 mg (dosis total)

0.5-6 mg (dosis total)

Setiap 6 jam
ACE Inhibitor
Kaptopril
Anak-anak
Neonatus
Enalapril


1.5
0.03-0.15
0.15


6
2
Belum ada ketentuan


Setiap 8 jam
Setiap 8-24 jam
Setiap 12-24 jam
Diuretik
Bumetanide
Furosemide
Hydrochlorothiazide
Spironolactone
Triamterene

0.02-0.05
1
1
1
2

0.3
12
2-3
3
3

Setiap 4-12 jam
Setiap 4-12 jam
Setiap 4-12 jam
Setiap 6-12 jam
Setiap 6-12 jam
Vasodilator Langsung
Hydrazine
Minoxidil

0.75
0.1-0.2

7.5
1

Setiap 6 jam
Setiap 12 jam
Komplikasi & Prognosis
Komplikasi
Akibat penatalaksanaan
hipertensi berat tidak
adekuat gagal
jantung, stroke,
sindroma koroner akut,
penyakit ginjal akut, dan
aneurisma diseksi
Prognosis
Apabila terapi yang agresif
terlambat diberikan
kebutaan, kelumpuhan, koma,
dan kematian
Apabila terapi adekuat dan
agresif diberikan ensefalopati
hipertensi dapat reversibel
normal
LAPORAN KASUS
IDENTITAS
Nama : P A S
Umur : 8 tahun 5 bulan
JK : Laki-laki
Alamat : Br Manik Muncan Selat Kel.
Muncan Kec. Selat Kab.
Karangasem Bali
MRS : 26-2-2008 pukul 17.30 WITA
HETEROANAMNESIS (Ibu)
Keluhan utama : Tidak sadarkan diri
Riwayat Penyakit Sekarang
Penderita rujukan RSU Permata Hati dengan diagnosis : Nephrotic
Syndrome + Hipertensi Berat (Tensi : 180/130 mmHg) dengan
edema anasarka.
Penderita dikeluhkan tidak sadar dan susah dibangunkan sejak 4
jam sebelum masuk rumah sakit (26 Februari 2008). Setelah
sadar, penderita berbicara tidak jelas dan hanya menangis.
Penderita dikeluhkan mengalami kejang satu kali saat tiba di triage
RS Sanglah 1 menit dengan mata melirik ke kanan, kedua
tangan dan kedua kaki kaku dalam posisi lurus, mulut terkatup,
setelah kejang penderita menangis. Awalnya kejang muncul
mendadak kemudian berlangsung selama 1 menit kemudian
berhenti sendiri. Sebelum kejang dan saat kejang tidak disertai
demam.
A
N
A
M
N
E
S
I
S
Penderita dikeluhkan mual dan muntah-muntah sejak pagi
sebelum masuk rumah sakit. Mual dirasakan sampai nafsu
makan penderita menurun. Muntah-muntah sebanyak 10 kali
dengan volume setiap muntah sekitar 5 cc, muntah tidak
menyemprot, muntah berisi makanan yang dikonsumsi
sebelumnya tanpa disertai adanya darah. Saat muntah (hanya
sekali muntah) ada ditemukan cacing 1 ekor sepanjang 15 cm
bewarna putih. Awalnya penderita hanya makan sedikit-sedikit
tanpa disertai muntah namun sejak pagi hari sebelum masuk
rumah sakit penderita merasa mual dan muntah-muntah sampai
saat sebelum masuk rumah sakit.
Penderita dikeluhkan sakit kepala sejak 1 hari sebelum masuk
rumah sakit (25 Februari 2008). Sakit kepala dirasakan di seluruh
bagian kepala. Sakit kepala dirasakan seperti tertusuk-tusuk.
Awalnya sakit kepala muncul mendadak kemudian dirasakan
semakin memberat sampai penderita tidak sadarkan diri.
Penderita dikeluhkan nafsu makannya menurun sejak 1 hari sebelum
masuk rumah sakit (25 Februari 2008). Awalnya nafsu makan penderita
menurun sejak timbul keluhan sakit kepala sampai tidak mau makan
sama sekali saat sebelum masuk rumah sakit. Penderita masih bisa
minum sekitar 7-8 gelas (100 cc) perharinya.
Penderita dikeluhkan bengkak pada seluruh tubuh sejak 1 minggu
sebelum masuk rumah sakit (19 Februari 2008). Bengkak dikeluhkan
makin lama makin memberat. Awalnya bengkak muncul pada kedua
kelopak mata yang menjalar ke perut, kedua kaki dan kemaluan
kemudian bengkak berkurang sejak 25 Februari 2008.
Penderita dikeluhkan panas badannya timbul mendadak sejak 9 hari
sebelum masuk rumah sakit (17 Februari 2008). Panas badan dirasakan
naik turun. Panas badan membuat penderita menjadi gelisah dan nafsu
makannya menurun. Awalnya panas badan muncul mendadak dan naik
turun dengan pemberian obat penurun demam (ibu penderita lupa
namanya) sampai saat masuk rumah sakit keluhan panas badan sudah
membaik.
Penderita dikeluhkan sering buang air kecil sejak 1 minggu sebelum
masuk rumah sakit (19 Februari 2008). Dalam sehari penderita bisa
kencing 8-10 kali. Awalnya frekuensi kencing penderita biasa (sekitar 3-4
kali perharinya) kemudian bertambah sering (menjadi sekitar 8-10 kali
perharinya) sejak 1 minggu sebelum masuk rumah sakit dengan
volume kencing rata-rata setengah gelas aqua (100cc) setiap kali
kencing. Kencing kemerahan sebelumnya tidak pernah. Rasa nyeri
sebelum, saat dan sesudah kencing tidak ada. Penderita terakhir buang
air kecil sekitar 7 jam sebelum masuk rumah sakit, warna kuning jernih,
darah (-), volume kira-kira seperempat gelas aqua ( 50 cc).
Penderita dikeluhkan keluar cacing pada kotorannya saat 5 hari sebelum
masuk rumah sakit (21 Februari 2008). Jumlah cacing 2 ekor, bewarna
putih dengan panjang masing-masing 20cm. Awalnya penderita buang
kotoran satu kali setiap harinya dengan volume 40 cc, bewarna kuning,
padat, tanpa darah, tanpa cacing kemudian saat 5 hari sebelum masuk
rumah sakit, kotorannya disertai adanya cacing.
Riwayat Penyakit Dahulu
Penderita dikeluhkan mengalami bengkak pada seluruh tubuh sejak 1 minggu
sebelum masuk rumah sakit (19 Februari 2008). Bengkak dikeluhkan makin lama
makin memberat. Awalnya bengkak muncul pertama kali pada kedua kelopak
mata lalu menyebar pada kedua pipi dan lama-kelamaan menyebar ke seluruh
tubuh kemudian bengkak berkurang sejak 25 Februari 2008.
Riwayat luka-luka di kaki (koreng) sejak penderita berusia 4 tahun. Koreng
berukuran 1cmx 1cm berisi nanah terasa gatal. Awalnya korengan sebesar
gigitan nyamuk kemudian lama-lama membesar sampai berukuran 1cmx 1cm
berisi nanah sampai saat masuk rumah sakit.
Riwayat tekanan darah tinggi sebelumnya tidak diketahui.
Riwayat panas (+), sering batuk dan sering pilek (-).
Riwayat Pengobatan
Penderita sempat dibawa berobat ke bidan (19 Februari
2008) karena dikeluhkan bengkak pada kedua kelopak mata,
diberikan obat puyer yang tidak diketahui komposisinya. 2
hari kemudian (21 Februari 2008), karena bengkak menyebar
ke seluruh tubuh, penderita dibawa ke RSU Permata Hati.
Saat diperiksa di RSU Permata Hati, diketahui bahwa
penderita memiliki tekanan darah tinggi dan dikatakan sakit
ginjal kemudian sejak 22 Februari 2008, penderita dirawat di
RSU Permata Hati dan mendapat terapi D5 NS, Amoksan
injeksi, Lasix, Prednison tablet, Aspar K, Nifedipin (dosis tidak
diketahui karena tidak tercantum pada surat rujukan).
Riwayat Persalinan & Imunisasi
Penderita lahir di RSUP Sanglah, cukup bulan
( 9bulan) dengan berat badan lahir 2500
gram, panjang badan lahir lupa dan langsung
menangis. Tidak ditemukan kelainan bawaan
dan tidak ada komplikasi saat melahirkan
BCG, Hepatitis B I,II,III, Polio I,II,III,IV, DPT
I,II,III, Campak.
Riwayat Nutrisi
Penderita mendapatkan ASI sejak lahir sampai
dengan umur 2 tahun.
Penderita juga minum susu formula sejak lahir sampai
dengan umur 3 tahun.
Penderita baru mulai makan bubur susu sejak umur 6
bulan, dan bubur nasi sejak umur 9 bulan 1tahun.
Penderita makan makanan dewasa sejak umur 1
tahun sampai sekarang.
Riwayat Sosial & Keluarga
Keluarga penderita termasuk sosial
ekonomi menengah.
Ayah penderita bekerja sebagai pengukir.
Ibu penderita sebagai ibu rumah tangga.
Penderita merupakan anak pertama dari
dua bersaudara. Keluarga penderita tidak
ada yang memiliki keluhan sama dengan
penderita.
Riwayat Tumbuh Kembang
Mengangkat kepala : umur 3 bulan
Membalikkan badan : umur 4 bulan
Duduk : umur 6 bulan
Berdiri : umur 10 bulan
Berjalan : umur 12 bulan
Gigi I tumbuh : umur 16 bulan
Gigi sekarang : umur 18 bulan
Bicara : umur 12 bulan
Membaca : umur 72 bulan
Status Present
Kesan umum : lemah, tampak sakit berat
Kesadaran : E
1
V
1
M
3
Tekanan darah : 150/90 mmHg
Nadi : 28 kali/menit
Respiratory rate : apneu
Suhu Axillar : 36C
Tinggi badan : 120 cm
Berat Badan awal : 20 kg
Berat Badan sekarang : 20 kg
Berat Badan Ideal : 22 kg
Status gizi : Skala Waterlow = 90,9%
Gizi baik
Lingkar Kepala : 51 cm
Luas perm. Tubuh : 0,81 m
2
P
E
M
E
R
I
K
S
A
A
N
F
I
S
I
K
Status General
Kepala :
Normocephali, Ubun-
ubun besar menutup
Mata :
Anemia -/-, ikterus -/-,
Refleks pupil +/+ isokor,
deviasi conjugee kanan,
Dolls eye movement (+)
THT :
Nafas cuping hidung (-), Sianosis (-)
Conchae hiperemis -/-, sekret (-)
Tonsil T1/T1hiperemis (-), faring hip (-)
Leher :
Kaku Kuduk (-), PKGB (-)
Thoraks :
Retraksi (-)
Cor : S1 S2 tunggal reguler murmur (-)
Po : Ves +/+, ronchi -/-, wheezing -/-
Abdomen :
Inspeksi : distensi (-)
Auskultasi :
bising usus menurun
Palpasi :
hepar/limpa ttb
Perkusi : timpani
Ekstremitas :
akral hangat (+) di keempat
ekstremitas
sianosis (-) di keempat ekstremitas
edema (-) di keempat ekstremitas
Cappilary refill < 2 detik
Pemeriksaan Penunjang
AGD (26/2/2008)
pH : 7.53
Ca
2+
: 0.70 mmol/L
pCO
2
: 32 mmHg
HCO
3
-
: 26.7 mmol/L
Po2 : 168 mmHg
HCO
3
std : 28.2 mmol/L
Na
+
: 142 mmol/L
TCO
2
: 27.7 mmol/L
K
+
: 3.0 mmol/L
BE ecf : 4.0 mmol/L
Ca
2+
: 0.66 mmol/L
BE (B) : 4.1 mmol/L
HCT : 33 %
Sat O
2
: 100 %
THbc : 10.2 g/dL
Hematologi Rutin

26/2/2008

3/3/2008
WBC (K/L) 20.8 7.27
RBC (M/L) 4.42 4.22
HGB g/dL 11.3 10.9
HCT (%) 34.7 33.7
PLT (K/L) 601 526
26/2/2008 27/2/2008 3/3/2008
Albumin (g/dL) 2.7
BUN (mg/dL) 17.6
SC (mg/dL) 0.74
Glukosa(mg/dL 127
AST (IU/L) 39
ALT (IU/L) 19
Kolestrolmg/dL 199
Ureum (mg/dL) 37.7
Diabetes
GDP (mg/dL)
103
Kalium (mmol/L) 3.3 3.7
Natrium (mmol/L) 140 138
Klorida (mmol/L) 97 101
Kalsium total (mg/dL) 8.8 8.4
K
I
M
I
A
D
A
R
A
H
26/2/2008 27/2/2008 3/3/2008
pH 6.5 6.0 8.0
Leukosit Negatif Negatif Negatif
Nitrit Negatif Negatif Negatif
Protein 75 (2+) 500 (4+) 75 (2+)
Glokosa Negatif Negatif Negatif
Keton Negatif Negatif Negatif
Urobilinogen Negatif Negatif Negatif
Bilirubin Negatif Negatif Negatif
Eritrosit 50 (3+) 150 (4+) 250 (5+)
Specific Gravity 1,010 1,025 1,015
Clarity Jernih Jernih Jernih
U
R
I
N

R
U
T
I
N
Color Kuning Kuning Kuning
Sedimen urine
a. Leukosit 0-1 2-3 -
b. Eritrosit 4-5 3-4 Banyak
c. Sel epitel
- Gepeng 0-1 1-2 2-3
- Bulat - - -
- Berekor - - -
d. Silinder Negatif Granule cast + Granula +
e. Kristal Uric acid + Uric acid +
Amorf +
Amorf +
f. Lain-lain - - Bakteri +
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Imunologi (26/2/2008)
ASTO : negatif (metode aglutinasi)
Imuno-serologi
CRP : 1.03 mg/dL (metode imunoturbidimetri)
C3 Komplemen : 42 mg/dL
Protein Esbach
Jumlah urin/24 jam : 1500 cc
Protein Esbach : 0,7
ASSESMENT
Ensefalopati hipertensi
ec Suspek GNAPS
PENATALAKSANAAN SAAT MRS
&
FOLLOW UP
HYPERLINK.doc