Anda di halaman 1dari 11

Gemala Ryan A

PEMBIMBING :
Dr. Metta Desvini Primadona Sp.KJ

LATAR BELAKANG
Risperidon injek long acting merupakan antipsikotik
generasi
kedua
yang
dapat
memperbaiki
dan
memberikan hasil pada skizofrenia, tapi belum diuji
cobakan pada pasien dengan skizofrenia yang tidak
stabil.
Risperidon injek long acting lebih banyak digunakan
karna
efek
ekstrapiramidal
yang
lebih
sedikit
dibandingkan antipsikotik injek generasi pertama.
Risperidon juga memberikan manfaat yang bermakna
pada pasien skizofrenia.

Pada uji ini, pasien dengan skizofrenia tidak stabil, kita


hipotesiskan bahwa risperidon injek long acting lebih
terdepan dalam menurunkan risiko rawat inap hingga 2
tahun lamanya dibandingkan antipsikotik oral.

METODE

Pengacakan dimulai
September 2006 dan data
Kriteria inklusi :
dikumpulkan selama 3
- Berusia 18 tahun atau lebih tua
tahun.
- Memiliki diagnosa skizofrenia atau
skizoafektif
Tahun pertama 209
- Berisiko untuk rawat inap
pasien dari 369 pasien
- Pernah dirawat inap 2 tahun
sebelumnya
(56.6%)
Tahun kedua 140
pasien (37.9%)
Tahun ketigaKriteria
(3 bulaneksklusi :
Dilaporkan
adanya
pertama) -20
pasien
intoleransi risperidon IV atau
(5.4%)
IM
Follow up dilanjutkan
- Sedang dalam pengobatan
sampai 2 tahun
antipsikotik long akting,
clozapin oral, warfarin atau
kombinasi

Pengobatan Grup
Secara acak pasien diberi risperidon injek long
acting
Klinis dipantau oleh perawat setiap 2 minggu
selama bulan pertama dilanjutkan dipantau
bersama dokter ahli jiwa sebulan sekali
Dosis pemberian : awal 25 mg setiap 2 minggu
kemudian dinaikkan 12,5 mg setiap 4 minggu
berdasarkan kebijakan dari dokter ahli jiwa
hingga dosis maksimum 50 mg
Level pengobatan tercapai dalam 6 8 minggu.
Sedangkan antipsikotik oral sebelumnya yang
didapat tetap di lanjutkan hingga 3 minggu.
Pengobatan
Grup Kontrol
Jika obat terhenti (>6 minggu), pengobatan
Peserta tetap menerima obat oral antipsikotik
dimulai dengan pengobatan IM dan dilanjutkan
dan antikolinergik dan diberikan dosis optimal
oral selama 3 minggu

STUDI ANALISIS
Menggunakan Log Rank Test kemudian
dibandingkan dengan Hazard Rasio
dihubungkan dengan waktu awal
pertama dirawat.
Hipotesis yang digunakan hipotesis
Nol.

HASIL

Didapatkan

pasien yang dirawat 40%,


dirawat 2 tahun sebelumnya 55%, dan
yang berisiko untuk dirawat 5%.
Ada
64% yang bermasalah dengan
pengobatan (43% berasal dari mereka
sendiri) dan 60% dilaporkan dari dokter.
Peminum alkohol dan menggunakan obatobatan dilaporkan 37%. 25% dari pasien
sendiri dan 36% dari dokter.

DISKUSI
Pada uji ini didapatkan bahwa risperidone injek long acting
tidak unggul dibandingkan antipsikotik oral pada pasien
skizofrenia atau skizoafektif risiko tinggi.
3 penelitian sebelumnya juga dilaporkan tidak ada perbedaan
yang signifikan antara keduanya.
2 studi sebelumnya dilaporkan risperidon yang diberikan
secara IM ke dalam jaringan lemak dapat menurunkan
efektivitas farmakologi dari obat tersebut.
Ada keterbatasan yang terjadi dalam penelitian ini :
1. Adanya bias hasil yang terjadi
2. Dosis yang digunakan tidak mencukupi
3. Keputusan rawat inap sulit didapatkan
4. Sampel yang digunakan banyak usia tua terutama veteran
laki-laki
o Selama penelitian juga didapatkan, peserta yang menerima
risperidon IV banyak mengalami gangguan sistem saraf seperti
sakit kepala dan gejala ekstrapiramidal dibandingkan dengan
yang mendapat antipsikotik oral.

Tidak ada keunggulan pada Risperidone


Long Acting injek dibandingkan
antipsikotik oral pada pasien skizofrenia
atau skizoafektif risiko tinggi.

KESIMPULAN

TERIMA KASIH