Anda di halaman 1dari 112

Overhead - 1

Informasi yang dibutuhkan
tentang kegiatan Pemindahan
Tanah Mekanis (PTM)

Pengertian PTM :
Pemindahan Tanah Mekanis (PTM) adalah semua
pekerjaan yang berhubungan dengan kegiatan penggalian
(digging, breaking, loosening), pemuatan (loading), pengangkutan (hauling, transporting), penimbunan (dumping,
filling), perataan (spreading, leveling) dan pemadatan
(compacting) tanah atau batuan dengan menggunakan alatalat mekanis (alat-alat berat/besar)

Overhead - 2

SYSTEM KOORDINASI PERALATAN
PRODUKSI TAMBANG TERBUKA
PERUBAHAN
VOLUME
FAKTOR BERAI
DENSITAS
FAKTOR MUAT
DAN ISI

TARGET PRODUKSI
JARAK ANGKUT
TUJUAN
FRAGMENTASI
PEMILIHAN ALAT

EFISIENSI KERJA

PRODUKSI ALAT
SINKRONISASI
JUMLAH ALAT MUAT
DAN ANGKUT
JADWAL KERJA
EFISIENSI KERJA

apakah masih termasuk dalam pengertian PTM di atas • Dan tanyakan pada peserta diklat. bagaimana pendapat mereka masalah ini ? .3 Sketsa PTM : • Buatlah sketsa sederhana dalam bentuk peta lintasan kegiatan pemindahan tanah mekanis dalam aktivitas penambangan • Bandingkan dan uraikan perbedaannya dengan aktivitas-aktivitas lain diluar penambangan.Overhead .

4 PEMINDAHAN TANAH MEKANIS PERUBAHAN VOLUME FAKTOR BERAI DENSITAS FAKTOR MUAT DAN ISI EFISIENSI KERJA EXCAVATOR (BACKHOE) TRUCK BULLDOZER POWER SHOVEL SCRAPER MOTOR GRADER WHEEL LOADER BELT CONVEYOR DRAGLINE LORI + LOKOMOTIF BWE FAKTOR-FAKTOR KEBERHASILAN .Overhead .

Sedangkan yang dimaksud dengan batuan adalah bagian kulit bumi yang lebih keras. lebih kompak dan terdiri dari kumpulan mineral pembentuk batuan tersebut Penampang Melintang : Buatlah penampang melintang yang sederhana dan memadai yang dapat terlihat membedakan posisi dan letak tanah dan batuan yang dimaksud pengertian di atas .5 Pengertian Tanah dan Batuan Tanah adalah: bagian teratas dari kulit bumi yang relatif lunak.Overhead . tidak begitu kompak dan terdiri dari butiran-butiran lepas.

.6 Salah satu cara penggolongan material. Agak keras (medium hard digging). misal : • Tanah atas atau tanah pucuk (top soil) • Pasir (sand) • Lempung pasiran (sandy clay) • Pasir lempungan (clayed sand) B. misal : • Tanah liat atau Lempung (clay) yang basah dan lengket • Batuan yang sudah lapuk (weathered rocks) bersambung ……. Lunak (soft) atau mudah digali (easy digging). .Overhead . adalah : A.

C.7 sambungan ………. misal : • Batuan Beku segar (fresh igneous rocks) • Batuan Malihan segar (fresh metamorphic rocks) . Sukar digali atau keras (hard digging).Overhead . Sangat sukar digali atau sangat keras (very hard digging) atau batuan segar (fresh rocks) yang memerlukan pemboran dan peledakan sebelum dapat digali. misal : • Batu Sabak (slate) • Material yang kompak (compacted material) • Batuan Sedimen (sedimentary rocks) • Konglomerat (conglomerate) • Breksi (breccia) D..

8 Informasi yang dibutuhkan tentang analisis Tempat Kerja Kenapa harus dianalisis ? Supaya :  Rencana kerja realistis. rapi.Overhead . alasan tambahan kenapa tempat kerja harus dianalisis . dan teratur  Pemakaian alat mekanis yang tepat  Produk dan produktivitas sesuai rencana  Pengawasan dan pengamanan disesuaikan dengan kondisi tempat kerja Diskusikan dengan peserta diklat.

9 Komponen-komponen tempat kerja yang perlu mendapat perhatian !!! A. Ketinggian dari permukaan air laut (altitude) G. Iklim (climate) F. Tumbuh-tumbuhan C. Jalan dan sarana pengangkutan B.Overhead . jarak. Daya dukung material E. Macam material dan Perubahan volumenya D. Kemiringan. dan keadaan jalan (haul road conditions) .

maka harus dibuat jalan baru B.Overhead . ukuran.10 Uraian dan penjelasan komponen Tempat Kerja A.. . Jalan dan sarana pengangkutan • Tempat itu dilalui atau dekat dengan jalan umum yang sudah ada • Tempat itu dilalui atau dekat jalur kereta api atau sungai besar • Tempat itu dekat lapangan terbang atau pelabuhan • Belum ada jalan umum ataupun jalur kereta api. Tumbuh-tumbuhan Keadaan. dan jenis tumbuh-tumbuhan di tempat kerja : • Pohon-pohon besar yang kuat akarnya • Hutan belukar dan perdu • Tumbuhan rawa-rawa bersambung …….

basah.Overhead . kering. C. kimia. kaitannya dengan : • Macam material • Jenis alat yang akan digunakan • Nilai daya dukung tanah bersambung ……. dan keadaan mineralogi • Sifat mengembang dari material bila digali • Nilai kekerasan dari material • Keadaan lengket. .. Daya dukung material Kemampuan material untuk mendukung alat yang ada di atasnya.11 sambungan ……….. Macam material dan Perubahan volumenya • Sifat-sifat fisik. dan lain-lain D.

Kemiringan..Overhead .12 sambungan ………. dan keadaan jalan (haul road conditions) • Kemiringan dan keadaan jalan akan mempengaruhi daya angkut alat • Jarak angkut akan mempengaruhi waktu edar (cycle time) alat • Penurunan daya angkut alat akan menambah ongkos pengangkutan . E. Iklim (climate) • Musim penghujan dan panas yang berlebihan akan mengurangi efisiensi alat • Musim penghujan akan menimbulkan tempat kerja yang becek • Musin panas/kemarau akan menimbulkan tempat kerja yang berdebu F. jarak. Ketinggian dari permukaan air laut (altitude) • Semakin tinggi tempat kerja maka kerapatan udaranya semakin rendah • Produkvitas alat akan turun bila kerapatan udara rendah/tipis G.

Waktu (Time Element) E. Syarat-syarat Penyelesaian Pekerjaan (Finishing Specifications) C. Efisiensi Kerja (Operating Efficiency) B.13 Menjelaskan kepada peserta diklat hal-hal yang perlu diidentifikasi untuk persyaratan kerja alat-alat mekanis agar dapat bekerja optimal Komponen-komponen persyaratan kerja yang perlu mendapat perhatian !!! A. Ongkos-ongkos Produksi (Production Costs) . Syarat-syarat Penimbunan (Fill Specifications) D.Overhead .

. yaitu orang yang menjalankan atau mengoperasikan unit alat • Tetapi dapat juga oleh penyebab lain yang tidak dapat dihindari.14 Uraian dan penjelasan komponen Persyaratan Kerja A. Menurut pengalaman di lapangan. Efisiensi Kerja (Operating Efficiency) • Efisiensi Kerja adalah perbandingan antara waktu produktif dengan waktu kerja yang tersedia. kerusakan mendadak. besarnya persentase efisiensi kerja lebih dari 83 %. . kabut dan lain-lain bersambung ……. • Efisiensi Kerja merupakan salah satu elemen produksi yang harus diperhitungkan di dalam upaya mendapatkan harga produksi alat per satuan waktu yang akurat • Sebagian besar nilai efisiensi kerja diarahkan terhadap operator.Overhead . antara lain cuaca.

15 sambungan ………. persamaannya adalah : E = (W / O) x 100 % • Ketersediaan fisik (physical atau mechanical availability) adalah ukuran sehat tidaknya alat untuk beroperasi... . • Untuk memperoleh nilai efisiensi kerja operator yang mewakili perlu diberikan batasan-batasan pekerjaan dan itu semua harus dipahami oleh seluruh jajaran karyawan operasional maupun mekanik •Efektifitas (Efectiveness) artinya jam kerja efektif selama waktu yang disediakan untuk operasi. rumusnya adalah : PA = (A / S) x 100 % bersambung …….Overhead .

kecelakaan tambang dan lain-lain.Overhead .. misalnya hujan lebat.16 sambungan ………. jadi: Eff. rapat. • Utilitas (utility) adalah alat yang sehat terpaksa tidak dioperasikan karenabeberapa sebab. persamaannya adalah: U = (O / A) x 100 % •Efisiensi kerja optimum merupakan perkalian antara E. PA dan U.Opt = E x PA x U .

S TERSEDIA (AVAILABLE).17 PARAMETER PENGUKUR EFISIENSI KERJA TERJADWAL (SCHEDULED). M PERBAIKAN MENDADAK. W Kerja lancar TERTUNDA (DELAYED). I • Tak ada operator • Diminta standby • Makan & istirahat • Rapat • Hujan lebat & kabut • Salju • Lain-lain PERAWATAN (MAINTENANCE). A JALAN (OPERATION). D • Mengisi BBM • Ganti mata bor (bit) • Peledakan • Mengatur alat berat • Tunggu alat muat • Tunggu truck • Inspeksi • Semprot lubang bor • Pelumasan • Manuver alat • Pengecekan awal sbl jalan • Membersihkan screen • Batu macet di crusher. dll • Rol conveyor lepas • Karet samping belt conveyor rusak • Lain-lain TERHENTI (IDLE).Overhead . UM PERAWATAN TERJADWAL. O KERJA (WORKING). SM • Waktu perbaikan • Tunggu suku cadang • Lain-lain • Waktu Perbaikan • Tunggu suku cadang • Lain-lain . chute.

18 Sehingga dapat disimpulkan sebagai berikut : RUMUS-RUMUS EFISIENSI KERJA • Efektifitas (effectiveness) • Ketersediaan fisik (physical atau mechanical availability) • Utilitas (utility) E = (W / O) x 100% PA = (A / S) x 100% U = (O / A) x 100% EFISIENSI KERJA OPTIMUM (Eff ) = E x PA x opt .Overhead .

00 0.00 7. Kerja Terjadwal Rusak mendadak Jam Tersedia (B-C) Terhenti Operasi Efisiensi Kerja.95 H A R I A N K I N E R J A R ATA– R ATA B U LAN AN .67 B U L A N 8-Jul-00 15 4 0.00 9.33 100.75 TOTAL 460 12.5 32.00 92.00 76.19 CONTOH LOG-KINERJA ALAT K I N E R J A Tgl.75 69.00 3.00 10.00 0.25 321.00 0. % Tertunda Kerja Efektifitas G = F/ (E+F) Ketersediaan Fisik Utilitas Optimum H= (D+E+F)/ B I= (E+F)/ (D+E+F) J= (GxHxI) A B C D E F = BC-D-E 1-Jul-00 16 0 4.00 75.00 68.00 3-Jul-00 0 0 0.86 100.00 0.00 0.00 43.75 43.33 75.00 63.00 87.25 2-Jul-00 0 0 0.00 4.75 68.25 6-Jul-00 16 0 5.00 58.00 3.00 11.00 0.00 0.00 0.75 7-Jul-00 15 0 2.53 97.00 0.Overhead .00 7.28 92.00 4-Jul-00 16 0 1.00 75.50 93.92 100.00 100.00 73.00 0.00 93.00 100.67 66.50 81.00 13.00 56.00 0.00 1.75 77.00 0.00 4.75 A K H I R 5-Jul-00 16 0 2.00 5.64 100.00 86.

20 B.. seperti : • Menanami dengan pohon-pohon atau bunga-bunga atau rumput • Di tempat tertentu harus dipasang pagar pengaman • Pada jalan tertentu perlu diberi kerikil Untuk ini semua diperlukan waktu dan dana yang telah teralokasi C.Overhead . . Syarat-syarat Penyelesaian Pekerjaan (Finishing Specifications) Syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Syarat-syarat Penimbunan (Fill Specifications) Timbunan mungkin perlu diratakan dan dipadatkan dengan alat-alat khusus dan harus dilakukan pada kelembaban tertentu agar tidak mudah terjadi amblasan (surface subsidence) serta kemantapan lereng (slope stability) nya terjamin bersambung …….

. ongkos pemeliharaan dan pembetulan alat-alat. Pajak dan bunga pinjaman • Ongkos produksi. Ongkos-ongkos Produksi (Production Costs) • Ongkos tetap. meliputi asuransi. antara lain meliputi overhead cost.Overhead .21 sambungan ………. teknisi. ongkos upacaraupacara. pembelian suku cadang. depresiasi. . meliputi upah pengemudi. meliputi gaji mandor. jamuan untuk tamu dan lain-lain. berarti : • Kapasitas produksi harian harus terpenuhi • Penjadualan dan kemampuan alat harus terencana dengan pasti E. Waktu (Time Element) Pekerjaan pemindahan tanah harus diselesaikan dalam jangka waktu yang sudah ditetapkan. bahan bakar dan pelumas • Ongkos pengawasan. direksi dan lain-lain • Ongkos-ongkos lain. D.

l :     Investasi atau biaya kepemilikan cukup besar Suku cadang terbatas (hanya terdapat pada agen-agen tertentu) Biaya operasi yang mencakup perawatan dll.22 ALAT MEKANIS PERALATAN MEKANIS YG EKONOMIS BILA DIGUNAKAN UTK MEM PRODUKSI MATERIAL. BATUBARA DAN BHN GALIAN INDUSTRI PERTIMBANGAN MEKANIS.Overhead . a. a. cukup tinggi Pemilihan alat harus cermat agar sesuai dengan umur tambang .l :  Berhadapan dengan bahan galian yang secara alamiah memiliki sifat fisik dan mekanis yang relatif keras  Tenaga mekanis (mesin) dapat dirancang berkemampuan cukup kuat untuk menghadapi kondisi batuan dan berkapasitas besar  Laju produksi cukup tinggi dibanding tradisional  Dapat digunakan untuk produksi yang besar PERTIMBANGAN EKONOMI. BIJIH.

ALAT BANTU  Truck (rear.23 KEGUNAAN ALAT PRODUKSI A.side Bulldozer & dump. ALAT GALI-MUAT  Power Shovel  Front-end Loader  Backhoe (Excavator)  Dragline  Bucket Wheel Excavator (BWE)  Bucket Chain Excavator (BCE) B. ALAT ANGKUT C. articulated) Ripper  Train  Grader  Belt Conveyor  Lubrication  Pipa Slurry Truck  Scraper (alat muat  Water Truck sekaligus angkut)  Fuel Truck  Skip .Overhead .

bawah tanah atau alluvial (placer) Tingkat ketersediaan dana.24 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN ALAT PRODUKSI Lepas.Overhead . jumlah • Medan Kerja : • Sistem Penambangan : • Biaya Investasi: alat berkapasitas besar < yang berkapasitas kecil Tingkat kesulitan medan menentukan jenis alat angkut yang cocok dan ekonomis. Tambang terbuka. sedang • Jenis Material : atau kompak Tenaga mesin diesel berkurang 3% • Altitude : setiap kenaikan 1000 ft • Kapasitas Alat : Untuk TARGET yang sama. operasional maupun pengembangan . baik sebagai modal awal.

F. E. G. I. Tahanan Gulir / Gelinding (Rolling Resistance) Tahanan Kemiringan (Grade Resistance) Coefficient of Traction atau Tractive Coefficient Rimpull / Tractive Pull / Tractive Effort / Draw Bar Pull Percepatan (Acceleration) Ketinggian dr Permukaan Air Laut/Elevasi (Altitude/Elevation) Efisiensi Operator (Operator Efficiency) Faktor Pengembangan / Pemuaian / Berai (Swell Factor) Berat Material (Weight of Material) Waktu Edar (Cycle Time) .Overhead . K. Tahanan Gali (Digging Resistance) ALAT B.25 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI A. J. C. H. D.

.26 Uraian dan Penjelasan Faktor-faktor yang mempengaruhi Produksi Alat A.Overhead .. Tahanan Gali ( Digging Resistance Terjadinya Tahanan)Gali disebabkan oleh : • Adanya gesekan antara antara alat gali dengan tanah yang digali • Kekerasan tanah • Kekasaran (roughness) dan ukuran butir tanah • Adanya adhesi antara tanah dengan alat gali dan kohesi antara butiran-butiran tanah itu sendiri • Berat jenis tanah bersambung …….

. diantaranya yang terpenting adalah : • Keadaan jalan • Keadaan bagian kendaraan.27 sambungan ………. B.Overhead . apakah memakai ban karet atau memakai rantai besi bersambung ……. Tahanan Gulir / Gelinding ( Rolling Resistance ) Adalah jumlah semua gaya-gaya luar (external forces) yang berlawanan dengan arah gerak kendaraan yang berjalan di atas jalur jalan (jalan raya atau kereta api) atau permukaan tanah Tahanan gulir ini tergantung dari banyak hal. ..

Dirt road. Hard..Overhead . soft or rutted 150 5. well maintained 65 3. Deep. little maintenance 100 4. ANGKA RATA-RATA TAHANAN GULIR UNTUK BERBAGAI MACAM JALAN No. smooth surface. muddly surface or loose sand 250 – 400 bersambung ……. . Dirt road. lbs/ton) 1.28 sambungan ………. average construc. road.. Macam Jalan RR (untuk Ban Karet. Firm but flexible surface. well maintained 40 2.

210 7.340 290 .100 5. poorly maintained 80 – 110 100 . Dirt road. ANGKA-ANGKA TAHANAN GULIR UNTUK BERBAGAI MACAM JALAN No.140 70 .70 50 – 70 45 .220 150 . soft.70 4.260 240 .60 3.120 6.290 220 .. very muddy and soft 200 – 240 300 . Loose sand and gravel 160 – 200 260 .well maintained 60 – 80 40 . Smooth concrete 2.370 bersambung ……. Earth.smooth. rutted. little maintenance 70 – 100 90 . muddy. average construction road.275 8.. no mainte-nance 140 – 180 180 .Overhead .65 50 – 60 45 . rutted.100 85 . Dirt road. Earth. Macam Jalan Tekanan Ban Karet (lbs/ton) Crawler Type lbs/ton Tinggi Rendah Rata-rata 55 35 45 40 1.400 280 .100 80 . Good aspalt 60 – 70 40 .220 165 .29 sambungan ………. . Hard earth.100 85 .

bersambung ……. gross ton.. Lbs.30 sambungan ………. .Overhead . = Berat Kendaraan. = Gaya Tarik pada kabel penarik. Rumus Tahanan Gulir P RR = W dimana : RR P W = Tahanan Gulir.. lbs/gross ton.

ANGKA-ANGKA TAHANAN GULIR DALAM PERSEN No. . slight tire penetration 3% - 4. lbs) Ban Karet Crawler Track 1. Macam Jalan RR (% berat kendaraan dlm. 8 16 % 7% bersambung ……. spongly base tire penetration approx. rutted dirt. Firm.31 sambungan ………. fairly compacted. 4 8% 4% 6.. well maintened. Depply rutted dirt. Concrete. Dry dirt. Loose sand and gravel 10 % 5% 7. rough and dry 2% - 2. tire penetration approx. 2 5% 2% 5.. no tire penetration 2% - 3. Compacted dirt and gravel.Overhead . tire penetration approx. Soft dirt fills.

maka tahanan kemiringannya akan membantu gerak kendaraan. maka tahanan kemiringan atau “grade resistance” (GR) akan melawan gerak kendaraan. berarti akan mengurangi “rimpull” yang dibutuhkan bersambung …….. ..32 sambungan ………. sehingga memperbesar “tractive effort” atau “rimpull” yang diperlukan. Tahanan Kemiringan ( Grade Resistance ) Adalah besarnya gaya berat yang melawan atau membantu gerak kendaraan karena kemiringan jalur jalan yang dilaluinya Catatan : Kalau jalur jalan itu naik disebut kemiringan positif (plus slope). Sebaliknya jika jalur jalan itu turun disebut kemiringan negatif (minus slope).Overhead . C.

.33 sambungan ………. Kemiringan sebesar 1 % berarti jalur jalan itu naik atau turun sebesar 1 meter untuk tiap jarak mendatar sebesar 100 meter. maka sedapat mungkin harus diusahakan agar pada waktu alat itu mengangkut muatan melalui jalur jalan yang menurun..Overhead . atau naik/turun 1 ft untuk setiap 100 ft jarak mendatar  Berat kendaraan itu sendiri dinyatakan dalam “gross ton” Catatan : Perlu diingat pula bahwa kemiringan negative itu selalu membantu mengurangi rimpull kendaraan. sedangkan pada waktu kosong menaiki atau mendaki jalur jalan itu bersambung ……. . Tahanan Kemiringan tergantung pada :  Besarnya kemiringan yang biasanya dinyatakan dalam persen (%).

.0 9 179.2 20 392.7 4 80.0 11 218.4 8 159.8 6 119.0 13 257.8 7 139. .2 3 60.Overhead .6 50 894.8 14 277.4 45 820.0 25 485.8 15 296.8 40 742.6 5 100.0 10 199. PENGARUH KEMIRINGAN JALAN THD TAHANAN KEMIRINGAN Kemiringan (%) GR (lb/ton) Kemiringan (%) GR (lb/ton) Kemiringan (%) GR (lb/ton) 1 20..0 30 574.0 12 238.34 sambungan ……….2 bersambung …….4 35 660.3 2 40.

Cara Menentukan Tahanan Kemiringan Dengan Teori Mekanika (Ilmu Pesawat) yang sederhana P C D 1 meter / 1 ft   A 100 meter / 100 ft E F B W = 1 ton BC P = W AC bersambung …….35 sambungan ………. ...Overhead .

36 sambungan ………. Coefficient of Traction atau Tractive Coefficient  Adalah suatu faktor yang menunjukkan berapa bagian dari seluruh berat kendaraan itu pada ban atau “track” yang dapat dipakai untuk menarik atau mendorong  Atau “Coefficient of Traction” (CT) adalah suatu faktor dimana jumlah berat kendaraan pada ban atau “track” penggerak itu harus dikalikan untuk menunjukkan rimpull maksimum antara ban atau “track” dengan permukaan jalur jalan tepat sebelum roda selip  CT itu terutama tergantung dari : •Keadaan ban.Overhead .. keras atau lunak. D. yaitu keadaan dan macamnya. . basah atau kering.. bentuk kembangan ban tsb Untuk “crawler track” tergantung dari keadaan dan bentuk tracknya •Keadaan permukaan jalur jalan. bergelombang atau rata dan sebagainya •Berat kendaraan yang diterima roda penggeraknya bersambung …….

clay loam 0.30 0.45 45 Dry.90 90 Wet.. dry sand 0.20 – 0..30 – 0.30 30 Catatan : Peserta diklat diberikan beberapa contoh perhitungan.70 50 .00 80 .Overhead .100 0.70 70 Wet sand and gravel 0.70 0.30 20 . .50 – 0. “ COEFFICIENT OF TRACTION ” UNTUK BERMACAMMACAM KEADAAN JALUR JALAN Macam Jalan Ban Karet Crawler Track % % Dry.37 sambungan ……….40 – 0.40 0.50 0.50 40 .80 – 1. clay loam 0.40 30 . agar lebih paham bersambung …….35 35 Loose. rough concrete 0.

.Overhead . .38 sambungan ………. mph bersambung …….. E. Rimpull / Tractive Pull / Tractive Effort / Draw Bar Pull Yaitu besarnya kekuatan tarik (pulling force) yang dapat diberikan oleh mesin suatu alat kepada permukaan roda atau ban penggeraknya yang menyentuh permukaan jalur jalan Rimpull biasanya dinyatakan dalam pounds (lbs) dan dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut : HP x 375 x Effisiensi Mesin RP = Kecepatan.

319 4.48 3..699 Ketiga 12..019 Kedua 7.265 Keempat 21.072 3. KECEPATAN MAKSIMUM PADA TIAP-TIAP GIGI ( GEAR ) Gigi Kendaraan Beroda Ban Karet 140 HP Crawler Track / Tractor berat 15 ton Kecepatan (mph) RP (lbs) Kecepatan (mph) RP (lbs) Pertama 3.579 bersambung …….576 2.25 13.86 1.730 1.36 10.769 Kelima 33.Overhead .10 6.72 28.54 2. .00 5.285 2.50 13.39 sambungan ……….18 22.074 Keenam - - 7.76 17.

.40 sambungan ………. semakin besar rimpull yang berlebihan. F. sema kin cepat kendaraan itu dapat dipercepat. Percepatan (Acceleration ) Adalah waktu yang diperlukan mempercepat kendaraan dengan memakai kelebihan rimpull yang tidak dipergunakan untuk menggerakkan kendaraan pada keadaan jalur jalan tertentu  Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mempercepat kendaraan tergantung dari beberapa faktor.. maka akan semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mempercepat kendaraan •Kelebihan Rimpull yang ada. yaitu : •Berat kendaraan..Overhead . Jadi kalau kelebihan rimpull itu tidak ada. semakin berat kendaraan. artinya kendaraan tersebut tidak dapat dipercepat bersambung ……. maka percepatan tidak akan timbul.

g W F = a = a g dimana : a F G W = = = = Percepatan. Menghitungan Percepatan dengan menggunakan Rumus Newton F.Overhead .41 sambungan ……….2 ft/sec 2 Berat alat yang harus dipercepat. mph/sec W Kelebihan Rimpull. lbs bersambung ……. lbs Percepatan karena gaya gravitasi. 32. ...

0 141 100 66 0.6 50 40 26. @ = 4 detik 0.2 4. CONTOH PERHITUNGAN UNTUK MENCAPAI KECEPATAN MAKSUMUM SEBUAH TRUK Kecept.725 Jumlah waktu yang diperlukan untuk pindah gigi (gear) 3.0 2.9 7 6 4.4 0.Overhead .8 7. Maksimum (mph) Percept.061 Keempat 16.333 Jumlah waktu untuk mencapai kecepatan maksimum dari 0 mph 3.017 Ketiga 9. Efektif 3. ..106 Waktu untuk pindah gigi.439 bersambung …….0 357 390 190 0.7 10.. Yg Diperlukan (mph) Pertama 3.288 Kelima 27.42 sambungan ……….0 Kedua Gigi RP untuk Percepatan (lbs/ton) Percept.2 2.2 296 200 132 0. (mph) Waktu utk mencapai kecept.015 5. maks (menit) Maks.

Overhead .000 ft. rata-rata adalah  3 % dari HP di atas permukaan air laut untuk setiap kenaikan tinggi 1.1.000 HP efektif pada ketinggian 10.. Ketinggian dr Permukaan Air Laut/Elevasi ( Altitude / Elevation) Dari pengalaman ternyata bahwa untuk mesin-mesin 4-tak (four cycle engines) mengalami kemerosotan tenaga karena berkurangnya tekanan.000 ft hanya akan memiliki HP sebesar : HP pada permukaan air laut = 100 HP Kemerosotan HP karena ketinggian : 3 % x 100 x (10.000 ft yang pertama Sebagai Contoh : Sebuah mesin 4-tak dengan tenaga 100 HP di permukaan air laut. G.000 ft = 91 HP bersambung …….000) = 9 HP 1. pada ketinggian 10. kecuali 1.000 ..43 sambungan ………. .

pada ketinggian 0 ft. = Temperatur absolut pada keadaan baku (standard). 29.. bersambung ……. setempat) 0F. in Hg. = Tekanan barometer pada ketinggian tertentu. atau (460 . .92 in Hg (76 cm Hg).. To = Temperatur absolut pd ketinggian tertentu. = HP yang dicatat pada ketinggian tertentu. = Tekanan barometer baku (standard).44 sambungan ………. Rumus Pengaruh Temperatur Terhadap HP Ps To Po Ts Hc = H0 dimana : Hc Ho Ps Po Ts = HP yg harus dikoreksi dari pengaruh ketinggian.t. (460 0F + 60 0F) = 520 0F = 273 0C.Overhead .

. tetapi juga karena kelambatan-kelambatan dan hambatan-hambatan yang tak mungkin dihindari  Didalam menentukan n jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan harus diingat efisiensi pekerja-pekerjanya juga keadaan alat mekanisnya. H. ini berarti efisiensinya adalah 83 %..Overhead . karena hal ini dapat mempengaruhi tingkat efisiensi operatornya.  Berdasarkan pengalaman. Efisiensi Operator ( Operator Efficiency ) manusia yang menggerakkan alat-alat  Merupakan faktor yang sangat sukar untuk ditentukan efisiensinya secara tepat  Efisiensi operator tidak hanya disebabkan karena kemalasan pekerjaan itu. bila operator dapat bekerja selama 50 menit dalam satu jam. .45 sambungan ………. maka hal itu dianggap baik sekali jika alatnya berban karet bersambung …….

Overhead - 46
sambungan ………..

Beberapa pengertian yang dapat menunjukkan keadaan alat
mekanis dan efektivitas penggunaannya, antara lain :
1. “Availability Index” atau “Mechanical Availability”
Adalah suatu cara untuk mengetahui kondisi mekanis yang sesungguhnya
dari alat yang sedang dipergunakan dengan menggunakan persamaan sbb :

W
AI =

x 100 %
W + R

dimana : W = “Working Hours” atau jumlah jam kerja alat, jam
R = “Repair Hours” atau jumlah jam untuk perbaikan, jam

bersambung ……..

Overhead - 47
sambungan ………..

2. “Physical Availability” atau “Operational Availability”
Merupakan catatan mengenai keadaan fisik dari alat yang sedang dipergunakan, persamaannya adalah :
W + S
PA =

x 100 %
W + R + S

dimana : S

= “Standby Hours” atau jumlah jam suatu alat yang tidak dapat dipergunakan
padahal alat tersebut tidak rusak dan dalam keadaan siap beroperasi, jam
W+R+S = “Scheduled Hours” atau jumlah seluruh jam jalan dimana alat dijadualkan untuk
beroperasi, jam

“Physical Availability” pada umumnya selalu lebih besar daripada
“Availability Index”. Tingkat efisiensi dari sebuah alat mekanis naik jika
angka “Physical Availability” mendekati angka “Availability Index”
bersambung ……..

Overhead - 48
sambungan ………..

3. “Use of Availability”
Menunjukkan berapa persen waktu yang dipergunakan oleh suatu alat untuk
beroperasi pada saat alat tersebut dapat dipergunakan (available), dengan
menggunakan rumus sebagai berikut :
UA =

W
x 100 %
W + S

4. “Effective Utilization” (Efisiensi Kerja)
Menunjukkan berapa persen dari seluruh waktu kerja yang tersedia dapat
dimanfaatkan untuk kerja produktif. Rumusnya adalah :
W
EU =

x 100 %
W + R + S

dimana : W + R + S = T = “Total Hours Available” atau “Scheduled Hours” atau
jumlah jam kerja yang tersedia
bersambung ……..

.. .1 x 100 % Vundisturbed Vundisturbed Swell Factor = x 100 % Vloose Vcompacted Shrinkage Factor = 1 - x 100 % Vundisturbed bersambung …….Overhead . Faktor Pengembangan / Pemuaian / Berai ( Swell Factor ) Bila suatu material digali dari tempat aslinya.49 sambungan ………. I. maka akan terjadi pengembangan atau pemuaian atau penambahan volume (swell) Vloose Persen Swell = .

Berat Material ( Weight of Material ) akan diangkut oleh alat-alat angkut Berat material yang dapat mempe- ngaruhi : •Kecepatan kendaraan dengan HP mesin yang dimilikinya •Membatasi kemampuan kendaraan untuk mengatasi tahanan kemiringan dan tahanan gulir dari jalur jalan yang dilaluinya •Membatasi volume material yang dapat diangkut K. Waktu Edar ( Cycle Time ) (cycle time) adalah waktu Waktu Edar yang diperlukan alat mulai dari aktifitas pengisian atau pemuatan (loading)..50 sambungan ………. pengosongan (dumping). kembali kosong. J. . pengangkutan (hauling) untuk truk dan sejenisnya atau swing untuk backhoe dan power shovel. dan mempersiapkan posisi (manuver) untuk diisi atau dimuat kembali bersambung …….Overhead ..

Sebelum Pengoperasian Alat Mekanis/Berat B. Pengoperasian Alat Mekanis/Berat C. Pelaksanaan Pengoperasian Alat Mekanis/Berat 1.Overhead . Pengoperasian Khusus Untuk Dump Truck . Sebelum Pelaksanaan Pengoperasian Alat Mekanis/Berat 2. Selesai Pengoperasian Alat Mekanis/Berat D.51 PROSEDUR PENGOPERASIAN ALAT MEKANIS Secara umum berlaku sbb : A.

Sebelum Pengoperasian Alat Mekanis/Berat Sebelum operator mengoperasikan kendaraannya sesuai dengan jenis dan fungsi alatnya.52 sambungan ……….Overhead ... yaitu dengan jalan :  Operator diberikan kursus atau pelatihan tentang hal-hal yang perlu dilakukan sebelum operasi  Mengadakan koordinasi kerja antar unit kerja terkait. A. perlu diupayakan peningkatan pengetahuan dan kemampuan operator. terutama mengenai alat-alat mekanis/berat yang tidak memenuhi standar atau tidak laik operasi  Mendatangkan instruktur/konsultan guna membimbing dan mengarahkan operator serta melakukan uji coba pengoperasian alat mekanis/berat tersebut  Dilakukan evaluasi oleh pihak perusahaan dan instruktur guna menentukan apakah alat tersebut layak atau tidak untuk dioperasikan atau masih perlu adanya perbaikan dan penyempurnaan  Begitu pula halnya dengan operatornya. apakah sudah atau belum bisa diberikan izin untuk mengoperasikan alat dibawah tanggung jawabnya bersambung ……. .

selama ± 5 menit  Periksa lampu-lampu atau meter-meter petunjuk. Sebelum Pelaksanaan Pengoperasian Alat Mekanis/Berat  Panaskan mesin dengan cara membiarkan mesin pada putaran rendah. main clutch. seal. yang normal berwarna kelabu Periksa dan test bekerjanya Hydralic System Periksa dan test bekerjanya Hydralic System Periksa dan test bekerjanya Steering. transmisi. yang semuanya harus bekerja normal  Periksa kembali oli mesin. cylinder.. . rem. minyak. dan pipa-pipa hidraulik Bersihkan kaca depan dan test berfungsinya klakson bersambung ……. pengukur dgn standar keadaan normal adalah antara H dan L  Perhatikan bunyi-bunyi yang aneh (lain dari biasanya) pada mesin atau transmisi dan pada bagian-bagian yang berputar lainnya  Periksa indikator udara masuk mesin (dust indicator). hydraulic yang dapat dilihat pada tongkat/gelas pengukur. dan gigi transmisi Amati bila ada kebocoran angin. rem.. Pelaksanaan Pengoperasian Alat Mekanis/Berat 1. kalau berwarna merah berarti saringan udara kotor       Periksa asap mesin (hitam/biru/kelabu).53 sambungan ………. B.Overhead .

tekan gas dan lepaskan pedal kopling sesuai dengan putaran mesin sampai alat berjalan (jangan dibiasakan menginjak setengah kopling pada waktu alat sedang berjalan normal)  Jangan injak ceceran/bongkahan batu dan hindari lobang-lobang di jalan baru yang belum padat (khusus untuk Dump Truck). ..  Selalu mengecek indikator (gauge) dan meter-meter lainnya bersambung ……. Pengoperasian Alat Mekanis/Berat  Periksa sekitar daerah/lokasi kerja. lepaskan rem parkir (emergency brake)  Naikkan blade/bucket/boom/arm (khusus utk Bulldozer.Overhead . Dozer Shovel dan Excavator)  Injak pedal kopling. 2. lepas rem biasa..54 sambungan ………. terutama terhadap kemungkinan adanya orang atau alat mekanis/berat lainnya dan bunyikan klakson sebagai tanda alat akan bergerak  Tekan pedal rem. masukkan persenelling ke gigi pertama.

Overhead . bucket. maka setiap akhir shift para operator diharuskan melakukan hal-hal sebagai berikut :  Alat mekanis/berat agar diparkir pada tempat yang aman dan rata/datar  Letakkan dengan aman attachement (blade. . vessel)  Pasang rem parkir (emergency brake)  Dinginkanlah mesin dengan cara membiarkan mesin pada putaran rendah (low idle) selama ± 5 menit  Kunci kontak pada posisi OFF (cummins engine) dan tarik cut off fuel  Letakkanlah tongkat pengontrol bahan bakar pada posisi mesin mati. arm. putar kunci kontak pada posisi OFF bagi mesin yang gasnya memakai tongkat / kabel kontrol  Hindari tindakan mematikan mesin secara mendadak tanpa low idle terlebih dahulu. kecuali dalam keadaan darurut  Periksa kembali semua sistem pengaman dan pastikanlah telah dalam keadaan aman.. Selesai Pengoperasian Alat Mekanis/Berat Setelah alat-alat mekanis/berat beroperasi. boom. cabut kunci kontak dan serahkan kepada pengawas bersambung ……. C.55 sambungan ………..

berhenti untuk menunggu giliran dan pasang “emergency brake”  Bila Truk di depan bergerak maju. Pengoperasian Khusus Untuk Dump Truck Yang perlu mendapat perhatian pada saat : 1. operator Loader memberi tanda bahwa Truk dapat mengambil posisi untuk dimuati.. majulah dan berhenti pada posisi yang sama. . Pengisian (Loading)  Kemungkinan adanya orang atau kendaraan lain di tempat itu  Ambillah jalur yang sama (satu line) dengan Truk yang ada di depan. kaca pintu ditutup agar terhindar dari debu dan lemparan batu  Jika pemuatan selesai dan operator Loader telah memberi tanda bahwa pengisian sudah selesai. bergerak perlahan ke “Loading Spot” dan berhentilah  Pindahkan gigi mundur ke netral dan pasang “emergency brake”  Periksa tongkat dump (hoist lever) yang seharusnya pada posisi “float”  Jangan keluar kabin selama pengisian berlangsung. D.. masukkan gigi mundur (reserve). kemudian pasang “emergency brake” kembali  Pada saat berada diposisi terdepan.56 sambungan ……….Overhead . waspadai kemungkinan ada orang atau kendaraan lain sebelum bergerak maju bersambung ……. maka maju untuk ambil posisi mundur dan berhenti. dengan jarak minimal 10 meter.

57 sambungan ……….Overhead . semakin cepat kendaraan semakin jauh jarak antara kendaraan lain di depannya  Untuk memperlambat kecepatan atau menghentikan gerak Truk.. ikuti aturan yang sudah ditentukan. Pengangkutan (Hauling)  Pelajarilah lokasi kerja dan rambu-rambu atau petunjuk tambang pada saat akn bertugas  Jaga selalu jarak aman dengan kendaraan di depan. 2. sbb : – Gas harus dilepas sebelum menginjak pedal atau meng-ON-kan “retarder” – Pakai switch setiap posisi ON “retarder” bekerja – Rem roda digunakan bila bergerak dengan kecepatan rendah atau berhenti – Waktu menggunakan rem roda (service brake). kecuali dalam keadaan darurat (emergency) – Selama mengemudikan Truk perhatikan kemungkinan adanya kejanggalan/ ketidak normalan seperti getaran pada stir atau suara-suara asing lainnya bersambung ……. pedal harus ditekan/diinjak dengan konstan (ditahan) jangan dikocok sebab bisa menurunkan tekanan angin – Jangan sekali-kali menggunakan rem roda (service brake) pada kecepatan tinggi. harus menggunakan “retarder” (exhaust brake/engine brake) dan rem pada roda (service brake). ..

masukkan gigi maju dan lepaskan “emergency brake”  Perhatikanlah daerah di sekitar yang akan dilalui setelah menumpah muatan agar cukup aman dari kendaraan lain atau orang untuk menghindari bahaya  Lepaskan rem roda kemudian gas dan tinggalkan daerah penumpahan (dump area)  Jangan menjalankan Truk apabila bak atau vesselnya masih terangkat bersambung ……. . otomatis “lever” akan ke posisi menahan (hoist)  Bila semua muatan sudah tertumpah. gerakkan Truk memutar ke arah kanan  Mundurkanlah Truk perlahan dan pada saat roda menyentuh tumpukan penahan (beam). kembalikan persenelling ke gigi netral & lepaskan pedal rem  Tarik “lever dumping” hingga posisi hoist terangkat. bila sentakan terasa agak kuat kurangi sedikit gas dan atur gas hingga posisi bak tegak untuk menumpahkan muatan. Lepaskan “dump lever”. lalu tekan gas.58 sambungan ………. saat bak turun. Penumpahan (Dumping)  Jalankan Truk perlahan-lahan saat memasuki daerah penumpahan (dumping area) dan waspadalah terhadap orang atau alat lain yang ada di lokasi tersebut  Untuk mengambil ancang-ancang mundur. akan kembali sedikit sentakan dan lepas “dump lever” kemudian bak akan turun  Setelah bak kembali duduk pada tempatnya. tekan/injak rem roda (service brake). segera tekan pedal rem  Pasang “emergency brake”..Overhead .. “dump lever” tekan ke bawah dan tahan. 3.

.Overhead . .59 BULLDOZE R Tipe blade Bulldozer adalah : Universal Blade Type Straight Blade Type Bowldozer Blade Type Light Material U Blade Type Cushion Blade Type (C-Blade Type) Angling Bade Type (A-Blade Type) Macam Roda Penggerak :  “Crawler Mounted Type“  “Wheel Mounted Type” bersambung …….

conveyor dan lain-lain .. Fungsi Kerja Bulldozer : o o o o o o o o o Perintisan. kabel listrik.Overhead . dan penimbunan Mendorong alat Scraper dan pembuatan saluran Dengan bantuan Ripper dapat membongkar lapisan batuan yang keras Membuat kemiringan tertentu pada suatu tempat Membantu pengupasan tanah penutup (overburden) Membuat konstruksi jalan tambang dan pemeliharaannya Pembuatan jenjang dan mempersiapkan “loading area” Meratakan material buangan atau overburden di lokasi “waste dump” Membantu menyebarkan tanah humus di lokasi reklamasi o Mendorong material ke dalam hopper o Membantu pemasangan pipa-pipa.60 sambungan ………. pembersihan daerah/lokasi kerja (land clearing).

terdiri dari : • Conventional (standard) power scraper • Tandem (dual mechine) power scraper • Elevating power scraper • Push pull power scraper Macam-macam Power Scraper :  “Scraper” yang ditarik oleh Bulldozer (tractor down scraper)  “Scraper” yang memiliki mesin penggerak sendiri (self propelled scrapers) bersambung ……..Overhead .61 POWER SCRAPER “Scraper” yang memiliki mesin penggerak sendiri (self propelled scrapers). .

Overhead .62 Kemampuan Power Scraper :     “Pusher Loading” “Downhill Loading” “Straddle Loading” “Chain or Shuttle Loading” .

Overhead . yaitu : • Conventional Rear Dump Truck • Tractor-Trailer.63 DUMP TRUCK Dump Truck diklasifikasikan ke dalam tiga tipe. Bottom. dan Rear Dump • Integral Bottom Dump . Side.

nL. menit Ttl = Waktu pemuatan termasuk manuver Truk. CtH dan CtL masing-masing adalah jumlah alat angkut MF = 1 MF > 1 Seimbangan Jlh Alat Angkut lebih MF < 1 Jlh Alat Angkut kurang bersambung …….64 KESEIMBANGAN TRUK DAN ALAT MUAT Ttc NT = Ttl di mana : NT = Jumlah Truk Ttc = Total waktu edar Truk teoritis tanpa waktu tunggu.. .Overhead . menit dimana : nH x CtL MF = nL x CtH MF = Match Factor = Faktor Keseimbangan nH .

kembali kosong. PROBABILITAS TRUK Adalah waktu operasi nyata sebuah Truk ditandai dengan aktifitas pemuatan. .Overhead .. pengosongan muatan. angkut muatan.. tunggu dimuat dan waktu tunda lainnya Dapat dihitung dengan rumus : Waktu Operasi Tersedia P= Apabila ketersediaan (availabilitas) sebuah Truk tertentu untuk beroperasi bebas dari ketersediaan Truk lainnya dalam armada. maka probabilitas sejumlah Truk lainnya atau sisanya (k Truk) ditentukan sebagai berikut : Waktu Operasi Terjadual Pk = pk x (1 – p)n-k x C nk n! C nk = k!(n-k)! di mana: Pk p n k = Probabilitas Truk sisa sejumlah k Truk = Probabilitas ketersediaan sebuah Truk = Jumlah total Truk dalam armada = Sejumlah Truk sisa bersambung …….65 sambungan ……….

66 sambungan ………. yaitu cara mengosongkan muatan ke samping  “bottom dump”. Berdasarkan ukuran  Ukuran KECIL. yaitu Truk-truk yang mempunyai kapasitas antara 25 ton – 100 ton  Ukuran BESAR. yaitu cara mengosongkan muatan ke arah bawah C. yaitu Truk-truk yang mempunyai kapasitas sampai 25 ton  Ukuran SEDANG. yaitu cara mengosongkan muatan ke belakang  “side dump”. PENGGOLONGAN A. yaitu Truk-truk yang mempunyai kapasitas di atas 25 ton . TRUK Berdasarkan macam roda penggeraknya (wheel drive)  Roda penggeraknya adalah roda-roda depan (front wheel drive)  Roda penggeraknya adalah roda-roda belakang (rear wheel drive)  Roda penggeraknya adalah roda-roda depan dan belakang (four wheel drive)  Roda penggeraknya adalah semua roda-roda belakang (double rear wheel drive) B.Overhead .. Berdasarkan cara mengosongkan muatan  “end dump or rear dump”.

jenis alat angkut. jarak angkut.67 KUALITAS PENGANGKUTAN • Acuan kualitas pengangkutan adalah menjaga kestabilan distribusi ukuran butir dan kuantitas material • Dipengaruhi oleh kondisi jalan.Overhead . sifat fisik material IxH P=Ex  Loose n x C P Opt= x)  (P+ i=1 .

Tetapi yang sering dipakai sekarang adalah Power Shovel yang bertenaga diesel dan listrik . bensin. listrik.68 POWER SHOVEL Merupakan sekop/mangkuk besar mekanis dimana tenaga penggerak dari Power Shovel ini bisa diesel. atau uap.Overhead .

Kemudian kalau sudah di tempat kerjanya harus diletakkan sedemikian rupa. maka perlu dibuat sebuah jalan masuk dan tempat kerja awal yang membentuk lereng landai oleh alat ini sendiri atau dengan bantuan sebuah Bulldozer. maka tidak perlu dibuatkan jalan masuk dan tempat kerja awal  Bila tempat kerja yang akan digali masih merupakan daerah yang datar.69 Cara penempatan Power Shovel ini di tempat kerjanya ada bermacam-macam tergantung dari keadaan topografi lapangan dan tujuan kerjanya.Overhead . misal :  Kalau tempat kerja sudah tersedia. misaknya pada daerah kerja yang sudah meru-pakan lereng bukit (side hill operation). sehingga gerakan-gerakannya efisien dan cukup tempat untuk alat angkut mendekatinya .

Overhead .70 DRAGLINE Kapasitas Dragline diukur dari mangkuknya (bucket atau dipper). Dragline ke-cil berukuran mang-kuk ¾ .2 cuyd. ukuran sedang 2 – 8 cuyd dan berukuran besar 8 – 35 cuyd .

terutama untuk lapisan tanah penutup yang tidak teratur tebalnya.Overhead . kerikil atau Batubara ke atas alat angkut. sungai dan lain-lain  Membuat dam kecil dgn menggali tanah dan batuan dari daerah sekitarnya  Menggali lalu mengangkat. antara lain adalah :  Menggali lapisan tanah penutup (stripping of overburden) yang lunak atau sedikit keras (medium hard). Juga dapat dipakai untuk memperdalam terusan. kanal. “hopper” atau “belt conveyor” . memuat atau melepaskan pasir. Kalau tanahnya lunak dapat lebih effisien daripada menggunakan Power Shovel  Menggali lumpur. selokan. pasir. kerikil atau batuan yang terletak di bawah permukaan air. “trench” dan lain-lain. Menggali dari atas jenjang (bench digging) juga dapat dilakukan  Membuat terusan.71 Pekerjaan-pekerjaan yang dapat dilakukan atau ditangani oleh Dragline.

Alat ini sesuai untuk dipergunakan pada material tanah penutup maupun bijih yang lunak. pasir maupun serpih lunak dimana tidak terdapat formasi batuan yang keras . terutama yang berupa tanah atau lempung.72 BUCKET WHEEL EXCAVATOR BWE adalah alat gali untuk pemindahan tanah.Overhead . baik lapisan tipis maupun tebal.

oleh sebab itu menjadi tidak fleksibel peng-gunaannya bersambung ……. semakin banyak Batubara yang tersingkap Rehabilitasi “top spoil overburden” lebih mudah..Overhead . cepat dan murah Memudahkan selective mining lapisan Batubara Memiliki kemampuan menggali material di atas atau di bawah posisi level kerja Beberapa Kelemahan BWE adalah :  Tidak mampu menggali material keras yang fragmentasinya besar  Tdk efisien dipakai menggali lapisan bercampur bongkahan atau ada akar-akar tanaman besar  Tidak dapat diterapkan pada penggalian berselang-seling sangat rapat antara lapisan keras dengan lunak  Biaya relatif tidak efisien bila diterapkan pada tambang skala kecil  Tergolong sebagai alat yang spesial. .73 Keuntungan penggalian menggunakan BWE adalah :        Jenjang bisa lebar (mengikuti panjang “boom”nya) dan lebih menjamin kestabilan kemiringan pit Memberikan ruangan yang luas untuk alat berat lain untuk maneuver Dpt meningkatkan efisiensi Shovel bila lapisan overburden lunak digali terlebih dulu oleh BWE Dengan makin lebarnya jenjang overburden terbuka.

selanjutnya ditumpahkan dengan cara yang khas ke “belt conveyor” yang telah terpasang sebagai alat angkut . yaitu :  “Terrace cut”. yaitu suatu cara penggalian dengan memotong permukaan kerja ke arah bawah  “Combination cut”. Setelah mangkuk-mangkuk tersebut terisi penuh. yaitu suatu cara penggalian dengan memotong permukaan kerja ke arah depan sehingga akan terbentuk jenjang-jenjang pada lereng penggalian  “Dropping cut”. artinya menggali permukaan kerja secara “terrace cut” utk bagian atas lapisan dan secara “dropping cut” untuk bagian bawahnya Cara Penggalian : “Boom” beserta mangkuk-mangkuknya yang berputar pada rodanya ditekan ke arah material yang digali.74 sambungan ………. yaitu suatu cara penggalian gabungan..Overhead . Pada umumnya cara penggalian mangkuk-mangkuk BWE dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) macam.

kolam tailing. lempung atau penggalian material dari bawah air. dan sebagainya . misalnya memper-dalam kanal atau saluran.75 BUCKET CHAIN EXCAVATOR BCE akan lebih efektif digunakan untuk menggali material pasir.Overhead .

rantai dan lain-lain  Sulit melakukan selective mining. hal ini berarti tingginya tingkat perawatan dan energi yang diperlukan . sambungan rantai. Faktor pengisian selalu lebih dari 100%  Dapat membuang lapisan penutup dengan baik ketika mengekspos mineral berharga pada operasi penggalian yang dalam  Diperoleh batas pemotongan yang bersih Beberapa Kelemahan BCE adalah :  Banyak suku cadang yang cepat aus.76 Keuntungan penggalian menggunakan BCE adalah :  Dapat dipakai pada operasi pemotongan yang dalam dan tinggi secara aman  Homogenitas material tergali langsung terlihat sepanjang mangkuk  Sangat memungkinkan penggalian di bawah air  Kecepatan putar dan elastisitas rantai pengikat mangkuk yang rendah dapat me-ngurangi bahaya atau kecelakaan dibanding putaran susunan mangkuk pada BWE  Diperoleh kapasitas isian mangkok yang baik karena prosesnya berlangsung sepanjang kedalaman pengisian tersebut. kalau pun mungkin hanya dapat dilaksanakan pada penggalian yang terbatas  Hampir 33 % dari kapasitas terpasang diperlukan untuk mengatasi ketahanan gerakan rantai.Overhead . misalnya: sproket.

Overhead .77 PERBANDINGAN PERBANDINGAN OPERASIONAL BCE BCE DAN DAN BWE BWE OPERASIONAL Kriteria BCE BWE Sangat cocok Kurang cocok Kemungkinan penggalian di bawah air ++  Homogenitas selama operasi penambangan ++  Selective mining  ++ ++   ++ Kedalaman operasi pemotongan Kecocokan untuk pekerjaan pemotongan dan penimbunan Kecocokan untuk pekerjaan blok .

tetapi bila dipergunakan untuk menangani di daerah yang berlumpur atau di daerah yang berbatu tajam.78 WHEEL LOADER Adalah salah satu alat muat yang kini banyak digunakan karena gerakannya yang lincah dan gesit. misal di kuari batu Andesit. maka sebaiknya roda-roda karetnya dilindungi dengan rantai baja (steel beads) .Overhead .

jika jarak tersebut terbatas akan menimbulkan persoalan.79 Keuntungan dan kelebihan Wheel Loader. maka Wheel Loader lebih lincah dan gesit serta dapat melakukan olah gerak dengan lebih baik pada kondisi lapangan kerja yang sama . maka Wheel Loader mempunyai kelebihan dalam memuat material hasil peledakan. karena “boom” yang panjang mengakibat Power Shovel sulit utk bergerak di tempat-tempat yg kurang lebar  Dibandingkan dengan Track Loader. “Track Loader lebih tepat digunakan karena alat muat jenis ini mampu berputar dengan jari-jari yang kecil  Wheel Loader dipergunakan dengan maksud agar lebih berdaya guna dalam masalah pembersihan lapangan. karena Bulldozer hanya dapat mendorong material dan kelebihan materialnya akan tergeser ke sisi-sisi bilahnya  Dibandingkan dengan Power Shovel. adalah :  Dalam operasinya. Wheel Loader biasanya memerlukan jarak untuk mengolah gerak.Overhead . antara posisi memuat dan posisi membongkar. Untuk jarak yang terbatas ini.

.Overhead .80 RIPPER Ripper atau alat garu sebenarnya bukan alat untuk pemindahan tanah mekanis. teknik dan prosedur serta pengalaman operator bersambung …….. tetapi dimaksudkan sebagai alat untuk Bulldozer dan Power Scraper dalam mengatasi batu-an atau material yang relatif keras Produksi Ripper atau alat garu ini tergantung pada rippabilitas material. tractor dan jumlah gigi-gigi Ripper.

Misalnya lumpur yang kering dan mengeras karena panas matahari  Menggantikan fungsi alat bor dan bahan peledak untuk membongkar batuan yang lapuk (weathered rock)  Di tempat penimbunan kadang-kadang diperlukan pemadatan tanah yang dibantu dengan cara menambah kelembaban tanah dengan meresapkan air ke dalam tanah timbunan itu. beton atau aspal yang sukar untuk digali dengan alat bor atau pembelah (pick hammer)  Merusak jalan atau landasan pacu (runway) suatu lapangan terbang yang terbuat dari beton. maka Ripper dapat dipakai untuk membuat parit-parit kecil dimana akan dialirkan air  Untuk merobek atau merusak kaki-lima (pavement) yang terdiri dari ubin.81 Kegunaan Ripper atau Alat Garu. diantaranya adalah :  Membantu Bulldozer pada waktu membersihkan lapangan dari pepohonan atau clearing  Kadang-kadang dengan memakai gigi-giginya sebuah pohon dapat dengan mudah ditumbangkan tanpa menggali tanah di sekeliling pohon tersebut  Membantu Power Scraper di tempat-tempat yang tanahnya keras.Overhead . Perusakan itu harus dimulai dari bagian ujungnya sehingga gigi-gigi alat garu (Ripper) dapat mencongkel lapisan beton tersebut dari bagian bawah .

yaitu : 1. “Mesh grid rollers” 5. “Grid type rollers” 4. “Pheneumatic tired rollers” 7.Overhead . “Segment rollers” 6. “Sheep foot rollers” 2. “Vibration rollers” . “Smooth steel wheel rollers” 3.82 MESIN PEMADAT/PENGGILAS (ROLLER/COMPACTOR/VIBRATION MACHINES) 7 (tujuh) macam pemadatan tanah yang sering dipakai dalam aktivitas pemindahan tanah mekanis.

Overhead .83 GRADE R Grader adalah alat yang biasa dipergunakan untuk meratakan tanah timbunan atau memelihara jalanan yang tidak diperkeras Bagian utama dari alat ini terdiri dari bilah (blade) yang dihubungkan kepada suatu cincin baja (circle) sehingga dapat digerakkan dalam arah mendatar dan vertikal Bilah tersebut dpt pula diputar 1800. sehingga pada waktu Grader mundurpun dapat meratakan tempat galian atau tempat kerjanya .

“Towed Grader” Yaitu jenis Grader yang membutuhkan alat penarik seperti Tractor atau Bulldozer 2. Jenis ini dapat dibedakan pula menjadi 3 (tiga) tipe.84 Grader dapat dibedakan menjadi 2 (dua) jenis. yaitu : 1. yaitu :  “Straight motor grader”  “Articulated motor grader”  “Crab type motor grader” . “Motor Grader” Yaitu jenis Grader yang mempunyai tenaga penggerak sendiri.Overhead .

85 MEMPERKIRAKAN PRODUKSI A. Perhitungan Langsung (Direct Computation) Yaitu suatu cara perhitungan dengan memperincikan tiap-tiap faktor yang mempengaruhi produksi untuk menentukan volume asli (pay load) atau ton yang dapat dihasilkan oleh masing-masing alat yang dipergunakan B.Overhead . kadang juga dilengkapi dgn grafik dan digram yang diperoleh dari hasil percobaan oleh pabrik pembuat alat-alat tersebut . “Tabular Method” Yaitu suatu cara perhitungan dengan mempergunakan keterangan dan data yang berbentuk tabel-tabel yang khas untuk masing-masing alat dan diambil dari pe-ngalaman-pengalaman sebelumnya yang sifat pekerjaan-nya kirakira serupa.

“Slide Rule Method” Yaitu cara perhitungan dgn memakai “manufacturer’s earthmoving calculators” dan itu tidak lain dari “slide rule” khusus yang dibuat untuk tiap-tiap alat dengan memasukkan semua prinsip perhitungan yang diperguna-kan pada cara perhitungan langsung D.86 C. sehingga perhitungan-perhitungannya menjadi lebih mudah dan singkat . Perhitungan Perkiraan (Guesstimating) Kurang lebih sama dengan cara pertama.Overhead . hanya bagian-bagian yang dianggap tidak begitu penting diabaikan atau disederhanakan.

87 ESTIMASI PRODUKTIVITAS ALAT FAKTOR-FAKTOR YG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS ALAT • Efisiensi kerja (E) • Kapasitas alat (I) •Jenis material (H) •Waktu edar (C) H P=Ex Ix .Overhead .

88 SIFAT FISIK MATERIAL • Volume material bcm. lcm.Overhead . ccm Vl Vi • Faktor berai ( swell factor ) SF = x 100% % swell = Vl • Faktor muat ( load factor ) 100% LF = 100% + %swell • Faktor isi ( fill factor ) • Densitas • Faktor penciutan ( shrinkage factor ) ccm LF = x 100% bcm -1 Vi .

89 TENAGA KENDARAAN (1) TENAGA DIPERLUKAN (TP) = POWER REQUIRED  Untuk mengatasi Tahanan Total (TT)  TT = TG + TM  TG = GI + LB + PB  1% miring effektif = 10 kg/ton TG  TP = TT x BKG (Berat Kendaraan Gross) .Overhead .

kg x TT x V.TT) Rimpull (DBP) = Kemampuan mesin menarik seluruh beban melalui permukaan ban / track / rantai  HP = BKG.kg x TT x V. mph 375 .Overhead . km/jam 273.75 = BKG.V.90 TENAGA KENDARAAN (2) TENAGA TERSEDIA (TS) = POWER AVAILABLE     Kemampuan alat utk bergerak di permukaan jalan Harus mampu atasi segala hambatan di permukaan jalan TS = f (W.

kering. halus.91 TENAGA KENDARAAN (3) TENAGA TERPAKAI (TK) = POWER USABLE  TK dipengaruhi oleh Koefisien Traksi (KT)  KT = perbandingan gaya tarik / dorong (tractive force) kendaraan dengan W total kendaraan yg diterima roda / track sebelum slip  KT dipengaruhi oleh:  bentuk kembangan ban / susunan track  kondisi permukaan jalan (basah. keras) .Overhead .

92 PRODUKSI BULLDOZER Dengan asumsi availabilitas dan utilitas 100%. dapat dihitung dgn rumus sbb : 60 x Ld x Fs Pd = Ctd dimana : Pd = Produksi Bulldozer pada jam kerja efektif. menit bersambung …….Overhead . bcm/jam Ld = Kapasitas blade. . % Ctd = Waktu edar (cycle time) rata-rata. lcm Fs = Faktor pengembangan (swell factor) material..

meter/menit = Kecepatan mundur.93 sambungan ……….Overhead . menit .. menit = Jarak kerja. m3 = Lintasan per jam = Waktu edar (cycle time). Produksi Bulldozer dapat pula dihitung dengan menggunakan rumus-rumus sebagai berikut : P = PMT x FK dimana : PMT = KB x T P PMT T = 60 / Ct Ct = j / F + j / R + Z FK KB T Ct j F R Z = Produksi Bulldozer. meter = Kecepatan maju. meter/menit = Waktu tetap (fixed time). m3/jam = Produksi maksimum teoritis dengan efisiensi 100 %. m3/jam = Faktor koreksi = Kapasitas bilah (blade).

mangkok = 13 m3 Faktor pengisian (estimasi) = 0.94 CONTOH PERHITUNGAN PRODUKSI POWER SHOVEL • • • • • • • Densitas material (insitu) = 2.92 ton Produksi shovel nyata = 1.23 ton .85 x 13 x 1.83 ton/m3 Faktor berai = 76.834.157.83 x 3600 28 Bila faktor muat = 85%.kerja & availabilitas = 83% Produksi shovel = 0.Overhead .83 x 0.25% Kap.85 Waktu edar rata2 = 28 det Eff.40 ton/m3 Densitas material (loose) = 1. maka: = 2.

80 siklus / jam • Produksi / jam operasi = 49.80 • Faktor pengisian = 0.04 bcm/jam • Produksi / tahun: • Tot jam kerja / thn = 7.78 bcm • Waktu edar = 1 menit • Effisiensi kerja = 0.90 • Faktor mangkok = 0.90 • Prod / thn = 0. Mangkok = 49.80 x 1 = 49.83 • Jam operasi = 0.72 • kap.78 = 1.80 x 0.104 x 1.70 = 35.782.90 x 7.671.70 m3 • Produksi / siklus = 0.95 CONTOH PERHITUNGAN PRODUKSI DRAGLINE • Faktor berai = 0.Overhead .72 x 49.104 jam/thn • Availabilitas dragline = 0.393.90 = 0.80 x 35.40 ton/thn .83 x 60 = 49.80 men/jam • Siklus / jam operasi = 49.04 = 11.782.

m = Spasi rip (jarak antara dua lajur galian Ripper). menit .Overhead . m = Kedalaman penetrasi. bcm/jam = Panjang/jarak galian Ripper rata-rata.96 PRODUKSI PRODUKSI RIPPER RIPPER 60 x L x w x p Pr = Ctr dimana : Pr L w p = Produksi Ripper pada jam kerja aktif. m Ctr = Waktu edar rata-rata Ripper.

75 0.72 0.84 0.52 .70 Bagus (good) 0.76 0.61 0.69 0.63 0.60 Buruk (poor) 0.57 0.97 Tabel EFISIENSI KERJA Kondisi Pengelolaan (Management) Kondisi Kerja Bagus Sekali Bagus Sedang Buruk Bagus sekali (excellent) 0.81 0.71 0.Overhead .78 0.65 0.65 Sedang (fair) 0.

cuyd atau ft s = Banyaknya penumpahan mangkuk per menit f = Faktor Pengembangan Material (swell factor). f Qth = I x dimana : 27 Qth = Produksi Teoritis BWE.98 PERKIRAAN PRODUKSI BUCKET WHEEL EXCAVATOR berdasarkan teori I .Overhead .. cuyd / jam I = Kapasitas Mangkuk. % bersambung ……. . 60 . s .

Vc ..z Faktor Pengembangan Material (swell factor)..D / 60. f Qth = D .99 sambungan ………. 3600 . ft / detik = s. % bersambung …….Overhead . ft Kecepatan penggalian. cuyd / jam Kapasitas Mangkuk. . z . berdasarkan kecepatan penggalian dari mangkuknya I . cuyd atau ft Jumlah mangkuk pada roda Diameter roda. 27 dimana : Qth I z D Vc f = = = = = = Produksi Teoritis BWE.

. cuyd / jam Tinggi setiap lapisan penggalian.. ft / menit bersambung ……. ft Kecepatan ayunan boom. d . 60 Produksi Teoritis BWE. ft Kedalaman penggalian.100 sambungan ………. . Vs . berdasarkan kecepatan ayunan (slewing) dari boom dimana : Qth h d Vs = = = = Qth = h .Overhead .

I .Overhead . z .z ft = = = = = = Produksi Teoritis BWE. cu ft s = Banyaknya penumpahan mangkuk per menit Faktor Pengembangan (swell factor).. secara teoritis berdasarkan data perusahaan W . ft Qth = 27 dimana : Qth W z I W. rpm Jumlah mangkuk pada roda Kapasitas tiap mangkuk.101 sambungan ………. % . cuyd / jam Kecepatan putar roda. 60 .

KP . meter Kedalaman Penetrasi gigi Ripper. FK P = dimana : P LK KP FK j F R z = = = = = = = = j/F + j/R + z Produksi Ripper.102 PERKIRAAN PRODUKSI RIPPER Memperkirakan produksi “multy sank ripper” yang diletakkan di bagian belakang Bulldozer LK . meter / menit Kecepatan Mundur (reverse velocity). j . menit 3 . m (LCM) / jam Lebar Permukaan Kerja (working width). meter / menit Waktu Tetap (fixed time).Overhead . meter Faktor Koreksi Jarak Penggaruan (ripping distance). 60 . meter Kecepatan Maju (forward velocity).

Overhead - 103

CONTOH PERHITUNGAN ALAT
Sebuah Bulldozer Komatsu D 355 A dipergunakan utk tugas penggaruan
RIPPER
(ripping) dengan jarak penggaruan rata-rata 30 meter. Data teknis Bulldozer
dengan alat garunya adalah sebagai berikut :




Kedalaman penetrasi gigi = 0,30 meter
Faktor pengembangan = 80 % = 0,80
Efisiensi waktu = 0,83
Efisiensi kerja = 0,75
Efisiensi operator = 0,80

0,60 x 0,30 x 30 x 60 x 0,50
P =
(30 / 41,25) + (30 / 45,33) + 0,05
162,00
=

= 112,50 m3 (LCM)/jam
1,44

KP = 0,30 meter ; J = 30 meter ; z = 0,05 menit
LK = 2 KP = 2 x 0,30 = 0,60 meter
F = pada gigi-1 yg dikoreksi = 0,75 x 3,30
= 2,48 = 41,25 m/menit
R = pada gigi-1 yg dikoreksi = 0,85 x 3,20
= 2,72 = 45,44 m/menit
FK = Eff. waktu x eff. kerja x eff. operator
= 0,83 x 0,75 x 0,80 = 0,50

Jadi produksi
alat Ripper

Overhead - 104

MEMPERKIRAKAN
ONGKOS PRODUKSI
Ongkos-ongkos produksi yang perlu diperhitungkan dan
dipertimbangkan, sebagai berikut :
1. Ongkos Pemilikan (ownership costs) yang terdiri dari :
a. Depresiasi (depreciation)
b. Bunga, pajak, asuransi dan sewa gedung
Penanaman Modal Tahunan =

(1 + n) x 100 %
2n
10 % x PMT x Harga Alat

Bunga, Pajak dsb =
dimana : n = Umur alat dinyatakan dalam tahun ; PMT = Penanaman Modal Tahunan

Jam jalan per tahun

Overhead - 105

2. Ongkos Operasi (operation costs) yang terdiri dari :
a. Ongkos penggantian ban, yaitu harga ban baru dibagi dengan umurnya
b. Ongkos reparasi ban, misal untuk menambal, vulkanisir dan lain-lain
c. Ongkos reparasi umum, termasuk harga suku cadang (spare parts) dan
ongkos pasang serta ongkos perawatan
d. Ongkos penggantian alat gali, seperti Bulldozer, Power Scraper dan
lain-lain
e. Ongkos bahan bakar
f. Ongkos minyak pelumas dan gemuk (grease), termasuk ongkos
buruhnya
g. Upah pengemudi termasuk asuransi dan tunjangan

006 lb/HP-jam 7.4 lb/gallon Jumlah minyak pelumas yang dipakai. gph Kekuatan mesin. HP Kapasitas “crankcase”.6 x 0. jam + c t .Overhead .106 Banyaknya pemakaian minyak pelumas itu dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut : q = dimana : q HP c t = = = = HP x 0. gallon Jumlah jam penggantian minyak pelumas.

000 US $ 160 US $ 340 + US $ 125.000 jam per tahun Penyelesaian Perhitungannya : 1.107 Contoh Perhitungan Ongkos Produksi Sebuah Power Scraper berkapasitas munjung 15 cuyd yang bermesin diesel seperti yang telah diambil sebagai contoh perhitungan produksi di depan.500 bersambung …….Overhead ..000 lb x $ 1. . bila dipakai rata-rata 2. bongkar dan pasang Ongkos angkut 34. dengan tambahan data sebagai berikut : • Kapasitas “crankcase” = 6 gallon • Minyak pelumas harus diganti tiap 100 jam • Umur alat diperkirakan 5 tahun. Ongkos Pemilikan (ownership costs) a. akan dihitung ongkos pemilikan dan ongkos operasinya. Depresiasi : Harga pembelian (purchuse price) Ongkos muat.00 / 100 lb Harga di tempat (delivered price) US $ 125.

. Harga di tempat (delivered price) Dikurangi harga bea Jumlah yang didepresiasi US $ 121.500 US $ 4.500 Depresiasi = = US $ 12. asuransi dan ongkos gudang : (1 + 5) x 100 % Penanaman Modal Tahunan = = 60 %. pajak.500 x 60 % Ongkos Gudang dsb = 10 % x = US $ 3.Overhead .91 / jam bersambung …….500 per jam b. 2 x 5 US $ 125. .000 (jam / tahun) Jlh “ownership costs” = US $ 12. Bunga.15 5 x 2.000 US $ 121.000 US $ 125.108 sambungan ……….76 = US $ 15..76/jam 2.15 + US $ 3.

00 / jam 4.109 sambungan ………. Ongkos penggantian ban = = US $ 1.44 = 10. Ongkos reparasi ban.55 x 15 c/gal = US $ 1.55 gal/jam Ongkosnya : 10. 100 % ongkos ganti ban US $ 1.000 a.04 x 186 = 7.000 b.. Ongkos Operasi (operating costs) US $ 4..00 / jam c. . Ongkos penggantian alat gali US $ 0. 2.44 gal/jam Pada faktor kerja 83 % dan 80 % : 100 / 83 x 100 / 80 x 7.53 / jam bersambung ……. Ongkos bahan bakar : Pada faktor kerja 100 % = 0.Overhead .30 / jam d.

096 + 0.05 / jam = US $ 33.45 c/gal = US $ 0. Ongkos reparasi dan pemeliharaan : 90 % x depresiasi = 90 % x US $ 12.006 lb/HP-jam + 6 7.156 gallon / jam Ongkosnya = 0.91 / jam + US $ 18.15 / jam = g.4 lb/gallon 100 = 0.110 sambungan ………. Ongkos minyak pelumas : q = 186 x 0.156 x 1.060 = 0.05 / jam Jumlah ongkos pemilikan dan ongkos operasi : US $ 15..23 / jam f. US $ 10.00 / jam + US $ 18.96 / jam .Overhead . e.94 / jam Ongkos pengemudi US $ 3.6 x 0.

Overhead .111 SEKIAN .