Anda di halaman 1dari 14

EBAT

EVENT BASED APPROACH TO TRAINING

KELOMPOK 3
1.Prita Aulia
2.Josua Bili .A
3.Azizah Aini .A

OUTLINE

INTRODUCTION

PROCEDURE

STEPS

ADVANTAGE
S

DISADVANTAGE
S

APPLICATIO
N

INTRODUCTION
EBAT merupakan metodologi atau cara
penilaian kerja yang mengacu pada
pelatihan dan simulasi yang sistematis.
EBAT digunakan untuk mengamati
perilaku seseorang dalam melakukan suatu
pekerjaan tertentu, lebih banyak digunakan
dalam health care domain.
Dari pengamatan perilaku seseorang
tersebut kemudian akan dianalisa dan
dilakukan perbaikan.

PROCEDURE
1. Identifikasi tujuan pelatihan dan kegiatan-kegiatan pelatihan.
2. Penerjemahan tujuan pelatihan ke dalam scenario kejadiankejadian yang dapat menunjukkan kompetensi yang terkait
dengan tujuan pelatihan.
3. Pengembangan kriteria performansi yang diukur dalam
pelaksanaan EBAT.
4. Pengembangan prosedur yang memungkinkan trainer untuk
mengamati dan memberikan feedback.
5. Menghubungkan data kinerja untuk database kinerja historis,
untuk kemudian dianalisa, dan perbaikan dalam pelatihan masa
depan.
6. Memperbarui daftar kegiatan-kegiatan pelatihan berdasarkan
kebutuhan pelatihan yang diidentifikasi sebelumnya.

STEPS
1. Identifikasi tujuan pelatihan dan kegiatankegiatan pelatihan.
Mengidentifikasi tujuan dari adanya pelatihan adalah
langkah pertama yang akan mendorong pengembangan
skenario dan akhirnya umpan balik yang diberikan kepada
peserta pelatihan. Sumber tujuan pelatihan meliputi
sumber dokumen misalnya daftar tugas dan prosedur
standar, selain itu juga dapat digunakan tim kuat dan tim
lemah untuk memandu pemilihan tujuan pelatihan, tingkat
pengalaman peserta, masukan dari petugas pelatihan dan
persyaratan dari pemimpin tim.

2. Mengembangkan scenarios dan


events
Scenario dan trigger events dikembangkan untuk
penilaian apakah kompetensi yang ditargetkan untuk
pelatihan telah dicapai. Sifat events secara umum:
. Events harus menyajikan situasi yang realistis
. Events dengan kesulitan yang tepat harus disajikan
di beberapa titik dalam scenario
. Pengenalan events harus dikelola dalam beberapa
cara
. Events dapat mencakup situasi rutin seperti fase
tugas

3. Mengembangkan pengukuran kinerja


yang mengcapture respons terhadap
events
Alat pengukuran kinerja dikembangkan di sekitar
scenario events dengan tujuan untuk menyediakan link
antara tujuan pengukuran dan diagnosis kinerja. Johnston
et al. (1995) menggambarkan langkah-langkah proses
individu dan tim yang dirancang untuk menangkap respon
terhadap events untuk tim angkatan laut. Ini termasuk
skala observasi perilaku, penilaian keadaan yang
terpendam dari events dan errors, dan juga ratings.

4. Mengembangkan alat untuk


mendukung diagnosis kinerja dan
feedback
Instruktur harus mengamati kinerja selama
events berlangsung dan mendiagnosa kekuatan
dan kelemahan kinerja. Alat ini memungkinkan
instruktur untuk melacak events, mengingatkan
untuk terjadinya events, dan memfasilitasi
penyajian data dan feedback setelah events.

5. Menghubungkan data kinerja dari


suatu kegiatan pelatihan terhadap
database historis dan daftar tugas
Jenis data dapat diurutkan berdasarkan tim,
individu, tujuan pelatihan, dan waktu. Nantinya
perbandingan ini dapat digunakan untuk
mengidentifikasi kekurangan pelatihan yang dapat
diterjemahkan ke dalam tugas-tugas dan tujuan.

6. Memperbarui daftar tugas


berdasarkan kebutuhan pelatihan
Idealnya, dalam pelaksanaan EBAT, data kinerja dari
suatu pelatihan dapat dikaitkan dengan database historis
yang mempertahankan kinerja masa lalu dari tim dan
individu. Jenis data dapat diurutkan berdasarkan tim,
individu, tujuan pelatihan, waktu, dan sebagainya.
Kekurangan diamati secara individual atau pada tingkat tim
dapat digunakan untuk fokus kesempatan di masa depan.
Sehingga tren dapat dipetik dari database historis untuk
mengidentifikasi kekurangan pelatihan yang dapat
diterjemahkan kedalam tugas- tugas dan direvisi sesuai
tujuan.

ADVANTAGES
Adanya data historis dan feedback dari
pengukuran, untuk dapat sesuai dengan tujuan
pelatihan.
Adanya pengamatan dan diagnosis kinerja dalam
setiap kejadian yang dilakukan.
Mengetahui skor kinerja seseorang dalam event
yang dilakukan.
Mendapatkan metodologi baru dalam procedure
kerja, hasil output dari analisa skor kinerja.

DISADVANTAGES
Pengembangan skenario adalah padat karya.
Memerlukan dukungan dari ahli domain untuk
membangun database.
Sulit untuk mengembangkan skenario dan
peristiwa yang kesulitan sama.
Sulit untuk menghindari ketergantungan
berurutan antara peristiwa untuk latihan timpelatihan yang besar.
Dengan latihan besar, bantuan instruktur dan
alat-alat otomatis hampir penting.

APPLICATION