Anda di halaman 1dari 40

Mikroflora

normal tubuh
manusia
Oleh:
M.Amin Romas
Bagian Mikrobiologi FK-UMS

Mikroflora normal
-populasi
-jasad renik/mikroorganisme
-kulit dan selaput lendir
-organ lain
-orang sehat
Dapat berupa :-bakteria(aerobe &
anaerobe)
-jamur ( ragi & kapang )
-virus

Ada 2 golongan:
1.Flora tetap:
-terdapat pada daerah tertentu
-pada umur /fase tertentu
- jika ada gangguan segera kembali
2.Flora sementara:
-mikroorganisma apatogen

potensial patogen
-kulit,mukosa dan jaringan lain
-beberapa jam, hari, minggu dll
-berasal dari sekitar

Selama flora tetap utuh flora sementara


tidak punya pengaruh apa-apa.
Jika flora tetap terganggu flora sementara

terjadi kolonisasi proliferasi penyakit


Flora normal tetap :
-bersifat kommensal
-menempati daerah ttt
-faktor: suhu, kelembaban,makanan dll

Peran flora normal tetap:


- pertahankan kesehatan
-jaga fungsi normal
-flora saluran makanan : vit K dan bantu
serap zat zat makanan
-cegah terjadinya kolonisasi bakteri
patogen penyakit
-bersifat non invasif
-bila keluar tempat asal aliran
darah/jaringan dll
jadi patogen penyakit

Beberpa kasus sering


terjadi:
1.Streptococcus viridans:
- normal pada saluran napas atas
- flora tetap
-pada extraksi gigi/ tonsilektomi trauma
masuk sal.darah jantung ormal/
buatan kolonisasi infeksi endo
carditis dll
Pada pembersihan karang gigi/ gosok gigi kuat kalau jumlah kecil tinggal
sementtara. Kalau banyak kolonisasi infeksi

2.Bacteroides:
-flora tetap usus besar
-non invasif
-jika ada trauma masuk rongga
peritoneum
(peritonitis ) atau jaringan pelvis
(pelvitis ) suppurasi sal. darah
bakteriaemia lain organ
penyakit

3. Spirochaeta, Fusobacteria:
-flora normal tetap mulut
-trauma keluar infeksi
-keadaan umum jelek/malnutrisi keluar

perbanyak pada jaringan lain infeksi


penyakit
( itis )
Prinsip :-flora normal tidak bahaya
-bahkan bermanfaat
-bila migrasi ketempat lain
patogen (itis)
-dipengaruhi oleh faktor predisposisi

Beberapa faktor
predisposisi:
1.KU jelek:
-kekurangan gizi/malnutisi
-kekurangan vit
- bayi baru lahir/new born
-penyakit yang chronis ( mis :TB )
-carcinoma (Ca)
2. Pemakaian obat :
-antibiotika
-corticosteroid
-cytostatic agen

3.Keadaan tertentu :
-DM
-graviditas
-KB (oral pil )
4.Tindakan medis:
-operasi kecil/besar
-suntikan
-kateterisasi
-infus dll
Dengan adanya fakor ini mikroorganisme
yang semula bersifat
kommensal/apatogen
patogen/penyakit

A. Flora normal pada


kulit
-dapat bersifat flora sementara
-umumnya flora tetap karena:
-letak anatomis/strategis
-ada aktifitas sekresi ;sebacea dll
-pakaian dll
- dekat daerah selaput lendir ( mulut,
hidung ,perineum dll )
-berbagai macam microorganisma antara
lain :

1. Difteroid aerobe dan anaerobe


( Corynebacterium, Propionibacterium dll
2. Staphylococcus non-hemolyticus(ae/anae
(S.epidermidis, S.aureus ,Peptococcus)
3. Bacillus gram positif dan spora
(udara ,air dan tanah dll )
4. Streptococcus alfa hemolyticus (S.viridan)
5. Enterococcus ( S. faecalis )
6. Coliform dan Acinobacter
7. Mycobacterium non-patogen
(genital.telinga)
8. Fungi dan yeast

Flora tetap kulit dapat kurang/hilang oleh:


- pH rendah
-asam lemak ( sekret kel.sebacea )
-lisozym
-sabun hexachloroform
-desinfektan lain
flora dengan cepat diganti oleh bakteria
dari keluarga kel.sebacea/keringat.
-dressing/penutup :dapat tngkatkan jml
populasi

B.Flora normal mulut dan


saluran nafas atas
-waktu lahir : mulut & tenggorok steril
-tercemar lewat persalinan/jalan lahir
-4- 12 jam: Str.viridans menetap pada sal.
nafas bagian atas yang berasal dari ibu/pengasuh.
-kemudian bertambah :
-Staphylococcus aerobe & anaerobe
-Diplococcus ( Neisseria ,Brahamella)
-Difteroid
-Lactobacillus
-bila gigi mulai keluar mulai menetap bakteria:
-Spirochaeta anaerob

-Bacteroides (B.melaninogenicus )
-Fusobacterium
-Rothea
-Capnocytophaga
-Vibrio anaerobe
-Lactobacillus
-Actinomyces : biasa dalam jaringan
tonsil dan daerah gingiva orang dewasa
-Candida: pada bayi bersifat
exogen/dari ibu
Pada pharynx dan trachea:
-flora yaqng sama menetap
Pada bronchus: ada beberapa jenis saja
Pada bronchioli dan alvioli : steril

C.Flora pada sal.nafas


bag.atas:
Biasanya ditemukan:
-Strep. non hemolyticus & alfa haemolytic
-Neisseria
-Staphylococcus
-Difteroid
-Haemophilus
-Pneumococcus
-Mycopolasma
-Bacteroides
Flora di daerah hidung :
-Corynebacterium
-Staphylococcus epidermidis dan aureus
-Streptococcus

Peranan flora mulut pada


caries dentis
-Flora normal terjadi fermentasi proses desintegrasi gigi dari permukaan ke
dalam.
-Mula-mula email (non sellulair) demineralisasi (krn produk asam hasil fermentasi

terjadi decomposisi dentin dan semen


caries
dentis
-Ada beberapa fase terjadinya caries :

Fase I :
-terjadinya plak pada permukaan email
-plak : endapan gelatin dari glucan dari pol.
KH ( BM besar )
-Bakteria melekat pada email
-Glucan dapat dihasilkan oleh:
-Strep. mutans dan Peptostreptococus
-kemungkinan kerja sama Actinomyces
-ada korelasi antara caries dengan
Str.mutans

Fase 2
-pembentukan asam jumlah meningkat
- dari KH oleh :- Streptococcus
-Lactobacillus
-asam meningkat pH < 5 terjadi
demineralisasi email
caries dentis
Streptococcus corrogenik:
-rangsang pembentukan plak dan caries
-membentuk polimer glucan yang larut dalam
air
-ikut serta binding site pada microorganisma lain

Mikroflora mulut :
-Veilonella : membentuk komplek bersama
glucosil transferase dari Strep. Salivarius

polimer KH tak larut dalam air


melekat pada gigi.
Perlekatan dimulai oleh antibodi IgA
dalam ludah terhadap Strep. mutans
-Difteroid : dapat merusak jaringan lunak
dan resorbsi tulang penyakit peridental
-Actinomyces / Bacillus : dapat rusak
email

Caries dentis terjadi:


-faktor genetik
-hormonal
-gizi dll
Pengawasan/preventif:
-kurangi konsumsi sukrose/KH yang lain
-jaga gizi yang baik
-protein yang cukup
-pemberian fluorida ( makanan atau
pasta ggi)

D.Flora normal sal.


pencernaan
-waktu lahir usus steril
-makanan masuk microorganism masuk
-anak menyusu : Streptococcus, Lactobacillus dan Bifidobacterium
-susu dalam botol : banyak campuran flora
dan Lactobacillus kurang
-orang dewasa : pola flora normal berubah
-diet :pengaruhi susunan flora usus/tinja
-bayi dalam perqwatan intensif : banyak flora abnormal seperti : Klebsiella, Citrobacter dan
Enterobacter

Oesophagus (dewasa) :
-flora berasal dari ludah dan makanan
Ventriculus/lambung:
-asam tinggi micro minim
-berisi kuman 10 3 - 10 5 per gram isi lambung
-pylorus tersumbat Coccus dan Bacillus gram
positif tambah banyak
-pelindung terhadap infeksi patogen (cholera )

Colon (dewasa ):
-berisi 96 99 % kuman anaerobe antara lain:
-Bacteroides ( B. fragilis )
-Fusobacterium
-Lactobaciluus anaerobe
-Bifidobacterium
-Clostridia ( Cl. Perferingens mengandung
10 3 - 10 5 per gram isi
-Peptostreptococcus
-juga berisi kuman aerobe fakultatif ( 1 4 % ) :
-Coliform , Enterococcus, Proteus, Pseudomonas
Lactobacillus dan Candida
Tinja normal ;mengandung 100 tipe species

Manfaat flora usus :


-pembentukan vit K
-mengkonversi pigmen dan asamasam empedu
-bantu penyerapan zat makanan
termasuk hasil-hasil pemecahan
bahan
-dapat melawan kuman patogen

Usus :
-bila pH rendah flora kurang
-bila pH tinggi flora yang tetap bertambah
-pemberian simetidin untukulcus flora lambung
bertambah juga flora tinja
- untuk usus halus bagian atas mayoritas adalah:
Lactobacillus dan Enterococcus
Duodenum (dewasa ):
- berisi flora 10 3 - 10 6
per gram isinya

Jejenum , coecum & ileum :


-berisi 10 5 - 10 6 per gram isi
-flora sama dengan flora tinja
Colon transversum :
-berisi flora : 10 8 - 10
gram isi

10

per

Colon sigmoid dan rectum :


-berisi flora 10 11 per gram isi

Pengaruh antibiotika
- pemberian oral menekan
sementara flora tinja kuman
banyak berkurang
-pada akhir minggu 1 -2 jumlah flora
kembali normal bahkan dapat
meningkat kuman dapat beranti
yang lebih resisten
-preoperatif : pemberian neomycin dan
kanamycin tindakan sterilisasi

-pada bintang ayam,kalkunn dan babi


percepat pertumbuhan
-pada binatang pemamah biak dan
manusia tidak terjadi
-pada binatang yang punya flora resisten
dapat dipindahkan pada manusia dan
binatang lain

F. Flora normal urethra


-saluran kencing bagian depan pada
laki dan wanita terdapat sedikit microorganisma yang sama jenis dengan
flora kulit dan daerah perineum
-secara teratur dikeluakan dengan
jumlah kurang dari 10 3 10 4 per ml
- jika urin terdapat jumlah kuman >
dari
10 5 terjadi infeksi

G. Flora normal vagina


-segera setelah lahir terdapat Lactobacillus (Bacillus
Doderlein )
yang makin banyak dan menetap sampai bbp minggu pada
pH asam.
-bila pH menjadi netral ( s/d masa puber )terdapat flora
campuran
Coccus dan Bacillus
-pada pubertas Lactobacillus tumbuh lagi menjadi banyak
untuk
pertahankan pH asam melalui pembuatan asam dari
KH/glycogen
-hal ini untuk mencegah mcroorganisme jenislain yang
merugikan
vagina

-pemberian antibiotika menekan


Lactobacillus
dan merangsang pertembuhan jamur
( Candida )
dan microorganisma jenis lain terjadi
rangsangan peradangan infeksi
setempat
-pada menopause Lactobacillus kembali
menurun terjadi flora campuran lagi.

- flora vagina biasanya : Closridia, Streptococcus


anaerobe (Peptostreptococcus ), Streptococcus
B haemolytic yang aerobe,Coliform, Listeria ,
Mobiluncus, Bacteroides, Gardnella
( Haemophilus ) vaginalis dan Ureaplasma
urealyticum
-lendir cervic punya daya antibakteria
produksi lysozym
-introitus vaginae punya flora normal serupa
dengan daerah perineum dan perianal
-kuman pada vagina pada saat melahirkan
dpt timbulkan infeksi pada bayi misal: Strep. B
haemolyticus dan Candida albicans

H. Flora normal mata


Yang paling menonjol pada conjunctiva:
-difteroid ( Corynebacterium xerosis )
-Staphylococcus epidermidis
-Streptococcus non haemolyticus
-Nesseria
-Bacillus gram negatif ( Haemophilus dan
Moraxella )
-Air mata mengandung lysozym --- usaha
pengendalian flora yang tumbuh

Mikroorganisma :
Ada 3 macam
1.Apatogen ( strain tt patogen )
2.Opportunistis (flora normal ) migrasi
atau faktor predisposisi infeksi
3.Patogen produksi enzym-enzym ttt
dan punya alat tambahan dll infeksi

Mikroorganisma patogen
Ada 2 macam:
1.Avirulent
2.Virulent : invasif dan toxogenik
Invasif : produksi enzym bersifat destruktif atau protektif infeksi
Toxigenik : produksi toxin ( endotoxin
dan exotoxin sakit

Syarat terjadinya
infeksi/penyakit:
Antara lain :
1. Virulensi
2. Jumlah agen
3. Kondisi badan :
- KU
- System pertahanan tubuh baik :
-non spesifik
(antomis,histo,fisiologis)
- spesifik : -seluler dan humoral
-congenital/aquisital
4. dll

Mikroflora normal manusia


Micro
Kulit Mulut Usus
Sal.napas
Sal.genit
----------------------------------------------------------------------------Staphy
+++
+
+
++
++
Enteroco
++
+
Alfa Strep +
+++
+
+
+
Anae Coci +
+
+
Pneumo
+
+
Neisser
+
+
+
Coryne
++
+
+
+
+
Bas.Spor aer (+) Clostrid
+++
(+)

Mikroflora lanjutan
Micro Kulit
Mulut Usus
Sal.napa Sal.gen
------------------------------------------------------------------Actino
+++
+
Entbac (+)
(+)
+++
(+)
+
Pseudo
+
Hemoph +
++
(+)
Gra- ana +++
+++
+++
+++
Spiroch ++
+
(+)
Mycopl ++
+
+
++
Ragi/jam ++
+
+
+
+