Anda di halaman 1dari 50

EPIDEMIOLOGI

KEPERAWATAN
KOMUNITAS
Ns. FAISAL KHOLID FAHDI, M.Kep

Konsep dasar Epid


Definisi : EpiPada/tentang
Demos penduduk
Logos ilmu
Ilmu yang mempelajari tentang penduduk
Beberapa definisi Epid
- Distribusi & determinan status kesehatan
dan ,kejadian dalam populasi (Omran)
- ilmu yang mempelajari tentang frekuensi dan
penyebaran masalah kesehatan pada
sekelompok manusia serta faktor-faktor yang
mempengaruhinya (Azwar,1998)

History
Hippocrates (Tahap Pengamatan)
- kejadian penyakit dan proses penularan
penyakit ada kaitannya dengan faktor
lingkungan.
- mempelajari masalah penyakit di masyarakat
dan mencoba mengemukakan berbagai teori
ttg hub. sebab akibat terjadinya penyakit dlm
masy.
- memberikan dasar pemikiran ttg adanya hub.,
antara faktor lingkungan dan kejadian peny.

John Snow (Tahap Pengkajian)


melakukan penelitian ttg penyebab
kematian karena kolera di London
thn 1848-1849 dan 1853-1854. dan
mencatat adanya asosiasi antara
sumber air minum dan kematian
akibat kolera di distrik yang
memperoleh penyaluran air yg
berbeda.
menarik kesimpulan bahwa
penyakit kolera itu menyebar
karena adanya air yang
terkontaminasi.

Snows Map (Fig 1.14)

Tahap uji coba / eksperimen

Lind, 1774 pengobatan kekurangan vitamin C dengan


pemberian jeruk

Jenner, 1796 Uji coba klinis terhadap vaksin cacar pada


manusia.

Sifat Dasar Epidemiologi


Keg epid mengarah pd kelompok penduduk &masyarakat.,
menilai peristiwa dlm masyarakat secara kuantitatif .
Bentuk kegiatan Epid
Deskriptif: gambaran tentang keadaan serta penyebaran status
kesehatan &penyakit dlm masy. (menurut orang, tempt &
waktu)
Analitik : Menegakan hipotesis ttg hubungan sebab akibat
terjadinya keadaan kesehatan/penyakit serta menguji
hipotesis melalui pengamatan langsung dengan menilai sifat
penyebaran alamiah dalam masyarakat
Eksperimental : Analisis secara langsung ttg hub sebab akibat
melalui percobaan,(lab/masy)

Ruang Lingkup Epid


Epidemiologi peny menular
Epid peny tdk menular
Epid klinik
Epid kependudukan
Epid gizi
Epid pelayanan kesehatan
Epid lingkungan
Epid kesehatan kerja
Epid kesehatan jiwa

Peranan Epid dlm Kes.Masy


1. mencari/mengidentifikasi faktor yg mempengaruhi timbulnya
gangguan kesehatan/peny dlm suatu masy tertentu dlm
usaha mencari data utk penanggulangan serta cara
pencegahannya.
2. menyiapkan data/informasi utk keprluan program kesehatan
dengan menilai status kesehatan dalam masyarakat serta
memberikan gambaran tentang kelompok penduduk yg
terancam.
3. Membantu nilai beberapa hasil program kesehatan
4. Mengembangkan metodologi dlm menganalisis penyakit sera
cara mengatasinya, baik penyakit perorangan (tetapi analisis
dalam kelompok) maupun kejadian luar biasa /wabah di masy.

Manfaat
Membanu pekerjaan administrasi kesehatan
a. Planning
b. Monitoring
c. Evaluastion
Menerangkan penyebab suatu masalah
kesehatan sehingga dapat dilakukan
langkah penanggulangannya

Lanjutan
Dapat menerangkan perkembangan alamiah
penyakit, terutama penyebaran penyakit
menurut waktu
Dapat menerangkan keadaan suatu masalah
kesehatan,

a. Epidemi
waktu singkat, frekuensi meningkat, daerah
tertentu

Lanjutan
b. Pandemi
Waktu singkat, frekuensi meningkat, daerah
meluas
c. Endemi
Frekuensi menetap pada suatu wilayah dalam
waktu lama
d. Sporadik
Frekuensinya berubah menurut perubahan waktu

HOST, AGENT,
ENVIRONMENT
HOST (PENJAMU) semua faktor yang
terdapat pada diri manusia yang dapat
mempengaruhi timbulnya serta perjalanan
penyakit. Misalnya: keturunan, mekanisme
pertahanan tubuh, umur, jenis kelamin, ras,
status perkawinan, pekerjaan, kebiasaan
hidup

AGENT
Suatu substansi/elemen makhluk hdp/bukan makhluk hidup
yang kehadirannya/ketidakhadirannya dapat
menimbulkan/mempengaruhi perjalanan suatu penyakit.
Berbagai faktor internal dan eksternal yang dengan atau
tanpanya dapat menimbulkan penyakit.
Agent dpt dikategorikan menjadi :
a.
b.
c.
d.
e.

Agent Nutrien Karbohidrat, Protein, Lemak, vitamin, mineral, air


Agent kimia logam berat, air raksa
Agent biologik bakteri, virus, jamur
Agent fisik suhu, kelembaban, radiasi
Agent mekanik kecelakaan, pukulan (thdp unsur campur tangan
manusia)

AGENT..
Agent biologis mempunyai sifat :
1. Patogenisti kemampuan bibit penyakit utk menimbulkan reaksi
pada pejamu sehingga timbul penyakit (disease stimulus). Jika
kemampuan ini tidak dimiliki, penyakit tidak akan muncul dan bibit
penyakit ini disebut a- patogen
2. Virulensi ukuran keganasan/derajat kerusakan yg ditimbulkan oleh
bibit penyakit. Jika kerusakan yang ditimbulkan hebat maka agent
tsb termasuk dalam gol. Bobot penyakit yang virulen
3. Antigenisti kemampuan bibit penyakit merangsang timbulnya
mekanisme pertahanan tubuh (antigen) pd diri host, apabila antigen
ini bny dihasilkan, maka bibit penyakit tsb memiliki antigenisti yang
tinggi
4. Infektiviti kemampuan bibit penyakit mengadakan invasi dan
menyesuaikan diri, bertempat tinggal dan berkembang biak dlm diri
pejamu

ENVIRONMENT/LINGKUNGA
N
Lingkungan adalah agregat dari seluruh kondisi dan pengaruh2 luar
yang mempengaruhi kehidupan dan perkembangan suatu organisme,
Lingkungan dibagi menjadi :
1. Lingkungan fisik iklim, keadaan geografis,
kondisi tempat tinggal, penerangan dan kebisingan
2. Lingkungan biologis semua makhluk hdp disekitar
manusia
3. Lingkungan sosek, berkaitan dengan interaksi sosial
dan ekonomi; stres, konflik, kesulitan ekonomi,
kemiskinan.

Segitiga Epidemiologi (The Epidemologic triangle)


Host

Agent

Environme
nt

Menurut model ini perubahan dari salah satu faktor akan


mengubah keseimbangan antara mereka yang berakibat
bertambah atau berkurangnya penyakit yg bersangkutan.

Lanj
Hubungan antara host, agent dan
environtment dalam menimbulkan suatu
penyakit amat kompleks. Hubungan antara
ketiga faktor tsb digambarkan sebgai tuas
timbangan. Disini host dan dan agent
berada diujung masing-masing tuas,
sedangkan environment sebagai
penumpunya.
Host

Agent

Environme
nt

Imunitas dan Jenisnya

Upaya imunisasi di Indonesia, sejak tahun 1956


Terbukti efektif, Indonesia bebas cacar sejak
tahun 1974
(Depkes RI, 2005)
Mulai tahun 1977, upaya imunisasi diperluas
menjadi program pengembangan imunisasi
Tahun 1995, Indonesia bebas Polio

Macam Imunitas
Imunitas
didapat
Imunitas Aktif
Imunitas Pasif

unitas didapat, diperoleh karena pernah menderit


atu penyakit yang menstimulasi Sistem perubahan
ami tubuh atau secara sengaja (buatan) menstimula
tem pertahanan melalui imunisasi

unisasi Aktif, tubuh membentuk antibodinya send


l ini dapat dilakukan melalui Pemberian vaksin atau
karenakan tubuh harus merespon patogen penyakit
tentu yang menginvasi tubuh.

Imunitas pasif didapat melalui transfer


transplasenta, atau dengan memasukka
antibodi yang sudah terbentuk kedalam
penderita yang rentan

Tujuan pemberian vaksin, agar tubuh dap


memiliki antibodi yang dapat bekerja
Secara spesifik dan dalam jalur yang da
ditelusuri dalam sistem pertahan tubuh.
Booster Shot, akan menjaga agar pros
imunitas didalam tubuh tetap aktif.

SURVEILANS EPIDEMIOLOGI
Pengertian
Arti semula : satu macam observasi thd
seorang atau orang-orang yang disangka
menderita suatu penyakit menular ( kolera,
pes, cacar dsb) dengan cara mengadakan
bermacam-macam pengawasan medis,
tanpa membatasi gerak orang-orang
tersebut.
Kemudian berkembang : pengumpulan
data peny. tentang penderitanya,
penyebabnya, lingkungan serta semua faktor
yang berperan dalam disease causation.

Sejarah singkat
Abad ke 14 dan 15, thn 1348, epidemi Pes di Eropa
( Black Death ) deteksi penyakit ( Surv. Primitif )
Abad ke 16 dan 17, pencatatan kematian dimulai
dan secara ilmiah oleh John Grount th. 1662.
Abad ke 18, kewajiban lapor penderita cacar,
demam kuning dan kolera di negara bagian Rhode
Island
Abad ke 19, Willian Farr mengumpulkan, mengolah,
meng analisa dan menginterpretasikan statistik vital
dan menyebar luaskan dalam bentuk laporan
mingguan, bulanan dan tahunan ( Surveilans
modern ).
Abad ke 20, konsep surveilans utk pendekteksian
epidemi dan pencegahan penyakit infeksi mulai

Batasan
Istilah surveilans berasal bhs Perancis yi
Survellance artinya mengamati tentang
sesuatu
Dalam bhs Inggris yi Surveillance artinya
mengawasi perorangan yang sedang dicurigai
Menurut CDC (Center of Disease Control)
surveilans adalah pengumpulan, analisis dan
interpretasi data kesehatan secara sistematis
dan terus menerus, yang diperlukan untuk
perencanaan, implementasi dan evaluasi upaya
kesehatan masyarakat, dipadukan dengan
diseminasi data secara tepat waktu kepada

Menurut WHO surveilans adalah Suatu proses

pengumpulan, pengolahan, analisis dan interpretasi


data kesehatan secara sistematis, terus menerus
dan penyebarluasan informasi kepada pihak terkait
untuk melakukan tindakan.

Menurut Thacker (2000), surveilans


epidemiologi adalah suatu rangkaian yang
dilakukan secara terus menerus dan
sistematik dalam mengumpul, mengolah,
menganalisis dan menginterpretasi data
peristiwa kesehatan yang bermutu untuk
perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian
terhadap upaya pelayanaan kesehatan
masyarakat disertai dengan penyebarluasan
informasi tersebut kepada pihak lintas

Ruang Lingkup
Menurut tempat :
1. Survelans epidemiologi dalam masyarakat
2. Survelans epidemiologi di Rumah sakit.
Dalam penerapan surveilans :
masalah morbiditas dan mortalitas, gizi,
demografi, yankes, kesehatan, kes kerja, kesling,
dan bbrp faktor risiko yg terjadi pada individu,
keluarga, masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
* Surveilnas epidemiologi :
1. Penyakit menular
2. Penyakit tidak menular.

Kegunaan Surveilans
1. Menjelaskan pola penyakit yang sedang berlangsung.
2. Melakukan monitoring kecenderungan penyakit endemis
3. Mempelajari riwayat alamiah penyakit
4. Memberikan informasi dan data dasar utk proyeksi yankes dimasa
datang.
5. Memantau pelaksanaan dan daya guna program pengendalian.
6. Membantu menetapkan masalah kesehatan prioritas
( frekuensi kejadian, kegawatan, biaya, dapat dicegah, dapat
dikomunikasikan, public intrest )
7. Dapat mengidentifikasi kelompok risiko tinggi.
8. Meramalkan terjadinya wabah
9. Mengetahui jangkauan atau cakupan dari yankes

Kegiatan Surveilans

1. Pengumpulan data
2. Pengolahan, analisis,
interpretasi
3. Penyebarluasan informasi
(disseminasi)

1. Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan jelas, tepat dan ada
hubungan nya dengan penyakit ybs.
Jenis data :
1. Data primer : utk menjawab tujuan
surveilans
2. Data sekunder : harus akurat dan valid.

Jenis Surveilans

Surveilans Aktif : data dikumpulkan oleh petugas kesehatan


yang telah ditugaskan secara teratur yaitu : data kasus baru,
data yang telah ditentukan, data tambahan yang diperlukan.

Surveilans Pasif : data dikumpulkan dari laporan bulanan


Fasyankes
Surveilans aktif dilakukan apabila :

a. Ada penyakit baru ditemukan


b. Bentuk penularan yang sedang dalam pengamatan
c. Perkiraan peningkatan risiko krn perubahan musim
d. Ada penyakit baru yang muncul pd populasi tertentu
e. Masa transisi penyakit yang baru dibasmi
f. Penyakit yang baru dibasmi, memperlihatkan insiden
yang meningkat.

Alat Pengumpul Data ; Kuesioner


Dua hal yang penting dalam membuat kuesioner :
1. diskripsi indikator yang diharapkan
2. membuat variabel lebih operasional

Contoh : indikator derajat kesehatan ibu hamil


Variabel-variabelnya adalah :
- jumlah kunjungan ANC
- tenaga kesehatan yang dikunjungi
- keluhan kehamilan

Sumber data Surveilans


1.

Pencatatan kematian

2.

Laporan penyakit

3.

Laporan KLB / Wabah

4.

Pemeriksaan laboratorium

5.

Penyelidikan peristiwa penyakit

6.

Penyelidikan wabah

7.

Survei penyakit

8.

Penyelidikan tentang distribusi vektor dan reservoir

9.

Penggunaan obat-obatan, sera dan vaksin

10. Keterangan tentang penduduk serta lingkungannya


11. RS, praktek umum, absen kerja, sekolah.

2. Pengolahan, analisis,
interpretasi
Tujuannya untuk melihat :
a. variabel2 yg dpt menggambarkan masalah
b. faktor2 yang mempengaruhinya
c. tujuan dari sistem surveilans

Berdasarkan analisis dan interpretasi dibuat :


a. tanggapan dan saran tindakan dalam masalah yg ada
b. menentukan prioritas masalah.

Analisis data menurut : - person, tempat, waktu.

Waktu analisis dan interpretasi harus dapat :


1. Memahami kualitas data dan mencari metode terbaik untuk
menarik kesimpulan
2. Menarik kesimpulan dari suatu rangkaian data deskriptif
a. kecendrungan waktu
b. perbandingan kejadian penyakit pd populasi berbeda
c. perbandingan dari suatu kecendrungan

Penyajian data dalam bentuk :


- Teks
- Tabel
- Grafik

3. Disseminasi informasi
Yaitu penyebar luasan informasi kepada individu
atau kelompok tertentu yang berkaitan /
berkepentingan.
Disseminasi dapat dalam bentuk :
Laporan
Buletin
Seminar / simposium
Kongres, dll
Isinya tergantung kepada siapa disseminasi dilakukan.

Konsep dasar surveilans


epidemiologi
1.

Pengumpulan data. Kegiatan ini dapat dilakukan


dengan surveilans aktif dan pasif

2.

Pengolahan data

3.

Analisa dan penyajian data

4.

Penyebarluasan informasi

Pelaporan
Data surveilans yang
dikumpulkan
di sarana kesehatan diteruskan
ke tingkat
Kab, Provinsi, Pusat dan
Internasional

Kausalitas
Dalam Epidemiologi

Pengertian
Suatu Proses dalam mempelajari serangkaian peristiwa
yang menyebabkan KLB penyakit
di komunitas yang dikembangkan menjadi
hubungan sebab akibat (kausal)
Digunakan untuk memastikan bagaimana kejadian atau
lingkungan yang berbeda
berhubungan satu dg yang lain
cth, bagaimana paparan tertentu dapat
menyebabkan penyakit atau KLB

Faktor faktor dalam Kausalitas


Penyakit
Faktor Predisposing
Faktor Enabling
Faktor Precipitating
Faktor Reinforcing

Faktor Predisposing
: Faktor atau kondisi yang dapat mempermudah
atau mempengaruhi perilaku seseorang.
mencakup pengetahuan dan sikap, tradisi,
kepercayaan terhadap kesehatan, sistem nilai
yang dianut masyarakat, tingkat pendidikan,
sosial ekonomi, riwayat penyakit terdahulu yang
dapat menciptakan keadaan yang rentan terhadap
agent penyakit

Faktor Enabling (Faktor


Pemungkin)
: Merupakan faktor yang memungkinkan
berkembangnya penyakit
exp. Akses serta fasilitas pelayanan
kesehatan
yang minim, nutrisi dan perumahan
buruk

Faktor Precipitating
(Pencetus)
Faktor yang esensial dalam perkembangan
penyakit
exp. Sanitasi yang buruk, tidak ada
imunisasi

Faktor Reinforcing
(Penguat)
Faktor yang polanya selalu berulang dan
mendukung penyebaran penyakit
exp. stres

Populasi Beresiko
: Populasi yang mengalami keterpaparan dan
mempunyai resiko untuk sakit
exp. Ca cervix hanya akan beresiko terhadap
kelompok wanita

EPIDEMIOLOGI DESKRIPTIF
DAN ANALITIK

Epidemiologi dibedakan : 2
Epidemiologi Deskriptif digunakan untuk
mempelajari distribusi dan frekuensi penyakit pada
populasi / untuk mengetahui besarnya masalah
kesehatan di masyarakat.

menjawab : Who, Where, When

Sedangkan Epidemiologi Analitik, untuk


mempelajari determinan suatu penyakit di populasi
/ mencari jawaban terhadap faktor penyebab,
menjawab tentang Why

epidemiologi
Ilmu yang mempelajari tentang masalah kesehatan pada sekelompok manusia

frekuensi

penyebaran

dilakukan 2 hal pokok yaitu :


Menemukan masalah
kesehatan
Mengukur masalah
kesehatan

Dikelompokkan menurut :
Man
Place

Faktor yg mempengaruhi
disusun langkah-langkah
pokok :
Merumuskan hipotesa
Uji hipotesa
Tarik kesimpulan

Time

epidemiologi deskriptif

epidemiologi
analitik

Perbedaan mendasar antara penelitian


epidemiologi Deskriptif dan analitik
Penelitian epidemiologi deskriptif
Hanya menjelaskan keadaan suatu masalah kesehatan
Pengumpulan, pengolahan, penyajian dan interpretasi data hanya pada
satu kelompok masyarakat saja
Tidak bermaksud membuktikan suatu hipotesa

Penelitian epidemiologi analitik


- Menjelaskan mengapa suatu masalah kesehatan
timbul di masyarakat (why)
- Pengumpulan, pengolahan, penyajian dan interpretasi
data dilakukan terhadap dua kelompok masyarakat
- Bermaksud membuktikan suatu hipotesa