Anda di halaman 1dari 17

Bioetika Kedokteran Pasien Savety

Improve Treatment pada Pasien TB


Paru
Michael Steven
102013186
F

Skenario 11
Perempuan 25 tahun datang ke puskesmas

dengan keluhan batuk darah. Setelah


melakukan anamnesis secara rinci,
pemeriksaan fisik dan penujang yang
lengkap, dokter menegakkan diagnosis TB
paru dan dokter mengharapkan pasien
tersebut berobat sampai sembuh.

MindMap
Tuberculosis
Paru
Pemberian
Obat
Rasional dan
Tepat

Improve
Treatment

RM

AspekAspek
Kedoktera
n
Faktor-Faktor
yang
mempengaru
hi kepatuhan
minum obat

Tuberculosis Paru
Anamnesis : ( Identitas Pasien, Keluhan

Utama, RPS, RPD, Riwayat Keluarga,Riwayat


Pengobatan,Riwayat Sosial)

Pemeriksaan Fisik (Inspeksi,

Palpasi,Perkusi,Auskultasi)
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Bakteriologis : Sputum BTA
Uji tuberculin : cara Mantoux
Pemeriksaan radiologis : foto rontgen paru

Komplikasi

(Hemoptisis berat,Bronkhiektasis,Pleuritis
eksudatif, Penyebaran hematogen,TB
Larings,Pneumothorax,Cor Pulmonale)
Pencegahan

Vaksin yang dilemahkan atau dimatikan


yang disebut vaksin BCG. Vaksin yang
mengandung kultur strain Mycobacterium
bovis dan penyimpanan sediaan vaksin
BCG diletakan pada ruang atau tempat
bersuhu 2-8 C serta terlindung dari
cahaya.

Improve Treatment
Pemberian Informasi
Meningkatkan Kepatuhan Pasien

Faktor-Faktor yang dapat mempengaruhi


Kepatuhan minum obat (1)
Dosis tepat dan sesuai
Cara pemberian obat
Durasi
Jenis pengobatannya

Biaya harus yang terjangkau


Meningkatkan kepatuhan pasien
Pemberian informasi pemakaian yang jelas

Pemberian Informasi Pengobatan(1)


Kategori 1 ( BTA positif, BTA (-) dengan foto thoraks sesuai TB,

TB diluar paru)
Pada pasien dengan kategori ini, 1 dan 2 bulan pertama
mendapat tablet rimfapisin 150 mg (3x/hari), Isoniazid 150 mg
(2x/hari), pirazinamid 500 mg (3x/hari) dan etambutol 400 mg
(2x/hari). Lalu dianjurkan 4 bulan kedepan dengan rifampisin
dan isoniazid (INH) setiap hari atau tiap 3x seminggu
Kategori II ( Sembuh lalu kambuh, gagal pengobatan,sering
henti obat)
Pada pasien dengan kategori ini, dalam 2 bulan pertama
mendapat tablet rimfapisin, INH, pirazinamid dan etambutol
setiap harinya disertai suntikan streptomisin. Lalu dilanjutkan
dengan tablet rimfapisin, INH, pirazinamid dan etambutol selama
1 bulan dan 5 bulan berikutnya dengan rimfapisin dan INH 3x
dalam seminggu.

Pemberian Informasi Pengobatan(2)


Rifampisin dapat membuat urin,keringat

maupun air mata berwarna merah


Pirazinamid dapat menghambat sekresi
asam urat sehingga membuat penyakit
pirai kambuh
Etambutol dapat menurunkan ketajaman
penglihatan serta dapat membuat turunnya
kemampuan mata dalam melihat warna
hijau. Namun gejala-gejala ini bersifat
reversible.
INH dapat menyebabkan paraestesi dimuka
dan rasa kedutan, kesemutan ditangan.

Kepatuhan Pasien
Dari Pasien
1. Keyakinan
2. Sosial
3. Sikap
4. Sosio-Demografik

Konsolidasi dan Implementasi


Inovasi Dalam Strategi DOTS
Keterlibatan pihak pemangku

kepentingan utama dan kelompok


dukungan pasien
Fasilitas yang memadai ( Laboratorium
dan Rumah Sakit)
Pelaksanaan survei resistensi obat dan
survei Tuberkulin di wilayah Indonesia
Pengembangan kebijakan, pedoman
pencegahan dan pengendalian infeksi
dalam penanganan TB dan
implementasinya
Tersedia sumber daya yang memadai

Aspek Etika
Kode etik : Keputusan Menteri Kesehatan no. 434 /

Men.Kes/SK/X/1983
Contoh Pelanggaran Etika Kedokteran.
Menarik imbalan yang tidak wajar atau menarik
imbalan jasa dari keluarga sejawat dokter dan dokter
gigi
Mengambil alih pasien tanpa persetujuan sejawatnya
Memuji diri sendiri di depan pasien
Tidak pernah mengikuti pendidikan kedokteran yang
berkesinambungan
Mengabaikan kesehatannya sendiri.

Aspek Disiplin Medis


Ketidak jujuran dalam bertransaksi dengan pasien

dalam memberikan pelayanan medik


Melakukan pelecehan seksual atau tindakan intimidasi
atau tindakan kekerasan terhadap pasien
Membuat keterangan medis yang tidak didasarkan
kepada hasil pemeriksaan yang diketahuinya secara
benar dan patut.
Menolak atau menghentikan tindakan pengobatan
terhadap pasien tanpa alasan yang layak dan sah
sebagaimana diatur dalam peraturan perundangundangan atau etika profesi.
Melakukan pemeriksaan atau pengobatan berlebihan
yang tidak sesuai dengan kebutuhan pasien

Aspek Hukum
Pembohongan
Keterangan palsu
Penahanan pasien
Buka rahasia kedokteran tanpa HAK

Relasi Dokter-Pasien
Hubungan baik
Durasi Masa Konsultasi
Kualitas informasi yang tersedia
Keterampilan bahasa dan komunikasi
Gaya mendengarkan aktif

Edukasi Pasien
Pemberian Petunjuk verbal dokter dan

tertulis
Pastikan Pasien minum obat teratur dan
check up lagi
Beri kesempatan pasien bertanya
Penggunaan Masker dan sapu tangan saat
batuk
Buang air ludah jangan disembarang
tempat.

Kesimpulan
Pada pasien TB paru harus menjalani

pengobatan TB secara berkelanjutan,


untuk itu penanganan dan edukasi dokter
yang rasional dan tepat sangat diperlukan
untuk kesembuhan pasien. Tidak hanya
pengobatan dari dokter itu sendiri, tetapi
dorongan moral dan semangat dari
lingkungan/ masyarakat sekitar dan diri
sendiri mengenai aturan minum obat yang
benar sangatlah berpengaruh terhadap
kesembuhan pasien.