Anda di halaman 1dari 65

OBSTETRIC GYNECOLOGY

dr. Ilham Kautsar

TIM UKMPPD UNIV MALHAYATI


BANDAR LAMPUNG
2015

MENSTRUASI

Menstruasi

Organ dan
Hormon

Fisiologi

Patologi

-Kelainan Hormon
- Kelainan Organ

ASPEK NEUROENDOKRIN DALAM


SIKLUS MENSTRUASI

SIKLUS MENSTRUASI

Siklus Ovarium
Fase

Folikuler
Fase Luteal

SIKLUS MENSTRUASI

Siklus Uterus

Fase

proliferasi

Fase Sekresi

Fase Menstruasi

KELAINAN HAID

Kelainan haid adalah masalah fisik atau mental


yang mempengaruhi siklus menstruasi,
menyebabkan nyeri, perdarahan yang tidak biasa
yang lebih banyak atau sedikit, terlambatnya
menarche atau hilangnya siklus menstruasi
tertentu.

INSIDENSI DAN PREVALENSI

Amenorrhea sekunder mempengaruhi sekitar 5%


sampai 7% wanita menstruasi setiap tahunnya.

Dysmenorrhea primer, atau kramp menstruasi dan nyeri


tanpa penyakit panggul, bisa mepengaruhi wanita
menstruasi sebanyak 50% dan biasanya bermanifestasi
dalam beberapa tahun pertama dari onset.
Dysmenorrhea sekunder, nyeri menstruasi disebabkan
oleh penyakit atau patologi yang mendasarinya,
ditemukan pada 5% sampai 7% wanita menstruasi dan
paling sering rekuren pada wanita usia 30 dan 45 tahun.

Sepuluh sampai dua puluh persen dari seluruh wanita


yang menstruasi mengalami menorrhagia; kebanyakan
adalah usia lebih dari 30 tahun (Shaw).

MACAM-MACAM KELAINAN HAID

Kelainan dalam jumlah darah dan lamanya


perdarahan pada haid:
Hipermenorea (menorhagia)
Hipomenorea

Kelainan siklus:
Polimenorea
Oligomenorea
Amenorea

Perdarahan di luar haid:

Metroragia

Gangguan lain dalam hubungan dengan haid


Dismenorea
Premenstrual tension (ketegangan prahaid)
Mittelschmerz (rasa nyeri pada ovulasi)

KELAINAN DALAM JUMLAH DARAH


DAN LAMANYA PERDARAHAN
PADA HAID:
Hipermenorea (menorrhagia)

Ialah perdarahan haid yang lebih banyak dari normal,


atau lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari).
Sebab kelainan ini terletak pada kondisi dalam
uterus, misalnya adanya mioma uteri dengan
permukaan endometrium lebih luas dari biasa dan
dengan kontraktilitas yang terganggu, polip
endometrium, gangguan pelepasan endometrium pada
waktu haid (irregular endometrial shedding).

MENORRHAGIA

Menorrhagia adalah pengeluaran darah haid


yang terlalu banyak dan biasanya disertai
dengan pada siklus yang teratur
Menorrhagia biasanya berhubungan dengan
nocturrhagia yaitu suatu keadaan dimana
menstruasi mempengaruhi pola tidur wanita
dimana waita harus mengganti pembalut pada
tengah malam.
Menorrhagia juga berhubungan dengan kram
selama haid yang tidak bisa dihilangkan dengan
obat-obatan. Penderita juga sering merasakan
kelemahan, pusing, muntah dan mual berulang
selama haid.

Etiologi :

Etiologi menorrhagia dikelompokan dalam 4 katagori yaitu


gangguan pembekuan, disfunctional uterin bleeding (DUB),
kelainan pelvis, gangguan medis13. menorrhagia umumnya
disebabkan oleh ketidakseimbangan hormonal7.

Gangguan pembekuan

Walaupun keadaan perdarahan tertentu seperti ITP


dan penyakit von willebrands berhubungan dengan
peningkatan menorrhagia, namun efek kelainan
pembekuan terhadap individu bervariasi. Pada wanita
dengan tromboitopenia kehilangan darah berhubungan
dengan jumlah trombosit selama haid. Splenektomi
terbukti menurunkan kehilangan darah13.

Dysfunctional Uterine Bleeding


(DUB)
DUB dapat terjadi disertai ovulasi maupun
anovulasi. Pada keadaan terjadinya ovulasi,
perdarahan bersifat lebih banyak dan siklik hampir
sesuai dengan siklus haid. Pada keadaan anovulasi,
perdarahan bersifat namun dengan siklus yang
tidak
teratur
sehingga
sering
disebut
menometrorrhagia. DUB dapat disebabkan estrogen
withdrawl bleeding, progesteron withdrawl bleeding,
estrogen
breakthrough
bleeding,
progesterone
breakthrough bleeding4,

Estrogen withdrawl bleeding terjadi pada keadaan


setelah ooparektomi bilateral, radiasi folikel yang
matur atau penghentian tiba-tiba obat-obatan yang
mengandung estrogen4.
Estrogen breakthrough bleeding menyebabkan lapisan
endometrium menjadi semakin menebal namun
akhirnya runtuh karena kurang sempurnanya
struktur endometrium karena tidak sebandingnya
jumlah progesterone yang ada disbanding jumlah
estrogen. Perdarahan biasanya bersifat spotting.
Estrogen breakthrough bleeding yang berkelanjutan
mengacu pada keadaan amenorrhea namun secara
tiba-tiba dapat mengakibatkan perdarahan yang
banyak4.

Progesteron withdrawl bleeding terjadi bila korpus


luteum dihilangkan. Progesteron withdrawl bleeding
hanya akan terjadi bila diawali proliferasi
endometrium yang diatur oleh estrogen. Namun bila
kadar estrogen meningkat 10-20 kali lipat,
progesteron withdrawl bleeding tidak akan terjadi4.
Progesterone breakthrough bleeding terjadi bila
kadar progesterone melebihi keseimbangan dengan
estrogen. Dinding endometrium yang menebal akan
meluruh sedikit demi sedikit akibat struktur yang
tidak kuat. Hal ini terjadi saat menggunakan pil
kontrasepsi dalam jangka waktu lama4.

Pada (estrogen breakthrough bleeding) preparat


progesterone yang digunakan adalah
medroxypogesteronaseta, 5-10 mg/hari selama 10
hari.
Pada menorrhagia (estrogen breakthrough
bleeding yang berlangsung lama dan progesteron
withdrawl bleeding) progestin digunakan selama
10 hari hingga 2 minggu untuk menstabilkan
dinding endometrium lalu dihentikan secara
tiba-tiba dengan maksud mengikis semua
dinding endometrium dan bersifat kuretase
alami4.

Terapi estrogen diberikan pada Estrogen


withdrawl bleeding dan progesterone
breakthrough bleeding untuk memperkuat
stroma tempat kelenjar yang hiperplasia karena
dirangsang progesterone.
Pada keadaan ini diberikan 25 mg estrogen
terkonjugasi secara intra vena tiap 4 jam hingga
perdarahan berhenti atau selama 24 jam untuk
menghindari terbentuknya trombus pada kapiler
uterus. Semua terapi estrogen harus diikuti
terapi progesteron dan withdrawl bleeding4.
Dapat juga diberikan anti prostaglandin untuk
vasokontriksi darah sehingga perdarahan dapat
berhenti4.

Desmopresin asetat (analog sintetik dari arginin


vasopresin) digunakan untuk mengobati DUB
pada pasien gangguan pembekuan terutama
pada penyakit von willebrands dan dapat
diberikan intranasal maupun intravena.
Pengobatan dapat meningkatkan kadar faktor
VIII dan faktor von willebrands yang
berlangsung sekitar 8 jam4.

Gangguan pada organ dalam pelvis


Menorrhagia biasanya berhubungan dengan
fibroid pada uterus, adenommiosis, infeksi pelvis,
polips endometrial, dan adanya benda asing
seperti IUD.
Wanita dengan perdarahan haid melebihi 200 cc
50% mengalami fibroid. 40% pasien dengan
adenomiosis mengalami perdarahan haid
melebihi 80cc13. Menorrhagia pada retrofleksi
disebabkan karena bendungan pada vena uterus
sedangkan pada mioma uteri, menorrhagia
disebabkan oleh kontraksi otot yang kurang
kuat, permukaan endometrium yang luas dan
bendungan vena uterus6.

Gangguan medis lainnya

Gangguan medis lainnya yang dapat


menyebabkan menorrhea diantaranya hipotiroid
dan sindrom cushing, patifisiologi terjadinya
belum diketahui dengan pasti. Dapat juga terjadi
pada hipertensi, dekompsatio cordis dan infeksi
dimana dapat menurunkan kualitas pembuluh
darah.

TERAPI

Terapi menorrhagia sangat tergantung usia


pasien, keinginan untuk memiliki anak, ukuran
uterus keseluruhan, dan ada tidaknya fibroid
atau polip. Spektrum pengobatannya sangat luas
mulai dari pengawasan sederhana, terapi
hormon, operasi invasif minimal seperti
pengangkatan dinding endometrium
(endomiometrial resection atau EMR), polip
(polipektomi), atau fibroid (miomektomi) dan
histerektomi (pada kasus yang refrakter)

Dianjurkan juga pemberian suplemen besi untuk


mengganti besi yang hilang melalui perdarahan.
Vitamin yang diberikan adalah vitamin A karena
wanita dengan lehilangan darah hebat biasanya
mengalami penurunan kadar vitamin A dan K
yang dibutuhkan untuk pembekuan darah.
Vitamin C, zinc dan bioflavinoids dibutuhkan
untuk memperkuat vena dan kapiler

HIPORMENOREA
(KRIPTOMENORRHEA)

Hipomenorrhea adalah suatu keadan dimana


jumlah darah haid sangat sedikit (<30cc),
kadang-kadang hanya berupa spotting.
Dapat disebabkan oleh stenosis pada himen,
servik atau uterus. Pasien dengan obat
kontrasepsi kadang memberikan keluhan ini.
Sebab-sebabnya dapat terletak pada konstitusi
penderita, pada uterus (misalnya sesudah
miomektomi), pada gangguan endokrin, dan lainlain. Adanya hipermenorea tidak mengganggu
fertilitas.

Penanganan pada hipomenorrhea

Bila siklus menstruasi berovulasi tidak perlu


dilakukan pengobatan apapun. Bila ternyata tetap
ingin diberikan pengobatan, maka dapat diberikan
kombinasi estrogen-progesteron yang dimulai hari ke16 sampai hari ke-25 siklus menstruasi.

KELAINAN SIKLUS

Polimenorrhea

Polimenorrhea adalah kelainan haid dimana siklus


kurang dari 21 hari, dan menurut literatur lain siklus
lebih pendek dari 25 hari.

Etiologi
Bila siklus pendek namun teratur ada kemungkinan
stadium proliferasi pendek atau stadium sekresi
pendek atau kedua stadium memendek. Yang paling
sering dijumpai adalah pemendekan stadium
proliferasi. Bila siklus lebih pendek dari 21 hari
kemungkinan melibatkan stadium sekresi juga dan
hal ini menyebabkan infertilitas.

Siklus yang tadinya normal menjadi pendek


biasanya disebabkan pemendekan stadium
sekresi karena korpus luteum lekas mati. Hal ini
sering terjadi pada disfungsi ovarium saat
klimakterium, pubertas atau penyakit kronik
seperti TBC.
Keadaan ini dapat diperbaiki dengan
menggunakan terapi hormonal. Stadium
proliferasi dapat diperpanjang dengan estrogen
dan stadium sekresi dapat diperpanjang dengan
kombinasi estrogen-progesteron6.

OLIGOMENORRHEA

Definisi
Oligomenorrhe disebut juga sebagai haid jarang atau siklus
panjang. Oligomenorrhea terjadi bila siklus lebih dari 35 hari.
Darah haid biasanya berkurang
Etiologi
Oligomenorrhea biasanya berhubungan dengan anovulasi atau
dapat juga disebabkan kelainan endokrin seperti kehamilan,
gangguan hipofise-hipotalamus, dan menopouse atau sebab
sistemik seperti kehilangan berat badan berlebih. Dapat juga
terjadi pada wanita dengan sindrom ovarium polikistik dimana
pada keadaan ini dihasilkan androgen yang lebih tinggi dari
kadara pada wanita normal. Oligomenorrhea dapat juga terjadi
pada stress fisik dan emosional, penyakit kronis, tumor yang
mensekresikan estrogen dan nutrisi buruk. Oligomenorrhe
dapat juga disebabkan ketidakseimbangan hormonal seperti
pada awal pubertas

Gejala oligomenorrhea terdiri dari periode menstruasi


yang lebih panjang dari 35 hari dimana hanya
didapatkan 4-9 periode dalam 1 tahun. Beberapa wanita
dengan oligomenorrhea mungkin sulit hamil.
Pengobatan oligomenorrhea tergantung dengan
penyebab. Pada oligomenorrhea dengan anovulatoar serta
pada remaja dan wanita yang mendekati menopouse
tidak memerlukan terapi. Perbaikin status gizi pada
penderita dengan gangguan nutrisi dapat memperbaiki
keadaan oligomeonrrhea. Oligomenorrhea sering diobati
dengan pil KB untuk memperbaiki ketidakseimbangan
hormonal. Pasien dengan sindrom ovarium polikistik juga
sering diterapi dengan hormonal. Bila gejala terjadi
akibat adanya tumor, operasi mungkin diperlukan.

AMENORRHEA

Amenorrhe fisologis dapat terjadi pada menopouse, sebelum


pubertas, dalam kehamilan dan dalam masa laktasi. Bila tidak
menyusukan, haid datang 3 bulan post partum namun bila
menyusukan, haid datang pada bulan ke-6. Amenorrhea patologi
terjadi pada 2-5% wanita produktif dengan 66% diantaranya terdiri
dari atlet.
Definisi amenorrhea lainnya
Tidak terjadi haid sampai 14 tahun tanpa adanya tumbuh
kembang seks sekunder
Tidak terjadi haid sampai usia 16 tahun tetapi telah terdapat
tanda-tanda seks sekunder
Telah terjadi haid kemudian haid terhenti untuk masa 3 daur
atau 6 bulan atau lebih.
Amenorrhea di bagi menjadi menjadi dua:
Amenorreha Primer
Amenorreha sekunder

Amenorreha Primer

yaitu keadaan di mana siklus menstruasi tidak


pernah dimulai. Amenorrhe primer berarti seorang
perempuan belum mengalami haid setelah usia 16
tahun, ada juga yang mengatakan bahwa amenorhea
primer tidak boleh didiagnosa sebelum pasien
mencapai usia 18 tahun. Amenorrhea biasanya terjadi
pada gadis dengan underweight atau pada aktivitas
berat dimana cadangan lemak mempengaruhi untuk
memacu pelepasan hormon.

Etiologi amenorrhea primer:


Hypergonadotropic

hypogonadism

Eugonadism

androgen insensitivity syndrome;


congenital adrenal hyperplasia;
polycystic ovarian syndrome.

FSH

rendah.
Aplasia uterus dan vagina (sindrom Mayer-Kustner-V
Rokitansky)

AMENORRHEA SEKUNDER

amenorrhea sekunder adalah wanita usia reproduksi yang


pernah mengalami haid, namun haidnya berhenti untuk
sedikitnya 3 bulan berturut-turut.
Klasifikasi Amenorrhea sekunder berdasarkan
kompartemen
Kompartemen I :

Kompartemen II

Gangguan pada Ovarium

Kompartemen III

Gangguan pada traktus atau uterus

Gangguan pada sistem pituitari anterior

Kompartmen IV

Gangguan pada sistem saraf pusat

Etiologi

LINGKUNGAN

KOMPARTEMEN
IV

SSP
HIPOTALAMUS
GnRH

KOMPARTEMEN
III

Hipofisis Anterior
FSH

KOMPARTEMEN
II

LH

Ovarium
Estrogen

KOMPARTEMEN I

Progesteron

Uterus
Haid

KELAINAN KOMPARTEMEN 1:
KELAINAN SALURAN UTERUS

Sindrom Asherman
Pada sindrom ini terjadi amenorrhea sekunder. Keadaan
ini terjadi akibat kuretase postpartum berlebihan sehingga
terjadi sikatrik dan perlengketan. Endometrium mungkin
memiliki tekanan yang begitu besar. Pasien dengan
asherman sindrom dapat mengalamai keluhan lain seperti
dismenorrhea dan hypomenorrhea.
Pada masa lalu, asherman sindorm diobati dengan dilatasi
dan kuretase untuk menghancurkan sikatrik. Sekarang
dapat digunakan histeroskopi dengan melisiskan adhesi
dengan memotong dan membakar dengan hasil yang lebih
baik dibanding kuretase yang tidak terarah. Setelah
dilakukan histeroskopi, perlu dicegah terjadinya kembali
perlengketan dengan memasang IUD. Dapat juga
menggunakan folley kateter pediatrik dengan memasukan
3 cc dan baru dilepas setelah 7 hari.

Mullerian anomali
Pada keadaan ini, vagina, servik dan uterus mungkin
tidak ada. Atau pada keadaan lain, uterus mungkin
ada namun tidak terdapat rongga, atau terdapatnya
rongga namun endometrium sangat sedikit.
Penanganan pada pasien ini dilakukannya operasi
dengan menggunakan teknik vecchietti atau teknik
Frank untuk membentuk saluran vagina buatan.
Penundaan operasi dapat menyebabkan terjadinya
inflamasi.

Insensitivitas Androgen (testicular feminization)

Insenitivitas androgen komplit didiagnosa bila didapatkan


kanalis vagina namun tidak didapatkan uterus. Pasien ini
berupa pria pseudohermaprodit dimana ketentuan pria
ditentukan dari adanya kromosom XY dan pasien memilliki
testes.
Pseudohermaprodit berarti genitalia berlawanan dengan
gonad. Sehingga pada pasien ini secara fenotip tampak
seperti wanita tapi tidak ditemukannya rambut pubis dan
rambut ketiak. Pada pasien ini terdapat testosteron darah
yang normal atau sedikit meningkat dan kenaikan LH
Pada insensitivitas androgen inkomplit (1:10 dibandingkan
yang komplit), individu mendapat sedikit pengaruh
androgen. Individu ini mungkin memiliki pembesaran
klitoris, dan phallus mungkin ada. Rambut pubis dan ketiak
ada dan terdapat pertumbuhan payudara.

perbedaan

Mullerian agenesis

Kariotip

46,XX

herediter

Tidak diketahui

Rambut seksual

Wanita normal

Testkular
femminization
46, XY
Maternal
x-linked
resesif
Tidak ada atau jarang

Kadar testosteron Wanita normal

Normal atau sedikit


mendekati kadar pria
normal

Anomali lain

Sering

Jarang

Gonadal
neoplasia

Normal

5% insidensi
maligna

tumor

KOMPARTEMEN 2
GANGGUAN OVARIUM

Kelainan ovarium
Kelainan ovarium dapat menyebabkan
amenorrhea primer maupun sekunder. 30-40%
amenorrhea primer mengalami kelainan
perkembangan ovarium (Gonadal disgenesis).
Pasien ini dapat terdiri dari pasien dengan
kariotip 45,X (50%), mosaik (25%), 46,XX (25%).
Wanita dengan gonadal disgenesis diseratai
amenorrhea sekunder berhubungan dengan
kariotip 46,xx, mosaik , 45,x atau 46xx, 47 xxx
dan 45x.

Sindrom Turner
Pada sindrom ini terjadi kehilangan satu X.
Kromososm X aktif dalam oosit untuk menghindari
percepatan kematian folikel. Karena pada pasien ini
terjadi kekurangan folikel, terjadi kekurangan hormon
sex gonadal saat pubertas sehingga terjadi
amenorrhea primer.
Kegagalan ovarium prematur
Sekitar 1% wanita akan mengalami hal ini sebelum
usia 40 tahun. Hal ini juga terjadi pada wanita dengan
amenorrhea. Kegagalan ovarium yang prematur dapat
disebabkan kelainan genetik dengan peningkatan
kematian folikel. Dapat juga merupakan proses
autoimun dimana folikel dihancurkan.

Efek radiasi dan kemoterapi


Efek radiasi tergantung dari umur dan dosis radiasi.
Fungsi barium dapat kembali setelah bertahun-tahun
kemudian. Di lain pihak kerusakan tidak akan muncul
hingga terjadinya kegagalan ovarium prematur. Ketika
radiasi diberikan di luar pelvis, radiasi tidak
memberikan resiko terjadinya kegagalan ovarium
prematur. Gonad tidak dalam keadaan bahaya ketika di
dapur menggunakan oven microwave yang berdaya
penetrasi rendah.
Dosis radiasi

Efek sterilisasi

60 rads

Tidak berefek

150rads

Sedikit berisiko pada usia 40 tahun

250-500rads

Usia 15-40, 60% steril

500-800

Usia 15-40, 70% steril

>800rads

100% permanen steril

KOMPARTEMEN III
GANGGUAN PADA HIPOFISE
ANTERIOR.

Gangguan pada kompartemen ini dapat berupa gangguan


pada hipofise anterior. Gangguan dapat berupa adanya
tumor yang bersifat mendesak ataupun menghasilkan
hormon yang membuat haid menjadi terganggu9. Tumor
mikroadenoma dapat diterapi dengan menggunakan
agonis dopamin dimana dopamin dapat menghambat
pelepasan prolaktin lebih lanjut sehingga pembesaran
tumor hipofise dan prolaktinemia dapat dicegah. Operasi
dapat dilakukan terutama bila tumor masih kecil. Namun
angka rekurensi setelah opersi sangat besar lagipula
struktur tumor sulit dibedakan dengan jaringan hipofise
sehat sehingga operasi sering kali meninggalkan sisa.
Pada makroadenoma dapat diberikan agonis dopamin
terlebih dahulu untuk memperkecil ukuran tumor. Setelah
operasi dapat dilanjutkan dengan pemberian radiasi
namun radiasi ini dapat memicu terjadinya tumor di
tempat lain pada otak.

KOMPARTEMEN IV
GANGGUAN PADA SSP

Gangguan pada pasien ini disebabkan oleh gangguan


mental yang secara tidak langsung menyebabkan
terjadinya pelepasan neurotransmiter seperti
serotonin yang dapat menghambat lepasnya
gonadotropin. Gangguan pada kompartemen ini
dapat terjadi pada penderita anoreksia nervosa
maupun atlet atau penari balet yang mengalami
latihan dengan ketegangan9.
Amenorrhea dapat juga disebabkan oleh penyakitpenyakit lain seperti penyakit kronis (TBC), penyakit
metabolik seperti penyakit tiroid, pankreas dan
glandula suprarenalis, kelainan gizi (obesitas dan
underweight), kelainan hepar dan ginjal

Pengelolaan pada pasien ini tergantung dengan


penyebab. Bila penyebab adalah kelainan genetik,
prognosa kesembuhan buruk. Menurut beberapa
penelitian, dapat dilakukan terapi sulih hormon,
namun fertilitas belum tentu dapat dipertahankan9.
Komplikasi yang paling ditakutkan dariamenorrhea
adalah infertilitas. Komplikasi lainnya adalah tidak
percaya dirinya penderita sehingga dapat menggangu
kompartemen IV dan terjadilah lingkaran setan
terjadinya amenorrhea. Komplikasi lainnya
munculnya gejala-gejala lain akibat insufisiensi
hormon seperti osteoporosis9.

METRORRHAGIA

Metrorrhagia pendarahan yang terjadi di antara siklus


mentruasi, atau dengan kata lain timbul lebih sering dari
biasa (yatim faisal,2001)

etiologi : organik dan fungsional

Organik
Serviks uteri : polipus servisis uteri, erosio porsionis uteri,
ulkus pada porsio uteri, karsinoma servisis uteri.
Korpus uteri : polip endometrium, abortus imminens,
abortus insipiens, abortus inkompletus, mola hidatidosa,
koriokarsinoma, subinvolusio uteri, karsinoma korporis
uteri, sarkoma uteri, mioma uteri.
Tuba falopii : seperti kehamilan ektopik terganggu, radang
tuba, tumor tuba.
Ovarium : radang ovarium, tumor ovarium.

Fungsional
Ovulatoar
Anovulatoar
Manifestasi klinis
siklus menstruasi tak teratur,
tidak haid dalam jangka waktu lama
(amenore)
Selain itu, akan sering mengalami f lek
Nyeri
Tegang pada payudara
Cepat emosi

Pemerikaan penunjang
1. Pemeriksaan darah : Hemoglobin, uji fungsi
thiroid , dan kadar HCG, FSH, LH, Prolaktin dan
androgen serum
2. Deteksi patologi endometrium melalui :
(a) kuretase
(b) histeroskopi
3. Laparoskopi
4. Uji kehamilan: untuk melihat ada tanda-tanda
kehamilan
5. Pemeriksaan koagulasi : untuk memantau faktor
pembekuan darah

Penatalaksanaan
Bila perdarahan sangat banyak,Istirahat baring
dan transfusi darah
Bila pemeriksaan gynecologik menunjukan
perdarahan berasal dari uterus dan tidak ada
abortus inkompletus, perdarahan untuk
sementara waktu dapat dipengaruhi dengan
hormon steroid. Dapat diberikan :
1)estrogen dalam dosis tinggi Dapat diberikan
secar IM dipropionasestradiol 2,5 mg, atau
benzoas estradiol 1,5 mg, atau valeras estradiol
20 mg. Tetapi apabila suntikan dihentikan
perdarahan dapat terjadi lagi.

2)progesteron
Pemberian progesteron mengimbangi pengaruh
estrogen terhadap endometrium, dapat diberikan
kaproas hidroksi progesteron 125 mg, secara IM,
atau dapat diberikan per os sehari nirethindrone
15 mg atau asetas medroksi progesteron
(provera) 10 mg, yang dapat diulangi berguna
dalam masa pubertas.

GANGGUAN LAIN DALAM


HUBUNGAN DENGAN HAID
Dismenorrhea
Dismenorrhea adalah nyeri sewaktu haid.
Dismenorrhea terdiri dari gejala yang kompleks
berupa kram perut bagian bawah yang menjalar
ke punggung atau kaki dan biasanya disertai
gejala gastrointestinal dan gejala neurologis
seperti kelemahan umum.
Klasifikasi Dismenorrhea
Dismenorrhea

primer(idiopatik)
Dismenorrhea sekunder

Dismenorrhea primer (idiopatik)


Dismenorrhea primer adalah dismenorrhea yang
mulai terasa sejak menarche dan tidak ditemukan
kelainan dari alat kandungan atau organ lainnya.
Dismenorrhea primer terjadi pada 90% wanita.
Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi yaitu

hiperaktivitas
endotelins,

prostaglandin,
vasopressin

uterus,

dan faktor lainnya.

Hiperaktivitas uterus berhubungan dengan aliran


darah uterus. Hiperaktivitas uterus terjadi pada
endometriosis dan adenomiosis. Uterus yang
berkontraksi menyebabkan angina sehingga
terjadilah nyeri
Endotelin adalah uterotonin pada uterus yang tidak
hamil. Endotelin tersebut dapat menginduksi
pelepasan PGF2 dan menginduksi kelenjar lainnya
untuk menghasilkan endorpin lainnya (parakrin).
Iskemi yang terjadi akibat kontraksi selanjutnya
merangsang pelepasan endorpin dan PGF2 sehingga
akan menyebabkan disperistaltis lebih lanjut.

Endometrium wanita dengan dismenorrhea


menghasilkan PGF2 lebih banyak daripada wanita
normal. PGF2 adalah oksitoksi dan vasokonstriktor
yang poten yang bila diberikan pada uterus akan
menghasilkan nyeri dan mengakibatkan pengeluaran
darah haid.
Vasopresin merupakan vasokonstriktor yang
menstimulasi miometrium berkontraksi. Pada hari
pertama menstruasi,kadar vasopresin meningkat
pada wanita dengan dismenorrhea.
Faktor lain yang penting adalah kerusakan saraf
perifer pada miometrium dan serviks oleh persalinan.
Hal ini menjelaskan mengapa pada wanita yang telah
melahirkan dismenorrhea dapat berkurang.

Penanganan pada dismenorrea primer


Pemberian Analgetik: NSAIDs diberikan 1-2 hari
menjelang haid dan diteruskan sampai hari kedua
atau ketiga siklus haid.
Terapi hormonal juga telah banyak digunakan.
Tujuannya untuk menghasilkan siklus haid yang
anovulatorik, sehingga nyeri haid dapat dikurangi.
Biasanya diberikan Progesteron (Didrogesteron 10mg,
2 kali 1, Medroksiprogesteron asetat 5mg/hari)
diberikan mulai dari hari ke-5 sampai ke-25 siklus
haid.13

DISMENORRHEA SEKUNDER

Dismenorrhea sekunder biasanya terjadi kemudian setelah


menarche. Biasanya disebabkan hal lain. Nyeri biasanya
bersifat regular pada setiap haid namun berlangsung lebih
lama dan bisa berlangsung selama siklus. Nyeri mungki
terasa pada satu sisi abdomen.
Dismenorrhea
sekunder
dapat
disebabkan
oleh
endometriosis dimana jaringan uterus tumbuh di luar
uterus dan ini dapat terjadi pada wanita tua maupun
muda. Implant ini masih bereaksi terhadap estrogen dan
progesteron sehingga dapat meluruh saat haid. Hasil
peluruhan bila jatuh ke dalam rongga abdomen dan
merangsang peritoneum akan menghasilkan nyeri.
Dismenorrhea sekunder dapat juga disebabkan fibroid,
penyakit radang panggul; IUD; tumor pada tuba fallopi,
usus atau vesika urinaria; polip uteri; inflmatory bowel
desease; skar atau perlengketan akibat operasi sebelumnya
dan adenomiosis yaitu suatu keadaan dimana endometrium
tumbuh menembus miometrium.

Penanganan pada dismenorrhea sekunder


Bila ada kelainan organik ditangani secara kausal. Pada
kasus-kasus yang menolak tindakan operatif, maka untuk
sementara dapat dicoba pengobatan medikamentosa seperti
pada dismenorrea primer. Pemberian analog GnRH selama
6 bulan sangat efektif menghilangkan nyeri haid yang
disebabkan endometriosis.
Terapi
pemberian NSAID ,
Pil kontrasepsi
Transcutaneus electrical nerve stimulation (TENS)
Akupuntur
Asam lemak -3
Vitamin B1 100 mg /hari selama 90 hari.
Suplemen magnesium

PREMENSTRUAL SYNDROME

Merupakan keluhan-keluhan yang biasanya mulai satu


minggu sampai beberapa hari sebelum datangnya haid, dan
menghilang sesudah haid datang, walaupun kadang-kadang
berlangsung terus sanpai haid berhenti. Keluhan-keluhan
terdiri atas gangguan emosional berupa iritabilitas, gelisah,
insomnia, nyeri kepala, perut kembung, mual, pembesaran
dan rasa nyeri pada mamma dan sebagainya; sedang pada
kasus-kasus yang berat terdapat depresi, rasa ketakutan,
gangguan konsentrasi, dan peningkatan gejala-gejala fisik
tersebut di atas.
Faktor yang memegang peranan sebagai etiologi
premenstrual tension ialah: ketidakseimbangan antara
estrogen dan progesteron dengan akibat retensi cairan dan
natrium, penambahan berat badan, dan kadang-kadang
edema.

Kriteria Premenstrual syndrome menurut


American Psychiatric Association (APA)
Gejala-gejala yang yang berhubungan dengan siklus menstruasi secara temporal,
mulai dari permulaan selama minggu terakhir fase luteal dan berkurang setelah onset
mestruasi.
Diagnosis membutuhkan setidaknya lima dari salah satu gejala di bawah, dan salah
satu nya harus salah satu dari empat gejala yang pertama:
Depresi, perasaan putus asa
Kecemasan atau ketegangan
Afeksi yang labil, contoh: perasaan tiba-tiba sedih, menangis, marah, atau mudah
tersinggung.
Marah atau perasaan tersinggun yang menetap, atau meningkatnya konflik
interpersonal.
Penurunan ketertarikan terhadapa aktifitas sehari-hari
Mudah lelah
Sulit berkonsentrasi
Gangguan nafsu makan, makan berlebih atau nafsu makan tinggi
Hypersmonia atau insmonia
Perasaan overprotected atau tidak terkendali
Gejala fisik, seperti payudara kencang, sakit kepala, edema, nyeri sendi,
penambahan berat badan.
Gejala-gejala mempengaruhi pekerjaan atau aktivitas sehari-hari atau hubungan
sosial.
Gejala-gejala tersebut bukan merupakan sebuah eksarsebasi gangguan psikiatrik yang
lain.

Penanganan PMS
Medikamentosa
Prostaglandin

sintetase inhibitor
Pil KB : medroxyprogesterone acetate 10-30mg/hari
GnRH agonis dikombinasi dengan estrogen-progesteron
:Nafareline, goserelide
Selective Serotonin Reuptake Iinhibitors: Fluoxetine,
Setraline, Paraxetine
Plasebo
Spironolactone

Operatif

oovorektomi

MITTELSCHMERZ
Mittelschmerz atau nyeri antara haid terjadi
kira-kira sekitar pertengahan siklus haid, pada
saat ovulasi. Rasa nyeri yang tejadi mungkin
ringan, tetapi mungkin juga berat. Lamanya
mungkin hanya beberapa jam, tetapi pada
beberapa kasus sampai 2 3 hari.
Diagnosis dibuat berdasarkan saat terjadinya
peristiwa dan bahwa nyerinya tidak mengejang,
tidak menjalar, dan tidak disertai mual atau
muntah.