Anda di halaman 1dari 7

Masyarakat Madani

Pengertian :
suatu masyarakat yang beradab dalam
membangun, menjalani, dan memaknai
kehidupannya, untuk dapat tata masyarakat
yang beradab dalam membangun, menjalani,
dan memaknai kehidupannya

Latar Belakang Masyarakat Madani


Konsep masyarakat madani merupakan penerjemahan atau
pengislaman konsep civil society. Orang yang pertama kali
mengungkapkan istilah ini adalah Anwar Ibrahim dan
dikembangkan di Indonesia oleh Nurcholish Madjid. Pemaknaan
civil society sebagai masyarakat madani merujuk pada konsep
dan bentuk masyarakat Madinah yang dibangun Nabi
Muhammad. Masyarakat Madinah dianggap sebagai legitimasi
historis ketidak bersalahan pembentukan civil society dalam
masyarakat muslim modern.
Prinsip terciptanya masyarakat madani bermula sejak hijrahnya
Nabi Muhammad Saw. beserta para pengikutnya dari Makah ke
Yatsrib. Hal tersebut terlihat dari tujuan hijrah sebagai sebuah
refleksi gerakan penyelamatan akidah dan sebuah sikap
optimisme dalam mewujudkan cita-cita membentuk yang
madaniyyah (beradab).

Ciri Ciri Masyarakat Madani


Free public sphere
Adanya ruang public yang bebas sebagai sarana dalam
mengemukakan pendapat
Demokrasi
Prasyarat mutlak lainnya bagi keberadaan civil society yang
murni (genuine)
Toleransi
Sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan
pendapat
Pluralisme
Sikap mengakui dan menerima kenyataan masyarakat yang
majemuk disertai sikap tulus bahwa kemajemukan itu bernilai
positif dan merupakan rahmat Tuhan
Keadilan Sosial
Keseimbangan dan pembagian yang proporsional antara hak
dan kewajiban setiap warga negara yang mencakup seluruh
aspek kehidupan

Partisipasi sosial
Partisipasi sosial yang benar-benar bersih dari rekayasa
merupakan awal
yang baik bagi terciptanya masyarakat madani.
Supremasi hukum
Penghargaan terhadap supremasi hukum meupakan jaminan
terciptanya
keadilan

Pilar Penegak Masyarakat Madani


1.
2.
3.
4.
5.

Lembaga Swadaya Masyarakat


Pers
Supremasi hukum
Perguruan tinggi
Partai Politik

Ciri Ciri Masyarakat Madani di


Indonesia
1. Kesukarelaan. Artinya masyarakat madani bukanlah
merupakan suatu masyarakat paksaan atau karena
indoktrinasi. Kenggotaan masyarakat madani adalah kenggotan
pribadi yang bebas, dan mempunyai cita-cita yang di wujudkan
bersama.
2.Keswasembadaan. Setiap orang mempunyai harga diri yang
tinggi, tidaklah setiap anggota masyarakat madani selalu
menggantungkan kehidupannya kepada orang lain. Namun,
justru membantu orang lain yang sekiranya membutuhkan
pertolongan.
3. Kemandirian tinggi terhadap Negara. Bagi mereka (anggota
masyarakat madani) Negara adalah kesepakatan bersama
sehingga tanggung jawab yang lahir dari kesepakatan tersebut
adalah juga tuntutan dan tanggung jawab dari masing-masing
anggota. Inilah Negara yang berkedaulatan rakyat.
4. Keterkaitan pada nilai-nilai hukum yang disepakati bersama.
Hal ini berarti suatu masyarakat madani adalah suatu
masyarakat yang berdasarkan hokum dan bukan Negara
kekuasaan.

Kendala Mewujudkan Masyarakat Madani


di Indonesia
1. Kualitas SDM yang belum memadai karena pendidikan yang
belum merata
2. Masih rendahnya pendidikan politik masyarakat.
3. Kondisi ekonomi nasional yang belum stabil pasca krisis
moneter.
4. Tingginya angkatan kerja yang belum terserap karena
lapangan kerja yang terbatas.
5. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak dalam jumlah yang
besar.
6.Kondisi sosial politik yang belum pulih pasca reformasi.