Anda di halaman 1dari 31

Arah Pendidikan

Dokter Keluarga
di Indonesia
Dr. H. EDY SUGIARTO, M.Kes.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon
Ketua IDI Cabang Kota Cirebon

Latar belakang

Jumlah dokter yang bukan spesialis tidak


kurang dari 65.000 orang

setiap tahun meluluskan sekitar 5000-6000


dokter baru

kualitas lulusan FK dan pelayanan dokter


primer sangat bervariasi

PDKI bermaksud meningkatkan kualitas


dokter pelayanan primer Indonesia agar
setara dengan dokter pelayanan primer di
negara-negara lainnya

Pada saat ini:


Populasi 224.185.766 kepadatan 118/km2, 33
propinsi, 17,540 pulau,
349
kecamatan and 91 kota,
89.090 orang dokter, terdiri dari 17.783
dokter gigi dan 71.307 dokter
17.783 orang dr gigi, terdiri dari 16.532
dokter gigi umum dan 1.252 dokter gigi
spesialis
8,015 Puskesmas (rasio : 3.61/100.000),
1,292 rumahsakit,
269,202 posyandu

Sejarah
internasional
1923. Dr.Francis Peabody mulai merasakan bahwa
kedokteran modern telah terkotak-kotak sehingga
membutuhkan adanya dokter generalist

1950an masa jaya spesialistis, sangat sedikit dokter


yang mau menjadi generalist

1960an awal, pemuka-pemuka generalist mulai

mendengungkan pentingnya generalist sebagai suatu


specialist

1966 dipublikasikannya konsep bahwa generalist

merupakan suatu spesialisasi baru di tingkat primer

1969 berdiri American Board of Family Practice yang

kemudian berubah menjadi American Board of Family


Medicine
Textbook of Family Medicine, Rakel,2nd ed,2007

Sejarah
organisasi

1978 perwakilan Indonesia berkunjung ke Philippines setelah


disana terbentuk Philippines Board of family physician

1979 terbit bunga rampai dokter keluarga Indonesia oleh


Kelompok Studi Dokter Keluarga Indonesia

1983 berdiri Kolegium Dokter Keluarga Indonesia

1997 diubah namanya menjadi Perhimpunan Dokter Keluarga


Indonesia

2006 berdiri Kolegium Ilmu Kedokteran Keluarga Indonesia

2007 KIKK bergabung dengan Kolegium Dokter Indonesia


menjadi Kolegium Dokter dan Dokter Keluarga Indonesia atas
arahan Ketua IDI yang menganjurkan agar profesi di tingkat
primer sebaiknya menjadi satu

2008 program konversi dokter praktik umum menjadi dokter


keluarga dimulai

Sejarah
pendidikan

1979 FKUI memasukkan materi kedokteran keluarga dalam


pendidikan mahasiswa kedokteran

2001 semua FK (38) sepakat bahwa materi kedokteran


keluarga harus masuk dalam kurikulum

2003 terdapat 3 FK yang memiliki kegiatan pendidikan


kedokteran keluarga dan dalam lokakarya 38 FK menyepakati
materi kedokteran keluarga dalam tahap preklinik dan tahap
klinik

2004 lokakarya perencanaan kepaniteraan kedokteran


keluarga untuk mahasiswa kedokteran

2004 disusun kurikulum berbasis kompetensi untuk seluruh


Indonesia yang bertujuan meluluskan dokter primer dengan
pendekatan kedokteran keluarga

Sembilan prinsip dasar


pelayanan Dokter
Keluarga
1 Pelayanan yang holistik dan komprehensif
2 Pelayanan yang kontinu
3 Pelayanan yang mengutamakan pencegahan
4 Pelayanan yang koordinatif dan kolaboratif
5 Penanganan personal bagi setiap pasien sebagai bagian integral dari
keluarganya
6 Pelayanan yang mempertimbangkan keluarga, lingkungan kerja, dan
lingkungan tempat tinggalnya
7 Pelayanan yang menjunjung tinggi etika dan hukum
8 Pelayanan yang dapat diaudit dan dapat dipertangungjawabkan
9 Pelayanan yang sadar biaya dan sadar mutu
Standar Kompetensi Dokter Keluarga, PDKI, 2007

Definition of Primary Care:


The setting within a health care system, usually in the patients
own community in which the first contact with the health
professional occurs

The European Definition of General


Practitioners/Family Medicine, WONCA Europe, 2002

Kompetensi DK
Kompetensi Dokter Keluarga

Kompetensi
dokter lulusan
FK

Kompetensi Dokter
Keluarga Konsultan
Intensifikasi

Intensifikasi

PPDS di Indonesia harus Univ based &


diselenggarakan hanya pd 13 FK

Biaya mengikuti
PPDS sangat
tinggi

DK melalui program PPDS


hanya dapat diraih oleh sekelompok dokter saja
Padahal ada 65000 dokter perlu ditingkatkan
kualitasnya
Sehingga menjadi DK yang sejajar dengan dokter
pelayanan primer di seluruh dunia

Perlu ada program pendidikan


PPDS yang terjangkau dan
berkualitas baik

Pendidikan Dokter Keluarga di Indonesia


bukanlah pendidikan yang melalui
program pendidikan spesialisasi, namun
merupakan pendidikan dalam praktik di
komunitas yang dipadukan dengan
program P2KB.

Jenjangpendidikandokter
PhD/ Doktor
Dokter Spesialis

2,5-3 thn

3-5 thn

Master/magister
Dokter Keluarga

1-2 thn

Dokter

2-5 thn

Pendidikan profesi 1,5 tahun + internship 1 tahun

Sarjana Kedokteran
3,5 tahun

SMA

Rencana penyelenggaraan
pendidikan Dokter Keluarga
di Indonesia adalah:
Terjangkau, dalam pembiayaan dan tempat oleh sebagian
besar dokter praktek umum di Indonesia

Berkualitas, sesuai dengan kualitas dokter keluarga


internasional

Dapat dimonitor oleh PDKI dan organisasi lain yang


berwenang

Terakreditasi oleh institusi akreditasi yang dapat dipercaya


Dapat diterima oleh semua pihak yang terkait
Membantu pengefisienan pelayanan dan pembiayaan
kesehatan di Indonesia

Membantu meningkatkan derajat kesehatan di Indonesia

1.

Langkah konkrit untuk memfasilitasi


program Pendidikan Dokter Keluarga
untuk dapat dilaksanakan di seluruh
Menyusun dan menetapkanIndonesia.
Kurikulum Pendidikan Dokter Keluarga
Indonesia

2. Menyusun dan menetapkan Standar Akreditasi Penyelenggara Pendidikan


& Pelatihan Dokter Keluarga Indonesia
3. Membentuk Pusat-Pusat Pelatih dan Assesor Dokter Keluarga pada
institusi-institusi pendidikan dokter yang telah mengembangkan Ilmu
Kedokteran Keluarga
4. Membentuk Sistim Informasi Pelatihan Dokter Keluarga yang terhubung
dengan seluruh penyelenggara pendidikan dan pelatihan yang telah
terakreditasi di seluruh Indonesia
5. Memberdayakan PDKI dan cabang-cabangnya untuk menjaga mutu
penyelenggaraan pendidikan dokter keluarga dan pelayanan dokter
keluarga di wilayahnya
6. Memfasilitasi peningkatan kolaborasi antara organisasi profesi - institusi
pendididikan dokter - departemen kesehatan (tripartite) dalam hal
penyelenggaraan pendidikan dokter
7. dll

Pendidikan DK yang
dimulai saat ini

Bertujuan sama dengan tujuan mewujudkan Dokter Keluarga di

negara-negara lain, WONCA dan WHO, yaitu meningkatkan kualitas


pelayanan dokter layanan primer

Pendidikan Dokter Keluarga bertujuan untuk meghasilkan Dokter


Keluarga seperti yang diinginkan masyarakat

Kompetensi Dokter Keluarga Indonesia adalah intensifikasi dari

Standar Kompetensi Dokter yang dirumuskan oleh Konsil Kedokteran


Indonesia pada tahun 2007

Walaupun program pendidikan Dokter Keluarga merupakan program

pendidikan ketrampilan profesi, namun sebaiknya program tersebut


tidak disebut sebagai sistim program pendidikan dokter spesialis
karena harus dapat terjangkau, baik dalam hal pembiayaan maupun
tempat, oleh sebagian besar (bahkan semua) dokter layanan primer di
Indonesia

Diperlukan kolaborasi tripartite yang terus menerus dalam

mewujudkan pendidikan Dokter Keluarga dan sistim pelayanan Dokter


Keluarga

Area kompetensi
Komunikasi Efektif
Area kompetesi
Berkomunikasi dengan pasien serta anggota
keluarganya
1.1. Bersambung rasa dengan pasien dan
keluarganya
1.2. Mengumpulkan Informasi
1.3. Memahami Perspektif Pasien
1.4. Memberi Penjelasan dan Informasi
Berkomunikasi dengan sejawat
Berkomunikasi dengan masyarakat
Berkomunikasi dengan masyarakat

Pendalaman Dokter Keluarga


- Menempatkan diri sebagai mitra keluarga
dalam penatalaksaaan masalah kesehatan
pasien dan keluarga
- Mampu melaksanakan anamnesis dengan
pendekatan pasien (patient-centered
approach) dalam rangka memperoleh
keluhan utama pasien, kekhawatiran dan
harapan pasien mengenai keluhannya
tersebut serta memperoleh keterangan untuk
dapat menegakkan diagnosis
- Memahami masalah yag sebenarnya terjadi
dengan menggali dan menganalisa faktorfaktor keluarga pasien dan faktor lain di
lingkungan kehidupan pasien yang
berhubungan dengan masalah kesehatan
pasien
'- Mampu memberikan informasi yang jelas
kepada pasien mengenai seluruh tujuan,
kepentingan, keuntungan, resiko yang
berhubungan dalam hal pemeriksaan,
konsultasi, rujukan, pengobatan, tindakan dan
sebagainya sehingga memungkinkan pasien
untuk dapat memutuskan segala yang akan
dilakukan terhadapnya secara puas dan
terinformasi
- Mampu menggali, menganalisa dan
menganjurkan sumber daya yag ada pada
keluarga dan lingkungannya untuk
kepentingan penatalaksanaan kesehatan
pasien dan keluarganya

Pendalaman Dokter Keluarga


Konsultan
- Mampu melaksanakan 'peer group
counseling' pada pasien maupun keluarga
pasien yang membutuhkan dukungan dalam
rangka penyembuhan atau rehabilitasi
'- Mampu mempersiapkan, dan
menyampaikan suatu kabar buruk yang
harus disampaikan pada pasien dan
keluarganya,serta mengelola pasca
penyampaian kabar tersebut tanpa
menimbulkan masalah lain dalam keluarga

Area kompetensi
Ketrampilan Klinis
Area kompetesi

Pendalaman Dokter Keluarga

- Memperoleh dan mencatat informasi


yang akurat serta penting tentang
pasien dan keluarganya
- Melakukan prosedur klinik dan
laboratorium
- Melakukan prosedur kedaruratan klinis

- Mampu menganalisa informasi dalam


rekam medik dan rekam keluarga untuk
menegakkan diagnostik holistik dan
perencanaan komprehensif bagi pasien dan
keluarganya
- Mampu melaksanakan pedampingan
pasien secara profesional demi kepentingan
pasien pada saat dibutuhkan dalam layanan
konsultasi dan/atau rujukan
- Mampu secara trampil melakukan prosedur
tunjangan hidup dasar (basic life support)
dan prosedur basic cardiac life support
dimanapun berada

Pendalaman Dokter Keluarga


Konsultan
- Mampu menyelenggarakan program
pemeriksaan kesehatan berkala yang
efektif efisien sadar mutu dan biaya bagi
pasien sesuai dengan risikonya masingmasing demi kepentingan pasien
- Mampu melakukan prosedur Advance
Cardiac Life Support dan Advance
Traumatic Life Support dalam tempat praktik
sebelum dibawa ke rumah sakit

Area kompetensi
Landasan Ilmiah Ilmu
Kedokteran

Area kompetesi

- Menerapkan konsep-konsep dan prinsipprinsip ilmu biomedik, klinik, perilaku, dan


ilmu kesehatan masyarakat sesuai dengan
pelayanan kesehatan tingkat primer
- Merangkum dari interpretasi anamnesis,
pemeriksaan fisik, uji laboratorium dan
prosedur yang sesuai
- Menentukan efektivitas suatu tindakan

Pendalaman Dokter Keluarga

tidak ada pendalaman

Pendalaman Dokter Keluarga


Konsultan

- tidak ada pendalaman

Area kompetensi
Pengelolaan Masalah
Kesehatan

Area kompetesi

Pendalaman Dokter Keluarga

- Mengelola penyakit, keadaan sakit dan


masalah pasien sebagai individu yang utuh,
bagian dari keluarga dan masyarakat
- Melakukan Pencegahan Penyakit dan
Keadaan Sakit
- Melaksanakan pendidikan kesehatan dalam
rangka promosi kesehatan dan pencegahan
penyakit
- Menggerakkan dan memberdayakan
masyarakat untuk meningkatkan derajat
kesehatan
- Mengelola sumber daya manusia serta
sarana dan prasarana secara efektif dan
efisien dalam pelayanan kesehatan primer
dengan pendekatan kedokteran keluarga

- Mampu menyelenggarakan pelayanan yang


perduli dan perhatian pada kebutuhan dan
perilaku pasien dan keluarganya sebagai
masyarakat yang menggunakan berbagai
pelayanan kesehatan non formal disekitarnya
- Mampu menyelenggarakan pelayanan rawat
jalan efektif efisien bagi pasien, menjaga
kualitas, sadar mutu dan sadar biaya
- Mampu menempatkan diri untuk
berpartisipasi dalam pergerakkan masyarakat
dalam penanggulangan bencana dan
rehabilitasi komunitas pasca bencana
- '- Mampu menyusun sistem untuk
memandang pasien sebagai bagian dari
keluarga pasien, dan memperhatikan bahwa
keluarga pasien dapat mempengaruhi
dan/atau dipengaruhi oleh situasi dan kondisi
kesehatan pasien.
'- Mampu mendayagunakan segala sumber di
sekitar kehidupan pasien untuk meningkatkan
keadaan kesehatan pasien dan keluarganya
- mampu memperhatikan latar belakang
sosial, budaya dan ekonomi pasien dalam
berkomunikasi dan menawarkan pilihan
penatalaksanaan pada pasien agar dapat
mencapai kepatuhan pengobatan, kepuasan
pasien dan peningkatan derajat kesehatan
pasien dan keluarganya

Pendalaman Dokter Keluarga


Konsultan

- Memiliki ketrampilan klinis pada masalah


kesehatan yang dengan gejala tidak jelas
serta penyakit dalam stadium dini
- Memiliki ketrampilan klinis yang tinggi pada
masalah-masalah sulit yang sering datang
pada praktik primer
- Memiliki pengetahuan dan ketrampilan
khusus untuk bekerjasama dengan keluarga
pasien
- Memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang
lebih dalam menatalaksana kelompok
masyarakat dengan kebutuhan khusus
misalnya, kelompok lansia, wanita, dsb.
- Memiliki pengetahuan dan ketrampilan
khusus pada perawatan pasien di rumah

Area kompetensi
Pengelolaan Informasi
Area kompetesi
- Menggunakan teknologi informasi dan
komunikasi untuk membantu penegakan
diagnosis, pemberian terapi, tindakan
pencegahan dan promosi kesehatan, serta
penjagaan, dan pemantauan status
kesehatan pasien
- Memahami manfaat dan keterbatasan
teknologi informasi
- Memanfaatkan informasi kesehatan

Pendalaman Dokter Keluarga


- Mampu mengaplikasikan evidence based
medicine dan apraisal kritis suatu informasi
baru dalam praktik keseharian

Pendalaman Dokter Keluarga


Konsultan
-- Mampu mengaplikasikan evidence based
medicine dan apraisal kritis suatu informasi
baru dalam praktik keseharian serta
menyusun Clinical Practice Guidelines untuk
profesinya

Area kompetensi
Mawas Diri dan Pengembangan
Diri

Area kompetesi

- Menerapkan mawas diri


- Mempraktikkan belajar sepanjang hayat
- Mengembangkan pengetahuan baru

Pendalaman Dokter Keluarga

tidak ada pendalaman

Pendalaman Dokter Keluarga


Konsultan

- tidak ada pendalaman

Area kompetensi

Etika, Moral, Medikolegal dan Profesionalisme serta


Keselamatan Pasien
Area kompetesi

Pendalaman Dokter Keluarga

- Memiliki sikap profesional


- Berperilaku profesional dalam bekerja sama
- - Mampu menempatkan diri sebagai mitra
penyedia pelayanan kesehatan dengan
berbagai sektor pelayanan kesehatan formal
di sekitarnya
- Melakukan praktik kedokteran dalam
masyarakat multikultural di Indonesia
- Memenuhi aspek medikolegal dalam praktik
kedokteran
- Menerapkan keselamatan pasien dalam
praktik kedokteran

- Mampu menempatkan diri sebagai mitra


penyedia pelayanan kesehatan dengan
berbagai sektor pelayanan kesehatan formal
di sekitarnya
'- Mampu melakukan program jaga mutu
(quality assurance) secara mandiri dan/atau
bersama-sama dengan dokter keluarga
lainnya
- Mampu menjadi pimpinan profesional pada
suatu pusat pelayanan kedokteran/kesehatan
primer
- Mampu menganalisa persamaan dan
perbedaan karakter individu, keluarga, hingga
faktor sosial budaya yang berpengaruh pada
kesehatan pasien dan keluarga

Pendalaman Dokter Keluarga


Konsultan
-Mampu menganalisa persamaan dan
perbedaan karakter individu, keluarga, hingga
faktor sosial budaya yang berpengaruh pada
kesehatan pasien dan keluarga

Area kompetensi

Etika, Moral, Medikolegal dan Profesionalisme serta


Keselamatan Pasien
Area kompetesi

Pendalaman Dokter Keluarga

- Memiliki sikap profesional


- Berperilaku profesional dalam bekerja sama
- - Mampu menempatkan diri sebagai mitra
penyedia pelayanan kesehatan dengan
berbagai sektor pelayanan kesehatan formal
di sekitarnya
- Melakukan praktik kedokteran dalam
masyarakat multikultural di Indonesia
- Memenuhi aspek medikolegal dalam praktik
kedokteran
- Menerapkan keselamatan pasien dalam
praktik kedokteran

- Mampu menempatkan diri sebagai mitra


penyedia pelayanan kesehatan dengan
berbagai sektor pelayanan kesehatan formal
di sekitarnya
'- Mampu melakukan program jaga mutu
(quality assurance) secara mandiri dan/atau
bersama-sama dengan dokter keluarga
lainnya
- Mampu menjadi pimpinan profesional pada
suatu pusat pelayanan kedokteran/kesehatan
primer
- Mampu menganalisa persamaan dan
perbedaan karakter individu, keluarga, hingga
faktor sosial budaya yang berpengaruh pada
kesehatan pasien dan keluarga

Pendalaman Dokter Keluarga


Konsultan
-Mampu menganalisa persamaan dan
perbedaan karakter individu, keluarga, hingga
faktor sosial budaya yang berpengaruh pada
kesehatan pasien dan keluarga

Rencana pelaksanaan CPD


DK
Penyamaan:
-

Pelatihan untuk pelatih


persepsi
(TOT)
ketrampilan melatih

Peningkatan:
- pengetahuan
- ketrampilan
klinis

Pelatihan
Dokter
Keluarga
Pelatihan
Dokter
Keluarga
Pelatihan
Dokter
Keluarga
Pelatihan
(PDK)
Dokter
Keluarga
Pelatihan
(PDK)
Dokter
Keluarga
(PDK)
Pelatihan
Dokter
Keluarga
Pelatihan
(PDK)
Dokter
Keluarga
Pelatihan
(PDK)
Dokter
Keluarga
(PDK)
Pelatihan
Dokter
Keluarga
Pelatihan
(PDK)
Dokter
Keluarga
Pelatihan
(PDK)
Dokter
Keluarga
(PDK)
(PDK)
(PDK)

Paket A Paket B Paket C Paket D

Rencana pelaksanaan CPD


DK
Tujuan Umum Penyelenggaraan TOT
1.

Menghasilkan tenaga pelatih/pengajar DK bersertifikat di setiap


cabang

2.

Menyediakan kesempatan kepada DPU yang memenuhi syarat


untuk mendukung penataran kedokteran keluarga di seluruh
Indonesia

3.

Memberdayakan Cabang untuk menyelenggrakan CPD secara


mandiri

4.

Menyusun berbagai perangkat yang diperlukan untuk mengatur


penyelenggaraan CPD DK agar sesuai dengan standar CPD
dan Buku Log CPD PDKI.

5.

Memberikan kesempatan kepada semua DPU di seluruh


Indonesia untuk memperoleh CPD yang bermutu

Rencana pelaksanaan CPD


DK
Tujuan Khusus TOT
Pada akhir pelatihan, peserta akan dapat memahami dan melaksanakan:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Andragogy sebagai dasar metode pelatihan Dokter Keluarga


Pendekatan Kedokteran Keluarga sebagai dasar materi
pelatihan Dokter Keluarga
Penyusunan silabus, disain instruksional dan portfolio
pelatihan Dokter Keluarga
Metoda Pembelajaran Diskusi Kelompok bagi Pelatihan
Profesi
Pengembangan Clinical Practice Guidelines sebagai modul
pelatihan dokter keluarga
Perencanaan Pelatihan Dokter Keluarga paket ABC

Alir Pembelajaran Pelatihan


Kedokteran Keluarga Paket A
Kedokteran Keluarga
Kedokteran Keluarga & wawasannya
Dokter Keluarga dalam SKN
Dinamika , peran & pengaruh keluarga

pasien
Pendekatan dalam pelayanan
Praktek Dokter Keluarga
Pelayanan paripurna terpadu
Pelayanan berprinsip pencegahan

Dokter
Keluarga

Pelayanan di keluarga
Manaj.penat.kes.kel
Pembinaan keluarga
Pelayanan paliatif

Komunikasi Dokter-pasien
Hub dr-ps
Kemahiran komunikasi
Konseling dalam pelayanan
Pelayanan di tempat praktek
manaj.diagnostik

Pengobatan rasional

Peningkatan kepatuhan

Pasien resiko

Koordinasi pelayanan dan aspek medikolegal


Konsultasi & rujukan
Aspek medikolegal & etika praktek
Peran partisipatif dokter keluarga dlm pelay.rwt inap

Alir Pembelajaran Pelatihan


Kedokteran Keluarga Paket B
Manajemen SDM
Merancang klinik dokter keluarga
Perekrutan,seleksi,penugasan
Peningkatan kemampuan &
pengembangan
Manajemen sarana &
prasarana
Peralatan medis&nonmedis
Perencanaan efisien & investasi
Pemeliharaan,penyimpanan,
pengamanan, penghapusan &
inventarisasi

Manajemen informasi
Manajemen mutu pelayanan
SOP
Informed consent
Telaah kinerja staf,karyawan
& klinik

Sistim informasi
Rekam medis
Manajemen pendanaan
Sumberdaya & pemodalan
JPKM & praupaya
Unitcost,risiko dll
Skema asuransi

Alir Pembelajaran Pelatihan


Kedokteran Keluarga Paket C

C1 : Keterampilan klinis non-bedah

C2 : Keterampilan mengatasi keadaan klinis


umum

C3 : Keterampilan menangani masalah klinis


khusus

C4 : Keterampilan menggunakan sarana


penunjang

C5 : Keterampilan medis teknis bedah

Alir Pembelajaran Pelatihan


Kedokteran Keluarga Paket D

D1 : Masalah kesehatan kelompok usia

D2 : Masalah kesehatan kelompok khusus

Terimakasih