Anda di halaman 1dari 33

Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Menular

Pembimbing :
dr. Erna Astuty
Dipresentasikan oleh :
dr. Pramika Putri Yulanti

IDENTITAS PASIEN
Nama
Umur
Jenis kelamin
Agama
Alamat
Tanggal Periksa

: An. H
: 10 tahun
: Laki-laki
: Islam
: Kedaung 1 / 2
: Rabu, 28 Desember 2011

ANAMNESIS
Dilakukan secara autoanamnesis pada tanggal
28 Desember 2011.
Keluhan Utama
: lenting-lenting
berwarna merah tersebar di seluruh bagian
tubuh.
Keluhan Tambahan : gatal pada lentinglenting merah tersebut, demam, sakit kepala.

Riwayat Penyakit Sekarang:


Pasien datang dengan keluhan timbul lenting-lenting merah
tersebar di seluruh tubuh. Awalnya pasien mengeluh tidak enak
badan disertai sakit kepala dan demam yang tidak terlalu
tinggi. Keesokannya pasien mengeluh timbul sebuah lenting di
dada. Lenting ini kemudian menyebar ke punggung, wajah,
tangan dan kaki. Pasien juga merasakan gatal di daerah
lenting tersebut. Oleh karena itu, pasien menggaruk lentinglenting tersebut sehingga pecah mengeluarkan cairan jernih
dan kemudian bekas lenting berubah menjadi kehitaman.
Pasien mengatakan hal ini baru dialami pertama kali dan
pasien juga mengaku belum meminum obat ataupun mengolesi
krim pada lenting tersebut. Pasien hanya menaburkan bedak
untuk mengurangi rasa gatal.

Riwayat Penyakit Dahulu


Pasien tidak pernah mengalami keluhan
yang sama sebelumnya.
Riwayat Penyakit Keluarga
Tidak ada yang memiliki keluhan serupa

STATUS GENERALIS
Keadaan Umum
Kesadaran
Tanda vital
Tekanan darah
Nadi
Pernafasan
Suhu

BB
TB
IMT

: tampak sakit sedang


: compos mentis
: 120/80 mmHg
: 80 kali/menit
: 20 kali/menit
: 37,50C

: 40 kg
: 148 cm
: 18, 26

Kepala
Mata

: Normocephali
: Konjungtiva anemis (-/-), sklera
ikterik (-/-)
Paru
: Bunyi nafas vesikuler, rhonki -/-,
wheezing -/Jantung
: Bunyi jantung I>II , regular,
murmur (-), gallop (-)
Abdomen
: datar, bising usus (+)normal,
supel, timpani
Hepar dan Lien tidak ada pembesaran
Ekstrimitas
: Akral hangat, edema (-/-)

STATUS LOKALIS

UKK

Lokasi

: Tampak papul-papul eritematosa,


vesikel dengan dasar eritematosa,
erosi, dan krusta hiperpigmentasi,
: tersebar diskret, generalisata

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Tidak ada
DIAGNOSIS KERJA
Varicella
DIAGNOSIS BANDING
Variola

PENATALAKSANAAN
Non-medikamentosa:
1. Menjelaskan kepada pasien agar jangan mengaruk
dan memecahkan lenting-lenting tersebut karena
dapat menimbulkan bekas luka garukan di kulit.
2. Jaga kebersihan badan dengan tetap mandi
walaupun masih banyak terlihat lenting-lenting.
3. Istirahat yang cukup

Medikamentosa:
Parasetamol 3 x 250 mg p.o
Acyclovir 4 x 800 mg p.o (selama 5 hari)
CTM 3 x 2 mg p.o
Oxytetracycline 3 x oles/hari
Imulan 1x1 caps/hari
Bedak salisil

PROGNOSIS
Quo ad vitam
: ad bonam
Quo ad fungtionam : ad bonam
Quo sanationam
: ad bonam

Varicella

adalah infeksi akut primer oleh


virus varisela zoster yang menyerang kulit
dan mukosa, klinis terdapat gejala konstitusi,
kelainan kulit polimorf, terutama berlokasi
dibagian sentral tubuh.
= Chicken pox

Varicella

zoster virus (VZV)


terdiri atas genome DNA double-stranded

Varicella-zoster

virus ini sangat menular dan


mungkin ditularkan dari penderita varisela
atau zoster.
Penyebaran dari virus dapat terjadi secara
langsung dari orang ke orang melalui lesi
yang ada, melalui udara (airborne droplets)
atau melalui plasenta.
Penularan : 2 hari sebelum hingga 5 hari
stelah muncul lesi di kulit

Terutama mengenai anak-anak yang berusia


dibawah 20 tahun terutama usia 3 6 tahun dan
hanya sekitar 2% terjadi pada orang dewasa
Mortalitas/ Morbiditas
Banyak terjadi pada anak usia 1-4 tahun, diperkirakan 2
kematian tiap 100.000 kasus
Mortalitas pada anak-anak dengan immunocompromise
lebih tinggi.
Penyakit ini lebih serius pada neonatus

Neonatus pada bulan pertama


Pasien yang sedang mendapat terapi steroid
dosis tinggi dalam pengobatan 2 minggu.
Pasien dengan penyakit keganasan
Stadium immunocompromised
Wanita yang sedang hamil

Pubertas

dan orang dewasa : gejala


prodormal yaitu demam, malaise, nyeri
kepala, mual dan anoreksia, yang terjadi 1-2
hari sebelum timbulnya lesi dikulit
Anak kecil : gejala prodormal jarang
dijumpai hanya demam dan malaise ringan
dan timbul bersamaan dengan munculnya
lesi dikulit

Penyebarannya

sentrifugal
Jika infeksi sekunder : pembesaran kelenjar
getah bening regional.
Lesi pada varicella biasanya sangat gatal
Makula eritematosa papul (12-14 jam)
vesikel pustula (hari ke 2) umbilikasi
(delle) krusta

1.
2.
3.
4.

Infeksi sekunder pada kulit yang disebabkan


oleh bakteri
Scar
Pneumonia
Neurologik

5.
6.

Acute postinfeksius cerebellar ataxia


Encephalitis

Herpes zoster
Reye syndrome

1.
2.
3.
4.

Tzanck smear
Direct fluorescent assay (DFA)
Polymerase chain reaction (PCR)
Biopsi Kulit

Diagnosis Banding
Variola
Etiologi
Klinis :
Konstitusi
Erupsi

UKK

Varicela

Virus Pox

Virus Varicela Zoster

akut:sakit berat ; Hiperpireksia


Sentripetal (muka & ekstremitas)
Jarang pada lipatan
Selalu lesi + di telapak tangan & kaki

prodromal 2-3 hari ; subfebril, lesu


Sentrifugal (badan lengan / tungkai
atas)
Sering pada lipatan
Jarang, hampir tak pernah

Monomorf, Umbilikasi +
Selalu pustel
Selalu sikatriks
Kulit sekitar lesi bengkak

Polimorf (kadang umbilikasi +)


+ infeksi sec pustel
tak selalu ada sikatriks
hanya eritem

P.A

- vesikel multiokuler
-badan inklusi pada sitoplasma Guaneri

Unilokuler
Pada nucleus Lipshutz)

Involusi

Penyembuhan 1 bulan
Harus karantina

1-2 minggu

Pada anak imunokompeten, biasanya tidak diperlukan


pengobatan yang spesifik dan pengobatan yang
diberikan bersifat simtomatis
Lesi masih berbentuk vesikel, dapat diberikan bedak agar
tidak mudah pecah
Vesikel yang sudah pecah atau sudah terbentuk krusta,
dapat diberikan salep antibiotik untuk mencegah terjadinya
infeksi sekunder.
Dapat diberikan antipiretik dan analgetik, tetapi tidak boleh
golongan salisilat (aspirin) untuk menghindari sindrom
Reye.
Kuku jari tangan harus dipotong untuk mencegah terjadinya
infeksi sekunder akibat garukan.

Obat antivirus
Pemberian

antivirus dapat mengurangi lama


sakit, tingkat keparahan dan waktu
penyembuhan akan lebih singkat.
Pemberian antivirus sebaiknya dalam jangka
waktu kurang dari 48-72 jam setelah erupsi
dikulit muncul.
Golongan antivirus yang dapat diberikan
yaitu acyclovir, valasiklovir, dan famasiklovir.

Dosis antivirus (oral) untuk pengobatan varicella dan


herpes zoster :
Neonatus : Acyclovir 10 mg/kgBB iv tiap 8 jam
Anak (2-12 tahun) : acyclovir 4 x 20 mg /kg BB/
hari/oral selama 5 hari
Pubertas dan dewasa

Acyclovir 5 x 800 mg/hari/oral selama 7 hari


Valasiklovir 3 x 1 gram/hari/oral selama 7 hari
Famasiklovir 3 x 500 mg/hari/oral selama 7 hari

1.

Imunisasi pasif

Menggunakan VZIG (Varicella zoster


immunoglobulin)
Pemberiannya dalam waktu 3 hari (kurang
dari 96 jam) setelah terpajan VZV, pada anakanak imunokompeten terbukti mencegah
varicella sedangkan pada anak
imunokompromise pemberian VZIG dapat
meringankan gejala varicella.

VZIG dapat diberikan pada

Anak-anak yang berusia < 15 tahun yang belum pernah


menderita varicella atau herpes zoster.
Usia pubertas > 15 tahun yang belum pernah menderita
varicella atau herpes zoster dan tidak mempunyai antibodi
terhadap VZV.
Bayi yang baru lahir, dimana ibunya menderita varicella
dalam kurun waktu 5 hari sebelum atau 48 jam setelah
melahirkan.
Bayi prematur dan bayi usia 14 hari yang ibunya belum
pernah menderita varicella atau herpes zoster.
Anak-anak yang menderita leukemia atau lymphoma yang
belum pernah menderita varicella.

Dosis : 125 U / 10 kg BB (dosis minimum : 125 U


dan dosis maksimal : 625 U)
Pemberian secara IM tidak diberikan IV
Perlindungan yang didapat hanya bersifat
sementara.
VZIG hanya mengurangi komplikasi dan
menurunkan angka kematian varicella sehingga
pada orang-orang yang tidak mengalami
gangguan imunologi lebih baik diberikan vaksin
varicella.

2. Imunisasi Aktif

Vaksinasinya menggunakan vaksin varicella virus (Oka


strain) dan kekebalan yang didapat dapat bertahan
hingga 10 tahun.
Daya proteksi melawan varicella berkisar antara 71100%.
Vaksin efektif jika diberikan pada umur 1 tahun dan
direkomendasikan diberikan pada usia 12-18 bulan.
Anak yang berusia 13 tahun yang tidak menderita
varicella direkomendasikan diberikan dosis tunggal dan
anak lebih tua diberikan dalam 2 dosis dengan jarak 4-8
minggu.

Pemberian secara subkutan.


Efek samping : kadang-kadang dapat timbul
demam ataupun reaksi lokal seperti ruam
makulopapular atau vesikel, terjadi pada 3-5 %
anak-anak dan timbul 10-21 hari setelah
pemberian pada lokasi penyuntikan.
Vaksin varicella : Varivax.
Tidak boleh diberikan pada wanita hamil oleh
karena dapat menyebabkan terjadinya kogenital
varicella.