Anda di halaman 1dari 33

CHAPTER 14

Eksternalitas , barang publik ,


informasi tak sempurna dan
pilihan sosial

Prepared by: Fernando


Quijano and Yvonn Quijano

2002 Prentice Hall Business Publishing Principles of Economics, 6/e Karl Case, Ray Fair
Externalitas

Eksternalitas biaya atau manfaat


yang timbul karena beberapa
aktivitas atau transaksi yg
ditimpakan atau dikenakan pada
pihak lain di luar aktivitas atau
transaksi itu . Kadang disebut
dengan tumpahan atau efek
lingkungan

2002 Prentice Hall Business Publishing Principles of Economics, 6/e Karl Case, Ray Fair
Externalitas

When external costs are not


considered in economic decisions, we
may engage in activities or produce
products are not worth it.

When external benefits are not


considered, we may fail to do things
that are indeed worth it. The result is
an inefficient allocation of resources.

2002 Prentice Hall Business Publishing Principles of Economics, 6/e Karl Case, Ray Fair
Marginal Social Cost and
Marginal-Cost Pricing

Biaya sosial marjinal Marginal


social cost (MSC) biaya total bagi
masyarakat dari produksi 1 unit
tambahan barang atau jasa .

MSC sama dengan jumlah biaya


marjinal memproduksi produk itu dan
biaya kerusakan yg diukur dengan
benar yang terlibat dlm proses
produksi .

2002 Prentice Hall Business Publishing Principles of Economics, 6/e Karl Case, Ray Fair
Marginal Social Cost and
Marginal-Cost Pricing

pada q*,biaya sosial marjinal melebihi biaya yg dibayar oleh


konsumen . Output menjadi sangat tinggi . Market price takes
into account only part of the full cost of producing the good.
2002 Prentice Hall Business Publishing Principles of Economics, 6/e Karl Case, Ray Fair
Private Choices and External Effects

Biaya pribadi
marjnal Marginal
private cost
(MPC) biaya yang
harus dibayar
harry untuk masing
masing jam
tambahan
mendengar musik
yang diberi
lambang MPC .

2002 Prentice Hall Business Publishing Principles of Economics, 6/e Karl Case, Ray Fair
Private Choices and External Effects
Biaya kerusakan
marjinal Marginal
benefit (MB) manfaat
yang didapatkan oleh
harry dari mendengar
bluegrass dengan
jumlah uang
maksimum yang akan
bersedia dia bayarkan
untuk mendengar
musiknya selama 1
jam .

2002 Prentice Hall Business Publishing Principles of Economics, 6/e Karl Case, Ray Fair
Private Choices and External Effects
Harry akan
memainkan stereo
selama 8 jam sampai
MB harry = MPC

However, this
result would be
socially inefficient
because Harry
does not consider
the cost imposed
on Jake.

2002 Prentice Hall Business Publishing Principles of Economics, 6/e Karl Case, Ray Fair
Private Choices and External Effects

Biaya kerusakan
marjinal Marginal
damage cost
(MDC) kerusakan
tambahan yang
ditimbulkan
kenaikan dari
tingkat aktivitas
yang
menghasilkan
eksternalitas
sebanyak 1 unit
2002 Prentice Hall Business Publishing Principles of Economics, 6/e Karl Case, Ray Fair
Private Choices and External Effects

Marginal social
cost (MSC) is the
total cost to society
of playing an
additional hour of
music.

Playing the stereo beyond more than five hours is


inefficient because the benefits to Harry are less than the
social cost for every hour above five.
2002 Prentice Hall Business Publishing Principles of Economics, 6/e Karl Case, Ray Fair
Menginternalkan eksternalitas

pajak satuan yang benar benar sama dengan biaya kerusakan marjinal
MDC dikenakan ke perusahaan , perusahaan akan menanggung pajak
itu , dan juga biaya kerusakan , dalam keputusannya .

2002 Prentice Hall Business Publishing Principles of Economics, 6/e Karl Case, Ray Fair
Teorema coase

Pemerintah tidak perlu terlibat dalam


setiap kasus eksternalitas .

Tawar menawar swasta dan


negosiasi cenderung mengarah
pada solusi efesien dalam banyak
kasus kerugian sosial , tanpa
keterlibatan pemerintah sama
sekali . Argumen ini disebut dengan
Coase Theorem.

2002 Prentice Hall Business Publishing Principles of Economics, 6/e Karl Case, Ray Fair
Teorema coase

Three conditions must be satisfied for


Coases solution to work:
Basic rights at issue must be assigned
and clearly understood.
There are no impediments to bargaining.

Only a few people can be involved.

Bargaining will bring the contending


parties to the right solution regardless
of where rights are initially assigned.
2002 Prentice Hall Business Publishing Principles of Economics, 6/e Karl Case, Ray Fair
Indirect and Direct Regulations

Taxes, subsidies, legal rules, and


public auction are all methods of
indirect regulation designed to
induce firms and households to
weigh the social costs of their
actions against the benefits.

Direct regulation includes legislation


that regulates activities that, for
example, are likely to harm the
environment.
2002 Prentice Hall Business Publishing Principles of Economics, 6/e Karl Case, Ray Fair
Public Goods

Barang publik ( barang sosial atau


kolektif )barang yang tidak punya
tandingan dalam konsumsi dan atau
untuk manfaatnya tidak bisa
dipisahkan .

Barang publik ini memperlihatkan


kegagalan pasar karena memiliki
karakteristik yang menyulitakn sektor
swasta untuk memproduksinya
secara menguntungkan .
2002 Prentice Hall Business Publishing Principles of Economics, 6/e Karl Case, Ray Fair
Karateristik barang publik

Suatu barang disebut nonrival in


consumption ( tidak punya
tandingan ) ketika konsumsi A atas
barang ini tidak bercampur baur
dengan konsumsi B atas barang
tersebut .
Suatu barang disebut nonexcludable
( tidak bisa dikecualikan ) begitu
barang ini diproduksi , orang tidak
bisa dikecualikan dengan alasan
apapun dari menikmati manfaatnya .

2002 Prentice Hall Business Publishing Principles of Economics, 6/e Karl Case, Ray Fair
Karateristik barang publik

Karena orang bisa menikmati


manfaat barang publik secara gratis ,
mereka biasanya tak bersedia untuk
membayarnya . ini lah yang disebut
masalah tumpangan gratis free-
rider.

2002 Prentice Hall Business Publishing Principles of Economics, 6/e Karl Case, Ray Fair
Karateristik barang publik

Masalah menambah air di lautan


drop-in-the-bucket suatu masalah
yang mendasar pada barang publik .
Barang atau jasa itu biasanya begitu
mahal sehingga penyelenggaraanya
umumnya tidak tergantung pada
apakah seseorang membayar atu
tidak

2002 Prentice Hall Business Publishing Principles of Economics, 6/e Karl Case, Ray Fair
Karateristik barang publik

Konsumen yang bertindak atas


kepentingan pribadinya tidak memiliki
insentif untuk berkontribusi secara
sukarela pada produksi barang
publik.

Sebagian besar orang tidak


menyediakan tempat dalam
anggaran mereka untuk pos pos
pembayaran sukarela . Insentif
ekonomi hilang.
2002 Prentice Hall Business Publishing Principles of Economics, 6/e Karl Case, Ray Fair
Penyediaan barang publik oleh publik

Public provision does not imply


public production of public goods.

Problems of public provision include


frequent dissatisfaction. Individuals
dont get to choose the quantity they
want to buyit is a collective
purchase. We are all dissatisfied!

2002 Prentice Hall Business Publishing Principles of Economics, 6/e Karl Case, Ray Fair
Penyediaan optimal untuk barang
publik

With private goods, consumers decide what quantity to


buy; market demand is the sum of those quantities at
each price.

2002 Prentice Hall Business Publishing Principles of Economics, 6/e Karl Case, Ray Fair
Optimal Provision of Public Goods

With public goods, there is only one


level of output, and consumers are
willing to pay different amounts for
each level.
The market demand for a public
good is the vertical sum of the
amounts that individual households
are willing to pay for each potential
level of output.

2002 Prentice Hall Business Publishing Principles of Economics, 6/e Karl Case, Ray Fair
Produksi optimal suatu barang publik

Produksi optimal suatu


barang publik berarti
melakukan produksi
selama kesedian total
masyarakat untuk
membayar per unit
D(A+B) lebih besar
daripada biaya
marjinal produksi
barang itu.

2002 Prentice Hall Business Publishing Principles of Economics, 6/e Karl Case, Ray Fair
Penyediaan lokal untuk barang publik

Menurut hipotesis tiebout Tiebout


hypothesis, suatu bauran barang
publik yang efesien diproduksi ketika
harga tanah / perumahan lokal serta
pajak bisa mencerminkan preferensi
konsumen tepat seperti yang terjadi di
pasar barang .

2002 Prentice Hall Business Publishing Principles of Economics, 6/e Karl Case, Ray Fair
Informasi tidak sempurna dan pilihan
salah
Pertukaran yang paling sukarela
akan efesien . Akan tetapi , ketika
ada informasi yang tak sempurna ,
tidak semua pertukaran akan efesien
.

Adverse selection pilihan salah


bisa terjadi ketika pembeli atau
penjual melakukan pertukaran
dengan pihak lain yang memiliki
informasi lebih banyak .
2002 Prentice Hall Business Publishing Principles of Economics, 6/e Karl Case, Ray Fair
Bahaya moral

Bahaya moral Moral hazard arises


when one party to a contract passes
the cost of his or her behavior on to
the other party to the contract.

The moral hazard problem is an


information problem, in which
contracting parties cannot always
determine the future behavior of the
person with whom they are
contracting.
2002 Prentice Hall Business Publishing Principles of Economics, 6/e Karl Case, Ray Fair
Solusi pasar

As with any other good, there is an


efficient quantity of information
production.

Seperti halnya konsumen ,


perusahaan yang memaksimalkan
laba akan mengumpulkan informasi
selama manfaat marjinal dari
melanjutkan pencarian itu lebih
besar daripada biaya marjinalnya .

2002 Prentice Hall Business Publishing Principles of Economics, 6/e Karl Case, Ray Fair
Solusi pemerintah

Informasi bersifat nonrival dalam


konsumsi .

Ketika informasi itu sangat mahal


untuk dikumpulkan dan disebarkan
oleh individu , mungkin akan lebih
murah bila pemerintah yang
menghasilkannya satu kali untuk
semua orang .

2002 Prentice Hall Business Publishing Principles of Economics, 6/e Karl Case, Ray Fair
Pilihan sosial

Social choice pilihan sosial


masalah memutuskan apa yang
diinginkan oleh masyarakat . Proses
penampungan preferensi individu
dalam menentukan pilihan untuk
masyarakat secara keseluruhan .

2002 Prentice Hall Business Publishing Principles of Economics, 6/e Karl Case, Ray Fair
Teorema kemustahilan

Teorema kemustahilan
impossibility theorem dalil yang
mendemostrasikan oleh kenneth
arrow yg memperlihatkan bahwa
tidak ada sistem penjualan
preferensi individual menjadi
keputusan sosial yg akan selalu
memberikan hasil yang konsisten
dan tak subjektif

2002 Prentice Hall Business Publishing Principles of Economics, 6/e Karl Case, Ray Fair
Teorema kemustahilan

Preferences of Three Top University Officials


VP1 prefers A to B and B to C. VP2 prefers B to C and C to A. The dean prefers
C to A and A to B.
OPTION A OPTION B OPTION C
Hire more faculty No change Reduce the size of the faculty
Ranking VP2
VP1
1 X X X
2 X X X
3 X X X
Dean

If A beast B, and B beats C, how can C beat A? The


results are inconsistent.
2002 Prentice Hall Business Publishing Principles of Economics, 6/e Karl Case, Ray Fair
Paradoks pengambilan suara

Paradoks pengambilan suara voting paradox is a


simple demonstration of how majority-rule voting can
lead to seemingly contradictory and inconsistent
results. A commonly cited illustration of inconsistency
described in the impossibility theorem.
Results of Voting on Universitys Plans: The Voting Paradox
VOTES OF:
Vote VP1 VP2 Dean Resulta
A versus B A B A A wins: A > B
B versus C B B C B wins: B > C
C versus A A C C C wins: C > A
a
A > B is read A is preferred to B.

2002 Prentice Hall Business Publishing Principles of Economics, 6/e Karl Case, Ray Fair
Rent-Seeking Revisited

There are reasons to believe that


government attempts to produce the
right goods and services in the right
quantities efficiently may fail.

The existence of an optimal level of


public-goods production does not
guarantee that governments will
achieve it.

2002 Prentice Hall Business Publishing Principles of Economics, 6/e Karl Case, Ray Fair