Anda di halaman 1dari 114

Analisa dan Perancangan Sistem

Informasi
ANSIS

Bahtera Alam W
0877-7167-5794
unindra.terra@gmail.co
Bobot Penilaian

KOMPONEN PRESENTASI
KEHADIRAN 5%
TUGAS 20%
Ujian Tengah Semester UTS 25%
Ujian Akhir Semester UAS 50%
Tabel Nilai

SKALA HURUF NILAI BOBOT NILAI UJIAN


A 4,0 90-100,0
A- 3,75 80,0-89,99
B+ 3,25 76,0-79,99
B 3,0 72,0-75,99
B- 2,75 68,0-71,99
C+ 2,25 62,0-67,99
C 2,0 56-61,99
D 1,0 45-55,99
E 0 0-44,99
Pertemuan Ke-1 Sistem Informasi
Pengertian Sistem Secara Umum
Definisi sistem berkembang sesuai dengan konteks dimana pengertian sistem itu
digunakan.
Kumpulan dari bagian-bagian yang bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan yang
sama
Sekumpulan dari objek-objek yang saling berelasi dan berinteraksi dan hubungan antar
objek bisa dilihat sabagai satu kesatuan yang dirancang untuk mencapai satu tujuan
Dengan demikian secara sederhana sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau
himpunan dari unsure atau variable-variabel yang saling teroganisasi, saling berinteraksi
dan saling bergantung sama lain.
Contoh :
Sistem tatasurya Sistem pencernaan
Sistem transportasi umum Sistem Otomotif
Sistem komputer Sistem Informasi
Pertemuan Ke-1 Sistem Informasi
Pengertian Sistem dari beberapa Pakar/Ahli
Murdick dan Ross (1993) mendefinisikan sistem sebagai seperangkat elemen yang
digabungkan satu dengan lainya untuk suatu tujuan bersama.
Websters Unbriged adalah elemen-elemen yang saling berhubungan membentuk satu
kesatuan atau organisasi.
Scott (1996) mengatakan sistem terdiri dari unsur-unsur seperti masukan (input) ,
pengolahan (processing) , serta keluaran (output) .
Mc. Leod (1995) mendifinisikan sistem sebagai sekelompok elemen-elemen yang
terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan. Sumberdaya
mengalir dari elemen output dan untuk menjamin prosesnya berjalan dengan baik maka
dihubungkan mekanisme control.
Pertemuan Ke-1 Sistem Informasi
Pengertian Sistem dari beberapa Pakar/Ahli
Banyak ahli mengajukan konsep sistem dengan deskripsi yang berbeda, tetapi pada
prinsipnya hampir sama dengan konsep dasar sistem umumnya. Schronderberg (1971)
dalam Suradinata (1996) secara ringkas menjelaskan bahwa sistem adalah :
Komponen-komponen yang saling berhubungan satu sama lain.
Suatu keseluruhan tanpa memisahkan komponen pembentuknya.
Bersama-sama dalam mencapai tujuan.
Memiliki input dan output yang dibutuhkan oleh sistem lainnya.
Terdapat proses yang mengubah input menjadi output.
Menunjukkan adanya entropi.
Memiliki aturan.
Memiliki subsistem yang lebih kecil.
Memiliki deferensi antar subsistem.
Memiliki tujuan yang sama meskipun mulainya berbeda.
Pertemuan Ke-1 Sistem Informasi
Mempunyai Sasaran
Karakteristik Sistem dan Tujuan (Objective &
Batasan (boundary) Goals) Dalam
Penggambaran
Penghubung dari pembuatannya setiap
suatu(interface)
elemen atauTempat di system harus memiliki
unsurmanamanakomponen
yang atau sasaran dan tujuan
termasuk
sistem di dan
dalam agar system tersebut
sistem lingkungannya
dan mana yang bertemuPengolahan Keluaran
dapat digunakan(output)
sesuai :
Masukan (input)
di luaratau
sistem.
berinteraksi.
Sumber daya (data, (Process)6: Kegiatan- dengan
sumber daya atau produk
kebutuhannya.
kegiatan atau (informasi, laporan,
bahan baku, peralatan,
2 1
pengolahan dalam dokumen, tampilan layar
Komponen
energi) dari lingkungan
suatu system yang computer, barang jadi)
(component) Kegiatan-
yang dikonsumsi dan
3 suatu mentransformasikan yang disediakan
4 untuk atau proses
kegiatan
dimanipulasi oleh
input menjadi output lingkungan sistem
dalam oleh
suatu sistem yang
sistem.
Lingkungan
kegiatan dalam suatu
mentransformasikan input
(environment) Segala
sistem. menjadi bentuk setengah
sesuatu di luar sistem,
lingkungan yang jadi (output). Komponen
menyediakan asumsi, ini bisa merupakan
5
kendala, dan input subsistem dari sebuah
terhadap suatu sistem. sistem.
Pertemuan Ke-1 Sistem Informasi
Klasifikasi Sistem
SISTEM ABSTRAK DAN FISIK ( PHYSICAL SYSTEM )
SISTEM ALAMIAH DAN BUATAN ( HUMAN MADE SYSTEM )
SISTEM TERTENTU DAN TIDAK TERTENTU ( PROBABILISTIC SYSTEM )
SISTEM TERTUTUP DAN TERBUKA ( OPEN SYSTEM )
Pertemuan Ke-1 Sistem Informasi
Jenis Sistem Informasi
Executive Support Systems (ESS)
Group Decision Support Systems (GDSS)
Computer-Support Collaborative Work Systems (CSCW)
Sistem Ahli (ES)
Kecerdasan Buatan (AI).
Decision Support Systems (DSS).
Sistem Informasi Manajemen (SIM)
Office Automation Systems (OAS)
Knowledge Work Systems (KWS)
Transaction Processing Systems (TPS)
Pertemuan Ke-1 Sistem Informasi
Daur Hidup Pengembangan Sistem
Siklus Hidup Pengembangan Sistem dapat didefinisikan sebagai serangkaian aktivitas yang
dilaksanakan oleh professional dan pemakai system informasi untuk mengembangkan dan
mengimplementasikan system informasi.
Pertemuan Ke-1 Sistem Informasi
Tipikal Departemen Sistem Informasi
Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan suatu sistem yang menggunakan fungsi-fungsi
untuk menyediakan semua informasi yang mempengaruhi semua operasi organisasi. SIM
merupakan kumpulan dari sistem-sistem informasi.
1. Sistem Informasi akuntansi, menyediakan informasi dari transaksi keuangan.
2. Sistem Informasi pemasaran, menyediakan informasi untuk penjualan, promosi penjualan,
kegiatan-kegiatan pemasaran, kegiatan-kegiatan penelitian pasar dan lain sebagainya yang
berhubungan dengan pemasaran.
3. Sistem Informasi manajemen persediaan
4. Sistem Informasi personalia
5. Sistem Informasi distribusi
6. Sistem Informasi pembelian
7. Sistem Informasi kekayaan
8. Sistem Informasi analisis kredit
9. Sistem Informasi penelitian dan pengembangan
10. Sistem Informasi teknik
Pertemuan Ke-1 Sistem Informasi
Jenis Sistem Informasi
TUGAS
Tugas 1 ANSIS
Buatlah kelompok yang terdiri 3 (Tiga) Orang.
Buatlah
PROPOSAL PKM (Program Kreativitas
Mahasiswa) lengkap dengan biaya.
Minggu Ke 3 (18 Maret 2016) mengumpulkan judul PKM,
anggota kelompok dan jenis PKM Via Email
(unindra.terra@gmail.com)
Minggu Ke 6 Proposal PKM dikumpulkan dalam bentuk
Print Out.
PedomanPKM bisa di download di
www.dp2m.dikti.go.id
Pertemuan Ke-2 Analis Sistem
Pengertian Analis Sistem
Analis sistem adalah orang yang bertanggung jawab untuk mempelajari informasi yang
berhubungan dengan masalah-masalah yang timbul dan mampu memberikan jalan keluar sesuai
dengan masalah yang dihadapi Analis bisnis
memfokuskan hanya
pada aspek non teknis
Programmer/analis
dari analisis dan
mencakup Analis
perancangan sistem.
pertanggung jawaban Bisnis
keduanya, yaitu
programmer komputer
and the analis sistem
Programm
er/
Analis
Pertemuan Ke-2 Analis Sistem
Jabatan Dalam Alalisis Sistem Informasi
Analisis jabatan adalah fungsi MSDM yang berusaha memotret masing-masing
jabatan dalam organisasi agar diperoleh informasi mengenai aspek penting jabatan
tersebut, seperti tugas, tujuan, tanggung jawab, kondisi kerja dsb
Analisis jabatan (job analysis) adalah proses sistematis untuk menentukan berbagai
tugas, aktivitas, perilaku, keterampilan, pengetahuan, dan spesifikasi karyawan yang
diperlukan untuk menjalankan suatu pekerjaan (jabatan) dalam suatu organisasi.
(Werther & Davis 1996, Schuler & Jackson 2006)
Pertemuan Ke-2 Analis Sistem

JABATAN

Jabatan adalah terdiri dari POSISI


sekelompok tugas yang harus
dilaksanakan agar organisasi dapat Posisi adalah kumpulan tugas dan
mencapai tujuannya. tanggung jawab yang dilaksanakan
oleh satu orang; ada satu posisi
Suatu jabatan bisa hanya diduduki untuk setiap orang dalam suatu
satu orang saja, seperti jabatan organisasi.
presiden dalam satu negara, atau
bisa diduduki oleh banyak orang,
sebagaimana halnya operator
penginput data di sebuah perusahaan
besar atau kasir di pasar swalayan.
Pertemuan Ke-2 Analis Sistem
Skill / Kemampuan
1. Mempunyai pengetahuan bekerja dalam bidang teknologi informasi
2. Mempunyai pengalaman dan keahlian dibidang pemrograman computer
3. Mempunyai pengetahuan bisnis secara umum
4. Mempunyai keterampilan dalam problem solving secara umum
5. Mempunyai keterampilan yang baik dalam komunikasi antar orang
6. Mempunyai keterampilan yang baik dalam relasi antar orang
7. Fleksibel dan mampu beradaptasi
8. Berkarakter dan beretika
Pertemuan Ke-2 Analis Sistem
Deskripsi Kerja
Dalam analis sistem Deskripsi kerja dapat digambarkan dalam bentuk Job title seseorang
ketika dihadapkan suatu permasalahan yang berbeda-beda.
Contoh Deskripsi kerja Untuk Sistem Analis Melaporkan Ke Manajer Pengembangan Pusat
1. Mengumpulkan dan menganalisis data untuk mengembangkan sistem informasi.
Seorang analis sistem harus bertanggung jawab untuk mempelajari masalah dan
kebutuhan yang ditetapkan oleh organisasi untuk menentukan bagaimana perangkat
computer, prosedur bisnis, dan orang-orang dapat memecahkan masalah-masalah dan
melakukan perbaikan terbaik.
2. Mendesain dan menentukan sistem dan metode untuk menginstal sistem informasi
berbasis computer dan panduan instalasinya.
3. Membuat presentasi formal terhadap temuan, rekomendasi, dan spesifikasi dalam
bentuk laporan formal dan dalam presentasi lisan.
Pertemuan Ke-2 Analis Sistem
ANALISIS SISTEM

TANGGUNG JAWAB TUGAS

1. Mengevaluasi kelayakan proyek. 1. Memperkirakan kebutuhan personil, anggaran, dan


jadwal untuk proyek-proyek sistem.
2. Menganalisis sistem bisnis saat ini
2. Mengembangkan dan menerapkan rencana
mengenai masalah dan peluang.
pengembangan sistem sesuai dengan standar
3. Mendefinisikan persyaratan untuk 3. Melakukan wawancara dan pengumpulan data
meningkatkan atau mengganti sistem. lainnya.
4. Mengevaluasi solusi alternatif untuk 4. Mendokumentasikan dan menganalisis sistem
kelayakan. operasi yang sedang berjalan.
5. Memilih perangkat keras dan perangkat 5. Merumuskan aplikasi teknologi saat ini untuk
lunak (sesuai dengan persetujuan). masalah bisnis.
6. Mendidik pengguna manajemen dalam hal
6. Merancang sistem antarmuka, aliran,
kemampuan menggunakan teknologi saat ini.
dan prosedur.
7. Mengevaluasi kemungkinan teknik terhadap
7. Mengawasi implementasi sistem. kelayakan teknis, operasional, dan ekonomi
Pertemuan Ke-2 Analis Sistem

Detil Informasi Tugas Analisis Sistem


1. Memperkirakan kebutuhan personil,
anggaran, dan jadwal untuk proyek- 8. Meninjau dan menyajikan solusi sistem yang
proyek sistem. diusulkan untuk disetujui
2. Mengembangkan dan menerapkan 9. Mendesain dan menguji sistem prototipe.
rencana pengembangan sistem sesuai 10.Mendesain file dan struktur database.
dengan standar 11.Mendesain user interface (input, output, dan
3. Melakukan wawancara dan dialog) untuk sistem komputer.
pengumpulan data lainnya. 12.Mendesain bentuk dan teknik pengumpulan data.
4. Mendokumentasikan dan menganalisis 13.Mendesain sistem keamanan dan kontrol.
sistem operasi yang sedang berjalan. 14.Menyiapkan spesifikasi untuk program aplikasi.
5. Merumuskan aplikasi teknologi saat ini 15.Menulis, menguji, dan mengintegrasikan program
untuk masalah bisnis. aplikasi.
6. Mendidik pengguna manajemen dalam 16.Mengawasi program aplikasi.
hal kemampuan menggunakan teknologi 17.Mengembangkan dan memandu pengujian sistem
saat ini. dan rencana konversi.
7. Mengevaluasi kemungkinan teknik
terhadap kelayakan teknis, operasional,
dan ekonomi
Pertemuan Ke-3 Kelayakan dan Kebutuhan Informasi
Studi Kelayakan
Studi kelayakan adalah studi awal untuk memeriksa kebutuhan informasi calon pengguna akhir dan
tujuannya, batasan, kebutuhan sumber daya, biaya, manfaat, dan kelayakan dari proyek yang
diusulkan.
Kelayakan Suatu Sistem
Pertemuan Ke-3 Kelayakan dan Kebutuhan Informasi
Pengumpulan Informasi
Salah satu faktor utama dalam proses analisis sistem ialah memahami sistem tersebut dan masalah
masalahnya, yaitu bagaimana sistem bekerja dan apa yang ingin dicapai serta apa yang
dibutuhkannya dengan cara berkomunikasi dengan para pengguna untuk mengumpulkan informasi.
Sumber informasi tersebut dapat diperoleh dari pengguna sistem, formulir atau dokumen, program
komputer, panduan prosedur, dan laporan manajemen.
Prosedur Pencarian Informasi
1. Prosedur pengumpulan informasi biasanya dilakukan secara top-down.
2. Mula - mula dilakukan wawancara dengan top-level managers untuk menentukan fungsi dan
aktivitas utama dari sistem.
3. Pengumpulan informasi dilanjutkan ke tingkat organisasi di bawahnya hingga pada tingkat
operator.
4. Makin ke bawah biasanya sifat informasi makin bersifat teknis sedangkan pada tingkat atas lebih
banyak bersifat kebijakan.
Pertemuan Ke-3 Kelayakan dan Kebutuhan Informasi
Pengumpulan Informasi
Wawancara
Wawancara merupakan teknik pengumpulan data/fakta yang penting dan banyak dilakukan dalam
pengembangan sistem informasi. Wawancara memungkinkan analis sistem sebagai pewawancara
mengumpulkan data secara tatap muka langsung dengan orang yang diwawancarai.
Kuesioner
Kuesioner adalah suatu daftar yang berisi dengan pertanyaan-pertanyaan untuk tujuan khusus yang
memungkinkan analis sistem untuk mengumpulkan data dan pendapat dari responden-responden
yang dipilih. Kuesioner ini kemudian akan dikirimkan kepada responden yang akan mengisinya sesuai
dengan pendapat mereka.
Pertemuan Ke-3 Kelayakan dan Kebutuhan Informasi
Wawancara
Lima langkah persiapan wawancara: Ada dua jenis pertanyaan dalam wawancara:
1. Pertanyaan terbuka (Open-ended)
Membaca materi latar belakang Pertanyaan terbuka menggambarkan pilihan bagi orang yang
Menetapkan tujuan wawancara diwawancarai untuk merespons. Mereka terbuka dan bebas
merespons.
Memutuskan siapa yang diwawancarai
Contoh :
Menyiapkan orang yang diwawancarai
Bagaimana Menurut pendapat Saudara bagaimana pengisisan KRS ?
Menentukan jenis dan struktur pertanyaan

2. Pertanyaan tertutup (Close-ended)
Pertanyaan tertutup membatasi respons orang yang diwawancarai.
Pertanyaan tertutup seperti dalam soal-soal pilihan ganda dalam
ujian. Anda diberi suatu pertanyaan dengan lima jawaban, namun
tidak punya kesempatan menulis tanggapan Anda sendiri.
Contoh :
Menurut Saudara bagaimana pengisisan KRS ?
A. Baik B.Buruk
Pertemuan Ke-3 Kelayakan dan Kebutuhan Informasi
Wawancara
Struktur-struktur pertanyaan:
1. Struktur piramid : Dengan menggunakan bentuk ini, penanya mulai menanyakan
pertanyaan-pertanyaan mendetail, biasanya berupa pertanyaan tertutup. Kemudian
penanya memperluas topik dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan terbuka dan
membuka respons-respons yang lebih umum.
Contoh :
. Apakah Anda mempertimbangkan metode-metode lain untuk meningkatkan keamanan
data-data perusahaan ?
. Umumnya, bagaimana perasaan Anda tantang keamanan data terhadap pentingya
akses internet ?
2. Struktur corong : Struktur ini memulai wawancara dengan pertanyaan-pertanyaan
umum dan terbuka, lalu membatasi respons dengan mengajukan pertanyaan-
pertanyaan yang lebih mendetail dan tertutup.
Contoh:
. Bagaimana reaksi Anda terhadap pencarian berbasis Web yang baru?
Pertemuan Ke-3 Kelayakan dan Kebutuhan Informasi
Wawancara
3. Struktur berbentuk wajik : Struktur ini harus dimulai dengan suatu cara khusus,
kemudian menentukan hal-hal yang umum, dan akhirnya mengarah pada kesimpulan
yang sangat spesifik.
Contoh :
. Sebutkan kegiatan-kegiatan promosional yang Anda buat fiturnya di website untuk
layanan ini.
. Sebutkan nilai-nilai penggunaan komputer bagi Anda sebagai seorang Webmaster.
Pertemuan Ke-3 Kelayakan dan Kebutuhan Informasi
Kuesioner
Ada dua jenis format kuisioner, yaitu:
1. Kuisioner format bebas : berisi dengan pertanyaan-pertanyaan yang harus diisi oleh
responden di tempat yang sudah disediakan.
Contoh : Bagaimana Menurut pendapat Saudara bagaimana pengisisan KRS ?
.
2. Kuisioner format pasti :
a. Check off questions, jenis dari pertanyaan-pertanyaan ini dibuat sehingga
responden dapat memeriksa (check-off) jawaban-jawaban yang sesuai.
b. Yes/No questions, jenis dari pertanyaan ini memungkinkan responden untuk
menjawab Ya atau Tidak
c. Opinion/choice questions, jenis dari pertanyaan ini memungkinkan responden
untuk memberikan pendapatnya
Contoh : Menurut Saudara bagaimana pengisisan KRS ?
A. Baik B.Buruk C. Lainnya Sebutkan.
Pertemuan Ke-4 Data Flow Diagram (DFD)
Data Flow Diagram (DFD)
DAD (Diagram Arus Data) adalah suatu modeling tool yang memungkinkan sistem analis
menggambarkan suatu sistem sebagai suatu jaringan kerja proses dan fungsi yang dihubungkan satu
sama lain oleh penghubung yang disebut alur data.
Pengertian DAD
Diagram Alir Data (DAD) atau Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu diagram yang
menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari data sistem, yang penggunaannya
sangat membantu untuk memahami sistem secara logika, tersruktur dan jelas. DFD merupakan alat
bantu dalam menggambarkan atau menjelaskan DFD ini sering disebut juga dengan nama Bubble
chart, Bubble diagram, model proses, diagram alur kerja, atau model fungsi.
Fungsi DAD atau DFD :
DAD membantu para analis sistem meringkas informasi tentang sistem, mengetahui hubungan
antar sub-sub sistem, membantu perkembangan aplikasi secara efektif.
DAD berfungsi sebagai alat komunikasi yang baik antara pemakai dan analis sistem.
DAD dapat menggambarkan sejumlah batasan otomasi untuk pengembangan alternative
sistem fisik.
Pertemuan Ke-4 Data Flow Diagram (DFD)
Data Flow Diagram (DFD)
Sedangkan pengertian Data Flow Diagram (DFD) menurut Jogiyanto Hartono adalah :
Diagram yang menggunakan notasi simbol untuk menggambarkan arus data system. (Jogiyanto
Hartono, 2005, 701).

Menurut Jogiyanto Hartono, tahun 2005 dalam bukunya Basia Data ada beberapa simbol digunakan
pada DFD untuk mewakili :
Pertemuan Ke-4 Data Flow Diagram (DFD)
Komponent Diagram DAD atau DFD
Terminator
(External
Entity) Proses

T1 R Alur Data
(Data Flow)

O
SYSTE T3
M
S
T2 Penyimpana
n Data

Data Store
Proses
Pertemuan Ke-4 Data Flow Diagram (DFD)
1. Proses (process) menunjukan pada bagian yang
mengubah input menjadi output,Datayaitu
Store
Komponent Diagram
1. Data Store
menunjukan bagaimana satuDAD atauatau
merupakan DFD
lebih simpanan
input dari data yang dapat
Data Flow
berupa suatu file Setiap
atau database
diubah menjadi beberapa output.
Terminator proses pada sistem komputer.
1. Arus Data (data 2. flow)
Terlepasdi DFD dari diberi
media simbol suatu
penyimpanan fisik, simbol ini
mempunyai nama, nama
(External dari proses ini
panah. Arus data inimenunjukkan
mengalir Entity
di antara proses, simpan
Entity) gudang
proses. informasi atau
menunjukan apa yang External
dikerjakan data.
Proses
data dan kesatuan
1. Kesatuan
T1
dari data
Rluarluar.
3.
yang(entity)
dapat di
Arus data
Sangat
(external
berupa
sering ini menunjukan
terjadi
entity)
masukan
bahwa
merupakan
untuk sistem
arusunsur-unsur data tidak
Alur Data
kesatuan
2. Menunjukkan tugasberjalan dari
ataulingkungan
proses suatu
luar proses
yang sistem
dilakukan ke proses berikutnya
yang (Datasecara
Flow)
atau dapat
hasil dari proses sistem.
langsung, melainkan ataudisimpan terlebig dahulu, sementara
baik secaraberupa
manualorang, organisasi,
atau otomatis. sistem lain
O yang ulang unsur-unsur data
yang berada operasi lainnya atau
pada lingkungan penyusunan
luarnya
2. Menunjukkan
3. Simbol memberikan
mengalir.
alurberlangsung.
Proses ini input
4. dari
data (informasi/objek)
tidak atau
hanyamenerima
Bilaproses
data store
menunjukkan
hanya
SYSTE
outputalur
yang
dari
diperbaharui
T3
selama atau sesudah
data sistem.
yang keluar tersebut, M
tetapi juga
menunjukkan alur data proses tertentu
yang masuk maka
dalamuntuk menunjukkanarah alur data ke
proses
3. Nama S
alur data menunjukkan
ini.2. Merupakan simbol gudang entitas
dibuat nama dari anak
gambar
eksternal datauntuk
yang yang mengarah pada
panah
mengalir
T2 tersebut, dan
menunjukkan gudangbisadata
tempat
5. Bila
lebihtersebut.
asal dari satu.
data (sumber) atau Penyimpana
4. Namatempat
prosestujuan datadata
hendaknya dari kalimat
(Tujuan).
berupa gudang perintah
dipakai pada proses
n Data itu, maka kita
yang berupa katagunakan satu anak
kerja aktif dan panah
diikuti yang
oleh mempunyai dua arah.
3. Nama
klausa objek entitas eksternal proses
untuk menjelaskan (terminator)
tersebut. ditulis
dalam bentuk tunggal. Data Store
5. Proses menunjukkan angka referensi dari proses
tersebut
Pertemuan Ke-4 Data Flow Diagram (DFD)
Model Model
DeMarco/Yourdon Gane & Sarson
Aliran
Proses
Data

Proses
Proses

Prose
s Proses
Penyimpana
nEntitas
Data
Eksternal
Entitas Entitas
Eksternal/ Eksternal/
Terminator Penyimpana Terminator
Penyimpana
n Data
n Data

Data Store Data Store


Pertemuan Ke-4 Data Flow Diagram (DFD)
Pemberian Nama DAD atau DFD
Terminator Data Store
Proses (External
Data Flow
1. Pedoman pemberian nama Data Store
Nama prosesaliran
1. Nama terdiridata
dari kata
External
yang 2.kerja
tediri dan
Entity
dari beberapa
Simpanan
Entity) data aliranProses
kata
merupakan tempat
kata benda
T1
dihubungkan R
yang mencerminkan
dengan garis fungsi
sambung
penyimpanan data pengikat data yang
Alur Data
proses tersebut,
2. Tidak bolehmis
1. Nama
ada : Hitung
aliran Bonus,
terminal
data
adaberupa
yang kata
namanya
dalam sama,
sistem. (Data Flow)
danstore dapat
Data
Pendataan Karyawan,
pemberian benda
nama Cetak
harusFaktur, dll
mencerminkan
disimbolkan isinya, sepasang dua garis
dengan
Jangan menggunakan kata
2. Terminal
3. Aliran data proses
tidakdari
yang terdiri sebagai
boleh memiliki
beberapa
O
sejajar atau elemen dapatdengan salah
dua garis
bagiandinyatakan
dari nama suatu yang
nama
dengan proses
group(bubble)
sama
elemen
satu SYSTEterbuka. Proses dapat
sis kecuali
samping T3
Tidak
4. boleh ada beberapa proses yang dan
Hindari memang
penggunaan objeknya
kata data
mengambil sama M dari atau memberikan
informasi
data
memiliki nama
untuk yang
memberi sama
(diagram
namadigambarkan
pada aliran
data datadua
ke database
Proses
5. Sedapat S
harus diberi
kali)nomor,
mungkin bila
nama urutan nomor
3.demikian
aliran
Nama data maka
ditulis
harus lengkap
mencerminkan data store
T2
sedapat mungkin mengikuti
terminal aliran
ini perlu atau
di beri garis
tersebut Penyimpana
urutan proses miring pada 4. pojok
Bilakiri atas.
namanya n Data
lebih dari satu kata maka
Penomoran proses pada tingkat harus pertama diberi tanda sambung
(diagram Nol) adalah 1.0,2.0,3.0 dan
seterusnya Data Store
Pertemuan Ke-4 Data Flow Diagram (DFD)
Contoh Pemberian Nama Proses

2.0 2.1 5.0


Olah KRS Entry KRS Cetak Nilai

2.0 2.1 5.0


Olah KRS Entry KRS Cetak Nilai
Pertemuan Ke-4 Data Flow Diagram (DFD)
Contoh Pemberian Nama Data Store

Dosen_TI Kurikulum_

Dosen_TI Kurikulum_
Pertemuan Ke-4 Data Flow Diagram (DFD)
Contoh Pemberian Nama Aliran Data

Daftar Kehadiran Jam Kuliah

Daftar hadir valid Penelitian Dosen


Pertemuan Ke-5 Tingkatan DFD
Diagram Konteks
Diagram konteks adalah diagram yang terdiri dari suatu proses dan menggambarkan ruang
lingkup suatu sistem. Diagram konteks merupakan level tertinggi dari DFD yang
menggambarkan seluruh input ke sistem atau output dari sistem. Ia akan memberi
gambaran tentang keseluruhan sistem. Sistem dibatasi oleh boundary. Dalam diagram
konteks hanya ada satu proses.
Diagram Konteks
Pertemuan Ke-5 Tingkatan DFD
Diagram Nol
Diagram Nol
Tujuan dari diagram nol adalah untuk
memerinci sebuah sistem menjadi
proses-proses yang harus dilakukan
orang dalam. Atau jika dibuat dalam
kalimat adalah : Apa saja proses yang
harus dilakukan agar mencapai sistem
tersebut. Jadi, diagram ini adalah
Diagram kelanjutan dari diagram konteks, yang
Konteks memperbanyak lingkaran, sedangkan untuk
(jumlah dan isi) terminator (entitas) serta
(jumlah dan isi) data flow dari dan ke
terminator tersebut harus tetap.
Pertemuan Ke-5 Tingkatan DFD

Diagram Nol
Pertemuan Ke-5 Tingkatan DFD
Diagram Rinci

Diagram Rinci
adalah diagram yang
memungkinkan proses
yang ada di diagram
nol lebih diperinci
lagi.

Diagram
Nol
Pertemuan Ke-5 Tingkatan DFD

Diagram Rinci
Pertemuan Ke-5 Tingkatan DFD
Penomoran Preses
Penomoran proses pada tiap tingkat (level) di DFD :
Dalam satu level tidak boleh ada lebih dari 7 unit dan maksimal 9, jika lebih harus
dilakukan dekomposisi (pemecahan lebih terinci).

1.0 1.1 Level Diagram Nomor Proses


Olah Entry Name Name
KRS KRS
0 Context
1 Diagram 0 1.0, 2.0, 3.0, .......
2.0 2.1 2 Diagran 1.0 1.1, 1.2, 1.3, ........
Olah Entry
KRS KRS 3 Diagram 1.1 1.1.1, 1.1.2,
1.1.3, ............
Pertemuan Ke-5 Tingkatan DFD
Diagram DFD Diagram
Konteks

Diagram
Nol (Zero)

Diagram
Rinci/detail/primitive
Pertemuan Ke-5 Tingkatan DFD
Balancing
Balancing (kesimbangan) dalam penggambaran levelisasi DFD perlu diperhatikan.
Balancing DFD ini maksudnya keseimbangan antara alur data yang masuk/keluar dari
suatu level harus sama dengan alur data yang masuk/keluar pada level berikutnya.
Pertemuan Ke-5 Tingkatan DFD
Contoh DFD Balancing dapat dilihat pada gambar ini: Pada gambar dapat dilihat ada satu
input ke dalam sistem yaitu Customer Order dan tiga ouput yang keluar dari sistem yaitu
Receipt, Food Order, dan Management Reports.
Pertemuan Ke-5 Tingkatan DFD
Pertemuan Ke-5 Tingkatan DFD
UnBalancing
Pada Context Diagram mempunyai satu inputan yaitu A dan satu keluaran yaitu B.

Sedangkan pada diagram level 0 ada penambahan inputan baru yaitu C, berarti DFD tersebut
dapat dikatakan tidak seimbang.
Pertemuan Ke-6 Struktur Data/Kamus Data
Kamus Data
Kamus Data adalah catalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi
dari suatu sistem informasi (jogiyanto, 1990). Kamus Data digunakan untuk :
Merancang Input
Merancang laporan- laporan dan database
Kamus data digunakan untuk merancang input, merancang laporan- laporan dan
database. Kamus data dibuat berdasarkan arus data yang terdapat pada data flow
diagram. (Jogiyanto, 1990).
Kamus data selain digunakan untuk dokumentasi dan mengurangi redudansi, juga
dapat digunakan untuk:
Memvalidasi diagram aliran data dalam hal kelengkapan dan keakuratan
Menyediakan suatu titik awal untuk mengembangkan layar dan laporan-laporan
Menentukan muatan data yang disimpan dalam file-file
Mengembangkan logika untuk proses-proses diagram aliran data
Pertemuan Ke-6 Struktur Data/Kamus Data
Kamus Data
Kamus Data mendefinisikan elemen data dengan fungsi sebagai berikut:
Menjelaskan arti aliran data dan penyimpanan data dalam DFD
Mendeskripsikan komposisi paket data yang bergerak melalui aliran (misalnya
alamat diuraikan menjadi kota, negara dan kode pos)
Mendeskripsikan komposisi penyimpanan data
Menspesifikasikan nilai dan satuan yang relevan bagi penyimpanan dan aliran
Mendeskripsikan hubungan detil antar penyimpanan (yang akan menjadi titik
perhatian dalam entity-relationship diagram)
Pertemuan Ke-6 Struktur Data/Kamus Data
Pertemuan Ke-6 Struktur Data/Kamus Data
Element-Element Data
Arus Data, arus data menungjukkan dari mana data mengalir, dan kemana data akan
menuju. Keterangan ini perlu dicatat di Kamus Data agar mudah mencari kamus data di
DFD
Penjelasan, Untuk lebih memperjelas lagi tentang makna dari arus data yang dicatat di
Kamus Data, maka bagian penjelasan dapat diisi dengan keterangan-keterangan
tentang arus data tersebut. Misalnyanama dari arus data adalah Tembusan Permintaan
Persediaan, maka dapat lebih dijelaskan sebagai tembusan dari faktur penjualan untuk
meminta barang dari gudang.
Periode, periode ini menunjukkan kapan terjadinya arus data ini. Periode perlu dicatat
di Kamus Data karena dapat digunakan untuk mengidentifikasikan kapan input data
harus dimasukkan ke sistem, kapan proses dari program harus dilakukan dan kapan
laporan-laporan harus dihasilkan.
Volume, volume yang perlu dicatat di Kamus Data adalah tentang volume rata-rata dan
volume puncak dari arus data. Volume rata-rata menunjukkan banyaknya rata-rata arus
data yang mengalir dalam satu periode tertentu dan volume puncak menunjukkan
volume yang terbanyak. Volume ini digunakan untuk mengidentifikasikan besarnya
simpanan luar yang akan digunakan, kapasitas dan jumlah dari alat input, alat pemroses
Pertemuan Ke-6 Struktur Data/Kamus Data
Notasi Pada Kamus Data
1. Notasi Tipe Data Adalah Membuat Spesifikasi format masukan dan keluaran suatu data

Kunci Indeks
Kunci Indeks adalah Nilai dari kunci indeks harus menjamin tidak terjadi duplikasi Contoh
Kode Barang
Pertemuan Ke-6 Struktur Data/Kamus Data
Struktur Data
Struktur data menunjukkan arus data yang dicatat di KD terdiri dari item-item data apa saja.
Contoh : KD untuk arus data Tembusan Permintaan Persediaan dapat dibuat dari DAD sebagai
berikut:
Pertemuan Ke-6 Struktur Data/Kamus Data
Pertemuan Ke-6 Struktur Data/Kamus Data
Menggambarkan Struktur Data (kamus data komposit)
Pertemuan Ke-6 Struktur Data/Kamus Data
Data=Kamus
Menggambarkan StrukturORDER data dari slip order adalah :
TOP HEADER + ISI + FOOTER *Slip Order yang
(kamus data komposit) valid*
TOP HEADER = NOMOR+NAMA_LANGGANAN+AL AMAT+
TANGGAL_ORDER+UNTUK_DIKIRIM_PADA_TA NG-GAL+
ALAMAT_PENGIRIMAN
NOMOR = *nomor order terdiri dari 8 digit*
NAMA_LANGGANAN = (Title) + Nama_Depan +
Nama_Belakang ISI =
1{NO+NAMA_BARANG+NOMOR_BARANG+
JUMLAH_BARANG+ HARGA_SATUAN+JUMLAH}10
NO = *Nomor unit dari barang yang diorder* *maksimum
10 macam setiap order formulir*
NOMOR_BARANG = * 10 digit *
HARGA_SATUAN = * dalam rupiah*
FOOTER = TOTAL+DISCOUNT+PAJAK+TOTAL_AKHIR
TOTAL = *Total dari jumlah barang yang diorder*
DISCOUNT = *Jumlah potongan yang dibentuk untuk
pembelian > 3 macam*
PAJAK = *Jumlah pajak penjualan yang harus dibayar
oleh langganan* *Total dikali persentase pajak penjualan*
TOTAL_AKHIR = *Jumlah yang harus dibayar oleh
Pertemuan Ke-6 Diagram hubungan entitas
Normalisasi
Normalisasi merupakan sebuah teknik dalam logical desain
sebuah basis data yang mengelompokkan atribut dari suatu
relasi sehingga membentuk struktur relasi yang baik (tanpa
redudansi).
Normalisasi adalah proses pembentukan struktur basis data
Tujuan Normalisasi
Untuk menghilang kerangkapan data
Untuk mengurangi kompleksitas
Untuk mempermudah pemodifikasian data
Pertemuan Ke-6 Diagram hubungan entitas
Proses Normalisasi
Data diuraikan dalam bentuk tabel, selanjutnya dianalisis
berdasarkan persyaratan tertentu ke beberapa tingkat.
Apabila tabel yang diuji belum memenuhi persyaratan
tertentu, maka table tersebut perlu dipecah menjadi beberapa
tabel yang lebih sederhana sampai memenuhi bentuk yang
optimal.

Tahapan Normalisasi
Tahap Normalisasi dimulai dari tahap paling ringan (1NF)
hingga paling ketat (5NF)
Biasanya hanya sampai pada tingkat 3NF atau BCNF karena
Pertemuan Ke-6 Diagram hubungan entitas

Bentuk Tidak Normal Bentuk Normal 1NF


Menghilangkan Ketergantungan
Menghilangkan Perulangan Group
Parsial
Bentuk Normal 2NF
Menghilangkan Ketergantungan
Parsial
Bentuk Normal 3NF
Menghilangkan Anomali dari
Ketergantungan Parsial
Bentuk Normal Boyce-Codd
BCNF
Menghilangkan Ketergantungan
Multivalue
Bentuk Normal Kelima Bentuk Normal 4NF
Menghilangkan Anomali yang
tersisa
Pertemuan 6 Analisa dan Perancangan Berorientasi
ObjectNormalisasi Bentuk Tidak Normal
Tahapan

Tahapan Normalisasi 1 NF
Pertemuan 6 Analisa dan Perancangan Berorientasi
ObjectNormalisasi 2 NF
Tahapan

Tahapan Normalisasi 3 NF
Pertemuan 6 Analisa dan Perancangan Berorientasi
Object
Tahapan Normalisasi 3 NF
Pertemuan Ke-7 Diagram hubungan entitas
Entity Relationship Diagram (ERD)
EntityRelationship Diagram merupakan jaringan yang
menggunakan susunan data yang disimpann dari system
secara abstrak. Diagram Entitiy Relationaship ini ditemukan
oleh Chen tahun 1976.
Tujuan dari Entity Relationship adalah untuk menunjukkan
objek data dan relationship yang ada pada objek tersebut.
Disamping itu Model ER ini merupakan salah satu alat untuk
perancangan dalam basis data.
Pertemuan Ke-7 Diagram hubungan entitas
Komponent ERD
Entitas (entity) adalah suatu objek yang dapat dibedakan dari objek lain. Suatu entitas haruslah
bersifat fakta. Entitas dapat berupa fisik, contoh: Mobil, Rumah, Gedung, dan dapat berupa
konsep, contoh: Pekerjaan, Perusahaan. Proyek, Penjualan, Langganan, Kendaraan, Peralatan,
Pegawai, Pasien, Obat dan dll

Atribut (Attribute) adalah merupakan properti yang dimiliki setiap entitas yang datanya akan
disimpan. Contoh : atribut MAHASISWA -> NIM, Nama, Alamat.

Relasi (Relationship) Asosiasi antara satu atau lebih entitas. Berupa kata kerja.
Pertemuan Ke-7 Diagram hubungan entitas
Attribut
Attribut

Hubungan/
Hubungan/
Relasi
Relasi

Kardinalitas
Kardinalitas

M M

Hubungan/ KD_M
NPM Relasi
Entitas K
Pertemuan Ke-7 Diagram hubungan entitas
Entity Relationship Diagram (ERD)
Komponent ERD
Kardinalitas (Cardinality) Ada 3 kombinasi yang mungkin terjadi, diantaranya :
1:1 (One to One),
1:N (One to Many), dan
N:M (Many to Many).

Modalitas (Modality) Partisipasi sebuah entitas pada suatu relasi. 0 berarti partisipasi parsial. 1
berarti partisipasi total.
Pertemuan Ke-7 Diagram hubungan entitas
Kardinalitas
ONE TO ONE (1:1), yaitu perbandingan antara entity pertama dengan entity kedua : satu
berbanding satu.

1 1
DITEMPA
PASIEN KAMAR
TKAN

ONE TO MANY (1:M), Yaitu perbandingan antara entity pertama dengan entity kedua : satu
berbanding banyak
1 M
MENGER
PEGAWAI PROYEK
- JAKAN
Pertemuan Ke-7 Diagram hubungan entitas
Kardinalitas
MANY TO ONE (M:1), Yaitu perbandingan antara entity pertama dengan entity kedua : banyak
berbanding satu.

M 1
DIAJARK
MAHASISWA DOSEN
AN

MANY TO MANY (M:M), Yaitu perbandingan antara entity pertama dengan entity kedua : banyak
berbanding banyak.

M M
MENGER
PEGAWAI PROYEK
-JAKAN
Pertemuan Ke-7 Diagram hubungan entitas
Entity Relationship Diagram (ERD)
Pertemuan Ke-7 Diagram hubungan entitas
ERD

1 1
DITEMPA
PASIEN KAMAR
TKAN

M 1
DIAJARK
MAHASISWA DOSEN
AN

M M
MENGER
PEGAWAI PROYEK
-JAKAN
Pertemuan Ke-7 Diagram hubungan entitas
TRANFORMASI ERD TO LRS

1 1
DITEMPA
PASIEN KAMAR
TKAN

LRS
PASIEN KAMAR
Id_Pasien Id_Kamar
Id_Kamar 1 1 Ruang
Nm_Pasien Lokasi
. .

Pertemuan Ke-7 Diagram hubungan entitas
TRANFORMASI ERD TO LRS

M 1
DIAJARK
MAHASISWA DOSEN
AN

LRS

MAHASISWA DOSEN

NPM Id_Dosen
Id_Dosen M 1 Nm_Dosen
Nm_Mhs Alamat
Alamat ..
..
Pertemuan Ke-7 Diagram hubungan entitas
TRANFORMASI ERD TO LRS

M M
MENGER
PEGAWAI PROYEK
-JAKAN

LRS
PEGAWAI MENGERJAKAN PROYEK

Id_Peg Id_Peg Id_Project


Nm_peg Id_Project Nm_Project
M M
Alamat . .
.. .
.. .. .
.. .
Kisi Kisi UTS
1. Diagram Kontex
2. Diagram Nol dan Rinci
3. Kamus Data
4. ERD
5. Teori
Pertemuan Ke-8 Tabel Keputusan
Tabel Keputusan (Decision Table)
Tabelkeputusan atau decision table adalah tabel yang memuat
alternatif tindakan-tindakan apa saja yang dapat diambil
berdasarkan kondisi atau variabel tertentu sebagai
masukannya. Sebagai contoh, misal akan ditentukan status
kelulusan untuk peserta matakuliah tertentu berdasarkan nilai
teori dan praktikumnya:
Pertemuan Ke-8 Tabel Keputusan
Tabel Keputusan (Decision Table)
Pertemuan Ke-8 Tabel Keputusan
Contoh :

Keterangan Aturan (Rule)


Kondisi 1234
Nilai teori > 60 Y Y T T
Nilai praktikum > 60 Y T Y T

Tabel diatas dibaca sebagai berikut :


Jika nilai teori dan nilai praktikum > 60 (aturan 1), maka lulus
(tindakan 1).
Jika salah satu nilai teori atau nilai praktikum > 60 (aturan 2 dan
3), maka her (tindakan 2)
Jika nilai teori dan nilai praktikum < 60 (aturan 4), maka gagal
Conditions Rules
1 2 3 4
Nilai Teori Y Y T T
Nilai Pratikum Y T Y T
Actions
Lulus V
Her V V V
Pertemuan Ke-8 Tabel Keputusan
Pohon Keputusan (Decision Tree)
Pohon keputusan atau decision tree adalah representasi grafis dari tabel
keputusan. Sebagai contoh (untuk masalah penentuan status kelulusan):
Pertemuan Ke-9 Bagan Terstruktur
Rancangan Data
Rancangan data yang bagus dapat membuat struktur program
lebih baik, modularitas efektif dan menurunkan kompleksitas
prosedural

Beberapa petunjuk :
Semua struktur data dan operasi yang mengolahnya
harus didefinisikasi
Selalu gunakan kamus data
Rancanagan data yang bersifat low-level harus ditunda
sampai akhir dari proses perancangan
Bentuk keputusan dan struktur data dan operasi-operasi yang
mengolahnya
Bahasa pemrograman harus mendukung spesifikasi dan
Pertemuan Ke-9 Bagan Terstruktur
Bagan Susunan
Bagan susunan merupakan susunan hirarki dari modul-modul
Bagan susunan menunjukkan
Pembagian sistem menjadi modul-modul.
Hirarki dan organisasi modul-modul.
Komunikasi antar modul ( masukan dan keluaran ).
Nama modul, yang berarti juga fungsi modul.
Bagan Susunan tidak menunjukkan :
Mekanik didalam modul ( seperti ukuran pemanggilan modul
lain, loops dsb.
Data internal dari modul.
Pertemuan Ke-9 Simbol Bagan Terstruktur

Nama Modul/Proses Seleksi / Pemilihan

Hubungan Kopel Kontrol

Pengulangan Kopel Data


Pertemuan Ke-9 Bagan Terstruktur
Contoh Bagan Terstruktur

Hitung Modul A
Potongan
1 Q
Modul A P Elemen
Elemen
Data Data Modul A memanggil
Modul B dan elemen data
Modul A memanggil
Modul B. Setelah proses
4 P dikirimkan dari Modul A
ke Modul B. Hasil proses
dari Modul B selesai, dari Modul B mengirimkan
maka proses Fla Elemen Data Q dan Elemen
kembali ke Modul A yang 2 3 Elemen
g
Kontrol
Kontrol Flag ke Modul A.
memanggilnya

Modul B Modul B
Pertemuan Ke-9 Bagan Terstruktur
Contoh Bagan Terstruktur

Kondisi Berulang
Kali 1. Modul A memanggil Modul
B bila kondisi yang
diseleksi di modul terpenuhi.
2. Modul A juga memanggil
Modul C berulang kali yang
ditunjukkan oleh simbol
perulangan

1 1
Pertemuan Ke-9 Bagan Terstruktur Transformed-centered

Bagan terstruktur dengan model transformed-centered


menggambarkan sistem dalam 3 cabang utama, yaitu sebagai
berikut :
Cabang input (input branch) atau disebut juga dengan
affrerent branch, merupakan cabang yang menerima input
dan membentuk input kedalam suatu status yang siap untuk
diproses.
Cabang proses (process branch) atau disebut juga
dengan cabang transformasi (transform branch) atau disebut
juga dengan central transform, merupakan cabang yang
akan melakukan fungsi utama dari sistem, yaitu memperoses
input yang dikirim dari cabang input.
Cabang output (output branch) atau disebut juga dengan
Pertemuan Ke-9 Bagan Terstruktur
Transformed-centered
Pertemuan Ke-9 Bagan Terstruktur
Contoh DAD Bagan Struktur pada Laporan
Pertemuan Ke-10 State Transition Diagram (STD)
State Transition Diagram (STD)
STD merupakan diagram yang memodelkan tingkah laku (behaviour) sistem. Diagram STD
sering dipakai untuk menggambarkan kinerja sistem.

State
State State merupakan kondisi dari suatu sistem. State dapat
dikategorikan menjadi 2 macam, yaitu : State Awal dan State
Akhir. State Awal hanya boleh berjumlah 1 state, dan State
Akhir boleh memiliki jumlah lebih dari
satu state.

Transisi State Transisi State (Tanda Panah)


Menyatakan perubahan state dari sistem.
Kondisi
Kondisi menyatakan suatu kejadian pada lingkungan eksternal
yang dapat
dideteksi oleh sistem, contoh: sinyal.
Aksi
sistem melakukan sesuatu sehingga terjadi perubahan state
Pertemuan Ke-10 State Transition Diagram (STD)
Pedoman Pembuatan State Transition Diagram (STD)
Ada 2 (dua) cara pendekatan dalam membuat State Transition Diagram yaitu :
Identifikasi setiap kemungkinan state dari sistem dan gambarkan masing- masing
pada sebuah kotak. Lalu buatlah hubungan antara state tersebut.
Mulai dengan state pertama dan dilanjutkan dengan state berikutnya sesuai dengan
aliran yang diinginkan.
Pertemuan Ke-10 State Transition Diagram (STD)
Pertemuan Ke-10 State Transition Diagram (STD)
Pertemuan Ke-11 Perancangan terstruktur
Pengertian perancangan terstruktur
Pengertian Rancangan :
Outline, sketsa, perancangan dari bentuk atau struktur sebuah kegiatan/
pekerjaan
Pengertian Perancangan Terstruktur :
Aktivitas mentransformasikan suatu hasil analisis ke dalam suatu perencanaan
untuk dapat di implementasikan (diotomatisasikan)
Pertemuan Ke-11 Perancangan terstruktur
Aspek dan Elemen
Aspek Perancangan terstruktur
Membantu pemecahan masalah
Melakukan penyederhanaan sistem
Menggunakan graphic tool agar sistem dapat dengan mudah dibaca dan
dimengerti
Memberikan rangkaian strategi untuk pengembangan solusi
Memberikan kriteria dalam mengevaluasi solusi dengan melihat pada
permasalahan aslinya
Elemen Perancangan Terstruktur
Modul
Bagan Terstruktur (Structured Chart)
Strategi Perancangan
Optimasi dari perancangan (Design Heuristic)
Pertemuan Ke-11 Perancangan terstruktur
Elemen Perancangan Terstruktur
Modul
Modul merupakan sebuah instruksi atau sekumpulan instruksi program yang
terdiri dari : input (masukan), output (keluaran), fungsi, mekanisme, dan data
internal.
Contoh :
Foxpro, Pascal => Procedure, Function
Cobol=> Program, section, paragraph
Fortran => Subroutine
Bagan Terstruktur (Structured Chart)
Membantu pemecahan masalah
Melakukan penyederhanaan sistem
Menggunakan graphic tool agar sistem dapat dengan mudah dibaca dan
dimengerti
Memberikan rangkaian strategi untuk pengembangan solusi
Memberikan kriteria dalam mengevaluasi solusi dengan melihat pada
permasalahan aslinya
Pertemuan Ke-11 Perancangan terstruktur
Elemen Perancangan Terstruktur
Bagan Terstruktur (Structured Chart)
Menggambarkan partisi sistem ke dalam : modul- modul, organisasi, dan
komunikasi.
No Keuntungan Beberapa de-facto
1. Menggunakan gambar C untuk sistem software
2. Dapat dipartisi Ada, C, Modula-2 untuk aplikasi real-time
3. Fleksibel COBOL, 4GL untuk aplikasi bisnis
4. Input sangat berguna pada FORTRAN untuk aplikasi sains dan teknik
implementasi
5. Membantu pemeliharaan PASCAL, C untuk program-program aplikasi
di PC
6. LISP, PROLOG untuk kecerdasan buatan

7. C++, smaltalk, Object-PASCAL, Eiffel untuk


OO
Pertemuan Ke-11 Perancangan terstruktur
Elemen Perancangan Terstruktur
Strategi Perancangan
Untuk memperoleh sebuah rancangan yang baik dengan cepat dapat digunakan
alternative strategi sebagai berikut :
No Strategi Perancangan
1. Analisa Transformasi (Transform Analisa Transformasi adalah suatu strategi
Analysis) utama untuk merancang sistem yang
seimbang (Balanced System), Juga dikenal
sebagai Perancangan Pusat, Transformasi
(Transformation Centered Design), Masukan
untuk Analisa Transformasi adalah Diagram
Aliran Data (DAD/ DFD), Keluaran dari
Analisa Transformasi adalah sebuah Bagan
Terstruktur
2. Analisa Transaksi (Transaction Sebuah transaksi didefinisikan sebagai
Analysis) Elemen data, control, sinyal, kejadian
( event) atau perubahan status yang
menyebabkan mulainya (trigger) suatu
tindakan atau urutan dari tindakan-tindakan
Pertemuan Ke-11 Perancangan terstruktur
Langkah-langkah Analisa Transformasi
Buat DAD dari sistem atau bagian sistem yang akan dirancang.
Jika tahap analisa menggunakan Analisa Terstruktur, maka DAD telah teredia
Jika tahap analisa tidak menggunakan Analisa Terstruktur, maka perlu dibuat
DAD-nya terlebih dahulu
Identifikasi Pusat Transformasi dari DAD.
Pusat Transformasi (Central Transform adalah bagian dari DAD yang berisi fungsi-
fungsi esensial dari sistem, dan tidak tergantung pada implementasi khusus dari
masukan/ keluaran dapat dilakukan dengan dua cara:
Melihat DAD yang bersangkutan dan menentukan pusatnya
Menentukan cabang DAD, kemudian menentukan pusat DAD
Buat sebuah Bagan Terstruktur (First Cut).
Tujuan dari Analisa Transformasi adalah mengubah sebuah DAD menjadi Bagan
Terstruktur
Perbaiki Bagan Terstruktur dengan berpedoman pada kriteria perancangan terstruktur.
Periksa bahwa Bagan Tersusun memenuhi spesifikasi yang diinginkan.
Pertemuan Ke-11 Perancangan terstruktur
Langkah-langkah Perancangan Terstrukur
Rancangan dimulai dari diagram rinci (tingkat diagram setelah nol).
Tentukan sifat dari information flow.
Transaction flow
Tentukan pusat transaksi
Tentukan arah sesuai nilai transaksi
Buat bagan awal (first cut)
Transformation flow
Tentukan aliran masukan (afferent)
Tentukan aliran keluaran (efferent)
Tentukan pusat transformasi
Buat bagan awal (first cut)
Perbaiki (refine) bagan terstruktur.
Rancang interface dan diagram akses data.
Review bersama analis dan programmer. Jika masih diperlukan perbaikan kembali ke
1. Selain itu buat rancangan rinci.
Buat rancangan rinci.
Pertemuan Ke-12 Perancangan Keluaran & Masukan
Objectivitas dan tujuan
Objectivitas Rancangan : Output adalah informasi yang akan diberikan kepada user,
sebagai hasil pengolahan aplikasi sistem informasi.
Adapun output yang dihsilkan sistem informasi berupa :
1. Output tercetak
2. Output melalui tampilan layar
3. Audio
Tujuan Rancangan Output adalah :
1. Sasaran output yaitu menyediakan/ melayani
2. Informasi bagi user
3. Output harus sesuai dengan kebutuhan user (user requirement)
4. Output yang disampaikan harus memadai untuk kebutuhan user( tidak berlebihan)
5. Jaminan bahwa output sesuai kebutuhan
6. Jaminan ketepatan penyampaian output
7. Memilih device dan media komputer yang baik
Pertemuan Ke-12 Perancangan Keluaran & Masukan
Klasifikasi output
Output Eksternal
Dibuat untuk disampaikan kepada pihak-pihak diluar sistem/ organisasi
Misal : Tagihan pelanggan, Laporan tahunan, Laporan pelanggan, vendor, dan
lain-lain
Output Internal
Dibuat untuk kebutuhan di dalam organisasi. Dibedakan antara historical report
dan exception report
Historical Report
Menyajikan informasi rinci kegiatan suatu kelompok/ periode tertentu (laporan
periodik)
Exception Report
Menyajikan informasi bagi pimpinan, yang berisi informasi perkecualian( laporan
perkecualian)
Tournaround Document
Output berupa dokumen yang dikembalikan, misalnya bagian dari statement
Pertemuan Ke-12 Perancangan Keluaran & Masukan
Pemilihan media output
Printer
Jenis impact, menggunakan pukulan (impact) dan pita (ribbon) untuk
menghasilkan cetakan. Contoh : Dotmatrix printer, Daisy wheel printer, Line
printer, Brand printer
Jenis non-impact, menggunakan teknologi penyinaran, pemanasan, atau tinta.
Contoh : Ink jet, Desk jet, Laser jet, Thermal printer
Screen Monitor
Monochrome
CRT RGB (CGA, VGA, Super VGA)
LCD (passive, active)
Output Audio (suara)
Output microform (microfilm dan microfiche)
Pertemuan Ke-12 Perancangan Keluaran & Masukan
Tahapan dan pedoman output cetakan
a. Tahap-tahap pembuatan lay-out Output tercetak
. Tentukan kebutuhan laporan
. Tentukan pemakai laporan tersebut
. Tentukan elemen data yang akan dimasukkan
. Hitung jumlah karakter tiap kolom
. Buat judul laporan
. Tentukan jumlah detail setiap halaman
. Tentukan jumlah setiap laporan
. Tentukan tanggal laporan (tanggal tertentu atau per periode)
. Buat judul tiap kolom
. Tentukan jenis data (A, X, 9) pada informasi variable
. Tentukan letak summary( control break)
. Lakukan review dengan pemakai dan pemrogram
Pertemuan Ke-12 Perancangan Keluaran & Masukan
Tahapan dan pedoman output cetakan
b. Pedoman Pembuatan output tercetak
Laporan dirancang untuk dibaca dari kiri ke kanan
Item yang penting diletakkan sedemikian rupa sehingga mudah ditemukan
Semua halaman mempunyai title, tangal dan nomor halaman
Semua kolom harus dilabel
Singkatan sebaiknya dihindarkan
Pertemuan Ke-12 Perancangan Keluaran & Masukan
Perancangan layar, Jenis widget
Form Widget List Widget Drop-Down List widget

Toggle Switch (Check Box) widget


Button Widget
Radio Box button
Pertemuan Ke-12 Perancangan Keluaran & Masukan
Pedoman perancangan layar
1. Layar dibagi 3 area
2. Gunakan widget yang sesuai
3. Usahakan tampilan muat dalam satu layar (ke samping)
4. Untuk data berlevel kosongkan entry yang sama
5. Untuk data tidak berlevel gunakan warna pembeda antara baris ganjil dan baris genap
6. Gunakan efek khusus (tebal, miring, kedip) untuk menampilkan data yang penting
(misalnya stok yang kurang dari stok minimum)
7. Bila jumlah entri ( field) tampilan terlalu banyak, sebaiknya gunakan multi screen.
Pada layar utama ditampilkan entri utama. Bila entri ini dipilih (misalnya dengan
mouse clicking) buat window lain (pop up) untuk menampilkan entri rinci. Setelah
mendapat respon user ( selesai baca) hapus pop up ini.
Pertemuan Ke-12 Perancangan Keluaran & Masukan
Karakteristik formulir
Dalam pembuatan rancangan input, formulir data input tersebut harus dibuat
sedemikian rupa sehingga tidak menerima input berupa data yang tidak penting.
Visual display Terminal yang baik harus memiliki kriteria sebagai berikut :
1. Efektif : Formulir dan layar input melayani tujuan spesifik dalam system informasi
2. Akurat : Menunjukkan bahwa rancangan input adalah tepat dan sempurna
3. Mudah penggunaanya : Tidak membutuhkan waktu ekstra atau pelatihan khusus
dalam peinput data
4. Konsisten : Formulir dari layar input adalah seragam
5. Sederhana : Formulir dan layar terfokus pada perhatian user
6. Menarik : User senang menggunakannya
Pertemuan Ke-12 Perancangan Keluaran & Masukan
Pedoman perancangan form, Caption
Pedoman perancangan form input adalah sebagi berikut :
1. Formulir input harus mudah diisi
2. Lay out formulir tersebut haruslah akurat
3. Formulir input tersebut haruslah akurat
4. Tampilan bentuk input harus atraktif
5. Mempertimbangkan media peinput (di key in atau dibaca melalui OMR)
6. Mudah diisi
a. Alur pengisian formulir
1. Kiri ke kanan
2. Atas ke bawah
Pertemuan Ke-12 Perancangan Keluaran & Masukan
Pedoman perancangan form, Caption
b. Formulir dibagi atas tujuh bagian
1. Judul
2. Identifikasi dan akses
3. Instruksi
4. Isi (inti)
5. Tanda tangan dan pengesahan
6. Total
7. Komentar
c. Gunakan caption
1. Line Caption
2. Box Caption
3. Checked of Caption
4. Table Caption
Pertemuan Ke-12 Perancangan Keluaran & Masukan
Perancangan layar masukan
Jika layar input yang disajikan berdasarkan dokumen formulir input maka rancangan layar
input akan mirip denan formulir input. Tampilan yang balance akan lebih mudah dibaca.
Untuk input dengan data tertentu gunakan :
1. Daftar data yang diperoleh
2. Window pop up
3. Widget list atau drop down list
4. Widget radio button (untuk check dll)
Contoh rancangan input secara terinci :
Nama input : Data Pelanggan
Sunber : Pelanggan
Tujuan : Bagian Peminjaman
Fungsi : Mendata seluruh biodata calon
pelanggan
Media : Kertas
Jumlah : Satu lembar
Frekuens : Setiap transakasi peminjaman
Format :
Pertemuan Ke-13 Perancangan database
Perancangan database
Merancang Database merupakan suatu hal yang sangat penting didalam proses
Perancangan sistem secara fisik. Kesulitan utama di dalam merancang Database adalah
bagaimana merancang Database yang bisa digunakan saat ini & masa mendatang.
Tujuan perancangan file :
1. Untuk memenuhi informasi dari pengguna (user) dan aplikasinya.
2. Menyediakan struktur informasi yang natural dan mudah dimengerti oleh user.
3. Mendukung kebutuhan pemrosesan dan beberapa objek kinerja dari suatu sistem
database seperti respon time, processing system dan storage space.
Normalisasi data (Kembali Pertemuan Ke 6)
Field kunci (Key) : Setiap file selalu terdapat kunci dari file berupa field atau satu
set field yang dapat mewakili record. Misalnya Nomor Pokok Mahasiswa (NPM)
merupakan kunci dari tabel mahasiswa suatu Perguruan Tinggi, setiap pencarian
cukup dengan menyebut nomor mahasiswa tersebut maka dapat diketahui identitas
mahasiswa lainnya seperti nama, alamat dan atribut lainnya. Nomor Pegawai (NIP)
bagi data dosen, NIK untuk data karyawan, Kode_Kuliah untuk data Mata kuliah, dan
lain sebagainya.
Pertemuan Ke-13 Perancangan database
Kunci (key) dalam teknik perancangan
Kunci Kandidat (Candidate Key)
Kunci kandidat adalah satu atribut atau satu set atribut yang mengidentifikasikan
secara unik suatu kejadian spesifik dari entity. Satu set atribut menyatakan secara
tidak langsung dimana anda tidak dapat membuang beberapa atribut dalam set tanpa
merusak kepemilikan yang unik. Jika kunci kandidat berisi lebih dari satu atribut, maka
biasanya disebut sebagai composite key (kunci campuran atau gabungan).
Contoh : File mahasiswa berisi : Nomor Pegawai, No KTP
Kunci Primer (Primery Key)
Primary key adalah satu atribut atau satu set minimal atribut yang tidak hanya
mengidentifikasi secara unik suatu kekadian spesifik, tetapi juga dapat mewakili
setiap kejadian dari suatu entity. Setiap kunci kandidat dapat menjadi kunci primer
tetapi sebaliknya sebaiknya dipilih satu saja yang dapat mewakili secara menyeluruh
terhadap entity yang ada.
Contoh : No KTP (Bisa dipakai misalnya untuk pegawai yang baru belum
mendapatkan nomor pegawai maka bisa digunakan nomor KTP untuk sementara
sebagai kunci primer, Kode_Kuliah (bisa dipakai untuk data mata kuliah karena kode
Pertemuan Ke-13 Perancangan database
Kunci (key) dalam teknik perancangan
Kunci Alternatif (Alternate Key)
Kunci alternatif adalah kunci kandidat yang tidak dipakai sebagai kunci primer. Kunci
alternatif ini sering digunakan untuk kunci pengurutan misalnya dalam laporan.
Kunci Tamu (Foreign Key)
Kunci tamu adalah satu atribut aatau satu set minimal atribut yang melengkapi satu
hubungan yang menunjukkan ke induknya. kunci tamu ditempatkan pada entity anak
dan sama dengan kunci primer induk yang direlasikan. Hubungan antara entity induk
dengan anak adalah hubungan satu lawan banyak (one to many relationship).
Pertemuan Ke-13 Perancangan database
Jenis-jenis Atribut pada Entitas
Atribut Sederhana : atribut sederhana merupakan atribut atomik yang tidak dapat
lagi dipecah menjadi atribut lain. Contoh : entitas mahasiswa mempunyai atribut
sederhana berupa NIM, Nama Mahasiswa .
Atribut Komposit : atribut komposit merupakan atribut yang masih dapat dipecah
menjadi sub-sub atribut yang masing-masing memiliki arti tesendiri. Contoh : entitas
mahasiswa mempunyai atribut alamat. Alamat disini dapat dipecah menjadi sub
atribut seperti nama_kota, kode_pos.
Atribut Bernilai Tunggal : yaitu atribut yang hanya memiliki satu nilai untuk setiap
barisnya. Contoh : entitas mahasiswa mempunyai atribut NPM, Nama, Alamat isi data
dari atribut ini hanya boleh diisi dengan 1 data. Setiap mahasiswa hanya memiliki 1
NPM, 1 Nama, 1 Alamat.
Atribut Bernilai Jamak : yaitu atribut yang boleh memiliki lebih dari satu nilai untuk
setiap barisnya. Contoh : entitas mahasiswa mempunyai atribut Hobby isi data dari
atribut ini boleh lebih dari 1 data. Mahasiswa Roshita memiliki NPM 13402021
beralamat di Jalan Garuda 32 Yogyakarta memiliki Hobby (Olah Raga, Nyanyi, Masak
dan Nonton TV).
Pertemuan Ke-13 Perancangan database
Latihan Soal : Tabel Universitas / Tabel UnNormal : Faktur