Anda di halaman 1dari 14

Pendekatan biopsikologis

dalam ilmu perilaku


Jati Ariati
Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro
0818839991
ariati.jati@gmail.com
Loupe Kharisma: Kanfer Utara II/57
Pengantar

Psikologi = psyche (jiwa) + logos (ilmu)


Ilmu yang mempelajari dinamika jiwa manusia
Dinamika jiwa dapat diketahui dari? brainstorming
Penyebab dinamika?
Manusia memaknai stimulus yang diterima dan merespon stimulus
tersebut
Stimulus sensasi atensi persepsi sikap intensi perilaku
Manusia makhluk biologis biopsikologis
Manusia makhluk sosial sosiopsikologis
Bio-psiko & sosio-psiko bio-sosio-psiko
Bio-psikologis

Pengaruh faktor-faktor biologis terhadap perilaku manusia


Genetika
Sistem neuron: sel saraf, susunan sistem saraf
Sistem endokrin: jenis-jenis hormon & pengaruhnya
Genetika & Perilaku

Gen adalah untuk dasar dari hereditas


Genetika adalah ilmu yamg mempelajari tentang sifat atau karakter yang
diturunkan dari satu generasi ke generasi.
Penurunan sifat dan karakter itu melalui gen yang terdapat dalam
kromosom di dalam inti sel.
Bahan dasar inti sel (nukleus) adalah protein khas yang disebut protein
inti atau nucleoprotein.
Nucleoprotein dibangun oleh senyawa protein dan asam inti atau Asam
Dioksiribo Nukleat (DNA) dan Asam Ribo Nukleat (RNA)
Sistem neuron

sistem koordinasi yang bertugas menyampaikan rangsangan dari


reseptor untuk dideteksi dan direspon oleh tubuh. Sistem saraf
memungkinkan makhluk hidup tanggap dengan cepat terhadap
perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan luar maupun
dalam
Tiga komponen sistem saraf

Reseptor, adalah alat penerima rangsangan atau impuls. Pada


tubuh kita yang bertindak sebagai reseptor adalah organ indera.
Penghantar impuls, dilakukan oleh saraf itu sendiri. Saraf tersusun
dari berkas serabut penghubung (akson). Pada serabut penghubung
terdapat sel-sel khusus yang memanjang dan meluas. Sel saraf
disebut neuron.
Efektor, adalah bagian yang menanggapi rangsangan yang telah
diantarkan oleh penghantar impuls. Efektor yang paling penting
pada manusia adalah otot dan kelenjar
Struktur sel saraf
Dendrit: serabut sel saraf pendek dan bercabang-cabang. Berfungsi
untuk menerima dan mengantarkan rangsangan ke badan sel.
Badan Sel: paling besar dari sel saraf. Berfungsi untuk menerima
rangsangan dari dendrit dan meneruskannya ke akson. Badan sel saraf
mengandung inti sel dan sitoplasma.
Nukleusadalah inti sel saraf yang berfungsi sebagai pengatur kegiatan
sel saraf (neuron).
Neurit (Akson)adalah tonjolan sitoplasma yang panjang, berfungsi
untuk menjalarkan impuls saraf meninggalkan badan sel saraf ke neuron
atau jaringan lainnya. Jumlah akson biasanya hanya satu pada setiap
neuron.
Selubung Mielin: selaput yang banyak mengandung lemak yang berfungsi untuk
melindungi akson dari kerusakan. Selubung mielin bersegmen-segmen. Lekukan
di antara dua segmen disebut nodus ranvier.
Sel Schwannadalah jaringan yang membantu menyediakan makanan untuk
neurit (akson) dan membantu regenerasi neurit (akson).
Nodus ranvierberfungsi untuk mempercepat transmisi impuls saraf. Adanya
nodus ranvier tersebut memungkinkan saraf meloncat dari satu nodus ke nodus
yang lain, sehingga impuls lebih cepat sampai pada tujuan.
Sinapsis:pertemuan antara ujung neurit (akson) di sel saraf satu dan ujung
dendrit di sel saraf lainnya. Pada setiap sinapsis terdapat celah sinapsis. Pada
bagian ujung akson terdapat kantong yang disebut bulbus akson. Kantong
tersebut berisi zat kimia yang disebut neurotransmiter. Neurotransmiter dapat
berupa asetilkolin dan kolinesterase yang berfungsi dalam penyampaian impuls
saraf pada sinapsis.
Tiga jenis sel saraf

Sel saraf sensorik: menerima rangsang yang datang kepada tubuh atau panca
indra, dirubah menjadi impuls (rangsangan) saraf, dan meneruskannya ke otak.
Badan sel saraf ini bergerombol membentuk ganglia, akson pendek, dan
dendritnya panjang.
Sel saraf motorik: membawa impuls saraf dari pusat saraf (otak) dan sumsum
tulang belakang menuju otot.
Sel saraf ini mempunyai dendrit yang pendek dan akson yang panjang.
Sel saraf penghubung: banyak terdapat di dalam otak dan sumsum tulang
belakang.
Neuron (sel saraf) tersebut berfungsi untuk menghubungkan atau meneruskan
impuls (rangsangan) dari sel saraf sensorik ke sel saraf motorik.
Jenis sistem saraf

Sistem saraf pusat:


otak & sumsum tulang belakang
Sistem saraf tepi:
sistem motorik, otonom, simpatis, parasimpatis
Otak