Anda di halaman 1dari 13

Kelompok 3 Sedimentologi

Kasmira
Hasnawati
Iin Kusmiana
Shella Yulfina
Doni Mangera
Tri Rusmin Juniarto
WD. Ulfa Intan Safitri
3.1 PARTIKEL, PORI, DAN
PERMEABILITAS
Setiap sedimen selalu identik dengan
partikel penyusunnya, pori, dan
permeabilitas.
Partikel penyusun batuan sedimen terdiri
dari berbagai jenis yaitu halus, kasar, berat
dan ada juga yang ringan.
Pori adalah ruang kosong yang tidak
ditempati oleh butir,matriks maupun semen.
Permeabilitas didefenisikan sebagai
kemampuan batuan dalam melewatkan
fluida dalam melewati medium pori suatu
batuan.
3.1 SIFAT FISIK PARTIKEL
3.1.1 Permukaan Tekstur Partikel
Tekstur permukaan sedimen
selalu berkaitan dengan partikel
penyusunnya.
Partikel sedimen di klasifikasikan
menurut ukuran butir,gravel,
pasir, lanau, dan lempung.
Untuk ukuran butir partikel
sedimen dapat dilihat pada skala
wentworth berikut.
Tabel 1.1 Skala wentworth
Ukuran butir istilah
> 265 mm Bongkah (boulder)
256 64 mm berangkah (cobble)
64 4 mm Kerakal (pebble)
4 2 mm kerikil (granule)
2 1 mm Pasir (sang)
- mm Pasir kasar
- 1/8 mm Pasir sedang
1/8 1/16 Pasir halus
1/16 1/256 Lanau (silt)
<1/256 Lempung (Clay)
Jika kita melihat pada partikel kerakal pada
daerah gersang kadang menunjukan permukaan
yang mengkilap. Partikel ini dihasilkan dari
gerakan cairan dalam kerikil dan penguapan
residu silika pada permukaan kerakal.
Butiran pasir memiliki permukaan yang buram.
Butiran pasir dihasilkan oleh proses glasial,
eolian, dan air.
Proses glasial merupakan proses pengendapan
material sedimen di daerah salju atau es.
Proses eolian merupakan proses pengendapan
material sedimen oleh media angin.
Proses oleh air merupakan proses pengendapan
material sedimen oleh media air.
3.1.2 Bentuk Butir(Shape),
Sphericity, dan Roundness
1. Bentuk butir
. Bentuk butirmerupakan keseluruhan
kenampakan partikel secara tiga dimensi
yang berkaitan dengan perbandingan antara
ukuran panjang sumbu panjang, menengah
dan pendeknya.
. Ada berbagai cara untuk mendefenisikan
bentuk butir. Cara yang paling sederhana
diperkenalkan oleh Zingg(1935).
. Diperkenalkan dengan cara menggunakan
perbandingan b/a dan c/b untuk
mengklasifikasikan butir dalam empat bentuk
yaitu oblate, prolate, bladed, dan equant.
Dimana a = panjang (sumbu terpanjang), b= lebar
(sumbu menengah), c = tebal/tinggi(sumbu
terpendek).Pengklasifikasian bentuk butir ini
biasanya dilakukan pada butiran yang berukuran
kerakal sampai berangkal. Hal ini dikarenakan
kisaran ukuran tersebut memungkinkan untuk
dilakukan
pengukuran.
2. Sphericity
Saphericity didefenisikan secara sederhana
sebagai suatu butiran mendekati bentuk
bola.
Semakin menyerupai bentuk bola maka
mempunyai nilai sphericity semakin baik.
Sphericity pertama kali di defenisikan oleh
Wadell(1932) untuk mengetahui bentuk
partikel yang menyerupai bentuk bola.
Sphericity dapat ditentukan dengan :
Sphericity = luas permukaan partikel /luas
permukaan bola dari volume yang sama.
3. Roundness
Kebundaran
atauroundnessmenggambarkan kehalusan
bentuk butir.
Kebulatan pertama kali di defenisikan oleh
Wentworth (1919) sebaga rasio jari-jari rata
rata dari sudut dengan radius lingkaran.
Kemudian defenisi ini di kembangkan oleh
Wadell(1932), menyatakan bahwa rasio jari-
jari rata-rata dari semua sudut dan tepi
dengan jari-jari lingkaran dapat di tulis
sebagai berikut.
Roundness = rata-rata radius sudut / luas
permukaan bola dari volume yang sama.
3.1.3 Ukuran Partikel
3.1.3.1 Skala Besar Butir (Grade
scale) log 2 d

Pertikel sedimen memiliki ukuran


partikel berdasarkan klasifikasi oleh
skala wentworth seperti pada tebel 1.1
wentworth mengklasifikasikan
hubungan antara skala wentworh
dengan skala phi seperti pada gambar
log 2 d
berikut, dimana

d = diameter (mm)
3.1.3.2 Metode Analisa Partikel
Untuk menganalisa partikel
dapat di perhatikan tabel di bawah
ini.
Untuk menghitung nilai rata-rata ukuran
butir dapat di gunakan persamaan
berikut:
(2 d/ n)
rata-rata ukuran butir = N

dimana, n adalah jumlah butir


d adalah diameter bidang
N jumlah total bidang
3.1.3.3 Penyajian Analisis Ukuran Partikel

Penyajian analisis ukuran partikel dapat


dilihat pada tabel metode analisa pertikel
dan secara grafik pada gambar berikut.