Anda di halaman 1dari 21

OSTEOMYELITIS PADA RAHANG

Oleh :
Kelompok 6

Dosen Pembimbing:

Drg. Andreas Pascawinata, MDSc, Sp.BM
Drg. Efa Ismardianita, M.Kes
Drg. Andriansyah, M.HKes


Rumusan Masalah

Klasifika Histopatol Patogenesi


Definisi si ogis s

Gambara Pemeriks
aan Perawatan
n klinis
Radiografi
Definisi

Istilah Osteomyelitis berasal dari kata osteon yang


artinya tulang dan muelinos yang artinya sum-sum
tulang, serta infeksi yang terjadi pada bagian
medular dari tulang. (Baltensperger, 2009).
Peradangan difus yang mengenai periosteum,
tulang kortikal, dan komponen-komponen tulang
kanselus. (Pedersen, 1996).
Etiologi
Hal-hal yang dapat menyebabkan infeksi
langsung pada mandibula dan maksila

Gigi devital, Gangren, Korpus alienum dalam jaringan,


Gigi impaksi, Perluasan dari penyakit hidung

Trauma pada tulang atau periosteum

Tuberkulosis, Sifilis, trauma yg menyebbkan kematian


pulpa

Secara hematogen

Kerusakan periosteum, Fraktur dari mandibula dan


maksila, Actinomycosis, Scurvy
Osteomieli Osteomielitis Osteomyelitis
tis Akut Hematogen sekunder pada
infeksi
menular

Osteomieli
Berdasarkan Osteomyelitis
tis Kronik Berdasarkan
R.O dan yang berkaitan
patogenesis dengan atau tidak
Gambaran klinis
Klasifik berkaitan dengan
Berdasarkan asi penyakit
Osteomyelit gambaran pembuluh darah
is supuratif Berdasarkan
klinis, perifer
akut patologi
Osteomyeliti radiologi,
s supuratif
anatomi dan
patologi, dan patofisiologi
kronik etiologi
Osteomyeliti
s sklerosis
fokal kronik
Osteomyelitis Osteomyelitis Osteomyelitis tuberkulosis
sklerosis difus Osteomyelit
kronik Osteomyelitis sifilis
kronik dengan is spesifik
Osteomyelitis aktinomikotik
periostitis
Gambaran Klinis
Rasa sakit yang lebih hebat dan luas pada rahang
Rasa sakit yang mendalam sekali pada mandibula
dengan radiasi ke kuping.
Gigi merasa sakit pada perkusi
Apabia penyakit melanjut dan terjadi destruksi
tulang, maka gigi menjadi goyang
Gingival menjadi merah tua dan odematus juga
mukosa labial/bukal sebagai akibat dari periostitis
Lebih sering terlihat pada mandibula
Patogenesis
Proses radang di dalam
pembuluhaposisi dari
radang melalui
lumen pembuluh
pembuluh darah dan
tersebut dan penebalan
limfe masuk ke dalam
ini menghalangi darah
tulang
mengalir ke dalam sel-
sel tulang

Kanalis
sel-sel tulang mati haversi
(nekrosis) dan terjadilah
sekuester.
Gambaran Radiologis

radiolusen yang lebih luas dari pada


gambaran tulang spongiosa.
Jika penyakit ini
berlanjut maka
daerah
radiolusen ini
bersatu dan
memberi
gambaran
seperti tulang
dimakan ulat
Perawatan

-Penicillin
- Flucloxacillin Apabila
skuestrasi
- Alergi penicillin Terapi terjadi
Clindamysin AB dengan lama
atau difus,
atau tidak
Deko terjai sama
sekali
Diindikasika rtika
n pada
osteomyeliti si
s dengan Oksige osteomielitis
bentukkan Squest
n yang resisten
superfisial erekto
tekana
mi
n tinggi
Squesterektomi
Apabila squesternya kecil pengambilannya
secara intra oral dan sederhana, tapi apabila
melibatkan daerah yang luas dilakukan dan
diseksi perkutaneus yang lebar.
Jaringan lunak disekitarnya yang biasanya
merupakan jaringan lunak granulasi juga
dikeluarkan.
Involucrum juga dibentuk kembali dengan
menggunakan renguer atau bur untuk
menghilangkan tepi-tepi yang tajam dan
mengurangi volmenya.
Kemudian daerah tersebt diirigasi dengan
larutan antibiotik topikal (Neoycin/Bacitracin
atau Kanamycin).
Pembalut dipertahankan selama 3-5 hari,
Dekortikasi
Dekortikasi biasanya memerlukan pengambilan
segmen lateral/korteks bukal dari mandibula dan
pembersihan.
Selain pengambilan tulang nekrotik, dekortikasi
juga memaparkan daerah yang terinfeksi yang
vaskularisasinya relatif sedikit sampai pada
daerah jaringan lunak disekitarnya yang
tervaskularisasi dengan baik.
Oksigen Tekanan Tinggi

Manfaat: meningkatkan tekanan oksigen dalam


jaringan, memperbaiki vaskularisasi dan perfusi
oksigen, yang menimbulkan efek bakteriosidal atau
bakteriostatik.
Biasanya digunakan dengan tekanan
absolute 2-3 atmosfir selama1-3 jam setiap
6-8jam
Osteomyelitis supuratif akut
Gambaran
klinis
Tahap awal Tahap lambat Tahap akhir
(early) (late) (final)
berdenyut periosteum pembentukan
hebat, sangat menggelemb tulang
sakit (deep- ung akibat subperios
seated) adanya pus menyebabka
pembengkak n
an akibat pembengkak
inflamasi kan semakin
gingiva tegas
merah,
bengkak, dan
konsistensi
lunak
Gambaran histopatologi

Gambaran radiografi
Osteomyelitis Kronik
Supuratif
Gambaran klinis : pembengkakan,
nyeri, bentukan sinus, purulensi,
pembentukan skuesterum, kehilangan
gigi
Gambaran histopatologi

Gambaran radiografi
Osteomyelitis non-supuratif kronik

Gejala klinis yang biasanya dijumpai


adalah rasa sakit yang ringan dan
melambatnya pertumbuhan rahang.
Gambaran klinis yang dijumpai
adalah adanya sequester yang makin
membesar dan biasanya tidak
dijumpai adanya fistel
Osteomyelitis sklerosis fokal
Gambaran klinis: bisa terjadi pada anak-anak
dan dewasa muda, pada mandibula regio yang
sering terkena premolar dan molar.

Gambaran radiografis
Proliferative Periostitis
Gambaran klinis proliferatif periostitis:
Dapat terjadi pada anak-anak dan
dewasa muda
Insidensi tertinggi terjadi pada usia
13 tahun
Kasus terbanyak pada area
premolar dan molar mandibula
Hiperplasia biasanya terjadi
sepanjang tepi tulang rahang bawah
Lebih sering terjadi pada kasus uni-
focal dan banyak kuadran yang
terlibat
Gambaran
histopatologis

Gambaran radiologis
Terimakasih