Anda di halaman 1dari 20

JOURNAL READING

A CASE OF INFANT ACCIDENTAL HANGING CAUSED


BY A TOY STRAP

TRI ANNA FITRIANI


H1A012060
JURNAL ACUAN

Judul : A case of infant accidental hanging caused by a toy strap


Penulis : Mehdi Ben Khelil, Maha Shimi, Anis Benzarti, Moncef Hamdoun
Penerbit : European Journal
Tahun Terbit : 2016
Jenis Penelitian : Case Report
Tujuan Penelitian : Jenis laporan kasus ini untuk mencari tahu penyebab kematian pada bayi
yang tidak sengaaja tergantung oleh objek mainanya, mengidentifikasi tempat kejadian korban
untuk memastikan bahwa kasus bayi ini sengaja tergant ung atau tidak.
PENDAHULUAN

Pada jurnal ini melaporkan kematian bayi yang tidak disengaja tergantung oleh sebuah
objek ( tali pengikat) mainannya. Bayi dan balita merupakan rentang usia berisiko tinggi
mengalami cedera dan kematian tidak disengaja karena kurangnya kemampuan untuk
dapat menghindari situasi yang berbahaya yang ada disekitar lingkunagannya.
lingkungan di mana tempat bayi tidur adalah contoh dari situasi yang berpotensi
membayahakan dan dapat mengakibatkan kematian tidak disengaja karena kecelakaan yang
disebabkan oleh penjeratan. Meskipun kecelakaan tersebut relatif jarang, perlu untuk
meneliti jenis-jenis situasi yang menjadi standar keselamatan bagi lingkungan bayi dan
balita.
LAPORAN KASUS

Bayi perempuan berusia 18 bulan ditemukan oleh pengasuhnya mati tergantung dari salah
satu tiang tempat tidur nya. Terdapat mainan pada tempat tidur, dan dua tali dengan masing-
masing ukuran 10 cm. Bayi tersebut tergantung oleh dua sabuk nilon ke tiang tempat
tidurnya. Bayi tidak bernapas dan tampak sianosis dengan jari kaki tampak kaku menyentuh
kasur.
Pengasuhnya meninggalkan bayi perempuan tersebut selama dua jam dan berpikir
bahwa sedang tidur, melihat kondisi bayi yang tidak bernapas dan kebiruan, pengasuh
langsung membawa ke RS dan dinyatakan telah meninggal. Perawat tidak berusaha untuk
meberikan bantuan pernapasan. Kasus yang diduga kriminal ini menimbulkan kecurigaan
dan dilakukan otopsi.
HASIL PEMERIKSAAN

Pada otopsi, ditemukan bayi mengalami sindrom asfiksia yaitu tampak sianosis, petekie
daerah peribukal, otak dan edema paru. Pada pemeriksaan leher bagian luar, terilihat
ekimosis pada leher . Selain itu, ditemukan pecahnya pembuluh darah di leher , perdarahan
hebat dari otot-otot leher, dan patahnya tulang kartilago tiroid.
Tidak ditemukaan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh bayi. Hasil skrining
toksikologi negatif. Berdasarkan data yang didapatkan dari hasil interogasi pengasuh,
penyelidikan polisi, otopsi dan adegan rekonstruksi di tempat kejadian, hakim berpendapat
bahwa kasus kematian bayi ini tidak sengaja tergantung.
PEMBAHASAN KASUS

Kematian akibat tergantung dan penjeratan sering terjadi pada orang dewasa tetapi jarang
terjadi pada anak-anak dan bayi, ketika itu terjadi biasanya tidak disengaja.
Pada kasus ini, asfiksia yang tidak sengaja terjadi pada korban dapat ditemui pada balita
dan bayi hal ini dapat disebabkan:
pertama karena kurangnya pemahaman dari bayi untuk mengenali situasi yang berpotensi
membahayakan diirnya, kedua karena mereka masih sangat kecil, dan kurangnya
kemampuan dan kekuatan otot-otot tubuh tidak memungkinkan bayi untuk menghindari
situasi berbahaya
Selain itu, Lingkungan tempat tidur menunjukkan situasi yang berpotensial membahayakan
yang dapat menyebabkan kematian yang tidak disengaja dengan tergantung atau
penjeratan.
Selain lingkungan tempat tidur, kejadian tergantung dapat terjadi ketika anak melingkari
lehernya dengan kelambu atau kabel.
Gambar 1: contoh gambaran posisi bayi saat tergantung yang digambarkan oleh orang yang
menemukan mayat bayi.

Gambar 2: gambaran umum kematian bayi dengan adegan sebuah boneka


Berdasarkan Komisi Keamanan Produk Konsumen AS (CPSC) melaporkan sebanyak 276
kematian yang melibatkan anak-anak< 15 tahun terkait dengan peralatan bermainan
antara tahun 1973-1989. Kasus penggantungan dan pencekikan adalah penyebab kematian
ke 131. Ditemukan bahwa 70% dari sufokasi pada bayi disebabkan asfiksia mekanik oleh
karena adanya obtruksi jalan napas yang menuju ke paru-paru
Banyak komponen di sekitar tempat tidur yang dapat menjadi jebakan untuk bayi dan
mengarah pada kematian yang tidak disengaja, di antaranya kasur, bantal, selimut.
Umumnya, kejadian ini terjadi pada bayi dengan umur di atas 6 bulan. Hal itu dikarenakan
pada umur tersebut terjadi peningkatan perilaku eksplorasi yang menyebabkan
peningkatan kemampuan motorik.
Sehingga pada kasus ini hipotesis mengenai tergantung yang terjadi secara tidak sengaja
telah dipahami setelah melakukan rekonstruksi kematian. walaupun idealnya harus
dilakukan pemeriksaan di tempat kejadian sebelum tubuh korban dipindahkan.
Dalam kasus ini diperlukan pemeriksaan yang lebih teliti dari lokasi tempat tidur, mainan,
dan benda-benda disekitar kamar bayi. pengambilan gambar pada lokasi kejadian penting
untuk menghindari kesalahan diagnosis.
Hasil otopsi kasus ini tidak spesifik untuk dapat menegakkan bahwa kematian bayi murni
kerena tergantung yang tidak sengaja, karena bisa identik dengan kasus lain seperti
sindrom kematian bayi mendadak.
Bisa saja fakta yang diberikan orang tua korban tidak benar, karena mereka merasa takut
disalahkan karena kelalaiannya. Itulah mengapa ahli patologi harus menginvestigasi lebih
lanjut kemungkinan hipotesis mekanisme kematian korban. Kebanyakan kasus dari asfiksia
yang tidak disengaja dapat dicegah dan ahli patologi memiliki peran yang baik untuk
memberikan informasi kepada masyarakat mengenai keamanan saat bermain pada anak.
KESIMPULAN

Sebagai kesimpulan, kasus ini menekankan pada pentingnya peran patologis dalam
mengidentifikasi penyebab kematian. kasus ini dapat ditegakkan apabila sudah dilakukan
pemeriksaan yang teliti pada tempat kejadian, dilaukan otopsi, pemeriksaan terhadap
orang tua bayi . Ahli Patologi memiliki kontribusi yang sangat besar dalam
mengidentifikasus kasus diatas.
Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil interogasi terhadap pengasuh bayi, data dari
pihak penyidikan, dan hasil otopsi , hakim tetap memrtahankan hipotesisnya bahwa
kematian yang terjadi karena tidak sengaja tergantung.
Terimakasih