Anda di halaman 1dari 10

Macam macam

kelainan jaringan keras


Erfika Arifanti
141610101009
Retensi dan stabilisasi

Retensi merupakan kekuatan menahan dari suatu gigitiruan terhadap


daya lepaspada saat gigi tiruan tersebut dalam keadaan diam.
Pemeriksaan retensi dilakukan dengan memasangkan gigitiruan
secara kuat dalam mulut dan mencoba melepaskannya dengan gaya
tegak lurus terhadap bidang oklusal. Dikatakan retensi jika gigi
tiruan tersebut bertahan dalam gaya tersebut

Stabilisasi merupakan kekuatan menahan dari suatu gigi tiruan


terhadap kekuatan daya lepas pada saat gigi tiruan berfungsi
(adanya tekanan fungsional) (Bouncher, 1982).
Macam macam kelainan jaringan keras

1. Bentuk Ridge
2. Bentuk Dalam Palatum
3. Torus Palatina
4. Torus Mandibula
5. Tuber Maxilaris
6. Eksostosis
7. Rongga Retromylohyoid
1. Bentuk Ridge
Cara memeriksa bentuk ridge adalah dengan palpasi ridge pada bagian
edentulus.
square : lebih menguntungkan daya retentifnya
ovoid : lebih bagus untuk stabilisasi
tapering : daya retentifnya jelek, tidak menguntungkan
flat : tidak menguntungkan

Bentuk ridge berhubungan dengan retensi dan stabilitas. Bentuk ridge


square mempunyai retensi yang paling baik karena mempunyai luas
penampang yang luas. Bentuk ridge ovoid mempunyai stabilitas yang baik.
Bentuk ridge tapering, memerlukan relief agar dapat retentif . Bentuk ridge
flat merupakan bentuk yang paling tidak menguntungkan terhadap retensi
dan stabilitas.
2. Bentuk Dalam Palatum
Di lihat pada model studi dari arah transversal. Berfungsi untuk retensi
dan stabilitas. Terdapat empat bentuk palatum, yaitu :
1) Square : paling menguntungkan
2) Ovoid : menguntungkan
3) Tapering : tidak menguntungkan
4) Flat : tidak menguntungkan
3. Torus Palatina
Torus adalah tonjolan pada rahang dari
mukosa mulut yang tidak berbahaya dan
disebabkan oleh pembentukan tulang
normal yang berlebihan, radiopak dan
dapat terjadi di beberapa tempat dari
tulang rahang.
Merupakan tonjolan tulang yang terdapat
pada garis tengah palatum. Fungsinya
untuk stabilisasi gigi tiruan. Torus
palatina ini ada yang besar, sedang dan
kecil. Pemeriksaannya dengan memakai
burnisher, denngan menekan beberapa
tempat sehingga dapat dirasakan
perbedaan kekenyalan jaringan.
4. Torus Mandibularis
Cara pemeriksaannya sama seperti torus palatinus,
pemeriksaan dengan cara menekan daerah palatum
menggunakan burnisher. Bila terasa ada daerah keras
dan daerah tersebut berwarna putih bila ditekan
maka terdapat torus mandibularis.
Kehadiran torus mandibularis pada regio lingual
premolar bawah yang tumbuh di atas garis milohyoid
dari caninus sampai molar pertama dapat
mempersulit upaya untuk memperoleh gigi tiruan
yang nyaman karena tepi-tepi gigi tiruan langsung
menekan mukosa yang menutupi tonjolan tulang
tersebut.
5. Tuber Maxilaris
Disini dapat dilihat besar, sedang atau kecilnya dari satu sisi maupun dua
sisi. Bentuk tuber maxilaris yang besar sangat berguna untuk retensi gigi
geligi tiruan didaerah undercut. Apabila hanya besar pada satu sisinya
dapat diatasi dengan mencari arah pasangnya.
6. Eksostosis
Merupakan tonjolan tulang pada prossesus alveolaris yang berbentuk
membulat seperti tonus palatinus, torus mandibula serta tajam akibat
pencabutan gigi bila diraba, terasa sakit dan tidak dapat digerakkan.
Cara pemeriksaannya dengan melakukan palpasi. Fungsi diadakannya
pemeriksaan ini untuk mengetahui ada atau tidaknya tulang menonjol
dan terasa sakit akibat pencabutan yang tidak beraturan dan dapat
mempengaruhi pemakaian gigi tiruan.
TERIMA KASIH